Anda di halaman 1dari 45

3.

10 Menganalisis perencanaan kebutuhan sarana & prasarana


4.10 Membuat perencanaan kebutuhan sarana & prasarana

Sarana adalah segala yang dapat dipakai sebagai alat atau media dalam mencapai sesuatu atau
tujuan.
Prasarana adalah perangkat dan penentuan penunjang utama suatu proses atau usaha agar tujuan
perusahaan dapat tercapai.
A. Pengertian perencanaan
Keseluruhan proses perkiraan dan penentuan secara matang hal-hal yang akan di kerjakan
dimasa yang akan dating dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditentukan (sondang
p. siaglan).
 Prinsip – prinsip
- Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan harus realltis sesuai dengan kenyataan
anggaran
- Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan harus betul- betul merupakan program
intelektual
- Perencanaan di dasarkan pada analisis kebutuhan melalui studi komprehensip
mengenai masyarakat pendidikan dan kemungkinan pertumbuhan serta prediksi
populasi sekolah.
- Visual hasil perencanaan sarana dan prasarana pendidikan harus jelas dan rinci baik
jumlah, jenis, merek dan harganya.
B. Karakteristik perencanaan sarana dan prasarana
Sebelum perencanaan harus di dasarkan dari sebuah karakteristik. Karakteristik dari
perencanaan ialah harus dilandaskan atas perhitungan dan selalu mengandung kegiatan/
tindakan/ usaha.
1. *Pengertian perencanaan dalam sapras adalah sebagai keselurahan proses perkiraan
secara matang rancangan pembelian, pengadaan rehabilitas distribusi sewa/
pembuatan peralatan dan perlengkapan yang sesuai kebutuhan.
*Perencanaan kebutuhan merupakan rincian fungsi perencanaan yang
memepertimbangkan suatu factor kebutuhan yang harus dipenuhi.
2. Tujuan dan manfaat sarana dan prasarana
* Demi menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan dan
untuk meningkatkan efektivitas dan enteriensi dalam pelaksanaannya.
*Manfaat perencanaan sapras pendidikan, dapat membuat dalam menentukan tujuan,
meletakan dasar- dasar dan menetapkan langkah-langkah, meningkatan
ketidakpastian, dapat dijadikan suatu pendoman/ dasar untuk melakukan pengawasan
pengendalian dan bahkan jiwa penilaian.
 Prosedur perencanaan
- Menganalisis kebutuhan
- Menginventarisasi sapras yang ada
- Mengadakan seleksi
- Menyediakan dana
- Pemberian wewenang untuk melaksanakan tugas penyediaan sapras
Hendaknya di dalam perencanaan sapras perkantoran harus dilandaskan atas
perhitungan dan selalu mengandung kegiatan atau tindakan/ usaha. Sasaran
perencanaan kerja sama dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Patokan didalam perencanaan pengadaan saran adan prasarana perkantoran yaitu
sebagai berikut:
a. Memadukan rencana kebutuhan yang telah disusun dengan perlengkapan yang
tersedia sebelumnya.
b. Menampung semua usulan pengadaan perlengkapan kantor yang diajukan
oleh setiap unit kerja/ menginvest kekurangan perlengkapan kantor.
c. Menyusun rencana kebutuhan perlengkapan kantor untuk periode tertentu.
d. Memadukan rencana kebutuhan dengan dana atau anggaran yang tersedia
apabila dana yang tersedia tidak mencukupi untuk pengadaan semua
kebutuhan tersebut maka perlu dilakukan seleksi terhadap semua kebutuhan
perlengkapan yang telah direncanakan dengan melihat urgensi perlengkapan
yang dibutuhkan.
e. Memadukan rencana (daftar) kebutuhan perlengkapan yang urgen dengan
dana atau anggaran yang tersedia apabila melebihi anggaran yang tersedia
maka perlu dilakukan seleksi bagi dengan cara membuat skala prioritas.
f. Penetapan rencana pengadaan akhir, perencanaan pengadaan sarana dan
prasarana tidak mudah karena harus dilaksanakan secara sistematis, rinci dan
teliti berdasarkan informasi yang realitis dengan kondisi organisasi-
perencanaan pengadaan sarana dan prasarana kantor perlu melibatkan semua
pihak yang memahami kebutuhan organisasi, perlengkapan yang sudah
dimiliki (jenis, jumlah dan kualitas) sumber dana yang tersedia serta harga
pasar.
 perencanaan
Perusahaan barokah yang bergerak dibidang jasa akan melakukan penambahan ruang
kerja sebanyak 4 unit diantaranya: Ruang pimpinan, ruang sekertaris, ruang kehumasan
& ruang perusahaan. Tersedia sebelumnya:
# barang tidak habis pakai:
 Ruang kerja = 5 ruang
 Kursi kerja = 7 unit/1 ruang/30 unit
 Meja kerja = 7 unit/1 ruang/30 unit
 Komputer = 7 unit/1 ruang/30 unit
 Printer = 7 unit/1 ruang/30 unit
 Scanner = 1 unit/1 ruang/6 unit
 Perforator
 Stepler
 Map
 Rak arsip
 Ordner
 Box file
 Ac = 3 unit/1 ruang/10 unit
 Intercom = 1 unit/1 ruang/5 unit
 Wifi = 1 unit/1 ruang/5 unit
 Penghapus kertas = 1 unit/1 ruang/5 unit
 Dispenser =
 Proyektor =
 Layar LED =
# Barang habis pakai:
 Pensil
 Tip x
 Penghapus
 Note
 Pulpen
 Tinta mesin print& spidol
 Spidol
 Steples
 Kertas HVS
 Buku agenda
 Ruang kerja = 4 unit
 Meja kerja = 6x3 ruang=18 unit=Rp. 600.000/1 meja
 Kursi kerja = 6x3 ruang=18 unit=Rp. 150.000/1 kursi
 Meja& kursi pimpinan = 1=Rp. 5.500.000
 Komputer = 6x3=18 unit+ 1 unit=Rp. 4.000.000/1 unit
 Printer = 6x3=18 unit+1 unit=Rp. 500.000/1 unit
 Scanner = 1x3=3 unit=Rp. 4.000.000/1 unit
 Meja rapat & kursi rapat = Rp.2.00.000
 Ac = 2x4=8 unit=Rp. 500.000/1
 Intercom = 1x4=4 unit=RP. 200.000/1
 Wifi = 1x4=4 unit=Rp. 150.000/1
 Penghapus kertas = 1x4=4 unit=Rp. 2500.000/1
 Rak arsip = 1x4=4 unit=Rp. 500.000/1
 Proyektor = 1x4=4 unit=Rp. 500.000/1
 Layar LED = 1=Rp. 18.000.000
 Perforator = 10x4=Rp. 70.000/10
 Stepler = 10x4=Rp. 50.000/10
 Map = 50x4=Rp. 30.000/1
 Ordner = 50x4=Rp. 25000/1
 Format delivery note
No Nama Barang Jumlah Satuan Keterangan

 Format delivery order

-Nama perusahaan
Logo
-Jenis perusahaan
perusahaan
-Alamat kantor Kop surat
-Email

 Delivery order

Surat jalan
Dengan kendaraan ini ……….……No.B…….………kami kirimkan barang

QTY DESCRITIONS OF GOODS


BANYAKNYA PERINCIAN BARANG- BARANG

……………………….
Po. Nomor:…………………

Tanda terima Phong:………………… Fax:……………………. Hormat Kami


 Delivery order (DO)

Nama pelanggan :
Alamat :

Bersama ini kami kirimkan barang- barang berikut:

No Kode Barang Nama Barang Jumlah Keterangan

Tanda terima Hormat kami,

 Delivery note (DN)


Dokumen pengiriman

Penerima

Sendi Sahrial Ramadhan


PT Persoda Mustika
Jl. Raya Mawar No.3
Margahayu, Bekasi Timur, 17113

Waktu pemesanan 9 juli 2019 Nomor Invoico Inv8885166


Waktu pengiriman 11 juli 2019 Pengiriman Keny Express
Catatan Segera kirim

No Nama barang Satuan Jumlah


1092 Flasdisk Alb( media penyimpanan 1666 Pcs 50
1098 Printer Epson 1220( alat pencatat Epson Pcs 11
1220)

Catatan Pengiriman
(Bapak/Ibu)
 Perlengkapan kantor (1)

No. Nama Barang Kode


1. Kertas 1.1
2. HVS 1.1.1
3. Polio 1.1.2
4. Karton 1.1.3
5. Tinta 1.2
6. Lem 1.3
7. Karet penghapus 1.4
8. Pipa mesintik 1.5
9. Paper clip 1.6
10. Binder clip 1.7
11. Staples 1.8
12. Spidol 1.9
13. Pensil 1.10
14. Pulpen 1.11
15. Tip x 1.12
16. Penggaris 1.13
17. Gunting 1.14
18. Rautan 1.15
18. Isi kater 1.16
20. Pisau cutter 1.17
21. Sticky note 1.18
22. Note book 1.19
23. Buku agenda 1.20
24. Kwitansi 1.21
25. Faktur 1.22
26. Buku ekspedisi 1.23
27. Kalender 1.24
28. Map 1.25
29. Snel hecter 1.25.1
30. Kertas 1.25.2
 Peralatan kantor (2)

