Anda di halaman 1dari 13

DIKSI

Di Susun Oleh:
Kelompok 5

THERESIA JANUARTA S. C0D019018


OCHA ANDINI PUTRI C0D019006
M. RIDHAL FATWA C0D019034
MUHAMMAD RIZKY P. C0D019048

PROGRAM STUDI PERPAJAKAN


FAKULTAS PEREKONOMIAN DAN BISNIS
UNIVERSITAS JAMBI
2019/2020
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat-Nya atas rahmat dan
karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.
Makalah yang berjudul Diksi atau Pilihan Kata ini membahas
mengenai bagaimana menggunakan bahasa yang tepat dalam
berkomunikasi, baik secara lisan maupun tulisan.
Dalam penulisan makalah ini kami banyak mendapat bantuan
dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan banyak
terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulisan
makalah ini.
Kami sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, Hal itu di karenakan keterbatasan kemampuan dan
pengetahuan kami. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik
dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita.
Akhir kata, kami mohon maaf apabila dalam penulisan
makalah ini terdapat banyak kesalahan.

Jambi , Agustus 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ..........................................................................................................2


Daftar Isi.....................................................................................................................3
BAB 1 ............................................................................................................................................. 4
PENDAHULUAN ........................................................................... Error! Bookmark not defined.
1.1 LATAR BELAKANG....................................................... Error! Bookmark not defined.
1.2 RUMUSAN MASALAH ................................................................................................ 5
1.3 MANFAAT ...................................................................................................................... 5
BAB 2 ............................................................................................................................................. 6
PEMBAHASAN ............................................................................................................................. 6
2.1 Pengertian Diksi .................................................................................................................... 6
2.2 Fungsi Diksi .......................................................................................................................... 6
2.3 Prinsip Pemilihan Diksi ........................................................................................................ 7
2.4 Relasi ................................................................................................................................. 11
BAB 3 ........................................................................................................................................... 12
PENUTUP..................................................................................................................................... 12
3.1 Kesimpulan..................................................................................................................... 12
3.2 Saran ............................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 13

3
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Memang harus diakui, kecenderungan orang semakin
mengesampingkan pentingnya penggunaan bahasa, terutama dalam
tata cara pemilihan kata atau diksi.
Terkadang kita pun tidak mengetahui pentingnya penguasaan
bahasa Indonesia yang baik dan yang benar, sehingga ketika kita
berbahasa, baik lisan maupun tulisan, sering mengalami kesalahan
dalam penggunaan kata, frasa, paragraf, dan wacana.
Agar tercipta suatu komunikasi yang efektif dan efisien,
pemahaman yang baik perihal penggunaan diksi atau pemilihan kata
dirasakan sangat penting, bahkan mungkin sangat penting, terutama
untuk menghindari kesalapahaman dalam berkomunikasi.
Diksi atau pilihan kata dalam praktik berbahasa sesungguhnya
mempersoalkan kesanggupan sebuah kata dapat juga frasa atau
kelompok kata untuk menimbulkan gagasan yang tepat pada imajinasi
pembaca atau pendengarnya.
Indonesia memiliki bermacam-macam suku bangsa dan bahasa.
Hal itu juga disertai dengan bermacam-macam suku bangsa yang
memiliki banyak bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-
hari. Bahasa yang digunakan juga memiliki karakter berbeda-beda
sehingga penggunaan bahasa tersebut berfungsi sebagai sarana
komunikasi dan identitas suatu masyarakat tersebut. Sebagai makhluk
sosial kita tidak bisa terlepas dari berkomunikasi dengan sesama
dalam setiap aktivitas. Dalam kehidupan bermasyarakat sering kita
jumpai ketika seseorang berkomunikasi dengan pihak lain tetapi
pihak lawan bicara kesulitan menangkap informasi dikarenakan
pemilihan kata yang kurang tepat ataupun dikarenakan salah paham.

4
Pemilihan kata yang tepat merupakan sarana pendukung dan
penentu keberhasilan dalam berkomunikasi. Pilihan kata atau diksi
bukan hanya soal pilih-memilih kata, melainkan lebih mencakup
bagaimana efek kata tersebut terhadap makna dan informasi yang
ingin disampaikan. Pemilihan kata tidak hanya digunakan dalam
berkomunikasi namun juga digunakan dalam bahasa tulis
(jurnalistik). Dalam bahasa tulis pilihan kata (diksi) mempengaruhi
pembaca mengerti atau tidak dengan kata-kata yang kita pilih.
Dalam makalah ini, penulis berusaha menjelaskan mengenai
diksi yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam segi
makna, fungsi, prinsip pemilihan diksi, jenis-jenis makna kata,
maupun relasi makna.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi
rumusan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
a. Apa yang dimaksud dengan diksi
b. Apa fungsi diksi
c. Bagaimana prinsip dalam pemilihan diksi
d. Apa saja jenis-jenis makna kata
e. Bagaimana relasi makna dalam diksi

