Anda di halaman 1dari 43

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN DIAGNOSA MEDIS

GASTROENTERITIS DEHIDRASI SEDANG (GEDS) PADA ANAK .F


DI RUANG PICU RSUD K.R.M.T. WONGSONEGORO SEMARANG

YUNI RATNASARI
P1337420919034

PRODI SARJANA TERAPAN DAN PROFESI NERS SEMARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG
2020
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Diare adalah buang air besar tidak normal dan bentuk tinja yang cair dengan
frekuensi lebih banyak dari biasanya (Sugeng, 2010), defekasi encer lebih dari
3x sehari dengan atau tanpa darah dan lendir dalam tinja (IKG Suwandi,
2006). Diare akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlangsung
singkat,dalam beberapa jam sampai 7 atau 14 hari (Masjoer,2000).
Menurut Suradi & Rita (2001), Diare dapat diartikan suatu kondisi, buang air
besar yang tidak normal yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang
encer dapat disertai atau tanpa disertai darah atau lendir sebagai akibat dari
terjadinya proses inflamasi pada lambung atau usus. Infeksi enteral merupakan
penyebab utama diare pada anak, yang meliputi: infeksi bakteri, infeksi virus
(enteovirus, polimyelitis, virus echo coxsackie). Adeno virus, rota virus, astrovirus,
dll) dan infeksi parasit :cacing (ascaris, trichuris, oxyuris, strongxloides) protozoa
(entamoeba histolytica, giardia lamblia, trichomonas homunis) jamur (canida
albicous). Selain itu, Infeksi parenteral ialah infeksi diluar alat pencernaan
makanan seperti otitis media akut (OMA) tonsilitis/tonsilofaringits,
bronkopeneumonia, ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada
bayi dan anak berumur dibawah dua (2) tahun.
Diare diartikan sebagai suatu keadaan dimana terjadinya kehilangan cairan dan
elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi buang air besar satu kali
atau lebih dengan bentuk encer atau cair. Manajemen cairan dan elektrolit sangat
penting saat terjadinya diare pada anak. Karena kerkurangan volume cairan
menyebab dehidrasi dari ringan sampai berta yang fatalnya dapat meneybabkan
kematian. Penanganan yang benar saat terjadi diare dapat mengurangi angka
kematian anak dari dehidrasi.

B. Web Of Caution (WOC)


Terlampir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An. F DENGAN GASTROENTERITIS
DI RUANG PICU RSUD KRMT WONGSONEGORO SEMARANG

Tanggal Pengkajian : Senin, 03 februari 2020


Ruang/RS : Ruang PICU RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang

A. Data Demografi
1. Klien / Pasien
Inisial klien : An. F
Tanggal lahir : 6 januari 2019 / 1 th 2 bln
Agama : Islam
Alamat : Bugen, Telogosari Wetan
Diagnosa Medis : GEDS
2. Orang Tua / Penanggung Jawab
Ibu
Nama : Ny. P
Umur : 32 tahun
Hub. Dengan klien : Ibu
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan : SMP
Suku : Jawa
Agama : Islam
Alamat : Bugen, Telogosari Wetan
Ayah
Nama : Tn. E
Umur : 35 tahun
Hub. Dengan klien : Ayah
Pekerjaan : Swasta
Pendidikan : SMP
Suku : Jawa
Agama : Islam
Alamat : Bugen, Telogosari Wetan
B. Keluhan Utama
Ibu klien mengatakan An F mengalami Diare lebih dari 7 kali.
C. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat Keperawatan Sekarang
Ibu klien mengatakan sebelum masuk rumah sakit An F mengalami
diare lebih dari 10 kali dengan konsistensi cair tanpa ampas, muntah dan
badan panas sejak hari minggu tanggal 02 februari 2020. Kemudian karena
diare tak kunjung sembuh keluarga membawa klien ke RSUD
Wongsonegoro. Sesampainya di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang
klien mendapatkan tindakan pemberian injeksi ondansetron 4mg,
paracetamol sirup 120mg, dan zink 20mg. Hasil pemeriksaan TTV di IGD
didapatkan RR 25 kali/menit, Nadi 162 kali/menit, suhu 38,7ºC. Kemudian
dokter menyarankan untuk klien dirawat di ruang nakula PICU. Kemudian
klien di bawa ke nakula 4 pada tanggal 03 Februari 2020 pukul 01.00 WIB.
Kemudian pada pukul 14.00 setelah dilakukan pengkajian didapatkan data
RR : 24 kali/menit, Nadi 158 kali/menit, Suhu 37,9ºC ibu klien mengeluh
masih diare lebih dari 10 kali. di PICU klien mendapat pemberian injeksi
ondansetron 4mg, paracetamol sirup 120mg, dan zink 20mg.
2. Riwayat Keperawatan Dahulu
a. Riwayat Ibu : riwayat kehamilan P2A1. Usia kehamilan 40 minggu. Ibu
mengatakan bahwa sebelum melahirkan sudah mengalami kontraksi pada
hari sebelumnya. Lalu ibu memeriksakan kandungannya ke bidan
kemudian hasil pemeriksaa bidan bahwa ibu sudah mengalami
pembukaan dan melahirkan di bidan dekat rumahnya.
b. Riwayat bayi : tempat lahir di bidan dekat rumahnya secara normal. Jenis
kelamin perempuan berat lahir 2700 gram, panjang badan 48 cm. Saat ini
lingkar kepala 31, lingkar lengan 6.5 cm, lingkar dada 32 cm. nilai apgar
score by A adalah 10 (kondisi baik). An. F pernah dirawat di RS Panti
Wilasa Citarum sekitar tahun 2018 karen diare dan panas.
D. Riwayat Klien
1. Riwayat Kehamilan
ANC : Ibu klien mengatakan rutin memeriksakan kehamilanya ke bidan
dekat rumahnya ( lebih dari 4x). Riwayat penggunaan obat – obatan : Ibu
rajin minum tablet Fe dengan nilai Hb yang normal.
2. Riwayat Persalinan
Usia gestasi : 38 minggu
BB lahir : 2700 gram
Jenis Persalinan : Normal
Apgar score : 10
3. Riwayat Alergi
Tidak ada alergi pada ibu klien maupun anak K

