Anda di halaman 1dari 6

RANGKUMAN MATERI HARGA DIRI RENDAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas Matakuliah Keperawatan Jiwa


Dosen Pengampu : Dr.Heni Dwi Windarwati, M.Kep,Sp.Kep.J (HDW)

Disusun Oleh :
Alvin Fitri Hendika (195070209111025)

PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
1. Definisi
Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang
berkepanjangan akibat evaluasi yang negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. Adanya
perasaan hilang percaya diri , merasa gagal karena karena tidak mampu mencapai keinginan
sesuai ideal diri.
2. Proses Terjadinya Harga Diri Rendah
1) Situasional: Yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba
2) Maturasional:
a. Bayi/Usia bermain/ Pra sekolah Berhubungan dengan kurang stimulasi atau kedekatan
,perpisahan dengan orang tua, evaluasi negative dari orang tua, tidak adekuat dukungan
orang tua , ketidak mampuan mempercayai orang terdekat.
b. Usia sekolah; Berhubungan dengan kegagalan mencapai tingkat atau peringkat objektif,
kehilangan kelompok sebaya, umpan balik negative berulang.
c. Remaja Pada usia remaja penyebab harga diri rendah ,jenis kelamin, gangguan hubungan
teman sebagai perubahan dalam penampilan,masalahmasalah pelajaran kehilangan orang
terdekat.
d. Usia sebaya; Berhubungan dengan perubahan yang berkaitan dengan penuaan.
e. Lansia; Berhubungan dengan kehilangan (orang, financial, pensiun)

3) Kronik: perasaan negative terhadap diri telah berlangsung lama

3. Rentang Respon

Respons Respons Adaptif Maladaptif

Aktualisasi Konsep Diri Harga Diri Kerancuan Depersonalisasi

Diri Positif Rendah identitas

4. Etiologi

1) Faktor Predisposisi

a. Faktor biologis
1. Kerusakan lobus frontal

2. Kerusakan hipotalamus

3. Kerusakan system limbic

4. Kerusakan neurotransmitter

b. Faktor psikologis

1. penolakan orang tua

2. harapan orang tua tidak realistis

3. orang tua yang tidak percaya pada anak

4. tekanan teman sebaya

5. kurang reward system

6. dampak penyakit kronis

c. Faktor sosial

1. Kemiskinan

2. Terisolasi dari lingkungan

3. Interaksi kurang baik dalam keluarga

d. Faktor cultural

1. Tuntutan peran

2. Perubahan kultur

2) Faktor Presipitasi

Adalah kehilangan bagian tubuh, perubahan penampilan/bentuk tubuh, kegagalan atau


produkivitas yang menurun.
5. Tanda dan Gejala
1. Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit.
2. Rasa bersalah terhadap diri sendiri.
3. Merendahkan martabat.
4. Percaya diri kurang.
5. Ekspresi malu atau merasa bersalah dan khawatir, menolak diri sendiri.
6. Perasaan tidak mampu.
7. Pandangan hidup yang pesimistis.
8. Tidak berani menatap lawan bicara.
9. Lebih banyak menunduk.
10. Penolakan terhadap kemampuan diri.
11. Kurang memperhatikan perawatan diri (Kuku panjang dan kotor, rambut panjang dan lusuh,
gigi kuning, kulit kotor).
6. Pengkajian
a. Identitas
b. Alasan Masuk
c. Faktor predisposisi
d. Pemeriksaan fisik
e. Psikososial
a) Genogram
b) Konsep diri
c) Hubungan sosial
d) spiritual
f. Status mental

7. Pohon Masalah
Isolasi Sosial: Menarik Diri (Akibat)

Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah (Core problem)

Tidak efektifnya Koping Individu (causa/penyebab)

8. Diagnosa Keperawatan
1. Gangguan konsep diri:harga diri rendah
2. Isolasi sosial: menarik diri
3. Koping individu tidak efektif
9. Intervensi

TUK 1 Klien dapat membina hubungan saling percaya


TUK 2 Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki
TUK 3 Klien dapat menilai kemampuan yang didapat digunakan
TUK 4 Klien dapat menetapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan
TUK 5 Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya
TUK 6 Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada

8. Strategi Pelaksanaan
Strategi Pelaksanaan (SP) Berdasarkan Pertemuan
a. SP 1 Pasien:
1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien.
2. Menilai kemampuan yang dapat dilakukan saat ini
3. Memilih kemampuan yang akan di latih
4. Melatih kemampuan pertama yang dipilih
5. Memasukkan dalam jadwal kegiatan klien
b. SP 2 Pasien
1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien (SP 1).
2. Melatih kemampuan kedua yang dipilih klien.
3. Melatih kemampuan yang dipilih
4. Memasukkan kedalam jadwal kegiatan harian.
c. SP 3 Pasien
1. Mengevaluasi kegiatan yang lalu (SP 1 dan 2).
2. Memilih kemampuan ketiga yang dapat dilakukan
3. Melatih kemampuan ketiga yang dipilih.
4. Masukkan dalam kegiatan jadwal klien.
d. SP 1 Keluarga
1. Mendiskusikan masalah yang dirasakan keluarga dalam merawat klien.
2. Menjelaskan pengertian, tanda dan gejala harga diri rendah serta proses terjadinya.
3. Menjelaskan cara merawat klien dengan harga diri rendah.
4. Bermain peran dalam merawat pasien HDR.
5. Menyusun RTL keluarga/jadwal keluarga untuk merawat klien.
e. SP 2 Keluarga
1. Evaluasi kemampuan keluarga (SP 1).
2. Melatih keluarga merawat langsung klien dengan harga diri rendah.
3. Menyusun RTL keluarga/jadwal keluarga untuk merawat klien.
f. SP 3 Keluarga
1. Evaluasi kemampuan keluarga (SP 1).
2. Evaluasi kemampuan klien
3. Rencana tindak lanjut keluarga dengan follow up dan rujukan.

10. Evaluasi
1. Kemampuan pasien dan keluarga Evaluasi yang dilakukan untuk menilai sejauh mana
keberhasilan tindakan keperawatan yang diberikan kepada klien dengan gangguan konsep diri:
harga diri rendah lalu untuk menilai factor penghambat dan pendukung serta alternatif masalah.
2. Kemampuan perawat Penilaian kemampuan perawat dalam merawat pasien HDR

Daftar pustaka

Azizah, Lilik Ma’rifah dkk. (2016). Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa Teori dan Aplikasi
Praktik Klinik. Yogyakarta: Indomedia Pustaka

Anna B.D.dkk.2011.Keperawatan Jiwa Komunitas: CMHN (Basic Course) Jakarta : EGC

Sari, Mutmainah.2018. Analisis Kejadian Depresi Dan Risiko Bunuh Diri Menggunakan Buddy App
Pada Remaja Di Wilayah Kota Makassar. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin
Makassar

Stuart, G.W.2016.Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart Buku 1 Edisi Indonesia
Singapura: Elsevier

Yosep, H.Iyus.2016.Buku Ajar Keperawatan Jiwa.Bandung: Refika Aditama

Yusuf dkk.2015.Buku Ajar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika

Keliat, B.A. (2016).Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart.Diterbitkan di Indonesia :
Elsevier Singapore Pte Ltd

Iyus, Yosep. 2011. Keperawatan Jiwa, Edisi 4. Jakarta : RefikaAditama

Modul Keperawatan Jiwa FIK, UI (2015).Terapi Modulitas Keperawatan Jiwa.Jakarta: Universitas


Indonesia

Muhith, A (2015).Pendidikan Keperawatan Jiwa Teori dan Aplikasi. Yogyakarta:Andi off Set