Anda di halaman 1dari 38

MAKALAH SISTEM INFORMASI KESEHATAN

“Domain Sistem Informasi Kesehatan”

DosenPembimbing :
SRI ANGGRAENI, SKM, M.Kes

Disusunoleh :
Kelompok II

1. Erna Tri Susanti P278244191 59


2. Erni P278244191 60
3. Febriana Putri K. P278244191 61
4. Fertika Tusafifah P278244191 62
5. Firda Arnie Vivira P278244191 63
6. Fitria Agustina P278244191 64
7. Hesti Koma P278244191 65
8. Ika Agustina Pratiwi P278244191 66
9. Ika Candra Agustina P278244191 67
10. Ika Lisdiana P278244191 68
11. Ikke Nanda Nurbayu P278244191 64

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
PRODI D-4 KEBIDANAN ALIH JENJANG
BOJONEGORO
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga
dapat menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun
tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga
terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad SAW.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang "Domain
Sistem Informasi Kesehatan”. Kami sajikan berdasarkan pengamatan dari
berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan.
Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun
dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah
ini dapat terselesaikan. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen
pembimbing yaitu Ibu Sri Anggraeni, SKM, M.Kes. Yang telah membimbing
penyusun agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun karya tulis
ilmiah yang baik dan sesuai kaidah.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas
kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima
kasih.

Bojonegoro, 12 Januari 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN ...................................................................................... i

KATA PENGANTAR .................................................................................... ii

DAFTAR ISI ................................................................................................... iii

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 1

1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2

1.4 Manfaat ..................................................................................................... 2

TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................................... 3

2.1. Domain Sistem Informasi Kesehatan ....................................................... 3

2.2. Sistem Informasi Manajemen Dokumen .................................................. 6

2.3. Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik ........................................... 11

A. Pengertian Rekam Medis ........................................................................ 11

B. Pengertian Rekam Medis Elektronis ...................................................... 12

C. Manfaat teknologi informasi ..................................................................... 14

2.4 Sistem Informasi Geografis (SIG) .......................................................... 20

A. Pengertian Sistem Informasi Geografis .................................................. 20

B. Sub Sistem Sistem Informasi Geografis ................................................. 21

C. Komponen Sistem Informasi Geografi ................................................... 23

D. Karakteristik SIG .................................................................................... 24

E. Fungsi SIG .............................................................................................. 25

F. Aplikasi dan Pemanfaatan SIG ............................................................... 25

G. Kegunaan Sistem Informasi Geografis ................................................... 26

ii
H. Keuntungan SIG Bidang Kesehatan ....................................................... 26

I. Pemanfaatan SIG dalam Bidang Kesehatan ........................................... 27

PENUTUP ............................................................................................................. 31

3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 31

3.2 Saran ....................................................................................................... 32

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 33

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Secara umum domain sistem informasi kesehatan dapat dikelompokan
menjadi dua berdasarkan karateristik integrasi sistem informasi (Raghupathi
dan Tan, 2002 ). Kelompok pertama, adalah sistem informasi yang
mempunyai derajat integrasi internal yang tinggi (Kusumadewi S at al,
2009: 37)
Integrasi Internal adalah derajat integrasi antara berbagai macam
sistem dan teknologi informasi dalam sebuah organisasi.Manajemen
dokumen merupakan suatu sarana untuk menyampaikan pernyataan atau
informasi secara tertulis dari pihak satu kepada pihak lainnya. Adapun
manfaatnya adalah: sebagai bahan pengambilan keputusan, sebagai memori
suatu organisasi, sebagai referensi sejarah suatu organisasi, mengurangi
resiko teknis dan biaya, meningkatkan efisiensi dan proses kinerja
organisasi, serta meningkatkan proses pengendalian yang lebih baik.
Sistem informasi manajemen dokumen yang akan dibahas adalah
sistem informasi manajemen dokumen elektronik, yaitu suatu sistem
aplikasi pengelolaan dokumen hardcopy (dalam bentuk laporan paper
based) yang sudah diubah ke dalam format digital ataupun softcopy berupa
file tipe doc, ppt, xls, 3gp, avi, mkv, dll, kemudian diupload ke dalam
software tertentu. Dokumen yang sudah diupload tersebut kemudian dapat
diakses, dicari, ditampilkan, maupun didistribusikan oleh pengguna
dokumen melalui sistem ini.

1.2 Rumusan Masalah


Bagaimanakah Domain Sistem Informasi Kesehatan ?

1
1.3 Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk Meningkatkan Pengetahuan tentang Domain Informasi
Kesehatan.
1.3.2 Tujuan Khusus
1. Untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengertian Domain
Sistem Informasi Kesehatan
2. Untuk mengetahui tentang Sistem Informasi Manajemen
Dokumen
3. Untuk mengetahui tentang Sistem Informasi Rekam Medik
Elektronik
4. Untuk Mengetahui tentang Sistem Informasi Geografis

1.4 Manfaat
1. Diketahuinya pengertian Domain Sistem Informasi Kesehatan
2. Diketahuinya Sistem Informasi Manajemen Dokumen
3. Diketahuinya Sistem Informasi Rekam Medik Elektronik
4. Diketahuinya Sistem Informasi Geografis

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Domain Sistem Informasi Kesehatan


Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama
server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer
ataupun internet atau digunakan sebagai pengganti Alamat IP. Domain disebut
juga sebagai Alamat Website, seperti contohnya "google.com" dan lainnya.
Domain memiliki format huruf ( a,b,c dan seterusnya ), angka ( 1,2,3 dan
seterusnya ) dan simbol ( - ) sebagai nama url situs web. Anda dapat membuat
alamat website sesuai keinginan Anda, bisa menggunakan huruf, angka atau
simbol saja.
Jika dijelaskan secara rinci, domain memiliki beberapa fungsi dasar
sebagai berikut :
1. Memudahkan Pencarian Situs Website
Fungsi domain yang pertama untuk memudahkan aktivitas pencarian
website. Sebelum domain ditemukan, setiap website hanya bisa dibuka
dengan menggunakan alamat IP website tersebut, sehingga untuk
membuka 100 website yang berbeda, diperlukan 100 alamat IP yang
berbeda pula.
2. Memudahkan Pengingatan Situs Website
Selain memudahkan pencarian situs website, penggunaan domain juga
memudahkan pengguna situs website dalam mengingat alamat situs. Jika
sebelumnya pengingatan alamat situs hanya bisa dilakukan dengan
menghafal alamat IP yang berasal dari angka (pasti sulit dihafal), kini
dengan keberadaan domain, pengingatan alamat website dapat dilakukan
dengan menghafal alamat IP (cara sulit) dan juga menghafal alamat
domain (jauh lebih mudah).

