Anda di halaman 1dari 4

Hari,Tanggal : Kamis, 10 Maret

Observer : ….
Sekolah : SMP …
Kelas : VII E
Materi : Kegiatan Produksi Distribusi dan Konsumsi

Catatan Lapangan (observasi awal)


Waktu Kegiatan
16.oo Guru memasuki kelas, namun siswa menyambutnya dengan kegaduhan dan
ketidak siapan untuk melaksanakan pembelajaran, disamping itu keadaan kelas
pada waktu itu sangatlah kotor dimana sampah-sampah plastik bekas bungkus
makanan berserakan di lantai.
16.02 Guru mempersiapakan proyektor sebagai alat bantu dalam media pembelajaran
16.05 Guru melakukan kegiatan apersepsi dengan baik, ditambah pula pada awal
pembelajaran seluruh siswa yang berjumlah 34 orang tersebut membacakan surat
Al-Insyiroh terlebih dahulu, akan tetapi ditengah berlangsungnya kegiatan
tersebut terdapat dua orang siswa laki-laki yang terlambat masuk dan gurupun
mempersilahkan mereka masuk tanpa bertanya mengenai alasan mereka
terlambat. Selanjutnya guru melakukan absensi ternyata ada satu orang siswa
yang tidak masuk namun guru tidak menanyakan alasan kenapa siswa tersebut
tidak masuk.
16.10 Guru mulai menjelaskan terkait dengan materi yang akan dibahas pada
pertemuan kali ini yaitu kegiatan produksi distribusi dan konsusmsi, namun
disini terlihat sebagian besar siswa belum siap untuk belajar ditandai dengan
sebagian besar siswa terutama laki-laki belum mengeluarkan buku catatannya
maupun buku paket. Disamping itu pula pada awal penyampaian materi guru
mencoba menanyakan mengenai pengertian produksi tapi pertanyaan guru
tersebut memicu jawaban serentak dari siswa, dan ketika diperhatikan ternyata
siswa membacakan jawaban tersebut dari PPT yang sedang ditayangkan oleh
guru.
16.13 Ditengah penjelasan guru sedang berlangsung ada satu siswi yang berada
dibarisan paling depan malah asyik bercermin yang ditutupi oleh buku tulisnya.
16.15 Dalam penyampaian materi ini guru terlihat kurang menguasainya dimana guru
hanya membacakan PPT saja kemudian tanpa menggali lebih dalam terkait
dengan contoh-contoh yang lebih nyata yang memang membuat siswa paham.
Disamping itu pula sebagian besar siswa sudah tidak fokus dan tidak semangat
belajar ada pula siswa yang menjaili teman sebangkunya, ada yang mengobrol
bahkan sambil membalikan badannya, ada pula yang memang semangat tapi
terlalu banyak mengeluarkan kata-kata yang tidak penting (culetak-celetuk).
16.20 Penyampaian materi tetap berlangsung, dua orang siswa laki-laki yang duduk di
bangku depan saling bercanda bahkan dengan kencang sehingga satu kelas
mendengarnya, gurupun menegurnya dengan hanya mengucapkan “sudah
perhatikan” kemudian guru melanjutkan lagi pembelajaran.
16.23 Sebagian besar siswa sudah merasakan kantuk yang amat sangat berat dimana
banyak sekali siswa yang menguap serta posisi duduk siswa menunjukan fose-
fose tiduran dan tidak memperlihatkan semangat belajar mereka. Ini ditambah
dengan metode ceramah yang dilakukan oleh guru.
16.25 Suasana kelas semakin tidak terkendali guru yang sedang menjelaskan materi
hanya dianggap sebagai radio jelek saja, siswa tidak memperhatikannya dimana
ada empat siswa laki-laki yang duduk dibagian belakang bermain ponco,
sebagain lagi mengobrol dengan temannya dan masih tetap ada saja siswa yang
sambil tidur-tiduran. Guru hanya memperlihatkan raut muka tidak senang.
16.27 Guru mulai mencoba menegur siswa yang tidak memperhatikan dengan
memberikan pertanyaan kepada siswa tersebut, dan ternyata benar saja siswa
tersebut tidak dapat menjawabnya.
16.28 Tiba-tiba semua siswa tertawa mendengar suara kegaduhan yang dihasilakan dari
pulukan meja yang dilakukan oleh kelas sebelah kebetulan kelas tersebut sedang tidak
melakukan pembelajaran. Gurupun kurang dapat mengkondusifkan kelasnya.
16.29 Guru mengaitkan materi pembelajaran dengan rasa syukur yang harus dilakukan
oleh siswa dalam hal ini guru merealisasikan terkat dengan KI 1.
16.30 Dengan tiba-tiba hujanpun turun dengan lebatnya, menambah rasa kantuk yang
sedang menghampiri sebagian besar siswa, suasana semakin tidak kondusif
dimana suara guru tidak terdengar dengan jelas terkalahkan oleh suara lebatnya
