Anda di halaman 1dari 12

NAMA :

NIS :

1. Pengertian Phlebotomy
Phlebotomi (bahasa inggris : phlebotomy) berasal dari kata Yunani phleb dan tomia.
Phleb berarti pembuluh darah vena dan tomia berarti mengiris/memotong(cutting).
Dulu dikenal istilah vena sectie, venesection atau veni section. Teknik flebotomi
merupakan suatu cara pengambilan darah (sampling) untuk tujuan tes laboratorium
atau bisa juga pengumpulan darah untuk didonorkan
2. Pengertian Phlebotomist
Phlebotomist adalah seorang tenaga medic yang telah mendapat latihan untuk
mengeluarkan dan menampung specimen darah dari pembuluh darah vena, arteri atau
kapiler.
3. Macam – macam tabung vakum beserta fungsinya
Dalam dunia phlebotomi sudah dikenal ada berbagai macam tabung vacum dengan
berbagai fariasi warna yang berbeda.
a. Tabung Tutup Merah
Keterangan :
 Tidak terdapat zat Additive
 Tindakan : Darah Beku, dan serum dipisahkan oleh sentrifius
 Digunakan untuk pemeriksaan : Kimia, Imunologi dan Serologi, Bank
Darah (crossmatch).
b. Tabung Tutup Emas
Keterangan :
 Tidak terdapat zat Additive
 Tindakan : Pemisah tabung serum (SST) berisi gel di bagian bawah
untuk memisahkan darah dari serum dengan cara sentrifugasi
 Digunakan untuk pemeriksaan : Kimia, Imunologi dan Serologi

c. Tabung Tutup Hijau Muda


Keterangan :
 Zat Additive : Plasma Separating Tube (PST) dengan heparin Lithium
 Tindakan : Anticoagulates dengan heparin lithium; Plasma dipisahkan
dengan gel PST di bagian bawah tabung
 Digunakan untuk pemeriksaan : Kimia
d. Tabung Tutup Hijau Tua
Keterangan :
 Zat Additive : Sodium heparin atau heparin lithium
 Tindakan : Inactivates trombin dan tromboplastin
 Digunakan untuk pemeriksaan : Untuk tingkat lithium, menggunakan
heparin natrium Untuk level amonia, menggunakan heparin natrium atau
lithium
e. Tabung Tutup Ungu
Keterangan :
 Zat Additive : EDTA
 Tindakan : Bentuk garam kalsium untuk menghilangkan kalsium
 Digunakan untuk pemeriksaan : Hematologi (CBC) dan Bank Darah
(crossmatch) ; requires full draw invert 8 times. Untuk mencegah
penggumpalan dan pembekuan darah.
f. Tabung Tutup Biru Muda
Keterangan :
 Zat Additive : Natrium sitrat
 Tindakan : Bentuk garam kalsium untuk menghilangkan kalsium
 Digunakan untuk pemeriksaan : Tes koagulasi (protime dan waktu
protrombin), full draw required
g. Tabung Tutup Biru Tua
Keterangan :
 Zat Additive : EDTA
 Tindakan : Tabung ini di design untuk tidak terkontaminasi oleh logam
 Digunakan untuk pemeriksaan : Untuk Test Trace Elemen (seng,
tembaga, timah, merkuri) dan toksikologi
h. Tabung Tutup Warna Gray ( abu – abu)
Keterangan :
 Zat Additive : Sodium fluoride dan kalium oksalat
 Tindakan : Agen Antiglycolytic mempertahankan glukosa sampai 5 hari
 Digunakan untuk pemeriksaan : Glucoses, requires full draw (may cause
hemolysis if short draw)
i. Tabung Tutup Warna Kuning
Keterangan :
Zat Additive : ACD (acid-citrate-dextrose)
Tindakan : Complement inactivation
Digunakan untuk pemeriksaan : HLA tissue typing, paternity testing, DNA
studies
j. Tabung Tutup Warna Kuning – Hitam
Keterangan :
 Zat Additive : Kaldu campuran
 Tindakan : Menjaga kelangsungan hidup mikroorganisme
