Anda di halaman 1dari 5

L ,r•LuJ.um lukJJtw , ,1p.tl,,1 •qw1,.

,wL
r.1 ,ll ,Y
A' nr .m... d" I • nr
, ...
,--.n~' tJ:u. 1

,,,ru~r t i.I I tfl l d11 fl l,.th.if ll rwLtJJfJ II y.mi,~ d11,t.pk1!l n (,l~lr ,LH-,, l1 ,. _. 1,
1l'2j Jt,n~rt lu ~;J~,, cfa11 kchut 11h:rn dJM .th rna.,,.,," rriatm( .
jol«.JJ \iC t, V: y ,tt1~
1, ll l ,.d ,a,ra1pedum,HI penydcnig;ara.a rt l,-Nriaun b~ h,·..r ,.,_.,.
JJ{~' ,nJru: v . - ,.,,, · ,F- ,,~1...:
• ..

,Ji J,,cr.ih yang hcr\,tngku r. n (J >cpd,khwJ . 1'J'J{,; '> 1. f n"lf>hbt n/ .,.


JctJlJ~' ., .. •"1 11 va ,nu., 1a 11 Job i ,f;.il.m, K1 1rik ulum h :nd1,.1ik·,
1 i J-''41 / fJ
,. ' t,._,
, ••1, ....... 1
• •"J I , ;114.

J <J'Jit , kurrku lum pcndid ik;u, mc:tiJadi 1acrna.ki11 Htb1bd d.;rn mc,1,~<J,
wLquJ nyata pdak t.a 11 c1a ri dc-,e11rr~dJ JJ3',I J afarn ,;,,1-mpc nd;dJ~~r. .
L · ,un \C: fl craH,a,i ma., ,h d(,mlfl~, 1.
m~ KIJ'
Ad.1nya pcrnhah.an dart twrh·111hang.an kur1 kulu r11 p~1.41 d.a ~--arny:.
,nctrupakan "uaw upaya mcnganri~ipa..1, i p<:rkcmtrJng,rn ma-,,,.ara¥...a1
J';1ra pcngcmbang dan pclak!iana kurtkulam, ~imana di~ 11hl~
Ad iwikarra ( I ')94 : 0 I) , mcmiliki rantangan dalarn mtmtrhar1 ka n
oricnta\i bc.:rpikir kc.: kinian, ktdi '> ini;rn , dan kcma',a-depanan yang
bcrlaku uncuk \Ctiap ~aat, l'crubahan-perubahan auu perk£mba.~
ku rikulum Jj Jn<loncsia pun mtmpunyai acuan berpikir yangdemiki2n.
tcntunya mcnuru t zamannya . JJalam pengcmhangan kuriku[um ,
hendiknya kt ptotingan na:-ii<mal , cfri kha" <iatuan pendidikan, -:err.a
kepentinga n mai,a dtpan ;mak Jidik clan ma\yarakar dapat dipenuhi

F. Kurikulum KBK (2004)


~<:C,ir::J wmun > pad a cr;J n.:f<>rma"> i in i pri mi p i m pkm c: n ta <, 1 Kur1k ul •_.rn
2<J(Jlj ;JJa bli bhirny:i KBK ) yang 1nc.:liputi anrara lain Kcg1Jtan B..:'..ap..r
Mu ,i.?jar (K BMJ , pcnihi:rn bcrb;1<., i"> h :b ), J;rn pcngc.:lol:tan kun~_t.:_:um
l,ul ,:1.',i'1 ')('k<,bl1. I Jabr11 huhun wrnnya ckng::i n Kitv1 rr<,,c~ hd.11ar
1i,bk h:i11 y:1 l,c:rl:rn11 \1J1w di liw lrn 11 g;m 'icko hh 1u ,i111 d, lingkungan
( I l"')
1
{") • ._,

h :111:11; ,:1 cl;111 111:1 \y;11:1k :11 , K11ri k1d11111 200/i 111 l' rup Jka11 ku riku lu m
1

t hp1'ti111 r 11 y:11Jf~ dir cr:q,k :111 '>< ·, ;1r~1 1nb ;1t ;1" di 'i<.:ju1nl.1h <irk1J l.1 h/
madr :J·,:d, IJ1Jt1d\ ck·,pcri1ric11 K 11rilrn l1Jtll Jk rha'I J'i Kc,mp<.: 11.:mi {KHK,.

