Anda di halaman 1dari 12

SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN

HIPEREMESIS GRAVIDARUM
di Ruang Delima RSUD KAB. CIAMIS

Oleh :
SITI NUR’AIN FATIMAH
NIM : P2.06.20.1.17.073

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLTEKNIK KESEHATAN TASIKMALAYA
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
TASIKMALAYA
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN
HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Pokok Bahasan : HIPEREMESIS GRAVIDARUM


Penyuluh : Siti Nur’ain Fatimah
Sasaran : Wanita Hamil dengan Hiperemesis
Jumlah Sasaran : 1 orang pasien dan keluarga
: Ny. T dan Tn. E
Waktu : 20 menit
Tempat : Ruang Delima RSUD KAB.CIAMIS
Hari / tanggal : Minggu, 23 Februari 2020

1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM :


Setelah diberikan penyuluhan 20 menit, diharapkan Pasien mampu memahami dan mengerti
tentang Hiperemesis Gravidarum dan diet yang harus dilakukan.
2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penjelasan selama 20 menit, ibu diharapkan
a. Dapat menjelaskan tentang pengertian Hiperemesis Gravidarum
b. Dapat menjelaskan tentang penyebab Hiperemesis Gravidarum
c. Dapat menjelaskan tentang Tanda dan Gejala Hiperemesis Gravidarum
d. Dapat menjelaskan tentang Penatalaksanaan dan pengobatan Hiperemesis Gravidarum
e. Dapat Menjelaskan dan Mengetahui tentang diet pada ibu hamil yang mengalami
Hiperemesis Gravidarum.

3. MATERI
a. Pengertian Hiperemesis Gravidarum
b. Penyebab Hiperemesis Gravidarum
c. Tanda dan Gejala Hiperemesis Gravidarum
d. Penatalaksanaan dan pengobatan Hiperemesis Gravidarum
e. Diet pada ibu hamil yang mengalami Hiperemesis Gravidarum.
4. METODE
a. Ceramah
b. Tanya Jawab
5. MEDIA
Leaflet
6. PLAN OF ACTION (POA)

Tahapan dan Kegiatan Penyuluhan Keterangan


waktu
Pra kegiatan Petugas menyiapkan Media, ruangan dan Pasien dan keluarga menyetujui
Kontrak waktu Pasiendan keluarga
( 2 menit )
Pembukaan :

a. Mengucapkan salam dan a. Menjawab salam


memperkenalkan diri
Pendahuluan b. Menyampaikan tujuan dan maksud b. Mendengarkan
penyuluhan
( 3 menit ) c. Menjelaskan kontrak waktu c. Mendengarkan dan menyetujui

kontrak waktu

Pelaksanaan :

a. Menggali Pengetahuan pasien dan a. Menjawab pertanyaan


keluarga tentang penyakit Hiperemesis
gravidarum
b. Menjelaskan materi penyuluhan :
Pelaksanaan - Menjelaskan tentang pengertian
Kegiatan
Hiperemesis Gravidarum b. Mendengarkan penjelasan
( 10 menit ) - Menjelaskan tentang penyebab
Hiperemesis Gravidarum
- Menjelaskan tentang Tanda dan
Gejala Hiperemesis Gravidarum
- Menjelaskan tentang Penatalaksanaan
dan pengobatan Hiperemesis
Gravidarum
- Menjelaskan dan Mengetahui tentang
diet pada ibu hamil yang mengalami
Hiperemesis Gravidarum.
c. Memberi kesempatan peserta Bertanya c. Mengajukan pertanyaan
d. Menjawab pertanyaan
d. Mendengarkan jawaban

Evaluasi

Penutup a. Menanyakan kembali materi penyuluhan a. Paien dan Keluarga dapat


yang diberikan menjawab pertanyaan
( 5 Menit ) b. Penyuluh Meyimpulkan materi b. Mendengarkan kesimpulan
Penyuluhan
c. Membagikan Leaflet c. Pasien dan Keluarga menerima
d. Penyuluhan selesai “ mengucapkan leaflet yang dibagikan
Salam” d. Peserta menjawab salam
7. EVALUASI

Cara : test lisan

- Menanyakan pada pasien dan suami tentang Pengertian Hiperemesis


Gravidarum
- Menanyakan pada pasien dan suami tentang Penyebab Hiperemesis
Gravidarum
- Menanyakan pada pasien dan suami tentang Tanda dan Gejala Hiperemesis
Gravidarum
- Menanyakan pada pasien dan suami tentang Penatalaksanaan dan pengobatan
Hiperemesis Gravidarum
- Menanyakan pada pasien dan suami tentang Diet pada ibu hamil yang
mengalami Hiperemesis Gravidarum.
MATERI

