Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu penentu dalam meningkatkan
kemajuan suatu bangsa. Melalui pendidikan dapat menjadikan masyarakat
yang cerdas memiliki keterampilan dan keahlian serta mampu menghadapi
tantangan, perubahan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
dan akhirnya masyarakat akan mampu bersaing dengan bangsa lain dalam era
globalisasi. Mengingat pentingnya peranan pendidikan, maka perlu dilakukan
peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai upaya harus dilakukan dan
diselesaikan dengan memuat perubahan dan perkembangan yang menuju
kearah kualitas pendidikan secara terprogram, terarah, intensif, efektif dan
efisien.
Dalam memenuhi tuntutan yang kuat untuk meningkatkan kualitas
pendidikan maka diperlukan perubahan atau inovasi dalam pendidikan seperti
dalam bidang manajemen pendidikan, metodologi pengajaran, media, sumber
belajar, pelatihan guru, dan implementasi kurikulum. Inovasi tersebut perlu
dilakukan karena melalui program inovasi dalam bidang pendidikan,
diharapkan kualitas pendidikan dapat terwujud dan memiliki kesesuaian
dengan perubahan yang ada di masyarakat, sehingga pendidikan mampu
mampu menciptakan masyarakat yang madani.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran?
2. Apa tujuan Inovasi Pendidikan?
3. Apa saja kontribusi inovasi dalam pendidikan?
4. Apa saja masalah pendidikan sebagai sumber inovasi?
5. Apa saja faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam inovasi
pendidikan?
6. Apa saja hambatan dalam inovasi pendidikan?

1
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Inovasi Pendidikan dan
Pembelajaran.
2. Untuk mengetahui tujuan inovasi pembelajaran.
3. Untuk mengetahui kontribusi inovasi dalam pendidikan.
4. Untuk mengetahui masalah pendidikan sebagai sumber inovasi.
5. Untuk mengetahui faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam
inovasi pendidikan.
6. Untuk mengetahui hambatan dalam inovasi pendidikan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN INOVASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN


Inovasi berarti pembaharuan dan perubahan. Suatu perubahan dapat
dikatakan sebagai bentuk inovasi apabila perubahan tersebut dilakukan
dengan sengaja, untuk mencapai tujuan tertentu, atau untuk memecahkan
suatu masalah tertentu. Sehingga dalam pelaksanaannya sesuatu yang baru itu
tidak semuanya bersifat baru dan belum pernah ada/ tercipta sebelumnya
(Invensi/ Invention). Namun, sesuatu yang baru disini juga bisa berupa
sesuatu yang baru yang sudah ada sebelumnya tetapi dalam konteks lain
(diskoveri/ Discovery).1
Menurut Everett M. Rogers “An innovation is an idea, practice, or
object that is perceived as new by an individual or other unit of adoption”,
Inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau obyek/ benda yang disadari
dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompuk untuk
diadopsi.2 Sementara dalam kamus Oxford, dijelaskan bahwa inovasi adalah
memperkenalkan sesuatu yang baru atau perubahan dari apa yang ada
sekarang, praktek baru atau metode yang telah ada. Sedangkan Miles
mengartikan inovasi sebagai sesuatu yang disengaja, baru, perubahan khusus
yang dianggap lebih manjur untuk mewujudkan tujuan dari sebuah sistem.3
Dalam hal ini, kebaruan inovasi diukur secara subjektif menurut pandangan
individu yang menerimanya. Karena ungkapan dianggap/ dirasa baru terhadap
suatu ide, praktek atau benda oleh sebagian orang, belum tentu juga pada
sebagian yang lain, kesemuanya tergantung apa yang dirasakan oleh individu
atau kelompok terhadap ide, praktek atau benda tersebut.