 Digunakan untuk pemeriksaan : Mikrobiologi - aerob, anaerob, jamur
k. Tabung Tutup Warna Hitam
Keterangan :
 Zat Additive : Natrium sitrat (buffered)
 Tindakan : Forms calcium salts to remove calcium
 Digunakan untuk pemeriksaan : Westergren Sedimentation Rate;
requires full draw
l. Tabung Tutup Warna Orange
Keterangan :
 Zat Additive : Trombin
 Tindakan : Untuk memeriksa cepat bekuan darah
 Digunakan untuk pemeriksaan : STAT serum kimia
m. Tabung Tutup Warna Coklat Muda
Keterangan :
 Zat Additive : Sodium heparin
 Tindakan : Inactivates trombin dan tromboplastin; isinya hampir tidak
ada timbal
 Digunakan untuk pemeriksaan : Serum lead determination
n. Tabung Tutup Warna Putih
Keterangan :
 Zat Additive : Kalium EDTA
 Tindakan : Bentuk garam kalsium
 Digunakan untuk pemeriksaan : Molecular/PCR and bDNA testing
o. Tabung Tutup Warna Merah Muda
Keterangan :
 Zat Additive : Kalium EDTA
 Tindakan : Bentuk garam kalsium
 Digunakan untuk pemeriksaan : Immunohematology
4. Prosedur pengambilan darah kapiler dan darah vena
a. Darah kapiler

Cara ini digunakan bila jumlah darah yang digunakan atau dibutuhkan sedikit
yaitu kurang dari 0,5 ml darah. Biasanya digunakan hanya untuk satu atau dua
macam pemeriksaan saja. Misalnya hanya untuk hemoglobin, hapusan darah,
eritrosit atau hitung leukosit. Secara umum tidak ada perbedaan yang
bermakna antara darah kapiler dan darah vena sebagai spesimen pemeriksaan
hematologi, asalkan proses pengambilannya mengikuti ketentuan yang baku
dan tidak tercampur cairan jaringan atau alkohol 70% antiseptik.
Pengambilan darah kapiler diindikasikan pada pada keadaan tertentu, seperti :
neonatus, bayi prematur, luka bakar luas, gemuk, pasien dengan
kecenderungan trombosis dan pasien dengan gangguan darah perifer.
Gambar 1. Pengambilan darah kapiler menggunakan autoclix pada jari tangan.
Alat dan Reagensia
 Blood lancet atau Autoclix dan sebaiknya disposable pemakaiannya
(single use only) untuk menghindari penularan penyakit dan ketajaman
mata lancet tetap baik dan tajam. Kedua jenis alat ini cukup untuk
menembus kulit dengan kedalaman antara 1 – 3 mm.
 Kapas atau tissue kering
 Kapas Alkohol 70%
Lokalisasi
Tempat penusukan bisa dipilih dari ujung jari tangan, cuping telinga, dan
untuk bayi biasanya dari ujung jari kaki atau sisi lateral tumit. Jangan menusuk
pada bagian tangan bayi karena akan tertusuk tembus hingga ke tulang
sehingga akan menyebabkan kerusakan jaringan tulang pada bayi. Dalamnya
tusukkan maksimal 2,5 mm, karena bila melebihi pada bayi akan terkena
tulang kalkaneus. Tempat yang dipilih tidak boleh terlihat adanya gangguan
peredaran darah seperti cyanosis (kebiruan) atau pucat.
Cara kerja
 Tempat yang akan ditusuk harus diberi dengan antiseptik Alkohol
70%, lalu dibiarkan kering. Dapat juga menggunakan antiseptik
Tincture Iodium 1%
 Kulit setempat ditegangkan dengan memijat antara dua jari
 Penusukkan dilakukan dengan gerakkan yang cepat dan tepat sehingga
terjadi luka yang dalamnya 3 mm. Pada jari tusuklah dengan arah tegak
lurus pada garis – garis sidik jari kulit dan jangan sejajar. Bila memakai
anak daun telinga (cuping telinga), tusuklah pinggirnya, bukan sisinya.