3
3. Menunjukkan Kepemilikan Website
Fungsi domain yang ketiga adalah untuk menunjukkan kepemilikan
website. Seperti yang kita ketahui, sebuah domain hanya dapat digunakan
untuk satu website saja. Oleh karena itu, kebanyakan perusahaan besar
biasanya menggunakan nama perusahaan mereka sebagai domain website
mereka sehingga para penggunanya dapat mengetahui pemilik dari website
yang sedang dibukanya tersebut.
4. Menggambarkan Jenis Website
Fungsi domain yang berikutnya adalah untuk menggambarkan jenis
website. Beberapa website tertentu biasanya sengaja dibangun dengan
menggunakan domain khusus jenis website tersebut. Website – website
organisasi atau pun pendidikan misalnya, website jenis ini biasanya
menggunakan domain TLD .org (website organisasi) dan domain TLD
.edu (website pendidikan). Oleh karena itu, dengan melihat domain TLD
sebuah website, kita dapat mengetahui jenis website tersebut secara
langsung (meskipun tidak berlaku untuk beberapa website).
5. Menunjukkan Negara Asal Website
Fungsi domain yang terakhir adalah sebagai identitas asal negara website.
Beberapa website tertentu biasanya menggunakan domain negara mereka
sebagai domain website. Website – website milik pemerintah atau pun
organisasi pendidikan misalnya, website – website ini biasanya
menggunakan domain TLD .gov.id (untuk website pemerintahan) dan
domain TLD .ac.id (untuk website pendidikan) yang menginformasikan
identitas negaranya.
Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara
teknis disebut label), dipisahkan dengan titik. Label paling kanan menyatakan top-
level domain - domain tingkat atas/ tinggi (misalkan,
alamat www.wikipedia.org memiliki top-level domain org).
Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi
atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan: "subdomain" menyatakan
ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: wikipedia.org merupakan

4
subdomain dari domain org, dan id.wikipedia.org dapat membentuk subdomain
dari domain wikipedia.org (pada praktiknya, id.wikipedia.org sesungguhnya
mewakili sebuah nama host - lihat dibawah).
www.bungurnews.blogspot.com
^ ^ ^
| | |
| | |__________ Domain
| |__________________ Nama Domain
|__________________________ Subdomain

Berikut adalah nama nama domain beserta fungsinya :


gov – Digunakan Untuk Untuk Pemerintahan
edu – Digunakan Untuk Institusi pendidikan
org – Digunakan Untuk Organisasi / Kegiatan Nonprofit
mil – Digunakan Untuk Militer
com – Digunakan Untuk Organisasi Profit / Komersial
Untuk Indonesia terbagi menjadi beberapa sub domain seperti :
1. ac.id : Jenis domain yang digunakan bagi lingkungan akademik/perguruan
tinggi dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan.
Contoh : poltekkesdepkes-sby.ac.id
2. co.id : Jenis domain yang digunakan bagi organisasi komersial yang pada
ketentuan dan kebijakan selanjutnya hanya diperuntukan bagi perusahaan
dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan.
Contoh : kimiafarma.co.id
3. or.id : Jenis domain yang digunakan bagi organisasi selain organisasi yang
masuk kedalam kategori domain ac.id, co.id, net.id, go.id, mil.id, sch.id, dst
dengan ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan.
Contoh : bebras.or.id/v3/contoh-soal

5
4. net.id : Jenis domain yang digunakan bagi organisasi pemegang Izin
Penyelenggara jasa telekomunikasi dengan ketentuan dan kebijakan yang
telah ditentukan.
Contoh : webmail.indosat.net.id
5. web.id : Jenis domain yang digunakan bagi personal dan organisasi dengan
ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan.
Contoh : https://infokerjadepnaker.web.id/
6. sch.id : Jenis domain yang digunakan bagi sekolah dengan ketentuan dan
kebijakan yang telah ditentukan.
Contoh : www.sman1bojonegoro.sch.id
7. go.id : Jenis domain yang digunakan khusus bagi instansi pemerintah dengan
ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan.
Contoh : www.bojonegorokab.go.id
8. mil.id : Jenis domain yang digunakan bagi kalangan militer dengan ketentuan
dan kebijakan yang telah ditentukan.
Contoh : www.tni.mil.id
9. war.net.id Jenis domain yang digunakan bagi warung internet dengan
ketentuan dan kebijakan yang telah ditentukan.
Contoh : www.solar.war.net.id

2.2. Sistem Informasi Manajemen Dokumen


Sistem informasi manajemen dokumen yang akan dibahas adalah
sistem informasi manajemen dokumen elektronik, yaitu suatu sistem aplikasi
pengelolaan dokumen hardcopy (dalam bentuk laporan paper based) yang
sudah diubah ke dalam format digital ataupun softcopy berupa file tipe doc,
ppt, xls, 3gp, avi, mkv, dll, kemudian diupload ke dalam software tertentu.
Dokumen yang sudah diupload tersebut kemudian dapat diakses, dicari,
ditampilkan, maupun didistribusikan oleh pengguna dokumen melalui sistem
ini. Manajemen dokumen merupakan suatu sarana untuk menyampaikan
pernyataan atau informasi secara tertulis dari pihak satu kepada pihak lainnya.
Adapun manfaatnya adalah: sebagai bahan pengambilan keputusan, sebagai