HIPEREMESIS GRAVIDARUM

A. Definisi
1. Kehamilan
Kehamilan adalah suatu masa dari mulai terjadinya pembuahan dalam rahim wanita
sampai bayinya dilahirkan.
Kehamilan terjadi ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual pada masa ovulasi.
Telur yang telah dibuahi sperma kemudian akan menempel pada dinding rahim, lalu
tumbuh dan berkembang selama kira-kira 40 minggu (280 hari) dalam rahim pada
kehamilan normal (Suririnah, 2008).
2. Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil
sampai mengganggu pekerjaan sehari-hari karena keadaan umumnya menjadi memburuk,
karena terjadi dehidrasi (Esti, 2009).
Hiperemesis gravidarum adalah muntah yang terjadi sampai usia kehamilan 20 minggu,
begitu hebat dimana segala apa yang dimakan dan diminum dimuntahkan sehingga
mempengaruhi keadaan umum dan pekerjaan sehari-hari, berat badan menurun, dehidrasi,
terdapat aseton dalam urine, bukan karena penyakit (Maidun, 2009).
Salah satu masalah yang terjadi pada masa kehamilan atau penyakit yang bisa
meningkatkan derajat kesakitan adalah terjadinya gestosis pada masa kehamilan atau
penyakit yang khas terjadi pada masa kehamilan, dan salah satu gestosis dalam kehamilan
adalah hiperemesis gravidarum (Rukiyah, 2010).
Mual dan muntah tampaknya disebabkan oleh kombinasi hormon estrogen dan
progesteron, walaupun hal ini tidak diketahui dengan pasti dan hormon HCG (human
chorionic gonadotropin) juga berperan dalam menimbulkan mual dan muntah (Sarwono,
2008).
Mual dan muntah merupakan gangguan yang paling sering terjadi pada kehamilan
trimester I, kurang lebih pada 6 minggu setelah haid terakhir selama 10 minggu (Mansjoer,
2001).

B. Etiologi
Sebab pasti belum diketahui frekuensi kejadian 2 per 1000 kehamilan.
Tidak ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh faktor toksik, juga tidak ditemukan kelainan
biokimia. Perubahan – perubahan anatomik pada otak, jantung, hati dan susunan saraf, disebabkan
oleh kekurangan vitamin serta zat – zat lain akibat inanisi. Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain
yang telah ditemukan oleh beberapa penulis sebagai berikut :
1. faktor predisposisi :
a) Sering terjadi pada primigravida, mola hidatidosa, diabetes, kehamilan ganda akibat
peningkatan kadar HCG dan wanita yang sebelum hamil sudah menderita gangguan
lambung spesifik (Sarwono, 2005).
b) Overdistensi rahim : hidramnion, kehamilan ganda, estrogen dan HCG tinggi, mola hidatidosa
2. Faktor organik :
a) Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi materna
b) Perubahan metabolik akibat hamil
c) Resistensi yang menurun dari pihak ibu.
d) Alergi
3. Faktor psikologis :
a) Rumah tangga yang kurang harmonis
b) Hamil yang tidak diinginkan
c) takut terhadap kehamilan dan persalinan
d) takut terhadap tanggung jawab sebagai ibu
e) Kehilangan pekerjaan
4. Faktor endokrin lainnya hipertiroid, diabetes (Esti, 2009).
Hormon yang terbentuk dalam tubuh ibu saat minggu-minggu awal kehamilan membuat
ibu merasa menderita saat hormon-hormon tersebut mempengaruhi perut, selera makan
dan pusat khusus diotak yang dapat memicu respon muntah (Esti, 2009).

C. Gejala dan Tingkat Pada Hiperemesis Gravidarum


Menurut berat ringannya gejala hiperemesis gravidarum dibagi dalam 3 tingkat, yaitu :
1. Tingkat I : Ringan
 Mual muntah
 Nafsu makan berkurang
 Berat badan turun
 Rasa nyeri di epigastrium
 Turgor kulit kurang
 Lidah kering
2. Tingkat II : Sedang
 Mual dan muntah
 Lemah
 Apatis
 Turgor kulit mulai jelek
 Nadi kecil dan cepat
 Suhu badan naik (dehidrasi)
 Ikterus ringan
 Mata cekung
 Tensi turun
 Oliguri dan konstipasi
3. Tingkat III : Berat
 Keadaan umum jelek
 Kesadaran sangat menurun
 Samnolen sampai koma
 Nadi kecil, halus dan cepat
 Dehidrasi hebat
 Suhu badan naik
 Tensi turun sekali
 Ikterus (Esti, 2009).

D. Komplikasi
Komplikasi yang terjadi akibat hiperemesis gravidarum alntara lain:
1. Komplikasi ringan:
Kehilangan berat badan, dehodrasi, asidosis dari kekurangan gizi, alkalosis, hipokalemia,
kelemahan otot, kelainan elektrokardiografik, tetani, dan gangguan psikologis.
2. Komplikasi yang mengancam kehidupan:
Rupture oesophageal berkaitan dengan muntah yang berat, encephalophaty wernicke’s,
mielinolisis pusat pontine, retinal haemorage, kerusakan ginjal, pneumomediastinum secara
spontan, keterlambatan pertumbuhan didalam kandungan, dan kematian janin.

