Anda di halaman 1dari 21

PERKEBUNAN ENERGI

ALTERNATIF SKENARIO
AGAR
INDONESIA TIDAK IMPOR BBM

Disampaikan pada Diskusi Internal


Gd.BPPT2 lantai 10,
29 Nopember 2019
Agus Kismanto
Balai Rekayasa Disain dan Sistem Teknologi
KEBUTUHAN vs KEMAMPUAN PRODUKSI BBM

DARI DOKUMEN RUEN


JUDULNYA “RUIN”
(Rencana untuk Impor Nasional)

MINYAK 1.725
IMPOR Juta BOPD
Ekspor devisa Rp630 T/th

Sumber : Wood Mackenzie Sumber : RUEN 2017

29 November 2019
NERACA PERDAGANGAN MIGAS
1975 s/d JUL 2018

2008

2014
Hampir selalu
defisit ...

29 November 2019
ANTUSIASME PEMERINTAH : GREEN FUEL (1/4)

12 Nopember 2019

29 November 2019
ANTUSIASME PEMERINTAH : GREEN FUEL (2/4)

BPPT diminta untuk memberikan dukungan teknis dalam monitoring

29 November 2019
ANTUSIASME PEMERINTAH : GREEN FUEL (3/4)

29 November 2019
ANTUSIASME PEMERINTAH : GREEN FUEL (4/4)

29 November 2019
ANTUSIASME PERTAMINA : GREEN FUEL (1/2)

Sumber : Persentasi “Rencana Implementasi Green Refinery di Pertamina, oleh Dadi Sugiana 11 Februari 2019
29 November 2019
ANTUSIASME PERTAMINA : GREEN FUEL (2/2)

Harga RBDPO harus


dibawah harga
USD 388/ton => Biogasoline
USD 441/ton => Green Diesel

Sumber : Persentasi “Rencana Implementasi Green Refinery di Pertamina, oleh Dadi Sugiana 11 Februari 2019
29 November 2019
ANTUSIASME PERTAMINA DENGAN GREEN FUEL (4/4)

29 November 2019
ANTUSIASME PLN DENGAN CPO

PLN membutuhkan
CPO dengan harga
MOPS – 21% per
liternya.
-----
Jika MOPS = 70
USD/barrel maka harga
CPO yang masuk USD
386/ton.

Sumber : Persentasi “Rencana Implementasi CPO di PLTD PLN , Div.RKO PLN, Bontang-29 Juli 2019
29 November 2019
AKIBAT IMPLEMENTASI B30 ????

Implementasi B30 di Indonesia dan


B20 di Malaysia telah menunjukkan
626 efeknya.
USD/ton
Penambahan devisa hasil ekspor
CPO sebesar Ekspor CPO sekitar
32 juta ton * 175 USD = 5.6 M USD
atau Rp.80 Trilyun.

451
PROGRAM
USD/ton GREEN FUEL
TIDAK BISA BERJALAN ....

29 November 2019
KESIMPULAN ANTARA ....
1. Pemerintah mempunyai masalah pada defisit neraca perdagangan migas dan impor migas yang
semakin membesar.
2. Pemerintah meminta Pertamina dan PLN untuk meningkatkan pemakaian CPO.
3. Pemerintah juga menjalankan program B30 :
- untuk meningkatkan harga CPO yang terpuruk
- untuk mengurangi impor migas.
4. Walaupun belum dimulai, Program B30 sudah memberikan signal positif berupa kenaikan harga
CPO sebesar 175 USD/ton, dan diperkirakan akan meningkat lagi ketika B30 sudah berjalan efektif.
5. Pertamina dan PLN meminta harga CPO dalam kisaran 385 USD/ton.
6. Pertamina dan PLN juga meminta kepastian pasokan.