6
memori suatu organisasi, sebagai referensi sejarah suatu organisasi,
mengurangi resiko teknis dan biaya, meningkatkan efisiensi dan proses
kinerja organisasi, serta meningkatkan proses pengendalian yang lebih baik.
Dengan penerapan sistem menajemen dokumen elektronik ini
diharapkan dapat:
a. Terciptanya pengelolaan dokumen yang lebih baik
b. Adanya penyimpanan salinan fisik file dokumen ke dalam media
elektronik
c. Menjaga keamanan dari informasi yang terkandung dalam dokumen dari
bahaya yang tidak diinginkan, seperti: kebakaran, banjir, kehilangan
dokumen, dll.
d. Sebagai sarana untuk mempercepat proses pencarian dokumen yang
dilakukan secra elektronik
e. Mempercepat penemuan fisik dokumen dengan menentukan/
memasukkan informasi lokasi penyimpanan dokumen (dapat
dikembangkan dengan menggunakan barcode)
f. Dokumen fisik akan terjaga kelestariannya karena penggunaannya
semakin jarang digunakan
g. Sistem selanjutnya dapat dikembangkan dengan pemanfatan dan
pengelolaan dokumen dengan akses melalui internet
Karakteristik sistem manajemen dokumen elektronik adalah sebagai berikut:
a. Capture. Capture merupakan hal penting bagi catatan dan dokumen
elektronik untuk pengarsipan, retrieval dan disrtibusi sebagai solusi
dokumen menajemen. Dokumen imaging dan platform management
menyediakan dasar scanning, batch proses dan import dokumen
elektronik. Kemajuan yang utama dalam teknologi scan emmbuat
dokumen dikonversi secara cepat, murah dan gampang. Proses scan yang
baik akan meletakkan kertas menjadi file komputer dengan mudah.
b. Storage. Sistem penyimpanan dokumen yang dapat dilakukan dalam
jangka waktu panjang dan relatif aman serta penyimpanan dokumen yang

7
mengakomodasi perubahan dokumen, volume yang bertambah dan
mempercepat teknologi.
c. Index. Sistem index yang menciptakan suatu sistem pengarsipan secara
terorganisisr yang dapat ditampilkan kembali secara efisien dan mudah.
Suatu sistem index yang baik akan membuat prosedur yang berjalan dan
lebih efektif.
d. Retrieval. Sistem perolehan kembali menggunakan informasi dokumen
yang mencakup teks, index dan gambar ke dalam sistem. Suatu sistem
perolehan kembali yang baik akan membuat pencarian dokumen dengan
sepat dan mudah.
e. Access. Suatu sistem akses yang baik akan membuat hak akses secara
personal apakah berada di kantor atau dapat melalui internet secara
flesibilitas untuk mengendalikan akses sistem.
f. Proses. Kerja sistem manajemen dokumen elektronik ini nanti ya
dilakukan sendiri oleh pihak yang terkait.
Beberapa keuntungan dari sistem manajemen dokumen elektronik adalah
sebagai berikut:
a. Mempunyai tingkat kecepatan pencarian dokumen yang tinggi.
b. Tingkat ketepatan yang tinggi, karena menggunakan sistem indeks,
pencatatan tempat penyimpanan secara fisik dan mempunyai dokumen
bayangan dalam bentuk CD-ROM.
c. Mendukung pengelolaan dokumen. Dokumen elektronik dapat juga
mengelola dokumen dalam bentuk audio, video, maupun berbagai jenis
gambar seperti photo, poster, peta, dll.
d. Tingkat keamanan yang tinggi. Sistem ini terproteksi dengan adanya
password, dan mempunyai salinan data (backup) yang disimpan dalam
lokasi atau media berbeda.
e. Selain keuntungan di atas, sistem ini juga dapat membantu agar
penyimpanan dokumen disimpan dalam media CD-R, DVD, serta media
lainnya. Sangat baik untuk mengatur dokumen dalam jumlah besar dan

8
dapat memudahkan untuk malakukan indeks, penyimpanan, pencarian,
penampilan di layar, mencetak dan mengirimkan melalui email.

Gb. 2.1 Alur Data Kesehatan


Sumber: Sistem Informasi Manajemen Puskesmas

Gb. 2.2 Alur Sistem Informasi Puskesmas


(Sumber: https://idtesis.com/pembahasan-lengkap-teori-sistem-
informasi-menurup-para-ahli/&docid)

9
Gambar 2.3 Sistem Pelaporan dapat dipantau oleh dinas melalui email,dapat
terlihat puskesmas mana yang belum melaporkan.
(Sumber: Sistem Informasi Manajement Puskesmas Prambontergayang Tuban)

Gambar 2.4 Sistem pelaporan Puskesmas ke Dinkes melalui email Spreadsheet


(Sumber: Sistem Informasi Manajement Puskesmas Prambontergayang Tuban)

10
2.3. Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik
Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik atau disebut dengan virtual
patient record atau electronic medical record ini digunakan untuk mengelola
informasi rekam medis pasien, sehingga memudahkan untuk menelusur balik
informas, termasuk sejarah penyakit dan tindakan medis yang pernah
diterima, dan menggunakan untuk mengambil tindakan medis secara tepat.
Secara umum, sistem informasi ini dapat didefisinikan sebagai informasi
kesehatan individu yang disimpan dalam bentuk digital yang mempunyai
sebuah penanda unik setiap individu (Raghupathi, 1997)
Sistem informasi rekam medis memungkinkan pengguna untuk
mengisikan, menyimpan, memanggil ulang, menstranmisikan, dan
memanipulasi / mengelola data pasien secara spesifik, baik per individhu
maupun secara kelompok, termasuk data klinis, administratif, dan demografi.
Hal ini akan meminimalkan potensi duplikasi data, dan mengurangi biaya
dalam pengelolaan.
Sistem Informasi ini digunakan di lingkungan rumah sakit atau
lembaga penyedia layanan kesehatan lain yang menangani pasien secara
langsung, pada masa yang akan datang sistem informasi ini seharusnya dapat
terjadi inter-operabilitas antar rumah sakit. Rekam Medis ini terkait dengan
banyak aktifitas pelayanan kesehatan dan pengembangan sistem informasi
kesehatan lain. (Kusumadewi S at al, 2009: 37)