hujan dan siswapun malah semakin memperlihatkan ketidak semangatan untuk
belajar tapi guru terus saja menyampaikan materi tanpa mengiraukan siswa.
16.31 Guru memberikan tugas, siswa diminta menulisakn contoh-contoh kegiatan
poduksi, distribusi dan konsumsi yang mereka temui disekitar lingkungan tempat
tinggalnya. Alokasi waktu yang diebrikan guru yaitu selama 5 menit.
16.31 Sebagian siswa layaknya terbagun dari lamunan bahkan ada yang terbangun dari
tidurnya bergegas untuk mengeluarkan buku catatannya, semua siswa
mengerjakan tugas tersebut namun ada saja dua orang siswa yang duduk
dibangku depan saling bercanda. Dalam pengerjaan tugas tersebut terlihat ada
beberapa siswa dalam mengerjakannya bekerja sama dengan rekannya bahkan
adapula yang mencontek. Guru tidak hanya duduk diam dibangkunya saja akan
tetapi beliau mengahmpiri siswanya dan mencoba bertanya mengenai apa
kesulitannya namun tidak semua barisan terperhatikan termasuk barisan
belakang.
16.36 Ternyata siswa belum selesai dalam mengerjakan tugas tersebut sehingga
membutuhkan tambahan waktu.
16.38 Guru memberikan kesempatan pada siswa yang akan memaparkan hasil
pekerjaanya akan tetapi tidak ada satu siswa yang bersedia, sehingga guru
terpaksa menunjuk seorang siswa laki-laki yang bernama Afif, sangat
disayangkan siswa yang lainnya tidak mendengarkan apa yang disampaikan Afif
tersebut, emudian guru tersebut menunjuk satu siswa perempuan akan tetapi
siswi yang ditunjuk tersebut tidak percaya diri untuk menyampaikan hasil
pekerjaannya sehingga memicu jawaban secara serentak dari teman-teman yang
lainnya bahkan ada pula yang celetak celetuk.
16.40 Panyampaian materipun dilanjutkan kembali namun sama sekali tidak ada yag
berubah kelas tersebut masih saja tidak kondusif. Bahkan dengan siswa yang
sama melanjutkan panconya yang tadi sempat terhenti karena harus mengerjakan
tugas.
16.42 Sambil mengotak-atik Tablet yang guru pegang beliau bertanya kepada siswa
siapa yang dapat memberikan contoh terkait dengan alur produksi distribusi dan
konsumsi akan tetapi tidak ada yang berani mengacungkan tangan namun siswa
menjawab dengan serentak kelas pun menjadi tidak terkendali karena pernyatan
yang dilontarkan oleh siswa terkesan seneaknya dan bahkan tidak sesuai dengan
kontek pembelajaran serta culetak-celetuk.
16.45 Guru melanjutkan materi terkait dengan faktor-faktor produksi masih dengan
metode yang sama tentunya yaitu ceramah meskipun kondisi kelas sudah sangat
tidak kondusif.
16.48 Ada salah seorang siswa yang tidak sopan dengan berteriak di kelas dengan suara
menyerupai bel sekolah, guru menegurnya dan menyuruhnya untuk diam.
16.50 Untuk kesekian kalinya guru melontarkan pertanyaan yang memicu jawaban
secara serentak sehingga membuat beberapa siswa menjawab dengan seenaknya
dan bahkan hal yang memang tidak perlu diucapkan sehingga membuat bahan
tertawaan siswa lainnya.
16. 53 Salah seorang siswa yang duduk dipojok malah asyik menggambar dari pada
mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan oleh guru.
16.55 Dua orang siswa laki-laki yang duduk di depan kelas untuk kesekian kalinya
malah asyik bercanda padahal mereka berdua berada tepat disamping guru yang
menjelaskan materi, mereka seakan tidak menghiraukan guru tersebut. Bahkan
satu dari keduanya tiba-tiba berdiri padahal pembelajaran sedang berlangsung.
16.57 Dua orang siswa meminta izin untuk pergi ke toilet pada akhir pembelajaran
16.59 Bell pulang berbunyi, semua siswa tanpa disuruh mengemasi barang-barangnya
kemudian memakai tasnya, semua siswa terlihat sangat gembira mendengar suara
bel tersebut, namun guru tidak dapat berbuat apa-apa, padahal guru masih dalam
posisi menjelaskan materi.
17.00 Waktu pembelajaran telah selesai gurupun menutup pembelajaran dengan kondisi
siswa yang sangat tidak kondusif, bahkan guru tidak menyimpulkan
pembelajaran pada hari ini hanya saja guru menugaskan siswa untuk membaca
buku untuk persiapan pertemuan berikutnya.
17.02 Seluruh siswa dipimpin oleh ketua kelasnya membacakan doa sebelum pulang.