Anda di halaman 1dari 15

No.

1
Lapisan logam banyak digunakan sebagai lapisan pelindung logam baja. Hal ini selain dapat
meningkatkan usia pakai dari komponen yang dibuat (aspek korosinya), juga lapisan logam
dapat meningkatkan aspek dekoratifnya.
a) Jelaskan mekanisme perlindungan lapisan seng (Zn) yang digunakan untuk melindungi
besi/baja dari serangan korosi.
b) Jelasakan mengapa ketahanan korosi lapisan paduan Zn-Ni lebih baik dari lapisan Zn.
c) Untuk meningkatkan ketahanan korosi dari sistem lapisan Ni-Cr adalah dengan cara
mengembangkan sistem pelapisan yang digunakan. Untuk ini dikenal istilah Sistem
lapisan “Single Layer” dan “Multi Layers”. Jelaskan perbedaan dari kedua sistem
pelapisan tersebut; dan jelaskan kondisi/persyarata-persayaratan yang dibutuhkan.
No.2
Dengan menggunakan diagram E-I, jelaskan prinsip perlindungan besi/baja terhadap korosi
dengan cara berikut ini:
- “Cathodic control protection by sacrificial metal coating”
- Anodic control protection by noble metal coating”
- Emf control protection by noble metal coating”
Pada diagram yang saudara buat, tunjukan :
- i – corr besi/baja sebelum diberi lapisan pelindung.
- i – corr besi/baja setelah diberi lapisan pelindung.
- i – corr besi/baja apabila terjadi cacat dalam lapisan pelindunng.
No.3
Salah satu tugas bagian utilitas di Industri Kimia adalah menyediaan air pendingin. Jelaskan
permasalahan yang mungkin timbul apabila air pendingin dioperasikan secara sirkulasi terbuka,
serta jelaskan pula cara-cara penanganannya.
No.4
Di Industri, Ammonia (NH3) merupakan salah satu bahan kimia yang cukup penting (khsusunya
di industri pupuk). Pada suhu tinggi, lingkungan yang mengandung bahan ini akan
menyebabkan terjadinya korosi nitridisasi. Jelaskan, logam (paduan logam) apa saja yang dapat
disarankan untuk menanganinya.
No.5
a) Ditinjau dari prinsip dasar, jenis logam yang akan diproteksi, kondisi operasi, dan tingkat
korosivitas lingkungan, bandingkan Proteksi Katodik dengan Proteksi Anodik.
b) Tuliskan dan jelaskan parameter/data yang dibutuhkan, masing-masing untuk proteksi
katodik dan proteksi anodik.
c) Dalam aplikasinya, Proteksi Katodik jarang sekali digunakan untuk melindungi suatu
sttruktur ”bare metal”. Jelaskan.
No.6
Lihat gambar berikut ini :

Zn Fe Zn Fe

Lar. Asam

(a) (b)
a) Gambarkan masing-masing kasus di atas dalam diagram E-log I (secara skematik) dan
tunjukkan masing-masing arus dan potensial korosinya.
b) Jelaskan mengapa laju korosi logam Fe dalam kasus (b) menurun, sedangkan laju korosi
logam Zn meningkat.
No.7
Perhatikan gambar berikut:

a) Tuliskan bentuk korosi yang terjadi pada daerah yang diarsir.


