Anda di halaman 1dari 11

PENGARUH MANAJEMEN HUTAN (Forest Management)

TERHADAP POTENSI BAHAYA KESELAMATAN PENGUNJUNG


OLEH WARGA DI KAWASAN WISATA AIR TERJUN COBAN RONDO

Makalah Proyek

Disusun untuk memenuhi mata kuliah dasar lingkungan pada topik


Managemen Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Hutan yang diampu:
Dr. Sueb, M. Kes.

Oleh:
Kelompok 4 / Offering B
Annisa’ Ihda Fajriyati 180341617589
Muhamad Arjuna Salim 180341617565
Sherina Nabila Wina 180341617594

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
Februari 2020
PENGARUH MANAJEMEN HUTAN (Forest Management) TERHADAP
POTENSI BAHAYA KESELAMATAN PENGUNJUNG OLEH WARGA DI
KAWASAN WISATA AIR TERJUN COBAN RONDO

Sueb1, Annisa’ Ihda Fajriyati1, Muhamad Arjuna Salim1, Sherina Nabila Wina1

Jurusan Biologi, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam


Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 05 Malang 65145, Indonesia

Corresponding author: sueb@um.ac.id, Arjun.exe@gmail.com

Pendahuluan

Managemen hutan merupakan salah satu cabang ilmu kehutanan yang


menghubungkan aspek-aspek administratif, hukum, sosial dan ekonomi
dengan aspek ilmiah dan aspek teknis antara lain seperti silvikultur, dendrologi
dan perlindungan hutan. Manajemen hutan juga melingkupi aspek estetika,
rekreasi ruang terbuka, penangkapan ikan air tawar, satwa liar, manajemen
resapan air dan hasil hutan kayu maupun yang non kayu

Managemen hutan mampu mempengaruhi komposisi vegetasi pada hutan itu


sendiri [1] Manajemen Hutan, dalam pandangan luas, adalah integrasi faktor
biologi, sosial, ekonomi, dan faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan
pengelolaan hutan, sebagaimana dijabarkan di Eropa dalam prinsip yang telah
disepakati melalui Konferensi Menteri Perlindungan Hutan di Eropa (MCPFE
2003) [2]. Manajemen hutan pada dasarnya terkait dengan aspek biologi dan
aspek silvikultur dari hutan [3]. Implementasi aspek sistem silvikultur melibatkan
sejumlah keputusan tentang jenis operasi pada fase pengembangan sebuah atau
sekelompok pohon [2]. Salah satu bentuk pengembangan hutan secara lajut adalah
dengan pemanfaatan sebagai kawasan wisata [4].

Pemanfaatan hutan sebagai industri pariwisata dapat menjadi


instrumen untuk peningkatan sektor ekonomi di tingkat nasional, regional
atau bahkan lokal [5]. Pemanfaatan Hutan dalam industri pariwisata di
Kabupaten Malang sangat potensial apabila dibandingkan dengan wilayah
sekitarnya [6]. Ekosistem hutan di kawasan Coban Rondo merupakan salah satu
yang popular di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara. Kawasan wisata
Coban Rondo salah satu destinasi yang paling mudah ditempuh. Terletak sekitar
12 km dari Kota Batu. Pada kawasan wisata ini terdapat sebuah air terjun yang
memilik ketinggian mencapai 84 m dan berada di ketinggian 1.135 MDPL serta
disekitarnya dipenuhi pohon pinus dan cemara gunung yang membuat suasana di
kawasan ini serasa sejuk [7].