No. Nama Barang Kode


1. Bak surat 2.1
2. Kalender 2.2
3. Penggaris 2.3
4. Gunting 2.4
5. Cap 2.5
6. Cap instansi 2.5.1
7. Cap tanggal 2.5.2
8. Bantalan cap 2.5.3
9. Perforator 2.6
10. Map arsip 2.7
11. Guide 2.8
12. Stapler 2.9
13. Label 2.10
14. File 2.11
15. Flasdisk 2.12
16. Tempat pensil 2.13
17. Rautan pensil 2.14
18. Kunci 2.15
19. Kunci pintu 2.15.1
20. Kunci inggris 2.15.2
21. Obeng 2.16
22. Taspen 2.17
23. Bingkai foto 2.18
24. Peralatan pembersih 2.19
25. Sapu 2.19.1
26. Kain pel 2.19.2
27. Serokan 2.19.3
28. Tempat sampah 2.19.4
29. Kanebocairan pembrsih 2.19.5
30. 2.19.6
 Mesin-mesin kantor (3)

No. Nama Barang Kode


1. Mesin penghitung uang 3.1
2. Mesin absensi 3.2
3. Mesin penghancur kertas 3.3
4. Mesin penggada 3.4
5. Mesin tulis 3.5
6. Mesin komunikasi 3.7
7. Telepon 3.7.1
8. Fax 3.7.2
9. Intercom 3.7.3
10. Mesin perekam 3.8
11. Tape recorder 3.8.1
12. Distaphone 3.8.2
13. Trancriber 3.8.3
14. LCP 3.8.4
15. OHP 3.8.5
16. Komputer 3.8.6
17. Mesin penomor 3.9
18. Scanner 3.10
19. Ac 3.11
20. Kulkas 3.14
21. Mesin pembuat kopi 3.15
22. Mesin penghangat teh 1.16
23. Mesin tik 3.18
24. Wifi-i 3.20
25. Cctv 3.21
26. Mesin potong 3.22
27. Genseb 3.19
28. Mesin penanlenasi 3.17
29. Mesin penghitung 3.9
30. Mesin lebel 3.6
 Perabot kantor (4)

No. Nama Barang Kode


1. Meja 4.1
2. Meja karyawan 4.1.1
3. Meja pimpinan 4.1.2
4. Meja resepsionis 4.1.3
5. Meja rapat 4.1.4
6. Meja sidang 4.1.5
7. Kursi 4.2
8. Kursi kerja 4.2.1
9. Kursi pimpinan 4.2.2
10. Pisau 4.12
11. Kursi seminar 4.2.3
12. Sofa 4.2.4.
13. Filing cabinet 4.3
14. Rak arsip 4.4
15. Dispenser 4.5
16. Piring 4.6
17. Gelas 4.7
18. Gelas lusinan 4.7.1
19. Gelas cangkir 4.7.2
20. Gelas tinggi 4.7.3
21. Nampan 4.8
22. Penyedot debu 4.9
23. Tisu ruangan 4.10
24. Sendok 4.11
25. Sendok the 4.11.1
26. Sendok nasi 4.11.2
27. Sendok makan 4.11.3
28. Pisau bolu 4.12.1
29. Pisau serba guna 4.12.2
30. Rak dapur 4.13
 Interior kantor (5)

No. Nama Barang Kode


1. Tirai 5.1
2. Vas bunga 5.2
3. Vas bunga besar 5.21
4. Vas bunga meja 5.2.2
5. Jam dinding 5.3
6. Foto presiden/ wakil 5.4
7. Lampu 5.5
8. Pengharum ruangan 5.6
9. Lukisan 5.7
10. Piagam penghargaan 5.8
1. Prosedur perencanaan sarana dan prasarana
a. Identifikasi dan analisis kebutuhan kantor
Identifikasi adalah pencatatan dan pendaftaran secara tertib dan teratur terhadap
seluruh kebutuhan sarana dan prasarana kantor yang dapat menunjang kelancaran
pekerjaan. Baik untuk kebutuhan sekarang maupun yang akan datang ada beberapa
hal diantaranya sebagai berikut.
1. Adanya kebutuhan sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan kantor
2. Adanya sarana dan parasarana yang rusak dihapuskan hilang atau sebab lain yang
dapat dipertanggung jawabkan sehingga memerlukan penggantian.
3. Adanya kebutuhan sarana dan prasarana yang dirasakan oleh terjadi mutasi
kebutuhan-kebutuhan sarana dan prasarana
4. Adanya persediaan sarana dan prasarana untuk tahun anggaran mendatang.
b. Investarisasi sarana dan prasarana
Jika tahapan diidentifikasi dan analisis kebutuhan telah dilakukan langka selanjutnya
adalah diadakan pengurusan, penyelenggaraan, penganturan dan pencatatan barang-
barang kantor kedalam suatu teratur menurut ketentuan yang berlaku.
c. Mengadakan seleksi
Tahapan pengadaan seleksi perencanaan sarana dan prasarana diantaranya sebagai
berikut:
1.) Menyusun konsep program
a. Ada penanggung jawab yang memimpin pelaksanaan program.
b. Ada kegiatan konkret yang dilakukan.
c. Ada sasaran (target) teruntuk yang ingin dicapai.
d. Ada batasan waktu.
e. Ada alokasi anggaran yang pasti untuk melaksanakan program.
2.) Pendataan
a. Jenis barang.
b. Jumlah barang.
c. Kondisi (kualitas) barang.
d. Sumber anggaran atau dana.
C. Pengadaan sarana dan prasaran kantor
1. Pengertian kebutuhan pengadaan sarana dan prasarana
Kebutuhan sarana dan prasarana dilaksanakan sebagai penunjang kesuksesan
pelaksanaan tugas perkantoran.
Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam pengadaan perbekalan kentor.
Diantaranya sebagai berikut:
a. Mengetik surat permohonan atau daftar permintaan barang kegudang.
b. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap persediaan atau stok barang digudang.
c. Surat permohonan atau daftar permintaan barang diserahkan kebendahara kantor.
d. Meminta persetujuan pimpinan atau kepala.
e. Jika surat sudah setujui, surat tersebut kemudian diserahkan kebagian logistic
untuk melakukan pembelian barang yang dibutuhkan.
f. Sebelum barang diterima, barang diperiksa atau diuji terlebih dahuhlu.
g. Apabila barang sudah cocok, barang diterima dengan menggunakan buku serah
terima dan penerima barang.
h. Sesudah barang dicatat, barang tersebut disimpan digudang untuk didistribusikan
kebagian atau unit kantor yang membutuhkan.
2. Asas-asas pengadaan sarana dan prasarana kantor
- Standarisasi
- Kemampuan dan kelayakan
- Harga dan penawaran modal
- Pekerjaan dan kegiatan
- Keperluan disesuaikan dengan kondisi setempat
- Nilai keindahan (estetika)
a. Standarisasi
Berfungsi sebagai petunjuk atau aturan dalam hal pemakaian peralatan dan perabot
kantor harus disesuaikan dengan ukuran bentuk, warna dan buatan yang sama untuk
seluruh organisasi.
b. Kemampuan dan kelayakan
Kemampuan dan kelayakan dari peralatan atau alat tulis kantor mesin kantor,
serta perabot kantor, harus menjadi pertimbangan dalam pembelian baranng-
barang tersebut.
c. Fleksibilitas
Peralatan dan perlengkapan kantor seperti mesin kantor dan perabot kantor tidak
hanya untuk suatu kegiatan (pekerjaan), tetapi juga dipergunakan untuk beberapa
jenis kegiatan.
d. Harga dan penawaran modal
Masalah harga atau nilai peralatan serta perabot harus dipertimbangkan dan
dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh dari pelayanan yang diberikan
oleh pekerjaan kantor kepada para pelanggan.
e. Pekerjaan dan kegiatan
Hendaknya tujuan dari pekerjaan dan kegiatan yang disesuaikan harus
dirumuskan dengan jelas dan saksama serta diuji secara kritik.
f. Keperluan disesuakian dengan kondisi setempat
Setiap organisasi, instansi, atau perusahaan, mempunyai situasi dan kondisi yang
berbeda-beda.
g. Nilai keindahan (estetika)
Estetika atau nilai keindahan penting dalam hal pengadaan sarana dan prasarana
kantor. Hendaknya bentuk, ukuran, dan warna alat-alat perabot kantor dapat
memberi kesan yang baik bagi yang melihat.
3. Fungsi seksi perbekalan dalam pengadaan sarana dan prasarana
a. Melakukan penelitian kebutuhan perlengkapan kerja, baik mengenai jumlah
maupun mutu.
Fakor-faktor
1. Faktor fungsional
2. Faktor ongkos
3. Faktor prestise
4. Faktor standarisasi dan normalisasi
b. Membuat standarisasi dan normalisasi
1. Mengklarifikasikan dan menggolongkan alat-alat yang berfungsi sejenis atau
menghasilkan barang-barang tertentu.
2. Melakukan spesifikasi dan perincian alat-alat berdasarkan kemampuannya.
3. Standarisasi alat-alat dengan pertimbangan penggunaan dalam jangka waktu
lama dan efesiensi kerja.
c. Melakukan pembelian benda atau perlengkapan kerja
d. Melakukan pengiriman barang
4. Prosedur pengadaan sarana dan prasarana
a. Menyediakan dan meggunakan perlengkapan kantor dalam kegiatan operasional
pelaksanaan kegiatan.
b. Menyediakan perbekalan sesuai dengan angggaran yang berlaku.
c. Mengikuti prosedur pengelolaan perbekalan.
d. Menentukan jenis, kualitas perlengkapan yang diperlukan.
e. Mengumpulkan dan mengolah data pembekalan kantor.
f. Menghapus perlengkapan yang sudah tidak dapat digunakan sesuai prosedur
g. Menyimpan dan merawat perlengkapan.
Adapun prosedur pengadaan sarana dan prasarana perkantoran sebgai berikut.
a. Pelaksaan prosedur pengadaan barang habis pakai.
1. Menyusun daftar perlengkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan dari
rencana kegiatan.
2. Menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan barang
tersebut setiap bulan.
3. Menyusun rencana pengadaan barang tersebut menjadi rencana triwulan,
kemudian menjadi rencana tahunan.
b. Pelaksanan prosedur pengadaan barang tidak habis pakai
1. Menyusun analisis dan menganalisis keperluan perlengkapan sesuai dengan
rencana kegiatan serta memperhatikan barang yang masih yang dipakai.
2. Melakukan perkiraan biaya yang diperlukan sesuai dengan standar yang
lebih ditetapkan.
3. Menetapkan skala prioritas berdasarkan dana, urgensi kebutuhan, dan
menyusun rencana pengadaan tahunan.
c. Cara penanganan peralatan atau perbekalan kantor
Dalam prinsip pengadaan sarana dan prasarana perkantoran, jika aktivitas
pengadaan barang telah terlaksana, langkah berikutnya adalah melakukan
kegiatan penyimpanan yang terdiri atas penerimaan, penyimpanan dan
pengeluaran atas penyaluran ketiga kegiatan tersebut tidak dapat terpisahan dan
merupakan proses kegiatan penyimpanan yang harus dilakukan.
Tahap-tahap yang dilakukan dalam penyimpanan barang
1.) Penerimaan barang
Kegiatan pengiriman barang hendaknya didahului dengan pemberitahuan
kepada penerima barang bahwa barang akan dikirim pada waktu, jumlah,
dan spesifikasi tertentu.
2.) Penyimpanan barang
a.) Pengelompokan barang yang disimpan
b.) Penataan barang yang disimpan
3.) Pencatatan barang
d. Pengeluaran barang
1. Pengeluaran barang harus dicatat pada buku pengeluaran
2. Setiap barang yang dikeluarkan atau diserahkan harus disertai berita acara
atau pengeluaran lainnya
3. Setiap pengeluaran barang harus berdasarkan surat pesanan atau bon
permintaan
4. Pengeluaran barang meliputi pengeluaran untuk gudang lain
5. Pengeluaran untuk gudang penyimpanan lain dalam lingkungan satu kerja
meliputi pengeluaran atas permintaan pimpinan atasan