A. Pengertian Rekam Medis


Rekam medik adalah himpunan seluruh data yang diperoleh serta
diciptakan sepanjang kontak pasien dengan sistem pelayanan kesehatan.
Rekam medis adalah berkas yang berisi identitas, anamnesa,
penentuan fisik, laboratorium, diagnosa dan tindakan medis terhadap
seorang pasien yang dicatat baik secara tertulis maupun elektronik.
Bilamana penyimpanannya secara elektronik akan membutuhkan
komputer dengan memanfaatkan manajemen basis data. Pengertian rekam
medis bukan hanya sekedar kegiatan pencatatan, tetapi harus dipandang

11
sebagai suatu sistem penyelenggaraan mulai dari pencatatan, pelayanan
dan tindakan medis apa saja yang diterima pasien, selanjutnya
penyimpanan berkas sampai dengan pengeluaran berkas dari tempat
penyimpanan manakala diperlukan untuk kepentingannya sendiri maupun
untuk keperluan lainnya.
Contoh sistem informasi kesehatan sitem rekam medis yang masih
manual atau belum berbasis IT.
Sebagai bahan untuk kompilasi fakta tentang kondisi kesehatan dan
penyakit, maka rekam medis seorang pasien akan berisi 2 hal penting
yaitu:
a. Dokumentasi data pasien tentang keadaan penyakit sekarang maupun
waktu yang lampau.
b. Dokumentasi tertulis tentang tindakan pengobatan yang sudah, sedang
dan akan dilakukan oleh dokter sebagai tenaga kesehatan profesional.
Berdasarkan kedua kondisi penting diatas, maka secara umum
informasi yang tercantum dalam rekam medis seorang pasien harus
mengandung 3 unsur, masing-masing adalah:
a. Siapa (Who) pasien tersebut dan Siapa (Who) yang merawat /
memberikan tindakan medis.
b. Apa (What) keluhan pasien, Kapan (When) itu mulai dirasakan,
Kenapa (Why) atau sebab terjadinya dan Bagaimana (How) tindakan
medis yang diterima pasien.
c. Hasil atau dampak (Outcome) dari tindakan medis dan pengobatan
yang sudah diterima pasien.

B. Pengertian Rekam Medis Elektronis


Rekam Medis Elektronis adalah penggunaan perangkat teknologi
informasi untuk pengumpulan, penyimpanan, pengolahan serta peng-
akses-an data yang tersimpan pada rekam medis pasien di rumah sakit
dalam suatu sistem manajemen basis data yang menghimpun berbagai
sumber data medis. Bahkan beberapa rumah sakit modern telah

12
menggabungkan RME dengan aplikasi Sistem Informasi Manajemen
Rumah Sakit (SIMRS) yang merupakan aplikasi induk yang tidak hanya
berisi RME tetapi sudah ditambah dengan fitur-fitur seperti administrasi,
billing, dokumentasi keperawatan, pelaporan dan dashboard score card.
RME juga dapat diartikan sebagai lingkungan aplikasi yang tersusun atas
penyimpanan data klinis, system pendukung keputusan klinis, standarisasi
istilah medis, entry data terkomputerisasi, serta dokumentasi medis dan
farmasi. RME juga bermanfaat bagi paramedis untuk
mendokumentasikan, memonitor, dan mengelola pelayanan kesehatan
yang diberikan pada pasien di rumah sakit.
Rekam medik kesehatan elektronik adalah kegiatan komputerisasi
isi rekam kesehatan dan proses elektronisasi yang berhubungan
dengannya. Elektronisasi ini menghasilkan sistem yang secara khusus
dirancang untuk mendukung pengguna dengan berbagai kemudahan
fasilitas bagi kelengkapan dan keakuratan data, memberi tanda waspada,
sebagai peringatan, tanda sistem pendukung keputusan klinik dan
menghubungkan data dengan pengetahuan medis serta alat bantu lainnya.
Karakteristik rekam medis elektronik, yaitu:
a. Akses simultan dari berbagai tempat
b. Tampilan data dapat dilihat dari berbagai pendekatan
c. Data entry lebih terstruktu
d. System pendukung keputusan
e. Mempermudah analisis data
f. Mendukung pertukaran data secara elektronik dan pemanfaatan data
secara bersama-sama (data sharing)
g. Dapat bersifat multimedia

13
C. Manfaat teknologi informasi
Dalam rekam kesehatan elektronik yang paling tinggi adalah
mengurangi medical error dan meningkatkan keamanan pasien (patient safety).
Salah satu peranan kecil teknologi informasi dalam tindakan
pencegahan medical error, yakni dengan melakukan pengaturan rekam medis
pada suatu sistem aplikasi manajemen rekam medis. Dengan adanya sistem
aplikasi manajemen rekam medis, maka medical error dalam pengambilan
keputusan oleh tenaga kesehatan dapat dikurangi karena setiap pengambilan
keputusan akan berdasarkan rekam medis pasien yang telah ada.
Menurut Thede (2008) penerapan rekam medik elektronik mempunyai
beberapa kelebihan, diantaranya:
a. Dapat meminimalkan human eror, karena rekam medik elektronik dapat
menghasilkan peringatan dan kewaspadaan klinik
b. Dapat berhubungan dengan sumber pengetahuan untuk penunjang
keputusan layanan kesehatan
c. Rekam medik elektronik dapat melakukan pengambilan data sinyal biologis
secara otomatis
d. Dengan rekam medik elektronik dapat memasukkan data pasien dan
memperoleh saran untuk penanganan pasien
e. Dengan rekam medik elektronik data rutin dapat langsung diperoleh
(dalam bentuk siap olah) dari basis data rekam medik. Sedangkan data non
rutin dapat dikumpulkan pada waktu pemeriksaan pasien dan dimasukkan
dalam rekam medik.
Sedangkan menurut Sabarguna (2005) kelebihan rekam medik elektronik
diantaranya:
a. Ketepatan waktu dalam pengambilan keputusan medik, sehingga mutu
pelayanan atau asuhan akan semakin baik
b. Kemudahan penyajian data sehingga penyampaian informasi akan lebih
efektif
c. Pembentukan database yang memungkinkan penelitian, simulasi dan
pendidikan tenaga medik maupun paramedik, berdasarkan data yang nyata