1 Wina Sanjaya, Kurikulum Dan Pembelajaran , ( Jakarta : Prenada Media Group, 2008) 317.

2 Daryanto dan Mulyo Rahardjo, Model Pembelajaran Inovatif (Yogyakarta, Gava Media, 2012)
180.

3 Zainal Arifin, Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum (Bandung: Remaja Rosdakarya,
2014), 294.

3
Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa Inovasi
adalah suatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai sesuatu yang
baru bagi seseorang atau sekelompok orang baik berupa hasil invensi maupun
diskoveri yang dilakukan secara sengaja untuk mencapai tujuan tertentu atau
untuk memecahkan masalah tertentu.
1. Inovasi Pendidikan
Pendidikan adalah suatu sistem, maka inovasi pendidikan mencakup
hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan dan
melibatkan berbagai unsur yang satu sama lain saling terkait. Inovasi
pendidikan adalah suatu perubahan yang baru dan secara kualitatif berbeda
dari hal sebelumnya, serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan
kemampuan guna untuk mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.4
Inovasi tidak hanya sekedar terjadinya perubahan dari suatu keadaan
kepada keadaan lainnya, akan tetapi terdapat unsur kesengajaan, unsur
kualitas yang lebih baik dari sebelumnya, dan terarah pada peningkatan
berbagai kemampuan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Timbulnya
inovasi didalam pendidikan disebabkan oleh adanya persoalan dan
tantangan yang perlu dipecahkan dengan pemikiran baru yang mendalam
dan progresif.
Jadi, inovasi pendidikan merupakan usaha mengadakan perubahan
dengan tujuan untuk memperoleh hal yang lebih baik dalam bidang
pendidikan atau untuk memperbaiki aspek-aspek pendidikan agar lebih
efektif dan efisien. Salah satu contoh yang merupakan inovasi dalam
pendidikan yaitu Pendidikan karakter.
2. Inovasi Pembelajaran
Pembelajaran adalah inti dari pendidikan. Oleh karenanya
pemecahan masalah pendidikan harus terfokus pada kualitas pembelajaran.
Kualitas pembelajaran yang baik menghendaki seluruh komponen
pembelajaran harus baik dan terintegrasi dalam suatu sistem. 5
Pembelajaran merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk

4 Udin Syaefudin Sa’ud, Inovasi Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2009) 6.

5 Wagiran, “Inovasi Pembelajaran dalam Penyiapan Tenaga Kerja Masa Depan”, Pendidikan
Teknologi dan Kejuruan, Vol.16 No. 1 (Mei, 2007) 48.

4
memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. 6 Implikasinya bahwa
pembelajaran sebagai suatu proses harus dirancang, dikembangkan dan
dikelola secara kreatif, dinamis, dengan menerapkan pendekatan multi
untuk menciptakan suasana dan proses pembelajaran yang kondusif bagi
siswa.7 Inovasi pembelajaran adalah suatu upaya baru dalam proses
pembelajaran, dengan menggunakan berbagai metode, pendekatan, sarana
dan suasana yang mendukung untuk tercapainya tujuan pembelajaran.
Dalam hal ini, pendidik harus mempunyai dua kompetensi utama yaitu
kompetensi substansi materi pembelajaran atau penguasaan materi
pelajaran, dan kompetensi metodologi pelajaran.8
Pembelajaran sebagai suatu sistem atau proses membelajarkan
peserta didik yang direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara
sistematis agar peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara
aktif, efektif, dan inovatif. Pembelajaran merupakan sesuatu yang
kompleks, artinya segala sesuatu yang terjadi pada proses pembelajaran
harus merupakan sesuatu yang sangat berarti baik ucapan, pikiran maupun
tindakan.
Jadi, inovasi pembelajaran adalah sebuah upaya pembaharuan
terhadap berbagai komponen yang diperlukan dalam penyampaian materi
pelajaran dari pendidik kepada peserta didik dengan tujuan untuk
meningkatkan kualitas pendidikan yang berlangsung. Contoh inovasi
dalam pembelajaran yaitu pembelajaran kuantum (Quantum Learning).

B. TUJUAN INOVASI PENDIDIKAN


Inovasi bertujuan untuk melakukan perubahan dalam arah positif. Jika
inovasi berhasil diadopsi, maka akan terjadi berbagai perubahan,
pembaharuan, dan peningkatan kualitas dalam bidang pendidikan. Inovasi
dikatakan berhasil bila berdampak positif bagi proses pembelajaran peserta

