Anda di halaman 1dari 12

1.

TUJUAN PERCOBAAN
Pada akhir percobaan praktikan diharapkan dapat :
- Membuat sumber tegangan dengan memakai sistem pembagi tegangan
- Mengambar grafik tegangan keluaran (V0), sebagai fungsi tahanan R2 pada
pembagi tegangan tanpa beban
- Menggambar grafik pembagi tegangan untuk :
- Tegangan keluaran (V0) sebagai fungsi tahanan beban (Rb)
- Daya keluar (Pb) sebagai fungsi tahanan beban (Rb).
- Menentukan harga pembanding tahanan R1 dan R2, sehingga dapat
menyalurkan daya maksimum.
R2
- Menentukan harga pembanding tegangan V0/V sebagai fungsi untuk
R1  R2
berbeban maupun tidak berbeban.

2. TEORI DASAR
a. Pembagi tegangan tanpa beban.
Dalam bidang teknik listrik maupun elektronik kita sangat memerlukan sumber
tegangan yang tepat sesuai dengan kebutuhan kita.
Sebuah pembagi tegangan diatur sedemikian rupa sehingga menyerupai sumber
tegangan yang mana tegangan keluarnya dapat kita tentukan sesuai kebutuhan.
Hubungan pembagi tegangan adalah merupakan hubungan seri dari dua buah
tahanan dan lihat gambar 1.

Vi : Tegangan masukan (input)


V0 : Tegangan keluaran (output
V1 : Teganan pada R1

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 1


Tegangan keluaran (V0) dapat dihitung dengan menggunakan rangkaian seri sbb:
V
I  i  RT  R1  R2
RT
Vi
I  V0  I.R2
R1  R2
Vi
V0  xR2
R1  R2

R2
V0  Vi  Rumus ini hanya berlaku untuk pembagi tegangan tanpa
R1  R2
Beban

b. Pembagi Tegangan berbeban


Apabila pembagi tegangan diberi beban (lihat gambar 2), maka akan ada arus
yang melewati Rb (tahanan beban). Berhubung Rb dan R2 keadaannya parallel,
Rumus untuk pembagi tegangan tanpa beban tidak berlaku bagi pembagi
tegangan berbebann.

I R2 .Rb
R p
R2  Rb
R1 V1
V1
R1
Vi Vi
R2 Rp V0
V0 Rb

Gambar 2

Dari persamaan rangkaian diatas didapat


Vi
V0 = I . I
Rp R1  Rp
Vi
V  R Vo
Vi .Rp VV .Rp
R1  R p
o p o i
R1  Rp R1  Rp
Rumus ini berlaku untuk pemasangan tegangan yang berbeban

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 2


3. PERALATAN YANG DIGUNAKAN
- Catu daya DC
- Tahanan 220 Ω dan 470Ω
- Potensiometer 1 kΩ
- Volmeter
- Kabel penghubung
- Papan percobaan

4. LANGKAH KERJA
4.1. Buatlah rangkaian seperti gambar 4-1

R1 1 KΩ
Vi
10 V
R2
1 KΩ
V0

Gambar 4-1
4.2 Ukurlah Vo dengan Volt meter dan aturlah harga tahanan R1 dan R2 sesuai
table 1.
Buatlah rangkaian seperti gambar 4-2

R1 1 KΩ
Vi
R2
1 KΩ Rb
V0

Gambar 4-2
Ukurlah Vo dengan volt meter dan ubahlah harga R1, R2 dan Rb sesuai
dengan table 2.

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 3


1. TUGAS DAN PERTANYAAN
1. Buatlah grafik tegangan keluaran (Vo), fungsi tahanan R2, pada pembagi
tegangan tanpa beban.
2. Buatlah grafik tegangan keluaran (Vo), fungsi tahanan beban Rb, pada pembagi
tegangan berbeban.
3. Buatlah grafik daya keluaran (Pb), fungsi tahanan beban Rb, pada pembagi
tegangan berbeban.
4. Diinginkan pada beban 10 ohm, mempunyai tegangan 5 volt sedang sumber
tegangan untuk pembagi tegangan adalah 12 volt. Berapa harga pembanding
tahanan R1 dan R2, sehingga daya yang ditransfer ke beban maximum
R2
5. Buatlah grafik tegangan perbandingan Vo/V sebagai fungsi untuk
R1  R2

berbeban maupun tidak berbeban

6. Tabel Data
Tabel 1
V1 = 10 Volt
Pengukuran Perhitungan
No R1 (Ω) R2 (Ω) R2
V0 ( Volt) V  V
0
R1  R2 1

1 0 1000 10 V 10 V

2 200 800 8,2 V 8V

3 400 600 6,2 V 6V

4 600 400 4,2 V 4V

5 800 200 2,2 V 2V

6 1000 0 0V 0V

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 4


Tabel 2
a. V1 = 10 Volt
Rb = 220 Ω
Pengukuran Perhitungan
No R1 (Ω) R2 (Ω) R2 .Rb V 
Rp
V
V0 ( Volt) R 
P R2 R
0
R1  R p 1
b

