Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur marilah panjatkan kepada Tuhan yang maha esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-nya lah saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul
“Persyarafan Rongga Mulut “.

Kami berharap agar makalah ini dapat berguna, dalam rangka menambahkan
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Persyarafan Rongga Mulut. Kami juga menydari
sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa
yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan ulusan demi
perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa
sarana yang membangun.

Semoga makalah yang sederhana ini dapat di pahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah di susun ini dapat berguna bagi orang yang
membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang
kurang berkenan dan kami mohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa
depan.

Terima kasih..

Bukittinggi, Agustus 2016

Kelompok V

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................................................. 1

Daftar isi........................................................................... 2

BAB 1. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang..................................................... 3


1.2 Rumusan Masalah................................................ 3
1.3 Tujuan Penulisan

BAB 2. Pembahasan

2.1 Pengertian Histologi dan Anatomi Fisiologi........ 4


2.2 Persyarafan Rongga Mulut................................... 4

BAB 3. Penutup

3.1 Kesimpulan............................................................. 9
3.2 Saran....................................................................... 9

Daftar Pustaka.................................................................... 10

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sistem persyarafan adalah salah satu organ yang berfungsi sebagai pusat atau
penyelenggara hubungan kerja sama dalam organisasi dan koordinasi aktivitas
tubuh. Didalam rongga mulut terdapat dua nervus cranial dan yang perlu diketahui
dalam rongga mulut hanya nervus trigeminus, nervus fasialis, nervus
glosofarhyngeus dan nervus hipoglossus.

1.2 Rumusan Masalah

1. Pengertian histologi dan anatomi fisiologi


2. Pengertian sistem saraf
3. Apa saja pembagian dari persyarafan rongga mulut

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pengertian histologi dan anatomi fisiologi


2. Untuk mengetahui pengertian Sistem saraf
3. Untuk mengetahui bagian-bagian Persyarafan rongga mulut

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Histologi dan Anatomi Fisiologi

Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan struktur semua organisme
makhluk hidup.
Histologi berasal dari kata histon, yang artinya kumpulan bebebrapa sel yang
mempunyai satu atau lebih kekushusan fungsi yang bentuk jaringan. Histologi
merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari fungsi anatomi mikrokopis dan
struktur hewan dan tanaman.
Fisiologi diambil dari bahasa belanda physiologie, yang dibentuk dari dua kata
yunani kuno pysis berarti “ asal usul “ atau hakikat, dan logia yang berarti “ kajian ”.
Fisiologi menggunakan berbagai metode untuk mempelajari biomolekul, sel, jaringan,
organ, sistem organ, dan organisme secara keseluruhan menjalankan fungsi fisik dan
kimiawinya untuk mendukung kehidupan.

2.2 Persyarafan Rongga Mulut

Sistem persyarafan adalah salah satu organ yang berfungsi sebagai pusat atau
penyelenggara hubungan kerja sama dalam organisasi dan koordinasi aktivitas tubuh.