• Program B30 untuk menjaga kestabilan harga CPO dari perkebunan existing yang 14 juta HA.
• Program B30 hanya mampu mengurangi impor BBM, tidak mampu mengganti impor seluruhnya.
• Diperlukan Perkebunan Energi, Perkebunan Sawit yang didedikasian untuk energi, untuk
memberikan kepastian harga kepastian pasokan terhadap Pertamina dan PLN.
• Perkebunan Energi ini harus masif, sehingga Indonesia bisa untuk tidak impor BBM lagi
29 November 2019
STRUKTUR HARGA DI PERKEBUNAN ENERGI
Relatif Tetap Relatif Tetap

Rain
Harga Harga Harga
Sun Light

Green Fuel Plant


Plantation
Green Fuel

CPO Mill
Land

Loan CPO
TBS Rp/liter
Relatif Rp/kg Rp/kg Relatif Tetap
Labor Tetap
Fluktuasi Fluktuasi
Fertilizer

Integrasi => Struktur harga green fuel stabil


Tidak terintegrasi => Struktur harga green fuel fluktuatif
14
PERKEBUNAN ENERGI 12 JUTA HEKTAR
“Untuk memberikan kepastian
pasokan dan kepastian harga
kepada Green Fuel Refinery”

Harga :
Harga :
Pupuk , SDM = terprediksi
1 juta hektar, Bensin = terprediksi
Sinar matahari =0
100 x 100 km2 Solar = terprediksi
Hujan =0
LPG = terprediksi
Bunga Bank = tetap

Manfaat : + 400 USD/ton + Rp.8500/liter


• Akan menghasilkan 50 juta ton CPO
• Indonesia tidak perlu mengimpor minyak lagi, dalam 15 tahun mendatang.
• Akan mensejahterakan 24 juta rakyat

DANA = 12 jt x 50 jt/ha = Rp 600 trilyun, dibagi dalam 15 tahun = Rp.40 trilyun/tahun.


29 November 2019
LOKASI ALTERNATIF YANG LAIN ....
Perkebunan Energi :
Adalah suatu entitas bisnis milik negara, yang melakukan usaha
dalam bidang perkebunan dan hasilnya semata-mata untuk
menyediakan energi untuk masyarakat.
6% DARI WILAYAH NKRI UNTUK PERKEBUNAN ENERGI
(12 JUTA HEKTAR)

4
1
7

1 JUTA HEKTAR = 100 X 100 KM


16
PRINSIP-PRINSIP PERKEBUNAN ENERGI
 Investasi perkebunan dan Green Refinery dilakukan oleh Pemerintah atau BUMN.
 Swasta menjadi kontraktor O&M nya.
 Perkebunan Energi diusahakan secara geografis berjauhan dari perkebunan
kelapa sawit konvensional.
 CPO dari Perkebunan Energi harus diawasi ketat agar tidak masuk ke pasar
konvensinal agar tidak mendistorsi harga.
 Perkebunan Energi dan Green Refinery menggunakan teknologi terbaru,
sehingga biaya produksinya bisa seoptimal mungkin.
- Bibit Pohon Sawit unggul yang bisa berproduksi di atas 5 ton CPO/ha/tahun.
- PKS terintegrasi dengan Biogas Plant, dengan oil losses yang minimal.
- Teknologi Green Refinery yant paling unggul dan paling proven.
- Pabrik Pupuk berada di lokasi itu juga

17
RENCANA PRELIMINARY
Sasaran Program 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 ......... 2033 ..... 2039

Studi Kelayakan █

DED 1 juta hektar no.1 █

Pembukaan 1 jt hektar no.1 █



DED 1 juta hektar no.2
Pembukaan 1 jt hektar no.2 █

DED 1 juta hektar no.3
Pembukaan 1 jt hektar no.3 █

DED 1 juta hektar no.4
Pembukaan 1 jthektar no.4 █

DED 1 juta hektar no.5
Pembukaan 1 jt hektar no.5 █

DED 1 juta hektar no.6
Pembukaan 1 jt hektar no.6
DED 1 juta hektar no.7
Dst .... ....

Pembukaan 1 jt hektar █

no.12
Hasil CPO (jt ton) 4 24 50

29 November 2019
STUDI KELAYAKAN 2020
 Mencari terobosan teknologi produksi agar HPP CPO bisa < 400 USD/ton
- bibit unggul
- pemanenan modern
- PKS yang modern terintegrasi
- Pabrik pupuk yang lokasinya optimal
 Due dilligence teknologi, investement cost, processing cost Green Refinery.
 Membuat Peraturan Pemerintah yang mendukung
 Telah melibatkan para stake holder dari awal :BRIN,Deptan,ESDM, Pertamina,
Deperind, BIG, BPS, Kemenhan, ATR,Bappenas, Depdagri, Kemnaker, KLH, dsb...
 Risk Management
 Funding Sources ..
 Many issuess .....
----
 Cari Funding FS
 Cari Team Pelaksana FS

29 November 2019
DISKUSI ......

29 November 2019