E. Riwayat Imunisasi
Ibu klien mengatakan anaknya sudah diimunisasi lengkap yaitu
- Hepatitis B
- Polio I , II , III , IV
- DPT I , II , III,
- BCG
- Campak
F. Riwayat Tumbuh Kembang
1. Motorik halus
Klien dapat mencoret coret kertas saat di beri pensil tanpa bantuan
dan petunjuk, dan klien dapat membuat garis panjang.
2. Motorik kasar
Ibu klien mengatakan bahwa klien dapat menaiki sepeda roda tiga,
klien juga dapat melepar bola saat di kasih bola, klien dapat melompat, klien
dapat mencuci tangan.
3. Bahasa
Klien dapat menyebutkan nama binatang dan mama bapa.
4. Perkembangan social
Klien dapat menyebutkan nama, klien dapat bermain dengan temannya.
Pengkajian SDIDTK
a. Riwayat Pertumbuhan
BB saat lahir : 2700kg
BB sebelum sakit : 11 kg
BB saat sakit : 10 kg
Panjang badan : 90 cm
Lingkar Kepala : 40 cm
Lingkar lengan atas : 11 cm
Lingkar dada : 38 cm
b. Pengkajian KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan)
Hasil pemeriksaan KPSP dimana terdapat 10 pengkajian pada An.F
didapatkan hasil bahwa An.F tidak mengalami gangguan atau sesuai umur
dengan hasil jawaban “YA” 10 point pada gerak halus, bicara dan bahasa,
sosialisasi dan kemandirian, dan gerak kasar.
c. Pengkajian Tes Daya Dengar (TDD)
Hasil pemeriksaan TDD dimana terdapat 3 pengkajian pada An. F
didapatkan hasil bahwa An.F tidak mengalami gangguan pendengaran.
Dengan hasil jawaban “YA” 3.
G. Pola Asuh
Klien diasuh oleh kedua orangtuanya dengan kasih sayang, pasien sangat
dekat dengan ibunya dan selama sakit selalu minta ditemani ibunya. Namun,
saat dirumah ibu klien mengatakan anak memiliki kebiasaan makan yang di
tumpahkan di lantai dan memungutinya. Ibu klien juga mengatakan membiarkan
anaknya memakan makanan yang ada di lantai karena kalau dilarang anak akan
menangis.
H. Riwayat Kesehatan Keluarga
- Riwayat Penyakit dalam Keluarga
Keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan klien
dan tidak ada yang menderita penyakit kronis seperti TBC, DM, HT, dan
Penyakit Jantung.
- Genogram

Keterangan :
: Laki - laki
: Perempuan

: Laki-laki (Klien)

: Tinggal satu rumah

I. Identitas Kebutuhan Dasar dan Pemeriksaan Fisik


1. Penampilan Umum
a. Keadaan Umum
E4V5M6 Composmentis, lemas
b. Pemeriksaan TTV
Pernapasan :24x/menit
Suhu : 37,9o C
Nadi : 138 x/menit, teraba lemah
c. Penggunaan alat bantu napas
Klien tidak terpasang oksigen
2. Kebutuhan Nutrisi dan Cairan
a. Pengukuran Antropometri
Lingkar lengan atas : 14 cm
Panjang badan : 90 cm
Berat badan : 10 kg
Lingkar kepala : 41cm
Lingkar dada : 60 cm
Lingkar perut : 72 cm
IMT : 2n + 8 = (2x1,7) + 8 = 11.4 kg.
b. Jenis makanan : Nasi Tim
c. Kesulitan saat makan : tidak mempunyai kesulitan makan
d. Kebiasaan khsusus : menyusu ASI dan air putih.
e. Jenis cairan masuk : infus RL 30cc/jam
f. Skrinning Nutrisi
Modifikasi Strong Kid
No Pertanyaan Jawaban
Tidak Ya
(0) (1)
1. Apakah pasien nampak kurus? 0
2. Apakah terdapat penurunan BB pada 1 bulan 0
terakhir? (Berdasarkan penilaian objektif data
BB bila ada/penilaian subjektif dari orang tua
pasien, untuk bayi ≤ 1 tahun BB tidak naik
selama 1 bulan terakhir)
3. Apakah terdapat salah satu dari kondisi 1
berikut?
 Diare 5 kali/hari dan atau muntah > 3 kali
perhari dalam seminggu terakhir
 Asupan makanan berkurang selama
seminggu terakhir
4. Apakah terdapat penyakit atau keadaan yang 1
mengakibatkan pasien berisiko mengalami
malnutrisi (stomatitis, ISPA, diare)?
Total 2
Keterangan:
Skor 0 – 3 : tidak berisiko malnutrisi
Skor 4 – 5 : berisiko malnutrisi
g. Status Nutrisi

𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑖𝑛𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑢 𝑠𝑢𝑏𝑗𝑒𝑘−𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑚𝑒𝑑𝑖𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑟𝑢𝑗𝑢𝑘𝑎𝑛