1 1000 0 0V 0Ω 0V
2 800 200 1,4 V 104,761 Ω 1.158 V
3 600 400 2,1 V 141,935 Ω 1,913 V
4 400 600 3V 160,975 Ω 2,869 V
5 200 800 4,6 V 172,549 Ω 4,631 V
6 150 850 5,2 V 174,766 Ω 5,381 V
7 100 900 6V 176,785 Ω 6,387 V
8 50 950 7,2 V 169,23 Ω 7,719 V
9 0 1000 9,5 V 180,327 Ω 10 V

b. V1 = 10 Volt
Rb = 470 Ω
Pengukuran Perhitungan
No R1 (Ω) R2 (Ω) R2 .Rb Rp
V0 ( Volt) R  V  V
P R2 R 0
R1  Rp 1
b

1 1000 0 0V 0Ω 0V
2 800 200 1,8 V 140,298 Ω 1,492 V
3 600 400 2,8 V 216,091 Ω 2,647 V
4 400 600 4,1 V 263,551 Ω 3,971 V
5 200 800 5,9 V 296,062 Ω 5,968 V
6 150 850 6,5 V 302,651 Ω 6,686 V
7 100 900 7,2 V 308,759 Ω 7,553 V
8 50 950 8,2 V 314,436 Ω 8,628 V
9 0 1000 9,7 V 319,727 Ω 10 V

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 5


Analisis Data
Job 1
V1 = 10 Volt
𝑅2 1000
1. Vo = 𝑅1+𝑅2 × 𝑉1 = 0+1000 × 10 = 10 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2 800
2. Vo = 𝑅1+𝑅2 × 𝑉1 = 200+800 × 10 = 8 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2 600
3. Vo = × 𝑉1 = × 10 = 6 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅1+𝑅2 400+600
𝑅2 400
4. Vo = 𝑅1+𝑅2
× 𝑉1 = 600+400
× 10 = 4 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2 200
5. Vo = 𝑅1+𝑅2
× 𝑉1 = 800+200
× 10 = 2 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2 0
6. Vo = 𝑅1+𝑅2
× 𝑉1 = 1000+0
× 10 = 0 𝑣𝑜𝑙𝑡

Job 2
V1 = 10 V, Rb = 220 Ω
𝑅2+𝑅𝑏 0𝑥220
1. Rp = = =0Ω
𝑅2+𝑅𝑏 0+220
𝑅𝑝 0
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 1000+0 × 10 = 0 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2+𝑅𝑏 200𝑥220
2. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 200+220 = 104,761 Ω
𝑅𝑝 104,761
Vo = × 𝑉1 = × 10 = 1,158 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅1+𝑅𝑝 800+104,761
𝑅2+𝑅𝑏 400𝑥220
3. Rp = = = 141,935 Ω
𝑅2+𝑅𝑏 400+220
𝑅𝑝 141,935
Vo = × 𝑉1 = × 10 = 1,913 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅1+𝑅𝑝 600+141,935
𝑅2+𝑅𝑏 600𝑥220
4. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 600+220 = 160,975 Ω
𝑅𝑝 160,975
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 400+160,975 × 10 = 2,869 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2+𝑅𝑏 800𝑥220
5. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 800+220 = 172,549 Ω
𝑅𝑝 172,549
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 200+172,549 × 10 = 4,631 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2+𝑅𝑏 850𝑥220
6. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 850+220 = 174,766 Ω
𝑅𝑝 174,766
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 150+174,766 × 10 = 5,381 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2+𝑅𝑏 900𝑥220
7. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 900+220 = 176,785 Ω
𝑅𝑝 176,785
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 100+176,785 × 10 = 6,387 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2+𝑅𝑏 950𝑥220
8. Rp = = = 169,23 Ω
𝑅2+𝑅𝑏 950+220
𝑅𝑝 169,23
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 50+169,23 × 10 = 7,719 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2+𝑅𝑏 1000𝑥220
9. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 1000+220 = 180,327 Ω
𝑅𝑝 180,327
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 1000+180,327 × 10 = 10 𝑣𝑜𝑙𝑡