Penerimaan sarana dan prasarana kantor


Tugas 2.1
1. Lakukan browsing internet, lalu carilah dokumen pengiriman yaitu delivery note (DN)
dan delivery order (DO)
2. Pelajarilah sampai benar-benar mengerti dan memahaminya
3. Catat hal-hal penting dari perbedaan kedua dokumen tersebut
4. Tuliskan hasilnya dalam buku latihan

“perbedaan delivery note dan delivery order”


Delivery note/ Dokumen pengiriman
adalah dokumen yang dikirim oleh pemasok kepada pelanggan pada saat produk
disampaikan yang merinci jumlah fisik barang yang dikirim. Kemudian, faktur
(INVOICE) biasanya dikirimkan kepada langganan yang menunjukkan jumlah nilai uang
dari produk yang disampaikan .
Delivery note adalah dokumen yang menyertai pengiriman barang, memberikan
deskripsi, unit, dan jumlah barang yang termasuk dalam pengiriman. Delivery note
menggambarkan isi suatu paket, termasuk perincian tentang jenis dan jumlah barang yang
dikirim. Delivery note juga menjelaskan apakah barang dalam urutan asli tidak terlampir,
dengan demikian memberikan gambaran umum tentang apa yang telah dipesan menerima
dan apa yang telah dikirim dalam pengiriman khusus itu. Dalam beberapa kasus, Salinan
catatan pengirim ditanda tangan oleh penerima dan kemudian dikembalikan ke penjual
atau pengirim sebagai bukti pengiriman. Meskipun delivery note bersifat opsional, setiap
delivery note yang dikirim harus tetap mengikuti serangkaian persyaratan informasi
untuk memastikan komunikasi yang jelas kepada pengirim dan pelanggan yang menerima
barang.
Hal yang biasa dicantumkan adalah :
- Nama detail kontak penjual
- Nama dan detail kontak pelanggan
- Tanggal pengeluaran
- Tanggal pengiriman barang
- Deskripsi barang yang terkandung dalam pesanan
- Jumlah setiap jenis barang
- Tanda tangan dan stempel pelanggan yang mengonfirmasikan pengiriman telah
diterima

Delivery order
Adalah dokumen penting yang merinci informasi pengiriman suatu barang dalam
2 cara, yaitu memiliki rincian lengkap tentang bagaimana pengiriman akan terjadi,
dan dalam beberapa kasus, menjamin pembebasan pengiriman dari pihak yang
berwenang.
Ketika barang dikirim, pesanan pengiriman menjelaskan kepada siapa barang itu akan
dikirim, bagaimana barang akan dikirm, dibutuhkan khusus untuk mengirim dan
kapan harus melepaskan pengiriman.
Dari sini dapat disimpulkan bahwa perbedaan antara delivery note dan delivery
order adalah dari isinya, dimana delivery notemenjelaskan detail barangnya beserta
pengirim dan penerimanya, sedangkan delivery order menyangkut informasi
prosesnya.
Tutorial penerimaan sarana dan prasarana kantor
Format penerimaan barang
1. Buka ms. Access
2. Klik file number, tulis “penerimaan barang” klik corret
3. Pilih menu view
4. Data view
5. Tulis nama data table name “buka penerimaan barang” > ok
6. Data type
Flead name Data type
Nomor urut Auto nomor
Tanggal terima Text
Alamat Text
Tanda bukti pengirim Text
Uraian barang nama merk Text
Kuantitas Number
Nama satuan Text
Harga Kurensi
Keterangan text

 Klik ms access
 Ketik penerimaan barang pada file name >klik create
 Klik view >klik design view >ketik penerimaan barang pada table name
>klik ok.
 Klik penerimaan >primary key >klik save >klik view >data seet view
>ratakan >masukan datanya.
 Klik penerimaan barang >klik save >klik create >klik avery design >klik
add >close.
 Klik dalam kolom table >klik tanda panah >pilih penerimaan barang >klik
kolom flied >lalu pilih secara urut.
 Klik avery 1 >klik save >ketik query penerimaan barang > ok.
 Klik view >klik data seet view >ketik kembali data-data yang akan
dimasukan.
 Klik query penerimaan barang >kllik save >klik create >klik from witard.
 Pilih table penerimaan barang dalam queries >klik tanda “>>”next >klik
kolom nomor >pilih mody the from >fresh.
 Klik from penerimaan barang disebelah kiri.
 Klik from penerimaan barang diatas >klik save >klik view >klik from
view >kalian bisa masukkan kembali data-datanya.
 Close query penerimaan barang >close penerimaan barang >klik
penerimaan barang >klik query penerimaan barang untuk mengetahui
sudah masuk atau belum.
 Klik menu create >klik repont wizard >queris pilih table penerimaan
barang >klik tanda “>>” next >pilih nomor dalam kolom >klik accending
>klik decending >tabular >klik lanscape >klik mody the repont’s design
>fresh >atur dengan rapih.
 Klik penerimaan barang >klik save >klik menu view.
A. Konsep inventaris sarana dan prasarana kantor
1. Pengertian inventarisasi sarana dan prasarana
Inventaris atau bahasa latin yaitu inventarium, yaitu berarti daftar barang-barang
dan bahan sebagai fungsi sebuah kegiatan dan usaha untuk memperoleh data yang
diperlukan mengenai barang-barang yang dimiliki dan diurus baik yang diadakan
melalui anggaran belanja, sumbangan mapun hibah.
2. Tujuan inventarisasi sarana dan prasarana kantor
a. Mewujudkan tertib administrasi sarana dan prasarana dalam instansi
perkantoran
b. Menghemat keungan kantor dalam hal sistem dan prasarana dalam instansi
perkantoran, penghapusan
c. Sebagai pedoman dalam perhitungan kekayaan dan perusahaan
3. Manfaat inventarisasi sarana dan prasarana kantor
a. Memberikan kemudahan dalam hal menyediakan data dan informasi seputar
penentuan kebutuhan dan menyusun rencana
b. Memberikan informasi tentang semua data sarana dan prasarana perkantoran
yang dipakai sebagai pedoman dalam pengarahan pedoman sarana dan
prasarana
c. Memberikan informasi tentang semua data sarana dan prasarana perkantoran
yang dijadikan pedoman dalam penyaluran barang
d. Sebagai cara untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian baranng
sarana dan prasarana perkantoran
4. Jenis inventarisasi sarana dan parasarana kantor
Jenis inventaris ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan inventaris
sarana dan prasarana yaitu pengadministrasian
A. Pengadministrasian barang inventaris
Menggunakan buku induk barang inventaris, buku golongan inventaris, dan
buku catatan barang non inventaris.
1. Buku induk barang inventaris
Adalah buku tempat mencatat semua barang inventaris yang sudah
dimiliki oleh suatu kantor atau satuan organisasi dilingkungannya.
Identitas :
Nama dan alamat :