Tusukkan harus cukup dalam supaya darah mengalir keluar dengan
mudah.
 Tetesan darah pertama harus dihapus dengan kapas atau tissue bersih
dan kering karena ini mungkin tercampur dengan alkohol.
 Tetesan darah yang keluar selanjutnya dapat digunakan untuk
pemeriksaan hematologi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan

1. Sebelum dilakukan penusukan harus diperhatikan tempat-tempat yang


tidak boleh diambil yaitu adanya peradangan, bekas luka dermatitis,
oedema. Pada penderita yang pucat atau Cyanosis perlu dipijat-pijat dan
digosok-gosok atau direndam dalam air hangat dulu supaya peredaran
darah setempat mejadi lebih baik.
2. Penusukan pada ujung jari sebaiknya dilakukan pada sisi karena rasa
nyeri berkurang.
3. Jangan menekan atau memeras jari atau cuping telinga untuk
mendapatkan darah yang cukup, darah yang diperas semacam ini
bercampur dengan cairan jaringan dan menyebakan kesalahan dalam
pemeriksaan.
4. Pada cuping telinga yang tidak boleh diambil yaitu daerah yang dekat
dengan anting, pada pengambilan darah pada cuping telinga tidak terlalu
nyeri,
5. Perlu diperhatikan kalau terjadi pendarahan pada cuping ini sukar untuk
dihentikan oleh karena itu bagi penderita tersangka pendarahan tidak
boleh dilakukan penusukan dicuping telinga.

Kesulitan
Bila kulit sekitar luka tak kering karena alkohol atau keringat, maka tetesan
darah yang keluar tak dapat mengumpul pada tempat itu, melainkan segera
menyebar disekitarnya, sehingga darah tidak dapat diperoleh secara sempurna.

b. Darah vena
Darah vena diperoleh dengan jalan punksi vena. Jarum yang digunakan
untuk menembus vena itu hendaknya cukup besar, sedangkan ujungnya harus
runcing , tajam dan lurus. Dianjurkan untuk memakai jarum dan semprit yang
disposable; semprit semacam itu biasanya dibuat dari semacam plastik. Baik
semprit maupun jarum hendaknya dibuang setelah dipakai, janganlah
disterilkan lagi guna pemakaian berulang.
Semprit yang banyak dipakai untuk pemeriksaan hematologi ialah
yang mempunyai volume 2 dan 5 ml. Dianjurkan pula menggunakan “jarum –
jarum steril“. Teknik pengambilan menggunakan tabung hampa (vacutainer,
venoject) yakni jarum yang diperlengkapi dengan tabung gelas hampa udara;
pada waktu melakukan pungsi vena, darah terisap ke dalam tabung itu. Alat ini
dapat digunakan 1 kali saja. Memakai jarum – tabung ini ada keuntungan
tambahan karena darah yang diperoleh dalam keadaan tidak terkontaminasi.
Alat dan Reagensia :
 Jarum dan semprit atau tabung vakum dilengkapi jarum dan holder.
 Jarum harus cukup besar, ujungnya runcing, tajam dan lurus dan
hendaknya dibuang setelah dipakai (dispossible).
 Tourniquet, Bila tidak ada tourniquet dapat digunakan pembalut dari
tensimeter atau selang karet yang lunak (lebar ± 5 cm).
 Botol penampung darah
 Kering dan tertutup, untuk keperluan mikrobiologi harus steril.
Volumenya tidak terlalu besar untuk jumlah darah yang akan
ditampung dan diberi label.
 Kapas bersih beralkohol 70 % sebagai antiseptik
 Bantalan, Sebagai pengganjal atau penopang tangan (jika diperlukan)
Lokalisasi
Vena yang cukup besar dan letaknya superficial (permukaan)
merupakan yang ideal sebagai vena yang akan ditusuk. Pada orang dewasa
dapat menggunakan : vena diffosa cubiti, vena cephalica, vena cephalica
mediana, vena basilica atau vena basilica mediana. Pada kondisi lain dapat
juga menggunakan vena pada tangan, dimana biasanya perawat memasang
infus, namun harus berhati – hati karena resiko tertusuk tulang sangat besar.