14
d. Efisiensi pemanfaatan sumber daya dan biaya dengan sistem penyediaan
bahan (inventory) yang dapat menekan biaya penyimpanan, pemesanan
barang maupun biaya stockout, manajemen utilisasi menyangkut tindakan
atau prosedur yang tidak perlu, dan lain-lain.
Adapun menurut Thede (2008), kekurangan dari penerapan rekam medik
elektronik adalah:
a. Membutuhkan investasi awal yang lebih besar daripada rekam medik kertas
untuk pengadaan perangkat keras, lunak, dan biaya penunjang
b. Waktu yang harus disediakan oleh key person dan perawat dalam
mempelajari sistem dan merancang ulang alur kerja memerlukan waktu
yang lama
c. Konversi Rekam medik kertas ke rekam medik elektronik memerlukan
waktu, sumber daya, tekad dan kepemimpinan
d. Resiko kegagalan pada sistem computer
e. Problem dalam pemasukan data oleh petugas kesehatan

Gb. 2.3 arsitektur minimal dan variabel SIMRS yang dapat mengakomodir
kebutuhan informasi ( sumber: permenkes republik indonesia nomor 82 tahun
2013 tentang sistem informasi manajemen rumah sakit)

15
Gb. 2.4 contoh alur Sistem informasi rekam medis elektronik Rumah Sakit
(Sumber: Sistem Informasi Manajement Rumah Sakit RSUD dr R Sosodoro
Djatikoesomo Bojonegoro)

16
Gb. 2.5 contoh alur Sistem informasi rekam medis elektronik Puskesmas
(Sumber: Sistem Informasi Manajement Puskesmas Prambontergayang Tuban)

17
Gb. 2.6 contoh alur Sistem informasi rekam medis elektronik Rumah Sakit
(Sumber: Sistem Informasi Manajement Rumah Sakit RSUD Sumberrejo)

Gb. 2.7 contoh alur Sistem informasi rekam medis elektronik Rumah Sakit

18
Gb. 2.8 contoh alur Sistem informasi rekam medis elektronik Rumah Sakit

Gb. 2.9 contoh alur Sistem informasi rekam medis elektronik Rumah Sakit

19
2.4 Sistem Informasi Geografis (SIG)
A. Pengertian Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis yang terdiri dari perangkat lunak,
perangkat keras, maupun aplikasi-aplikasinya, telah dikenal secara luas
sebagai alat bantu (proses) pengambilan keputusan. Sebagian besar
institusi pemerintah, swasta, akademis maupun non akademis juga
individu yang memerlukan informasi yang berbasiskan data spasial telah
mengenal dan menggunakan sistem ini.
Sistem Informasi Georafis atau Georaphic Information Sistem (GIS)
merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang
untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial
(bereferensi keruangan). Sistem ini mengcapture, mengecek,
mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data
yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi. Teknologi SIG
mengintegrasikan operasi-operasi umum database, seperti query dan
analisa statistik, dengan kemampuan visualisasi dan analisa yang unik
yang dimiliki oleh pemetaan. Kemampuan inilah yang membedakan SIG
dengan Sistem Informasi lainya yang membuatnya menjadi berguna
berbagai kalangan untuk menjelaskan kejadian, merencanakan strategi,
dan memprediksi apa yang terjadi.
Definisi SIG sangatlah beragam, karena memang defenisi SIG selalu
berkembang, bertambah dan sangat bervariasi, dibawah ini adalah
beberapa definisi SIG.
a. Menurut Gistut (1994), SIG adalah sistem yang dapat mendukung
pengambilan keputusan spasial dan mampu mengintegrasikan
deskripsi-deskripsi lokasi dengan karakteristik-karakteristik fenomena
yang ditemukan di lokasi tersebut. SIG yang lengkap mencakup
metodologi dan teknologi yang diperlukan yaitu data spasial perangkat
keras, perangkat lunak dan struktur organisasi Gistut (1994)
b. Burrough (1986), mendefinisikan SIG adalah sistem berbasis komputer
yang digunakan untuk memasukan, menyimpan, mengelola,

20
menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai
referensi keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan
pemetaan dan perencanaan.
Dari defenisi-definisi tersebut diatas dapat diambil kesimpulan bahwa SIG
terdiri atas beberapa subsistem yaitu: data input, data output, data
management, data manipulasi dan analysis.

B. Sub Sistem Sistem Informasi Geografis


SIG dapat diuraikan menjadi beberapa subsistem sebagai berikut :
a. Data Input
Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan, mempersiapkan, dan
menyimpan data spasial dan atributnya dari berbagai sumber. Sub-sistem
ini pula yang bertanggung jawab dalam mengonversikan atau
mentransformasikan format-format data aslinya ke dalam format yang
dapat digunakan oeh perangkat SIG yang bersangkutan.
b. Data Output
Sub-sistem ini bertugas untuk menampilkan atau menghasilkan keluaran
(termasuk mengekspornya ke format yang dikehendaki) seluruh atau
sebagian basis data (spasial) baik dalam bentuk softcopy maupun
hardcopy seperti halnya tabel, grafik, report, peta, dan lain sebagainya.
c. Data Management
Sub-sistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun tabel-tabel
atribut terkait ke dalam sebuah sistem basis data sedemikian rupa hingga
mudah dipanggil kembali atau di-retrieve, diupdate, dan diedit.
d. Data Manipulation & Analysis
Sub-sistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan
oleh SIG. Selain itu sub-sistem ini juga melakukan manipulasi (evaluasi
dan penggunaan fungsifungsi dan operator matematis & logika) dan
pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.

