Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN MINI RISET BIOLOGI UMUM

Mata Kuliah : BIOLOGI UMUM

AKURASI DATA KELAHIRAN TERNAK

Dosen Pengampu : Dra. Erlintan Sinaga, M.Kes.

OLEH :

NAMA : AMELIA SELA SEPANI GULTOM 4193540005

BULAN DARI 4193240001

CLAUDIA FEBERIANA BR TARIGAN 4191240004

DESIANA SERYANTY SITORUS 4193540003

DEVANI ANINDITA YOLANDA 4191240001

Jurusan : FISIKA

Program : S-1 FISIKA

Kelompok : I (SATU)

Tgl. Pelaksanaan : 7 NOVEMBER 2019

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah penulis dapat menyelesaikan tugas Laporan Mini Riset
Biologi Umum ini. Dan juga tidak lupa saya berterima kasih kepada Dosen mata kuliah Biologi
Umum.

Penulis sangat berharap tugas laporan biologi umum ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam
tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang penulis harapkan. Untuk itu,
penulis berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan datang,
mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.

Semoga tugas sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis sendiri maupun bagi orang yang
membacanya. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan penulis memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di
masa depan.

Medan , 9 November 2019

Penulis

Kelompok I
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar belakang

2. Tujuan

3. Manfaat

BAB II ISI/TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PELAKSANAAN

BAB IV HASIL PENGAMATAN

BAB V PEMBAHASAN

BAB VI KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN
1. Latar belakang

Permasalahan yang dihadapi dalam bidang peternakan di Indonesia secara lain adalah masih
rendahnya produktivitas dan mutu genetik ternak. Keadaan ini terjadi karena sebagian besar
peternakan di Indonesia masih merupakan peternak konvensional, dimana mutu bibit,
penggunaan teknologi dan keterampilan peternak relative masih rendah. Inseminasi buatan
merupakan teknologi alternatif yang sedang dikembangkan dalam usaha meningkatkan mutu
genetik dan populasi ternak sapi di Indonesia.

2. Tujuan :

1) Mengetahui apakah ternak sudah menggunakan inovasi teknologi reproduksi pada hewan
ternak

2) Mengetahui keuntungan dan kerugian dai teknologi reproduksi berupa inseminasi buatan
pada pemilik ternak dari riset kami

3) Mengetahui faktor apa saja yang dapat mencerminkan performans reproduksi ternak sapi

4) Mengetahui ciri-ciri dari hewan ternak yang sedang mengalami kebuntingan

5) Mengetahui jenis-jenis sapi di Indonesia

3. Manfaat :

Dengan dilakukannya mini riset biologi umum ini tentu banyak sekali manfaat yang dapat
kami peroleh atau dapati disini. Bukan hanya manfaat secara tambahan ilmu pengetahuan saja
tentunya kami juga memeproleh pengalaman untuk diri sendiri dan juga untuk yang lainnya.
BAB II

ISI/TINJAUAN PUSTAKA
BAB III

METODE PELAKSANAAN
ALAT DAN BAHAN :

1. Pulpen

2. Kertas

3. Kamera

PROSEDUR KERJA :

1. Carilah peternakan yang ada di sekitar tempat tinggal mu

2. Pada data pengamatan register induk, isi lah kolom nama pemilik, alamat peternak,
nomor telinga/badan, asal ternak, jenis ternak (sapi/kambing/dll) warna bulu.

3. Amati dan diagnose apakah ternak tersebut mengalami kebuntingan. Jika mengalami
kebuntingan, isilah tabel dengan tanda ceklist atau silang jika tidak mengalami
kebuntingan

4. Dokumentasikan ternak yang diamati sebagai bukti hasil pengamatan

5. Buatlah laporan pelaksanaan mini riset


BAB IV

HASIL PENGAMATAN
Pengamatan Register Induk

N Nama Alamat Nama Nomor Asal Jenis Bangsa Warna Diagnosa Foto Ternak
o Pemilik Ternak Teling Ternak Ternak Bulu kebuntinga
a/Bada n
n
1. Bpk. Dusun Lembu - Medan Sapi Sapi belangnya 4 bulan
Muham 22 Atau perah FH putih
mad Pondok Sapi danhitam
Sukito RawaS
ampali
2 - Medan Lemus Sapi Merah 6 bulan
in Po Kecoklata
silanga n
n
3 - Medan Sapi Sapi Po Putih -
Lokal

4 - Medan Sapi Sapi hitam 4 bulan


brango brangos
s

5 - Aceh Sapi Sapi hitam -


aceh Aceh

6 - Medan Sapi Sapi Merah 5 bulan


bali bali kecoklatan

7 - Medan Sapi IB Hitam , 2 minggu


simint Siminta merahkec
al l oklatan
BAB V

PEMBAHASAN
PEMBAHASAN

1. Jelaskan ciri-ciri dari hewan ternak yang sedang mengalami kebuntingan ?


Jawab :

 Kelihatan gemuk
 Bulunya bersih
 Bulu kelihatan berminyak
 Nafsu makan tinggi

2. Apakah para pemilik ternak telah menggunakan teknologi reproduksi berupa inseminasi
buatan?
Jawab :
Ya, para peternak sudah menerapkan inseminasi buatan pada ternaknya atau sering disebut
IB

3. Jelaskan keuntungan dan kerungian dari teknologi reproduksi berupa inseminasi buatan ?
Jawab :

1) Keuntungan inseminasi buatan :


a) Kualitas daging berkualitas bagus
b) Fostur tubuh besar
c) Mempercepat pertumbuhan hewan
d) Memilih gen lebih mudah (jika ternak tersebut kawin dengan kawanan yang seinduknya
atau sedarah, maka efek yang ditimbulkan fostur tubuh keturunannya akan mengecil
/tidak normal)