BUKU INDUK BARANG INVENTARIS

No. Tanggan Kode Keteranga kuanti Nama Tahun Asal Kelengkapa Keada harg ket
urut pembuku baran n barang tas satuan pemb baran n dokumen an a
an g uatan g tanggan/ baran
penyerahan g
barang
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

a. Diisi dengan nomor menurut urutan pembukuan barang inventaris kedalam buku induk
barang inventaris, sesuai dengan bukti penyerahan barang
b. Diisi sesuai dengan tanggal pencatatan barang kedalam buku induk barang inventaris
c. Diisi sesuai dengan table klasifikasi kode baranng inventaris
d. Diisi sesuai dengan istilah Bahasa Indonesia yang sudah dilakukan
e. Diisi sesuai dengan merk, nomor, tipe, dan ukuran
f. Diisi dengan jumlah barang inventaris yang dibutuhkan
g. Diisi sesuai dengan sebutan yang berlaku (misal setel lembar m, m2)
h. Diisi dengan tahun pembuatan barang inventaris yang dibukukan (misalnya dari pabrik
dan sebagainya)
i. Disebutkan sumber perolehan barang, misalnya anggaran rutin, hibah bantuan dan buatan
sendiri
j. Disebutkan satu persatu kelengkapan dokumen yang dimiliki (seperti sertifikat tanah,
akta jual beli, izin bangunan) serta tanggal penyerahan atau perolehan barang
k. Diisi sesuai keadaan barang pada waktu diterima
l. Diisi sesuai harga faktur atau bukti penyerahan barang adapun untuk barang-barang
bantuan atau sumbangan
Penilaian pendahuluan Hal-65
A. PG
1. Menerima fisik barang dari distribusi yang di sesuaikan dengan dokumen pemesanan
dan pengiriman serta dalam kondisi yang sesuai dengan persyaratan penanganan
barang merupakan pengertian dari..C. penerimaan barang

2. Hal hal yang tidak perlu diperhatikan dalam memastikan keabsahan proses
penerimaan barang adalah…C. kuantitas barang dapat dicek belakangan dan
tidak perlu mengunakan dokumen

3. Dokumen pengiriman disebut juga….D. delivery note

4. Dokumen yang berfungsi sebagai surat perintah penyerahan barang kepada pembawa
surat tersebut, yang ditunjukan kepada bagaian yang menyimpan barang (bagian
gudang) milik perusahaan disebut…B. delivery order

5. Metode barang dengan masa kedaluarsa yang terdekat harus keluar lebih dulu.
Yaitu...E. FEFO

6. Hal yang tidak harus dilampirkan dalam menyampaikan laporan sarana dan prasarana
adalah…B. kartu tunjuk silang

7. Aplikasi yang dapat digunakan untuk penerimaan barang adalah...D. Ms. Acess

8. Perhatikan data berikut.


1.) Menyampaikan barang atau jasa dari konsumen ke produsen
2.) Mempercepat sampainya hasil produksi ketangan produsen
3.) Tercapainya pemeratan produksi
4.) Menjaga kontinuitas produksi
Dari data tersebut yang merupakan tujuan distribusi di tunjukan pada nomor…
.C. (2), (3),dan (4)

9. Usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal-hal sehubungan
perpindahan hak pemilik atau penguasaan bisa dilakukan disebut…A. negosiasi

10. Asas yang bertujuan untuk mencapai batas optimal, baik dalam hal kualitas maupun
kuantitasnya. Selain itu, asas ini juga memeperhatikan aspek efesiensi baik dari segi
waktu, tenaga mapun finansial yaitu…B. kelepatan jenis dan spesifikasi logistik
yang disampaikan
11. Perhatikan gambar dibawah ini!

SURAT JALAN

Kepada :
Nama : No. invoice :
No. telp : Tanggal :

Nama barang Qty Keterangan

Catatan PERHATIKAN:
1. Surat jalan ini merupakan bukti resmi penerimaan barang.
2. Surat jalan ini bukti penjualan
3. Surat jalan ini akan dilengkapi invoice sebagai
buktipenjualan

BARANG SUDAH DI TERIMA DALAM KEADAAN BAIK DAN CUKUP OLEH :


(tanda tangan dan cap (stempel) perusahaan )
Penerima/ pembeli Bagian pengiriman Petugas gudang

Gambar diatas adalah contoh format….C. packing list atau surat dalam

12. Pendamping barang yang secara fisik dapat dibaca dan dicocokan dengan barang
yang dikirim disebut dengan…A. Dokumen

13. Truk merupakan alat angkut darat yang paling cepet menuju target, efektif efesien
dan fleksibel. Truk merupakan salah satu jenis moda transportasi….B. Darat

14. Penyimpanan barang diatur dalam….B. Pemendagri No.17 tahun 2007

15. Berikut yang bukan merupakan hal-hal yang harus diperhatikan saat proses
pengiriman barang dari pusat-pusat penyalur barang adalah….E. Pembuk
B. Essay

1. Tuliskan tiga hal yang harus diperhatikan dalam penerimaan barang….


2. Tuliskan langkah-langkah pencatatan penerimaan barang….
3. Jelaskan keunggulan FIFO….
4. Tuliskan pengertian dan asas FEFO….
5. Tuliskan proses penyimpanan barang digudang….
6. Tuliskan dan jelaskan jenis gudang dan fungsinya…..
7. Jelaskan asas penyaluran sarana dan prasarana….
8. Jelaskan proses penyerahan barang pada proses penyaluran sarana dan prasarana….
9. Tuliskan hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan alokasi barang….
10. Tuliskan tujuan dan fungis penyaluran….
Jawaban
1.
 Bukti pesanan barang dari gudang (untuk memastikan pesanan barang dalam
spesifikasi tepat)
 Bukti tanda barang diterima (untuk penagihan)
 Cek bukti pesanan dengan fisik barang
2.
a) Pada saat barang tiba, petugas penerima segera melakukan pemeriksaan, baik
secara fisik maupun administrative
b) Apabila sudah cocok, petugas penerima membuat berita acara pemeriksaan dan
bukti penerimaan barang
c) Setelah selesai dibuat, bukti penerimaan tersebut ditanda tangani, baik oleh
pengantar barang maupun penerima barang, dan diberikan lagi pada pengantar
atau pengirim barang tersebut

3. Keunggulan FIFO adalah persedian akhir mendekati harga pokok berjalan karena
barang yang masuk pertama merupakan barang yang pertama keluar sehinggan
jumlah persedian akhir terdiri dari pembelian yang paling baru.

4. FEFO (Firsh Expired Frist Out) adalah metode yang digunakan dengan melihat masa
kedaluarsa produk yang terdekat. Yang harus dikeluarkan lebih dulu.

5.
a) Menerima barang yang dilampiri delivery slip sesuai dengan order
b) Memeriksa/ menghitung dan menata letak barang
c) Membuat kartu stok yang digunakan untuk mengecek persediaan barang pada rak
6.
a. Gudang penyimpanan barang baku
b. Gudang tempat penyimpanan barang setengah jadi
c. Gudang penyimpanan hasil produksi
d. Gudang sebagai pusat konsolidasi dan transit
e. Gudang sebagi pusat transhipmen
f. Gudamg sebagai pusat sortir

7.
- Tepat waktu
- Tepat jumlah
- Tepat mutu
- Ekonomis

8. Dalam penyerahan barang, jangan lupa untuk mengisi daftar penyerahan barang, surat
pengantar, tanda terima, bagian pengiriman dan sebagi berikut. Barang yang telah
diterima lalu diinventarisasikan oleh panitia pengadaan.

9.
- Penerimaan barang
- Waktu penyerahan barang
- Jenis barang
- Jumlah barang
- Kegunaan/ keperluan barang

10.
a. Menyanpaikan barang atau jasa dan produsen kekonsumen
b. Mempercepat sampainya hasil produksi ke tangan konsumen
c. Tercapainya pemerataan produksi
d. Menjadi kontinuitas poduksi
e. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi
f. Meningkatkan nilai guna barang dan jasa
Fungsi
a. Menjembatani antara prodisen dan konsumen
b. Saluran distribusi ikut serta dalam penetapan harga
c. Saluran distribusi aktif dalam promosi
d. Saluran distribusi dapat menurunkan dan dan biaya
A. PG Hal-80

1. Inventarisasi berasl dari kata inventaris yang berarti…B. daftar barang-barang

2. Dalam daftar inventaris terdapat beberapa ketentuan yang harus diperhatikan. Hal-hal
yang tidak harus diperhatikan dalam metodedata adalah….E. harga bahan baku
barang

3. Hal pertama yang harus dilakukan pada saat pencatatan persedian barang
adalah…..A. pencatatan jumlah

4. Pencatatan dan penyusunan daftar barang milik negara secara sistematis tertib, dan
teratur berdasarkan ketentuan-ketentuan atau pendoman yang berlaku merupakan
pengertian inventarisasi menurut…. D. Ibrahim bafadal