6 Prastyawan, “Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran”, Al Hikmah, Vol.1 No.2 (September, 2011)
71.

7 Udin Syaefudin Sa’ud, Inovasi, 124.

8 Syaiful Sagala, Konsep dan Makna Pembelajaran (Bandung: Alfabeta, 2013) 64.

5
didik.9 Inovasi pendidikan pada dasarnya merupakan suatu perubahan
ataupun pemikiran cemerlang dibidang pendidikan yang bercirikan hal baru,
atau berupa praktek-praktek pendidikan tertentu maupun produk dari hasil
olah pikir dan olah teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu, yang
diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan pendidikan yang
timbul dan memperbaiki suatu keadaaan pendidikan, atau proses pendidikan
tertentu yang terjadi dimasyarakat. Seperti : meningkatkan pemerataan
kesempatan pendidikan, meningkatkan pemerataan pelayanan pendidikan,
meningkatkan mutu, proses dan hasil pendidikan, meningkatkan efisiensi dan
efektivitas penyelenggaraan pendidikan, meningkatkan kesesuaian proses dan
hasil pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan pembangunan,
serta meningkatkan kesadaran dan kegemaran masyarakat untuk senantiasa
belajar sepanjang hayat.10
Menurut Stephen Robbins, Inovasi sebagai suatu gagasan baru yang
diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk maupun
proses, dan jasa. Robbin memfokuskan pada 3 hal utama, yaitu gagasan baru,
produk dan jasa, serta upaya perbaikan.11 Adanya gagasan baru dari suatu
olah pikir dalam mengamati suatu fenomena yang terjadi dalam dunia
pendidikan baik dari hasil invensi maupun diskoveri. Kemudian, hasil
langkah lanjutan dari gagasan baru tersebut yang ditindak lanjuti dengan
berbagai aktivitas, kajian, penelitian dan percobaan sehingga menghasilkan
konsep yang lebih konkret, dalam bentuk produk dan jasa yang siap
dikembangkan dan diimplementasikan. Serta usaha yang sistematis untuk
melakukan penyempurnaan-penyempurnaan dan melakukan perbaikan
(improvement) yang terus-menerus, sehingga buah inovasi itu bisa dirasakan
manfaatnya dan berguna.

9 Wagiran, Inovasi, 48-49.

10 Tim Pengembang MKDP. Kurikulum dan Pembelajaran (Jakarta: Rajawali Pers, 2015) 242-
243.

11 Tim Pengembang MKDP. Kurikulum...., 222.

6
C. KONTRIBUSI INOVASI DALAM PENDIDIKAN
Inovasi dalam pendidikan, dapat diamati dari karakteristik perubahan
yang sedikit-sedikit atau sebagian komponen, sampai kepada perubahan atau
inovasi yang drastis, dan perubahan yang menyeluruh atau total terhadap
semua komponen dalam sistem pendidikan yang ada. Dalam kaitannya
dengan kontribusi inovasi pendidikan, Huberman membagi sifat perubahan
dalam inovasi kedalam enam kelompok, yaitu:12
1. Penggantian (Substitution)
Misalnya inovasi dalam penggantian jenis sekolah, penggantian bentuk
perabot, alat-alat atau sistem ujian yang lama diganti dengan yang baru.
2. Perubahan (Alternation)
Misalnya upaya mengubah tugas guru yang tadinya hanya bertugas
mengajar, juga harus bertugas menjadi guru bimbingan dan penyuluhan.
Perubahan semacam ini mengandung sifat mengganti hanya sebagian
komponen dari sekian banyak komponen yang masih dapat dipertahankan
dalam sistem yang lama.
3. Penambahan (Addition)
Inovasi yang bersifat penambahan terhadap komponen yang terdapat
dalam sistem yang masih perlu dipertahankan. Misalnya adanya
pengenalan cara penyusunan dan analisis item tes objektif dikalangan guru
sekolah dasar dengan tidak mengganti atau mengubah cara-cara penilaian
yang sudah ada.
4. Penyusunan kembali (Restructuring)
Upaya penyusunan kembali berbagai komponen yang ada dalam sistem
dengan maksud agar mampu menyesuaikan diri dengan tuntutan dan
kebutuhan. Misalnya upaya menyusun kembali urutan mata pelajaran atau
keseluruhan sistem pengajaran.
5. Penghapusan (Elimination)
Upaya pembaruan dengan cara menghilangkan aspek-aspek tertentu dalam
pendidikan atau pengurangan komponen-komponen tertentu dalam
pendidikan atau penghapusan pola atau cara-cara lama. Seperti menghapus
mata pelajaran tertentu seperti mata pelajaran menulis halus.

