Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

PENULISAN BERITA
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Public Relations
Dosen Pengampu: Muhammad Khoirul Fikri, M.E.I

Disusun oleh: Kelompok 9

Nailul Faizah (4117)


Resti Destiana Putri (4117280)
Trimono (4117)

Kelas : B

JURUSAN EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
IAIN PEKALONGAN
2019

iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul
“Penulisan Berita” tanpa ada halangan suatu apapun. Sholawat serta salam
semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Saw yang
kita nantikan syafa’atnya di yaumul qiyamah.

Penyusunan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah


Public Relations di semester 4 tahun akademik 2018/2019. Dalam penulisan
makalah ini, tentunya banyak pihak yang telah memberikan bantuan baik secara
moril maupun materil. Oleh karena itu, kami menyampaikan ucapan terima kasih
kepada :

1. Bapak M. Khoirul Fikri, M.E.I selaku dosen pengampu mata kuliah Public
Relations
2. Teman-teman yang telah memberikan bantuannya kepada kami, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu
kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Pekalongan, 8 April 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

JUDUL ...................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ............................................................................. ii

DAFTAR ISI ........................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang .............................................................................. 2


B. Rumusan Masalah ......................................................................... 3
C. Tujuan Penulisan Makalah ............................................................ 3

BAB II PEMBAHASAN

A. Berita dan Produk Tulisan............................................................. 4


B. Kualitas Berita ............................................................................... 5
C. Opini Wartawan dan Fakta Opini ................................................. 7
D. Komposisi Berita ......................................................................... 17
E. Jenis-Jenis Berita .............................................................................

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ................................................................................. 23

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Rumusan Masalah:

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dirumuskan


permasalahan sebagai berikut:

1.
C. Tujuan Penulisan:
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Berita dan Produk Tulisan


Pada dasarnnya, sebagian besar produk tulisan public relations adalah
produk berita. Press release adalah berita, isi newsletter adalah berita atau isi
company profile adalah berita. Karena itu, produk tulisan public relations harus
mengandung “berita” bagi publik. Berita adalah segala sesuatu yang hangat,
faktual serta menarik perhatian sejumlah orang.
Segala tulisan yang dikirim public relations ke media harus bernilai berita.
Karena itu, wawasan public relatios dalam memahami teknik jurnalistik
(membuat berita) mutlak diperlukan. Namun wawasan tersebut tidak ada
artinya bila public relations tidak mempraktikannya. Publc relations harus
kreatif “membuat atau menciptakan berita.”

B. Kualitas Berita
Kapan sebuah tulisan yang dibuat public relations dikategorikan sebagai
berita yang baik? Apa yang tertulis dalam Pasal 3 Kode Wartawan Indonesia
tahun 2006 bisa dijadikan patokan umum untuk menilai kualitas berita, yaitu
“wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara
berimbang dan adil, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi
serta menerapkan asas praduga tak bermasalah.”
Dari uraian Kode Etik di atas dapat dijabarkan karakteristik berita yang
sebaiknya dibuat praktisi public relations.
1. Berita Itu Objektif
Objektivitas berita adalah ukuran baik tidaknya sebuah berita sesuai
kaidh-kaidah jurnalistik. Objektivitas berita mencakup dua hal, yaitu:
a) Fakultualitas, berita harus berdasarkan fakta bukan karangan atau opini
wartawan. Ciri-ciri sebuah berita yang factual ialah
- Berita mengandung kebenaran (truth). Fakta dalam berita harus dapat
dikonfirmasi ulang atau dicek dengan sumber berita.

