Anda di halaman 1dari 15

54

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik dalam

bentuk desain quasi eksperiment design yaitu desain eksperimen kuasi

mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak sepenuhnya bisa mengontrol variable

variable luar yang mempengaruhi pelaksanaan ekperimen (Suyono, 2016).

dengan menggunakan rancangan non-equivalent control grup design. Dalam

penelitian ini akan terdapat dua kelompok yang tidak dipilih secara random.

Keduanya kemudian diberi pre-tes untuk mengetahui keadaan awal dan

perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (Setiadi, 2013).

Hasil pre-tes yang baik adalah bila nilai kelompok eksperimen dalam kelompok

kontrol tidak berbeda secara signifikan.

Berdasarkan desain penelitian yang telah dikemukakan diataas, berikut

merupakan gambaran desain penelitian non-equivalent control grup design.

01 X 02

03 04

Bagan 3.1 Desain penelitian quasi experiment design dengan rancangan

non-equivalent control grup design (Setiadi, 2013)

Keterangan

01 : Pre-test kelompok eksperimen

02 : Post-test kelompok eksperimen

01 : Pre-test kelompok kontrol

04 : Post-test kelompok kontrol


55

X : Perlakuan dengan menggunakan kombinasi terapi musik dan aromaterapi

lemon.

3.2 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

3.2.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan post

operasi fraktur ektremitas yang dirawat di ruang Bedah di RSUD Dr R.

Soedarsono periode 13 Mei -13 Agustus 2019 didapatkan sebanyak 63 pasien

dengan rata-rata 21 pasien setiap bulan.

3.2.2 Sampel Penelitian

Sampel pada penelitian ini adalah Pasien post operasi fraktur

ektremitas di ruang Bedah di RSUD Dr R. Soedarsono Pasuruan yaitu 20

pasien post operasi fraktur yang memenuhi kriteria inklusi sebagai sample.

Adapun kriteria sampel dibagi terbagi 2 yaitu :

1. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Bersedia menjadi responden penelitian dan telah menandatangani

informent consent
b. Klien dengan pasca operasi fraktur ekstremitas
c. Responden yang sudah kembali ke ruang rawat inap setelah dari

Recovery Room
d. Responden dengan kondisi sadar penuh
e. Responden tidak mengalami gangguan pendengaran (tuli)
f. Responden kooperatif dalam penelitian
2. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Pada saat proses penelitian sedang berlangsung, tiba-tiba

membatalkan karena suatu hal tertentu, misalnya: KRS


b. Dirujuk kerumah sakit lain selama kurun waktu penelitian
3.2.3 Besar Sampel (Sample Size Calculation)
n :

n : N

1 + N (d)2
n : 54 63

1 + 63 (0,05)2
56

keterangan :
N : besar populasi
n : besar sampel

d : kesalahan sampling yang masih dapat ditoleransi (0,05)

3.2.3 Teknik Sampling

Teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian ini

adalah Non probability sampling. Jenis Non Probability sampling yang

digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan pendekatan consecutiv

sampling yaitu pemilihan sampel dengan menetapkan subjek yang memenuhi

kriteria penelitian dimasukkan dalam penelitian sampai kurun waktu tertentu,

sehingga jumlah klien yang diperlukan terpenuhi (Nursalam,2016).

Adapun cara peneliti untuk memilih kelompok intervensi dan kontrol

yaitu untuk pasien yang datang lebih dahulu di ruangan di kelompokkan

sebagai kelompok intervensi jika memenuhi kriteria inklusi dan setelah

cukup 10 responden, pasien selanjutnya sebagai kelompok kontrol.