12 Tim Pengembang MKDP. Kurikulum....,245-246.

7
6. Penguatan (Reinforcement)
Yaitu upaya peningkatan untuk memperkokoh atau memantapkan
kemampuan atau pola dan cara-cara yang sebelumnya terasa lemah.
Misalnya upaya peningkatan atau pemantapan kemampuan tenaga dan
fasilitas, sehingga berfungsi secara optimal dalam mempermudah
tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

D. MASALAH PENDIDIKAN SEBAGAI SUMBER INOVASI


Ada beberapa masalah pokok yang dihadapi dunia pendidikan yang
menjadi sumber pentingnya sebuah inovasi dalam pendidikan. Masalah
tersebut diantaranya yaitu masalah relevansi pendidikan, masalah kualitas/
mutu pendidikan, masalah efektifitas dan efesiensi, dan masalah pemerataan
pendidikan.13
1. Masalah Relevansi Pendidikan
Relevansi adalah kesesuaian antara kenyataan atau pelaksanaan
dengan tuntutan dan harapan. Dalam konteks pendidikan, relevansi adalah
kesesuaian antara pelaksanaan dan hasil pendidikan dengan kebutuhan dan
tuntutan masyarakat.
Masalah relevansi pendidikan ini dapat dilihat dari tiga sisi yaitu:14
a) Relevansi pendidikan dengan lingkungan hidup siswa. Artinya, apa
yang diberikan disekolah harus sesuai dengan kondisi, kebutuhan dan
tuntutan masyarakat tempat siswa tinggal.
b) Relevansi pendidikan dengan tuntutan kehidupan siswa baik untuk
masa sekarang maupun masa yang akan datang. Artinya, isi kurikulum
harus mampu menjawab kebutuhan siswa pada masa yang akan datang,
atau mampu mempersiapkan siswa agar kelak dapat hidup
menyesuaikan tuntutan zaman. Oleh karena itu, apa yang diberikan
disekolah harus teruji memiliki nilai guna untuk kehidupan siswa
dimasa yang akan datang.

13 Umar Tirtarahardja dan La Sulo, Pengantar Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2000) 227.

14 Sanjaya, Kurikulum, 318-319.

8
c) Relevansi pendidikan dengan tuntutan dunia kerja. Artinya sekolah
mempunyai tanggung jawab dalam mempersiapkan peserta didik yang
memiliki keterampilan dan kemampuan sesuai dengan dunia kerja.
2. Masalah Kualitas/ mutu Pendidikan
Rendahnya kualitas pendidikan juga dianggap sebagai suatu masalah
yang dihadapi dunia pendidikan kita dewasa ini, baik dari segi proses
maupun hasil.15
a) Dari segi proses, adalah adanya anggapan bahwa selama ini proses
pendidikan yang dibangun oleh guru dianggap cenderung terbatas pada
penguasaan materi pelajaran atau bertumpu pada pengembangan aspek
kognitif tingkat rendah, yang tidak mampu mengembangkan kreatifitas
berfikir proses pendidikan atau proses belajar mengajar dianggap
cenderung menempatkan siswa sebagai objek yang harus diisi dengan
berbagai informasi dan bahan-bahan hafalan.
b) Dari segi hasil, rendahnya kualitas pendidikan, dapat dilihat dari
tidak meratanya setiap sekolah dalam mencapai rata-rata nilai Ujian
Nasional (UN). Ada sekolah yang dapat mencapai nilai rata-rata tinggi,
namun di lain sisi juga terdapat banyak sekolah yang mencapai nilai
UN di bawah standar. Hal ini juga membuat pengelola sekolah berlaku
kurang jujur ketika UN agar nilai rata-ratanya mencapai standar
kelulusan.
3. Masalah Efektifitas dan Efesiensi
Efektifitas berhubungan dengan tingkat keberhasilan pelaksanaan
pembelajaran yang didesain oleh guru untuk mencapai tujuan
pembelajaran, baik tujuan dalam skala sempit, maupun tujuan dalam skala
yang lebih luas. Sedangkan efisiensi berhubungan dengan jumlah biaya,
waktu dan tenaga yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu.

