Anda di halaman 1dari 5

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/333309958

Matrik Pertumbuhan Pangsa Pasar dan Matriks Daya Tarik Industri

Preprint · May 2019


DOI: 10.13140/RG.2.2.29463.21928

CITATIONS READS
0 1,083

1 author:

Mashadi Mashadi
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Kesatuan
15 PUBLICATIONS   14 CITATIONS   

SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

Management Research View project

All content following this page was uploaded by Mashadi Mashadi on 23 May 2019.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


MATERI INISIASI
EKMA4414
MANAJEMEN STRATEJIK

Inisiasi 5
Matrik Pertumbuhan Pangsa
Pasar dan Matriks Daya
Tarik Industri
Modul 6
CAPAIAN PEMBELAJARAN
Kompetensi umum
Mahasiswa mampu menjelaskan penggunaan matriks pertumbuhan pangsa pasar dan matriks
daya tarik industry
Kompetensi Khusus
Mahasiswa Mampu
• menjelaskan Asal Usul Matrik pertumbuhan Pangsa Pasar (MP3)
• Menjelaskan pengertian MP3
• Menjelaskan tafsir MP3
• Menjelaskan manfaat MP3
• Menjelaskan Pengukuran Pertumbuhan Pasar
SUMBER BELAJAR
Utama :
Modul 6 EKMA 4414 - Manajemen Strategik Edisi 2, Drs. Suwarsono, M. A.
Tambahan :
David, R Fred. 2012. Strategic Management Concepts & Cases. Pearson. Academic; 14th
edition

RANGKUMAN
Kegiatan Belajar 1

Matriks Pertumbuhan Pangsa Pasar

MP3 atau Matriks BCG, yang oleh penemunya - Bruce Henderson tidak didesain dengan
ambisi yang berlebihan, ternyata mendapatkan momentuk kelahiran yang pas. Dalam waktu yang
tidak terlalu lama matriks tersebut begitu luas dikenal, tidak saja oleh para akademisi tetapi juga
para praktisi. Matriks BCG lahir tepat waktu ketika strategi diversifikasi konglomerasi sedang
mendapatkan tempat yang terhormat. Akademi dan eksekutif perusahaan sedang membutuhkan
alat analisis yang tepat untuk membantu pengambilan keputusan dalam mengelola perusahaan
yang memiliki banyak unit usaha ( portofolio bisnis ). Matra yang diajukan tentang pentingnya
penguasaan pangsa pasar yang tinggi untuk menjadi pemimpin pasar dan keseimbangan aliran
kas menjadi resep yang tidak boleh dilupakan. Kesederhanaan dan kesan kecanggihannya juga
membantu pencapaian statusnya. Dua sumbu pertumbuhan pasar dan pangsa pasar dan empat sel
yang dimiliki tanda tanya, bintang, sapi perah, dan tanda silang dinilai telah cukup untuk
dijadikan alat bantu pengambilan keputusan strategis pada tingkat korporat.
Dalam perjalanannya, berbagai kritik membangun juga ditemukan. Kesederhanaan yang
selama ini dikenal sebagai kelebihannya sebenarnya juga sekaligus merupakan kelemahannya.
Satu indikator pertumbuhan pasar yang digunakan untuk mengukur ada tidaknya peluang bisnis,
dan pengasaan pangsa pasar sebagai satu indikator lainnya yang digunakan untuk mengukur
keunggulan perusahaan mendapatkan kritik karena dianggap menyederhanakan persoalan secara
berlebihan. Asumsi - asumsi yang secara implisit digunakan terutama yang menunjukkan
keterkaitan yang begitu langsung antara pangsa pasar, laba, dan aliran kas, kadang kala
dipertanyakan. Setidaknya untuk sel bersimbol anjing kritik asumsi tersebut mendapatkan bukti
yang memadai. Namun demikian semua kritik tersebut tidak sampai menjadikan MP3
ditinggalkan sepenuhnya oleh mereka yang sebelumnya telah pernah menggunakannya. Status
yang pernah terhormat kembali diraih setelah strategi diversifikasi belakangan ini kembali
memperoleh tempat dalam praktik pengelolaan perusahaan

