Anda di halaman 1dari 12

Bab 1

PENDAHULUAN

A. Pengantar

Hampir semua model aplikasi statistik, mulai dari yang sederhana yaitu statistik deskriptif
(mean, median, modus, kuartil, persentil, range, distribusi, varians, standar deviasi, standar error,
nilai kemiringan, dan lain-lain), statistik parametrik (uji t, korelasi, regresi, anova, dan lain-lain),
serta uji non-parametrik (uji crosstab, binomial, chi square, kolmogorov smirnov dan lain-lain
terdapat dalam SPSS.
SPSS (Statistic Product and Service Solution) adalah salah satu program pengolah data
statistik terutama Pengolahan Data Perikanan yang banyak diminati peneliti, dosen, dan
mahasiswa. Selain SPSS, masih banyak program aplikasi statistik lainnya seperti ; minitabb,
mathlab, maple, DBMS, dan lain-lain.
SPSS 12 merupakan produk terbaru dari seri Program SPSS. Secara umum tidak banyak
perbedaan antara SPSS 12 dengan versi-versi sebelumnya, terutama versi 10 dan 11, sehingga
buku ini bisa digunakan sebagai panduan belajar SPSS 10 dan 11.

B. Tujuan praktikum

Setelah melaksanakan Praktikum ini mahasiswa diharapkan :


1. Mampu mampu memahami pengertian tentang statistik deskriptif, parametrik dan non-
parametrik.
2. Mahasiswa mampu mengaplikasikan program SPSS ver.12
3. Mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan-persoalan penelitian dengan menggunakan
program SPSS 12.

Bab 2
BEKERJA DENGAN SPSS 12

A. Mengaktifkan SPSS

Untuk menjalankan SPSS 12, program harus sudah terinstall di komputer terlebih dahulu,
langkah-langkah :
1. Klik Start
2. Klik Program
3. Klik SPSS for Windows
4. Klik SPSS 12

Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 1


Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
 Pilihan pertama : Pilihan untuk menggunakan SPSS
 Pilihan kedua : Pilihan untuk menggunakan SPSS
 Pilihan ketiga : Membuka dan melanjutkan menggunakan database yang bukan dari
sistim SPSS
 Pilihan keempat : Membuat database yang baru bersumber dari program lain
 Pilihan kelima : Digunakan untuk membuka file-file yang disimpan dalam *.temp
 Pilihan keempat : Untuk membuka file dari output viewer yang masih aktif dalam sistem
SPSS atau menu file *.temp

B. Membuat File Baru


 Klik cancel
 Contoh : dari hasil inventarisasi penangkapan ikan-ikan yang tertangkap dengan
menggunakan lunta oleh seorang nelayan ada di irigasi Riam Kanan diperoleh data Spesies,
dan Famili sebagai berikut :

Jenis Spesies Famili


Nila 125 2
Mas 132 2  Entri data pada lembar kerja
Mujair 100 3 Data View
Kelabau padi 50 2  Beri nama pada lembar
Pipih 25 3 kerja Variable View
- Name ; Jenis, Spesies,
Famili
- Type data ; Jenis (String), Spesies dan Famili(Numeric)
- Decimal ; 2 desimal
- Width ; 8
Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 2
Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
- Label ; -
- Value ; digunakan untuk data-data berkelompok misalnya ; status pendidikan, ,
jenis perlakuan da lain-lain
- Missing (data hilang) ; ada 3 jenis data : no missing value, discrete mising value, dan
range missing value
- Aligment ; rata kiri, kanan tengah
- Measure ada 3 jenis data ; Nominal (data hasil hitung) merupakan data diskrit, dan
Scale dan Ordinal (data ukur) data kontinu
 Simpan data : Ctrl+S atau Save as …..
 Keluar ; File----Exit
 Hasil dapat dilihat seperti ilustrasi berikut :

Variabel View Data View

TIP : Untuk bekerja di Lembar SPSS, masuk ke lembar kerja Variable View terlebih dahulu, ketik nama (name),
atur decimal, dan atur pengisian Value, baru pindah ke lembar kerja Data View untuk pengisian data.
Pastikan prosedur Analisa SPSS pada lembar Variable View.