3.3 Variabel Penelitian

Variabel dalam penelitian ini dibagi menjadi variabel bebas (independen)

dan variabel terikat (dependen) yang dijelaskan sebagai berikut :

1) Variabel independen dalam penelitian ini adalah kombinasi terapi musik dan

aromaterapi lemon.
2) Variabel dependent dalam penelitian ini adalah tingkat skala nyeri.
57

3.3.1 Definisi Operasional

Tabel 3.1 Definisi operasional variabel penelitian

NO Variabel Definisi operasional Parameter Instrumen Skala Skor


1 2 3 4 5 6
1. Independen : Suatu tindakan manajemen nyeri Sesuai dengan SOP 1. MP3 yang berisi - -
Kombinasi yang bersifat non farmakologi terapi terapi musik musik
terapi musik dengan pemberian terapi musik menurut potter & perry 2. Headphone
dan melalui headphone kepada pasien yang dimodifikasi dan 3. SOP kombinasi terapi
aromaterapi post operasi fraktur ekstremitas, digabungkan dengan musik dan
lemon bersamaan dengan pemberian SOP aromaterapi lemon aromaterapi lemon
aromaterapi lemon bentuk 4. Lembar observasi
essensial oil yang ditetes diatas
kapas dan digunakan dengan cara
dihirup melalui hidung. Proses ini
dilakukan selama 20 menit.
58

2. Dependen: Skala nyeri yang merupakan 1. Laporan dari responden 1. Lembar Rasio Skor intensitas nyeri
Penurunan gambaran tentang seberapa secara verbal maupun observasi berdasarkan NRS berupa
nyeri tingkat nyeri diukur dengan cara non verbal: 2. Skala nyeri angka 0-10
menggunakan skala intensitas a. Verbal: pernyataan rasa pasien - skala nyeri ringan 1-3
nyeri dari rentang 0-10 nyeri responden, (NRS/Numeric - skala nyeri sedang 4-6
jeritan/rintihan rating scale) - skala nyeri berat 7-10
b. Non-verbal: perubahan
respon fisik mulai dari
- ekspresi wajah
- Melokalisasi atau
memegangi daerah
yang nyeri
- Konsentrasi terganggu
atau sulit diajak bicara
- Hasil pengukuran TTV
responden
59

3.5 Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi :


1. SOP pemberian kombinasi terapi musik dan aromaterapi lemon
2. Alat ukur nyeri
3. Lembar observasi disusun untuk mengamati adanya perubahan skala nyeri

3.6 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan untuk menguji pengetahuan dan

ketrampilan sebagai berikut :

1. MP3 recorder
2. Headphone
3. Kapas
4. Aromaterapi lemon
5. alat tulis, jam tangan, buku catatan

3.7 Lokasi dan Waktu Penelitian

1) Lokasi Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di RSUD Dr R. Soedarsono Pasuruan
2) Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada periode bulan November sampai

Desember.

3.8 Langkah-langkah permberian kombinasi terapi musik dan aromaterapi

lemon

Prosedur tindakan pemberian terapi musik dan aromaterapi lemon,

yaitu:

a. Sebelum melakukan tindakan, pasien dipastikan menyukai aromaterapi

lemon.

b. Menyiapkan aromaterapi lemon dan menciptakan suasana yang nyaman

dan pasien diminta rileks dan tenang.

c. Posisikan pasien senyaman mungkin.

e. Anjurkan untuk menghirup aromaterapi lemon


60

f. Memasang headphone berupa mp3 player musik dan minta responden

untuk mendengarkan bersama dengan menghirup aromaterapi lemon

selama 20 menit.

3.9 Prosedur Pengambilan data

3.9.1 Tahap Persiapan

1) Peneliti mengajukan surat permohonan ijin penelitian ke Direktur

poltekkes Kemenkes Malang yang ditujukan ke Badan Kesatuan

Bangsa dan Politik Kota Pasuruan dan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan.

Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Pasuruan akan mengeluarkan

surat rekomendasi penelitian kepada Direktur Rumah Sakit Dr. R.

Soedarsono Kota Pasuruan tembusan kepada Kepala Dinas Kesehatan

Kota Pasuruan, Direktur Poltekkes Kemenkes Malang.