5
- Tidak mencampuradukkan antara fakta dengan opini pribadi
wartawan.
- Berita harus lengkap (completeness), artinya dibangun atas unsur-
unsur berita yang lengkap, yaitu 5W + 1H.
- Berita harus relevan (relevance) dengan kondisi berita itu disebarkan,
artinya si pembuat berita harus mempertimbangkan dampa berita
bagi publik.
- Berita harus informative (informativeness), artinya mampu
memberikan informasi yang jelas dan lengkap mengenai peristiwa
yang diberitakan.
b) Impartialitas, berita mesti tidak berpihak pada golongan tertentu dan
tidak sepotong-sepotong dalam memberitakan peristiwa. Ciri-ciri berita
imparsial:
- Berita mesti seimbang dalam pemberitaannya (balance). Berita harus
menceritakan apa sesungguhnya yang terjadi.
- Berita mesti netral. Netral dimaksudkan untuk tidak memihak salah
satu pihak dengan memberikan opini-opini pribadi wartawan.
- Berita seharusnya tidak sepotong-sepotong. Maksudnya, berita ditulis
berdasarkan konteks peristiwa secara keseluruhan dan tidak dipotong-
potong oleh kecenderungan subjektif.

2. Narasumber Kredibel
Berita yang baik adalah berita yang menampilkan narasumber atau
sumber berita yang terjamin kapabilitasnya dalam memberikan kesaksian
atau informasi tentang peristiwa yang diberitakannya. Narasumber yang
dipilih haruslah yang memiliki keahlian dibidangnya, keterkaitan dengan
peristiwa bisa dipercaya.
3. Berita Harus Bernilai (Memiliki News Values/News Worthy)
Agar menarik minat khalayak untuk membacanya, maka berita
harus mengandung nilai berita (news values). Bagi seorang public relations,
nilai berita ini penting sewaktu membuat press release yang dikirim ke

6
media. Press release harus dipersiapkan dengan baik sehingga institusi
media masa tidak terlalu kesulitan untuk menyesuaikannya dengan
karakteristik publik media yang bersangkutan. Semakin media menganggap
berita yang disampaikan mmelalui press release itu menarik (mempunyai
nilai jual), maka semakin besar untuk dapat dimuat. Wartawan pun- karena
kompetesi ketat- tentu akan selektif dalam membuat berita. Tentu ia ingin
beritanya dibaca orang. Karena itu dipilih mana yang dapat menarik
perhatian dan penting untuk khalayak.
4. Jenis Nilai Berita
Berita diyakini akan dapat merangsang orang untuk membaca jika
berkaitan dengan:
 Sesuatu peristiwa yang terbaru (aktual)
 Proksimitas (kedekatan)
 Magnitude (kebesaran)
 Prominence (kemasyhuran)
 Tema-tema menarik (human interest)

C. Opini Wartawan dan Fakta Opini


Dalam jurnalistik dikenal dua macam fakta:
a. Fakta sosilologis
Yaitu fakta yang berupa peristiwa atau kejadian fisik di
masyarakat, seperti bencana alam, demonstrasi, kecelakaan, kebakaran,
pertandingan sepak bola, dan sebagaianya. Fakta sosiologis diperoleh dari
observasi wartawan di lapangan.
b. Fakta psikologis atau fakta opini
Fakta opini adalah pernyataan, penilaian, dan pendapat sumber
berita. Jadi, bukan pendapat pribadi wartawan. Fakta ini diperoleh dari
hasil wawancara wartawan dengan sumber berita.

7
D. Komposisi Berita
Berita disusun erdasarkan struktur atau komposisi yang yang terdiri
dari tiga hal:
1. Judul (Kepala Berita atau headnews)
Kepala berita atau judul adalah tulisan yang pertama kali dibaca
orang. Judul adalah etalase berita. Karena itu harus dikemas semenarik
mungkin sehingga orang terangsang membaca. Hal- hal yang berkaitan
degan judul:
 Judul pertama kali dilihat atau dibaca orang, karena itu judul harus
menarik.
 Judul ditulis singkat dan jelas dengan komposisi huruf yang menarik
 Judul harus mencerminkan isi berita. Judul merupakan istisari berita.
 Meski membuat judul adalah bagian penting dari tugas jurnalistik,
tetapi tugas membuat judul adalah tugas editor. Wartawan bisa saja
membuat judul, namun keputusan akhir untuk menentukan judul ada
pada editor (redaksi).
2. Teras Berita (Lead)
Teras berita adalah bagian berita yang terletak di alenia atau
paragraph pertama. Teras berita harus menarik perhatian orang. Gagal
membuat teras berita maka gagal menarik simpati pembaca.
Fungsi teras berita:
 Menarik perhatian pembaca setelah membaca judul
 Mengandung pokok terpenting berita atau introduksi berita
 Membantu pembaca yang sibuk beraktivitas
 Memudahkan penulis sendiri untuk melanjutkan tulisannya ke
bagian tuuh berita hingga akhir/ penutup.