Z score : 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 𝑠𝑖𝑚𝑝𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑎𝑘𝑢 𝑟𝑢𝑗𝑢𝑘𝑎𝑛
10−12,5 −2.9
:12,9−11,2 = =-1,7 (Gizi baik)
1.7

a. Kebutuhan Cairan
100cc/Kg BB
Diketahui berat badan anak 10 kg. Maka kebutuhan cairan dalam 24 jam
adalah
= 100 cc/kgbb (100 x 10)
= 1000 cc/ 24 jam
Rumus IWL Anak dalam 24 jam : 25 % dari kebutuhan cairan / hasil
kebutuhan cairan x 0.25
Diketahui berat badan anak 10 kg. Maka kebutuhan cairan dalam 24 jam
adalah 1000 cc / 24 jam.
IWL = 1000 x 0.25 = 250 cc / 24 jam
 Total cairan masuk/input :
Infus : 360 cc
ASI : 150 ml/hari
Diit tim saring : 100 cc
Total = 610 cc
 Total cairan keluar / output:

Urine : 250 cc
Feses (lembek) : 250 cc
Total = 500 cc
maka balance cairan = intake cairan – output cairan
= 610 cc – 750 cc = - 140 cc.
J. Pemeriksaan Head to Toe
1. Tingkat Kesadaran : Compos Mentis (GCS = E 4, M 6,V5)
2. Kepala : Rambut berwarna hitam, rambut tebal, tidak ada luka di bagian
kepala, tidak ada hydrocephalus dan kelainan lainnya.
3. Wajah : Tampak lelah dan tidak ada kelainan bentuk pada wajah, tampak
konjungtiva anemis, mata cekung.
4. Hidung : Tampak hidung tidak ada kelainan, tidak ada luka/lesi, tidak
terdapat perdarahan, pernafasan cuping hidung (-), secret (-)
5. Telinga : Telinga luar tidak terdapat luka, tidak terdapat cairan atau darah
yang keluar dari telinga.
6. Mulut dan Tenggorokan : Membran mukosa bibir tampak kering.
7. Leher : Leher tampak simetris, tidak ada kelainan/luka/jejas di leher.
8. Thorak :
Inspeksi : Tidak terdapat jejas pada bagian thorak, retraksi dada (-)
Auskultasi : tidak terdengar bunyi napas tambahan
9. Abdomen :
Inspeksi : tidak terdapat luka/jejas pada bagian abdomen
Auskultasi : peristaltic usus ± 10 x/menit
10. Ekstremitas : Terpasang infus di ekstremitas bagian kiri dengan cairan infus
RL 30 cc/jam, tidak ada pembengkakan/oedema pada esktremitas inferior
dekstra dan sinistra. Kekuatan otot ekstremitas dekstra dan sinistra superior
dan inferior = 5
11. Kulit : Tidak terdapat lesi & ruam kemerahan di bagian kulit badan, turgor
kulit kembali < 2 detik, kulit kering, CRT < 2 detik, akral teraba hangat.
K. Pengkajian Resiko Jatuh
SKALA RISIKO JATUH HUMPTY DUMPTY
Parameter Kriteria Nilai Skor
Usia < 3 tahun 4
3-7 tahun 3
7-13 tahun 2
≥ 13 tahun 1 1
Laki-laki 2 2
Jenis kelamin Perempuan 1
Diagnosis neurologi 4
Diagnosis Perubahan oksigenasi (diagnosis 3 3
respiratorik, dehidrasi, anemia,
anoreksia, sinkop, pusing, dll
Gangguan perilaku/psikiatri 2
Diagnosis lainnya 1
Gangguan kognitif Tidak menyadari keterbatasan lainnya 3
Lupa akan adanya keterbatasan 2
Orientasi baik terhadap diri sendiri 1 1
Faktor lingkungan Riwayat jatuh/bayi diletakan di tempat 4
tidur dewasa
Pasien menggunakan alat bantu/bayi 3
diletakan dalam tempat tidur
bayi/perabot rumah
Pasien diletakan pada tempat tidur 2 2
Area diluar rumah sakit 1
Pembedahan/sedas Dalam 24 jam 3
i/anestesi Dalam 48 jam 2
>48 jam atau tidak menjalani 1 1
pembedahan/sedasi/anestesi
Penggunaan Penggunaan multiple: sedative, obat 3
medika mentosa hipnosis, barbiturate, fenotiazi,
antidepresan, pencahar, diuretik,
narkose
Penggunaan salah satu obat diatas 2
Penggunaan medikasi lainnya/tidak ada 1 1
medikasi
Jumlah skor 11

Skor 7-11 : Resiko rendah


Skor ≥12 : Resiko tinggi
Jadi, An. K berisiko rendah
L. Pengkajian Psikososial
1. Respon hospitalisasi
Klien sering rewel dan menangis karena merasa dilingkungan baru.
Lingkungan mendukung karena keluarga pasien lain sama-sama memiliki
bayi sehingga memahami kondisi klien.
2. Kecemasan
Orang tua klien merasa cemas karena melihat anaknya yang sering
BAB cair dan suhu tubuh panas.

