Anda di halaman 1dari 3

Modal kerja adalah modal yang digunakan oleh perusahaan sebagai biaya operasi perusahaan yang perputaran kasnya

kurang sari satu tahun melalui hasil penjualan produksinya. ... Sedang modal kerja bersih ( net working capital ) adalah
aktiva lancar dikurangi hutang lancer

Munawir dalam buku yang berjudul “Analisa Laporan Keuangan”menyatakan bahwa: “Besarnya modal kerja yang
dibutuhkan oleh suatu perusahaan” dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:
1. Sifat atau tipe dari perusahaan. Modal kerja pada suatu perusahaan jasa relatif akan lebih kecil dibandingkan
dengan modal kerja pada perusahaan industri, karena perusahaan jasa tidak memerlukan investasi yang besar dalam kas,
piutang maupun persediaan.
2. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang yang akan dijual serta harga satuan
dari barang tersebut. Semakin panjang waktu yang diperlukan untuk memproduksi atau memperoleh barang tersebut,
maka semakin besar pula modal kerja yang diperlukan.
3. Syarat pembelian bahan atau barang dagangan. Jika syarat kredit yang diterima pada waktu pembelian
menguntungkan, maka akan sedikit uang kas yang harus diinvestasikan dalam persediaan bahan atau barang dagangan.
Sebaliknya bila pembayaran atas bahan atau barang yang dibeli tersebut harus dilakukan dalam jangka waktu yang
pendek, maka uang kas yang diperlukan untuk membiayai persediaan akan semakin besar.
4. Syarat penjualan. Semakin lunak kredit yang diberikan perusahaan kepada para pembeli, akan mengakibatkan
semakin besar jumlah modal kerja yang harus diinvestasikan dalam komponen piutang-piutang.
5. Tingkat perputaran persediaan. Semakin tinggi tingkat perputaran tersebut, maka jumlah modal kerja yang
dibutuhkan rendah.

Pendahuluan

Pasar modal adalah instrumen keuangan yang memperjual belikan surat-surat berharga berupa obligasi saham untuk
jangka panjang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta, dan kegiatannya dilaksanakan di bursa
dimana tempat bertemunya para pialang yang mewakili investor.

Perkembangan pasar modal dipengaruhi oleh beberapa indikator pasar modal seperti nilai kapitalisasi, nilai saham yang
ditransaksikan, dan indeks harga saham. Perubahan dari variable-variabel tersebut akan berpengaruh pada stabilitas
perekonomian maupun stabilitas politik dan keamanan yang merefleksikan tingkat kepercayaan pelaku ekonomi
terhadap kondisi domestik.

Faktor-faktor pertumbuhan ekonomi adalah akumulasi modal, pertumbuhan penduduk dan tenaga kerja, dan
kemajuan teknologi. Akumulasi modal terjadi apabila sebagian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan dengan
tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari. Pertumbuhan penduduk dan tenaga kerja merupakan
faktor positif dalam merangsang pertumbuhan ekonomi. Kemajuan teknologi dapat meningkatkan nilai tambah yang
tinggi.[5]

Pengaruh Pasar Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Pertumbuhan ekonomi di suatu negara disebabkan oleh banyak sekali faktor, salah satunya adalah faktor perkembangan
sektor finansial. Perkembangan sektor finansial mampu memicu perumbuhan ekonomi suatu negara, seperti telah
banyak dikemukakan oleh para ahli ekonomi secara teoritis maupun penelitian empiris. Sektor finansial di suatu negara
dapat terdiri dari beberapa sub-sektor seperti bank umum, lembaga keuangan non-bank, pasar modal dan pasar uang.

Pada perekonomian terbuka, perkembangan pasar modal yang positif akan direspon oleh investor asing dengan
pembelian efek atau saham di bursa sehingga terjadi capital inflow yang membawa nilai tukar pada apresiasi, begitu
pula sebaliknya. Selain itu, perkembangan pasar saham yang meningkat akan membawa perusahaan-perusahaan
permodalan yang lebih kuat karena dana yang terhimpun untuk kebutuhan investasi pada sektor-sektor yang lebih luas
dapat meningkat dan hal ini mengindikasikan peningkatan investasi riil. Sebaliknya jika tingkat perkembangan pasar
modal tergolong rendah maka akan menurunkan tingkat investasi riil. Perkembangan pasar modal yang tinggi akan
membawa perekonomian pasa surplus neraca pembayaran karena tingkat aliran dana yang berasal dari luar negeri lebih
cepat dibandingkan tingkat aliran barang, sehingga terjadi balance of payment surplus. Pada akhirnya perubahan
pertumbuhan nilai tukar, pertumbuahan investasi riil, pertumbuhan tingkat inflasi, dan neraca pembayaran akan
berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan menghasilkan trickle down-effect yang bermuara pada perbaikan tingkat
kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Hasil