5. Inventarisasi sarana dan prasarana digunakan untuk….A. melakukan pengawasan


dalam pengendalian barang

6. Yang menjadi landasan dalam melakukan inventarisasi barang adalah….E.


peraturan pemerintah nomor 6 tahun 2007

7. Perhatikan data berikut.


1. mencatat dan menghimpun data asset yang kuasai unit organisasi/ departemen
2. menyimpan dan menyediakan bahan laporam pertanggung jawaban dan
penguasaan dan pengelolaan asset organisasi/ negara
3. memberikan data informasi dalam rangka memudahkan pengawasan dan
pengendalian barang
4. menyediakan informasi mengenai aset organisasi/ negara yang dikuasai
departemen sebagai bahan untuk perencanaan kebutuhan pengadaan, dan
pengelolaan pelengkapan departemen
5. menyediakan data dan informasi dalam rangka menentukan kebutuhan dan
menyusun rencana kebutuhan barang
dari data diatas, yang termasuk manfaat inventarisasi adalah…E. (3), (4), (5)

8. Seseorang yang ditugasi menerima, menyimpan dan mengeluarkan barang atas


perintah kuasa barang disebut….E. unit pengelola barang

9. Yang disebut sebagai pengawasan gudang adalah….D. pejabat eselon 1


10. Pada umumnya, nomor kode untuk barang terdiri dari….D. tujuh deret

11. Lajur satu dalam lembar hasil pengamatan berisikan tentang….A. nomor urut saat
dilakukan penghitungan utang

12. Table tersebut merupakan tabel dari….C. buku golongan barang inventaris (BGBI)

13. Peraturan pemerintah nomor 6 tahun 2006 berisikan tentang pengelolaan….E.


barang milik neraga/ daerah

14. Berikut yang tidak termasuk dari kode klasifikasi barang inventaris adalah….E. dua
angka setelah titik ketiga melampangkan barang jadi

15. Pada umumnya, nomor kode itu terdiri dari 7 (tujuh) deretan (digit) angka yang
tersusun menjadi 4 kelompok angka yang dipisahkan dengan….D. 3 (tiga) tanda
titik

B. Essay

1. Tuliskan langka-langkah inventarisasi sarana dan prasarana


2. Jelaskan tujuan inventarisasi sarana dan prasarana menurut pendapat anda
3. Tuliskan manfaat inventarisasi saran adan prasarana
4. Jelaskan yang dimaksud dengan buku induk barang inventaris (BIBI)
5. Jelaskan tujuan menyimpan kode klasifikasi barang inventaris
6. Jelaskan pola susunan kode inventarisasi
7. Jelaskan yang dimaksud dengan buku golongan barang inventaris dan manfaatnya
8. Tuliskan peraturan pemerintah nomor 6 tahun 2006 tentang pengelolaan barang milik
daerah/ negara
9. Jelaskan yang dimaksud dengan lembar hasil opname barang inventaris (LHOPBI) dan
buatlah tabel LHOPBI tersebut
10. Tuliskan dasar hokum inventarisasi sarana dan prasarana
Jawaban
1.
- Menyimpan lembar hasil opname barang inventaris (LHOPB)
- Menyimpan buku induk barang inventaris (BIBI)
- Menyimpan buku golongan barang inventaris (BGBI)
- Menyiapkan kode klasifikasi barang inventaris
- Menyimpan daftar kode akuntan penggunan barang
- Menyimpan daftar kode wilayah

2. Untuk menjaga, menciptakan, memudahkan, pengawasan agar tertib administrasi


sarana dan prasarana

3.
a. Menyediakan data dan informasi dalam rangka menentukan kebutuhan dan
menyusun rencana kebutuhan barang
b. Memberikan data dan infomasi untuk menjadikan bahan/ pedoman dalam
pengarahan pengadaan barang
c. Memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan/ pedoman dalam
penyaluran barang
d. Memberikan data dan informasi dalam menentukan keadaan barang (tua, rusak,
atau lebih) sebagai dasar untuk menetapkan penghapusannya
e. Memberikan data dan informasi dalam rangka memudahkan pengawasan dan
pengendalian barang

4. Buku induk barang inventaris (BIBI) adalah buku induk registrasi tempat memcatat
segala macam barang inventaris baik barang bergerak maupun tidak.

5. Ingin tercapai dalam penggolongan barang adalah agar terdapat cara yang cukup
mudah dan efesien untuk mencatat dan mencari kembali barang tertentu baik secara
fisik maupun secara administarsi.

6. Yaitu agar mudah diinget dan dikendali serta memberi petunjuk mengenai formulir
mana yang harus dipergunakan untuk mencatat jenis barang tertentu.

7. Buku golongan barang inventaris (BGBI) adalah buku pembantu tempat mencatat
barang-barang inventaris menurut golongan masing-masing

8. PP No 6 Tahun yaitu yang mengantur tentang hak kepemilikan pengelolaan dan ha


katas kuasa harta/ kekayaan milik negara.
9. Lembar hasil opname barang inventaris (LHOPBI) adalah daftar yang memuat
identitas barang saat dilakukan perhitungan periodic.

No. Tgl Nama Merek/ kuanti Tahun Asal Kelengk Keadaan harga lokasi ket
urut Pembuk baran Spesifi tas pemb baran apan barang
uan g kais uatan g dokumen

10. Dasar hokum pengelolaan inventarisasi untuk barang-barang milik negara terdapat
pada peraturan pemerintah (PP) nomor 6 tahun 2006 tentang hak kepemilikan
pengelolaan dan ha katas kuasa harta/ kekayaan milik negara.
Penilaian pengetahuan
A. PG

1. Kegiatan terus menerus untuk mengusahakan agar barang/ bahan kantor tetap dalam
keadan baik atau siap untuk digunakan disebut….A. pemeliharaan

2. Pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah yang menjelaskan pemeliharaan


terdapat pada….E. peraturan menteri dalam negeri no.17 tahun 2007

3. Kegiatan pemeriksaan terhadap suatu sarana dan prasaran disebut…..E. inpeksi

4. Tindakan yang dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan-kerusakan yang tidak


terduga adalah salah satu jenis pencegah….A. preventif

5. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini.

1. Pemeliharaan sehari-hari, yaitu pemeliharaan yang dilakukan setiap saat (hari)


dan dikerjakan oleh orang yang bertanggung jawab/ menggunakan barang tersebut
2. Pemeliharaan berkala, yaitu dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, misalnya
satu bulan sekali atau tiga bulan sekali, dan dikerjakan baik oleh sendiri maupun
dengan meminta bantuan oranng lain
Pernyataan tersebut merupakan macam-macam pemeliharaan barang-barang kantor
menurut….D. kurun waktu

6. Pemeliharaan barang dapat dilakukan setiap hari dengan tujuan untuk mencegah
kerusakan dan mencegah pemborosan, baik energy maupun biaya. Pernyataan
tersebut merupakan pemeliharaan barang kantor tersebut….D. kurun waktu

7. Pernyataan yang dilakukan dengan memperkirakan kondisi peraltan mesin pada


waktu atau masa yang akan datang merupakan perawatan yang bersifat….C.
prediktif

8. Berikut yang tidak termasuk manfaat dari pemeliharaan sarana dan pemeliharaan
adalah….D. mengurangi biaya perawatan dan pemeliharaan

9. Kegiatan yang dilakukan dengan mempersiapkan pengajuan angggaran pemeliharaan


selanjutnya dan membuat daftra kebutuhan akan bahan-bahan guna pemeliharaan
merupakan tahap….D. pasca pelaksanaan pekerjaan

10. Berikut yang tidak termasuk dalam tahapan pemeliharaan sarana dan prasarana
adalah….E. peresmian
11. Berikut yang bukan termasuk dalam tujuan pemeliharaan sapras adalah….D.
menghindari penyimpanan yang teratur

12. Mendesain system pemeliharaan dalam memperkirakan anggaran, dan menyediakan


tenaga yang cukup dan terampil merupakan bagian dari….A. perencanaan kegiatan

13. Berikut yang tidak termasuk caea pemeliharaan dan perawatan barang kantor yang
baik adalah….D. selalu mendaur ulang kembali baranng yang telah digunakan
pada tempat semula dalam keadaan baik dan benar

14. Berikut yang tidak termasuk hal-hal yang perlu disiapkan dalam kegiatan
perencanaan pengamanan dan pemeliharaan adalah….E. laporan kinerja pegawai

15. Menurut ating tedjasutrisna macam-macam pemeliharaan barang-barang kantor ada


dua, yaitu dari segi….A. menurut kurun waktu jenis barang

B. Essay
1. Jelaskan yang dimaksud dengan pemeliharaan menurut para ahli
2. Jelaskan yang dimaksud dengan inpeksi pada sebuah kantor
3. Jelaskan macam-macam pemeliharaan menurut purwanto
4. Tuliskan beberapa manfaat pemeliharaan sarpas
5. Tuliskan cara pemeliharaan dan perawatan barang kantor yang baik
6. Jelaskan tujuan dari kegiatan inpeksi
7. Jelaskan tahap-tahap pemeliharaan sapras
8. Jelaskan tujuan pemeliharaan sapras
9. Jelaskan perbedaan antara perawatan preventif dan korektiv
10. Tuliskan cara pengamanan sapras kantor