3. Koping klien/keluarga dalam menghadapi masalah


Keluarga sangat berharap anaknya segera sembuh. Keluarga terbuka
dengan perawat sehingga mudah untuk membantu dalam mengintervensi
pasien.
4. Pengetahuan orang tua tentang penyakit anak
Pengetahuan orang tua tentang penyakit klien kurang bagus, terbukti
anak K sudah 2 kali masuk Rumah sakit karena diare. Orang tua aktif
bertanya jika perawat datang untuk memberi tindakan kepada klien.
5. Keterlibatan orang tua dalam perawatan anak
Orang tua mendukung dengan kooperatif dalam intervensi
keperawatan yang diberikan pada anaknya. Selain itu orang tua juga
mengetahui beberapa teknik perawatan sederhana seperti kompres saat
demam.
6. Konsep diri
Klien merupakan seorang anak laki-laki berusia 1 Tahun 2 Bulan.
Klien anak kedua, mempunyai kakak laki-laki.
7. Spiritual
Klien lahir dari keluarga dengan kepercayaan yang baik. Pasien
belum dapat menjalankan kewajiban pada agamanya karena terkendala
perkembangan usia.
M. Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan Laboratorium
Tanggal Pemeriksaan : 09 Januari 2020
PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NILAI NORMAL
HEMATOLOGI
Hemoglobin 10.9 L g/dL 11 – 16
Hematokrit 34.40 L % 36-47
Jumlah Leukosit 6.9 L /uL 6.0 – 17
Jumlah Trombosit 209 L /uL 150 - 400
KIMIA KLINIK
GDS 68 L Mg/dL 70 – 110
Natrium 135 L Mmol/L 135 – 147
Kalium 0.67 Mmol/L 3.50 – 5.0
Calsium 1.27 H Mmol/L 1.00 – 1.15
Tanggal Pemeriksaan : 09 Januari 2020
Pemeriksaan Hasil Nilai Normal
Feces
Feces Rutin
Makroskopis
Warna Kuning
Konsistensi Lembek Lembek
Bau Khas
Lendir Negatif Negatif
Darah Negatif Negatif
Mikroskopis
Protein Feces Negatif Negatif
Karbohidrat Negatif Negatif
Lemak Negatif Negatif
Eritrosit 0-1/LPB
Amoeba Negatif Negatif
Telur cacing Negatif Negatif
Lekosit 1-2/LPB
Bakteri POS (1+)
Jamur Negatif
Lain-lain NEG

2. Program Terapi
- Infus
RL 30 cc/Jam
- Obat
Paracetamol Syrup 3x3/4 Sendok teh
Zink 1x20mg
Ondansentron 1mg extra
Lbio 2x1 sendok.
N. Daftar Masalah
No Tanggal Data Fokus Etiologi Masalah
1. Senin, 03 DS : Kehilangan Kekuarangan
februari Ibu klien mengatakan Cairan Aktif Volume
2020 An. F BAB lebih dari 7 Cairan
kali dengan konsistensi
cair.
DO :
Klien tampak lemas,
Bibir kering , mata
tampak cekung.
Hasil pemeriksaan
laboratorium
Natrium 135 (L)
mmol/L
2. Senin, 03 DS: Proses Penyakit Hipertermi
februari Orang tua klien
2020 mengatakan anaknya
demam sejak hari senin.
DO:
An. F terlihat lemes
Menangis
Suhu: 37.9oC
Akral hangat
3. Senin, 03 DS : Kurang terpapar Defisit
februari Ibu klien mengatakan informasi Pengetahuan
2020 tidak tahu kenapa
anaknya bisa diare.
Ibu klien mengatakan
anak sering diare.
DO :
Klien tampak bingung
kenapa anak bisa diare
terus.

O. Diagnosa Keperawatan
1. Kekurangan Volume cairan berhubungan dengan Kehilangan cairan aktif
2. Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit
3. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi.
P. Rencana Keperawatan
No Tanggal Diagnosa Tujuan Intervensi TTD
1. Senin, 03 Kekurangan volume Setelah dilakukan tindakan Observasi YRS
februari 2020 cairan berhubungan keperawatan selama 3x24 jam a. Identifikasi kemampuan pasien
dengan kehilangan diharapkan tidak terjadi kekurangan dan keluarga menerima
cairan aktif cairan dengan kriteria hasil : informasi.
a. Asupan cairan meningkat b. Monitor status hidrasi (frekuensi
b. Kelembaban membran mukosa nadi, kekuatan nadi, akral,
meningkat kelembapan mukosa bibir,
c. Dehidrasi menurun turgor kulit)
d. Mata cekung membaik c. Monitor berat badan harian
e. Turgor kulit membaik Nursing (Terapeutik)
a. Catat intake output dan hitung
balance cairan 24 jam.
b. Berikan asupan cairan sesuai
kebutuhan
c. Berikan cairan intravena.
Edukasi
a. Jelaskan tanda dan gejala
dehidrasi
b. Anjurkan tidak hanya minum air
saat haus (ASI)
c. Anjurkan memperbanyak minum
d. Anjurkan memperbanyak
mengonsumsi buah yang
mengandung banyak air
(semangka, pepaya)
e. Ajarkan cara pemberian oralit
Kolaborasi
Kolaborasi pemberian cairan
elektrolit (IV)
2. Senin, 03 Hipertermi Setelah dilakukan asuhan Observasi YRS
februari 2020 berhubungan dengan keperawatan selama 3x24 jam a. Identifikasi penyebab hipetermia
Proses penyakit diharapkan demam dapat berkurang (dehidrasi, terpapar lingkungan
dengan kriteria hasil : panas, penggunaan inkubator).
a. Suhu tubuh membaik b. Monitor suhu tubuh.
b. Takikardi menurun c. Monitor kadar elektrolit.
c. Takipnea menurun d. Monitor haluan urine
d. Akral dingin e. Monitor komplikasi akibat
hipertermia.

Nursing (Terapeutik)
a. Sediakan lingkungan yang
dingin
b. Longgarkan atau lepaskan
pakaian
c. Basahi dan kipasi permukaan
tubuh
d. Berikan cairan oral
e. Kompres hangat
f. Berikan oksigen jika perlu.