2) Peneliti menentukan subyek penelitian yaitu pasien pasca operasi

fraktur ekstremitas bawah di ruang bedah di Rumah Sakit Dr. R.

Soedarsono Pasuruan.

3.9.2 Tahap Pelaksanaan

1) Setelah mendapat ijin dari direktur RSUD Dr. R. Soedarsono

pasuruan, peneliti meminta ijin kepada kepala ruangan ruang bedah

atau perawat ruang bedah yang di delegasi kan untuk membantu

pelaksanaan penelitian, sambil mensosialisasikan maksud dan tujuan

penelitian kepada tim keperawatan.

2) Peneliti melakukan pemilihan kelompok perlakuan atau kontrol

tidak secara random, untuk pasien yang datang lebih dahulu di

ruangan di kelompokkan sebagai kelompok intervensi jika

memenuhi kriteria inklusi dan setelah cukup 27 responden, pasien

selanjutnya sebagai kelompok kontrol.


61

3) Peneliti menyiapkan pasien dan peralatan sesuai dengan terapi.

4) Peneliti memperkenalkan diri kepada responden, menjelaskan tujuan

dan prosedur penelitian, dan meminta kesediaan responden untuk

berpartisipasi sebagai responden dalam penelitian. Peneliti meminta

dengan sukarela kepada responden untuk menandatangani lembar

persetujuan (inform consent).

5) Memberikan kesempatan kepada responden untuk menanyakan hal-

hal yang belum jelas.

6) Peneliti melakukan pengukuran skala nyeri 3.5 jam pasca operasi

fraktur extremitas pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol

dengan melakukan wawancara dan observasi pasien sesuai

instrumen NRS, dan mencatat hasil pengukuran sebagai data awal

(Pre-test).

7) Tindakan kombinasi terapi musik dan aromaterapi lemon diberikan 4

jam pasca-operasi fraktur extremitas.

8) Setelah responden mengerti, peneliti akan memberikan terapi musik

melalui headphone dan menginstruksikan responden untuk

mendegarkan dengan baik, tenang dan rileks disertai dengan

pemberian aromterapi lemon selama 20 menit pada kelompok

perlakuan. Kelompok perlakuan diberikan perlakuan sebanyak 4 kali

yaitu diberikan 2 kali sehari.

9) Melakukan pencatatan skala nyeri responden berdasarkan

pengukuran NRS setelah diberikan kombinasi terapi musik dan

teknik relaksasi nafas dalam, untuk kelompok perlakuan dan tanpa

terapi musik klasik dan teknik relaksasi nafas dalam untuk kelompok

kontrol sebagai hasil akhir (Post-test).


62

10) Untuk kelompok kontrol, waktu pretest yaitu 1 jam sebelum

permberian obat analgesik dan waktu posttest dilakukan 1 jam

setelah pemberian obat analgesik di berikan.

11) Penelitian ini menggunakan enumerator yaitu melibatkan orang lain

untuk membantu melaksanakan implementasi yang telah sama

pemahaman dengan peneliti.


63

3.10 Kerangka Operasional

Judul:
Pengruh pemberian kombinasi terapi musik dan aromaterapi
lemon terahadap tingkat nyeri post operasi fraktur ekstremitas

Populasi:
Seluruh pasien dengan pasca operasi fraktur ektremitas di R.
Bedah RSUD Dr. R. Soedarsono pasuruan

Sampel:
Sebagian pasien dengan post operasi fraktur ektremitas di R. Bedah
RSUD Dr. R. Soedarsono pasuruan yang sesuai dengan kriteria inklusi

