Anda di halaman 1dari 6

KENYAMANAN PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN GANGREN

BERDASARKAN COMFORT TEORY KATHERINE KOLCABA

Sutrisno1, Nur Yenny Hidajaturrokhmah2


STIKes Surya Mitra Husada Kediri 1,2
1
sutrisno250214@gmail.com

ABSTRAK
Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik akibat kelainan sekresi insulin, kerja
insulin, atau keduanya. Komplikasi yang sering muncul pada pasien DM yaitu dengan munculnya
luka gangren, dimana luka ini menimbulkan ketidaknyamanan baik bagi penderita maupun pada
orang disekitarnya. Metode yang akan dipakai dalam penelitian ini yaitu analitik observasional
dengan pendekatan cross sectional. Variabel dependen yaitu kenyamanan, sedangkan variabel
independen yaitu aspek fisik, aspek psikospiritual, aspek sosial, dan aspek lingkungan. Populasinya
pasien diabetes militus dengan luka gangren di Rumah Sakit Gambiran Kota Kediri dan sampel
sebesar 31 responden. Hasil penelitian ini yaitu rerata kenyamanan 38,48, nilai rerata aspek fisik
sebesar 37,48, nilai rerata aspek psikospiritual 37,48, nilai rerata aspek sosial yaitu 39,19 dan nilai
rerata aspek lingkungan yaitu sebesar 38,94. Dan didapatkan nilai predictor atau prediksi untuk
nilai kenyamanan yang menunjukan bahwa variabel aspek fisik memiliki nilai R dan R Square yang
tertinggi yaitu 0.997 dan 0.994. Aspek fisik berperan besar dalam menilai kenyamanan pasien DM
dengan gangren, hal ini karena kondisi luka gangren memiliki karakter yang unik, diantara nya
memiliki bau gangren dan produksi eksudat yang banyak, dan juga memerlukan penanganan yang
melibatkan banyak aspek dalam penatalaksanaannya. Sehingga sangat menggangu kenyamanan
pasien dan lingkungan sekitar.

Kata kunci : diabetes melitus (DM), luka gangren, dan kenyamanan

ABSTRACT
Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disease due to insulin secretion abnormalities, insulin work,
or both. Complications that often appear in DM patients with the emergence of gangrene injuries,
where these injuries cause discomfort for both the patient and the people around him. The method
that will be used in this research is analytic observasional with cross sectional approach.
Dependent variable in this research is comfort, while independent variable that is physical aspect,
psychospiritual aspect, social aspect, and environmental aspect. This study population of patients
with diabetes militus with gangrene injuries at Gambiran Hospital Kediri, with a sample of 31
respondents. The result of this research is average of comfort 38,48, physical mean value equal to
37,48, mean value of psychospiritual aspect 37,48, mean social aspect value is 39,19 and mean
value of environment aspect that is equal to 38,94. And get predictor value or prediction for value
of comfort which show that physical aspect variable have highest R and R Square value that is
0,997 and 0,994. The physical aspect plays a major role in assessing the comfort of DM patients
with gangrene, this is because the gangrene lesions have a unique character, among them have
gangrene odor and exudate production are numerous, and also require handling that involves
many aspects in its management. So it is very disturbing patient comfort and the environment.

Keywords : diabetes militus (DM), gangrene wound, and comfort.

PENDAHULUAN yang diproduksi pancreas berfungsi


Diabetes Melitus (DM) merupakan mengendalikan kadar glukosa dalam darah
sekelompok kelainan heterogen yang dengan mengatur produksi dan
ditandai oleh kenaikan kadar glukosa darah penyimpanannya 2.
atau hiperglikemia. Glukosa dibentuk di hati Kemampuan tubuh untuk bereaksi
dari makanan yang dikonsumsi dan secara dengan insulin dapat menurun pada pasien
normal bersirkulasi dalam jumlah tertentu DM atau pankreas dapat menghentikan sama
dalam darah. Insulin adalah suatu hormon sekali produksi insulin. Keadaan ini