41
l


Ketentuan rentang kurikulum rcrmasuk kerangka dasar dan srruk fut
kurikulun1nya serra pcngembangannya pada dasarnya ditetapkan
olch peraturan pemerintah, dalam haJ ini PP No. l 9/~00S tencang
Standar Nasional Pcndidikan serta Peracuran Menren Pendidika~
Nasional (baca: UU No. 20/2003 rentang Sisdiknas pada PasaJ 36,
37, dan 38). Sdanjutnya, Mendiknas menyacakan bahwa yang bena,
adalah pada cahun 2006 pemerincah celah menetapkan rambu-rarnbu
Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Hal ini sejalan denga 11
strategi pembangunan pendidikan nasional seperti cercantum dalalll
penjelasan UV No. 20/2003 tenrang Sisdiknas, yang salah satunya
ialah pengembangan dan pdaksanaan Kwikulum Berbasis KompetellSj ,
(KBK) (Muhaimin, et al, 2009: 5).
Kecika KBK dicerapkan· di beberapa sekolah/madrasah sejal
2004 dan bahkan ada sekolah/madrasah yang telah menerapkanny2
sejak 2003, kurikulum itu masih da1am taraf uji coba (eksperimen;
da.n belum direrapkan dalam bentuk peraturan pemerintah. Kendac
demikian, pemerinrah tetap menghargai terhadap sekoJah/madarsab
yang relah melaksanakan eksperimen KBK tersebut sehingga di dalam
per~ruran menreri Pendidikan Nasional RI No. 20/2005 tentang Ujian
~~1onalTahunAjaran 2005/2006 (Pasal 8) dinyatakan bahwa: "Bahan
~ . disusun berdasarkan Kurikulum 1994 arau Stan da1
UJJan Nasional
ompetens1 Lulusan Kurikulum 2004 " D k .
pendidikan dapar memilih di antar . en~an ata lam, satuar
sekolahlm d h a kedua kunkulum tersebur Ba£"
a rasa yang ka . · ~,.
. .,_ ~ menerap n Kunkulun1 2004 bah· ..
d1sesuaiKan dengan K 'k I , an UJlafi
un u um 2004.
J.
(

G. Kurikulum KTSP (2006) r


9
~)eraruran Mentcri (Permen) Pendidikan .
Standar lsi (SJ) unru k . . . Nasional No.22/2006 tentaJJ!
s,n uan pend1dik· d .
42 ,1n asar dan menengah ya11f
_., d a.ma ini dipermasalahkan karena lambat disosialisasi, hanya memberi
atan peranan orangtua dalam pclaksanaan kurikulurn struktur
kesemp
•dikan dasar dan menengah, yaitu ( 1) mata pelajaran, (2) muatan
pend J
lokaL dan (3 ) pengembangan diri . Komponen ketiga bukanlah
ko mpo nen mata pelajaran yang harus diampu oleh guru . Kegiatan
' pengembangan diri difasilitasi dan atau dibitnbing oleh konselor,
· gur u , dan renaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk
ekstrakurikuler (Basis, 2006: 51) .
O alam pengen1bangan KTSP, seperti dikatakan Muhaimin
' (2009: 6), pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dengan KBK sebab
' pendekatan pengen1bangan KTSP menggunakan pendekatan KBK.
endekaran KBK memiliki beberapa ciri. Pertama, menitikberatkan
ada pencapaian target (attainment targets) kompetensi daripada 'J

enguasaan materi. Kedua, lebih mengakomodasi keragaman


ebutuhan dan sumber daya pendidikan tersedia. Ketiga, memberikan
ebebasan yang lebih luas kepada pelaksana pendidikan di lapangan
un tu mengem bangkan dan melaksanakan program pendid ikan
sesuai dengan kebutuhan (Muhaimin, et al., 2009 : 6) . Pihak "pusat"
tidak perlu mengatur urutan topik per bulan/ minggu clan seterus nya
yang diterapkan di sekolah/ madrasah di daerah, apal ag i san1pa i
menganjurkan penggunaan suatu teori dan metode tertentu dil an1
pembelajaran .
Pada awalnya, pengembangan kurikulum b anyak 1n enggu n~1k.111
kon sep Jama yang m en1andang kurikulun1 sebatas k u1npubn isi n1Jt.1