Upaya Menjamin keamanan dan keselamatan pariwisata khususnya


pada wisatawan merupakan salah satu dari tutuntutan masyarakat agar
sebuah destinasi wisata dapat terus menarik wisatawan [8]. Berbagai potensi
bahaya keselamatan yang muncul sebagai risiko adanya wisatawan, yaitu bahaya
dari alam dan lingkungan seperti satwa liar, tumbuhan dan organisme lain yang
berada pada lokasi wisata tersebut [9]. Bahaya yang dapat di timbulkan dari
tumbuhan sendiri yaitu adanya pohon tumbang dan longsor [10]. Dengan adanya
managemen hutan yang baik diharapkan dapat mampu mengurangi risiko potensi
bahaya keselamatan pengunjung [11]. Sehingga menciptakan kepercayaan kepada
pengunjung atas keselamatan dirinya dan dapat memberikan kontribusi pada
peningkatan pengunjung selanjutnya [12]. Peningkatan upaya keselamatan wisata
akan berdampak baik pada peningkatan kepuasan pengunjung [13].

Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk membuat manajemen hutan di kawasan
wisata air terjun, Coban Rondo, Batu Jawa Timur dengan tahapan:
Mendeskripsikan manajemen hutan terhadap potensi bahaya keselamatan
pengunjung dan menganalisis manajemen hutan pada warga di kawasan wisata air
terjun, Coban Rondo dengan potensi bahaya keselamatan pengunjung daerah
wisata tersebut.

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan data dan informasi bagi
pihak pengelola mengenai berbagai potensi bahaya keselamatan pengunjung, serta
sebagai masukan dalam pertimbangan manajemen hutan untuk keselamatan
pengunjung.
METODE
Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian mengenai keamanan dan
keselamatan pengunjung ini bersifat deskriptif kuantitatif. Jenis penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan secara sistematis dan faktual mengenai fakta dan sifat
populasi tertentu atau mencoba menggambarkan fenomena yang ada [14].

Lokasi dan Waktu Penelitian

Kegiatan penelitian ini dilakukan di kawasan wisata air terjun, Coban


Rondo, Batu Jawa Timur (Gambar 1). Penentuan lokasi penelitian dilakukan
secara sengaja atau purposive, dengan pertimbangan bahwa di Kota Batu terdapat
banyak tempat wisata alam [15]. Waktu penelitian dilaksanakan sekitar bulan
Maret 2020.

Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

(Ditambahi Rumus)
Populasi penelitian ini adalah masyarakat di dusun krajan, desa pandesari
kecamatan pujon kabupaten malang yang merupakan pemukiman terdekat dari
daerah wisata Coban Rondo. Sampel yang diambil pada penelitian ini sebanyak
97 orang dengan menggunakan rumus solvin dari total populasi penduduk pada
dusun krajan pada tahun 2019 sebanyak 3800 jiwa (Data profil desa pandesari,
2019) Pemilihan responden masyarakat dilakukan secara purposive sampling,
yaitu teknik penentuan sampel dengan kriteria tertentu [14].

Instrumen Penelitian
Pada penelitian ini kami mengadakan observasi lapang, wawancara yang
dikuti dengan pemberian kuesioner. Kegiatan observasi lapang dilakukan dengan
melihat langsung kondisi yang sebenarnya, serta meneliti potensi bahaya yang ada
beserta bentuk penanggulangan bahaya yang telah dilakukan di lokasi penelitian.
Gambar 1 Wilayah penelitian

Pengumpulan data lokasi potensi bahaya dan lokasi kecelakaan dilakukan dengan
menggunakan Google Maps. Wawancara dan survei dilakukan secara semi
terstruktur dengan mengacu pada panduan wawancara. Tujuan dari wawancara
dan survei terstruktur adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih
terbuka. Wawancara dan survei dilakukan kepada masyarakat di sekitar kawasan
wisata yaitu dusun krajan, Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang
[14].
Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa panduan wawancara dan
aplikasi Google Maps. Selain itu, digunakan pula alat pendukung seperti alat tulis,
kamera digital, smartphone, alat perekam, dan peta kawasan wisata air terjun,
Coban Rondo.
Tabel 1 Data dan informasi macam potensi keselamatan bahaya pengunjung