Karena itu pengetahuan membuat teras berita (lead) ini sangat


perlu bagi praktisi public relations. Pedoman membuat teras berita yang
dibuat oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam 11 Pedoman
Penulisan Teras Berita, yaitu:

8
1. Teras berita yang menempati alinea atau paragraph pertama, harus
mencerminkan pokok terpenting berita.
2. Alinea atau paragraf pertama, dapat terdiri dari satu kalimat, akan
tetapi sebaiknya jangan lebih dari tiga kalimat.
3. Teras berita jangan mengandung lebih dari antara 30 dan 45 perkataan.
Apabila teras berita singkat, misalnya terdiri dari 25 perkataaan atau
kurang dari jumlah itu, maka hal itu lebih baik.
4. Teras berita harus ditulis sebegitunya, sehingga akan:
a. Mudah ditangkap dan dimengerti, mudah diucapkan ketika
menggunakan media radio, TV, serta mudah diingat.
b. Kalimat-kalimat singkat, sederhana, mengindahkan bahasa baku.
c. Jelas melaksanakan ketentuan “satu gagasan dalam satu kalimat.”
d. Tidak memuat sekaligus, semua unsur 5W + 1H.
e. Diperbolehkan memuat lebih dari unsur 5W+ 1H.
5. Hal yang begitu mendesak namun berfungsi sebagai penambah atau
pelengkap keterangan, hendaknya dimuat dalam badan berita.
6. Teras berita, sesuai dengan naluri manusia yang ingin segera
mengetahui apa yang telah terjadi, sebaiknya mengutarakan unsur apa.
Unsur apa tersebut, diberikan dalam ungkapan kalimat yang sesingkat
mungkin, yang menyimpulkan atau mengintisarikan kejadian yang
diberitakan.
7. Teras berita, juga bisa dimulai dengan unsur siapa (who), karena ini
selalu menarik perhatian (interest manusia). Apalagi kalau unsur apa
itu ialah orang yang menjadi tokoh masyarakat atau kegiatan dibidang
kegiatan lapangan. Akan tetapi, kalau unsur siapa itu tidak menonjol,
maka ia tidak dipakai dalam permulaan berita.
8. Teras berita, jarang menggunakan unsur when atau bilamana pada
permulaannya. Sebab unsur waktu jarang merupakan bagian yang
menonjol dalam kejadian. Unsur waktu hanya dipakai sebagai
permulaan teras berita, jika unsur itu bermakna khusus dalam berita.