b) Jelaskan mekanisme reaksinya, dan jelaskan pula pengaruh ion khlorida terhadap laju
korosinya
c) Tuliskan teknik-teknik pengendalian korosi yang dapat diterapkan.
No.8
Pada saat ini teori korosi yang dianut para ahli korosi adalah teori elektro kimia. Hal ini
disebabkan dengan teori elektro kimia semua mekanisme korosi dapat dijelaskan. Selain itu
berdasarkan teori ini teknik-teknik pengendalian korosi dikembangkan.
a) Jelaskan mekanisme (reaksi) yang berlangsung untuk korosi logam Zn dalam lingkungan
asam.
b) Tunjukkan dan jelaskan mana anoda dan katoda.
c) Berdasarkan reaksi pada butir a). jelasakn konsep-konsep dasar teknik pengendalian korosi
yang dapat diterapkan untuk mengendalikan korosi tersebut.
No.9
Korosi didefinisikan sebagai proses terjadinya degradasi material (sifatnya), akibat adanya
interaksi dengan lingkungannya; dan prosesnya berlangsung secara alamiah.
a) Jelaskan lingkup "degradasi material (sifatnya) dari definisi tersebut.
b) Jelaskan perbedaan yang mendasar antara kerusakan akibat korosi dan kerusakan mekanik
c) Pada saat korosi berlangsung, terjadi reaksi antara logam dengan lingkungannya dan
terbentuk produk korosi. Produk korosi yang terbentuk dapat bersifat protektif atau non-
protektif. Jelaskan, hal-hal apa saja yang harus dimiliki suatu produk korosi agar bersifat
protektif.
d) Ditinjau dari segi prosesnya, peristiwa korosi bersifat alamiah. Artinya, bahwa korosi tidak
dapat dicegah. Sehubungan dengan hal ini, jelaskan fungsi pengendalian korosi.
No.10
Gambar berikut menunjukkan secara skematik diagram Pourbaix untuk sistem Mg-H2O.

E a) Tunjukkan dalam diagram tersebut daerah korosi,

Mg2+ pasif dan imun.


2 Mg(OH)2
b) Berdasarkan reaksi dan data berikut, tentukan
persamaan garis untuk 1, 2, dan 3.
1
3 Reaksi yang terlibat adalah :
Mg Mg(OH)2 + 2H+ + 2e = Mg + 2H2O
Mg2+ + 2H2O = Mg(OH)2 + 2H+
pH Mg2+ + 2e = Mg
Potensial kimia standar untuk Mg, Mg(OH)2, Mg2+,
H2O dan H+ masing-masing adalah 0, - 199270 ,
- 108990 , - 56690 dan 0 kalori/mol.
No.11
a). Ditinjau dari karekteristik lingkungannya, korosi di lingkungan laut dapat dikelompokan
seperti berikut : Korosi dalam zona atmosfir laut, zona percikan, zona pasang, zona terendam
air laut dan zona dibawah dasar laut. Jelaskan teknik pengendalian korosi yang menurut
saudara paling tepat untuk diterapkan, untuk setiap zona.
b). Jelaskan, mengapa logam paduan Ni-Cr dapat disarankan untuk menangani larutan HNO3-
HF.
No.12
a) Jelaskan peristiwa yang mungkin terjadi apabila logam baja berada pada suhu tinggi dan
lingkungan yang mengandung campuran gas CO dan CO2.
b) Jelaskan mengapa lingkungan yang mengandung gas H2S berakibat lebih merusak logam,
dibandingkan dengan lingkungan yang mengandung O2.
c). Untuk apilikasi pada suhu tinggi, jelaskan mengapa logam aluminium lebih sering
digunakan sebagai logam pelapis dari pada sebagai unsur pemadu.
No.13
a) Secara garis besar bentuk korosi basah (aqeous corrosion) dapat dikelompokan kedalam
korosi merata (uniform/general corrosion) dan korosi setempat (locallized corrosion).
Ditinjau dari aspek metalurgi dan lingkungannya, jelaskan perbedaan antara kondisi
penyebab terjadinya korosi merata dengan korosi setempat.
b) Jelaskan mekanisme terjadinya korosi antar butir (Intergranular orrosion).
No.14
a) Jelaskan pengertian korosi selektif!
b) Salah satu contoh korosi selektif adalah gravitisasi pada besi cor, jelaskan mekanismenya!
c) Jelaskan akibat dari proses gravitisasi dalam perubahan sifat pada besi cor!
d) Apakah gravitisasi terjadi pada baja karbon? Jelaskan!
No.15
a) Jelaskan definisi korosi celah!
b) Tuliskan penyebab terjadinya korosi celah!
c) Jelaskan mekanisme terjadinya secara rinci!
d) Pengaruh ion Cl- pada korosi celah!
No.16
a) Jelaskan definisi dari korosi antar butir!
b) Jelaskan penyebab terjadinya!
c) Jelaskan mekanisme terjadinya!
d) Tuliskan akibat dari korosi ini! (berdasarkan sifat – sifat logam)
No.17
a) Jelaskan pengertian dari polarisasi
b) Jelakan perbedaan antara polarisasi aktivasi dan polarisasi konsentrasi
c) Jelaskan pengertian dari rapat arus pertukaran (exchanger current density) dan apa
kaitannya dengan laju korosi dari suatu logam.
d) Uraikan dengan singkat dan jelas cara menentukan rapat arus perlukah dari suatu elektroda.
(Bila perlu berikan gambaran).
Jawaban
No.1
a. Pelapisan logam utama dengan Zn merupakan cara proteksi yang biasa disebut dengan CCP
(Cathodic Control Protection). Hal ini dilakukan dengan cara mengorbankan logam yang
lebih negatif sehingga logam yang lebih negatif tersebut akan membentuk produk korosi
yang bersifat pasifasi, yang dapat melindungi atau memperlambat laju korosi dari logam
yang akan dilindungi.
b. Pada paduan logam Zn – Ni, nikel ditambahkan dengan fungsi sebagai inhibitor untuk
mencegah terbentuknya terbentuknya produk korosi dari Zn berupa ZnO. Karena ZnO
memiliki energi potencial yang keccil sehingga dapat membuat logam yang akan
dilindungi menjadi lebih cepat mengalami korosi.
c. Pada Single Layer logam dasar hanya dilindungi oleh satu lapisan logam pelindung saja,
sedangkan pada Multi Layers logam dasar dilindungi oleh beberapa lapis logam pelindung.
Dan pada single layer lebih rentan terjadinya korosi piting dan dapat mengakibatkan hal
yang sukup parah pada logam dasar yang dilindungi. Sedangkan multi layers dapat
dikatakan lebih aman dalam menghadapi korosi, terutama korosi piting, karena bila lapisan
pertama mengalami korosi piting akan tertahan pada lapisan yang kedua dan korosi hanya
akan menyebar pada permukaan lapisan yang kedua dan mengakibatkan lepasnya lapisan
pelindung yang pertama.
Syarat pada multi layer lapisan pertama (kontak langsung dengan lingkungan) harus lebih
anodik dibandingkan dengan lapisan yang dibawahnya, dan seterusnya.

