Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Masyarakat yang tinggal di suatu daerah terdiri dari berbagai lapisan atau
kelompok. Salah satu kelompok masyarakat yang cukup besar adalah kelompok
rentan. Pada kelompok ini, kata rentan menjadi istilah untuk mewakilkan segala
sesuatu yang beresiko terkena penyakit. Rentan juga memiliki makna yang hampir
sama dengan mudah peka, mudah merasa, tidak stabil, dan mudah mengalami
perubahan. Masyarakat juga sering menggunakan istilah ini untuk suatu wilayah yang
mudah terkena bencana. Keberadaan kelompok rentan mencakup anak-anak, wanita
rentan, lansia, penyandang cacat, disabilitas, minoritas, fakir miskin, dan korban
bencana alam. Semua itu memiliki peran penting dalam masyarakat sehingga HAM
mereka perlu dijunjung setinggi mungkin.
Salah satu contoh dari kelompok rentan yakni wanita rentan. Sesuai sifat alami
seorang wanita, semua tahu bahwa fisik wanita tidak sekuat laki-laki sehingga
memungkinkan mereka berada dalam hambatan dan keterbatasan menikmati hidup.
Selain itu wanita juga memiliki emosional yang tidak terkendali ketika mendapati
suatu masalah yang berat. Di sini yang dimaksud wanita rentan adalah wanita hamil.
Mengapa demikian? Karena wanita hamil merupakan sosok yang memiliki fisik dan
emosi yang tidak stabil sehingga sangat membutuhkan perlindungan dan bantuan dari
lingkungan sekitar.
Untuk mencapai tingkat perlindungan dan bantuan yang maksimal bagi wanita
hamil maka dibutuhkan aspek caring yang tinggi. Caring yang dilakukan dari hati
lalu dipadukan dengan kesatuan jiwa, raga, dan pikiran akan berdampak besar pada
kondisi fisik mau pun psikis wanita hamil. Di sini akan terjalin hubungan percaya
yang mampu menciptakan solusi bagi pemecahan setiap masalah dan perlindungan
bagi wanita hamil

1.2 Rumusan Masalah


1) Apa pengertian wanita hamil ?
2) Mengapa wanita hamil termasuk kelompok rentan?
3) Bagaimana memahami wanita hamil?
4) Apa masalah yang bisa dialami wanita hamil?
5) Bagaimana cara membantu permasalahan wanita hamil?

1.3 Tujuan
1) Mengetahui pengertian wanita hamil
2) Mengetahui alasan wanita hamil termasuk ke dalam kelompok rentan
3) Mengetahui cara memahami wanita hamil
4) Mengetahui masalah yang dialami wanita hamil
5) Mengetahui berbagai cara membantu permasalahan wanita hamil

1.4 Manfaat
1) Mengetahui pengertian wanita hamil
2) Mengetahui alasan wanita hamil termasuk ke dalam kelompok rentan
3) Mengetahui cara memahami wanita hamil
4) Mengetahui masalah yang dialami wanita hamil
5) Mengetahui berbagai cara membantu permasalahan wanita hamil
BAB II

ISI

2.1 Pengertian wanita hamil


Setiap wanita akan merasakan yang namanya kehamilan. Kehamilan memiliki
arti tersendiri yakni masa di mana seorang wanita membawa embrio atau fetus di
dalam tubuhnya. Dalam kehamilan dapat terjadi banyak gestasi (misalnya,dalam
kasus kembar, atau triplet/kembar tiga).

2.2 Alasan wanita hamil termasuk ke dalam kelompok rentan

Wanita hamil menjadi salah satu dari kelompok rentan karena wanita hamil
adalah kelompok yang berhak mendapat perlakuan lebih dan khusus. Dari segi fisik
beliau mudah mengalami kelelahan dan rentan terkena penyakit sementara itu dari
segi psikis beliau memiliki emosi yang tidak stabil dan sensitif. Hal ini
melatarbelakangi wanita hamil perlu mendapat perhatian, pengawasan, penjagaan, dan
perawatan khusus.