E. Pencegahan
Prinsip pencegahan untuk mengobati emesis agar tidak menjadi hiperemesis adalah :
1. Penerapan bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses fisiologi
2. Makan sedikit tapi sering dengan (makanan kering) seperti roti
3. Hindari makanan berminyak dan berbau
4. Pengobatan bach flower gunakan rescue remedy jika anda merasa cemas, khususnya jika
kecemasan tersebut membuat mual dan muntah semakin parah.
5. Aromaterapi minyak esensial seperti minyak sitrus (jeruk, jeruk mandarin, limau) aman
dan lembut digunakan pada saat ini.
6. Defekasi teratur

F. Penatalaksanaan dan Pengobatan


Pengobatan yang baik pada mual dan muntah sehingga dapat mencegah hiperemesis
gravidarum. Dalam keadaan muntah berlebihan dan dehidrasi ringan, penderita emesis
gravidarum sebaiknya dirawat sehingga dapat mencegah hiperemesis gravidarum.
1. Melakukan isolasi
Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang tetapi cerah dan peredaran udara yang
baik tidak diberikan makan/minum selama 24-28 jam. kadang-kadang dengan isolasi saja
gejala-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.
2. Therapy psikologik
Perlu diyakini pada penderita bahwa penyakit dapat disembuhkan, hilangkan rasa takut
oleh karena kehamilan, kurangi pekerjaan yang berat serta menghilangkan masalah dan
konflik, yang kiranya dapat menjadi latar belakang penyakit ini.
3. Pemberian cairan parenteral
Berikan cairan parenteral yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan linger
lactat 5% dengan cairan garam fisiologik sebanyak 2-3 liter per hari. Bila perlu dapat
ditambah kalium dan vitamin, khususnya vitamin B kompleks. Bila ada kekurangan
protein, dapat diberikan pula asam amino secara intra vena.
4. Obat-obat yang diberikan
Sedativa yang sering digunakan adalah Phenobarbital. Vitamin yang dianjurkan vitamin
B1 dan B6 tablet keadaan yang lebih berat diberikan antiemetik seperti disiklomin
hidrokhloride atau khlorpromasin. Anti histamin ini juga dianjurkan seperti mediamer
avomin (Maidun, 2009).
5. Penghentian kehamilan
Pada sebagian kasus keadaan tidak menjadi baik, bahkan mundur. Usahakan mengadakan
pemeriksaan medik dan psikiatri bila keadaan memburuk delirium, kebutaan tachikardi,
ikterus, anuria dan perdarahan merupakan manifestasi komplikasi organik, dalam keadaan
demikian perlu dipertimbangkan untuk mengakhiri kehamilan. Keputusan untuk
melakukan abortus terapeutik sering sulit diambil, oleh karena di satu pihak tidak boleh
dilakukan terlalu cepat, tetapi dilain pihak tidak boleh menunggu sampai terjadi gejala
irreversibel ada organ vital (Windy, 2009).
6. Diet
Diet hiperemesis I diberikan ada hiperemesis tingkat III makanan hanya berupa roti
kering dan buah-buhan. Cairan tidak diberikan bersama makanan tetapi 1-2 jam
sesudahnya. Makanan ini kurang dalam semua zat-zat gizi, kecuali vitamin C, karena itu
hanya diberikan Selama beberapa hari.
Diet hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. Secara berangsur
mulai diberikan makanan yang bergizi tinggi. Minuman tidak diberikan bersama
makanan. Makanan ini rendah dalam semua zat-zat gizi kecuali vitamin A dan D.
Diet hieremesis III diberikan kepada penderita dengan hiperemesisringan. Menurut
kesanggupan penderita. Minuman boleh diberikan bersama makanan. Makanan ini cukup
dalam semua zat gizi kecuali kalsium (Rukiyah, 2010).
DAFTAR PUSTAKA

1. Lismawati Eva, satuan acara penyuluhan hiperemesis gravidarum, 14 april 2014, Diakses
tanggal 12 maret 2018, jam 20.00 Wita, dari, https://evalismawatiblog.wordpress.com/satuan-
acara-penyuluhan/

2. Sintia, SAP Hiperemesisi gravidarum, 12 maret 2013, diakses tanggal 12 maret 2018, jam 20.00
Wita, http://midwifesintia.blogspot.co.id/2013/03/sap-hyperemesis-gravidarum.html

3. Ijammeru, makalah emesis gravidarum, 11 desember 2011, diakses tanggal 12 maret 2018, jam
20.00 Wita. http://ijammeru.blogspot.co.id/2011/12/makalah-emesis-dan.html.
DAFTAR HADIR

NO NAMA PARAF
DOKUMENTASI PENYULUHAN