Edukasi

Anjurkan tirah baring

Kolaborasi
Kolaborasi pemberian cairan dan
elektrolit.
3. Senin, 03 Defisit pengetahuan Setelah dilakukan tindakan Observasi YRS
februari 2020 berhubungan dengan keperawatan selama 3x24 jam a. Kaji tingkat pengetahuan
kurang terpapar diharapkan pengetahuan orang tua keluarga.
informasi bertambah dengan krieria hasil : Nursing
a. Keluarga menyatakan telah a. Memberikan edukasi tentang
memahami tentang penyakit penyakit yang dialami anak.
yang diderita anak. Edukasi
b. Keluarga mampu melaksanakan a. Jelaskan tanda dan gejala
prosedur penatalaksanaan yang dehidrasi
telah dijelaskan tenaga b. Anjurkan tidak hanya minum air
kesehatan. saat haus (ASI)
c. Keluarga mampu menjelaskan c. Anjurkan memperbanyak minum
kembali apa yang telah d. Anjurkan memperbanyak
dijelaskan oleh tenaga mengonsumsi buah yang
kesehatan. mengandung banyak air
(semangka, pepaya)
e. Ajarkan cara pemberian oralit.
Q. Catatan Keperawatan
No Tanggal Diagnosa Implementasi Respon TTD
1. Senin, 03 Kekurangan Volume a. Memonitor status hidrasi DS : YRS
februari 2020 Cairan berhubungan (frekuensi nadi, kekuatan Ibu klien mengatakan anak hari ini
dengan Kehilangan nadi, akral, kelembapan masih BAB, dan rewel.
cairan aktif mukosa bibir, turgor kulit) DO :
Klien tampak menangis,
Nadi : 135 kali/menit
Suhu : 37.9ºC
Akral hangat, mukosa bibir kering,
turgor <2 detik.

b. Mencatat intake output DS :


Ibu klien mengatakan anak diare lebih
dari 10 kali.
Ibu klien mengatakan anak minum
banyak ditambah ASI.
DO :
Intake
Infus : 360 cc
ASI : 150 ml/hari
Diit tim saring : 100 cc
Total = 610 cc
Total cairan keluar / output:

Urine : 250 cc
Feses (lembek) : 250 cc
Total = 500 cc
maka balance cairan = intake cairan –
output cairan = 610 cc – 750 cc
= - 140 cc.

DS :
c. Memonitor berat badan
Ibu klien mengatakan An.K BB 12 kg
DO :
Saat ditimbang BB anak K 12kg.
Tidak tampak penurunan BB.

d. berkolaborasi pemberian obat DS :


zinc Ibu klien mengatakan mendapat obat
zink dari tenga kesehatan dan selalu
meminumkan ke anak tiap pagi 1 hari
sekali.
DO : Ibu klien tampak meminumkan
obat zink ke an. F
2. Senin, 03 Hipertermi a. Mengidentifikasi penyebab DS : YRS
februari 2020 berhubungan dengan hipetermia (dehidrasi, Ibu klien mengatakan An. F diare hari
Proses penyakit terpapar lingkungan panas, ini sudah 10 kali.
penggunaan inkubator). DO :
Anak tampak diare dengan konsistensi
cair.

DS :
b. Memonitor Suhu tubuh.
Ibu klien mengatakan anaknya rewel.
DO :
S : 37.9ºC
Anak tampak nangis ketika diukur
suhu tubuh.

DS :
c. Melonggarkan dan melepas Ibu klien mengatakan anaknya rewel
baju klien DO :
Klien tampak menangis saat
melonggarkan dan membuka baju
klien.
Melepas baju klien dibantu oleh ibu
klien.
DS :
d. Memberikan kompres hangat
Ibu klien mengatakan anaknya rewel
DO :
Anak tampak mau dilakukan kompres
hangat di daerah lipatan leher
meskipun hanya sebentar.
Anak tampak menangis.
Kompres hangat dibantu oleh ibu
klien.
Suhu : 37.6ºC
3. Senin, 03 Defisit pengetahuan a. Mengkaji tingkat pengetahuan DS : YRS
februari 2020 berhubungan dengan keluarga. Ibu klien mengatakan anak sudah 2
kurang terpapar kali diare dan di bawa ke RS
informasi Ibu klien mengatakan tidak tahu
penyebab dari diare anak.
Ibu klien mengatakan anak
mempunyai kebiasaan makan yang di
tumpahkan dilantai.
DO :
Anak dan ibu tampak makan tanpa
cuci tangan terlebih dahulu.
Anak makan makanan yang jatuh di
kasur.
b. Memberikan edukasi tentang DS :
penyakit yang dialami anak. Klien mengatakan sedikit paham
tentang penyebab anak diare.
Klien mengatakan sedikit mengerti
tentang penjelasan perawat.
DO :
Klien tampak mengerti tentang
penjelasan perawat.
Klien bertanya kepada perawat tentang
ciri-ciri dehidrasi.
4 Selasa, 04 Kekurangan Volume a. Memonitor status hidrasi DS : YRS
februari 2020 Cairan berhubungan (frekuensi nadi, kekuatan nadi, Ibu klien mengatakan BAB sudah
dengan Kehilangan akral, kelembapan mukosa berkurang hari ini BAB 2 kali.
cairan aktif bibir, turgor kulit) DO :
Klien tampak tidur.
Nadi : 130 kali/menit
Suhu : 37ºC
Akral dingin, mukosa bibir masih
kering, turgor <2 detik.

b. Mencatat intake output DS : Ibu klien mengatakan BAB anak


sudah berkurang (2 kali BAB)
Ibu klien mengatakan anak minum
banyak ditambah ASI.
DO :
Intake
Infus : 500 cc
ASI : 150 ml/hari
Diit tim saring : 100 cc
Total = 750 cc
Total cairan keluar / output:

Urine : 250 cc
Feses (lembek) : 150 cc
Total = 500 cc
maka balance cairan = intake cairan –
output cairan = 750 cc – 400 cc
= 250 cc.

