Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Geografi Manusia merupakan cabang geografi yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan
gejala di permukaan bumi dengan manusia sebagai objek pokok studinya. Objek pokok studi
geografi manusia mencakup aspek kependudukan, aspek aktifitas yang meliputi aspek ekonomi,
aktifitas politik, aktifitas sosial dan budayanya.
Berdasarkan pendekatan topik dan struktural dalam melakukan studi aspek kemanusiaan,
Geografi Manusia dibagi menjadi beberapa cabang, yaitu : Geografi Penduduk, Geografi
Ekonomi, Geografi Politik, Geografi Pemukiman, dan Geografi Sosial.

1. Geografi Penduduk (Population Geography)

Geografi Penduduk merupakan cabang dari Geografi manusia yang objek studinya
adalah aspek keruangan penduduk. Objek studi ini mencakup penyebaran, densitas,
perbandingan jenis kelamin (sex ratio), perbandingan manusia dengan luas lahan (manland
ratio), dan sebagainya.
Pada geografi Penduduk, manusia dipelajari sebagai penghuni suatu wilayah, dianalisa
kualitas dan kuantitasnya sesuai dengan wilayah yang ditempati, dianalisa perbandingan jumlah
penduduk dengan luas lahan yang dihuni, dianalisa penyebaran dan densitasnya dari satu
wilayah ke wilayah lain dengan memperhatikan faktor lingkungan Geografi yang
mempengaruhinya, serta dianalisa pertumbuhannya sesuai dengan wilayah yang ditempati, dan
demikian seterusnya. Dengan kata lain, segala aspek keruangan yang berkenaan dengan
manusia sebagai penduduk suatu wilayah, menjadi bahan interpretasi dan analisa Geografi
Penduduk.

2. Geografi Ekonomi (Economic Geography)

Geografi Ekonomi merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya berupa
struktur keruangan aktifitas ekonomi manusia penghuninya. Hal ini menunjukkan, titik berat
studinya adalah aspek keruangan struktur ekonomi manusia.

3. Geografi Politik (Political Geography)

Geografi politik merupakan cabang geografi manusia yang bidang kajiannya adalah aspek
keruangan pemerintahan atau kenegaraanyang meliputi hubungan regional dan internasional
pemerintahan atau kenegaraandi permukaan bumi. Pada geografi politik, lingkungan geografi dijadikan
dasar begi perkembangan dan hubungan kenegaraan. Bidang kajian geografi meliputi aspek keruangan,
aspek politik, aspek hubungan regional dan internasional. Faktor fisik, sosial, budaya, sejarah dan politik
yang dipergunakan sebagai dasar analisa geografi politik dalam meninjau kekuatan dan hubungan
kenegaraan dan pemerintahan suatu wilayah, serta hubungannya dengan wilayah pemerintahan dan
kenegaraan lainnya di permukaan bumi. Secara singkat ruang lingkup Geografi Politik sangat luas,
karena meliputi empat bidang penelitian yaitu bidang geografi, sejarah, politik dan hubungan
internasional.

4. Geografi Pemukiman (Settlement Geography)

Geografi Pemukman merupakan kajian geografi berkenaan dengan perkembangan


pemukiman di suatu wilayah di permukaan bumi. Bahasan yang dibahas pada Geografi
Pemukiman yaitu bilamana suatu wilayah mulai dihuni manusia, bagaimana perkembangan
pemukiman tersembut selanjutnya, bagaimana bentuk pola pemukiman, dan faktor geografi
yang mempengaruhi perkembangan dan pola pemukiman tersebut. Pemukiman itu, baik di
pedesaan maupun di perkotaan, menjadi objek kajian geografi pemukiman. Kajian geografi
pemukiman, erat hubungannya dengan sejarah dan perekonomian suatu wilayah. Bidang kajian
geografi pemukiman adalah penyebaran dan relasi keruangan pemukiman.

5. Geografi Sosial (Social Geography)

Geogarfi Sosial (Social Geography)Geografi Sosial merupakan cabang


geografi Manusia dengan bidang kajiannya, adalah aspek keruangan yang
karakteristik dari penduduk, organisasi sosial, unsur kebudayaan dan
kemasyarakatan. Geografi Sosial bidang kajiannya berkenaan dengan unsur tempat
yang merupakan wadah kemasyarakatan manusia, sehingga erat hubungannya
dengan studi sosiologi. Ditinjau dari segi penyebaran dan organisasi sosial,
pemukiman, bahasa dan kepercayaan dapat dimasukkan ke dalam bidang kajian
Geografi Sosial.

B. Rumusan Masalah

1. Menjelaskan apa itu ketidaksetaraan sosial


2. Mengidentifikasi ketidaksetaraan sosial

C. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Geografi Manusia dan
diharapkan para pembaca memahami materi mengenai ketidaksetaraan sosial.
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian ketidaksetaraan Sosial


Beberapa peneliti berpendapat bahwa disparitas pendapatan itu sendiri mungkin bukan masalah
utama. Persoalannya, bukanlah adanya kesenjangan antara kaya dan miskin, namun adanya
ketidakadilan.

Sementara banyak orang mungkin telah melihat ketidaksetaraan sebagai ketidakadilan,


penjelasan tentang perbedaan di antara keduanya agar menjadi jauh lebih jelas adalah hal
penting yaitu untuk memperbaiki kondisi masyarakat kita. Hanya dengan begitu kita bisa
mengarahkan sumber daya ke tempat-tempat yang penting.