86 Adi Husada Nursing Journal – Vol.3 No.2 Desember 2017


menimbulkan hiperglikemia yang dapat merupakan kebutuhan dasar pasien. Perawat
mengakibatkan komplikasi metabolik akut memberi asuhan keperawatan kepada pasien
seperti diabetes ketoasidosis dan sindrom di berbagai keadaan dan situasi, yang
hiperosmolar non ketotik. Hiperglikemia memberikan intervensi untuk meningkatkan
jangka panjang dapat ikut menyebabkan kenyamanan 8.
komplikasi mikrosirkuler yang kronis seperti Kenyamanan pasien merupakan
penyakit ginjal dan mata, serta komplikasi perhatian pertama dan terakhir perawat.
neuropati seperti penyakit saraf. Diabetes juga Perawat yang baik adalah perawat yang dapat
disertai peningkatan insidens penyakit membuat pasien nyaman dan menetapkan
makrovaskuler yang mencakup infark kenyamanan sebagai faktor penentu utama
miokard, stroke dan penyakit vaskuler perifer dari kemampuan dan karakter seorang
2
. perawat. Kenyamanan melibatkan fisik dan
Pencegahan primer pada individu yang mental sehingga tanggungjawab perawat tidak
beresiko melalui modifikasi gaya hidup yaitu hanya berhenti pada perawatan fisik.
pola makan, aktifitas fisik, penurunan berat Kenyamanan dihasilkan dari intervensi fisik,
badan didukung penyuluhan berkelanjutan. emosional dan lingkungan 4.
Sedangkan pencegahan sekunder merupakan Kolcaba menggambarkan tiga tipe
pencegahan terjadinya komplikasi akut kenyamanan yaitu relief, easy dan
maupun jangka panjang meliputi pemeriksaan transcendence. Kenyamanan juga
dan pengobatan tekanan darah, perawatan digambarkan dalam empat konteks yaitu
kaki diabetes, pemeriksaan mata secara rutin, physical, psychospiritual, environmental dan
pemeriksaan protein dalam urine, sociocultural. Holistic comfort oleh Kolcaba
menghentikan kebiasaan merokok. Penyakit didefinisikan sebagai pengalaman yang
ini tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa didapat saat ini yang dikuatkan oleh
dikelola dengan mematuhi empat pilar pemenuhan kebutuhan terhadap relief, ease
penatalaksanaan DM meliputi pendidikan dan transcendence dalam empat kontek
kesehatan, perencanaan makan/diit, latihan yaitu physical, psychospiritual, environmental
fisik teratur dan minum obat OHO/insulin dan sociocultural 5.
seumur hidup. Mematuhi aturan ini seumur Tujuan penelitian ini yaitu untuk
hidup tentunya menjadi stressor berat bagi mengetahui analisis persepsi kenyamanan
pasien sehingga banyak yang gagal pasien DM dengan gangren berdasarkan
mematuhinya. Komplikasi yang sering comfort teory Katherine Colcaba.
muncul pada pasien yaitu dengan ada luka
gangren, karena kurangnya aktivitas fisik atau METODE PENELITIAN
kadar glukosa dalam darahnya tidak Metode yang akan dipakai dalam
terkontrol sehingga sirkulasi darah pada luka penelitian ini yaitu analitik observasional
kurang lancar. Hal ini yang menyebabkan dengan pendekatan cross sectional. Variabel
lambatnya pertumbuhan jaringan dan dependen pada penelitian ini yaitu
memperpanjang proses inflamasi pada luka 9. kenyamanan, sedangkan variabel independen
Perawat sebagai pemberi layanan yaitu aspek fisik, aspek psikospiritual, aspek
kesehatan yang paling lama kontak dengan sosial, dan aspek lingkungan. Kuesioner
pasien, juga dengan peran uniknya sebagai tentang kenyamanan dengan mengacu pada
petugas yang memberi pemenuhan kebutuhan General Comfort Quesioner (GCQ) yang
hidup Dasar manusia meliputi bio-psiko- telah dimodifikasi disesuaikan dengan kondisi
sosio-spiritual, diharapkan mampu memahami pasien DM dengan gangrene dan kuesioner
pengalaman pasien dalam mematuhi dilakukkan uji Validitas dan Reabilitas di
penatalaksanaan penyakitnya. Perawat RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri. Penelitian
bersama pasien dapat mengenali berbagai ini populasinya pasien diabetes militus dengan
faktor pendukung dan penghambat kepatuhan, luka gangren di Rumah Sakit Gambiran Kota
mengenali harapan dan keinginan pasien Kediri. Teknik sampling dengan
dalam mematuhi anjuran kesehatan, serta menggunakan purposive sampling dan
mampu memotivasi pasien untuk patuh. didapatkan sampel sebesar 31 responden.
Kenyamanan merupakan konsep sentral Penelitian dilakukan kur kurun waktu tanggal
dari kiat keperawatan dan tujuan pemberian 26 Juni – 29 Juli 2017.
asuhan keperawatan. Kenyamanan juga