21
Gb. 2.7 Subsistem SIG
(Sumber: https://sisteminformasikesehatan15.wordpress.com)

Gb. 2.8 Subsistem SIG


(Sumber: https://sisteminformasikesehatan15.wordpress.com)

Uraian subsistem SIG

22
C. Komponen Sistem Informasi Geografi
a. Perangkat keras : Perangkat keras yang sering digunakan antara adalah :
1) Alat masukan data (digitizer, scanner, keyboard computer, CD
reader, diskette reader)
2) Alat penyimpan dan pengolah data (komputer dengan hard disk-
nya, tapes or cartridge unit, CD writer)
3) Alat penampil dan penyaji keluaran/informasi (monitor komputer,
printer, plotter)
b. Perangkat lunak (Arc View, Idrisi, ARC/INFO,ILWIS, MapInfo dan lain
lain) : Data dan informasi geografi Data dan informasi yang diperlukan
baik secara tidak langsung dengan cara meng import-nya dari perangkat-
perangkat lunak SIG yang lain maupun secara langsung dengan cara
menjitasi data spasial dari peta dan memasukan data atributnya dari
table-tabel dan laporan dengan menggunakan keyboard
c. Pengguna (user) : Teknologi GIS tidaklah bermanfaat tanpa manusia
yang mengelola sistem dan membangun perencanaan yang dapat
diaplikasikan sesuai kondisi nyata atau orang yang menjalankan sistem
meliputi mengoperasikan, mengembangkan bahkan memperoleh manfaat
dari sistem. Kategori orang yang menjadi bagian dari SIG ini ada
beragam, misalnya operator, analis, programmer, database administrator
bahkan stakeholder. Suatu proyek SIG akan berhasil jika dimanage
dengan baik dan dikerjakan oleh orang-orang memiliki keahlian yang
tepat pada semua tingkatan.
d. Data & Informasi Geografi : SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan
data dan informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung dengan
cara mengimportnya dari perangkat-perangkat lunak SIG yang lain
maupun secara langsung dengan cara mendijitasi data spasialnya dari
peta dan memasukkan data atributnya dari tabel-tabel dan laporan
dengan menggunakan keyboard.

23
Juga Merupakan sebuah informasi yang didapat melalui survey yang di
lakukan di lapangan ataupun melalui pendapat hasil dari peneletian
seorang ahli geografi, adapun tipe datanya antara lain :
1) Data lokasi : Koordinat lokasi, nama lokasi dan lokasi topologi
(letak relatif: sebelah kiri danau A, sebelah kanan pertokoan B)
2) Data non-lokasi : Curah hujan, jumlah panen padi, data dimensi
waktu, data keruangan (spasial), data sumber daya alam, data
pertumbuhan ekonomi, data kepadatan penduduk
e. Metode : Merupakan kumpulan dari prosedur-prosedur yang digunakan
untuk mengolah data menjadi informasi. Misalnya penjumlahan,
klasifikasi, rotasi, koreksi geometri, query, overlay, buffer, join table dan
sebagainya.

D. Karakteristik SIG
1. Merupakan suatu sistem hasil pengembangan perangkat keras dan
perangkat lunak untuk tujuan pemetaan, sehingga fakta wilayah dapat
disajikan dalam satu sistem berbasis komputer.
2. Melibatkan ahli geografi, informatika dan komputer, serta aplikasi terkait.
3. Perbedaannya dengan Sistem Informasi lainnya: data dikaitkan dengan
letak geografis, dan terdiri dari data tekstual maupun grafik
4. Bukan hanya sekedar merupakan pengubahan peta konvensional
(tradisional) ke bentuk peta digital untuk kemudian disajikan (dicetak /
diperbanyak) kembali.
5. Mampu mengumpulkan, menyimpan, mentransformasikan, menampilkan,
memanipulasi, memadukan dan menganalisis data spasial dari fenomena
geografis suatu wilayah.
6. Mampu menyimpan data dasar yang dibutuhkan untuk penyelesaian suatu
masalah.

24
E. Fungsi SIG
Adapun fungsi -fungsi dasar dalam SIG adalah sebagai berikut :
1. Akuisisi data dan proses awal meliputi: digitasi, editing, pembangunan
topologi, konversi format data, pemberian atribut dll.
2. Pengelolaan database meliputi : pengarsipan data, permodelan bertingkat,
pemodelan jaringan pencarian atribut dll.
3. Pengukuran keruangan dan analisis meliputi : operasi pengukuran, analisis
daerah penyanggga,overlay, dll.
4. Penayangan grafis dan visualisasai meliputi : transformasi skala,
generalisasi, peta topografi, peta statistic, tampilan perspektif

F. Aplikasi dan Pemanfaatan SIG


Sistem Informasi Geografis dapat dimanfaatkan untuk mempermudah
dalam mendapatkan data-data yang telah diolah dan tersimpan sebagai atribut
suatu lokasi atau obyek. Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya terdiri
dari data spasial dan data atribut dalam bentuk digital. Sistem ini merelasikan
data spasial (lokasi geografis) dengan data non spasial, sehingga para
penggunanya dapat membuat peta dan menganalisa informasinya dengan
berbagai cara. SIG merupakan alat yang handal untuk menangani data spasial,
dimana dalam SIG data dipelihara dalam bentuk digital sehingga data ini lebih
padat dibanding dalam bentuk peta cetak, table, atau dalam bentuk
konvensional lainya yang akhirnya akan mempercepat pekerjaan dan
meringankan biaya yang diperlukan (Barus dan Wiradisastra, 2000 dalam As
Syakur 2007).
Sistem Informasi Geografis sebagai suatu sistem yang berbasis
komputer dan memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi
geografis, yaitu penyimpanan data, manajemen data (penyimpanan dan
pemanggilan kembali), manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai
hasil akhir (output). Hasil akhirnya dapat dijadikan acuan untuk pengambilan
keputusan. SIG bisa menjadi alat yang sangat penting pada pengambilan
keputusan untuk pembangunan berkelanjutan. Karena SIG memberikan

25
informasi pada pengambil keputusan untuk analiss dan penerapan database
keruangan.

G. Kegunaan Sistem Informasi Geografis


Menurut WHO, Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam kesehatan
masyarakat dapat digunakan antara lain :
a. Menentukan Distribusi Geografis Penyakit.
b. Analisis trend Spasial dan Temporal
c. Pemetaan Populasis Berisiko
d. Stratifikasi Faktor risiko
e. Penilaian Distribusi Sumberdaya.
f. Perencanaan dan Penentuan Intervensi.
g. Monitoring Penyakit.