No Jenis Data Uraian Metode


1 Potensi Bahaya
a. Fisik
Longsor Jenis tanah kawasan, curah - Wawancara
hujan, lokasi kawasan rawan
longsor, catatan kejadian
longsor.
Cuaca Suhu, kabut, kilat/petir, - Wawancara
kebakaran, keadaan dan
intensitas angin, catatan kejadian
kecelakaan karena
cuaca.
b. Biologi
Satwaliar, Jenis-jenis satwaliar, tumbuhan, - Observasi
tumbuhan, dan dan organisme lain yang lapang
organisme lain berpotensi bahaya, dan lokasi - Wawancara
ditemukannya.
c. Manusia
Aktivitas Jenis potensi bahaya yang - Observasi
masyarakat dan mungkin terjadi dari aktivitas lapang
pengunjung masyarakat dan pengunjung. - Wawancara

2 Kejadian kecelakaan
Kecelakaan Data mengenai kejadian - Wawancara
kecelakaan yang pernah terjadi
di Coban Rondo oleh berbagai
sebab beserta penanganan dan
pencegahannya serta lokasi
kejadiannya
3 Manajemen bahaya yang telah dilakukan pengelola
Manajemen Data mengenai pengelolaan - Wawancara
bahaya risiko/ manajemen bahaya yang
telah dilakukan pengelola.
4 Persepsi terhadap bahaya
Persepsi Data mengenai persepsi - Observasi
masyarakat dan masyarakat dan pengunjung lapang
pengunjung mengenai potensi bahaya dan - Wawancara
kejadian kecelakaan yang pernah - Kuesioner
terjadi di Coban Rondo.
[17]
Pembobotan peluang potensi bahaya fisik dinilai dari seberapa besar
bahaya tersebut berpotensi menimbulkan bahaya, yaitu selalu muncul pada setiap
keadaan, muncul pada sebagian besar waktu, sering muncul pada saat tertentu,
terkadang muncul pada saat tertentu, dan hanya muncul pada keadaan yang sangat
ekstrem.
Tabel 2 Penilaian peluang potensi bahaya fisik

Peluang Nilai Keterangan


Sangat sering 5 Selalu muncul pada setiap keadaan
Sering 4 Muncul pada sebagian besar waktu
Cukup sering 3 Sering muncul pada saat tertentu
Agak sering 2 Terkadang muncul pada saat tertentu
Jarang 1 Hanya muncul pada keadaan yang sangat ekstrem
[18]

Pembobotan potensi bahaya biologi dinilai dari seberapa besar bahaya


tersebut berpotensi menimbulkan bahaya, yaitu ada di setiap lokasi, ada di
sebagian besar lokasi, ada di lokasi tertentu, terkadang ada di lokasi tertentu, dan
ada saat kondisi ekstrem.

Tabel 2 Penilaian peluang potensi bahaya biologi


Peluang Nilai Keterangan
Sangat sering 5 Ada di setiap lokasi
Sering 4 Ada di sebagian besar lokasi
Cukup sering 3 Ada di lokasi tertentu
Agak sering 2 Terkadang ada di lokasi tertentu
Jarang 1 Ada saat kondisi ekstrem
[18]

Teknik Pengumpulan Data

[17]
Analisis Data

Analisis data dilakukan untuk menentukan penilaian terhadap setiap


potensi bahaya yang ditemukan, dengan menggunakan penilaian risiko potensi
bahaya fisik, biologi, dan aktivitas manusia. Selain itu, dilakukan pula analisis
spasial untuk menghasilkan peta potensi bahaya [17]. Data yang didapat dari
penelitiaan ini dihitung rerata dan standar deviasi yang kemudian dianalsisi
dengan menggunakan ANAVA jika data normal dan homogen, namun jika data
tidak normal dianalisis menggunakan uji T.
Rujukan

[1] Schulze, E. D., L. Bouriaud, H. Bussler, M. Gossner, H. Walentowski, D.