A. NERVUS KRANIAL

4
Nervus kranial adalah 12 pasang saraf pada manusia yang mencuat dari otak,
berbeda dari saraf spinal yang mencuat dari sumsum tulang belakang. Saraf kranial
merupakan bagian dari sistem saraf sadar. Dari 12 pasang saraf, 3 pasang memiliki
jenis sensori (saraf 1, 2, 8); 5 pasang jenis motorik (saraf 3, 4, 6, 11, 12) dan 4 pasang
jenis gabungan (saraf 5, 7, 9, 10). Saraf kranial sendir merupakan bagian dari sistem
saraf tepi namun berlokasi di dekat sistem saraf pusat yakni kranium/tengkorak.
Diantaranya :
1) Olfactorius : Saraf ini memonitor asupan bauan yang dibawa udara ke
dalam sistem pernapasan manusia dan sangat menentukan rasa, aroma dan
palatabilitas dari makanan dan minuman
2) Opticus : mengirimkan informasi penglihatan dari retina ke otak
3) Oculomotoris : mengontrol sebagian besar gerakan mata, konstriksi pupil,
dan mempertahankan terbukanya kelopak matadanjuga membantu
pengontrolan gerakan mata.
4) Troklearis: mensarafi otot obliks superior dan menghasilkan gerakan mata
depresi, rotasi internal (cycloinversion
5) Trigeminus : saraf yang berperan dalam mengirimkan sensasi dari kulit
bagian anterior kepala, rongga mulut dan hidung, gigi dan meninges
(Lapisan otak)
6) Abducens : syaraf motorik yang menyuplai otot mata di bagian luar.
7) Facialis : berperan besar dalam mengatur ekspresi dan indra perasa di
kulit wajah manusia
8) Vagus : berperan dalam berbicara dan menelan juga berperan dalam
mentransmisikan serat sensorik dari kulit bagian posterior dari meatus
auditori eksternal dan membran timpani
9) Glosofaringeal : suplai persarafan sensoris dari orofaring dan bagian
posterior (belakang) dari lidah
10) Vestibulokoklear : berperan dalam proses mendengar dan menjaga
keseimbangan tubuh
11) Accessorius : berperan dalam persarafan otot-otot leher
12) Hypoglossus : berperan dalam memberikan persarafan pada otot-otot lidah

2.3 Bagian-bagian syaraf pada rongga mulut

a. Nervus Trigeminus

Adalah saraf yang berperan dalam mengirimkan sensasi dari kulit bagian
anterior kepala ,rongga mulut dan hidung,gigi dan meninges(lapisan otak).Saraf
trigeminus memiliki tiga divisi (mata/oftalmik,rahang atas/maksilaris,rahang
bawah/mandibula) yang selanjutnya siperlakukan sebagai saraf-saraf terpisah.Pada
divisi mandibula terdapat juga serabut saraf motorik yang mensarafi otot-otot yang
digunakan dalam mengunyah.
Cabang :

5
1) Nervus opthalmikus

Syaraf ini memberi cabang untuk mata, kening dan hidung.

2) Nervus maksilaris

Mensyarafi kelopak mata bawah, pipi, mukosa hidung dan rahang atas.

3) Nervus Infraorbitalis
 Rami labialis superior
Berjalan diantara m. Quadratuslabii superior dan m. Caninus membelok
kebawah, kekulit dan membran mukosa bibir atas, gusi dan kelenjar
bibir.
 Rami nasalis
Berjalan diatas m. Nasalis ke kulit dari ala nasi dan septum nasi,
 Rami palbebralis inferior
Terdiri dari cabang yang halus menuju kaput infraorbital dari m.
Quadratuslabii superior kekulit ke kelopak mata dan sudut mata.

4) Nervus alveolaris superior


 Nervus alveolaris superior posterior
Mensyarafi gigi molar serta jaringan disekitarnya, selaput lendir sinus
maksilaris, gingiva dan periosteum prosesus alveolaris
 Nervus alveolaris superior medius
Berjalan kedalam dinding lateral sinus maksilaris kebagian tengah
pleksus dnetalis superior, mensyarafi gigi premolar
 Nervus alveolaris superior anterior
Berjalan menurun pada canalis pada dinding sinus maksilaris dan
terbagi menjadi cabang yang menginervasi gigi caninus dan insisivus.

5) Nervus Zygomatikus
Mensuplai serabut2 sensori kekulit siis dahi dan kulit yang menonjol
dari pipi.

6) Nervus Pterigopalatina
 Rami orbitalis
 Rami nasalis posterior
Bercabang jadi nervus nasopalatinus yang berjalan ke depan dan
kebawah pada septum nasi melalui foramen insisivum berjalan
dibawah mukosa palatum durum untuk menjadi n. Insisivi yang
menginervasi mukosa sekitar gigi insisivus dan kaninus bagian
palatinal.

