Anda di halaman 1dari 4

Pengantar Konsep Pokok Dalam Aspek Pasar

Analisis aspek pasar dan pemasaran memegang peranan yang sangat penting sebelum
memulai bisnis karena sumber pendapatan utama perusahaan berasal dari penjualan produk yang
dihasilkan. Analisis aspek pasar menganalisis jenis produk yang akan diproduksi, banyaknya
produk yang diminta oleh konsumen, serta menganalisis banyaknya produk yang ditawarkan
oleh pesaing. Sedangkan analisis aspek pemasaran menganalisis cara atau strategi agar produk
yang dihasilkan dapat sampai ke konsumen dengan lebih efisien dibandingkan pesaing.

Suatu ide bisnis dinyatakan layak berdasarkan aspek pasar dan pemasaran jika ide bisnis
tersebut dapat menghasilkan produk yang dapat diterima pasar (dibutuhkan dan diinginkan oleh
calon konsumen) dengan tingkat penjualan yang menguntungkan. Secara spesifik analisis aspek
pasar dan pemasaran dalam studi kelayakan bisnis bertujuan untuk :

1. Menganalisis permintaan atas produk yang akan dihasilkan


2. Menganalisis penawaran atas produk sejenis
3. Menganalisis ketersediaan rekanan atas pemasok faktor produksi yang dibutuhkan
4. Menganalisis ketepatan strategi pemasaran yang akan digunakan
5.

Karakteristik Aspek Pasar

Pasar didefinisikan sebagai tempat bertemunya penjual pembeli atau tempat terjadinya
transaksi jual dan beli sedangkan, pemasaran didefinisikan sebagai suatu proses terjadi,transaksi
jual dan beli.

Dari definisi singkat di atas, dapat disimpulkan bahwa pasar bersifat statis sedangkan
pemasaran bersifat dinamis. Pemasaran seringkali disebut sebagai ujung tombak perusahaan.
Ujung tombak pada sebuah tombak akan menempati posisi terdepan dan analoginya pada
perusahaan, pemasaran merupakan pos terdepan bagi setiap perusahaan. Tanpa adanya aktivitas
pemasaran maka tidak akan tercipta sumber penghasilan. Jika sumber penghasilan tidak tercipta
sedangkan biaya dan beban sudah terjadi maka berarti perusahaan menderita kerugian.

Didalam sebuah konsep akuntansi laba akan diakui manakala transaksi penjualan telah
dilakukan. Sedangkan beban sudah dapat diakui sebagai , kerugian apabila sudah dikeluarkan.
Karena pemasaran merupakan ujung tombak. perusahaan dan memegang peran yang sangat
menentukan maka pemasaran dianggap mempunyai dimensi pertama (dimensi utama). Para
pemilik proyek bisnis harus lebih memperhatikan berbagai aspek yang terkait dengan pemasaran.

Bentuk-Bentuk Pasar

A. Pasar persaingan sempurna

Pasar persaingan sempurna (perfect competition market) merupakan pasar tempat


kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak secara leluasa.

Adapun ciri-ciri persaingan sempurna adalah sebagai berikut :

 Jumlah pembeli dan penjual banyak


 Barang dan jasa yang diperjualbelikan bersifat homogen
 Sumber produksi bebas bergerak
 Pembeli dan penjual mengetahui keadaan pasar
 Pembeli dan penjual bebas keluar masuk pasar
 Bebas dari campur tangan pemerintah

B. Pasar persaingan tidak sempurna

Pasar persaingan tidak sempurna yaitu pasar di mana terdapat satu atau beberapa penjual
yang menguasai pasar atau harga, serta satu atau beberapa pembeli yang menguasai pasar atau
harga. Jika suatu perusahaan bisa mempengaruhi harga pasar, maka pasar tempat perusahaan itu
menjual produknya dapat digolongkan sebagai pasar persaingan yang tidak sempurna.
Contohnya yaitu PLN.

C. Pasar persaingan monopolistic

Kondisi pasar semacam ini akan terjadi jika pasar dikuasai oleh beberapa penjual atau
produsen dari satu jenis barang atau jasa yang berlainan kualitas, bentuk, ukuran, atau yang
diistilahkan sebagai product differentation (pembedaan produk). Dengan kata lain, bahwa pasar
persaingan monopolistik pada dasarnya merupakan pasar di antara pasar persaingan sempurna
dengan pasar monopoli.

Secara umum, terdapat ciri-ciri pasar persaingan monopolistik yaitu sebagai berikut :

 Jumlah penjual atau produsen cukup banyak


 Masing-masing penjual atau produsen masih dapat mempengaruhi harga
 Barang yang diperjualbelikan tidak homogen

Segmentasi Pasar, Pasar Pasaran dan Posisi Pasar

1. Segmentasi pasar

Segmentasi pasar artinya membagi pasar menjadi beberapa kelompok pembeli yang
berbeda yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula. Untuk
melakukan segmentasi pasar terdiri dari beberapa variabel yang harus diperhatikan agar
segmentasi yang telah dilakukan tepat sasaran.

Variabel untuk melakukan segmentasi terdiri dari segmentasi pasar konsumen dan
segmentasi pasar industrial. Variabel utama untuk melakukan segmentasi menurut philip Kotler,
antara lain :

 Segmentasi berdasarkan geografis (bangsa, provinsi, kabupaten, kecamatan, iklim).


 Segmentasi berdasarkan demografis (umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, daur hidup
keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras).
 Segmentasi berdasarkan psikografis (kelas sosial, gaya hidup, karakteristik kepribadian).
 Segmentasi berdasarkan perilaku (pengetahuaan, sikap, kegunaan, tanggap terhadap suatu
produk).

2. Pasar sasaran

Secara umum pengertian menetapkan pasar sasaran adalah mengevaluasi keaktifan setiap
segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani. Kegiatan
menetapkan pasar meliputi :
A. Evaluasi segmen pasar

 Ukuran dan pertumbuhan segmen seperti data penjualan terakhir, proyeksi laju
pertumbuhan, dan margin laba dari setiap segmen.
 Struktural segmen yang menarik dilihat dari segi profitabilitas.
 Sasaran dan sumber daya perusahaan.

B. Memilih segmen, yaitu menentukan satu atau lebih segmen yang memilki nilai tinggi bagi
perusahaan, menentukan segmen mana dan berapa banyak yang dapat dilayani.

 Pemasaran serbasama. Melayani semua pasar dan tawaran pasar dalam arti tidak ada
perbedaan.
 Pemasaran serbaaneka, merancang tawaran untuk semua pendapatan, tujuan atau
kepribadian. Seperti beda desain untuk industri mobil.
 Pemasaran terpadu, khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas.

3. Posisi pasar

Menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atas suatu pasar. Tujuan penetapan
posisi pasar (martket positioning) adalah untuk membangun dan mengkomunikasikan
keunggulan bersaing produk yang dihasilkan ke dalam benak konsumen.