H. Keuntungan SIG Bidang Kesehatan


Sistem Informasi Geografis (SIG) memiliki beberapa keuntungan dalam
metode konvensional yang digunakan dalam perencanaan, manajemen dan
penelitian kesehatan :
1. Manajemen Data
SIG memberikan kemampuan bagi pengguna/user untuk menyimpan,
mengintegrasikan, men ampilkan dan menganalisis data dari level
molekuler terhadap resolusi satelit kepada komponene spasial yang
diperoleh dari sumber data yang berbeda. Manajemen data dengan
penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG) dapat mendukung kegiatan
survailans penyakit yang sangat membutuhkan
keberlangsungan/kontinuitas, sistematika pengumpulan data serta analisis
data.
2. Visualisasi
SIG merupakan alat yang akurat untuk menghadirkan informasi spasial
terhadap level secara individual dan melakukan model peramalan/prediksi.
3. Analisis overlay/Timpang susun

26
SIG dapat melakukan analisis secara bersusun dari bagian informasi yang
berbeda. Ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan, dan
penelitian medis terhadap pemodelan multi-kriteria yang membantu dalam
memahami asosiasi/hubungan antara prevalensi penyakit dan gambaran
yang spesifik.
4. Analisis buffer
SIG dapat menciptakan zona/wilayah buffer disekitar daeerah yang dipilih.
Radius 10 km untuk menggambarkan area Rumah sakit yang dijangkau,
atau 1 km disekitar sungai untuk menandai penularan risiko pencemaran
melalui air. Pengguna/user dapat mengkhususkan ukuran buffer dan
mengkombinasikan dengan informasi data inseidensi penyakit untuk
meperkirakan jumlah kasus yang terjadi dalam zona buffer.
5. Analisis statistik
SIG dapat menyelesaikan kalkulasi spesifik, seperti proporsi populasi
dalam suatu radius tertentu dari suatu pusat kesehatan dan juga
mengkalkulasi jarak dan area sebagai contoh jarak suatu masyarakat ke
pusat kesehatan serta area yang dicakup oleh program kesehatan tertentu
(cakupan).
6. Query
SIG memberikan interaksi pertanyaan untuk mendapatkan intisari
informasi yang dimasukan dalam peta, table, grafik, dan juga dapat
menjawab pertanyaan dari lokasi, kondisi, trend dan pemodelan dan pola
spasial.

I. Pemanfaatan SIG dalam Bidang Kesehatan


Beberapa contoh pemanfaatan SIG dalam bidang kesehatan masyarakat :
1. Memonitor status kesehatan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang
ada di masyarakat. Dalam mendukung fungsi ini, SIG dapat digunakan
untuk memetakan kelompok masyarakat serta areanya berdasarkan status
kesehatan tertentu, misalnya status kehamilan. Dengan SIG, peta mengenai
status kesehatan dapat digunakan untuk merencanakan program pelayanan

27
kesehatan yang dibutuhkan oleh kelompok tersebut, misalnya pelayanan
ANC, persalinan dll.
2. Mendiagnosa dan menginvestigasi masalah serta resiko kesehatan di
masyarakat. Sebagai contoh, seorang epidemiologis sedang mengolah data
tentang kasus asma yang diperoleh dari Rumah Sakit, Puskesmas, dan Pusat
– Pusat Kesehatan lainnya di masyarakat, ternyata dia menemukan terjadi
kenaikna kasus yang cukup signifikan di suatu Rumah Sakit, maka
kemudian dia mencari tahu data dari pasien – pesien penderita asma di
Ruimagh sakit. Ternyata ditemukan bahwa 8 dari 10 orang penderita asma
yang dirawat di Rumah Sakit tersebut bekerja di perusahaan yang sama.
Demikian seterusnya hingga kemudian SIG dapat digunakan untuk
memberikan data yang lengkap mengenai pola pajanan kimia tertentu di
perusahaan – perusahaan dalam suatu wilayah, yang merupaka informasi
yang penting utnuk para karyawan. Informasi ini juga dapat diteruskan
kepada ahli – ahli terkait, dalam hal ini ahli K3 untuk melakukan
penanganan lebih lanjut terhadap masalah yang ditemukan.
3. Menginformasikan, mendidik dan memberdayakan masyarakat nmengenai
isu – isu kesehatan. SIG dalam hal ini dapat menyediakan informasi
mengenai kelompok masyarakat yang diidentifikasi masih memiliki
pengetahuan yang kurang mengenai informasi kesehatan tertentu, sehingga
kemudian dapat dicari media komunikasi yang paling efektif bagi kelompok
tersebut, serta dapat dibuat perencanaan mengenai waktu yang paling tepat
untuk melakukan promosi kesehatan kepada kelompok masyarakat tersebut.
4. Membangun dan menggerakkan hubungan kerjasama dengan masyarakat
untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan. Dalam hal ini
SIG dapat digunakan untuk melihat suatu pemecahan masalah kesehatan
berdasarkan area tertentu dan kemudian memetakan kelompok masyarakat
yang potensial dapat mendukung program tersebut berdasarkan area – area
yang terdekat dengannya. Misalnya masalah imunisasi yang ada pada
wilayah kerja tingkat RW atau Posyandu, maka dapat dipetakan kelompok
potensial pendukungnya yaitu Ibu – Ibu PKK yang dapat diberdayakan

28
sebagai kader pada Posyandu – Posyandu yang terdekat dengan tempat
tinggalnya.
5. Membangun kebijakan dan rencana yang mendukung usaha individu
maupun masyarakat dalam menyelesaikan masalah kesehatan. Contohnya
dalam hal analisa wilayah cakupan Puskesmas. Dalam hal ini SIG
digunakan untuk memetakan utillisasi dari tiap – tiap Puskesms oleh
masyarakat sehingga dapat dibuat perencanaan yang jelas mengenai sumber
daya kesehatan yang perlu disediakan untuk Puskesmas tersebut disesuaikan
dengan tingkat utilitasnya.
6. Membangun perangkat hukum dan peraturan yang melindungi kesehatan
dan menjamin keselamatan masyarakat. Dalam hal ini SIG dapat digunakan
untuk membagi secara jelas kewenangan dan tanggung jawab suatu pusat
pelayanan kesehatan pada tiap – tiap wilayah kerja dalam menjamin dan
menangani segala bentuk masalah yang terjadi di wilayah tersebut. Dengan
demikian maka manajemen komplain dapat terkoordinir dengan baik.
7. Menghubungkan individu yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang
dibutuhkan dan menjamin ketersediaan pelayanan kesehatan tersebut jika
belum tersedia. Misalnya seorang warga negara asing diidentifikasi
menderita suatu penyakit tertentu yang membutuhkan penanganan yang
serius. Maka untuk mengatasinya, dengan melihat peta dan data akses
pelayanan kesehatan yang tersedia dapat dicari tenaga kesehatan terdekat
yang dapat membantu orang tersebut, dan menguasai bahasa yang
digunakannya. Dengan data SIG juga dapat diketahui bagaimana akses
transportasi termudah yang dapat dilalui oleh warga negara asing tersebut
menuju fasilitas kesehatan terdekat.
8. Menjamin ketersediaan tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat
yang berkompeten di bidangnya. Dalam hal ini SIG dapat menyediakan peta
persebaran tenaga kesehatan dan ahli kesehatan masyarakat di tiap – tiap
daerah, sehingga dengan demikian dapat dilihat jika ada penumpukan atau
bahkan kekurangan personel di suatu daerah. Lebih lanjut, data tersebut