Anak-anak dan bayi bila mengalami kesulitan dapat menggunakan vena
Jugularis Externa (lebar), vena Femoralis (paha) dan atau vena Sinus sagitalis
Superior (kepala), namun harus berpengalaman dan ahli dalam pengambilan
darah.
Cara Kerja
 Alat-alat yang diperlukan disiapkan di meja kerja.
 Keadaan pasien diperiksa, diiusahakan pasien tenang begitu pula
petugas pengambil darah (phlebotomis).
 Ditentukan vena yang akan ditusuk, pada orang gemuk atau untuk vena
yang tidak terlihat dibantu dengan palpasi (perabaan).
 Daerah vena yang akan ditusuk diperhatikan dengan seksama terhadap
adanya peradangan, dermatitis atau bekas luka, karena mempengaruhi
hasil pemeriksaan.
 Tempat penusukan beri antiseptik dengan Alkohol 70 % dan dibiarkan
kering
 Tourniquet dipasang pada lengan atas (bagian proximal lengan) 6 – 7
cm dari lipatan tangan.
 Tegakkan kulit diatas vena dengan jari-jari tangan kiri supaya vena
tidak bergerak.
 Dengan lubang jarum menghadap keatas, kulit ditusuk dengan sudut
45o – 60o sampai ujung jarum masuk lumen vena yang ditandai
dengan berkurangnya tekanan dan masuknya darah ke ujung plastik
jarum.
 Holder ditarik perlahan-lahan sampai volume darah yang diinginkan
apabila menggunakan syringe. Apabila menggunakan tabung vakum,
tabung diambil dan ditusukkan pada ujung lain dari jarum tadi, maka
darah akan masuk dengan sendirinya.
 Torniquet dilepas pada lengan.
 Kapas diletakkan diatas jarum dan ditekan sedikit dengan jari kiri, lalu
jarum ditarik.
 Pasien diinstruksikan untuk menekan kapas selama 1 menit pada
tempat tusukan. Setelah itu direkatkan kapas menggunakan plester.
 Jarum ditutup lalu dilepaskan dari sempritnya, darah dimasukkan
kedalam botol penampung melalui dinding secara perlahan. Bila
menggunakan antikoagulan, segera perlahan-lahan dicampur. Untuk
tabung vakum segera dikocok perlahan untuk mencampurkan darah
dengan zat aditif didalamnya.
Hal – hal yang perlu diperhatikan
 Pastikan petugas telah menggunakan alat pelindung diri (APD) : jas
laboratorium, masker, sarung tangan karet dan penutup kepala.
 Pasien yang takut harus ditenangkan dengan memberi penjelasan
mengenai apa yang akan dilakukan, maksud beserta tujuannya.
 Pada pasien anak, perlu di fiksasi tangannya dengan petugas lain agar
tidak bergerak pada saat penusukan.
 Vena yang kecil terlihat sebagai garis-garis biru biasanya sukar
digunakan
 Untuk vena yang tidak dapat ditentukan karena letaknya yang dalam,
usaha coba-coba dilarang untuk dilakukan
 Pembendungan yang terlalu lama jangan dilakukan karena dapat
mengakibatkan hemokonsentrasi setempat.
 Hematoma, yaitu keluarnya darah dibawah kulit dalam jaringan pada
kulit disekitar tusukkan akan terlihat berwarna biru, biasanya akan
terasa nyeri, perintahkan pasien untuk mengompresnya dengan air
hangat beberapa menit atau beberapa hari sampai sakitnya hilang.
PERALATAN PENGAMBILAN DARAH
 Kode Warna Jarum
Jarum yang digunakan untuk pengambilan darah bermacam - macam
ukurannya. Untuk itu perlu diketahui dan dipilih jenis jarum yang akan
digunakan serta disesuaikan dengan volume yang akan diambil dan pasien
yang akan diambil darah. Semakin besar nomor jarum, maka semakin kecil
diameter lubang jarum. Kode warna jarum dapat dilihat pada plastik holder
jarum yang akan disambungkan dengan spuit/semprit/syringe atau tabung
vakum.