Adi Husada Nursing Journal – Vol.3 No.2 Desember 2017 87


HASIL
Tabel 1 Distribusi karakteristik responden berdasarkan rerata kenyamanan responden, faktor fisik,
faktor psikospiritual, faktor sosial dan faktor lingkungan responden (n=31)
Variabel Mean SD Min-Maks 95% CI
Kenyamanan 38.48 3.48 29 - 47 37.21 - 39.76
Faktor fisik 37.48 4.62 29 - 46 35.79 – 39.18
Faktor Psikospiritual 37.48 5.85 21 - 48 35.34 – 39.63
Faktor Sosial 39.19 5.58 31 - 54 37.14 – 41.24
Faktor Lingkungan 38.94 5.55 29 - 51 36.90 – 40.977

mikroangiopati dan makroangiopati. Penderita


Tabel 1 menunjukkan rerata nilai
DM juga rentan terhadap infeksi luka pada
kenyamanan responden yaitu 38.48. Nilai
kaki yang kemudian dapat berkembang
kenyamanan terkecil 29 dan yang tertinggi 47.
menjadi gangren, sehingga meningkatkan
Tabel diatas juga menunjukkan rerata faktor-
kasus amputasi 11. Gangrene dapat
faktor yang mempengaruhi kenyamanan
mengganggu kenyamanan penderitanya salah
responden diantaranya rerata faktor fisik
satu contoh yaitu luka gangren sangat bau.
sebesar 37,48. Nilai faktor fisik yang
Penyebab bau gangren pada penderita DM
mempengaruhi kenyamanan terkecil 29 dan
adalah bakteri anaerob, dan jenis bakteri yang
yang tertinggi 46. Sementara nilai rerata
tersering ditemukan yaitu Clostridium.
faktor psikospiritual yang mempengaruhi
Bakteri ini akan menghasilkan gas yang
kenyamanan adalah 37.48. Nilai faktor
disebut gas gangren 3.
psikospiritual yang terkecil yaitu 21 dan yang
Penelitian menunjukkan nilai rerata
tertinggi 48. Rerata faktor sosial sebagai
faktor fisik sebesar 37,48 dengan nilai faktor
faktor kenyamanan yaitu 39.19. Nilai faktor
fisik yang mempengaruhi kenyamanan
sosial terkecil yaitu 31 dan yang tertinggi 54.
terkecil 29 dan yang tertinggi 46. Nilai ini
Sementara nilai rerata faktor lingkungan
bermakna ada keterkaitan antara faktor fisik
adalah 38.94 dengan nilai faktor sosial
pada kenyamanan pasien diabetes militus
terkecil 29 dan yang tertinggi 51.
(DM) dengan gangren, karena nilai yang
Hasil analisis multivariate didapatkan
didapatkan tidak mencapai nilai maksimal
nilai predictor atau prediksi untuk nilai
sesuai yang diharapkan pada kuesioner
kenyamanan yang menunjukan bahwa faktor
penelitian. Pada penelitian ada lima kuesioner
fisik memiliki nilai R dan R Square yang
yang berhubungan dengan fisik yang sangat
tertinggi yaitu 0.997 dan 0.994.
kecil sekali nilainya pada pasien DM dengan
gangren, hal ini yang sangat mengganggu
PEMBAHASAN
tingkat kenyamanan fisik pasien. Diantaranya
Identifikasi Gambaran Kenyamanan
responden merasakan sering lapar dan minum
Pasien Diabetes Melitus dengan Gangren
sehingga hal ini sangat mengganggu
Berdasarkan Comfort Theory K. Kolkaba
kenyamanan pasien terlebih pasien hanya
Data penelitian menunjukkan rerata
immobilisasi sehingga kurang aktivitas yang
nilai kenyamanan responden yaitu 38.48.
dapat mengalihkan perhatian atau kesibukan
Nilai kenyamanan terkecil 29 dan yang
pasien. Hal ini sesuai dengan teori bahwa
tertinggi 47. Pada penelitian ini menunjukkan
pasien DM akan mengalami polidipsi, polifagi
bahwa nilai kenyamanan pasien bervariasi
dan poliuri 7.
dengan nilai terendah menunjukkan angka 29
Selain tanda dan gejala trias DM pada
yang berarti kurang dari nilai tengah yang
penelitian juga ada nilai kuesioner yang
ditentukan dalam kuesioner kenyamanan dan
memiliki nilai kecil yaitu kuesioner tentang
nilai tertinggi memiliki nilai 47 yang berarti
mobilisasi pasien DM dengan gangren yang
tidak ada nilai kenyamanan maksimum yang
sangat terganggu dalam aktivitas sehari-hari
diharapkan sesuai dengan kuesioner. Hal ini
dan berdampak pada buang air besar (BAB)
bermakna kenyamanan pasien diabetes militus
pada pasien. Immobilisasi menyebabkan
dengan gangrene mengalami gangguan.
berkurangnya pergerakan dari motilitas usus
DM yang tidak terkendali dapat
sehingga jika kondisi ini dibiarkan terus-
menyebabkan komplikasi metabolik ataupun
menerus maka pasien akan sangat tidak
komplikasi vaskular jangka panjang, yaitu
nyaman dengan tidak lancarnya proses

