Anda di halaman 1dari 5

Jurnal Para Pemikir Volume 7 Nomor 2 Juni 2018 p-ISSN:2089-5313

e-ISSN:2549-5062

PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK BIJI KOPI DAN RIMPANG JAHE


TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN FOOT SANITIZER SPRAY

Aldi Budi Riyanta1, Rizki Febriyanti 2


aldibudiriyanta@yahoo.co.id
1,2
Program Studi DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal

Abstrak
Kaki dalam keadaan tertutup akan menghasilkan keringat yang dapat menimbulkan bau akibat
penumpukan bakteri. Kopi memiliki kandungan aroma yang kuat yang berkhasiat untuk menghilangkan
bau. Disisi lain jahe memiliki kandungan yang ampuh untuk antimikroba. Penelitian ini dimaksudkan
untuk membuat footsanitizer dari kombinasi kopi dan jahe untuk menghasilkan foot sanitizer yang
mampu menghilangkan baud an berkhasiat antimikroba yang memiliki sifat fisik yang sesuai dan disukai
responden. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi. Sediaan foot sanitizer diuji fisik dengan
dilihat homogenitasnya dengan menggunakan indera penglihatan, pH dengan pH stick, viskositas dengan
metode otswald dan tanggapan kesukaan oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan
masih terdapat butir kasar sehingga terlihat kurang jernih, pH sediaan adalah 5, bobot jenis formula I,
formula II dan Formula III masing-masing 0,9899, 0,9208; 0,9128; dengan viskositas 1,6280; 1,4220; 1,
3244. Tanggapan responden terhadap formula I, formula II dan formula III berturut-turut 37%,20%,43 %.

Kata Kunci: Bau kaki, Foot sanitizer spray, Kopi, jahe,

1. Pendahuluan resistensi pada bakteri. Alkohol sendiri


Kaki adalah salah satu bagian tubuh dapat membuat kaki menjadi kering.
yang sering berkeringat. Keadaan kaki yang Sehingga foot sanitizer harus dilengkapi
tertutup dan aktifitas yang berlangsung lama dengan moisturizer dan emolient, yang
menyebabkan kaki berkeringat menjaga kaki tetap lembut, tidak menjadi
menyebabkan keadaan lembab disekitar kering, tidak seperti larutan alkohol murni
kaki hingga menimbulkan bau [1]. Bau kaki yang dapat menyebabkan dehidrasi pada
disebabkan oleh penumpukan bakteri yang kulit. Foot sanitizer perlu dilakukan
berkembang biak pada kaki yang lembab. penambahan bahan aktif mengingat
Keringat dihasilkan oleh kelenjar penggunaan berlebih alkohol sebagai bahan
apokrin yang dan jika terinfeksi oleh bakteri utamanya akan menimbulkan efek iritan.
yang berperan dalam proses pembusukan Bahan aktif yang dapat digunakan berupa
tentunya akan menghasilkan bau kaki. rempah-rempah.
Beberapa bakteri yang diduga menjadi Jahe (Zingiber officinale) dan kopi
penyebab tersebut, diantaranya ialah (Coffea sp) merupakan rempah yang dikenal
Staphylococcus epidermidis, baik di masyarakat Indonesia. Jahe
Corynebacterium acne, Pseudomonas umumnya digunakan bahan masakan. Jahe
aeruginosa dan Streptococcus pyogenes [2]. yang bermanfaat sebagai obat kembung,
Upaya yang sering dilakukan dengan penghangat badan, dan menyembuhkan
mencuci kaki dan bedak tabur masih dirasa iritasi [3]. Kandungan senyawa metabolit
kurang, karena kaki akan kembali tertutup sekunder pada tanaman jahe-jahean
hingga menghasilkan bau. Foot sanitizer terutama golongan flavonoid, fenol,
belum banyak dikenal dan masih jarang terpenoid dan minyak atsiri. Senyawa
penggunaannya. Foot sanitizer dasarnya metabolit sekunder yang dihasilkan
sama dengan prinsip hand-sanitizer. Foot tumbuhan Zingiberaceae ini umumnya dapat
sanitizer mengandung etanol 62%, menghambat pertumbuhan patogen yang
pelembut, dan pelembab. Kandungan bahan merugikan kehidupan manusia, diantaranya
aktifnya adalah alkohol yang memiliki bakteri Escherichia coli, Bacillus subtilis,
efektivitas paling tinggi terhadap virus, Staphylococcus aureus, jamur Neurospora
bakteri, dan jamur juga tidak menimbulkan sp, Rhizopus sp. dan Penicillium sp. [4].