No.2
1. Cathodic control protection by sacrificial metal coating”

M1 merupakan besi/baja yang akan dilindungi darikorosi, sedangkan M2 merupakan lapisan


logam pelindung yang lebih anodik. Perlindungan besi/baja dengan jenis lapisan logam CCP
(misalnya: Zn, Cd, Al) akan menyebabkan adanya aksi galvanik. Diagram E-log I diatas
menunjukkan potensial gabungan akibat aksigalvanik ini, dapat dilihat bahwa icorr M1 (1)
memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan icorr M1 setelah adanya lapisan CCP
(ditunjukkan oleh titik 2). Hal ini menunjukkan bahwa laju korosi logam M1 menurun karena
adanya pelapis logam M2.

2. “Anodic control protection by noble metal coating”

Prinsip dari pelapisan dengan jenis logam ACP ini adalah melalui proses pasif asip ada logam
pelapisnya. Oleh karena logam pelapis lebih katodik dari logam dasarnya (besi/baja), apabila
lapisan mengalam ikerusakan (cacat) maka logam dasar akan terkorosi lebih parah (biasanya
pitting) karena pengaruh aksig alvanik.

3. “Emf control protection by noble metal coating”

Jenis logam pelapis ini adalah logam yg lebih katodik dari lingkungannya (biasanya Cu).
Proteks iterhadap logam dasar dicapai melalui proses pasifasi pada logam pelapisnya dan
potensial elektroda logam nya mendekati potensial lingkungannya. Pada proteksi ini,
lingkungan yang akan mengalami korosi sebab logam pelapis lebih katodik. Namun apabila
lapisan mengalami kerusakan (cacat) maka logam dasar akan terkorosi (biasanyapitting) jauh
lebih parah dibandingkan dengan lapisan logam ACP

