Anda di halaman 1dari 22

Penerapan Kewenangan

Perawat Anestesi
Klinis
Ns. Ketut Sudiarta, S.Kep., M.Kep
Bidang Kredensial dan Etik DPP Hipani
Menjadi Perawat Anestesi
Langkah
1
 Pelatihan
Langkah
2
Sertifkasi 

Langkah
3
 Kredensial
- Dasar Hukum -
1. UU no 36 th 2014 ttg Nakes
2. UU no 38 th 2014 ttg Keperawatan
3. PMK no 519 th 2011 ttg Pelayanan Anestesiologi dan Terapi Intensif
4. Permepan no 25 th 2014 ttg Jabatan Fungsional Perawat
5. PMK no 25 th 2017 ttg Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Nakes
6. PMK no 40 th 2017 ttg Pengembangan Jenjang Karir Profesional Perawat
Klinis
5. PMK no 26 th 2019 ttg Peraturan Pelaksanaan UU nno 38 ttg Keperawatan
1 Pelatihan
Ketentuan
Sesuai Pelatihan Perawat Anestesi diatur
didalam PKB Keperawatan Anestesi

Dilakukan oleh Badan Pelatihan


Perawat Anestesi
Ketentuan PKB Perawat Anestesi
1. Registrasi dan Re-registrasi
Sesuai ketentuan PKB DPP-PPNI

2. Sertif ki asi
Sertif ikasi dasar dan Sertif ikasi Lanjutan

3. Lisensi
Ijin pemerintah untuk melakukan tugas dan kewenangan
(SIPP)

4. Akreditasi
Lembaga pelatihan dan program pelatihan memenuhi
standar
Bentuk PKB Perawat Anestesi
1. Kegiatan Praktik Profesional
Pemberian pelayanan Keperawatan Anestesi

2. Kegiatan Ilmiah
Mengikuti seminar, Pelatihan, Workshop

3. Pengembangan Ilmu pengetahuan


Penelitian, publikasi hasil jurnal penelitian, dll

4. Pengabdian Masyarakat
Partisipasi dalam pemberdayaan masyarakat
Kerangka PKB Perawat Anestesi
1. Pendidikan dasar Keperawatan Anestesi
D3 Keperawatan + Pelatihan
Ners + Pelatihan
Spesialis Keperawatan Anestesia

2. Pendidikan Lanjutan (sebagai Konsultan)


Pelatihan Manajemen Nyeri
Pelatihan Manajemen Cairan
dll pelatihan lainnya yg merupakan kelanjutan dari
keperawatan
Anestesia
- Pelaksanaan Pelatihan -
1. Kurikulum terstruktur dan terakreditasi
Puslat Kemkes

2. Lama 50 jpl kelas (of the job training)


dan 590 jpl On the job training (kurang
lebih 3-4 bln)
2 SERTIFIKASI
Ketentuan
Sesuai Sertifkasi Perawat Anestesi diatur didalam PKB
Keperawatan Anestesi dan Ketentuan Sertifkasi Perawat
Anestesi

Dilakukan oleh Badan Sertifkasi Perawat Anestesi


Implikasi Perawat Anestesi
Sebagai Seminat Dengan Keahlian Khusus
1. Perawat Anestesi yang telah mendapatkan pelatihan dengan
masa kerja lebih dari 10 tahun,
Dilakukan refresh konsep dan aplikasinya kemudian diberikan
Sertif ikat / Brevet KAn / CAN (Keperawatan Anestesia/Certif ied
Anaestetic Nurse)

2. Perawat Anestesi yang telah mendapatkan pelatihan dengan


masa kerja kurang dari 10 tahun
Dilakukan refresh konsep dan aplikasinya kemudian dilakukan
asesmen kompetensi untuk mendapatkan Sertif ikat / Brevet
KAn / CAN (Keperawatan Anestesia/Certif ied Anaestetic
Nurse)
Implikasi Perawat Anestesi
Sebagai Seminat Dengan Keahlian Khusus
1. Bagi Perawat Anestesi yang Sedang mengikuti pelatihan,
setelah dinyatakan lulus pelatihan HARUS mengikuti Ujian
Kompetensi Perawat Anestesi, yang dilakukan oleh Badan
Sertif ikasi Perawat Anestesi (DPP Hipani)

2. Perawat Anestesi yang telah mendapatkan pelatihan Lanjutan


maka dapat diberikan brevet (K) Konsultan
Seperti Konsultan Keperawatan Manajemen Nyeri (K.KMN)
Konsultan Manajemen Asuhan Kebutuhan Cairan (K.MAKC)
Konsultan Keperawatan Hipnoterapi (K.KHt)
3 KREDENSIAL
Ketentuan
Kredensial
Sesuai PMK 49 tahun 2014 ttg
Komite Keperawatan

Kredensial adalah proses evaluasi


terhadap
tenaga keperawatan untuk
menentukan kelayakan pemberian
kewenangan klinis
Kredensial dilakukan oleh Komite Keperawatan RS setelah
mendapatkan rekomendasi dari DPD Hipani Propinsi masing-
masing anggota
Pedoman
Kredensial
4
Asesmen
Kompetensi
Perawat Anestesi
Dasar
Kompetensi Perawat Anestesi
Klaster Dasar
Pra Operasi Anestesi Rawat
Jalan

Intra Operasi Keamanan


Psikologis

Pasca Operasi Dasar

Kegawatdaruratan Proses Keperawatan


5 Kesimpulan
Perawat
Anestesi
01 Pelatihan

02 Sertifkasi

03 Kredensial

04 Asesmen Kompetensi
TERIMA
KASIH