Jawaban
1. Pemeliharaan menurut sri endang rahayu, dkk (2010) adalah kegiatan terus-menerus
untuk mengusahakkan agar barang atau bahan kantor tetap dalam keadaan baik atau
siap untuk dipakai
2. Inpeksi adalah pemeriksaan dengan detail dan cermat mengenai kesesuaian dengan
aturan atau standar yang ada
3.
 Perawatan preventif
 Perawatan korektif
 Perawatan prediktif
 Perawatan tidak terencana
 Perawatan secara produktif
 Perawatan produktif menyeluruh
4.
a. Mengurangi terjadinya sapras yang mengalami break down atau berhenti
beroperasi
b. Konserfasi aset menajdi lebih baik
c. Mengingkatkan ekspektasi umur peralat dan komponene sehinggan mengurangi
penggantiam dini terhadap bagaian atau suku cadangan sapras
5.
- Membersihkan barang-barang atau alat kerja setelah selesai digunakan
- Mengoperasikan atau menggunakan barang-barang atau alat kantor sesuai
petunjuk aturan pakai
- Pemakai barang atau alat hendaknya mengetahui cara memperbaiki penanganan
jika barang atau alat yang digunakan mengalami kerusakan sebelum dibutuhkan
perbaikan oleh ahlinya
- Menyimpan kembali barang atau alat yang telah digunakan pada tempat semula
dalam keadaan baik
6. Untuk pemeriksaan dengan detail dan cermat mengenai kesesuaian dengan aturan
atau standar yang ada

7.
a. Perencanaan kegiatan pemeliharaan sapras
b. Pelaksanaan pemeliharaan sapras
c. Pasca pelaksanaan pemeliharaan sapras

8.
a) Barang-barang (alat/mesin) terpelihara dengan baik sehinggan jarang terjadi
kerusakan
b) Mengoptimalkan usia alat/ mesin karena terpelihara
c) Menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung kelancaran pekerjaan
sehingga diperoleh hasil yang optimal
d) Menjamin kesedian peralatan yang diperlukan melalui pengecekan secara rutin
dan teratur

9. Perawatan preventif dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan- kerusakan yang


tidak terduga dan menemukan kondisi atau keadaan yang dapat menyebabkan
peralatan/ mesin mengalami kerusukan pada waktu digunakan saat bekerja perawatan
korektif dilakukan setelah peralatan/ mesin mengalami kerusakan atau ketidak normal
fungsi sehingga tidak dapat beroperasi dengan baik.
10.
a) Kepemilikan tanah perusahaan harus dibuat sertifikat atas nama perusahaan
b) Kepemilikan bangunan harus dilengkapi dengan bukti kepemilikan
c) Kepemilikan perusahaan atas barang-barang selain tanah dan bangunan harus
dilengkapi bukti status kepemilikan
d) Pengasuransian aset perusahaan perlu dilakukan untuk menjamin kelangsungan
hidup perusahaan

Sekertaris : Selamat pagi, PT. BERKAH MEBEL. Ada yang bisa saya bantu?
Penelepon : Selamat pagi, saya ibu salwa selaku sekertaris bapak sendi, dari PT. MANDIRI
JAYA ingin berbicara dengan bapak sahrial selaku direktur PT. BERKAH
MEBEL
Sekertaris : Mohon maaf ibu salwa, bapak sharial sedang tidak berada ditempat. Beliau
sedang ada perjalanan bisnis ke Jakarta. Apakah ada pesan yang ingin
disampaikan untuk beliau.
Penelepon : Iya ibu, bapak sendi selaku pimpinan kami ingin mengadakan pertemuan dengan
bapak sahrial untuk membicarakan masalah kerjasama mengenai pengoboran
minyak lepas pantai dikalimantan timur. Pertemuan akan dilakukan pada hari
kamis 30 januari 2020 pukul 10.00 WIB bertempat dilestoran mahardika Jl. B.
Budi No. 08 Jakarta.
Sekertaris : Baikilah, akan saya sampaikan pesan ibu kepada bapak sahrial dan untuk
konfirmasi lebih lanjut, akan saya hubungi kembali. Bolehkah saya tahu alamat
beserta nomor telepon dari PT. BERKAH MEBEL?
Penelepon : Kantor kami beralamatkan di Jl. Basuki Rahmat No. 02 Jakarta dan nomor
telepon yang dapat dihubungi (031) 5552011.
Sekertaris : Maaf ibu salwa, mungkin ada yang bisa saya bantu kembali?
Penelepon : Tidak terima kasih. Saya tunggun konfirmasi dari ibu secepatnya.
Sekertaris : Baikalah, ibu salwa akan segera saya hubungi setelah pesan tersebut mendapat
tindak lanjut dari pimpinan kami.
Penelepon : Terima kasih, selamat pagi
Sekertaris : Selamat pagi.
Soal

1. Pengadaan sarana dan prasarana perkantoran dilaksanakan dengan cara sistematis dan
terstruktur. Apa tujuan perencanaan sarana dan prasarana kantor?
2. Apakah yang dimaksud analisis kebutuhan kualitatif dalam perencanaan sarana dan
prasarana?
3. Jelaskan yang dimaksud analisis kebutuhan kuantitatif?
4. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana kantor harus berdasrkan kepada pengusulan
atau penentuan kebutuhan, lalu bagaimana wujud dari aktivitas pengusulan atau
penentuan kebutuhan kantor tersebut?
5. Jelaskan urutan perencanaan pengadaan sarana dan prasarana kantor khususnya untuk
barang tidak habis pakai?
6. Sebutkan tiga langkah yang ditempuh untuk mengusahakan standarisasi?
7. Sebutkan minimal 6 tata cara pengadaan sarana dan prasarana?
8. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan kegiatan pengadaan sarpas?
Sebutkan minimal 5!
9. Apa yang dimasud asas pekerjaan dan kegiatan pengadaan sarpas kantor?
10. Jelaskan mengenai asas fleksibelitas kegunaan dan biaya dalam pengadaan peralatan
kantor!

Jawaban

1. Tujuan sarana dan prasarana kantor:


1) Menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan
2) Meningkatkan efektivitas dan efesiensi dalam pelaksanaannya. Salah rencana dan
penentuan kebutuhan merupakan kekeliruan dalam menetapkan kebutuhan sarana
dan parasana yang kurang/ tidak memandang kebutuhan kedepan, dan kurang
cermat dalam menganalisis kebutuhan sesuai dengan dana yang tersedia dan
tingkat kepentingan

2. Analisis kebutuhan kulitatif merupakan analisis terhadap pengelompokan tentang jenis


kegiatan dalam suatu organisasi seperti tipe, ukuran, mutu, dan harga. Data yang
dikumpulkan adalaah perlengkapan yang telah ada, bagaimana kondisiny, dan fasilitas
lain yang berhubungan.

3. Analisis kebutuhan kuantitatif merupakan analisis tentang prekuensi kegiatan, berapa


jumlah perlengkapan, serta bagaimana penggunaannya.

4. Bentuk pengusulan atau penentuan kebutuhan kantor seperti mengusukan terlebih dahulu
kebutuhan/ barang-barang yang akan digunakan, dan ada juga pengelolaan sarana dan
prasarana kantor dilakukan dengan beberapa, yaitu pengadaan, penyimpanan,
pemeliharaan inventarisasi dan laopra sarana dan prasarana.
5. Prosedur pengadaan baraang tidak habis pakai
 Menyusun analisis dan menganalisis keperluan perlengkapan sesuai dengan rencana
kegiatan serta dengan memeperhatikan barang yang masih layak pakai
 Melakukan perkiraan biaya yang diperlukan sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan
 Menetapkan skala prioritas menurut dana, urgensi kebutuhan dan meyusun rencana
pengadaan tahunan

6. Langkah- langkah yang perlu ditempuh untuk mengusahakan standarisasi ialah:


o Klasifikasi alat-alat, menggolong- golongkan alat-alat yang berfungsi sejenis atau
menghasilkan barang-barang tertentu yang sama
o Spesifikasi dan penilaian alat-alat dengan menggunakan kemampuan
o Standarisasi alat-alat dengan pertimbangan untuk penggunaan dalam jangka
waktu lama dan pertimbangan efesiensi kerja.

7.
 Pembelian
 Pembuatan sendiri
 Penerimaan hibah atau bantuan
 Penyewaan
 Pinjaman
 Pendar ulang
 Penukaran
 Perbaikan atau rekondasi

8.
a) Mengikuti prosedur pengelolaan perbekalan
b) Menentukan jenis, kualitas dan kuantitas perlengkapan yang perlukan
c) Menyediakan dana penggunaan perlengkapan kantor dalam kegiatan operasional
d) Menyediakan perbekalan sesuai dengan anggaran yang berlaku
e) Menyimpan dan memelihara perlengkapan
f) Mengumpulkan dan mengelola data perbekalan kantor
g) Menghapus perlengkapan yang sudah tidak dapat digunakan sesuai prosedur

9. Untuk mengadakan peralatan kantor, perlu memperhatikan asas-asas pengadaan kantor.


Sebab jika tidak sesuai dengan kebutuhan akan mengakibatkan pemborosan.
Asas-asas sebagai berikut:
1. Pekerjaan dan kegiatan
2. Keperluan disesuaikan dengan kondisi setempat
3. Fleksibilitas kegunaan dan biaya
4. Nilai keindahan dan keseragaman
5. Standarisasi
6. Kamampuan dan kelayakan
10. Asas fleksibilitas kegunaan dan biaya. Kegunaan suatu alat tidak hanya untuk sesuai
kegiatan (pekerjaan), tetapi juga dipergunakan untuk beberapa jenis kegiatan dengan
demikian akan berpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan misalnya: dengan membeli
peralatan yang dapat digunakan untuk beberapa pekerjaan akan lebih mudah dari pada
pembelian dua buah peralatan yang digunakan untuk tiap keperluan.
A. Tujuan perencanaan sarana dan prasarana

Perencanaan sarana dan prasarana kantor dibuat dengan tujuan sebagai berikut:
1.) Menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan
2.) Meningkatkan efektivitas dan efesiensi dalampelaksanaannya.
Pada hakikatnya pelaksanaan rencana pengadaan sarana dan prasarana didasrkan
pada analisis kebutuhan dan penentuan skala prioritas kegiatan yang disesuaikan
dengan terjadinya dana dan tingkat kepentingan.