15 Sanjaya, Kurikulum,320.

9
4. Masalah pemerataan pendidikan
Pemerataan pendidikan adalah persoalan yang terkait dengan
pelaksanaan sistem pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang
dapat menyediakan kesempatan seluas-luasnya kepada warga negara untuk
memperoleh pendidikan, sehingga pendidikan menjadi wahana bagi
sumber daya manusia dalam menunjang pembangunan suatu bangsa.16

E. FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM


INOVASI PENDIDIKAN
Faktor-faktor utama yang perlu diperhatikan dalam inovasi pendidikan
adalah guru (pendidik), siswa (peserta didik), kurikulum, fasilitas, dan
program/ tujuan.
1. Guru
Dalam pelaksanaan pendidikan, Guru merupakan pihak yang sangat
berpengaruh dalam proses belajar mengajar. Kepiawaian dan kewibawaan
guru sangat menentukan kelangsungan proses belajar mengajar di kelas
maupun efeknya di luar kelas. Guru harus pandai membawa siswanya
kepada tujuan yang hendak dicapai. Maka dalam pembaharuan pendidikan,
keterlibatan guru mulai dari perencanaan inovasi pendidikan sampai
dengan pelaksanaan dan evaluasinya memainkan peran yang sangat besar
bagi keberhasilan suatu inovasi pendidikan. Oleh karena itu, guru
memiliki peran utama dan pertama baik sebagai pendidik, pembimbing,
pengajar, pelatih, pelaksana, maupun sebagai inovator kurikulum.17
2. Siswa
Sebagai obyek utama dalam pendidikan terutama dalam proses belajar
mengajar, siswa memegang peran yang sangat dominan. Dalam proses
belajar mengajar, siswa dapat menentukan keberhasilan belajar melalui
penggunaan intelegensi, daya motorik, pengalaman, kemauan dan

16 Abdul Kadir, Dasar-dasar Pendidikan (Jakarta: Kencana, 2012) 243.

17 Arifin, Konsep dan Model, 312.

10
komitmen yang timbul dalam diri mereka tanpa ada paksaan. Hal ini bisa
terjadi apabila siswa juga dilibatkan dalam proses inovasi pendidikan,
walaupun hanya dengan mengenalkan kepada mereka tujuan dari pada
perubahan itu mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaan.
3. Kurikulum
Kurikulum dipersiapkan dan dikembangkan untuk mencapai tujuan
pendidikan, yakni memepersiapkan peserta didik agar mereka dapat hidup
di masyarakat.18 Kurikulum merupakan komponen yang sangat penting
dalam sistem pendidikan. Karena didalamnya bukan hanya menyangkut
tujuan dan arah pendidikan saja, tetapi juga pengalaman belajar yang harus
dimiliki setiap siswa serta bagaimana mengorganisasi pengalaman itu
sendiri. Kurikulum pendidikan, lebih sempit lagi kurikulum sekolah
meliputi program pengajaran dan perangkatnya merupakan pedoman
dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh karena itu
kurikulum sekolah dianggap sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan
dalam proses belajar mengajar di sekolah, sehingga dalam pelaksanaan
inovasi pendidikan, kurikulum memegang peranan yang sama dengan
unsur-unsur lain dalam pendidikan. Tanpa adanya kurikulum dan tanpa
mengikuti program-program yang ada di dalamya, maka inovasi
pendidikan tidak akan berjalan sesuai dengan tujuan inovasi itu sendiri.
4. Fasilitas
Fasilitas, termasuk sarana dan prasarana pendidikan, tidak bisa
diabaikan dalam dalam proses pendidikan khususnya dalam proses belajar
mengajar. Dalam pembahruan pendidikan, tentu saja fasilitas merupakan
hal yang ikut mempengaruhi kelangsungan inovasi yang akan diterapkan.19
Tanpa adanya fasilitas, maka pelaksanaan inovasi pendidikan akan bisa
dipastikan tidak akan berjalan dengan baik. Fasilitas, terutama fasilitas
pembelajaran merupakan hal yang esensial dalam mengadakan perubahan
dan pembahruan pendidikan.

18 Sanjaya, Kurikulum, 10.

19 Arifin, Konsep dan Model, 312.

11
12
5. Lingkup Sosial Masyarakat
Dalam menerapakan inovasi pendidikan, ada hal yang tidak secara
langsung terlibat dalam perubahan tersebut tapi bisa membawa dampak,
baik positif maupun negatif, dalam pelaklsanaan pembahruan pendidikan.
Masyarakat secara tidak langsung atau tidak langsung, sengaja maupun
tidak, terlibat dalam pendidikan. Sebab, apa yang ingin dilakukan dalam
pendidikan sebenarnya mengubah masyarakat menjadi lebih baik terutama
masyarakat di mana peserta didik itu berasal. Tanpa melibatkan
masyarakat sekitarnya, inovasi pendidikan tentu akan terganggu, bahkan
terhambat. Keterlibatan masyarakat dalam inovasi pendidikan sebaliknya
akan membantu inovator dan pelaksana inovasi dalam melaksanakan
inovasi pendidikan.