7) Nervus Palatini

6
 Nervus palatinus anterior
Berjalan melalui foramen palatinus majus, menginervasi membran
mukosa palatum durum dan gingiva dari regio molar 3 sampai kaninus.
 Nervus palatinus medius
Berjalan melalui foramen palatinus minus ke membran mukosa palatum
molle dan regio tonsil

 Nervus palatinus posterior


Berjalan melalui foramen palatinum minus berjalan kebawah ke
belakang untuk menginervasi membran mukosa permukaan bawah
palatum molle.

8) Nervus Mandibularis
Cabang anterior nervus mandibularis :
 Nervus massetericus dan nervus pterigoideus lateralis
 Nervus temporalis profundi
 Nervus buccinatorius

Cabang posterior nervus mandibularis :

 Nervus aurikulotemporalis
 Nervus lingualis  menginervasi 2/3 anterior lidah dan bagian
lingualis mandibula
 Nervus alveolaris inferior
 Nervus mylogyoideus  inervasi musculus mylohyoideus dan
musculus digastricus venter anterior
 Nervus dentalis  mensuplai gigi-gigi molar dan premolar
 Nervus incisivus  menginervasi gigi caninus dan incisivus
 Nervus mentalis  inervasi kulit dagu dan membran mukosa pada
bibir bawah

b. Nervus Facialis

Adalah saraf kranialis ke-7 berperan besar dalam mengatur ekspresi


dan indra perasa di kulit wajah manusia.Saraf fasialis memiliki 2 komponen
utama.komponen yang lebih besar merupakan murni saraf motorik dan
berperan dalam persarafan otot ekspresi wajah.

Fungsi fasialis utamanya berperan dalam memasok impuls untuk otot-


otot ekspresi wajah.Disampnig itu saraf fasialis juga berfungsi
sebagai:penyalur sensasi dari bagian anterior lidah dan rongga mulut.

7
c. Nervus glosofarhyngeus

Adalah saraf kranial ke-9 tidak memiliki peran yang cukup penting
kecuali terkait peranannya dalam gag reflex.Fungsi utama dari saraf
glosofaringeal adalah suplai persarafan sensoris dari orofaring dan bagian
posterior(belakang) dari lidah.Selain itu saraf glosofaringeal juga memiliki
fungsi motorik terhadap otot stilofaringeus,Fungsi otonom parasimpatis pada
kalenjer parotis,serta fungsi sensoris dari kinus karotis,badan karotis,dan
terkadang kulit dari meatus acusticus externus dan membran timpani.

d. Nervus Hipoglossus

Adalah saraf yang berperan dalam memberikan persarafan pada otot


otot lidah.Gerakan lidah memiliki berbagai macam peranan mulai dari untuk
mengunyah,menelan,dan bahkan berbicara.Selain itu saraf ini juga
menyalurkan serat saraf dari C1yang berfungsi mensarafi otot-otot tali.

8
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Jadi pengertian Sistem persyarafan adalah salah satu organ yang berfungsi
sebagai pusat atau penyelenggara hubungan kerja sama dalam organisasi dan
koordinasi aktivitas tubuh.
Nervus Kranial ada 12 buah dan yang perlu diketahui dalam rongga mulut
hanya 4 buah yaitu nervus trigeminus, nervus facialis, nervus glosofarhyngues dan
nervus hipoglossus.

3.2 Saran

Penulis menyadari banyak kekeliruan dalam penulisan makalah ini, maka


penulis mengharapkan masukaan dan kritikan yang membangun dari Dosen dan
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

9
Daftar Pustaka

Latitudu.com/../saraf-kranial
Id.wikipedia.org/wiki/Saraf-Trigeminus
Id.wikipedia.org/wiki/saraf-fasialis
Id.wikipedia.org/wiki/saraf- glosofarhyngeus
Id.wikipedia.org/wiki/saraf- Hipoglossus

10