2) Kerugian inseminasi buatan :


a) Lahirnya kemungkinanya atau tidak menyiksa induknya
b) Timbulnya keragu- raguan jadi atau tidak pembuahan antara sel telur dan sel sperma
yang disuntikkan
c) Birahi sudah nampak atau belom saat ternak umur 3 tahun, jika tidak ada adanya birahi,
maka perlu ditunggu untuk menyuntikkan kembali sperma setelah lima belas hari dan
untuk mengetahui belum adanya birahi, ternak tersebut mengeluarkan banyak kelenjar
dari kemaluannya, merasa gelisah, dan akan memanjat-manjat kawanannya
4. Pengalaman baru apa yang kelompok saudara peroleh dari pelaksanaan mini riset ini ?
Jawab :
Pengalaman yang kelompok kami peroleh dari pelaksaan mini riset ini adalah selain
bertambahnya ilmu pengetahuan lain tentang peternakan, kami juga mendapat pengalaman lain
di luar itu yaitu bentuk motivasi, dukungan, dan dorongan ke masa depan mau jadi apa kami
nantinya dan akan menghasilkan apa kami nantinya, ibaratnya kami sudah mendapatkan kunci
masuk untuk tahap kehidupan masa depan kami selanjutnya dari Bapak pemilik ternak, begitu
mulianya si Bapak ini, disatu hari itu kami sepertinya sudah dianggap sebagai anak sendiri bagi
Bapak Sukito banyak dimanjakan dengan hiburan melihat peternakan kuda dan kambing juga,
Dan juga dengan senang hatinya Bapak itu langsung membolehkan kami melihat-lihat seluruh
peternakan dari ujung ke ujung setelahnya jika memang ada yang perlu dipertanyakan dengan
senang hati juga iya menjawab semua pertanyaan kami. Waktu itu kami ada mendokumentasikan
ternaknya dan memperlihatkan ke Bapak untuk kami tau jenis ternak apakah itu, beliau pun
memberitahukan kepada kami dan ternyata ada salah satu jenis yang belum kami
dokumentasikan dengan senang hati beliau pun menunjukkan ternak tersebut lalu memberi
penjelasan tambahan. Setelah selesai kami pun berpamitan untuk pulang, di tengah perjalanan
karena kami naik angkot, ban angkot kami bocor beberapa menit kami menunggu abang tukang
angkotnya untuk menggantikan ban tersebut dengan ban serep setelah itu kamipun melanjutkan
perjalanan dan ternyata sesampainya di UNIMED hujan.

5. Aspek menarik apa yang kelompok anda temukan dalam materi inovasi teknologi
reproduksi hewan ?
Jawab :
Aspek menarik yang kelompok kami temukan dalam materi inovasi teknologi reproduksi hewan
ini yaitu
BAB VI

KESIMPULAN
1. Ternak sudah menggunakan inovasi teknologi reproduksi pada hewan ternak berupa
inseminasi buatan atau sering disebut dengan IB oleh para peternak.

2. Keuntungan dan kerugian dari teknologi reproduksi berupa inseminasi buatan pada pemilik
ternak dari riset kami yaitu :

Keuntungan inseminasi buatan :

a) Kualitas daging berkualitas bagus


b) Fostur tubuh besar
c) Mempercepat pertumbuhan hewan
d) Memilih gen lebih mudah (jika ternak tersebut kawin dengan kawanan yang seinduknya
atau sedarah, maka efek yang ditimbulkan fostur tubuh keturunannya akan mengecil
/tidak normal)

Kerugian inseminasi buatan :

a) Lahirnya kemungkinanya atau tidak menyiksa induknya


b) Timbulnya keragu- raguan jadi atau tidak pembuahan antara sel telur dan sel sperma
yang disuntikkan
c) Berahi sudah nampak atau belom saat ternak umur 3 tahun, jika tidak ada adanya berahi,
maka perluditunggu untuk menyuntikkan kembali sperma setelah lima belas hari dan
untuk mengetahui belum adanya berahi, ternak tersebut mengeluarkan banyak kelenjar
dari kemaluannya, merasa gelisah, dan akan memanjat-manjat kawanannya

3. Faktor yang dapat mencerminkan performans reproduksi ternak sapi meliputi siklus etrus,
lama bunting, birahi pertama setelah beranak, kawin pertama setelah beranak, waktu kosong,
servise per conception, jarak beranak dan kondisi tubuh ternak.

4. Ciri-ciri dari hewan ternak yang sedang mengalami kebuntingan


a. Hasil positif pada tes palpasi rectal

b. Pembesaran abdomen kanan secara progresif

c. Terjadinya anestrus

d. Peningkatan berat badan

e. Adanya gerakan fetus


f. Gerakan sapi melambat

g. Bulu sapi mengkilat

h. Temperamen sapi menjadi lebih teratur

i. Pembesaran kelenjar air susu

j. Hasil positif dengan tes asam sulfat

5. Jenis-jenis sapi di Indonesia :

1. Sapi Limousine (Limosin)

2. Sapi Brahman

3. Sapi Simental

4. Sapi PO (Peranakan Ongole)

5. Sapi Ongole

6. Sapi Madura

7. Sapi Bali

8. Sapi Aceh

9. Sapi Brangos

10. Sapi Holstein (FH)

11. Sapi Madrasin


DAFTAR PUSTAKA