Anda di halaman 1dari 6

Rangkuman Patofisiologi Hematologi

Disusun Guna Memenuhi Tugas


Mata Kuliah : Ilmu Dasar Keperawatan 4

Disusun Oleh:

NAMA : WENI ALFIA

NIM : 1811020271

KELAS : 2 E

PROGAM STUDI KEPERAWATAN SI


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUAHMMADIYAH PURWOKERTO
2019
Latar Belakang
Hematologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari darah,
organ pembentuk darah dan penyakitnya. Khususnya jumlah dan morfologi sel-
sel darah, serta sumsum tulang. Darah adalah jaringan khusus yang berbeda dengan
organ lain, karena berbentuk cairan. Jumlah darah dalam tubuh adalah 6-8% berat
tubuh total
Darah merupakan bagian dari tubuh yang berperan penting dalam
mempertahankan kehidupan. berfungsi sebagai pertahanan tubuh terhadap virus
atau bakteri..

Macam-macam Darah dan Pembentukan Darah

1. Sel darah merah (eritrosit)

Sel darah merah (eritrosit) merupakan cairan bikonkaf dengan diameter sekitar
7 mikron. Bikonkavitas memungkinkan gerakan oksigen masuk dan keluar sel
secara cepat dengan jarak yang pendek antara membrane dan inti sel. Warnanya
kuning kemerah-merahan, karena didalamnya mengandung suatu zat yang
disebut haemoglobin.

2. sel darah putih ( leukosit )

Bentuknya dapat berubah-ubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki


palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam-macam inti sel, sehingga ia dapat
dibedakan menurut inti selnya sert warnanya bening (tidak berwarna)

Sel darah putih dibentuk disum-sum tulang dari sel-sel bakal. Jenis-jenis dari
golongan sel ini adalah golongan yang tidak bergranula, yaitu limfosit T dan B;
monosit dan magkrofag; serta golongan yang bergranula yaitu : eosinophil,
basofil,neutrophil.

3 Trombosit
Trombosit dapat ditemukan dalam darah dan limpa. Sel darah ini tidak
berwarna dan memiliki siklus hidup hanya selama 10 hari. Tubuh Anda akan
memperbaharui persediaannya dengan menghasilkan trombosit baru di sumsum
tulang.

Pemeriksaan jumlah trombosit biasanya merupakan bagian dari pemeriksaan


darah lengkap. Umumnya, jumlah trombosit normal dalam darah adalah sekitar
150.000 hingga 450.000 trombosit per mikroliter.

2.2 Gangguan Hematologi

.a Anemia

anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin lebih rendah dari
batas normal untuk kelompok orang yang bersangkutan. Anemia secara laboratorik
yaitu keadaan apabila terjadi penurunan di bawah normal kadar hemoglobin, hitung
jenis eritrosit dan hemotokrit (packedredcell). Klasifikasi
Anemia Berdasarkan penyebabnya dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori
yaitu :
1. Anemia karena hilangnya sel darah merah; hal ini terjadi akibat perdarahan
karena berbagai sebab seperti perlukaan, perdarahan gastrointestinal,
perdarahan uterus, perdarahan hidung, perdarahan akibat operasi,
2. Anemia karena menurunnya produksi sel darah merah; penyebabnya karena
kekurangan unsur penyusun sel darah merah (asam folat, vitamin B12 dan zat
besi), gangguan fungsi sumsum tulang (adanya tumor, pengobatan, toksin),
tidak adekuatnya stimulasi karena berkurangnya eritropolitan (pada penyakit
ginjal kronik),
Trombositopenia
Trombositopenia atau defisiensi trombosit, merupakan keadaan dimana trombosit
dalam sistim sirkulasi jumlahnya dibawah normal (150.000-350.000/μl darah)
(Guyton dan Hall, 2007). Trombositopenia biasanya dijumpai pada penderita
anemia, leukemia, infeksi virus dan protozoa yang diperantarai oleh sistem imun
(Human Infection Virus, demam berdarah dan malaria). Trombositopenia juga
dapat terjadi selama masa kehamilan, pada saat tubuh mengalami kekurangan
vitamin B12 dan asam folat, dan sedang menjalani radioterapi dan kemoterapi (
Leukimia
Leukemia
Leukemia terjadi dari proses mutasi tunggal dari sel progenitor pada sistem
hematopoiesis yang meneyebabkan sel mampu untuk berproliferasi secara tidak
terkontrol yang dapat menjadi suatu keganasan dan sel prekursor yang tidak mampu
Pada leukemia, terjadi keganasan sel darah pada fase limphoid, mieloid, ataupun
pluripoten. Penyebab dari hal ini belum sepenuhnya diketahui.
Limfangitis
Limfangitis adalah suatu peradangan dari saluran limfatik yang terjadi
sebagai akibat dari infeksi pada situs distal ke saluran tersebut. Yang
menyebabkan sebagian besar limfangitis terjadi pada manusia
adalah Streptococcus pyogenes (Grup streptokokus A). Limfangitis juga
kadang-kadang disebut "keracunan darah".
Tanda dan gejala termasuk kemerahan yang mendalam dari kehangatan
limfadenitis kulit dan perbatasan dibesarkan di sekitar daerah yang terkena.
Orang mungkin juga menggigil dan demam tinggi bersama dengan nyeri
sedang dan bengkak. tempat yang dialiri oleh pembuluh limfe bersangkutan.
Penyebab obstruksi yang paling sering ditemukan adalah keganasan, reseksi
limfonodi regional, fibrosis pasca-radiasi, filariasis, thrombosis pasca-
inflamasi dengan pembentukan parut limfatik.
Kalau berjalan lama, limfedema menyebabkan fibrosis interstisial. Kalau
jaringan kutaneus turut terkena, limfedema menimbulkan gambaran kulit jeruk
Gangguan
Limfedema
Limfedema yaitu pembengkakan yang disebabkan gangguan pengaliran
cairan getah bening kembali kedalam darah. Pada umumnya dikenal dua bentuk
limfaedema, yakni yang kongenital dan yang didapat. Limfedema kongenital
merupakan suatu kelainan bawaan yang terjadi akibat tidak terbentuknya atau
terlalu sedikitnya pembuluh getah bening, sehingga tidak dapat
mngendalikan Trauma akibat lainnya misalnya kecelakaan
 Peradangan atau infeksi yang lain. Peradangan pada sistem limfatik
biasanya dimulai dengan sellitis (infeksi jaringan bawah kulit) atau
limfangitis (radang saluran limfe) yang berulang. Dapat terjadi dengan atau
Bila sudah terjdi lifedema yang sebegitu parahnya, tentu saja menyebabkan
gangguan dalam fungsi maupun secara estetika.
Limfadenopati
Limfadenopati adalah perubahan abnormal pada kelenjar getah
bening sehingga ukuran, jumlah, atau konsistensinya berubah menjadi tidak
normal. Apabila limfadenopati disebabkan oleh peradangan akibat infeksi, maka
disebut dengan limfadenitis yang ditandai dengan pembengkakan kelenjar getah
bening. Nodus limfatikus atau kelenjar getah bening (KGB) berperan dalam sistem
imun tubuh.
Ketika kelenjar getah bening membengkak pada dua atau lebih area maka disebut
sebagai limfadenopati generalisata. Penilaian ukuran, lokasi dan karakteristik
limfadenopati penting untuk dilakukan.