9
9. Urutan unsur dalam teras berita, sebaiknya unsur tempat dahulu,
kemudian disusul unsur waktu.
10. Unsur baagaimana (how) dan unsur mengapa (why), dalam bagian
berita. Jadi tidak dalam teras berita.
11. Teras berita, dapat dimulai dengan kutipan tersebut (quotations)
seseorang. Asal kutipan tersebut tidak sesuatu kalimat yang panjang.
Berikut beberapa contoh teras berita yang dilihat dari jenis unsur
kelengkapan berita yang mengawalinya:
a. Unsur what
Ribuan buruh dari 12 perusahaan di Medan dan sekitarnya, Rabu
(29/11), berunjuk rasa. Mereka menutut agar pasokan gas dan listrik
berlangsung normal. Krisis gas dan listrik di daerah itu dalam dua
bulan terakhir mengakibatkan 15 parik di Kawasan Industri Medan
terancam tidak bisa beroperasi (judul berita: Buruh Berunjuk Rasa:
Tak Hanya Industri Besar yang Terkena Krisis Listrik dan Gas).
b. Unsur when
Memasuki musim tanam pada akhir tahun ini, petani di Lampung baik
yang bergabung dalam kelompok tani maupun petani lepas
mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk urea. Kalaupun ada,
harganya jauh diatas harga eceran tertinggi atau HET. Itu pun, petani
harus menunggu lima hari sampai satu pecan untuk mendapatkannya
(Judul berita: Harga Pupuk di Lampung di atas HET).
c. Unsur who
Mantan Gubernur Sulawesi Tengah Aminuddin Ponulele mulai diadili
di Pengadilan Negeri Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (29/11). Dia diadili
sebagai terdakwa kasus korupsi Dana Transportasi Pemulangan
Pengungsi Poso Rp 1, 25 miliar (Judul berita: Mantan Gubernur
Sulteng Mulai Diadili).
d. Unsur why
Gara-gara cemburu, Musa Siregar nekat menusuk Jupri, pria yang
menjadi teman istrinya, Selasa (28/11) sekitar pukul 23.00. Akibatnya

10
Jupri yang sedang bertamu ke kamar indekos Musa di Jalan Hipli RT 7
RW 6, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, ini tewas (Judul berita:
Cemburu, Suami Bunuh Teman Istri).
e. Unsur where
Jalan tol ruas Porong-Gempol di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur,
yang akhirnya ditutup seterusnya pasti akan menyebabkan seluruh
pengusaha angkutan umum trayek Surabaya, Malang, Pasuruan, dan
Banyuwangi merugi karena anjloknya pendapatan (Judul berita:
Pendapatan Angkutan Anjlok)
f. Unsur how
Topan itu datang tiba-tiba. Dimalam yang gelap, di tengah asyiknya
tidur, segenap warga Panjarakan dikagetkan oleh suara gemuruh
disertai guncangan angin yang dahsyat. Dalam waktu sekejap puluhan
rumah hancur.
3. Tubuh Berita (Isi Berita)
Isi berita adalah uraian lebih lengkap dari berita. Dalam membuat
berita, model yang paling sering digunakan adalah model pramida terbalik.
Selain itu ada model piramida tegak. Untuk piramida tegak, bagian awal
(kerucut) adalah pembukaan yang merupakan bagian yang paling tidak
penting. Bagian tengah adalah body atau urauan berita. Bagian paling
bawah adalah kesimpulan yang merupakan bagian paling penting.

11
E. Jenis-Jenis Berita
Jenis-jenis berita yang sifat penulisannya berkaitan dengan produk-
produk tulisan public relations adalah:
1. Berdasarkan Tema Berita
a. Hardnews
Berita hardnews adlah berita yang bertemakan peristiwa-
peristiwa yang “berat”, kontroversial, berdampak besar bagi masyarakat
dan termasuk disini adalah tema-tema yang “kurang menyenangkan.”
Contohnya, perang, bencana alam, kriminalitas, konflik, kecelakaan,
demonstrasi-demonstrasi, dan lainnya. Karena sifatnya inilah, tidaklah
heran jika berita hardnews sering dimuat sebagai headline(berita
utama)dihalaman depan surat kabar.
b. Soft News