Job 3
V1 = 10 V, Rb = 470 Ω
𝑅2+𝑅𝑏 0𝑥470
1. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 0+470 = 0 Ω
𝑅𝑝 0
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 1000+0 × 10 = 0 𝑣𝑜𝑙𝑡

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 6


𝑅2+𝑅𝑏 200𝑥470
2. Rp = = = 140,298 Ω
𝑅2+𝑅𝑏 200+470
𝑅𝑝 140,298
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 800+140,298 × 10 = 1,492 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2+𝑅𝑏 400𝑥470
3. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 400+470 = 216,091 Ω
𝑅𝑝 216,091
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 600+216,091 × 10 = 2,647 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2+𝑅𝑏 600𝑥470
4. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 600+470 = 263,551 Ω
𝑅𝑝 263,551
Vo = × 𝑉1 = × 10 = 3,971 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅1+𝑅𝑝 400+263,551
𝑅2+𝑅𝑏 800𝑥470
5. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 800+470 = 296,062 Ω
𝑅𝑝 296,062
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 200+296,062 × 10 = 5,968 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2+𝑅𝑏 850𝑥470
6. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 850+470 = 302,759 Ω
𝑅𝑝 302,759
Vo = × 𝑉1 = × 10 = 6,686 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅1+𝑅𝑝 150+302,759
𝑅2+𝑅𝑏 900𝑥470
7. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 900+470 = 308,759 Ω
𝑅𝑝 308,759
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 100+308,759 × 10 = 7,553 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅2+𝑅𝑏 950𝑥470
8. Rp = 𝑅2+𝑅𝑏 = 950+470 = 314,436 Ω
𝑅𝑝 314,436
Vo = × 𝑉1 = × 10 = 8,628 𝑣𝑜𝑙𝑡
𝑅1+𝑅𝑝 50+314,436
𝑅2+𝑅𝑏 1000𝑥470
9. Rp = = = 319,727 Ω
𝑅2+𝑅𝑏 1000+470
𝑅𝑝 319,727
Vo = 𝑅1+𝑅𝑝 × 𝑉1 = 1000+319,727 × 10 = 10 𝑣𝑜𝑙𝑡

Pembahasan
Pada percobaan kali ini adalah pengukuran rangkaian pembagi
tegangan baik dengan beban dan tanpa beban. Dalam rangkaian ini
menggunakan komponen resistor dan potensiometer. Resistor yang
digunakan memiliki nilai 220 Ω dan 470 Ω, sedangkan untuk
Potensiometer yang digunakan mengikuti nilai R1 dan R2 pada job 1,2,dan
3, serta tegangan yang digunakan adalah 10 V. Untuk pengukuran ini
bahan-bahan yang diperlukan adalah 2 buah multimeter, kabel jemper, 1
buah breadboard, 2 buah kabel penghubung, 6 buah penjepit buaya, dan 1
buah catu daya.
Untuk merangkaikan rangkaian tanpa beban kita gunakan breadboard
sebagai media tempat merangkai, hal pertama yang digunakan adalah
menghubungkan kaki R1 dan R2 secara seri dan menghubungkan kabel
pada kaki R1 dan R2 yang tidak terhubung untuk sumber tegangan.
Selanjutnya kita mengukur menggunakan multimeter, yang pertama adalah
mengukur sumber tegangan apakah sudah sesuai dengan yang kita
inginkan atau tidak, yang kedua menyesuaikan nilai R1 dan R2 dengan
kalibrasi dan mengukur potensio R1 dan R2, kemudian barulah kita
mengukur tegangan pada R2. Untuk rangkaian dengan beban Rb 220 Ω
dan Rb 470 Ω kita ikuti langkah sebelumnya, namun sebelum mengukur
tegangan Rb kita harus memasang Rb secara paralel dengan R2.
 Pada job 1 Vo pengukuran dan Vo perhitungan pada tabel 1
memiliki selisih 0 – 0,2 Volt.

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 7


 Pada job 2 Vo pengukuran dan Vo perhitungan pada tabel 2
memiliki selisih 0 – 0,5 Volt.
 Pada job 3 Vo pengukuran dan Vo perhitungan pada tabel 3
memiliki selisih 0 – 0,4 Volt.
Dari ketiga job di atas diketahui bahwa selisih pada job 2 dan job 3
memiliki selisih lebih besar dibanding job 1. Hal ini terjadi karena resistor
yang digunakan panas dan potensio tidak stabil saat kalibrasi seiring lama
digunakannya kedua komponen tersebut yang kemudian mempengaruhi
hasil pengukuran.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengukuran, dapat disimpulkan bahwa tegangan yang


masuk melalui resistor akan terbagi ketika melalui resistor.Sehinggategangan
yang terbagi berbanding lurus dengan nilai resistansinya. Maka tegangan input
(V ini) lebih besar daripada tegangan output (V out). Tegangan yang terbagi
pada tiap resistor merupakan rasio dan resistansi total pada rangkaian
dikalikan dengan tegangan total rangkaian.