DS :
c. Memonitor berat badan
Ibu klien mengatakan An.F BB 12 kg
DO :
Saat ditimbang BB anak F 12kg.
Tidak tampak penurunan BB.
d. Berkolaborasi pemberian obat DS :
zink Ibu klien mengatakan mendapat obat
zink dari tenga kesehatan dan selalu
meminumkan ke anak tiap pagi 1 hari
sekali.
DO :
Ibu klien tampak meminumkan obat
zink ke an. F
5. Selasa, 04 Hipertermi a. Mengidentifikasi penyebab DS : Ibu klien mengatakan An. F diare YRS
februari 2020 berhubungan dengan hipetermia (dehidrasi, hari ini sudah berkurang hanya 2 kali.
Proses penyakit terpapar lingkungan panas, DO :
penggunaan inkubator). Anak tampak menonton video di HP.
diare konsistensi cair.

b. Memonitor Suhu tubuh. DS :


Ibu klien mengatakan anaknya sudah
tidak demam.
DO :
S : 37ºC
Anak tampak nonton video kartun di
HP.

c. Melonggarkan dan melepas DS :


baju klien Ibu klien mengatakan anaknya rewel
jika ketemu perawat.
DO :
Klien tampak menangis saat
melonggarkan dan membuka baju
klien.
Melepas baju klien dibantu oleh ibu
klien.
6. Selasa, 04 Defisit pengetahuan c. Mengkaji tingkat pengetahuan DS : YRS
februari 2020 berhubungan dengan keluarga. Ibu klien mengatakan sudah sedikit
kurang terpapar tahu penyebab dari diare anak.
informasi DO :
Anak dan ibu tampak makan dengan
cuci tangan terlebih dahulu.
Anak makan makanan yang di
mangkok.
DS :
d. Memberikan edukasi tentang Klien mengatakan sedikit paham
penyakit yang dialami anak. tentang penyebab anak diare.
Klien mengatakan sedikit mengerti
tentang penjelasan perawat.
DO :
Klien tampak mengerti tentang
penjelasan perawat.
7. Rabu, 05 Kekurangan Volume a. Memonitor status hidrasi DS : YRS
februari 2020 Cairan berhubungan (frekuensi nadi, kekuatan Ibu klien mengatakan BAB sudah
dengan Kehilangan nadi, akral, kelembapan berkurang hari ini BAB 1 kali.
cairan aktif mukosa bibir, turgor kulit) DO :
Klien tampak tidur.
Nadi : 130 kali/menit
Suhu : 36.6ºC
Akral dingin, mukosa bibir lembab,
turgor kulit <2 detik.

b. Mencatat intake output DS :


Ibu klien mengatakan BAB anak
sudah berkurang (1 kali BAB
konsistensi ampas)
Ibu klien mengatakan anak minum
banyak ditambah ASI.
DO :
Intake
Infus : 300 cc
ASI : 150 ml/hari
Diit tim saring : 100 cc
Total = 550 cc
Total cairan keluar / output:

Urine : 200 cc
Feses (lembek) : 50 cc
Total = 250 cc
maka balance cairan = intake cairan –
output cairan = 550 cc – 250 cc
= 300 cc.

c. Memonitor berat badan


DS :
Ibu klien mengatakan An.F BB 12 kg
DO :
Saat ditimbang BB anak K 12kg.
Tidak tampak penurunan BB.

DS :
d. Berkolaborasi pemberian Ibu klien mengatakan mendapat obat
obat zink zink dari tenga kesehatan dan selalu
meminumkan ke anak tiap pagi 1 hari
sekali.
DO :
Ibu klien tampak meminumkan obat
zink ke an. F
8. Rabu, 05 Hipertermi a. Mengidentifikasi penyebab DS : YRS
februari 2020 berhubungan dengan hipetermia (dehidrasi, Ibu klien mengatakan An. F diare hari
Proses penyakit terpapar lingkungan panas, ini sudah berkurang hanya 1 kali.
penggunaan inkubator). DO :
Anak tampak menonton video di HP.
diare konsistensi cair.

DS :
Ibu klien mengatakan anaknya sudah
tidak demam.
b. Memonitor Suhu tubuh.
DO :
S : 36.6ºC
Anak tampak sedang menyusu di
ibunya.

9. Rabu, 05 Defisit pengetahuan a. Mengkaji tingkat DS : YRS


februari 2020 berhubungan dengan pengetahuan keluarga. Ibu klien mengatakan sudah mengerti
kurang terpapar penyebab dari diare anak.
informasi DO :
Anak dan ibu tampak makan dengan
cuci tangan terlebih dahulu.
Anak makan makanan yang di
mangkok.

DS :
b. Memberikan edukasi tentang Klien mengatakan sudah paham
penyakit yang dialami anak. tentang penyebab anak diare.
Klien mengatakan mengerti tentang
penjelasan perawat.
DO :
Klien tampak mengerti tentang
penjelasan perawat.
Klien bertanya tentang cara
pembuatan oralit dirumah.