C. Analisa Data
Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 3
Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
I. A. Uji t Dua sampel Independen
Digunakan untuk menguji apakah rata-rata satu grup sampel berbeda dengan grup sampel
lainnya. Misalnya kita ingin membandingkan hasil tangkapan dengan menggunakan alat
A (gillnet) dan B (Rempa). Data sampel yang diperoleh dari lapangan sebagai berikut :

No. A (Gillnet) B (Rempa)


Ton/ha Ton/ha
1 4.8 3.4
2 9.4 5.1
3 5.5 3.3
4 4.3 3.2
5 5.8 3.5
6 6.5 4.2
7 4.7 3.5
8 7.1 4.0
9 8.1 5.2
10 8.1 3.5

a. Langkah-langkah kerja :
1. Buka file baru dengan format :

Varietas Hasil
1 4.8
1 9.4
1 5.5
dst
1 8.1
2 3.4
2 5.1
2 3.3
dst
2 3.5

2. Lembar Kerja SPSS terlihat seperti Gambar di bawah ini

3. Klik Analize / Compare Means / Independent Sample T-test …………….


Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 4
Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
Masukkan Variabel Hasil ke kolom Test Variabel (s) dan masukkan variabel Jenis
ke kolom Grouping Variabel

4. Klik Define Groups ……Group 1diisi dengan 1 dan Group 2 diisi dengan 2, sesuai
dengan jumlah kategori yang ada (dalam contoh hanya dua, yaitu ; Varietas A dan
Varietas B

5. Untuk memilih taraf kepercayaan yang dikehendaki, klik Options. Dalam keadaan
default, taraf kepercayaan yang dipakai adalah 95 %.

6. Klik Continue, lalu OK

Output
Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 5
Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
Grafik

B. Langkah-langkah pembuatan Grafik


a. Klik Graph, pilih bentuk Grafik (bar, line, area, pie)

b. Pilih Simple dan pilih Summaries for group cases


Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 6
Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
c. Klik Define
d. Masukan variabel Jenis pada Kategori Axis
e. Pilih Other Summery function, Masukan variabel Hasil sebagai representasi Bar.
Ubah Sum values dengan menekan tombol Change Statistic, pilih Sum of Values
f. Klik Continue
g. Klik OK

b. INTEPRETASI DATA
1. Tabel Group Statistic
- Rata-rata hasil tangkapan ikan untuk alat tangkap Gillnet sebesar 6,43 ton/ha, sedangkan
untuk Rempa 3,89 ton/ha.

2. Tabel Independent Sample Test


- Menguji dua varian sama dengan Lavene’s Test, dengan menggunakan uji t.

3. Hipotesis
H0 = Kedua sampel mempunyai varian sama
H1 = Kedua sampel mempunyai varian berbeda
 = Jika thitung < ttabel atau Probabilitasnya >0,05, maka H0= Diterima ; tolak H1
 = Jika thitung > ttabel atau Probabilitasnya <0,05, maka H0= Ditolak ; terima H1

4. Pengambilan Keputusan
- Sig./Probability (0,012 < 0,05), tolak H0 ; terima H1.
- Diketahui : thitung = 4,320 ttabel (ά/2 ; 19) = 2,101=== thitung > ttabel == H0 Ditolak ;
terima H1

Kesimpulan : Rata-rata Hasil tangkapan Gillnet berbeda signifikan dengan Rempa. Hasil
tangkapan Gillnet lebih banyak dibandingkan dengan Rempa.

II. RANCANGAN ACAK LENGKAP (Complete Randomized Design/CRD)


Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 7
Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
Rancangan Acak Lengkap merupakan rancangan percobaan yang paling sederhana,
beberapa keuntungan dari RAL yaitu : 1) Denah rancangan lebih mudah , 2) Analisis statistik
terhadap obyek penelitian sederhana dan fleksibel dalam jumlah penggunaan, perlakuan dan
ulangan.

Contoh :
Peneliti bidang perikanan ingin mengetahui penggunaan hormon X, pemacu pertumbuhan pada
ikan. Larutan hormon disuntikkan setiap 1 minggu sekali, dosis yang digunakan adalah 10 gr/ltr ;
20 gr/ltr ; 30 gr/ltr ; dan 40 gr/ltr. Setelah 6 bulan, pertambahan berat dari ikan tersebut diamati,
dosis manakah yang paling baik ?
Diperoleh data sebagai berikut :

Dosis Penyuntikan
10 gr/ltr 20 gr/ltr 30 gr/ltr 40 gr/ltr
43 61 100 70
28 66 109 72
26 44 98 73
39 57 102 68
39 61 98 89
46 72 88 75
38 68 89 62
20 64 106 63
57 67 102 66
23 74 105 69

a. Prosedur Komputasi pada SPSS


1. Ubah data di atas menjadi seperti di bawah ini

Dosis Berat Dosis Berat Dosis Berat Dosis Berat


(gram) (gram) (gram) (gram)
1 43 2 61 3 100 4 70
1 28 2 66 3 109 4 72
1 26 2 44 3 98 4 73
1 39 2 57 3 102 4 68
1 39 2 61 3 98 4 89
1 46 2 72 3 88 4 75
1 38 2 68 3 89 4 62
1 20 2 64 3 106 4 63
1 57 2 67 3 102 4 66
1 23 2 74 3 105 4 69
 Dosis 10 gr/ltr diberi kode 1
 Dosis 20 gr/ltr diberi kode 2
 Dosis 30 gr/ltr diberi kode 3
 Dosis 40 gr/ltr diberi kode 4