No.3
Jika air pendingin di operasikan dengan sistem terbuka, maka kemungkinan kontak dengan
udara akan tinggi. Hal ini dapat menyebabkan meningkatnya kadar oksigen terlarut dalam air
pending yang mampu mempercepat korosi pada peralatan proses dan mempercepat
pertumbuhan mikroorganisme seperti lumut.
Kadar oksigen terlarut dalam air pendingin dapat diatasi dengan penambahan Oxygen
scavenger. Sedangkan untuk mengatasi tumbuhnya mikroorganisme dapat ditambahkan
inhibitor mikroorganisme
No.4
Logam paduan yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya korosi nitridisasi adalah
menggunakan paduan logam yang tidak membentuk nitrida seperti paduan logam Ni dan Cu,
logam paduan ini tidak akan membentuk nitride yang stabil pada temperature tinggi sehingga
mempunyai daya tahan yang baik terhadap nitridisasi.
No.5
a. Prinsip dasar proteksi katodik: Proteksi katodik hanya dapat digunakan untuk logam yang
dalam lingkungan tersebut bersifat aktif pasif, dan proteksi dilakukan pada daerah pasif.
Proteksi anodik ini tidak dapat diterapkan untuk semua jenis logam, sebab tidak semua
logam yang pada lingkungan tertentu memiliki sifat aktif pasif. Jika logam bersifat aktif
pada lingkungannya maka proteksi anodik tidak dapat diterapkan dikarenakan proteksi
dilakukan pada daerah pasifnya.
b. Proteksi Katodik :
- Dimensi struktur : perlu diketahui dulu berapa luas bahan yang akan diproteksi
- Kondisi struktur : perlu diketahui lapisan apa saja yang terdapat pada bahan.
- Korosivitas lingkungan : tingkat korosi yang akan merusak bahan
- Jenis & spesifikasi anoda : kebutuhan arus yang akan dipakai dari anoda.

Proteksi Anodik :
- Jarak potensial logam pada tahap pasifasi : untuk mengetahui dimana posisi potensial
optimalnya.
- Critical Current Density : untuk mengetahui dimana tahap pasif pada bahan
- Flade Potensial
c. Karena jika proteksi katodik dilakukan untuk memproteksi bare metal maka arus proteksi
yang disuplai ke bahan semakin besar sehingga tidak ekonomis. Oleh karena itu, biasanya
proteksi katodik dilakukan pada bahan paduan untuk mengurangi jumlah arus proteksi
yang akan di suplai

No.6
a. Korosi yang terjadi merupakan korosi celah
b.
 Mula-mula elektrolit mempunyai komposisi
seragam, sehingga korosi terjadi diseluruh
permukaan logam yang terbuka baik di dalam
maupun di luar
 Pengambilan oksigen yang terlarut menyebabkan lebih banyak lagi difusi oksigen dari
permukaan elektrolit yang kontak langsung dengan atmosfer
 Oksigen di permukaan logam yang berhadapan dengan sebagian besar elektrolit lebih
mudah dikonsumsi dibandingkan yang terdapat dalam celah.
 Di dalam celah , kekurangan ksigen menghalangi proses katodik sehingga
pembangkitan ion-ion hidroksil yang negatif dari tempat yang terkurung itu juga
berkurang
 Produksi ion-ion positif (M+/logam)yang berlebihan dalam celah menyebabkan io-ion
negative dari elektrolit diluar celah terdifusi ke dalam celah guna mempertahankan
keadaan dengan energi potensial yang minimum. Dengan hadirnya klorida terbentuklah
ion-ion kompleks antara klorida , ion-ion logam, dan molekul-molekul air.
 Peningkatan konsentrasi ion hydrogen mempercepat proses pelarutan logam, dan
peningkatan konsentrasi anion di dalam celah pun memperburuk keadaan.
 Logam didalam celah terkorosi dengan cepat sementara bgaian luarnya terlindungi
secara katodik.