 Ukuran jarum dengan kode warna pada plastik holder.
Jarum no. 27 G dengan warna merah jambu berukuran paling kecil, diikuti
jarum No. 25 G warna kuning, jarum no. 24 G berwarna ungu, jarum no. 23 G
biru, jarum no. 22 berwarna hitam, jarum no. 21 berwarna hijau, jarum no.20
kuning krim, jarum no.18 putih dan lainnya. Untuk pemeriksaan hematologi
biasanya digunakan jarum no. 21, 22 dan 23 pada orang dewasa dan anak,
sedangkan pada bayi digunakan no.27 dan 25 G.
Ukuran Syringe (Spuit/Semprit)
Syringe yang tersedia dipasaran beragam ukuran mulai 1 ml, 3 ml, 5 ml, 10
ml, hingga 20 ml. Untuk pemeriksaan hematologi idealnya menggunakan
syringe ukuran 1 ml, 3 ml dan 5 ml. Hal ini karena dalam pemeriksaan
hematologi tidak terlalu banyak menggunakan darah untuk pemeriksaan di
laboratorium.
Kode Warna Tabung vakum
Tabung vakum merupakan tabung yang telah hampa udara yang diproduksi
oleh perusahaan, sehingga saat pengambilan darah maka akan tersedot sendiri
dengan gaya vakum tabung ini. Tabung vakum rata-rata terbuat dari kaca
antipecah atau plastik bening dengan berbagai ukuran volume yang berisi zat
additif didalamnya. Tabung vakum dibedakan jenisnya berdasarkan warna
tutup dan etiketnya, berikut kode warna untuk tiap tabung vakum :
 Tutup dan Etiket Merah (Red Top)
Tabung jenis ini telah berisi reagent Clot Activator yang akan
mempercepat pembekuan darah. Umumnya digunakan untuk Kimia
darah, Serologi dan Bank Darah. Waktu pembekuan ideal 60 menit
(sesuai standart NCCLS/National Committee Clinical Laboratory
System) tetapi bisa di sentrifuge dibawah 60 menit asalkan sampel
sudah mengental. Sample harus segera di sentrifuge dalam waktu
maksimal 2 jam (dari pengambilan sampel). Di sentrifuge 1300-2000
rpm selama 10 menit.
 Penyimpanan sampel : 22°C (dapat digunakan sampai 8 jam), 4°C
(dapat digunakan 8-48 jam), -20°C (dapat digunakan diatas 48 jam).
Ukuran tersedia 4 ml, 6 ml dan 10 ml.
 Tutup dan Etiket Ungu muda (Lavender)
Berisi antikoagulan K3EDTA, sehingga darah diperoleh tidak beku.
Umumnya digunakan untuk pemeriksaan Hematologi. Ukuran tersedia
1 ml, 2 ml, 3 ml, 4 ml, 6 ml dan 8 ml.
 Tutup dan Etiket Ungu (Violet)
Berisi antikoagulan K2EDTA, untuk mencegah pembekuan darah.
Umumnya digunakan untuk pemeriksaan Hematologi. Yang
membedakan hanyalah isi dari antikoagulannya saja dibandingkan
dengan K3EDTA lavender.
Dinding tabung bagian dalam dilapisi pengawet sehingga dapat
memperpanjang waktu hidup dan metabolisme Sel darah Merah setelah
proses pengambilan darah. Berisi antikoagulan K2EDTA (Ethylene
Tetra Acetic Acid) yang berbentuk Spray dry. Setelah darah masuk
penuh ke tabung ‘segera mungkin’ lakukan homogenisasi sebanyak 6x
untuk menghindari penggumpalan thrombosit karena pada situasi
thrombosit sangat bagus darah cepat sekali menggumpal. Agar mesin
dapat membaca leukositenya disarankan sample darah yang masuk
ketabung minimal 75% dari ml tabung yang dipakai. Ukuran tersedia 1
ml, 2 ml, 3 ml, 4 ml, 6 ml dan 8 ml.