pdajaran atau daftar m atcri pokok yang ditawark:1n kl' Jk'Sl' rt.l didik
dalam menyek sa ik<l n suatu progran1 heLij ~ir daLun ~J tu.111 pL'IH.1 idik.1 n
ten encu
. · H -a I Iru
· · scJa
. · Ian (Icn g:111 d1u11
. gk:1pk ~1n Ahdulbh lt1t. (200 •-·:
96-97):
r<lapa t h :1 J1 y;1I< pcndap a t I en u ng ;1bs;111 11w11 L!_;tp.1 _-.; 1ii i t m c1 11 hu .l!
· · · t~
rco n kurikulum · J>c•,·1..111 1..1, I >c I11111 ll.T d ;1p;t1 d d -111'.1.,,1. k 1111k11
. l um ~ .rn~
.. but mencakup dari hal sernpit
diterima sccara umum. Defim st terse I aitu meliputi sem
i yang uas , Y ua
(b erupa mata pelajaran ) samta, bisa Jjccnmkan dengan jelas
kehidupan manusia. Kedua. e um ., d'I wiJayah pcneliciannya.
• , ng menJa n
mengenai batas-baras marcn ya . .
orni pend1d1kan dan tuntut L
Tetapi sejalan dengan oron . an i'
'· . lal kehidupan rnan us1a, pen gem bang
kemampuan daya samg c am b ras deretan mata pel ·
a11 k
. . . k han a dipandang se a .. . aJaran
kunkulum ud.l :' , d'd'k tetapi mem1lik1 makna _ k
h . dipelajan peserta J J ' atau y.
ya ng arus b'h l ,aitu apa saja dialami anak didik ;ua
)en erci an yang le 1 uas, } U
[ g J• kan sekolahhnadrasah dalarr1 membant p
c;ccrala upava yang wprogram . . G
· e, ' k . ak didik melalm pengalaman belaJar yan ,
mengernbang an potens1 an . . .. . g o
. l unruk mencapai visi, misi, tuJuan, dan hasil yang dunginkar, n
patens1a d' dal .
o Ieh satuan pend
idikan baik dilaksanakan 1 am maupun d1 lua,· y
. k k lah/madrasah · Konse12- ter~ but berimplikasi terhadar. l
1mg unganse .o -- --- _ _ _ r
pengembangan model clan pendekatan-kurikulun1 yang dilaksanakar. C
satuan pendidikan. F
Model kurikul um meru pakan wu j ud rancangan khusu1 t t
(specification ofdesign) yang menggambarkan struktur kurikulum yan~ 2
akan djlaksanakan oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil analist: f
2
terhadap teori, pendekatan , prinsip, dan kondisi internal maupur
eksternal pendjdikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP ((
merupakan suatu pilihan model kurikulum dalam upaya memenut d
tuntutan perubahan dan perkembangan sainstek, realitas pendidik.ir
1
nasional, dan res pons terhadap otonomi daerah . A tau , renear 2
pengembangan kurikulum di tingkat satuan pendidikan (sekobn 1'
dimaknai sebagai upaya penegakan otonomi sekolah / madras/ t,
(Kompas) 718/2006) . Karena itu, sekolah/madrasah perlu didu kun( d
oleh pemangku kcpentingan sepeni Kon1ite Sekolah Akademik d.l' r
1nereka yang berwawasan cfalan1 1nemahan1i substansi clan nibi-nil.i p
pendidikan. J;

44
Bertalian dengan aturan Departemen Pendidikan Nasional, di
mana penyusunan kurikulum didasarkan pada Standar Kompeten~i
Lulusan (SKL) dan Standar lsi (SI) basil rumusan Badan Standar
Nasional Pendidikan (BSNP) , sekolah/ madrasah dapat menyusun
kurikulum sendiri. Dalam hal ini, otonomi lebih besar diberikan
kepada sekolah/madrasah bertalian dengan pengembangan kurikulum,
yang kemudian disebut KTSP.
Menurut Muhaimin (2009: 2-5), Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) ~~~upakan ku_!ik~-~Uf!l operasional yang disusun
oleh_dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan (sekolah/
ma~ah). Sedangkan pemerintah pusat, hanya memberi rambu-rambu
yang perlu dirujuk dalam pengembangan kurikulum , yaitu (1)
Undang-Undang No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
(2) Peraturan Pemerintah No.19/2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, (3) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22/2006
tentang Standar lsi, (4) Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.
23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah, (5) Peraturan Menteri Nasional No.
24/2006 tentang dari kedua Peraturan Menteri Nasional tersebut, dan
(6) panduan dari BNSP (Badan Standar Nasional Pendidikan) .
Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24/2006
dinyatakan bahwa Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah: ( 1)
Dapat menerapkan Peraturan Menteri Pendididak Nasional No .
22/2006 tentang Standar lsi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
1
Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan N·asional No. 23/2006
1
tentang Standar Kompetensi Lulusan unt.uk Satuan Pendidikan Dasar
dan Menengah mulai Tahun Ajaran 2006/2007 ; (2) harus mubi
1
menerapkannya paling lambat tahun 2009/201 0; (3) bagi saruan
pendidikan yang telah melaksanakan uji coba KurikuJum 2004 tidak
jauh berbeda dengan rambu-rambu KTSP Tahun 2006; (4) satuan
45