Anda di halaman 1dari 9

“ASSIGNMENT 4”

TUGAS
untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah

Pengantar Praktek Pengauditan

yang Diampu oleh Bapak Drs. Agus Widodo Mardijuwono, M.Si., Ak., CMA., CA.

Disusun oleh :

ELMA NUR FIRDAUSY 041711333090


DEWI SUCIANI PRASETYA 041711333102
IVENA ROHADATUL ‘AISY 041711333103
RAHMAH INONG NURHAMDANI 041711333107
NABILA ZULFANI 041711333114
FITRI AYU NURCAHYANI 041711333117

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2019
PART A – Control Risk Analysis
1. Internal Control System Flowchart
2. Strengths Analysis
Strength Possible Test of Control
1. Output Control
Penghitungan fisik persediaan Verbal Inquiry, melakukan wawancara dengan
dilakukan paling tidak setahun manajemen mengenai ada atau tidaknya, serta
sekali. waktu pelaksanaan penghitungan fisik.
Ada pedoman umum untuk Observasi, melihat bagaimana prosedur
melaksanakan penghitungan fisik penghitungan fisik dilaksanakan
persediaan.
Prosedur penghitungan fisik Observasi, melihat bagaimana prosedur
persediaan mengikuti petunjuk dalam penghitungan fisik dilaksanakan
pedoman umum.
2. Access to Assets
Persediaan diberi penjagaan dan Obseravasi, mengamati fungsi penjagaan gudang
pengendalian yang layak persediaan serta petugas yang melaksanakan
fungsi tersebut.
3. Processing Control
Setiap menerima barang masuk Direct Examination, memeriksa kelengkapan
dibuatkan laporan penerimaan dokumen yang dibuat saat menerima barang
kiriman dari vendor
Vouching, mencari dokumen pendukung catatan
transaksi barang masuk
Semua penerimaan barang dilakukan Observasi, mengamati proses pengendalian
penghitungan dan diinspeksi dengan penerimaan barang
tepat
Sistem persediaan menggunakan Direct Examination, mengamati secara langsung
metode perpetual metode pencatatan dalam system akuntansi
perusahaan
Selisih antar penghitungan fisik dan Direct Examination, Observasi, Vouching
catatan akuntansi diinvestigasi secara Mengamati investigasi yang dilakukan oleh klien,
periodik memeriksa langsung aktivitas jurnal persediaan,
memvouching dokumen-dokumen pendukung
aktivitas akun persediaan
Dalam prosedur pembelian memakai Observasi,
purchase requisition (permintaan Mengamati prosedur pembelian barang
pembelian) perusahaan
4. Input Control
Purchase order diberi nomor urut Sequence Checking, Observation
Memeriksa adanya nomor urut dan nomor urut
sudah benar, tidak ada yang terlewati
5. Authorization
Pembelian diotorisasi oleh pejabat Direct Examination,
perusahaan (Mr. Brown) Memeriksa ada atau tidaknya tanda tangan yang
mengesahkan pembelian
3. Weaknesses Analysis
Kelemahan Eror Prosedur substantive
Petugas persediaan Adanya kecurangan - Meneliti bukti penerimaan
membantu menghitung perhitungan persediaan
persediaan fisik perusahaan
Penerimaan dan pembelian Dapat terjadi mark up - Melakukan perhitungan fisik
berada dalam satu dari Inventory invenntori
departemen - Membandingkan jumlah
barang yang diterima dengan
jumlah yang dibeli
- konfirmasi persediaan
kepada supplier
Petugas persediaan mencatat Pencurian barang - Melakukan perhitungan fisik
master file persediaan - Meneliti bukti penerimaan
barang

4. Substantive Tests
Test of Controls (Uji Pengendalian)
1. Telusuri transaksi pembelian persediaan melalui sistem. Observasi pemisahan
kerja dan periksa pengendalian.
2. Pilih sampel barang persediaan secara acak dari master data persediaan, telusuri
ulang dokumen pokok atas catatan tersebut dan hitung ulang.
3. Pilih sampel pesanan pembelian secara acak. Nilai pemberian urutan nomer dan
periksa tanda tangannya.
Dual-Purpose Test (Tes dengan Tujuan Ganda)
1. Ulas semua penyesuaian atas catatan persediaan untuk menentukan
kewajarannya. Periksa semua penyesuaian tersebut muncul dalam jumlah besar
atau tidak biasa.
Substantive Test of Transaction (Uji Tes Substantif)
1. Nyatakan dokumentasi dari master data persediaan untuk ketentuan kewajaran
suatu hal.
2. Amati catatan akuntansi dan ulas hal-hal yang terkait akun barang tidak biasa
pada buku besar.
PART B – Assessing Audit Risk
MEMORANDUM
Dari : James W. Pritchard
Untuk : Apple Blossom Cologne Company Audit Engagement File
Subyek : Inherent Risk Assessment untuk Asersi Persediaan

Inherent risk merupakan pengukuran kemungkinan terjadinya salah saji yang material terkait
asersi dengan asumsi belum adanya internal control. Tinjauan audit menunjukkan bahwa akun
persediaan merupakan akun yang mungkin terjadi error. Salah saji sering terjadi karena
persediaan mudah dicuri, banyak transaksi yang berhubungan dengan akun persediaan, dan
pengakuan persediaan yang usang membutuhkan judgement profesional. Karena kerawanan
akun persediaan ini, kami membuat kebijakan yaitu risiko inheren untuk asersi persediaan
ditentukan dalam level “moderate”. Namun berdasarkan tinjauan kami berdasarkan catatan
klien dan error yang terdeteksi di persediaan tahun sebelumnya, maka kami mengukur risiko
inheren dalam kategori “high”.