247
Jurnal Para Pemikir Volume 7 Nomor 2 Juni 2018 p-ISSN:2089-5313
e-ISSN:2549-5062

Selain itu juga ekstrak jahe mempunyai efek penelitian mengenai konsentrasi ekstrak
sebagai antimikroba terutama pada mikroba kopi dan ekstrak jahe yang tepat untuk
Micrococcus varians, Leuconostoc sp, mengurangi efek bau kaki pilihan
Bacillus subtilis dan Pseudomonas sp. responden. [10].
Sehingga jahe cocok digunakan sebagai
bahan aktif pembuatan footsanitizer. Namun 2. Metode Penelitian
untuk memperkuat aroma dapat digunakan a. Bahan dan Alat Penelitiam
kopi sebagai flavor. Bahan baku yang digunakan pada
Kopi (Coffea sp) merupakan tanaman penelitian ini meliputi biji kopi yang
yang sering digunakan sebagai bahan diserbukkan dan rimpang jahe, alkohol
minuman seduh. Kopi memiliki cita rasa 70%, methyl paraben, essens/pewangi,
dan aroma yang khas sehingga banyak gliserin, aquadest.
digunakan untuk penghilang bau. Kopi Adapun alat-alat yang digunakan pada
memiliki kandungan kafein sebesar 1,06 %, penelitian ini yaitu maserator (Bejana
. Kafein merupakan salah satu zat yang maserasi), rotary evaporator, cawan
dimanfaatkan dalam bentuk obat maupun porselain, bekker glass, batang pengaduk,
dalam bentuk makanan atau minuman gelas ukur, waterbath, serbet, termometer,
seharihari yang bisa didapatkan dengan piknometer, viskometer ostwald, botol
mudah, misalnya saja, pada kopi, cokelat, spray.
berbagai teh maupun soft-drink. Kafein b. Cara Kerja
akan membuat tubuh menjadi lebih segar Cara kerja yang dilakukan diawali
dan mampu meningkatkan metabolisme dengan pengumpulan bahan baku. Pada
karena merangsang kelenjar adrenal [5]. tahap ini masing-masing bahan dibuat
Meskipun, Kandungan kafein pada kopi dalam serbuk simplisia. Adapun persiapan
belum bisa menghambat efek antimikroba. pembuatan serbuk simplisia biji kopi yang
Kopi dapat menghilangkan pusing kepala dan rimpang jahe antara lain sebagai
karena aromanya yang khas [6]. Kandungan berikut:
kafein pada kopi akan mempengaruhi kerja 1) Identifikasi biji kopi dan rimpang jahe
adenosine sehingga tubuh akan terasa lebih a. Identifikasi organoleptis
segar [7]. Sehingga kopi cocok digunakan Mengidentifikasi serbuk simplisia biji
sebagai bahan aktif flavor pada pembuatan kopi dan rimpang jahe berdasarkan
foot sanitizer. bentuk, bau, warna dan rasa.
Penelitian ini menggunakan kopi b. Identifikasi simplisia secara
sebagai bahan aktif untuk penghilang bau. Mikroskopis.
Kopi mempunyai keunggulan kandungan air Uji mikroskopik dilakukan dengan
dibawah 12% dan mempunyai kemiripan menyiapkan mikroskop, objek glass,
dengan sifat karbon aktif sebagai adsorben deck glass dan bahan-bahan seperti
[8]
. Sehingga penggunaan kopi dapat masing-masing serbuk bij kopi dan
mengurangi kelembaban pada kulit yang rimpang jahe serta aquades.
berakibat pada pertumbuhan jamur Mikroskop diatur dengan perbesaran
penyebab bau kaki. Kopi juga memiliki 10 mengambil serbuk kopi dan
khasiat sebagai pembuang racun (detoks), rimpang jahe secukupnya pada objek
Menghilangkan bekas luka/gigitan nyamuk, glass, menambahkan aquades 1-2 lalu
melancarkan peredaran darah, memperbaiki tutup dengan deck glass. Setelah itu
metabolisme kulit sehingga kulit menjadi mengamati di bawah mikroskop.
lebih sehat dan kuat [9]. 2) Pembuatan Ekstrak Jahe dan Biji Kopi
Penelitian ini bertujuan untuk Pembuatan ekstrak rimpang jahe dan
mengetahui sifat fisik kombinasi biji kopi, masing-masing cairan
penggunaan kopi sebagai bahan aktif pemaserasi digunakan etanol 70%.
penghilang aroma bau kaki dan rimpang Maserasi dilakukan dengan
jahe sebagai bahan aktif penghilang patogen merendam masing – masing serbuk
penyebab bau kaki yang banyak dipilih rimpang jahe dan biji kopi sebanyak
responden. Sehingga perlu dilakukan 100 gram dalam 1 liter etanol 70%,