M+ + Cl- +H2O  MOH + H+Cl-

Seperti yang telah dijelaskan produksi ion-ion positif yang berlebihan akan seimbang dengan
migrasi ion korida (Cl-) ke dalam celah . pada persamaan diatas menunjukan bahwa didalam
larutan logam, klorida terurai menjadi hidroksida yang tidak larut menjadi asam bebas. Untuk
alasan yang belum diketahui, baik ion klorida maupun hydrogen dapat mempercepat tingkat
pelarutan logam dan paduan. Ion-ion tersebut masuk kedalam celah sebagai akibat dari migrasi
dan hidrolisis, dan akibatnya laju pelarutan logam M akan meningkat.seperti ditunjukan gambar
diatas
No.7
a. Korosi celah
b.

 Tahap Inisiasi
Reaksi oksidasi dan reduksi berlangsung di seluruh permukaan logam, baik di daerah
celahan, maupun di daerah sekitarnya.

𝑀 = 𝑀𝑛+ + 𝑛𝑒 −
𝑂2 + 2𝐻2 𝑂 + 4𝑒 − = 4𝑂𝐻 −

 Setelah Interval Waktu Tertentu


Oksigen didalam celahan menjadi kosong atau habis sehingga tidak terjadi reduksi
oksigen didalam celahan ini. Reduksi oksigen hanya terjadi di permukaan logam di luar
celahan dan di dalam celahan hanya terjadi reaksi oksidasi logam. Oleh karena itu,
permukaan luar logam seolah-olah terproteksi dan korosi hanya terjadi di daerah
celahan saja.

 Akibat adanya perbedaan luas permukaan celahan dan luas permukaan di luar celahan
(Scelah < Sluar) maka tingkat kerusakan di bagian celahan akan lebih parah dibandingkan
dengan di bagian luar celahan.
Adanya ion Cl- pada lingkungan ini akan mengakibatkan korosi yang bertambah parah
karena ion Cl- bersifat otokatalitik yang akan dihasilkan kembali pada reaksi hidrolisa
karena pembentukan ion H+ yang akan menaikan laju korosi (reaksi reduksi akan terus
terjadi atau bertambah)
c. Untuk menghindari terjadi korosi ini dapat dilakukan :
- Menghindari terbentuknya celah pada sambungan (dengan menggunakan teknik
penyambungan dengan cara mengelas)
- Melakukan pengelasan secara menyeluruh pada sambungan
- Hindari adanya sudut – sudut yang tajam
- Melakukan pengecekan secara berkala untuk dilakukan pembersihan pada permukaan
logam
No.8
a. Mekanisme (reaksi) yang berlangsung untuk korosi logam Zn dalam lingkungan asam.

Zn Zn 2+ + 2e-
+ -
2H + 2e H2 (gas)

Zn akan teroksidasi menjadi Zn 2+ , dimana ion H+ akan bergerak dengan electron –elektron
yang bergerak di katoda yang akan menghasilkan H2 yang berfasa gas.