MEMORANDUM
Dari : James W. Pritchard
Untuk : Apple Blossom Cologne Company Audit Engagement File
Subyek : Perhitungan Detection Risk untuk asersi Existence

Untuk asersi terkait existence, kami mengukur risiko inheren dalam level “high” dan risiko
pengendalian dalam level “moderate”. Karena Apple Blossom meminta Audit Risk
keseluruhan sejumlah 30%. Kami telah menghitung acceptable detection risk sebesar 8% .
Artinya, kami harus yakin bahwa 92% tes substantif dilaukan untuk memastikan asersi
existence akan mendeteksi salah saji. Berikut adalah prosedur yang akan kami lakukan:
1. Mengobservasi perhitungan persediaan
2. Membuat dan melakukan test counts
3. Melakukan cutoff akun persediaan dengan melakukan tracing akun pembelian yang
mendekati tahun tutup buku
4. Libatkan hasil test counts ke daftar persediaan
PART C – Dollar-unit Variables Sampling
1. Tujuan Uji Substantif
Untuk mengetahui apakah pembelian yang telah dicatat disajikan lebih tinggi atau
tidak.
2. Populasi dan sampel
Populasinya adalah total voucher pembelian sebesar $ 1.588.384 dan sampelnya
adalah dollar.
3. Ukuran sampel dan sampel interval
Ukuran sampel adalah 88 dengan perhitungan sebagai berikut :

Ukuran sampel = $ 1.588.384 x 3.00 = 88


$ 80.000 – ($ 16.000 x 1.6)

Sampel intervalnya adalah $ 18.050 dengan perhitungan sebagai berikut :


Sampel interval = $ 1.588.384 : 88 = $ 18.050
4. Memilih voucher untuk diaudit
No. Voucher Jumlah tercatat Total
1-24 406.360 406.360
1-29 10.400 416.760
3-09 75.840 492.600
5-21 119.920 612.520
6-34 306.000 918.520
7-11 3.600 922.120
9-14 409.072 1.331.192
9-20 132.672 1.463.864
9-25 3.920 1.467.784
12-21 109.120 1.576.904
12-35 11.080 1.587.984
12-42 400 1.588.384
Sembilan voucher diatas dipilih dengan menambahkan sampel interval kepada
voucher awal yang dipilih secara acak.
5. Voucher yang mengandung error
Kedua voucher yang mengandung error termasuk dalam sampel yaitu voucher 5-21
dan 12-35.
6. Evaluasi hasil
a. Exceptions Found and tainting
(1) (2) (3) (4) (5)
Voucher Recorded Audited Misstatement Tainting
Number Amount Amount (2) – (3) (4) : (2)
5-21 119.920 92.920 20.000 NA
12-35 11.080 5.080 6.000 0.5415
b. Determination of error bound
(1) (2) (3) (4) (5)
Sampling Projected Change in Projected Error Plus
Tainting Interval Error (1) x (2) Reliability Factor Sampling Risk(3)x(4)
0.5415 18.050 9.774 1.75 $ 17.105
Ditambah :
Basic Precision (3.00 x 18.050) 54.150
Error occuring in logical units greater than or equal to sampling
interval 20.000
Error Bound $ 91.255

7. Kesimpulan
Error bound sebesar 91.225 melebihi batas toleransi kesalahan yaitu 80.000 sebesar
11.255. Populasi tidak sesuai dan auditor harus mengambil tindakan. Contohnya,
auditor mengajukan penyesuaian untuk $ 26.000 yang ditemukan. Penyesuaian ini
akan mengurangi error bound dari 91.255 menjadi 65.255, yang mana kurang dari
batas toleransi kesalahan yaitu 80.000. Dengan demikian auditor akan menyetujui
bahwa populasi secara garis besar telah benar.
PART D – Substantive Procedures

No. Asersi yang Diuji Prosedur Substantif


1 Existence / Occurence a. Uji fisik & Observasi (inventory opname)
Dilakukan dengan sampling dan Berita Acara
(memorandum).
Dokumen WP C-2 dan C-3
b. Vouching catatan Inventory (schedule) ke bukti uji
fisik.
c. Vouching harga per unit ke Faktur Pembelian
(Exhibit 5) sesuai metode pembelian

2 Completeness a. Tracing / Cocokan hasil Inventory Opname dengan


schedule persediaan
• Unit
• Harga / Unit
Memeriksa C-2 ke C-1
b. Tracing laporan penerimaan barang (receiving
logs) setelah tanggal neraca ke catatan kas keluar
(Cash Voucher).
Memastikan pencatatatan Inventory dicatat sesuai
periode yg tepat
c. Uji Cut-off atas penerimaan terakhir Inventory ke
dokumen penerimaan inventory (Receiving Logs)

3 Right & Obligation a. Review persediaan sesuai konsinyasi


b. Review persediaan yang dijadikan jaminan utang
4 Valuation / Allocation a. Footing dan Rekalkulasi nilai Inventory
b. Memeriksa Expired Inventory
c. Memeriksa penghitungan penyisihan persediaan
rusak

5 Presentation & a. Periksa dasar pengukuran Inventory apakah sudah


Disclosure diungkapkan dengan tepat di Catatan Atas
Laporan Keuangan.
• Metode penghitungan (FIFO / WA)
• Metode pencatatan (perpetual/periodic)
• Pengukuran LCNRV
• Pencadangan Inventory rusak.