Tugas
1. Grafik tegangan keluaran (Vo), fungsi tahanan R2, pada pembagi tegangan
tanpa beban.

Grafik Keluaran V0 Pada R2


12
10 10
8 8
6 6
V0
4 4
2 2
0 0
0 200 400 600 800 1000

2. Grafik tegangan keluaran (Vo), fungsi tahanan beban Rb, pada pembagi
tegangan berbeban.
 Grafik tagangan keluaran (V0), fungsi tahanan beban Rb (220 Ω)

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 8


Grafik Keluaran V0 pada Rb 220Ω
12

10 10

8 7.719
6.387 V0
6
5.381
4.631
4
2.869
2 1.913
1

0 0
200 400 600 800 850 900 950 1000

 Grafik tegangan keluaran (Vo), fungsi tahanan beban Rb (470 Ω)

Grafik Keluaran V0 Pada Rb 470 Ω


12

10 10
8.628
8 7.553
6.686
6 5.968 V0

4 3.971
2.647
2
1.492

0 0
0 200 400 600 800 850 900 950 1000

3. Grafik daya keluaran (Pb), fungsi tahanan beban Rb, pada pembagi
tegangan berbeban.

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 9


Grafik Daya Keluaran Pb Pada Rb
0.6
0.554
0.5

0.4
0.352
0.3 0.312 Rb 220 Ω
0.23 Rb 470 Ω
0.236
0.2 0.165 0.184
0.12
0.147
0.1 0.059 0.124
0.032
0.015 0.051
0 0 0.001 0.002
0 200 400 600 800 850 900 950 1000

4.

R1 1 KΩ

R2
1 KΩ
V0

Dik : V1 = 12 V
V0 = 5 V
Rb = 10 Ω
Dit : R1 : R2 = ...?
𝑅2
Penyelesaian :𝑉0 = 𝑅1+𝑅2 𝑉𝑖
𝑅2
5 = 𝑅1+𝑅2 12

5 = 12𝑅2 . (𝑅1 + 𝑅2)−1


12𝑅2 .(𝑅1+𝑅2)−1 =5
12𝑅2
5
(𝑅1 + 𝑅2)−1 = 12𝑅2
12𝑅2
𝑅1 + 𝑅2 − 𝑅2 = −R2
5
7𝑅2
R1 = 5

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 1


0
Dari penyelesaian di atasjika R2 = 5 maka R1 = 7, R1 : R2 = 7 : 5.
5. Grafik tegangan perbandingan Vo/V sebagai fungsi R2/R1+R2 pada
rangkaian berbeban maupun tidak berbeban.
 Grafik tegangan perbandingan Vo/V sebagai fungsi R2/R1+R2
pada rangkaian tidak berbeban.

Grafik PerbandinganVo/V Tanpa


Beban
12
10 8.2 10
8 6.2 8
6 4.2 6 V0 Perhitungan
4 4
2.2 V0 Pengukuran
2 2
0 0
0 200 400 600 800 1000

 Grafik tegangan perbandingan Vo/V sebagai fungsi R2/R1+R2


pada rangkaian berbeban (Rb = 220Ω).

Grafik PerbandinganVo/V pada Rb


12
220 Ω
10 10
9.5
V0
8 7.2 7.719 Perhitungan
6 6.387
6 5.2
4.6 4.631 5.381
4 V0
3
2.1 2.869 Pengukuran
2 1.4 1.913

0 0
200 400 600 800 850 900 950 1000

 Grafik tegangan perbandingan Vo/V sebagai fungsi R2/R1+R2


pada rangkaian berbeban (Rb = 220Ω).

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 1


1
Grafik PerbandinganVo/V Pada Rb
12
470 Ω
10 10 9.7
8.628
8 7.553 8.2
V0
6.686 7.2
6.5 Perhitungan
6 5.968 5.9 V0
4 4.1 Pengukuran
3.971
2.647 2.8
2 1.8
1.492
0 0
0 200 400 600 800 850 900 950 1000

Lab. Listrik Dasar - Pembagi Tegangan 1


2