b. anoda dan katoda

c. Korosi tersebut terjadi karena pada larutan asam kuat yang memungkinkan terjadinya
korosi. Untuk itu dibutuhkan teknik pengendalian korosi pada kondisi asam :
 Inhibitor : korosi Zn sudah pasti terjadi pada suasana asam ini sehingga penambahan
inhibitor dengan konsentrasi kecil dimaksudkan untuk mengurangi laju korosi yang
akan terjadi
 Proteksi katodik :proteksi katodik ini dilakukan untuk melindungi struktur logam Zn
dari kerusakan strukturnya , karena logam Zn ini berada di dalam larutan elektrolit kuat
yang mempunyai daya hantar listrik tinggi.
No.9
a.
b. Kerusakan akibat korosi disebabkan oleh reaksi kimia antara bahan dengan lingkungannya
dan terbentuk senyawa baru yang merupakan produk korosi, sedangkan kerusakan mekanik
tidak melibatkan reaksi kimia dan pembentukan senyawa pada prosesnya.
c. Produk korosi harus memiliki:
- Melekat dengan baik pada permukaan
- Kedap terhadap air dan bahan-bahan lain
- Self-healing yang baik
- Plastisitas tinggi
- Konduktivitas listrik dan ionik kecil
d. Pengendalian korosi tidak bisa mencegah terjadinya korosi, namun pengendalian korosi
bertujuan untuk mengurangi atau memperlambat waktu terjadinya proses korosi itu sendiri
sehingga seakan-akan proses korosi tidak terjadi. Prinsip dasar teknik pengendalian korosi
adalah dengan memanipulasi diagram E vs log i sedemikian rupa, sehingga didapatkan
icorr yang kecil untuk bahan-bahan yang ingin dikendalikan proses korosinya.
No.10
No.11
a.
Zona Jenis Proteksi
Atmosfir Jenis Proteksi Pelapisan
Karena pada zona ini bukan merupakan zona yang ionik sehingga hanya
memungkinkan proteksi pelapisan
Percikan Jenis Proteksi Pelapisan dengan Anti Mikroorganisme
Karena pada zona ini bukan merupakan zona yang ionik sehingga hanya
memungkinkan proteksi pelapisan. Pada zona ini juga merupakan zona
yang selalu basah dan memungkinkan untuk ditumbuhi
mikroorganisme atau makhluk hidup lain sehingga diperlukan bahan
tambahan yang sesuai
Pasang Jenis Proteksi Pelapisan dengan Anti Mikroorganisme
Karena pada zona ini bukan merupakan zona yang ionik sehingga hanya
memungkinkan proteksi pelapisan. Pada zona ini juga merupakan zona
yang selalu basah dan memungkinkan untuk ditumbuhi
mikroorganisme atau makhluk hidup lain sehingga diperlukan bahan
tambahan yang sesuai
Air Laut Jenis Proteksi Katodik
Karena pada zona ini merupakan zona yang ionik sehingga
memungkinkan untuk dilakukan proteksi katodik dan lapisan
pelindung.
Dasar Laut Jenis Proteksi Katodik
Karena pada zona ini merupakan zona yang ionik sehingga
memungkinkan untuk dilakukan proteksi katodik dan lapisan
pelindung.
b. Pickling adalah proses pencelupan kedalam asam. Larutan HF-HNO3 merupakan larutan
yang bersifat asam, dimana jika suatu bahan ditempatkan pada tempat asam maka bahan
tersebut mudah terkorosi. Penambahan Cr pada bahan ini dimaksudkan untuk menahan laju
korosi (laju korosi suatu bahan diperlambat) sehingga bahan lebih tahan lama. Penambahan
nikel berguna untuk memperkuat besi sehingga memiliki kekuatan yang baik.
No.12
a. Dalam lingkungan yang mengandung campuran gas CO dan CO2 pada suhu tinggi akan
menyebabkan terjadinya serangan hydrogen yang akan berdifusi cepat kedalam logam dan
bereaksi dengan karbon bebas yang terkandung pada logam sehingga akan menyebabkan
kekuatan logam tersebut turun. Reaksinya
C(Fe) + CO2 = 2CO
Lingkungan yang mengandung CO2 pada temperature tinggi merupakan senyawa pembawa
karbon yang mana karbon akan dilepaskan di permukaan logam dan kemudian berdifusi
kedalam logam. Reaksinya
2CO = C(Fe) + CO2
b. Pada umunya oksidasi logam oleh sulfur (sulfurisasi) berakibat lebih merusak daripada
korosi oksidari oksigen. Hal ini disebabkan oleh :
- Sifat kerak sulfide yang cendenrung lebih mudah retak dan gugur.
- Biasanya tidak terbentuk kerak yang bersifat protektif sehingga reaksi berjalan dengan
laju linier.
- Titik leleh sulfide logam umumnya lebih rendah daripada oksidanya. Eutektik senyawa
oksida biasanya meleleh pada temperature yang mendekati titik leleh logamnya,