2.3 Cara Memahami Wanita Hamil


Untuk memahami wanita hamil dapat dilakukan dengan cara memposisikan
diri sebagai wanita hamil. Kita harus paham kondisi, kebiasaan, perasaan yang ada
dalam diri wanita hamil. Kepekaan dan kasih sayang selalu disertakan dalam
berinteraksi dengan beliau. Gunakan prinsip 5C dari teori Simon Roach dalam
memperlakukan wanita hamil sebaik mungkin.

2.4 Masalah yang Dialami Wanita Hamil


 Kerentanan ekonomi
Ekonomi merupakan salah satu kerentanan yang bisa terjadi pada wanita hamil
bahkan keluarganya.Pengeluaran lebih untuk menunjang kesehatan wanita hamil
dan bayi seperti pengeluaran membeli makanan sehat yang lebih banyak dari porsi
biasa akibat nafsu makan wanita hamil yang bertambah, biaya kontrol ke dokter,dll.
Apabila finansial tidak terpenuhi, maka secara tidak langsung kondisi fisik dan
psikis terganggu. Misal jika finansial kurang, pembelian makanan yang sehat pun
akan terganggu, pikiran stress sehingga menyebabkan depresi dan lain-lain yang
membuat wanita hamil dan bayi bisa dalam keadaan bahaya.
 Kerentanan lingkungan
Semakin besar usia kandungan, semakin berat bayi yang dikandung wanita hamil.
Apalagi saat hamil, sang wanita dianjurkan untuk mengurangi aktivitas agar tak
mudah lelah. Aktivitas yang berkurang menyebabkan wanita hamil kurang bergaul
di masyarakat, kurang memperbarui wawasan di lingkungan, jika lingkungannya
buruk baik secara sosiologi atau lingkungan hidup, otomatis wanita hamil bisa
mendapat efek buruk pada psiko maupun fisik.
 Kerentanan fisik dan psikis
 Tri semester awal
Rentan terjadi pendarahan hingga keguguran akibat kekurangan beberapa
hormon seperti progesteron. Kemudian rentan mual yang terjadi akibat
perubahan hormon dan itu wajar. Adapun morning sickness akibat dari faktor
pikiran dan emosi ibu. Selanjutnya, ada penambahan berat badan yang normal
dialami ibu hamil karena dia membawa janin.
 Trisemester kedua
Rentan mengalami peningkatan tekanan darah akibat peningkatan volume
tubuh sehingga jantung harus memompa darah lebih keras. Rentan lupa akibat
pasokan oksigen ke otak berkurang dan membuat sulit berkonsentrasi. Rentan
nyeri yang normal dialami.
 Trisemester ketiga
Pada fase ini, wanita hamil mengalami puncak kegembiraan akibat akan
lahirnya anak. Namun sekitar 2-3 hari, bisa terjadi kerentanan postpartum
blues pada ibu. Postpartum merupakan kecemasan berlebihan, lelah, dan
depresi yang dialami ibu karena mengalami perubahan hormon kembali.