B. Defini Ketidaksetaraan Sosial


Para peneliti berpendapat bahwa kita memerlukan definisi yang disepakati tentang istilah
ketidaksetaraan. Penting untuk diingat, saat kita mencari cara untuk memerangi ketidaksetaraan,
bahwa ada tiga gagasan terpisah (tapi saling terkait). Pertama, gagasan bahwa orang harus
memiliki kesempatan yang sama dalam masyarakat, terlepas dari latar belakang, ras,
seksualitas, jenis kelamin mereka dan sebagainya. Kedua adalah pembagian yang adil, yang
mengatakan bahwa manfaat atau penghargaan harus didistribusikan secara adil berdasarkan
prestasi. Ketiga adalah gagasan tentang persamaan hasil, atau bahwa orang-orang menerima
hasil yang sama tanpa mempedulikan keadaan. Yang terakhir ini agak sulit dipahami.

Ketimpangan ekonomi adalah isu besar, luas, bernuansa, dan intens, suatu produk kekuatan
budaya dan politik yang kompleks di seluruh dunia sepanjang sejarah.Namun, dengan
memahami definisi ketidaksetaraan yang berbeda - seperti ketidaksetaraan atas peluang - hal ini
menyoroti dengan lebih jelas bahwa tidak semua orang diberi kesempatan yang sama untuk
berhasil, bahkan jika mereka telah bekerja keras.

Penyebab daripada terjadinya kesenjangan adalah tingkat pendapatan atau kekayaan antar
individu yang berbeda. Lebih daripada itu, kesenjangan juga menggambarkan sebaran tingkat
pendapatan atau kekayaan antar daerah di dalam suatu negara.

Dengan adanya kesempatan yang sama maka setiap orang akan memiliki akses yang lebih baik
terhadap sumber daya yang ada. Selain itu, setiap orang juga harus memiliki akses terhadap
kesempatan kerja dan manfaat pembangunan ekonomi lainnya. Oleh sebab itu Indonesia juga
perlu mengembangkan berbagai kebijakan yang dapat berdampak langsung kepada peningkatan
kesejahteraan masyarakat.
Kebijakan tersebut antara lain adalah pengembangan layanan yang memberikan kesempatan
yang sama bagi seluruh masyarakat dalam aspek pendidikan dan kesehatan. Kebijakan lainnya
adalah pengembangan program-program pelatihan dan keterampilan bagi angkatan kerja. Perlu
dikembangkan pula kebijakan belanja pemerintah untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan
pendidikan, dan kesehatan. Di samping itu, harus ada bantuan-bantuan sosial ekonomi lainnya
bagi rumah tangga, yang tujuannya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

C. Macam macam Ketidaksetaraan sosial

 Ketidaksetaraan Gender dalam Pendidikan


Ketidaksetaraan gender secara menyeluruh adalah akibat dari latar belakang
pendidikan yang belum setara. Ada 3 hal permasalahan yakni : kesempatan,
jenjang dan kurikulum (Suryadi & Idris, 2004). Menurut Suleeman (1995)
ketidaksetaraan gender dalam pendidikan adalah perbedaan dalam hak dan
kewajiban antara perempuan dan laki-laki dalam mengecap pendidikan formal.
Ketidaksetaraan gender dalam pendidikan dapat dilihat dari indikator kuantitatif
yakni angka melek huruf, angka partisipasi sekolah, pilihan bidang studi, dan
komposisi staf pengajar dan kepala sekolah (Van Bemmelen,1995).
Ketidaksetaraan gender bidang pendidikan banyak merugikan perempuan, hal
tersebut dapat dilihat, anak perempuan cenderung putus sekolah ketika keuangan
keluarga tidak mencukupi, perempuan harus bertanggung jawab terhadap
pekerjaan rumah tangga, selain itu pendidikan yang rendah pada perempuan
menyebabkan mereka banyak terkonsentrasi pada pekerjaan informal dengan
upah rendah.

 Ketidaksetaraan dalam Hukum


Dalam kehidupan bernegara pasti selalu ditemuknnya berbagai permasalahan
seperti permasalahan dalam bidang HUKUM yang tak kunjung habis.Contoh nya
yang sering di sebut sebagai “Hukum Tumpul ke Atas Tajam ke Bawah”
Nah hal ini menjadi permasalahan karena bagi masyarakat kecil
khusunya,mereka seakan tidak mendapatkan yang namanya “Kepastian Hukum”
ini pun menjadi perhatian sserius bagi semua masyarakat bahwa yang namanya
hukum itu harus rata baik itu orang yang mempunyai jabatan tinggi atau pun
tidak. Jikalau permasalahan ini tak kunjung diselesaikan atau terus
berlanjut,maka percuma saja suatu bangsa atau Negara mempunyai landasan
hukum karena masyarakat nya tidak dijamin dalam kepastian hukum dan
membuat kesenjangan dalam kehidupan bernegara.
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Ketidaksetaraan social ataupun kesenjangan social makin menjadi pembahasan ataupun


topic hangat yang masih saja beredar dalam kehiduapan bermayarakat.Sehingga hal ini
pun menjadi tolak ukur suatu bangsa dalam membangun kehidupan masyarakat yang
berlandaskan kesosialan,ini berarti jika suatu bangsa berhasil membangun kehidupan
masyarakat yang terjamin dalam beerbagai aspek kahidupan maka akan menjadikan
suatu bangsa tersebut sejahtra dalam bermasyarakat dan kenjangan dalam masyarakat itu
pun menjadi hilang,sehingga masyarakat hidup dalam kesetaraan tanpa memandang
segala perbedaan lagi.

B. DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Kesenjangan_sosial

https://www.kompasiana.com,

https://media.neliti.com