88 Adi Husada Nursing Journal – Vol.3 No.2 Desember 2017


eliminasi alvinya dan yang akan menimbulkan karena pasien tidak bisa bersosialisasi dengan
koomplikasi yang berhubungan dengan sistem lingkungan karena adanya luka pada kaki,
pencernaan dan eliminasi 2. kondisi luka yang bereksudat dan bau yang
Kenyamanan (comfort) adalah kondisi menyebabkan suasana sekitar pasien tidak
terbebas dari distres atau ketidaknyamanan. nyaman sehingga dapat mempengaruhi
Kenyamanan menurut Kolcaba merupakan hubungan interpersonal baik dengan keluarga
kondisi pasien saat kebutuhan terhadap relief, maupun dengan sosial. Hal ini sesuai dengan
ease dan transcendence dalam empat kontek pendapat Tilton, Drouin, & Kolcaba (2006),
(fisik, psikospiritual, sosiokultural dan kenyamanan dari segi sosiokultural
lingkungan) terpenuhi. sampai pasien tidak berhubungan dengan hubungan interpersonal,
merasakan nyeri atau ketidaknyamanan fisik hubungan dengan keluarga, dan hubungan
lainnya 5. Kolcaba (2006) menjelaskan bahwa sosial. Kenyamanan ini berkaitan dengan
kenyamanan sebagai suatu keadaan telah kondisi perasaan diri seseorang untuk diterima
terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang secara utuh sebagai individu oleh lingkungan
bersifat individual dan holistik. Kondisi sosial yang akan menimbulkan kenyamanan 5.
kenyamanan dapat menyebabkan perasaan Keluarga merupakan sumber dukungan sosial
sejahtera pada diri individu atau pasien. yang dapat menjadi faktor kunci dalam
Penderita DM dengan gangren, merupakan penyembuhan. Walaupun anggota keluarga
komplikasi pada pasien diabetes militus. tidak selalu merupakan sumber positif dalam
Pasien DM yang mengalami luka akan keperawatan, mereka paling sering menjadi
merasakan kesemutan yang terus menerus dan bagian penting 12.
luka yang awalnya kecil atau ringan akan Nilai rerata faktor psikospiritual yang
menjadi parah dan terinfeksi. Kerusakan saraf mempengaruhi kenyamanan dari hasil
disebabkan oleh kadar glukosa yang tinggi penelitian didapatkan sebesar 37.48 dengan
merusak dinding pembuluh darah, yang akan nilai faktor psikospiritual yang terkecil yaitu
menggangu nutrisi pada sel saraf. Bagian sel 21 dan yang tertinggi 48. Nilai ini didapatkan
saraf yang rusak adalah saraf sensoris, hal ini dari sebagian besar responden menderita DM