 Tutup dan Etiket Biru (Blue)
Berisi Trisodium sitrat 3,2% sesuai standart NCCLS dengan rasio
sample darah : citrate = 9 : 1 (rasio yang selalu konstan akurasinya).
Didesign khusus untuk tes koagulasi dan agregasi thrombosit. Dilapisi
oleh double cover, yaitu : Poly Propylene (bagian dalam) agar tidak ada
penguapan aditive, terjaga kevakuman. Poly Ethyline (bagian luar)
mampu mengurangi insiden aktivasi platelet. Tersedia ukuran 1,8 ml,
2,7 ml dan 4,5 ml (Full Draw).
 Tutup dan Etiket Hijau (Green)
Berisi Lithium Heparin dengan gel (PGS), baik digunakan sebagai
antikoagulan karena tidak mengganggu analisa beberapa macam ion
yang ada dalam darah. Direkomendasikan untuk pemeriksaan Kimia
Darah, Kreatinin dan BUN, elektrolit dan enzim. Dihomogenisasi 6x
dan di sentrifuge pada 1300 - 2000 rpm selama 10 menit dan kemudian
plasma siap untuk dianalisa. Tersedia ukuran 1 ml, 2 ml, 3,5 ml, 5 ml
dan 8 ml.
 Tutup dan Etiket Abu-abu (Grey)
Berisi Kalium Oxalate berfungsi sebagai antikoagulan dan NaF yang
berfungsi sebagai pengawet sehingga dapat menstabilkan kadar gula
darah selama 24 jam pada suhu ruangan dan selama 48 jam jika
disimpan pada suhu 4°C. NaF menghambat enzim Phosphoenol
Pyruvate dan kerja urease (mencegah Glycolysis). Ukuran tersedia 2
ml, dan 3 ml.
 Tutup dan Etiket Kuning (Yellow)
Disebut juga SST II/Serum Separator Tube. Berisi Silica sebagai Clot
Activator dan Polymer Gel Innert sebagai pemisah serum sehingga
diperoleh kualitas serum yang bagus dan mengurangi resiko timbulnya
fibrin yang bisa menyumbat instrument.
Waktu mendapatkan serum hanya separuh dari Clot Activator/Red Top
maka lebih menghemat waktu dan biaya. SST II / Serum Separator
Tube. Sebagai pilihan terbaik untuk pemeriksaan kimia darah cito.
Serum yang diperoleh lebih banyak jika dibanding dengan Clot
Activator/Red Top sehingga efisien dalam pengambilan darah.
Memungkinkan untuk penundaan analisa specimen (diambil malam
hari dan diproses/dianalisa esok hari). Satu tabung berfungsi sebagai
penyimpan sekaligus analisa tube sehingga mengurangi kesalahan
identifikasi. Setelah specimen masuk tabung dihomogenisasi 6x
kemudian diamkan 15-30 menit (mengurangi resiko
fibrin).Dicentrifuge pada 4000 rpm selama 10 menit (swing head) atau
15 menit (fixed angle). Ukuran tersedia 3,5 ml, 5 ml dan 8,5 ml
 Tutup dan Etiket Hijau muda (Citrus)
Berisi Lithium Heparin sangat banyak digunakan sebagai antikoagulan
karena tidak mengganggu analisa beberapa macam ion yang ada dalam
darah. Direkomendasikan untuk pemeriksaan Kimia Darah, Kreatinin
dan BUN, elektrolit dan enzim.
 Tutup dan Etiket Jingga (Orange)
Tabung tidak hampa/vakum, berisi Clot Activator yang berisi gel.
Digunakan untuk laboratorium yang tidak memerlukan tabung vakum
untuk mengumpulkan darah. Dapat digunakan pemeriksaan Kimia
darah dan Serologi. Ukuran tabung 5 ml.
 Tutup dan Etiket Hitam (Black)
Berisi Trisodium sitrat 3,8% untuk pemeriksaan LED/ESR metode
Westergren. Ukuran tabung dengan isi 2,4 ml volume cairan.