Desain penelitian:
Non-equivalen control group design

Teknik sampling
Non-Probability Sampling

Pengukuran skala nyeri (pre) kelompok perlakuan

Pemberian kombinasi terapi musik dan aromaterapi lemon

Pengukuran skala nyeri (post) kelompok perlakuan

Pengukuran skala nyeri (pre) kelompok kontrol

Pengukuran skala nyeri (post) kelompok kontrol

Analisa data

Penyajian hasil penelitian

Bagan 3.2 Kerangka Operasional Penelitian


64

3.11 Analisa Data


3.11.1 Teknik Pengolahan Data

Menurut Notoadmojo (2012), Pengolahan data dilakukan dalam

beberapa tahap yang terdiri dari, yaitu :

1. Editing / memeriksa merupakan langkah yang dilakukan untuk

memeriksa kelengkapan isian dari lembar penelitian, kejelasan

penelitian. Setelah data terkumpul peneliti melakukan pengecekan,

semua lembar peniaian pre test dan post test yang telah dilakukan

terisi lengkap sehingga tidak perlu lagi klarifikasi kembali dengan

responden.
2. Coding / memberi tanda kode untuk mempermudah pada saat analisis

data juga mempercepat pada saat entri data.


a1 : Nyeri ringan (skala nyeri 1-3)
a2 : Nyeri sedang (skala nyeri 4-6)
a3 : Nyeri berat (skala nyeri 7-10)
3. Entry data / Proses memasukkan data dalam komputer yang

merupakan jawaban dari responden yang berbentuk kode untuk

selanjutnya dilakukan analisis data dengan menggunakan aplikasi di

komputer.
4. Cleaning (pembersihan data) adalah kegiatan pengecekan /

penyuntingan data yang sudah dientri apakah ada kesalahan atau tidak.

Pengecekan bertujuan untuk memastikan bahwa data telah bersih dari

kesalahan – kesalahan seperti pengkodean ataupun kesalahan dalam

membaca kode. Cara untuk cleaning adalah dengan mengidentifikasi

data yang hilang, variasi data, konsisten data.


5. Tabulating / pengelompokan dan proses pengolahan jawaban-jawaban

atau nilai-nilai dari responden atau yang serupa dan menjumlahkannya

dengan teliti dan teratur.

3.11.2 Analisa Hasil Penelitian

1. Analisa Univariat
65

Analisis univariat adalah analisa yang menggambarkan

penyajian data untuk satu variabel saja (Notoatmodjo, 2012). Setelah

dilakukan pengumpulan data kemudian data dianalisa menggunakan

statistik deskriptif untuk disajikan dalam bentuk tabulasi, mean,

median, dan standar deviasi dengan cara memasukkan seluruh data

pada kelompok kontrol dan kelompok perlakuan kemudian diolah

secara statistik deskriptif untuk melaporkan hasil dalam bentuk

distribusi dari masing-masing variabel.


Analisis univariat dalam penelitian ini adalah data perubahan

skala nyeri pada responden dengan pasca operasi fraktur ektremitas

sebelum dan sesudah tindakan pemberian kombinasi terapi musik dan

aromaterapi lemon dalam bentuk tabel.


2. Analisa Bivariat
Analisis bivariat yaitu analisa yang digunakan untuk melihat

pengaruh dua variabel yang meliputi variable independen (bebas) dan

variabel dependen (terikat). Peneliti ingin mengetahui pengaruh

kombinasi terapi musik dan aromaterapi lemon terhadap penurunan

nyeri pada pasien post operasi fraktur ektremitas. Dianalisis secara

deskriptif analitik, untuk mengetahui tahapan dan respon perilaku

terhadap intensitas nyeri digunakan metode perbandingan intensitas

nyeri yang diperoleh dari semua responden.


Hasil identifikasi skala nyeri pada responden sebelum dan

sesudah dilakukan pemberian kombinasi terapi musik dan aromaterapi

lemon, selanjutnya dibandingkan secara langsung dan dianlisis dengan

mengguanakan uji Shapiro Wilk yang berguna untuk mengetahui data

tersebut termasuk dalam distribusi normal atau tidak normal.