sedangkan eutektik senyawa sulfide meleleh jauh dibawahnya
c.
No.13
No.14
b. Korosi selektif adalah korosi yang terjadi semakin parah akibat adanya satu unsur dari
suatu paduan yang lebih aktif terlarut dalam logam induknya akibat dari proses korosi.
c. Mekanisme terjadinya korosi selektif pada besi cor kelabu (Graphitization), yaitu :
- Besi cor kelabu kandungan karbon relative tinggi dan terdapat karbon bebas dalam Fe.
- Karbon lebih katodik dari Fe, sehingga akan terbentuk sel galvanic.
- Fe akan terlarut dan meninggalkan massa yang porous, akibatkan besi cor kelabu ini
akan kehilangan kekuatannya, tetapi dimensinya hamper tidak berubah.
d. Karena Fe terlarut dan meninggalkan massa yang porous (mengandung graphite saja),
maka besi cor ini akan kehilangan kekuatannya untuk menahan beban, sedangkan
dimensinya hamper tidak berubah
e.
No.15
a. Peristiwa terbentuknya produk korosi yang diakibatkan adanya “serangan local” (adanya
kontak dengan larutan yang dapat menghasilkan produk korosi secara terus – menerus di
satu titik) sehingga dapat terjadi korosi pada celah tersebut, sedangkan pada permukaan
lain tidak mengalami korosi.
b. Adanya perbedaan konsentrasi oksigen antara daerah celahan dan sekitarnya
c. Mekanisme terjadinya korosi celah adalah pada tahap inisiasi reaksi oksidasi dan reduksi
terjadi diseluruh permukaan logam, baik didaerah celahan maupun daerah sekitarnya.
Setelah interval waktu tertentu oksigen di dalam celahn menjadi habis sehingga tidak
terjadi reaksi reduksi didalam celahan ini. Reduksi oksigen hanya terjadi dipermukaan
logam diluar celahan dan didalam celahan hanya terjadi reaksi oksidasi logam. Oleh karena
itu, permukaan luar logam akan seolah-olah terproteksi dan korosi hanya terjadi di daerah
celahan saja.
d. Adanya ion Cl- pada lingkungan ini akan mengakibatkan korosi yang bertambah parah
karena ion Cl- bersifat otokatalitik yang akan dihasilkan kembali pada reaksi hidrolisa
karena pembentukan ion H+ yang akan menaikan laju korosi (reaksi reduksi akan terus
terjadi atau bertambah)
No.16
a. Korosi antar butir adalah korosi yang terjadi akibat adalah perlakuan khusus pada bahan
seperti pemanasan yang mana unsur dalam bahan akan berdifusi ke batas butir yang
menyebabkan daerah disekitar batas butir tersebut kehilangan unsur tersebut dan
menyebabkan daerah sekitar batas butir tersebut mengalami korosi antar butir.
b. Pada keadaan tertentu (contohnya pada suhu tinggi) daerah disekitar batas butir akan lebih
reaktif, sehingga akan menyebabkan terjadinya korosi antar butir yang ditandai dengan
menurunnya kekuatan logam
c. Pada kondisi normal, batas butir sedikit lebih aktif (anodik) daripada butirannya. Pada
keadaan tertentu (misalnya karena perlakuan panas), daerah di sekitar batas butir, justru
akan lebih reaktif; dan akan menyebabkan terjadinya korosi antar butir. Mekanisme
terjadinya korosi antar butir pada baja tahan karat austentik adalah pada suhu antara 820-
1120 K. Pada keadaan itu Cr berdifusi ke batas butir dan membentuk krom karbida,
sehingga daerah batas butir akan kekurangan Cr yang akibatnya daerah ini akan terkorosi.
Jadi, korosi antar butir pada baja ini terjadi akibat terbentuknya endapan krom karbida pada
batas butir.
batas
butir
Cr23C6

butiran
endapan
butiran kaya Cr
khrom
Cr berdifusi ke batas butir Chromium depleted karbida miskin Cr
Zone (miskin Cr) (Cr23C6) (terkorosi)
No.17
a. Polarisasi adalah peristiwa bergeser nya potensial elektroda dari potensial
kesetimbangannya. Besarnya pergeseran itu disebuts ebaga ipotensial lebih (over voltage)
b. • Polarisasi aktivasi mengacu kepada reaksi elektrokimia, dimana secara keseluruhan
reaksi dikontrol oleh tahapan yang berlangsung pada antarmuka logam – elektrolit (sebagai
tahap yang paling lambat).

• Polarisasi konsentrasi mengacu kepada reaksi elektrokimia, dimana secara


keseluruhan reaksi dikontrol oleh difusi ion-ion (dari “bulk” elektrolit) kepermukaan
logam (sebagai tahap yang paling lambat)