B. Manfaat perencanaa sarana dan prasarana kantor


Manfaat perencanaan sarana dan prasarana kantor, diantaranya sebagai berikut:
1.) Membantu dalam menentukan tujuan
2.) Sebagai pendoman atau dasar untuk melakukan pengawasan
3.) Sebagai bahan pengendalian dan penilaian agar kegiatan berjalan dengan efektif dan
efesien
4.) Sebagai peletak dasar-dasar dan menetapkan langkah-langkah
5.) Menghilangkan ketidakpastian dalam perencanaan sarana dan prasarana kantor.

3. unsur- unsur yang terlibat dalam perencanaan sarana dan prasarana


supaya pemenuhan tuntutan peralatan kantor sesuai dengan kebutuhan dalam kegiatan
perencanaan perlu mengikutsertakan beberapa unsur dan pihak yang terkait, yaitu sebagi
berikut:
a. kepala divisi
b. kepala unit
c. kepala tv
d. bendahara
e. pengurus perlengkapan kantor

4. syarat-syarat penyususnan perencanaan sarana dan prasarana


a. perencanaan harus jelas
kejelasan suatu rencana pengadaan sarana dan prasarana harus dilihat dalam
beberapa hal berikut ini:
1) Tujuan dan sasaran penyusunan rencana pengadaan sarana dan prasarana
harus didasarkan perkiraan biaya atau harga keperluan pengadaan
2) Jenis dan bentuk tindakan atau kegiatan yang akan dilaksanakan
3) Petugas pelaksana, misalnya pimpinan dan karyawan
4) Bahan dan peralatan yang dibutuhkan
5) Kapan dan dimana kegiatan dilaksanakan
6) Realisasi kegiatan
b. Berdasarkan atas kesepakatan dan keputusan bersama dengan pihak-pihak yang
terlibat dalam perencanaan
Kesepakatan dan keputusan bersama yang dibuat dengan pihak yang terlibat
dalam perencanaan, antara lain sebagai berikut.
1.) Kesepakatan dan keputusan dibuat menurut pedoman (standar) jenis,
kuantitas, dan kualitas sesuai dengan skala prioritas
2.) Perencanaan pengadaan sesuai dengan plafon anggaran yang disediakan
kantor
3.) Kesepakatan dan keputusan harus sesuai dengan prosedur yang telah
ditetapkan
4.) Kesepakatan dan keputusan bersifat fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan
keadaan
5.) Perencanaan bisa dibuat pada jangka pendek (3 tahun), jangka menengah (4-5
tahun), dan jangka panjang (10-15 tahun).

C. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana kantor humas dipandang sebagai


bagian integral dari usaha peningkatan kualitas pekerjaan
Sarana dan prasarana perkantoran yang wujudnya berupa alat tulis kantor (ATK),
mesin-mesin kantor, perabot kantor, serta alat komunikasi kantor, harus
direncanakan pengadaannya. Selain itu, semua sarana dan prasarana tersebut juga
diusahakan tersedia secara lengkap. Jika perencanaan pengadaan sarana dan
prasarana kantor tersebut lengkap maka seluruh sarana dan prasarana dapat
menunjang pekerjaan kantor menjadi lebih lebih cepat dan berkualitas. Namun,
jika sarana dan prasarana tidak tersedia lengkap maka pekerjaan akan mengalami
hambatan. Oleh karena itu, pengadaan sarana dan prasarana kantor harus
direncanakan secara matang perencanaan demi kemajuan perusahaan.

5. Analisis kebutuhan sarana dan prasarana kantor


Analisis kebutuhan sarana dan prasarana kantor penting dilakukan sebelum
diadakan perencanaan mengenai kebutuhan sarana dan prasarana kantor. Analisis
kebutuhan sarana dan prasaarana kantor dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu
sebagai berikut.
a. Analisis kebutuhan kuantitatif
Analisis kebutuhan kuantitatif merupakan analisis tentang frekuensi
kegiatan, berapa jumlah perlengkapan, serta bagaimana penggunaannya.
b. Analisis kebutuhan kualitatif
Analisis kebutuhan kualitatif merupaka analisis terhadap pengelompokan
tentang jenis kegiatan dalam suatu organisasi seperti tipe, ukuran, kutu, dan
harga. Data yang dikumpulkan adalah pelengkapan yang telah ada, bagaimana
kondisinya, dan fasilitas lain yang berhubungan.
6. Pegusulan dan penentuan kebutuhan sarana dan prasarana
A. Perencanaan pengadaan barang bergerak
- Perencanaan barang habis pakai
a. Daftar pelengkapan disusun dengan menyesuaikan kebutuhan dari rencana
kegiatan yang akan dilaksanakan
b. Memperkirakan biaya untuk pengadaan barang sarana dan prasarana kantor
tersebut setiap bulan
c. Rencana pengadaan barang disusun menjadi rencana triwulan, kemudian
menjadi rencana tahunan.
- Perencanaan pengadaan barang tidak habis pakai
a. Membuat analisis dan membuat susunan daftar kebutuhan sesuai dengan
rencana kegiatan serta memperhatikan perlengkapan yang masih ada dan
masih dapat dipakai dikantor
b. Membuat perkiraan biaya perlengkapan yang direncanakan dengan
memperhatikan standar yang telah ditentukan
c. Mempersiapkan skala prioritas menurut dana yang tersedia, urgensi
kebutuhan, dan menyusun rencana pengadaan tahunan.
B. Perencanaan kebutuhan tidak bergerak
1) Melakukan survei tentang keperluan bangunan yang akan direnovasi dengan
maksud untuk memperoleh data mengenai fungsi bangunan, struktur
organisasi, jumlah alat dan perabot yang akan ditempatkan dikantor
2) Melakukan perhitungan luas bangunan yang disesuaikan dan disusun atas
dasar data survey
3) Menyusun rencana anggaran biaya
4) Menyusun tahapan rencana anggaran biaya yang disesuaikan dengan rencana
tahapan pelaksanaan secara teknis serta memperkirakan anggaran yang
disediakan
5) Menghitung kebutuhan ruang kerja
C. Pengusulan/ penentuan perencanaan pengadaan barang bergerak
 Syarat-syarat perabot kantor
- Ukuran fisik pemakai disesuaikan
- Bentuk dasar perabot memenuhi syarat
- Kontruksi perabot yang memenuhi syarat
 Syarat-syarat perlengkapan kantor
- Kuat tetapi ringan dan tidak membahayakan pekerja
- Konstruksi harus diatas sesuai kondisi karyawan
- Direncanakan dengan teliti dan baik
D. Penyusulan/ penentuan rencana pengadaan barang tidak bergerak
1.) Tanah
- Mudah dicapai dengan berjalan kaki atau kendaraan
- Terletak dilingkungan yang memiliki hubungan dengan kantor
- Cukup luas bentuk maupun topografiknya
- Mudah kering jika digenangi air, bebas dari pembusukan dan bukan tanah
hasil buatan/ timbangan/ urugan
- Memperoleh sinar matahari yang cukup
 Langkah-langkah perencanaan tanah
- Menganalisis kebutuhan tanah
- Mengadakan survei kondisi tanah
- Mengadakan survei harga tanah