1.3. Tujuan
Tujuan dan manfaat penulisan makalah ini adalah:
a. Megetahui pengertian dari diksi
b. Mengetahui fungsi-fungsi diksi
c. Memahami prinsip dalam pemilihan diksi
d. Mengetahui jenis-jenis makna kata
e. Memahami relasi makna yang terdapat dalam diksi

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengetian Diksi


Diksi ialah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang
tepat dan selaras untuk menyatakan atau mengungkapkan gagasan
sehingga memperoleh efek tertentu. Pilihan kata merupakan satu
unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun
dalam dunia tutur setiap hari. Ada beberapa pengertian diksi di
antaranya adalah membuat pembaca atau pendengar mengerti secara
benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh
pembicara atau penulis, untuk mencapai target komunikasi yang
efektif, melambangkan gagasan yang diekspresikan secara verbal,
membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi,
tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
Harimurti (1984) dalam kamus linguistic, menyatakan bahwa
diksi adalah pilhan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek
tertentu dalam berbicara di dalam karang mengarang.
Dalam KBBI (2002: 264) diksi diartikan sebagai pilihan kata
yanng tepat dan selaras dalam penggunaanya untuk menggungkapkan
gagasan sehingga diperoleh efek tertentu seperti yang diharapkan.
Jadi, diksi berhubungan dengan pengertian teknis dalam hal karang-
mengarang, hal tulis-menulis, serta tutur sapa.

2.2. Fungsi Diksi


Pada dasarnya diksi memiliki fungsi yang penting dalam bertutur
kata dan sebuah tulisan. Oleh karena itu pemilihan diksi yang tepat
sangat berpengaruh terhadap pemahaman seseorang mengenai suatu
hal. Adapun fungsi diksi adalah sebagai berikut.

6
 Membuat orang yang membaca atau pun mendengar karya sastra
menjadi lebih paham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh
pengarang.
 Membuat komunikasi menjadi lebih efektif.
 Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal
(tertulis atau pun terucap).
 Membentuk ekspresi atau pun gagasan yang tepat sehingga dapat
menyenangkan pendengar atau pun pembacanya.
 Membantu audiens/ pembaca mengerti apa yang disampaikan penulis
atau pembicara.
 Menciptakan aktivitas komunikasi yang lebih efektif dan efisien.
 Menyampaikan gagasan atau ide dengan tepat.
 Menjadi lambang ekspresi yang ada pada suatu gagasan.

2.3 Prinsip Pemilihan Diksi


Agar dapat menghasilkan cerita yang menarik melalui pilihan kata
maka diksi yang baik harus memenuhi syarat, seperti:
 Ketepatan dalam pemilihan kata dalam menyampaikan suatu
gagasan
 Seorang pengarang harus mempunyai kemampuan untuk
membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan
gagasan yang ingin disampaikan dan kemampuan untuk
menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan nilai rasa bagi
pembacanya
 Menguasai berbagai macam kosakata dan mampu
memanfaatkan kata-kata tersebut menjadi sebuah kalimat yang
jelas, efektif dan mudah dimengerti
Contoh Paragraf:
 Hari ini Aku pergi ke pantai bersama dengan teman-temanku. Udara
disana sangat sejuk. Kami bermain bola air sampai tak terasa hari
sudah sore. Kami pun pulang tak lama kemudian
 Liburan kali ini Aku dan teman-teman berencana untuk pergi ke
pantai. Kami sangat senang ketika hari itu tiba. Begitu sampai disana
kami sudah disambut oleh semilir angin yang tak henti-hentinya
bertiup. Ombak yang berkejar-kejaran juga seolah tak mau kalah
untuk menyambut kedatangan kami. Kami menghabiskan waktu
sepanjang hari disana, kami pulang dengan hati senang.
Kedua paragraf diatas punya makna yang sama. Tapi dalam pemilihan
diksi pada contoh paragraf kedua menjadi enak dibaca, tidak
membosankan bagi pembacanya.

 Dapat membedakan denotasi dan konotasi dengan benar

7
Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisit.
Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya.

Denotatif adalah suatu pengertian yang terkandung sebuah kata secara


objektif. Sering juga makna denotatif disebut makna konseptual.