menyebabkan keluhan paling sering adalah lebih dari 5 tahun yaitu sebanyak 18
rasa kesemutan atau tidak terasa, terutama responden (58,1%) akan tetapi kenyamanan
pada tangan dan kaki. Selanjutnya bisa timbul psikospiritual responden belum maksimal dari
rasa nyeri pada anggota tubuh, betis, kaki, hasil penelitian yang diperoleh. Hasil ini
tangan, dan lengan. Kolcaba (2003) bahwa sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh
nyeri merupakan penyebab utama penurunan Dwi Heppy Rochmawati (2011) tentang
kenyamanan 4. Makna Kehidupan Klien dengan Diabetes
Data penelitian didapatkan rerata faktor Melitus Kronik di Kelurahan Bandarharjo
sosial sebagai faktor kenyamanan yaitu 39.19, Semarang, didapatkan hasil bahwa waktu
dengan niilai faktor sosial terkecil yaitu 31 yang dialami oleh partisipan dalam
dan yang tertinggi 54. Pada penelitian menghadapi sakit Diabetes Melitus dalam
didapatkan nilai kuesioner aspek sosial yang penelitian adalah 2 tahun, 3 tahun, 4 tahun dan
kecil yaitu tentang adanya pemahaman atau 5 tahun. Kondisi akhir yang teridentifikasi ada
respon orang disekitar tentang kondisi luka partisipan yang sudah betul-betul bisa
dan tidak bisanya lagi mengikuti tindakan memahami dan menerima sakitnya meskipun
yang berhubungan dengan lingkungan. Hal ini baru 2 tahun, tetapi ada juga yang tetap
dimungkinkan karena kondisi luka gangren merasa bersedih, tidak berguna, tidak berdaya
yang bau dan produksi eksudat/push yang dan selalu menangis padahal sudah
banyak sehingga sangat mengganggu orang mengalami sakit lebih dari 2 tahun. Semua itu
disekitar jika perawatan lukanya tidak bagus tergantung kondisi fisik dan psikologis
atau tidak menggunakan dressing luka yang masing-masing partisipan serta kemampuan
sesuai dengan kondisi luka dan sangat tidak menggunakan koping yang adaptif.
memungkinkan aktivitas mobilisasi yang Pada penelitian didapatkan ada nilai
bebas juga sehingga pasien diabetes militus yang kecil dari hasil kuesioner psikospiritual
(DM) dengan gangrene bisa beraktiviatas diantaranya yang menyatakan perasaan stres
seperti saat kondisi tidak ada luka. dan depresi terhadap penyakit yang
Kontek kenyamanan sosial pada pasien dideritanya dan karena belum adanya
DM dengan gangren terganggu dimungkinkan pengalaman sebelumnya yang bisa digunakan