Hessenmöller, O. Bouriaud, and K. v. Gadow. 2014. Opinion Paper:
Forest management and biodiversity. Journal of Web Ecol. 14: 3–10

[2] Duncker Philipp S, Susana M. Barreiro, Geerten M. Hengeveld, Torgny Lind,


William L. Mason, Slawomir Ambrozy, and Heinrich Spiecker. 2012.
Classification of Fores Management Approaches: A New Conceptual
Framework and Its Applicability to European Forestry. Journal of
Ecology and Society.17(4): 51

[3] Klara Joelsson, Joakim Hjälténa, Timothy Work, Heloise Gibb, Jean-Michel
Robergea Therese Löfrotha. 2017. Uneven-aged silviculture can
reduce negative effects of forest management on beetles. Forest
Ecology and Management. Vol 391: 436-445

[4] Lee, J., Lim, C. H., Kim, S., Markandya, A., Chowdhury, S., Lee, W. K., Son,
Y. 2018. Economic Viability of the National Scale Forestation
Program: the case of success in the Republic of Korea. Ecosyst. Serv.
29, 40-46

[5] Castellani, V. & Sala, S. 2008. Ecological footprint of tourism in protected


areas. Paper presented at 6th European Conference on Ecological
Restoration. Ghent, Belgium.

[6] Sukmaratri M, 2018, Kajian Pola Pergerakan Wisatawan Di Daya Tarik


Wisata Alam Kabupaten Malang. Jurnal Pariwisata Pesona. Volume
03 No 1: 33-45

[7] Mutia, I. M. E. 2018. Air Terjun Coban Rondo Sebagai Wisata Edukasi Di
Kota Batu Jawa Timur. Domestic Case Study 2018. Sekolah Tinggi
Pariwasata Ambarrukmo Yogyakarta

[8] Suharto. 2016. Studi tentang keamanan dan keselamatan pengunjung


hubungannya dengan citra destinasi (Studi Kasus Gembira Loka Zoo).
Jurnal Media Wisata, Vol 14 (1):287-303
[9] Getrude Poku, Kwaku Adutwum Ayim, Boakye. 2019. Insights into the safety
and security expressions of visitors to the Kakum National Park:
Implications for management. Tourism Management Perspectives.
Vol 32 DOI: https://doi.org/10.1016/j.tmp.2019.100562

[10] Oberle B, Ogle K, Zanne AE, Woodall CW (2018) When a tree falls:
Controls on wood decay predict standing dead tree fall and new risks
in changing forests. PLoS ONE. 13(5): e0196712.
Https://doi.org/10.1371/journal.pone.0196712

[11] Supratman, Syamsu Alam. 2009. Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan:


Universitas Hasanuddin

[12] Suharto. 2016. Studi Tentang Keamanan dan Keselamatan Pengunjung


Hubungannya dengan Citra Destinasi. Jurnal Media Wisata.
14(1):287-304

[13] Hermawan H. 2017. Pengaruh daya tarik wisata, keselamatan, dan sarana
wisata terhadap kepuasan serta dampaknya terhadap loyalitas
pengunjung. Jurnal Media Wisata. 15(1):1-20.

[14] Sugiyono. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitatif,

Kualitatif, dan R & D. Bandung (ID): Alfabeta.

[15] Mukhsin, R., Palmarudi M., & Andi, N. T. 2017. The Effect of

Entrepreneur’s Orientation on the Survival of Small and Medium


Enterprises of the Fishery Processing Groups in Makassar City. Jurnal
Analisis, Vol. 6 No. 2

[16] Muljono P. 2012. Metodologi Penelitian Sosial. Bogor (ID): IPB Press.

[17] Nadhira Fitri. 2018. Manajemen Bahaya Di Jalur Pendakian Sembalun-


Senaru Taman Nasional Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat.
Skripsi. Fakultas Kehutanan. ITB
[18] United Nation Environtment Programme (UNEP). 2008. Disaster Risk
Management for Coastal Tourism Destinations Responding to Climate
Change. A Practical Guide for Decisions Marker. Paris (FR): UNEP