Peran penting pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional adalah perkembangan pasar modal akan
berpengaruh pada indikator-indikator makro ekonomi seperti nilai tukar riil, tingkat inflasi, dan juga pertumbuhan
ekonomi yang diukur berdasarkan produk domestik bruto riil. Pada akhirnya perubahan pertumbuhan nilai tukar,
pertumbuahan investasi riil, pertumbuhan tingkat inflasi, dan neraca pembayaran akan berpengaruh pada pertumbuhan
ekonomi dan menghasilkan trickle down-effect yang bermuara pada perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara
keseluruhan.

Pembahasan

Pentingnya peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional terlihat dari perkembangan pasar
modal akan berpengaruh pada indikator-indikator makro ekonomi seperti nilai tukar riil, tingkat inflasi, dan juga
pertumbuhan ekonomi yang diukur berdasarkan produk domestik bruto riil. Pada perekonomian terbuka, perkembangan
pasar modal yang positif akan direspon oleh investor asing dengan pembelian efek atau saham di bursa sehingga terjadi
capital inflow yang membawa nilai tukar pada apresiasi, begitu pula sebaliknya. Selain itu, perkembangan pasar saham
yang meningkat akan membawa perusahaan perusahaan permodalan yang lebih kuat karena dana yang terhimpun untuk
kebutuhan investasi pada sektor-sektor yang lebih luas dapat meningkat dan hal ini mengindikasikan peningkatan
investasi riil. Sebaliknya jika tingkat perkembangan pasar modal tergolong rendah maka akan menurunkan tingkat
investasi riil. Perkembangan pasar modal juga diperlukan dalam mengurangi tingkat inflasi karena perkembangan pasar
modal mengindikasikan perekonomian yang berada pada kondisi derived supply, sehingga bersifat anti-inflatior.

Perkembangan pasar modal yang tinggi akan membawa perekonomian pasa surplus neraca pembayaran karena tingkat
aliran dana yang berasal dari luar negeri lebih cepat dibandingkan tingkat aliran barang, sehingga terjadi balance of
payment surplus. Pada akhirnya perubahan pertumbuhan nilai tukar, pertumbuahan investasi riil, pertumbuhan tingkat
inflasi, dan neraca pembayaran akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi dan menghasilkan trickle downeffect
yang bermuara pada perbaikan tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Kesimpulan

Peran pasar modal sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hal ini terlihat dari perkembangan pasar
modal akan berpengaruh pada indikator makro ekonomi seperti nilai tukar rill, tingkat inflasi, dan juga pertumbuhan
ekonomi yang diukur berdasarkan produk domestik bruto rill yang mana pada akhirnya akan bermuara pada perbaikan
tingkat kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Peran pasar modal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional terlihat pada sumbangsih pasar modal terhadap
pertumbuhan ekonomi di Indonesia hampir mencapai 12%. Angka tersebut tersalurkan lewat penerimaan pajak negara
yang kontribusinya mencapai 10% sepanjang 2016

>> Analisis rasio ini digunakan untuk memberikan gambaran informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja
perusahaan yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan bisnis.
>> Analisis rasio keuangan digunakan oleh dua pengguna utama, yakni investor dan manajemen. Investor
menggunakan rasio keuangan untuk melihat apakah perusahaan itu investasi yang bagus atau tidak. Dengan
membandingkan rasio keuangan antar perusahaan dan antar industri, investor dapat menentukan investasi mana yang
paling baik. Sedangkan manajemen menggunakan rasio keuangan untuk menentukan seberapa baik kinerja perusahaan
untuk mengevaluasi kemana perusahaan dapat memperbaiki diri.

www.jurnalmanajemen.com
www.financialku.com
www.jurnal.id