 Leher depan (servikal anterior) berukuran sebesar 2 cm


 Ketiak (aksila) berukuran sebesar 1 cm
 Inguinal (lipat paha) sebesar 1,5 cm.
 Bayi baru lahir biasanya memiliki ukuran KGB kurang dari 0,5 cm.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin,Helmi dkk.2015. Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga Hylocereus Undatus
(Haw.) Britt&Rose Terhadap Jumlah Hemoglobin, Eritrosit Dan Hematokrit Pada
Mencit Putih Betina.Jurnal.Hal;118.Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi
Padang.Indonesia.
Di akses pada tanggal 31 maret 2017 :
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&ved=0
ahUKEwjghd-
7loHTAhVJK48KHfxcCqYQFghGMAY&url=http%3A%2F%2Fjstf.ffarmasi.una
nd.ac.id%2Findex.php%2Fjstf%2Farticle%2Fdownload%2F32%2F35&usg=AFQ
jCNFhHjzynDGv5Kploi0vr9TiaDvkMA&sig2=7raPBCxLmgWAjF2YJjoXZg&b
vm=bv.151426398,d.c2I&cad=rja
Darda,Abu.2016.Pendidikan Sains Berbasis Agama untuk Membangun Hidup
Sehat.Jurnal.Vol.1.Hal;246.Universitas Darussalam Gontor.Indonesia.
Di akses pada tanggal 1 april 2017 :
http://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/tadib/article/view/778/660
Erna,N.K,Supriyadi.2015.Penurunan Jumlah Eritrosit Darah Tepi Akibat Paparan
Radiasi Sinar X Dosis Radiografi Periapikal.Praktisi Dokter Gigi.Laboratorium
Radiologi KG Fakultas Kedokteran Gigi.Universitas Jember.Indonesia.
Di akses pada tanggal 31 maret 2017
http://jurnal.unej.ac.id/index.php/STOMA/article/viewFile/2135/1738
Handayani, Wiwik dan Sulistyo, Andi, Wibowo.2008.Asuhan Keperawatan Pada
Klien Dengan Gangguan Sistem Hematologi.Hal 1-6.Salemba
Medika.Jagakarsa.Indonesia.
Di akses pada tanggal 2 april 2017 :
https://books.google.co.id/books?id=PwLdwyMH9K4C&pg=PT16&lpg=PT16&d
q=skema+eritrosit&source=bl&ots=-
BaE3FjQO3&sig=APxJkOxhcL0llqRATNjdKGc6BWo&hl=id&sa=X&redir_esc
=y#v=onepage&q=skema%20eritrosit&f=false
Haryani,Siti.2014. Total Sel Darah Merah (Erythrocyte)Kadar Hemoglobin Dan
Nilai Hematokrit Sapi Bali Di Kecamatan Bangkinang Seberang Kabupaten
Kampar.Skripsi. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim
Riau.Pekanbaru.Indonesia.
Di akses pada tanggal 1 april 2017 :
http://repository.uin-suska.ac.id/5248/1/FM.pdf