29
dapat digunakan dalam hal perencanaan pengadaan tenaga – tenaga
kesehatan untuk jangka waktu ke depan untuk masing – masing wilayah.
9. Mengevaluasi efektifitas, kemudahan akses dan kualitas pelayanan
kesehatan di masyarakat. Data SIG dapat menyediakan data yang lengkap
mengenai potensi tiap – tiap daerah serta karakter demografis
masyarakatnya untuk dihubungkan dengan fasilitas – fasilitas kesehatan
yang tersedia dan tingkat utilitasnya. Dengan demikian dapat dievaluasi
kembali kesesuaian dan kecukupan dari penyediaan sarana pelayanan
kesehatan yang ada.

30
BAB 3
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama
server komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer
ataupun internet atau digunakan sebagai pengganti Alamat IP. Domain
disebut juga sebagai Alamat Website, seperti contohnya "google.com" dan
lainnya.
2. Sistem informasi manajemen dokumen yang akan dibahas adalah sistem
informasi manajemen dokumen elektronik, yaitu suatu sistem aplikasi
pengelolaan dokumen hardcopy (dalam bentuk laporan paper based) yang
sudah diubah ke dalam format digital ataupun softcopy berupa file tipe
doc, ppt, xls, 3gp, avi, mkv, dll, kemudian diupload ke dalam software
tertentu. Dokumen yang sudah diupload tersebut kemudian dapat diakses,
dicari, ditampilkan, maupun didistribusikan oleh pengguna dokumen
melalui sistem ini.
3. Rekam medis adalah berkas yang berisi identitas, anamnesa, penentuan
fisik, laboratorium, diagnosa dan tindakan medis terhadap seorang pasien
yang dicatat baik secara tertulis maupun elektronik. Bilamana
penyimpanannya secara elektronik akan membutuhkan komputer dengan
memanfaatkan manajemen basis data. Pengertian rekam medis bukan
hanya sekedar kegiatan pencatatan, tetapi harus dipandang sebagai suatu
sistem penyelenggaraan mulai dari pencatatan, pelayanan dan tindakan
medis apa saja yang diterima pasien, selanjutnya penyimpanan berkas
sampai dengan pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan manakala
diperlukan untuk kepentingannya sendiri maupun untuk keperluan lainnya.
4. Sistem Informasi Georafis atau Georaphic Information Sistem (GIS)
merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang
untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial
(bereferensi keruangan). Sistem ini mengcapture, mengecek,

31
mengintegrasikan, memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data
yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi

3.2 Saran
Diharapkan akan adanya upaya pemantapan dan pengembangan sistem
informasi kesehatan ditujukan ke arah terbentuknya suatu sistem informasi
kesehatan yang berhasil guna dan berdaya guna, yang mampu memberikan
informasi yang akurat, tepat waktu, dan dalam bentuk yang sesuai
kebutuhan

32
DAFTAR PUSTAKA

Kusumadewi, Sri dkk. 2009. Informatika Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu dan
Rumah Produksi Informatika.

Permenkes RI, 2010.Sistem Informasi Managemen Rumah sakit. Jakarta:Berita


Negara RI .

Al Fatah,Hanif,2017.Domain Sistem Informasi Kesehatan.


Http://Hanifalfatah.wordpress.com.diakses 12 Januari 2020.

Ahwani, Nurul 2017,Sikbidanahwani.Sistem Informasi Kesehatan Bidan.


Http://Nurulahwani.wordpress.com.diakses 12 Januari 2020.

Helvet, Ucok. 2017.Domain Sistem Informasi Kesehatan.


Http://ucokhelvet.Scrib.com.diakses 13 Januari 2020.

33
Mendapatkan 3 Pertanyaan :
1. Mengenahi SIG contoh aplikasinya yang bagaimana?
Jawaban :
Dapat dibuka di youtube : Sistem Informasi Geografis Klasterisasi daerah
penyebaran penyakit ISPA Study.
Contoh kasus dikota Surabaya( Dipublikasikan Hismoyo Narendra tgl 22
desember 2019)
2. Mengenahi managemen dokumen elektronik yang dimaksud retrieval
seperti apa?
Jawaban :
Retrieval (Temu kembali informasi): system perolehan kembali
menggunakan informasi dokumen yang mencakup teks,index dan gambar
ke dalam system.Bertujuan untuk menemukan kembali informasi yang
tersimpan meliputi Tanggal terakhir periksa,DPJP
terakhir,Pembiayaan,Riwayat perjalanan penyakit beserta terapi yang
didapatkan,Diagnosa sebelumnya,Bahkan gambar dan bacaan pemeriksaan
penunjang seperti laborat dan foto thorax.
3. Alur pelaporan ke dinkes,Bagaimana Dinkes mengetahui pelaporan
puskesmas sudah masuk atau belum?
Jawaban :
Dinas melalui email mengundang semua puskesmas untuk mengentri data
melalui google spreadsheet.Lalu dibuka aplikasi Spreadsheet kemudian
data dientri secara online dan kalau sudah melewati batas waktu
penguncian maka akan terkunci dan tidak bias memasukan data.
Maka puskesmas Pada contoh gambar 2.3 dimakalah terlihat pada nama
puskesmas yg datanya kosong berarti puskesmas tersebut belum meng
entri data.

34