248
Jurnal Para Pemikir Volume 7 Nomor 2 Juni 2018 p-ISSN:2089-5313
e-ISSN:2549-5062

kemudian dikocok selama 6 jam Keterangan :


menggunakan shaker dan didiamkan Formula I: Kombinasi ekstrak jahe dan kopi
selama 18 jam. Maserat disaring 45g : 25g
menggunakan penyaring vakum Formula II: Kombinasi ekstrak jahe dan
kemudian dipisahkan dari ampasnya. kopi 35g : 35g
Ampas dimaserasi ulang dan disaring Formula III: Kombinasi ekstrak jahe dan
kembali sebanyak 2 kali dengan cara kopi 25g : 45g
yang sama. Formulasi yang dibuat diamati selama
3) Pembuatan Spray Foot sanitizer satu minggu, hasilnya menunjukkan
Pembuatan spray Foot sanitizer sesuai formulasi tidak menunjukkan perubahan
dengan formulasi yang dicantumkan bentuk, bau dan warna. Hal ini
pada tabel 2 berikut ini: menunjukkan bahwa sediaan telah
Tabel 1. Rancangan Formula Penelitian tercampur sempurna dan stabil. Alkohol
Formula merupakan pelarut polar yang lebih baik
Bahan I II III Stand Kha dibandingkan pelarut non polar selain itu
art siat
Ekstrak jahe 45 g 35 g 25 g (Haps Zat alkohol 70% merupakan antiseptik yang
ari&P aktif baik [10] [11]
Ekstrak biji
25 g 35 g 45 g
urwan b. Pengamatan Uji pH
kopi i, Uji pH dilakukan untuk mengetahui
2011)
ukuran keasaman dan basa suatu larutan.
10% Emo
Gliserin 10% 10% 10% Peneliti melakukan pengamatan uji pH
lien
0,01- Peng menggunakan kertas universal pH dengan
Metil paraben 0,2% 0,2% 0,2%
0,2 % awet standar pH untuk sediaan topikal yaitu 5-7.
Etanol 70 % - Pelar Data yang diperoleh dari hasil penelitian
50 mL 50 mL 50 mL
ad ut
dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
4) Evaluasi Sediaan Tabel 3. Hasil Uji pH
a. Pengamatan Organoleptis Formula pH Pustaka
Pengamatan organoleptis meliputi I 5
pengamatan perubahan-perubahan pH 5-7
II 5
bentuk, warna, dan bau. (DepkesRI,1979:769)
III 5
b. Uji Sifat Fisik, meliputi: uji pH, uji Keterangan :
BJ, uji viskositas, Formula I: Kombinasi ekstrak jahe dan kopi
c. Uji Kesukaan. 45g : 25g
Formula II: Kombinasi ekstrak jahe dan
3. Hasil dan Pembahasan kopi 35g : 35g
a. Uji Organoleptis Formula III: Kombinasi ekstrak jahe dan
Uji organoleptis dilakukan bertujuan kopi 25g : 45g
untuk mengetahui bentuk, bau, dan warna
dari sediaan yang dibuat. Jika terjadi c. Uji kejernihan
perubahan terhadap bentuk fisik (bentuk, Uji kejernihan bertujuan untuk
bau, warna) pada sediaan Spray foot mengetahui apakah sediaan Spray foot
sanitizer dapat menyebabkan berkurangnya sanitizer jernih atau tidak, sediaan Spray
penampilan dan penerimaan konsumen, foot sanitizer sebaiknya harus bebas
hasil uji organoleptis seperti yang terlampir partikel. Data yang diperoleh dari hasil
pada tabel berikut ini penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah
Tabel 2. Hasil Uji organoleptis ini:
For Uji Organoleptis Tabel 4. Hasil Uji Kejernihan
mula Bentuk Bau Warna Formula Hasil
Khas Kopi I Kurang jernih
I Cair Coklat pekat
Jahe
II Kurang jernih
Khas Kopi
II Cair Coklat pekat III Tidak Jernih
jahe
Coklat pekat
III Cair Khas Kopi
agak keruh

