Anda di halaman 1dari 4

TUGAS FITOTERAPI

REVIEW JURNAL

Kelompok :6
Nama Anggota :
 Kurnia Putri J
 Maria Ulfa
 Shafira Dian Rizki Fitriana Nasution
 Amelia Soyata
 Ilmavia Wilantika
 Shindi Larasati
Dosen Pembimbing : Putri Maya Sari, M. Farm., Apt.

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2016
Efek Fitoterapi dari Teh Hijau Terhadap Mencit Yang
Diinduksi Renal Iskemia
Bahram Amouoghli Tabrizi and Daryoush Mohajeri

Pendahuluan
Iskemia renal adalah penyebab utama gagal ginjal akut. Iskemia ginjal menginduksi stres
oksidatif, yang menghasilkan diperparah dan berkepanjangan respon inflamasi sistemik dan
akhirnya kematian sel ginjal. [4,5]. cedera iskemia adalah salah satu penyebab utama dari cedera
ginjal akut, yang dapat bermanifestasi nekrosis tubular histologis akut.
Terapi antioksidan telah didokumentasikan dengan baik untuk membantu dalam
peningkatan fungsi organ. Katekin teh hijau dan turunan mereka telah disarankan sebagai
antioksidan yang mengikat radikal bebas untuk melindungi sel-sel normal dan patologis. Di
antara semua polifenol teh epigallocatechin-3-gallate telah terbukti bertanggung jawab untuk
banyak kemampuan mempromosikan kesehatan dari the hijau. Teh hijau telah terbukti
meningkatkan fungsi ginjal pada tikus diabetes, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular,
kanker, obesitas dan masalah kesehatan mulut. Telah terbukti bahwa konsumsi the hijau terlibat
dalam perubahan adaptif spesifik dalam peningkatan metabolisme sel / energi dan mekanisme
pertahanan antioksidan yang dikaitkan dengan peroksidasi lipid yang lebih rendah di usus, hati
dan ginjal dari tikus normal. Pada penelitian sebelumnya, the hijau telah terbukti mengurangi
gentamisin-nefrotoksisitas dengan menurunkan tingkat urea serum, kreatinin dan jaringan konten
LPO.

Tujuan
Studi ini dilakukan untuk menentukan efek perlindungan dari daun the hijau dari stress
oksidatif pada iskemia renal dengan menggunakan desain eksperimen pembedahan hewan.

Metode

1. Ekstrak the hijau


Daun the dikumpulkan dari pasar local dibuat ekstrak dengan cara 10 gram the hijau
direndam dalam air mendidih selama 5 menit dengan perbandingan 1:1 dan kemudian
disaring untuk mendapatkan 1% larutan daun the. Air hasil saringan tadi kemudian yang
akan diberikan sebagai minum mencit.

2. Hewan
Tikus galur wistar (berat 200-250 g) jantan dibagi menjadi 5 kelompok (control positif, 3
kelompok IR-DT (0,5; 1,0; 1,5), dan control negative). Hewan diaklimatisasi selama 3
minggu dengan diberikan air the hijau selama 2 minggu terakhir.

3. Eksperimen pembedahan
Hewan dianastesi secara ip. Ketaminxelazine (50 mg/kg dan 10 mg/kg). dilakukan
pembedahan pada bagian abdomen menggunakan peralatan yang telah disterilkan
autoklaf sebelumnya hingga terlihat bagian renal mencit. Mikro klam hemostatik
dipasangkan pada bagian renal arteri selama 60 menit untuk menginduksi iskemia. Klam
kemudian dilepas untuk kembali mengalirkan darah secara reperfusi ginjal selama 30
menit. Bagian abdomen kemudian kembali dijahit. Lalu mencit dibiarkan selama 24 jam.
Mencit dikorbankan kemudian dibedah kembali dan diambil ginjal kiri dimasukkan
kedalam larutan garam hipertonis dingin dan dihomogenkan dengan 1,15% w/v larutan
kalium klorida untuk menentukan aktivitas antioksidan.

4. Estimasi aktivitas antioksidan


Homogenate ginjal disentrifus selama 10 menit dan supernatanya digunakan untuk
pengukuran stress oksidatif dengan mengestimasi penurunan glutation (GTH) dan
penentuan malondialdehid (MDA) dan enzim antioksidan seperti superoksida dismutase
(SOD), katalase (CAT) dan glutation peroksidase (GTH-Px). Penurunan GTH dapat
dilihat dengan pereaksi 5,5-dithiobis-2-asam nitrobenzoat dan adsorbansi 410 nm.
Derajat lemak peroksidase pada ginjal ditentukan dengan senyawa asam tiobarbiturat.
Tiap unit pada aktivitas SOD ditentukan dengan tiap konsentrasi enzim dapat
menghambat pembentukan warna pada tiap 1 menit. CAT ditentukan dengan metode
klairbon berdasarkan kerusakan hydrogen peroksida.
Seluruh hasil yang didapat kemudian dianalisis dengan metode ANOVA.

Hasil dan Pembahasan

Tabel 1. Pengaruh pemerian daun the terhadap status oksidatif pada jaringan renal mencit yang diinduksi iskemia renal.

Gagal ginjal akut dapat dimulai karena adanya iskemia dan reperfusi yang dikarakterisasi
oleh inflamasi pada jeringan renal dan kerusakan tubular. Kegagalan pada tubular dan
glomerular ini dikarenakan noxia dan ROS (Reaktif Oksigen Spesies) yang merupakan factor
besar renal iskemia. Potensi daun the dengan mempelajari efeknya pada peroksidase lemak.
Hewan uji diinduksi dan diberikan daun the memiliki tingkat aktivitas enzim antioksidan yang
lebih tinggi. Daun the meningkatkan level MDA yang mana dapat menunjukkan adanya aktivitas
antioksidan yang menghambat peroksidase lipid dan protein oksidasi pada renal. GSH pada studi
ini telah habis diikuti hasil iskemia yang menurun pada saat proses reperfusi. Mencit yang
diberikan the hijau terlebih dahulu menunjukkan nilai hambat GSH yang lebih tinggi daripada
control, menunjukkan bahwa ekstrak daun the dapat membantu menghilangkan kolam GSH.
GTE juga menunjukkan aktivitas yang dapat menaikkan enzim CAT, GSH-Px dan SOD
pada kelompok mencit uji yang menandakan kemungkinan adanya efek antioksidan pada
peningkatan enzim tersebut.
Ekstrak the hijau mengandung polifenol (katekin, epikatekin, epigalokatekin dan galat),
tanan dan kafein. telah diketahui bahwa katekin merupakan senyawa antioksidan yang terdapat
pada the dapat meningkatkan system pertahanan tubuh dari organism yang telah
didemonstrasikan pada berbagai uji invtro dan invivo. Secara keseluruhan, mekanisme dari
efektivitas perlindungan daun teh pada iskemia renal dapat dijelaskan dengan aktivitas
antioksidannya. Maka daun the disarankan sebagai makanan suplementari terhadap pasien gagal
ginjal akut atau pencegahan penyakitnya.

Kesimpulan
Ekstrak daun the yang diberikan pada hewan uji membuktikan memiliki aktivitas
antioksidan yang dapat menghambat enzim oksidase pada renal iskemia.