Adi Husada Nursing Journal – Vol.3 No.2 Desember 2017 89


untuk mekanisme koping terhadap luka gangren mengalami gangguan kenyamanan
gangren yang diderita. Hasil ini seseuai lingkungan dikarenakan tetap berada dalam
dengan penelitian yang dilakukan oleh Dwi satu tempat karena kondisi luka yang
Heppy Rochmawati (2011) tentang Makna mengharuskan pasien immobilisasi. Hal itu
kehidupan klien dengan diabetes melitus mengakibatkan penderita hanya berbaring
kronik di Kelurahan Bandarharjo Semarang tertidur di atas tempat tidur, sehingga sirkulasi
didapatkan hasil bahwa perubahan-perubahan udara pun terganggu. Oleh karena itu, pasien
yang dialami oleh para partisipan bisa merasakan sensasi bau pada luka yang
menimbulkan stres yang mempengaruhi dialaminya maupun sensasi bau dari ruangan
keberlangsungan kehidupan partisipan. Ketika sekitar, hal ini menjadikan mereka tidak
mengalami stres, seseorang akan nyaman akan lingkungan sekitar yang
menggunakan energi fisik, psikis, sosial, ditempatinya. Hal ini sesuai dengan penelitian
budaya dan spiritual untuk beradaptasi. Wilson & Kolcaba (2004) yang menyatakan
Jumlah energi yang dibutuhkan dan efektifitas bahwa faktor lingkungan sekitar pasien turut
upaya adaptasi tersebut bergantung pada mencetuskan ketidaknyamanan .
intensitas, lingkup dan jangka waktu stressor, Konteks kenyamanan lingkungan dapat
serta jumlah stressor lainnya. Adaptasi tercapai bila lingkungan sekitar pasien
diperlukan agar tetap berada kondisi mendukung seperti pencahayaan yang baik,
seimbang, adaptasi merupakan proses kebisingan, warna, dan suhu didalam kamar
penyesuaian secara psikologis. pasien 4. Kenyamanan lingkungan pasien DM
Konteks kenyamanan psikospiritual dengan gangren pada penelitian ini tidak
dapat terpenuhi ketika pasien DM dengan seluruhnya dapat dicapai karena masih
Gangren dapat tetap menjalankan aktifitas terdapat ruangan dengan kapasitas lebih dari 6
spiritual dengan kondisi yang ada, tidak tempat tidur dan kebisingan akibat jumlah
merasa harga diri rendah dan memiliki pengunjung dan keluarga pasien yang tidak
kesadaran dari dalam diri untuk mendukung dibatasi serta pendingin udara yang tidak
proses penyembuhannya. Konteks berada pada semua ruangan pasien.
kenyamanan psikospiritual pada pasien
terganggu karena pasien DM dengan gangren Menganalisis Faktor Yang Paling
terdapat luka pada kaki yang dapat Mempengaruhi Kenyamanan Pasien
mengganggu dalam beribadah sebagian Diabetes Militus Dengan Gangren
pasien, kondisi stress karena merasa tidak Berdasarkan Comfort Teory K. Kolcaba
dapat beraktivitas seperti semula selama ada Nilai predictor atau prediksi untuk nilai
luka pada kaki. Kolcaba (2003) menyatakan kenyamanan yang menunjukan bahwa
bahwa seseorang dikatakan memiliki variabel independen faktor fisik memiliki nilai
kenyamanan psikospiritual apabila terbebas R dan R Square yang tertinggi yaitu 0.997 dan
dari kecemasan, ketakutan, dan stress 4. 0.994. hal ini menunjukkan bahwa faktor fisik
Sementara nilai rerata faktor dapat memprediksi 99 % dari nilai
lingkungan adalah 38.94, dengan nilai faktor kenyamanan pasien diabetes militus dengan
lingkungan terkecil 29 dan yang tertinggi 51. gangren. Diabetes melitus (DM) adalah suatu
Pada hasil kuesioner nilai aspek lingkungan kumpulan gejala yang timbul pada seseorang
yang nilai nya kecil dan yang banyak dipilih yang disebabkan oleh karena adanya
oleh responden yaitu tentang peralatan yang peningkatan kadar glukosa darah akibat
dipakai kursi roda atau tempat tidur dan penurunan sekresi insulin yang progresif.
peralatan pribadi yang tidak bisa dibawa ke Gejala yang dikeluhkan pada penderita
Rumah Sakit (RS) yang memungkinkan Diabetes Melitus yaitu polidipsia, poliuria,
membuat banyak responden merasa tidak polifagia, penurunan berat badan, kesemutan
1
nyaman dengan aspek lingkungan. . Tanda dan gejala yang muncul pada pasien
Kenyamanan adalah suatu perasaan dari DM diperparah lagi oleh kondisi komplikasi
paling nyaman sampai dengan paling tidak nya yaitu dengan adanya luka gangren, hal ini
nyaman yang dinilai berdasarkan persepsi menyebabkan semakin menurunnya tingkat
masing-masing individu pada suatu hal yang kenyamanan pada pasien. kondisi luka
dimana nyaman pada individu tertentu gangrene memiliki karakter yang unik,
mungkin berbeda dengan individu lainnya. diantara nya memiliki bau gangren dan
Penderita diabetes melitus (DM) dengan produksi eksudat yang banyak, dan juga