A. Catatan Perkembangan
No Tanggal Diagnosa SOAP TTD
1. Senin, 03 februari Kekurangan Volume Cairan S: YRS
2020 berhubungan dengan Ibu klien mengatakan anak hari ini masih BAB, dan rewel.
Kehilangan cairan aktif Ibu klien mengatakan anak diare lebih dari 10
kali.
Ibu klien mengatakan anak minum banyak ditambah ASI.
Ibu klien mengatakan An.K BB 10 kg
O:
Intake
Infus : 360 cc
ASI : 150 ml/hari
Diit tim saring : 100 cc
Total = 610 cc
Total cairan keluar / output:
Urine : 250 cc
Feses (lembek) : 250 cc
Total = 500 cc
maka balance cairan = intake cairan – output cairan = 610 cc
– 750 cc= - 140 cc.
Saat ditimbang BB anak K 10kg.
Tidak tampak penurunan BB
A :Masalah belum teratasi

P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4

2. Senin, 03 februari Hipertermi berhubungan S: YRS


2020 dengan Proses penyakit Ibu klien mengatakan An. K diare hari ini sudah 10 kali
Ibu klien mengatakan anaknya rewel dan demam.
O:
Anak tampak diare dengan konsistensi cair.
S : 37.9ºC
Anak tampak nangis ketika diukur suhu tubuh.
Anak tampak mau dilakukan kompres hangat di daerah lipatan
leher meskipun hanya sebentar.
Anak tampak menangis.
Kompres hangat dibantu oleh ibu klien.
Suhu : 37.6ºC
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi 1,2,3,4
3. Senin, 03 februari Defisit pengetahuan S: YRS
2020 berhubungan dengan kurang Klien mengatakan sedikit paham tentang penyebab anak diare.
terpapar informasi Klien mengatakan sedikit mengerti tentang penjelasan
perawat.
O:
Klien tampak mengerti tentang penjelasan perawat.
Klien bertanya kepada perawat tentang ciri-ciri dehidrasi.
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi 1, 2
4. Selasa, 04 februari Kekurangan Volume Cairan S: YRS
2020 berhubungan dengan Ibu klien mengatakan BAB sudah berkurang hari ini BAB 2
Kehilangan cairan aktif kali.
O:
Klien tampak tidur.
Nadi : 130 kali/menit
Suhu : 37ºC
Akral dingin, mukosa bibir masih kering, turgor <2 detik.
balance cairan = intake cairan – output cairan = 750 cc – 400
cc = + 250 cc.
A :Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi 1,2,3,4
5. Selasa, 04 februari Hipertermi berhubungan S: YRS
2020 dengan Proses penyakit Ibu klien mengatakan An. K diare hari ini sudah berkurang
hanya 2 kali.
Ibu klien mengatakan anaknya sudah tidak demam.
O:
S : 37ºC
Anak tampak tidur dan menonton video di HP.
Akral dingin.
A : masalah teratasi sebagian
P : Pertahankan intervensi 2
6. Selasa, 04 februari Defisit pengetahuan S: YRS
2020 berhubungan dengan kurang Ibu klien mengatakan sudah sedikit tahu penyebab dari diare
terpapar informasi anak.
Klien mengatakan sedikit paham tentang penyebab anak diare.
Klien mengatakan sedikit mengerti tentang penjelasan
perawat.
O : Klien tampak mengerti tentang penjelasan perawat.
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjtukan intervensi 1,2
7. Rabu, 05 februari Kekurangan Volume Cairan S: YRS
2020 berhubungan dengan Ibu klien mengatakan BAB sudah berkurang hari ini BAB 1
Kehilangan cairan aktif kali.
O:
Klien tampak tidur.
Nadi : 130 kali/menit
Suhu : 36.6ºC
Akral dingin, mukosa bibir lembab, turgor kulit <2 detik.
balance cairan = intake cairan – output cairan = 550 cc – 250
cc= +300 cc.
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi.
8. Rabu, 05 februari Hipertermi berhubungan S: YRS
2020 dengan Proses penyakit Ibu klien mengatakan anaknya sudah tidak demam.
O:
S : 36.6ºC
Anak tampak sedang menyusu di ibunya.
Akral dingin.
A:
Masalah teratasi
P:
Pertahankan intervensi
9. Rabu, 05 februari Defisit pengetahuan S: YRS
2020 berhubungan dengan kurang Klien mengatakan sudah paham tentang penyebab anak diare.
terpapar informasi Klien mengatakan mengerti tentang penjelasan perawat.
O : Klien tampak mengerti tentang penjelasan perawat.
A : Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi.
BAB 3
PEMBAHASAN
A. Analisa kasus
An. F dengan usia 1 tahun 2 bulan dengan diagnose GEDS masuk ke RS Ibu klien mengatakan An F mengalami Diare
lebih dari 7 kali. Ibu klien mengatakan sebelum masuk rumah sakit An F mengalami diare lebih dari 10 kali dengan
konsistensi cair tanpa ampas, muntah dan badan panas sejak hari minggu tanggal 02 februari 2020. Kemudian karena diare
tak kunjung sembuh keluarga membawa klien ke RSUD Wongsonegoro. Sesampainya di RSUD KRMT Wongsonegoro
Semarang klien mendapatkan tindakan pemberian injeksi ondansetron 4mg, paracetamol sirup 120mg, dan zink 20mg. Hasil
pemeriksaan TTV di IGD didapatkan RR 25 kali/menit, Nadi 162 kali/menit, suhu 38,7ºC. Kemudian dokter menyarankan
untuk klien dirawat di ruang nakula PICU. Kemudian klien di bawa ke nakula 4 pada tanggal 03 Februari 2020 pukul 01.00
WIB. Kemudian pada pukul 14.00 setelah dilakukan pengkajian didapatkan data RR : 24 kali/menit, Nadi 158 kali/menit,