12
Berita soft news adalah berita yang temanya berkaitan dengan
peristiwa-peristiwa yang relatif “ringan”, biasanya menyenangkan, dan
dampaknya terhadap masyarakat tidak terlalu besar. Dibanding
headnews, sifat aktualny tidak terlalu besar. Biasanya unsur menarik
yang menggugah emosional pembaca materi berita ini, misalnya
kelucuan, unik atau jarang terjadi. Contoh berita ini antara lain: berita
pernikahan artis, kisah sukses atlet, pembukaan pameran oleh pejabat,
kelahiran anak singa di kebun binatang, anak presiden makan di warung
pinggir jalan, dan lainnya.
2. Berdasarkan Pola Penulisan
a. Berita Langsung (Straight News)
Berita jenis ini mempunyai pola penulisan singkat, ringkas dan
langsung (to the point). Wartawan tidak terlalu mendalam mengurai isi
berita yang menyangkut unsur bagaimana(how) dan mengapa(why).
Unsur-unsur terpenting dari peristiwa harus langsung disampaikan ke
pembaca. Karena itu, aktualitas adalah unsur terpenting. Untuk meunlis
press release, disarankan agar public reletions menulis dalam bentuk
berita lansung. Tujuannya agar menyampaikan berita secara cepat,
artinya informasi yang terpenting segera mungkin diketahui pembaca.
b. Stop-Press
Stop-press adalah berita yang sngat penting, aktualitasnya tinggi,
dan mempunyai nilai berita tinggi, eksklusif, sehingga harus secepatnya
dimuat tanpa menunda waktu. Biasanya berita jenis ini dilakukan
karena persaingan yang tinggi antarmedia. Prinsipnya “siapa cepat dia
yang unggul.” Ada yang menyebut sebagai “breaking news”. Karena
sangat pentng, berita ini ada di halaman muka dan diberi tanda “stop-
press” atau “breaking news”.
c. Berita Spot (Spotnews)
Berita langsung yang dilaporkan dari tempat kejadian atau
wartawan langsung bertemu dengan kejadian yang dilaporkan.
d. Kisah (Feature)

13
Feature adlah berita yang khas. Pola penulisannya menyerupai
karangan. Disebut khas karena bukan hanya berita tentang sesuatu
yang faktual, tetapi ada unsur menarik yaitu sesuatu yang dapat
menyentuh emosional orang (human-touch). Layak tidaknya feature
dimuat bukan karena berita itu penting, melainkan karena berita itu
ditulis secara menarik atau memang beritanya itu sendiri menarik.
Features ialah tulisan kreatif yang terutama di rancang guna
memberi informasi sambil menghibur tentang sesuatu kejadian situasi,
atau aspek kehidupan seeorang.
Tujuan penulisan feature adalah untuk menghibur, menimbullkan
rasa haru, kasihan, takjub, bangga, rasa keindahan, dan sebagainya.
Karena dikemas dengan setuhan-sentuhan humanis, berdasarkan
temanya feature bisa disebut sebagai human interest. Ada tiga macam
features, yakni:
1. Features berita (news features)
Features berita biasanya muncul bersamaan dengan
terjadinya suatu peristiwa. Dalam hal ini, news features lebih
membicarakan kejadian dari peristiwa tersebut dengan disertai
proses timbulnya kejadian itu.
2. Features ilmu pengetahuan (science feature)
Features ilmu pengetahuan biasanya dikemukakan dengan
cukup berbobot. Ciri tulisan ini ditandai oleh kedalaman
pembahasan dan objektivitas pandangan yang dikemukakan.
Features jenis ini juga bisa kita baca di beberapa koran dan
majalah, seperti KOMPAS, Tiara, Trubus, Intisari, Info Komputer,
dan lainnya.
3. Features minat manusia(human interest features)
Features minat manusia yakni jenis features yang lebih
banyak yang menuturkan situasi yang menimpa orang, dengan cara
penyajian tulisan yang menyentuh hati dan menyentil perasaan.

14
e. Berita Lengkap (Complex News)
Bentuk penulisan berita ini berbeda dengan bentuk berita
langsung. Berita lengkap adalah berita yang secara detail menguraikan
unsur-unsur berita(who, what, when, why, where, dan how) secara
lengkap. Berita ini bisa diperoleh dari laporan pandangan mata atas
suatu peristiwa.
f. In-Depth News
Yaitu, jenis berita yang kompleks, komprehensif, dan
mendalam, bertujuan bukan hanya mendeskripsikan peristiwa tetapi
tetapi juga mengeksplorasi hal-hal di balik sebuah peristiwa. Berita ini
merupakan hasil investigasi mendalam untuk mengungkap peristiwa
sampai ke akar-akarnya.

15
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

16
DAFTAR PUSTAKA

17