Kegiatan Belajar 2

Matriks Daya Tarik Industri

Layar Bisnis Sembilan Sel GE atau yang lebih populer dikenal sebagai Matriks Daya Tarik
Industri ( MDTI ) lahir pada tahun 1970 hasil kerja sama GE sebagai perusahaan besar yang
terdiversifikasi dan McKinsey & Co sebagai salah satu konsultan bisnis dunia ternama. Matriks
tersebut pada awalnya didesain karena keunikan pilihan sikap GE terhadap matriks BCG. GE
tertarik pada prinsip dasarnya dan tetapi sekaligus bersikap kritis untuk melakukan perbaikan
mengurangi kelemahannya. Kesederhanaan yang ada pada matriks BCG dinilai sebagai
kelemahan yang melekat pada matriks tersebut. Secara teknis tidak ditemukan perbedaan yang
berarti pada kedua matriks tersebut, tetapi jika dilihat dengan lebih cermat keduanya
menggunakan asumsi dan sekaligus memiliki implikasi strategis yang berbeda.
Kedua sumbu yang dimiliki oleh MDTI masing - masing tidak hanya diukur dengan satu
variabel saja. Sumbu daya tarik industri diukur dengan menggunakan banyak variabel dalam
lingkungan bisnis makro dan industri termasuk pertumbuhan pasar. Peluang bisnis tidak semata -
mata ditentukan oleh tinggi rendahnya pertumbuhan pasar. Sumbu keunggulan bersaing
perusahaan diukur dengan banyaknya variabel kekuatan perusahaan, termasuk penguasaan
pangsa pasar yang dimiliki. Kinerja perusahaan, khususnya tingkat kemampulabaan dan
besarnya aliran kas masuk tidak semata - mata ditentukan oleh besar kecilnya penguasaan pangsa
pasar. Sel yang terbentuk dalam MDTI juga ditambah menjadi sembilan sel tidak hanya 4
dengan menambahkan dimensi medium yang terletak di antara dimensi rendah dan tinggi. MDTI
memberikan tekanan pada penentuan skala prioritas investasi. Disamping matriks utama, MDTI
juga mengenal matriks pembantu dalam dekomposisi matriks.
Referensi :
David, R Fred. 2012. Strategic Management Concepts & Cases. Pearson. Academic; 14th edition
Coffee, M. and di Daerah, G.B.G., MEMAHAMI PENERAPAN STP PADA BISNIS.
Mashadi, M. and Irawan, R., 2017. Model Struktural Minat Mahasiswa Berkarir di Bidang
Perbankan Syariah Sebagai Dasar Pengembangan Proses Pembelajaran. JAS-PT Jurnal
Analisis Sistem Pendidikan Tinggi, 1(1), pp.1-10.
Pauziah, P. and Mulyana, M., 2018. Formulation of The Green Marketing Development Strategy
for the Body Shop Botani Square Bogor. In THE INTERNATIONAL CONFERENCE ON
ACCOUNTING AND MANAGEMENT SCIENCE (p. 171).
Mulyana, M. and Sulistiono, S., 2012. Kewirausahaan: The Long Life Way of Business.
Mulyana, M., 2012. Consumer Behaviour: Sukses Dengan Memahami Konsumen.
Sulistiono, S., 2012. PENGARUH PERSEPSI BUNDLING PRICING SEBAGAI PENUNJANG
KEPUTUSAN PEMBELIAN DALAM SUDUT STATUS SOSIAL CUSTOMER (STUDI
KASUS PADA PT. FORMEBASIC). In 2012 marketing symposium, 1 (1).
Binangkitsari, L. and Sulistiono, S., 2018. The Influence of Brand Equity Elements on Purchase
Decision and Its Imlication on Customer Loyalty. In THE INTERNATIONAL
CONFERENCE ON ACCOUNTING AND MANAGEMENT SCIENCE (p. 305).

View publication stats