249
Jurnal Para Pemikir Volume 7 Nomor 2 Juni 2018 p-ISSN:2089-5313
e-ISSN:2549-5062

Keterangan : Keterangan :
Formula I: Kombinasi ekstrak jahe dan kopi Formula I: Kombinasi ekstrak jahe dan kopi
45g : 25g 45g : 25g
Formula II: Kombinasi ekstrak jahe dan Formula II: Kombinasi ekstrak jahe dan
kopi 35g : 35g kopi 35g : 35g
Formula III: Kombinasi ekstrak jahe dan Formula III: Kombinasi ekstrak jahe dan
kopi 25g : 45g kopi 25g : 45g

d. Uji Berat Jenis f. Uji Kesukaan Sediaan


Penelitian uji berat jenis dapat Uji kesukaan sediaan footsanitizer
menentukan suatu sifat Spray foot sanitizer spray dilakukan pada 30 orang responden.
sehingga dapat mengetahui berat jenis dari Dengan pengujian meliputi aroma/bau, rasa/
sediaan Spray foot sanitizer yang dibuat. kelembutan, uji iritasi, dan jumlah mutu
Tujuan dilakukan uji berat jenis adalah semPada pengujian kesukaan telah
untuk mengetahui berat jenis sediaan Spray dilakukan kuesioner terhadap 30 responden
foot sanitizer yang dibuat. Data yang dengan mencoba dan menggunakan sediaan
diperoleh dari hasil penelitian dapat dilihat footsanitizer spray kombinasi ekstrak jahe
pada tabel berikut ini : dan kopi, telah didapatkan hasil bahwa
Tabel 5. Hasil Uji Bobot Jenis untuk uji kesukaan dari 30 responden lebih
Formula Berat Jenis (g/mL) memilih formula III yang paling banyak
I 0,9899 disukai yaitu sediaan footsanitizer spray
II 0,9208 dengan kombinasi ekstrak jahe dan kopi 25g
III 0,9128 : 45g, jumlah responden sebanyak 13 orang,
Keterangan : sedangkan pada formula I yang memilih
Formula I: Kombinasi ekstrak jahe dan kopi suka berbeda tipis dari formula I yaitu
45g : 25g sebanyak 11 orang dan formula II
Formula II: Kombinasi ekstrak jahe dan responden yang memilih suka sebanyak 6
kopi 35g : 35g orang saja. Hasil uji kesukaan dapat dilihat
Formula III: Kombinasi ekstrak jahe dan pada tabel 7. berikut ini:
kopi 25g : 45g Tabel 7. Hasil uji kesukaan
Formula % Responden
e. Uji viskositas I 37
Uji viskositas bertujuan untuk II 20
mengetahui tingkat kekentalan dari suatu III 43
sediaan. Karena kekentalan merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi 4. Kesimpulan
penerimaan konsumen terhadap suatu Dari hasil penelitian yang telah
produk Spray foot sanitizer. Pengukuran dilakukan maka dapat diambil kesimpulan
viskositas ini menggunakan Viskometer sebagai berikut:
Ostwald pada temperatur 25ºC dengan a. Kombinasi ekstrak biji kopi dan
viskositas air 0,8904 Cp . Viskositas Spray rimpang jahe terhadap sifat fisik
foot sanitizer yang diuji dapat dibandingkan organoleptis, pH, Bobot jenis,
dengan viskositas zat yang sudah diketahui viskositas, foot sanitizer spray yang
yaitu air. Data yang diperoleh dari hasil dibuat
penelitian dapat dilihat pada tabel dibawah b. Tanggapan responden terhadap formula
ini: I, formula II dan formula III berturut-
Tabel 6. Uji Viskositas turut 37%,20%,43 %.
Formula Viskositas (Cp)
I 1,6280 5. Daftar Pustaka
II 1,4220 [1] Hamdiyati, Y., Kusnadi, Rahadian, I.,
III 1, 3244 2017. “Aktivitas Antibakteri Ekstrak
Daun Patikan Kebo (Euphorbia Hirta)
Terhadap Pertumbuhan Bakteri