2.) Bangunan
- Menyusun rencana bangunan yang dibutuhkan
- Melakukan survei terhadap tanah
- Menyusun/ mengecek rencana konstruksi dan arsitektur
- Pentahapan rencana anggaran biay disesuaikan dengan anggaran yang
akan disediakan setiap tahun, dan skala prioritas.
7. Prosedur perencanaan sarana dan prasarana
- Adanya kebutuhan sarana dan prasarana sesuai dengan perkembangan
kantor
- Adanya kebutuhan sarana dan prasaran yang rusak, hilang dll
- Adanya kebutuhan perorangan jika terjadi mutasi pegawai sehingga
memengaruhi
 Kebutuhan sarana dan prasarana
a. Invenhtarisasi saran dan prasarana yang ada
Pengurusan penyelenggaraan, dan pencatatan barang-barang kantor
kedalam daftar inventarisasi.
b. Mangadakan seleksi
1. Menyusun konsep program
2. Pendataan
 Pengadaan sarana dan prasarana
 Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam pengadaan perbekalan
kantor:
- Mengetik surat permohonan/ permintaan barang
- Melakukan pemeriksaan
- Surat permohonan diserahkan kebendahara
- Meminta persetujuan pimpinan
- Kemudian diserahkan kelogistik untuk melakukan pembelian
- Barang diperiksa sebelum diterima
- Kemudian barang diterima menggunakan buku serah terima
- Barang disimpan digudang untuk didistribusikan
 Asas-asas pengadaan sarana dan prasarana kantor
- Standarisasi
- Kemapuan dan kelayakan
- Fleksibel kegunaan dan biaya
- Harga dan penawaran modal
- Pekerjaan dan kegiatan
- Keperluan disesuaikan dengan kondisi setempat
- Nilai keindahan (estetika)
3.) Fungsi pembekalan dalam pengadaan sarana dan prasarana
a. Melakukan penelitian kebutuhan perlengkapan kerja
b. Membuat standarisasi dan perincian benda
c. Melakukan pembelian benda/ perlengkapan kerja
d. Melakukan pengiriman kerja
4.) Prosedir pengadaan sarana dan prasarana kantor
Hal yang diperhatikan:
a. Menyediakan dan menggunakan perlengkapan kantor
b. Menyediakan perbekalan sesuai dengan anggaran yang berlaku
c. Mengikuti prosedur pengelolaan perbekalan
d. Menentukan jenis, kualitas dan kuantitas perlengkapan
e. Mengumpulkan dan mengolah data perbekalan kantor
f. Menghapus perlengkapan yang sudah tidak dapat digunakan
g. Menyimpan dan merawat perlengkapan
Adapun prosedur pengadaan sarana dan prasarana
a. Pelaksanaan prosedur pengadaan barang habis pakai
1) Menyusun daftar perlengkapan yang disesuaikan dengan kebutuhan
2) Menyusun perkiraan biaya yang diperlukan untuk pengadaan
3) Menyusun rencana pengadaan barang
b. Pelaksanaan prosedur pengadaan barang tidak habis pakai
1) Menyusun analisis dan menganalisis keperluan perlengkapan sesuai
dengan rencana
2) Melakukan perkiraan biaya yang diperlukan sesuai dengan standar
3) Menetapkan skala prioritas berdasarkan data, urgensi kebutuhan dan
menyusun rencana pengadaan tahunan
c. Cara penanganan peralatan dan perbekalan kantor
1) Penerimaan barang
2) Penyimpanan barang
Hal-hal yang berkaitan:
a. Pengelompokkan barang yang disimpan
b. Penataan barang yang disimpan
3) Pencatatan barang
Hal-hal yang berkaitan
a. Metode pencatatan baranng
Yang berhubungan dengan jenis, ukuran dan harga barang dapat
dicatat dalam dua metode:
1. Metode pencatatan sediaan indivioluan
Digunakan dalam pencatatan barang individu yang sejenis
Contoh: merk, nomor, dan tahun pembuatan
2. Metode pencatatan kelektif
Digunakan dalam pencatatan barang secara individu tidak dapat
dibedakan dengan barang sejenis
b. Isi kartu barang
Setiap barang yang keluar atau masuk terlebih dahulu dicatat pada
kartu dan diberi paraf sehingga sediaan barang digudang atau tempat
penyimpanan lainnya dapat diketahui setiap saat.
c. Pengeluaran barang
Hal yang harus diperhatikan:
1) Pengeluaran harus dicatat pada kartu atau buku pengeluaran
2) Setiap barang yang keluar atau diserahkan harus disertai
3) Setiap pengeluaran barang harus berdasarkan surat peronan
4) Pengeluaran meliputi pengeluaran untuk gudang lain, pemakai,
penghapusan, perbaikan, peminjaman
5) Pengeluaran untuk gudang dalam lingkungan kerja
6) Setiap barang yang dikeluarkan harus dicatat pada kartu barang
agar dapat diketahui sebagai dokume
Tugas 2.2
No Cara pembuatan kartu penjelasan
Laporan penerimaan barang
Persiapan data Anda bisa tau data dan penode sebelumnnya dan
1. akhirnya menentukan target pemasaran serta lamaran
penjualan pada penode saat ini.
2. Buat forocast Dilakukan untuk mencatata jumlah persedian yang
dibutuhkan penode ini dan harus menentukan peritem
3. Lakukan pengecekan Beri kode pada barang untuk mengetahui ada atau
Sebelum barang disimpan tidaknya barang yang dicatat dan anda bisa
mengetahui barang nama yang dicatat
4. Beri kode pada Langkah ini membantu ketika akan melakukan
Setiap barang Penjualan barang
5. Pisahkan stok lama dengan Agar memudahkan anda dalam menghitung jumlah
yang baru stock lama yang penjual dan belum terjual

perbedaan
Delivery note Delivery order
Adalah menjelaskan detail Adalah menyangkut informasi prosesnya
Barangnya berserta pengiriman dan
penerimaannya
TUGAS PORTOFOLIO
SARANA DAN PRASARANA

DiSusun Oleh:
SALWA AKMALIAH
LESTARI

YAYASAN NURUL WALIDAIN T.H.


SMK PELITA 1 CIAMPEA
PROGRAM KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN
JL.Raya Warung Borong Telp.(0251)8627289 Fax.(0251)8627289
E-mail: smkpelita.ciampea@gmail.com
Blog: smkpelita-ciampea.blogspot.com
Bogor 16620
BAB 7

MENERAPKAN PENGHAPUSAN SARANA DAN PRASARANA


A. Pengertian penghapusan sarana dan prasarana
Penghapusan sarana dan prasarana merupakan kegiatan meniadakan
barang-barang milik suatu instansi perusahaan dari daftar barang
inventaris, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
B. Landasan hukum penghapusan sarana dan prasarana
Berdasarkan pasal lll peraturan menteri keuangan republic Indonesia
nomor 83/ PMK.06/2016 pengahapusan barang milik negara meliputi:
1.) Penghapusan BMN dari daftar barang pengelola
2.) Penghapusan BMN dari daftar barang pengguna dan/ atau daftar barang
kuasa pengguna
3.) Penghapusan BMN dari daftar BMN
Adapun faktor yang dapat menimbulkan terjadinya penghapusan
menurut pasal 18 peraturan menteri keuangan republik Indonesia No.
83/PMK.06/2016:
- Hilang, kecurian, terbakar, susut, menguap, dan mencari
- Mati untuk hewan, ikan, dan tanaman
- Bangunan yang terdiri diatas tanah pihak lain/ pemerintah daerah
karena tidak dapat dilakukan pemindah tanganan
- Aset tetap renovasi (ATK) atas aset milik pihak lain karena tidak
dapat dilakukan pemindahtanganan.
C. Tujuan dan syarat-syarat penghapusan sarana dan prasarana
1. Tujuan penghapusan sarpas
- Mencegah / membatasi terjadinya kerugian/ pemborosan biaya
pemeliharaan sarana dan prasarana yang kondisinya semakin buruk,
berlebihan, rusak, dan sudah tidak tidak digunakan lagi.
- Mencegah terjadinya pemborosan biaya pengamanan
- Membebaskan ruangan dari penumpukan barang-barang
- Meringankan beban kerja petugas inventarisasi
- Membebaskan instansi/ perusahaan dan tanggung jawab
pemeliharaan dan pengamanan.
2. Syarat-syarat penghapusan sarpas
Menurut matin dan Nurhattati fu’ad (2016)
- Dalam keadaan sudah tua/ rusak berat
- Perbaikan akan menelan biaya yang sehingga merupakan
pemborosan
- Tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masa kini
- Penyusutan diluar kekuasaan pengurus barang
- Barang yang berlebih
- Dicuri, terbakar, dan musnah akibat bencana alam
D. Tata cara dan prosedur penghapusan sarpas
1. Tata ccara penghapusan sarpas
Jenis-jenis tata cara penghapusan:
a. Penghapusan sarpas berdasarkan kategori barang yang rusak, tua,
dan barang berlebih
b. Penghapusan sarana dan prasarana berdasarkan kategori yang tidak
hidup/ cacat, khususnya hewan dan tanaman
c. Penghapusan sarpas berdasarkan kategori barang hilang, dicuri,
dirampok, dan terbakar
d. Pelaksanaan penghapusan sarpas berdasarkan hal-hal khusus
2. Prosedur penghapusan sarpas
a. Merekomendasikan kelayakan daftar usulan penghapusan
b. Merekomendasikan jumlah barang yang akan dihapuskan
c. Mengklarifikasi dan mencocok daftar urutan dan fisik barang yang
akan dihapus
d. Setelah daftar dan fisik barang sesuai, penghapusan diusulkan
kekantor perbendaharaan dan kas negara (KPKN)
e. Jika KPKND/ KPKN wilayah sudah menyetujui, satauan kerja
mengusulkan ke KPKNL
f. Setelah KPKNL menyetujui, penghapusan segera dapat dilaksanakan
E. Dokumen penghapusan sarpas
Dokumen yang sering terlibat dalam penghapusan sarpas:
1. Formulir penghapusan barang
2. Berita acara pemusnahan (BAP)
NO NAMA BARANG KODE NAMA SATUAN JUMLAH KONDISI BARANG
URUT
1. KURSI B1 UNIT - 10 DAPAT DIPERBAIKI
- 15 RUSAK

2. MEJA B2 UNIT - 15 DAPAT DIPERBAIKI


- 7 RUSAK

3. RAK SEPATU B3 UNIT


- 20 DAPAT DIPERBAIKI

4. KOMPUTER C1 UNIT
- 20 DAPAT DIPERBAIKI

5. LCD C2 UNIT DAPAT DIPERBAIKI


- 20

6. LAPTOP C3 UNIT
- 10 DAPAT DIPERBAIKI