Kata makan misalnya, bermakna memasukkan sesuatu kedalam


mulut, dikunyah, dan ditelan. Makna kata makan seperti ini adalah
makna denotatif.

Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul sebagai


akibat dari sikap sosial, sikap pribadi, dan kriteria tambahan yang
dikenakan pada sebuah makna konseptual. Kata makan dalam makna
konotatif dapat berarti untung atau pukul.

Makna konotatif berbeda dari zaman ke zaman. Ia tidak tetap. Kata


kamar kecil mengacu kepada kamar yang kecil (denotatif) tetapi
kamar kecil berarti juga jamban (konotatif). Dalam hal ini, kita
kadang-kadang lupa apakah suatu makna kata adalah makna denotatif
atau konotatif.

 Dapat membedakan kata umum dan kata khusus dengan benar


Kata umum dibedakan dari kata khusus berdasarkan ruang-
lingkupnya.

Makin luas ruang lingkup suatu kata, maka makin umum sifatnya.
Makin umum suatu kata, maka semakin terbuka kemungkinan
terjadinya salah paham dalam pemaknaannya.

Makin sempit ruang lingkupnya, makin khusus sifatnya sehingga


makin sedikit kemungkinan terjadinya salah paham dalam
pemaknaannya, dan makin mendekatkan penulis pada pilihan kata
secara tepat.

Misalnya:
Kata ikan memiliki acuan yang lebih luas daripada kata mujair atau
tawes. Ikan tidak hanya mujair atau tidak seperti gurame, lele, sepat,
tuna, baronang, nila, ikan koki dan ikan mas.

Sebaliknya, tawes pasti tergolong jenis ikan demikian juga gurame,


lele, sepat, tuna, dan baronang pasti merupakan jenis ikan.

Dalam hal ini kata acuannya lebih luas disebut kata umum, seperti
ikan, sedangkan kata yang acuannya lebih khusus disebut kata
khusus, seperti gurame, lele, tawes, dan ikan mas.

8
 Dapat memahami dengan tepat makna kata abstrak dan kata
konkret
Kata yang acuannya semakin mudah diserap panca-indra disebut kata
konkret, seperti meja, rumah, mobil, air, cantik, hangat, wangi, suara.

Jika acuan sebuah kata tidak mudah diserap panca indra, kata itu
disebut kata abstrak, seperti gagasan dan perdamaian. Kata abstrak
digunakan untuk mengungkapkan gagasan rumit.

Kata abstrak mampu membedakan secara halus gagasan yang sifat


teknis dan khusus. Akan tetapi, jika kata abstrak terlalu diobral atau
dihambur-hamburkan dalam suatu karangan. Karangan tersebut dapat
menjadi samar dan tidak cermat.

 Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim


Sinonim adalah dua kata atau lebih yang pada asasnya mempunyai
makna yang sama, tetapi bentuknya berlainan. Kesinoniman kata
tidaklah mutlak, hanya ada kesamaan atau kemiripan.

Kita ambil contoh cermat dan cerdik kedua kata itu bersinonim, tetapi
kedua kata tersebut tidak persis sama benar. Kesinoniman kata masih
berhubungan dengan masalah makna denotatif dan makna konotatif
suatu kata.

 Dapat membedakan kata ilmiah dan kata popular dengan benar


Kata ilmiah merupakan kata-kata logis dari bahasa asing yang bisa
diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kata-kata ilmiah biasa
digunakan oleh kaum terpelajar, terutama dalam tulisan-tulisan
ilmiah, pertemuan-pertemuan resmi, serta diskusi-diskusi khusus.

2.4 Jenis-jenis Makna Kata


Berdasarkan bentuk maknanya, makna dibedakan atas dua macam
yaitu:
1. Makna Leksikal adalah makna kamus atau makna yang terdapat di
dalam kamus. Makna ini dimiliki oleh kata dasar. Contoh : makan,
tidur, ibu, adik, buku
2. Makna Gramatikal adalah makna yang dimiliki kata setelah
mengalami proses gramatikal, seperti proses afiksasi (pengimbuhan),
reduplikasi (pengulangan), dan komposisi (pemajemukan).