Pada penelitian ini terdapat dua kelompok , yaitu kelompok

eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk menguji hasil pretest dan

posttest baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol


66

menggunakan uji paired sample t-test (uji parametrik) jika memenuhi

syarat yaitu data berdistribusi normal (p > 0,05) karena kelompok data

tersebut adalah berpasangan. Jika tidak memenuhi syarat, maka

digunakan uji alternatifnya, yaitu uji wilcoxon (uji non parametrik).

Jika nilai signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05 (p < 0,05)

menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil

pretest dan posttest pada kelompok eksperimen maupun kolompok

kontrol.
Uji statistik yang kedua adalah menguji hasil posttest antara

kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan uji

independent sample t-test (uji parametrik) jika memenuhi syarat yaitu

data distribusi normal (p > 0,05), karena kelompok data tersebut tidak

berpasangan. Namun, jika tidak memenuhi syarat, digunakan uji

alternatifnya yaitu uji Mann-Withney (uji non-parametrik). Jika nilai

signifikansi yang diperoleh kurang dari 0,05 (p < 0,05) menunjukkan

bahwa terapat perbedaan yang bermakna antara hasil post-test

kelompok eksperimen dan hasil post-test kelompok kontrol, sehingga

dapat dikatakan terdapat pengaruh kombinasi terapi musik dan

aromaterapi lemon terhadap penurunan nyeri pada pasien fraktur

ekstremitas.

3.12 Penyajian Data

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penyajian data berupa :

1. Narasi. Dibuat dalam bentuk narasi mulai dari pengambilan data

sampai kesimpulan.
2. Tabel. Penyajian dalam bentuk angka (data kategorik) yang disusun

dalam kolom dan baris dengan tujuan untuk menunjukkan frekuensi


67

kejadian dalam kategori yang berbeda seperti pada penyajian hasil

usia, jenis kelamin dan tingkat pendidikan responden.

3.13 Etika Penelitian

Menurut (Nursalam, 2016), dalam pelaksanaan penelitian ini

peneliti menekankan masalah etik penelitian meliputi :

1. Prinsip Manfaat (Benefience)


Penelitian harus dilaksanakan tanpa mengakibatkan penderitaan

kepada subjek, khususnya karena menggunakan tindakan khusus.

Partisipasi subjek dalam penelitian, harus dihindarkan dari keadaan

yang tidak menguntungkan. Subjek harus diyakinkan bahwa

partisipasinya dalam penelitian atau informasi yang telah diberikan,

tidak akan dipergunakan dalam hal-hal yang dapat merugikan subjek

dalam bentuk apapun. Peneliti harus berhati-hati mempertimbangkan

risiko dan keuntungan yang akan berakibat kepada subjek pada setiap

tindakan.
2. Prinsip Menghargai Hak Asasi Manusia (Respect Human Dignity)
Subjek harus diperlakukan secara manusiawi. Subjek

mempunyai hak memutuskan apakah mereka bersedia menjadi subjek

ataupun tidak, tanpa adanya sangsi apapun. Seseorang peneliti harus

memberikan penjelasan secara rinci serta bertanggung jawab sehingga

tidak terjadi sesuatu kepada subjek. Subjek harus mendapatkan

informasi secara lengkap tentang tujuan penelitian yang akan

dilaksanakan, mempunyai hak untuk bebas berpartisipasi atau

menolak menjadi responden. Pada informed consent juga perlu

dicantumkan bahwa data yang diperoleh hanya akan digunakan untuk

pengembangan ilmu.
3. Prinsip Keadilan (Right to Justice)
Subjek harus diperlakukan secara adil baik sebelum, selama dan

sesudah keikutsertaannya dalam penelitian tanpa adanya diskriminasi


68

apabila ternyata mereka tidak bersedia atau dikeluarkan dari

penelitian. Subjek mempunyai hak untuk meminta bahwa data yang

diberikan harus dirahasiakan untuk itu perlu adanya tanpa nama

(anonymity) dan rahasia (confidentiality).