F. HAMBATAN DALAM INOVASI PENDIDIKAN


Ada beberapa hambatan utama yang sering menjadi halangan suatu
inovasi tidak berhasil secara optimal, yaitu: 20
1. Mental block barriers, adalah hambatan yang lebih disebabkan
oleh sikap mental. Diantaranya yaitu salah persepsi atau asumsi dan
cenderung berpikir negatif (seperti: malas, tidak mau mengambil resiko
terlalu dalam, dihantui oleh kecemasan dan kegagalan, berada pada
daerah aman dan nyaman, cenderung resisten/ menolak terhadap setiap
perubahan).
2. Culture block, adalah hambatan budaya. Diantaranya yaitu adat
yang sudah mengakar dan mentradisi, taat terhadap tradisi setempat, dll.).
3. Social block, adalah hambatan sosial. Hambatan inovasi sebagai
akibat dari faktor sosial dan pranata dari masyarakat sekitar. Diantaranya
yaitu perbedaan suku dan agama ataupun ras, perbedaan sosial ekonomi,
nasionalisme yang sempit, arogansi primordial, dan fanatisme daerah
yang kurang terkontrol).

BAB III

20 Tim Pengembang MKDP, Kurikulum, 246-247.

13
PENUTUP

KESIMPULAN :
Inovasi pendidikan adalah usaha mengadakan perubahan dengan
tujuan untuk memperoleh hal yang lebih baik dalam bidang pendidikan atau
untuk memperbaiki aspek-aspek pendidikan agar lebih efektif dan efisien.
Sedangkan Inovasi pembelajaran adalah sebuah upaya pembaharuan terhadap
berbagai komponen yang diperlukan dalam penyampaian materi pelajaran
dari pendidik kepada peserta didik dengan tujuan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan yang berlangsung. Tujuan inovasi tersebut yaitu untuk
memecahkan persoalan pendidikan yang timbul dan memperbaiki suatu
keadaaan pendidikan, atau proses pendidikan tertentu yang terjadi
dimasyarakat.

14
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal. 2014. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung:


Remaja Rosdakarya.

Daryanto dan Mulyo Rahardjo. 2012. Model Pembelajaran Inovatif. Yogyakarta :


Gava Media.

Kadir, Abdul. 2012. Dasar-dasar Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Prastyawan. 2011. Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran. Al Hikmah, 1 (2): 170-


180.

Sagala,Syaiful. 2013. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.

Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum Dan Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media


Group.

Syafeudin, Udin Saud. 2009. Inovasi Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Tim Pengembang MKDP. 2015. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Rajawali


Pers.

Tirtarahardja, Umar dan La Sulo. 2000. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka


Cipta.

Wagiran. 2007. Inovasi Pembelajaran Dalam Penyiapan Tenaga Kerja Masa


Depan. Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 16 (1): 43-55.

15
KONSEP DASAR INOVASI PENDIDIKAN
DAN PEMBELAJARAN

Makalah

Ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran
yang dibimbing oleh Bapak Dr. H. Suhadi Winoto, M. Ag.

Oleh:
MAR’AH NAILUL FAROH
NIM: 0849316006

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


PASCASARJANA IAIN JEMBER
16
FEBRUARI 2017
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................... i

DAFTAR ISI................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................ 1

A.............................................................................................Latar

Belakang ................................................................................ 1
B..............................................................................................Rumusa

n Masalah ............................................................................... 1
C..............................................................................................Tujuan

Masalah .................................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................... 3

A.............................................................................................Pengerti

an Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran............................... 3


B..............................................................................................Tujuan

Inovasi Pendidikan.................................................................. 5
C..............................................................................................Kontrib

usi Inovasi Dalam Pendidikan................................................ 6


D.............................................................................................Masalah

Pendidikan Sebagai Sumber Inovasi...................................... 7


E..............................................................................................Faktor-

Faktor Yang Perlu Diperhatikan Dalam Inovasi


Pendidikan.............................................................................. 9
F..............................................................................................Hambat

an Dalam Inovasi Pendidikan.................................................

BAB III PENUTUP ..................................................................................... 13

17
Kesimpulan ........................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 11

ii

18

Anda mungkin juga menyukai