90 Adi Husada Nursing Journal – Vol.3 No.2 Desember 2017


memerlukan penanganan yang melibatkan framework to enhance the practice
banyak aspek dalam penatalaksanaannya. environment. The Journal og Nursing
Sehingga sangat menggangu kenyamanan Administration, Vol. 36, No. 11, pp.
pasien dan lingkungan sekitar. 538-544.
6. Kolcaba, Katharine., DiMarco,
KESIMPULAN Marguerite. (2005). Comfort theory and
Kondisi gangren pada pasien Diabetes its application to pediatric nursing. A
militus (DM) menyebabkan terjadinya pediatric nursing, 31,187-94.
penurunan tingkat kenyamanan pasien. dan 7. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.
aspek fisik merupakan aspek yang paling (2015). Konsensus Pengendalian dan
berpengaruh dalam penelitian ini. Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di
Indonesia, PB. PERKENI. Jakarta.
SARAN 8. Potter, Patricia A. (2005). Buku ajar
1. Pentingnya bagi perawat atau tenaga fundamental keperawatan: konsep,
kesehatan dalam melakukan perawatan proses dan praktik. Jakarta: EGC.
pasien DM dengan gangrene misalnya 9. Price, S.A. & Wilson, L.M. (2008).
dalam perawatan luka, ada mengurangi Patofisiologi konsep klinis proses-
nyeri pada saat perawatan agar tidak proses penyakit. Jakarta: EGC.
menimbulkan stress bagi pasien yang 10. Tilton, C, Drouin, C & Kolcaba, K.
berakibat menurunkan imunitas pasien. (2006). A unifying framework to
2. Rumah sakit harus mendukung untuk enhance the practice environment',
menciptakan lingkungan yang nyaman The Journal of Nursing
untuk pasien agar kesembuhan pasien Administration, vol 36, no. 11, pp. 538-
meningkat dengan meningkatnya 544.
tingkat kenyamanan pada pasien. 11. Tjokroprawiro A. (2007). Buku ajar
3. Pentingnya menjaga kenyamanan social ilmu penyakit dalam. Surabaya:
pada pasien terutama bagi keluarga atau Airlangga University Press.
petugas kesehatan agar pasien 12. Videbeck, SL. (2008). Buku Ajar
merasakan kenyamanan saat sakit Keperawatan Jiwa, EGC: Jakarta
sehingga mempercepat proses
penyembuhan.

DAFTAR PUSTAKA
1. American Diabetes Association. (2015).
Classification and Diagnosis of
Diabetes. Diabetes Care; Vol 38(Suppl.
1): S8-16
2. Brunner & Suddarth. (2010). Textbook
of medical surgical nursing, eleventh
edition. Philadelpia : Lippincott
William & Wilkins.
3. Desalu. OO, Salawu. FK, Jimoh. AK,
Adekoya. AO, Busari. OA, Olokoba.
AB, et al. (2011). Diabetic foot care:
Self reported knowledge and practice
among patients attending three tertiarty
hospital in Nigeria. Ghana Med J;
45(2): 60-5.
4. Kolcaba, Katherine. (2003). Comfort
Theory And Practice: A Vision For
Holistic Health Care And Research:
New York: Spinger Publishing
Company.
5. Kolcaba, K., Tilton, C., & Drouin, C.
(2006). Comfort theory a unifying

Adi Husada Nursing Journal – Vol.3 No.2 Desember 2017 91