9
Contoh :
- Proses afiksasi awalan me- pada kata dasar kotor ;
Adik mengotori lantai itu.
- Proses reduplikasi pada kata kacang ; Kacang-kacangan merupakan
salah satu sumber protein nabati.
- Proses komposisi pada kata rumah sakit bersalin ; Ia bekerja di
rumah sakit bersalin
Berdasarkan sifatnya, makna dibedakan atas dua macam:
1. Makna Denotasi adalah makna kata yang sesuai dengan hasil
observasi panca indra dan tidak menimbulkan penafsiran lain. Makna
denotasi disebut juga sebagai makna sebenarnya.
Contoh :
- Kepala : organ tubuh yang letaknya paling atas
- Besi : logam yang sangat keras
2. Makna konotasi adalah makna kata yang tidak sesuai dengan hasil
observasi pancaindra dan menimbulkan penafsiran lain. Makna
konotasi disebut juga sebagai makna kias atau makna kontekstual.
Contoh :
- Ibu kota : pusat pemerintahan
- Ibu jari : jari yang paling besar atau jempol
- Jamban : kamar kecil
Berdasarkan wujudnya, makna dibedakan atas :
1. Makna referensial adalah makna kata yang mempunyai rujukan yang
konkret.
Contoh :
- meja, baju, membaca, menulis
2. Makna inferensial adalah makna kata yang tidak mempunyai rujukan
yang konkret.
Contoh :
- baik, indah, sedih, gembira

10
2.5 Relasi Makna
 Antonim
Antonim adalah suatu kata yang berlawanan makna dengan kata lain.
Contoh : hidup dan mati
 Polisemi
Polisemi adalah kata- kata yang memiliki arti lebih dari satu. Contohnya
seperti kata kepala yang memiliki banyak arti meskipun arti utama kepala
adalah bagian tubuh manusia yang ada diatas leher.
- Pak Jaya diangkat menjadi kepala sekolah SD Negeri 1 Kota Jambi. ( kepala
memiliki arti sebagai pemimpin)
- Tiap kepala harus membayar pajak kepada penguasa. ( kepala berarti tiap
individu)
 Homonim
Homonim adalah dua buah kata yang bentuknya sama tapi maknanya
berbeda. Misalnya, kata bisa yang berarti racun ular dan kata bisa yang
berarti sanggup.
 Hipernim dan Hiponim
Hipernim adalah kata yang mewakili banyak kata lain. Hipernim dapat
menjadi kata umum dari kata-kata lainnya. Hiponim adalah kata-kata yang
terwakili artinya oleh kata hipernim. Contoh : - hipernim : hantu
Hiponim : kuntilanak, pocong, genderuwo,tuyul.
 Ambiguiti
Ambiguiti adalah gejala kegandaan makna akibat tafsiran yang berbeda
Contoh : Buku biografi baru, kalimat tersebut dapat ditafsirkan menjadi
buku biografi itu baru terbit atau buku itu memuat tokoh-tokoh baru
 Redundasi
Redundasi adalah berlebih-lebihan pemakaian unsur segmental dalam suatu
bentuk ujaran
Contoh : Bola ditendang oleh jonie akan sama maknanya dengan Bola
ditendang jonie

11
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Kreativitas dalam memilih kata merupakan kunci utama
pengarang dalam menulis gagasan atau ungkapan. Penguasaan dalam
pengolahan kata juga merupakan kunci utama dalam menghasilkan
tulisan yang indah, dapat dibaca serta ide yang ingin disampaikan
penulis dapat dipahami dengan baik.
Kata yang tepat akan membantu seseorang mengungkapkan
dengan tepat apa yang ingin disampaikannya baik secara lisan
maupun dengan tulisan. Pemilihan kata juga harus sesuai dengan
situasi kondisi dan tempat penggunaan kata–kata itu. Pembentukan
kata atau istilah adalah kata yang mengungkapkan makna konsep,
proses, keadaan atau sifat yang khas dalam bidang tertentu.

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka dapat disimpulkan


bahwa diksi mempunyai persamaan yaitu sama-sama penulis ingin
menyampaikan sesuatu di hasil karya tulisannya dengan maksud agar
pembaca dapat memahami maksud dan tujuan penulis.

3.2. Saran
Penulis mendapatkan pengalaman yang sangat berharga dalam
pembuatan makalah ini mengenai pengetahuan diksi (pilihan kata).
Penulis menyarankan kepada semua pembaca untuk mempelajari
pengolahan kata dalam membuat kalimat. Dengan mempelajari diksi
diharapkan mahasiswa dan mahasiswi memiliki ketetapan dalam
menyampaikan dan menyusun suatu gagasan agar yang disampaikan
mudah dipahami dengan baik.

12
Daftar Pustaka
https://www.maxmanroe.com/vid/umum/pengertian-diksi.html
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Makna
http://www.ilmubindo.com/2017/03/relasi-makna-dalam-bahasa-
indonesia.html?m=1
http://tugaskuliah15.blogspot.com/2015/10/makalah-bahasa-indonesia-
diksi-atau.html?m=1

13

Anda mungkin juga menyukai