2.5 Cara Mengatasi Berbagai Permasalahan Wanita Hamil


 Kerentanan ekonomi
Cara mengatasi hal ini adalah pandai-pandai mengatur finansial dari yang
bersangkutan sendiri dan bisa meminta bantuan orang lain jika perlu.
 Kerentanan lingkungan
Cara mengatasi hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti kegiatan masyarakat yang
sifatnya ringan dan tidak membutuhkan fisik banyak serta menghindari lingkungan
sosial atau lingkungan hidup yang tidak mendukung.
 Kerentanan fisik dan psikis
Cara mengatasi masalah di trimester pertama, jika terjadi pendarahan hingga
keguguran maka yang harus dilakukan adalah pemeriksaan USG. Jika kondisi janin
baik, wanita hamil diharapkan bedrest. Jika buruk, untuk mencegah semakin parah,
pasien tidak diperkenankan berjalan, pasien akan diberi obat mengatasi rasa mulas,
Jika mengalami keputihan maka diberi antibiotik dan suplemen penambah darah dan
penghenti pendarahan. Jika janin mengalami kematian, janin dikeluarkan
menggunakan aspirasi vakum manual, kuretase atau mengambil langsung, dan obat-
obatan. Cara mengurangi atau mengatasi morning sickness adalah dengan berlatih
mengendalikan emosi, berfikir positif, mengganti pola makan lama dengan pola
makan baru yang disenangi namun tetap memperhatikan kesehatan makanan
tersebut. Usahakan mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B.
Cara mengatasi masalah di trimester dua yakni melalui penyesuaian aktivitas yang
stabil bagi wanita hamil. Rentan lupa diatasi dengan sering berlatih permainan otak
dan rentan nyeri dicegah dengan memakai penyangga.
Cara mengatasi masalah di trimester tiga yakni dengan memberikan terapi relaksasi
sebelum proses bersalin serta mengajak wanita hamil untuk mendekatkan diri
kepada Sang Pencipta.

Teori Simon Roach tentang Wanita Hamil


1. Compassion (bela rasa)
 Peka terhadap apapun yang dibutuhkan oleh wanita hamil
 Memberikan kesempatan saling berbagi seperti sharing mengenai
perubahan-perubahan sebelum hamil dan sesudah
 Memberikan ruang untuk wanita hamil berbagi perasaannya, serta
memberikan dukungan
2. Competence (kemampuan)
 Memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, energi dan
motivasi sehingga pasien khusunya wanita hamil memiliki kepercayaan
dengan asuhan keperawatan yang kita berikan.
3. Confidence (kepercayaan diri)
 Memelihara hubungan antar perawat dan wanita hamil dengan penuh
percaya diri
 Mengekspresikan caring dalam memberikan asuhan keperawatan kepada
wanita hamil seperti memberikan perhatian lebih dan selalu menjaganya
4. Concience (suara hati)
 Mengekspresikan sikap peduli dan memberikan rasa nyaman.
5. Comitment
 Melakukan tugas secara konsekuen dan berkualitas terhadap wanita hamil
sendiri.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Wanita hamil merupakan kelompok rentan yang harus diberikan perhatian
khusus. Sifatnya yang sensitif membuat wanita hamil mudah marah-marah
terhadap segala hal apapun. Pada kehamilan muda memang wanita hamil
belum terlalu sensitif, namun pada kehamilan tua wanita hamil mudah sekali
marah walaupun itu semua tergantung dari sifat masing-masing individu. kita
harus pandai dalam menyikapi wanita hamil yang berbeda karakter.
3.2 Saran
Wanita hamil cenderung ingin semua keinginannya terpenuhi. Kita sebagai
calon tenaga medis harus pandai memilah dan memilih mana yang harus
diwujudkan sebagai bentuk perhatian kita. semua keinginnya harus dipenuhi,
namun kita harus memprioritaskan kebutuhan beliau.
DAFTAR PUSTAKA

Emilia, O. (2010). Tetap bugar dan energik selama hamil. Jakarta:


AgroMedia Pustaka.

TUGAS MAKALAH CARING


CARING TERHADAP KELOMPOK RENTAN (WANITA HAMIL)
Dosen Pembimbing : Madya Sulisno S.Kp., M.Kes

DISUSUN OLEH :
1. Annisa Khanna Daroja 22020117120005
2. Atik Hasna Imani 22020117120018
3. Raden Roro Sarah N.A.P 22020117120029
4. Lutfianisa Ayu Avriza 22020117130080
5. Eny Indriani 22020117130092
6. Alvionita Damayanti H. 22020117130097
7. Dhiva Putri Bestari 22020117140013
DEPARTEMEN ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO

2017