Suhu 37,9ºC ibu klien mengeluh masih diare lebih dari 10 kali. di PICU klien mendapat pemberian injeksi ondansetron 4mg,
paracetamol sirup 120mg, dan zink 20mg.
Keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan klien dan tidak ada yang menderita penyakit
kronis seperti TBC, DM, HT, dan Penyakit Jantung. Klien diasuh oleh kedua orangtuanya dengan kasih sayang, pasien
sangat dekat dengan ibunya dan selama sakit selalu minta ditemani ibunya. Namun, saat dirumah ibu klien mengatakan anak
memiliki kebiasaan makan yang di tumpahkan di lantai dan memungutinya. Ibu klien juga mengatakan membiarkan anaknya
memakan makanan yang ada di lantai karena kalau dilarang anak akan menangis.
B. Analisa Intervensi
An. F dengan umur 1 tahun 2 bulan masuk dengan keluhan Diare lebih dari 7 kali, febris hari ke 2 muntah. Diagnose
GEDS. Setelah melakukan pengkajian didapatkan masalah keperawatan yaitu Kekurangan Volume cairan, Hipertermi, Defisit
pengetahuan.
An. F Klien tampak lemas, Bibir kering , mata tampak cekung, Ibu klien mengatakan An. F BAB lebih dari 7 kali
dengan konsistensi cair. Sebelumnya, ibu mengatakan anggota keluarga yang serumah menderita penyakit yang sama ibu
mengatakan tidak ada. Setelah itu menetapkan prioritas masalah Kekuarangan Volume Cairan menjadi yang pertama.
Rencana keperawatan yang telah disusun bertujuan untuk meminimalisir terjadinya dehidrasi dan volume cairan yang
adekuat. Intervensi yang telah dilakukan ialah Monitor status hidrasi (frekuensi nadi, kekuatan nadi, akral, kelembapan
mukosa bibir, turgor kulit), Monitor berat badan harian, Catat intake output dan hitung balance cairan 24 jam. Berikan
asupan cairan sesuai kebutuhan melalui oral dan parenteral. Jelaskan tanda dan gejala dehidrasi, Anjurkan tidak hanya
minum air saat haus (ASI).
Pada masalah yang kedua An. F terlihat lemes Menangis, Suhu: 37.9oC. Orang tua klien mengatakan anaknya
demam sejak hari senin. Akral hangat. Setelah itu anak diberikan intervensi keperawatan diantranya memebrikan kompres
dengan Teknik water tepid sponge dan mengajarkan ibu agar terbiasa dilakukan dirumah walaupun anak rewel saat
diberikan kompres, lalu monitor suhu dan tanda-tanda infeksi. Monitor masukan cairan dan makanan klien, terakhir
pemberian antipiretik paracetamol infus. Suhu anak selalu naik turun. Pada hari ke 3 panas turun menjadi normal kembali
menjadi 37,1C anak tidak panas lagi.
Pada masalah ke 3 yaitu Defisit Pengetahuan berhubunagn Kurang terpapar informasi Ibu klien mengatakan tidak
tahu kenapa anaknya bisa diare. Ibu klien mengatakan anak sering diare. Klien tampak bingung kenapa anak bisa diare
terus. Intervensi yang diberikan diantaranya yaitu Kaji tingkat pengetahuan keluarga. Memberikan edukasi tentang
penyakit yang dialami anak meliputi Jelaskan tanda dan gejala dehidrasi, Anjurkan tidak hanya minum air saat haus (ASI),
Anjurkan memperbanyak minum, Anjurkan memperbanyak mengonsumsi buah yang mengandung banyak air (semangka,
papaya). Ibu mengatakan mengerti tentang diare dan cara penanganannya. Dan ibu bisa menjawab ketika ditanya kembali
tentang informasi yang sudah diberikan.
BAB 4
PENUTUP
A. Kesimpulan
Diare adalah buang air besar tidak normal dan bentuk tinja yang cair dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya
(Sugeng, 2010), defekasi encer lebih dari 3x sehari dengan atau tanpa darah dan lendir dalam tinja (IKG Suwandi,
2006). Diare akut adalah diare yang awalnya mendadak dan berlangsung singkat,dalam beberapa jam sampai 7 atau 14 hari
(Masjoer,2000). Menurut Suradi & Rita (2001), Diare dapat diartikan suatu kondisi, buang air besar yang tidak normal
yaitu lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang encer dapat disertai atau tanpa disertai darah atau lendir sebagai
akibat dari terjadinya proses inflamasi pada lambung atau usus.
An. F dirawat dengan GEDS ibu lien menagtakan baru kali ini anak dirawat dengan GEDS. Keluarga tidak mengerti
penanganan saat anak diare Diare diartikan sebagai suatu keadaan dimana terjadinya kehilangan cairan dan elektrolit secara
berlebihan yang terjadi karena frekuensi buang air besar satu kali atau lebih dengan bentuk encer atau cair. Manajemen
cairan dan elektrolit sangat penting saat terjadinya diare pada anak. Karena kerkurangan volume cairan menyebab
dehidrasi dari ringan sampai berta yang fatalnya dapat meneybabkan kematian. Penanganan yang benar saat terjadi diare
dapat mengurangi angka kematian anak dari dehidrasi.
B. Saran
Diharapkan laporan asuhan keperawatan ini dapat menjadi asuhan keperawatan yang tepat kepada pasien dengan GEDS
sesuai dengan perkembangan ilmu, dapat mengembangkan konsep asuhan keperawatan pada pasien dengan GEDS. dan
bagi tenaga kesehatan agar menerapkan asuhan keperawatan yang tepat kepada pasien dengan GEDS sesuai dengan
perkembangan ilmu.