2. Klik Variable View, pada pojok kiri bawah layar


3. Pada kolom Value, defenisikan masing-masing kode, contoh ketik 1 pada value, isi 10
grm/ltr pada label value kemudian klik add. Lakukan hal yang sama untuk , dosis 20
gr/ltr, 30 gr/ltr dan 40 gr/ltr.

a). Data pada Variable View b) Data pada Data View


Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 8
Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
4. Klik Analyze/Compare Mean/ One-Way ANOVA …….
5. Pindahkan Variabel pertambahan berat ke kolom dependent list dan Dosis Penyuntikan
ke kolom Factor.
6. Klik Post Hoc untuk uji lanjutan. Pilih metode Benferroni dan Tuckey, gunakan taraf
kepercayaan 95 % (ά = 0,05), Klik Continue.
7. Klik Option…., aktifkan Descriptive dan Homogenity of variance test.
8. Klik Continue, lalu OK.

Langkah 5 Langkah 6 Langkah 7

Output

Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 9


Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
b. INTEPRETASI DATA
1. Tabel Descriptive
- Pada tabel ini terlihat ringkasan statistik deskriptif, rata-rata, standar deviasi, standar
error dll.

2. Tabel Test of homogenity of Variance

Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 10


Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
- Menguji apakah varian dari populasi (dosis penyuntikan 10,20,30 dan 40 gr/ltr) tersebut
sama.
3. Hipotesis
H0 = Keempat populasi mempunyai varian sama
H1 = Keempat populasi mempunyai varian berbeda
 = Jika Fhitung < Ftabel atau Probabilitasnya >0,05, maka H0= Diterima ; tolak
H1
 = Jika Fhitung > Ftabel atau Probabilitasnya <0,05, maka H0= Ditolak ; terima
H1

4. Pengambilan Keputusan
- Sig./Probability (0,275 > 0,05), tolak H0 ; terima H1.
- Diketahui : Fhitung = 88,154 ttabel0,05 (3 ; 36) = 2,87=== Fhitung > Ftabel == H0 Ditolak ;
terima H1

Kesimpulan : Dosis penyuntikan memberikan pengaruh yang berbeda pada pertambahan


berat ikan yang dipelihara selama 6 bulan dan hasil uji lanjutan Tuckey
menyebutkan dosis 10 gr/ltr memberikan pengaruh yang paling rendah,
dosis 20 dan 40 gr/ltr memberikan pengaruh yang sama dan dosis terbaik
untuk memacu pertambahan berat yaitu dosis 30 gr/ltr.

III. RANCANGAN ACAK KELOMPOK (Randomized Complete Block Design/RCBD)


Rancangan Acak Kelompok merupakan salah satu bentuk rancangan yang banyak
digunakan dalamberbagai percobaan ilmu-ilmu pertanian, perikanan, perindustrian dan lain-
lain. Melalui pengelompokkan diharapkan galat perlakuan dapat dikurangi, data tidak perlu
homogen karena kehomogenan akan dikelompokkan dalam satuan-satuan yang mendekati
homogenitas. Tujuan pengelompokkan diharapkan keragaman dalam kelompok menjadi
sekecil mungkin dan keragaman antar kelompok seebsar mungkin. Dengan demikian
keragaman satuan percobaan dalam setiap kelompok dapat dikurangi, dengan mengusahakan
keragaman dalam satu kelompok.

Contoh :
Peneliti bidang perikanan ingin mengetahui penggunaan hormon X, pemacu pertumbuhan pada
ikan. Larutan hormon disuntikkan setiap 1 minggu sekali, dosis yang digunakan adalah 10 gr/ltr ;
20 gr/ltr ; 30 gr/ltr ; dan 40 gr/ltr. Setelah 6 bulan, pertambahan berat dari ikan tersebut diamati,
dosis manakah yang paling baik ?
Diperoleh data sebagai berikut :

Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 11


Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM
Penuntun Praktikum Pengolahan Data Perikanan Dengan SPSS 12 12
Abdur Rahman, S.Pi Staf Pengajar Program Studi MSP Fak. Perikanan-UNLAM