250
Jurnal Para Pemikir Volume 7 Nomor 2 Juni 2018 p-ISSN:2089-5313
e-ISSN:2549-5062

Staphylococcus Epidermidis”. FMIPA In Prosiding Seminar Nasional Iptek


UPI Terapan (Senit) 2016 Pengembangan
[2] Endarti, Yulinah, E and Soediro, I. Sumber Daya Lokal Berbasis
(2004). “Kajian Aktivitas Asam Usnat Iptek (Vol. 1, No. 1).
terhadap Bakteri Penyebab Bau [9] Yuswati, Tritanti, A., Juniastuti, E.,
Badan”. Farmasi Kedokteran FKUI 2012. “Upaya Meningkatkan
Departemen Farmasi FMIPA – ITB Keterampilan Pijat Aromaterapi Pada
Jurnal Bahan Alam Indonesia ISSN Guru SMK Rias Dan Kecantikan
1412-2855 Vol. 3, No. 1 Dalam Pembelajaran Perawatan
[3] Ibrahim, A.M., Yunianta.,Sriherfyna, Badan” Laporan PPM. Fakultas Teknik
F.H., 2015. Effect of Temperature and Universitas Negeri Yogyakarta
Extraction Time on Physicochemical [10] Asti, S.I.P., 2015. “Pengaruh Ekstrak
Properties of Red Ginger ( Zingiber Biji Kopi Robusta (Coffea Robusta)
officinale var. Rubrum) Extract with Terhadap Aktivitas Fagositosis Sel
The Additional of Honey Combination Monosit”. Skripsi Jember: Fakultas
as Sweetener for Functional Drink. Kedokteran Gigi Universitas Jember
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 3 [11] Jos, B., Pramudono, B., & Aprianto, A.
No 2 p.530-541 (2011). Ekstraksi Oleoresin Dari Kayu
[4] Nursal, W., Sri dan Wilda S. 2006. Manis Berbantu Ultrasonik Dengan
Bioaktifitas Ekstrak Jahe (Zingiber Menggunakan Pelarut Alkohol.
officinale Roxb.) Dalam Menghambat Reaktor, 13(4), 231-236.
Pertumbuhan Koloni Bakteri [12] Arifianti, L., Oktarina, R. D., &
Escherichia coli dan Bacillus subtilis. Kusumawati, I. (2014). Pengaruh jenis
Jurnal Biogenesis 2(2): 64-66. pelarut pengektraksi terhadap kadar
[5] Mulato, Sri. 2002. Simposium Kopi sinensetin dalam ekstrak daun
2002 dengan tema Mewujudkan Orthosiphon stamineus Benth. E-
perkopian Nasional Yang Tangguh Journal Planta Husada, 2(1), 1-4.
melalui Diversifikasi Usaha
Berwawasan Lingkungan dalam
Pengembangan Industri Kopi Bubuk
Skala Kecil Untuk Meningkatkan Nilai
Tambah Usaha Tani Kopi Rakyat.
Denpasar : 16 – 17 Oktober 2002.
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
Indonesia.
[6] Kadapi, M dan Rahayu, ., 2015.
“Aktivitas Antioksidan Kopi Biji
Rambutan Non Kafein Dengan Variasi
Perbandingan Komposisi Beras Hitam
Yang Berbeda”. Program Pendidikan
Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas
Muhammadiyah Surakarta
[7] Depkes RI. 2006.” Melawan dampak
negatif kafein”. Dalam Intisari.
Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. www.depkes. go.id. Akses
Jumat, 10 Februari 2017
[8] Riyanta, A. B., & Nurniswati, N.
(2016, May). Adsorpsi Minyak
Jelantah Menggunakan Karbon Aktif
Dan Serbuk Kopi Pada Pembuatan
Sabun Padat Ramah Lingkungan.

251