Anda di halaman 1dari 5

Laporan Kegiatan Program Kesehatan Ibu dan Anak

Program Internsip Dokter Indonesia

(PIDI)

PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA

DI PUSKESMAS SUNGAI MALANG

Pembimbing:

dr. Richard Lawalata

NIP. 19600515 198802 1 003

Disusun oleh:

dr. Christine Nathalia Loupatty

PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT (PUSKESMAS)

SUNGAI MALANG

Jalan Negara Dipa RT VII Sungai Malang Amuntai 71418

Agustus 2019
PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK

LAPORAN KEGIATAN PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA

DI PUSKESMAS SUNGAI MALANG

Nama : dr. Christine Nathalia Loupatty

Pendamping : Bidan Masriah, Bidan Eka dan Bidan Helda

Tanggal : 5 - 10 Agustus 2019

PENDAHULUAN

Program Keluarga Berencana (KB) adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran

serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan

ketahanan keluarga serta peningkatan kesejahteraan keluarga untuk mewujudkan keluarga

kecil, bahagia dan sejahtera (UU 10/1992). Keluarga berencana juga berarti mengontrol

jumlah dan jarak kelahiran anak, untuk menghindari kehamilan yang bersifat sementara

dengan menggunakan kontrasepsi sedangkan untuk menghindari kehamilan yang sifatnya

menetap bisa dilakukan dengan cara sterilisasi.

Salah satu ruang lingkup program KB adalah Komunikasi Informasi dan Edukasi

(KIE), Konseling serta Pelayanan Kontrasepsi. Macam-macam metode kontrasepsi yang ada

dalam program KB di Indonesia antara lain:

1. Metode Kontrasepsi Sederhana, yang dibagi menjadi 2 yaitu metode kontrasepsi

sederhana tanpa alat dan metode kontrasepsi dengan alat.


Metode kontrasepsi tanpa alat antara lain : Metode Amenorhoe Laktasi (MAL), Coitus

Interuptus, metode Kalender, Metode Lendir Serviks, Metode Suhu Basal Badan, dan

Simptotermal yaitu perpaduan antara suhu basal dan lendir servik.


Sedangkan metode kontrasepsi sederhana dengan alat yaitu kondom, diafragma, dan

spermisida
2. Metode Kontrasepsi Hormonal, yang dibagi menjadi 2 yaitu kombinasi (mengandung

hormon progesteron dan estrogen sintetik) dan yang hanya berisi progesteron saja.

Kontrasepsi hormonal kombinasi terdapat pada pil dan suntikan/injeksi. Sedangkan

kontrasepsi hormon yang berisi progesteron terdapat pada pil, suntik dan implant.
3. Metode Kontrasepsi dengan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
4. Metode Kontrasepsi Mantap, yang terdiri dari 2 macam yaitu Metode Operatif Wanita

(MOW) dan Metode Operatif Pria (MOP). MOW sering dikenal dengan tubektomi

karena prinsip metode ini adalah memotong atau mengikat saluran tuba/tuba falopii

sehingga mencegah pertemuan antara ovum dan sperma. Sedangkan MOP sering

dikenal dengan Vasektomi yaitu memotong atau mengikat saluran vas deferens

sehingga cairan sperma tidak diejakulasikan.

Peran program KB sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan reproduksi

seseorang, baik itu untuk kesehatan reproduksi wanita maupun kesehatan reproduksi pria.

Peran KB bagi kesehatan reproduksi wanita diantaranya yaitu menghindari dari bahaya

infeksi, eklamsia, abortus, emboli obstetri, komplikasi masa puerpureum (nifas), serta

terjadinya pendarahan yang disebabkan karena sering melakukan proses persalinan.

Selain itu program KB juga bertujuan untuk mengatur umur ibu yang tepat untuk

melakukan proses persalinan, sebab jika umur ibu terlalu muda atau terlalu tua ketika

melakukan persalinan, hal ini akan sangat beresiko mengakibatkan perdarahan serius yang

bisa mengakibatkan kematian bagi ibu maupun bayinya.

Program KB juga berperan bagi kesehatan reproduksi suami antara lain untuk

mencegah terkena Penyakit Menular Seksual (PMS) seperti: sifilis, gonorhea, dan penyakit

kelamin lain yang diakibatkan oleh tidak menggunakan alat kontrasepsi (kondom) ketika

melakukan hubungan seksual dengan istrinya yang terkena PMS


TUJUAN

1. Menurunkan tingkat kelahiran dengan cara penggunaan kontrasepsi secara

berkelanjutan dalam rangka mencapai keluarga yang berkualitas, keluarga sejahtera.

MANFAAT

1. Melatih kemampuan dalam memberikan suntikan KB kepada sasaran.


2. Meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan keluarga kecil yang bahagia

dan sejahtera
3. Terciptanya penduduk yang berkualitas, sumber daya manusia yang bermutu dan

meningkatkan kesejahteraan keluarga.

SASARAN

Wanita usia subur yang sudah menikah dan ingin menunda kehamilan yang datang ke

Poli Kesehatan Ibu dan Anak Puskesmas Sungai Malang.

RENCANA KEGIATAN

a. Kegiatan : Program Keluarga Berencana


b. Metode : Pemberian KB suntik 1 bulanan atau 3 bulanan secara intramuscular
c. Alat : KB suntik 1 bulanan (medroxyprogesterone acetate & estradiol

cypionatte), KB suntik 3 bulanan (medroxyprogesterone acetate), Spuit 3

cc, kapas alcohol.


d. Waktu : 5 - 10 Agustus 2019
e. Tempat : Poli Kesehatan Ibu & Anak Puskesmas Sungai Malang

PELAKSANAAN KEGIATAN

Ibu yang datang melakukan pendaftaran, pencatatan identitas, penimbangan berat

badan, pengukuran tekanan darah, pemberian KB suntik dan pencatatan kartu program KB.

Pemberian KB suntik dilaksanakan oleh petugas kesehatan, diantaranya dokter dan bidan. Ibu
diberitahukan mengenai efek samping yang mungkin terjadi dan kapan jadwal pemberian KB

selanjutnya.

PERMASALAHAN

1. Kurangnya pengetahuan peserta mengenai jenis-jenis metode kontrasepsi, sehingga

pilihan metode kontrasepsi yang diambil kurang sesuai dengan kondisi peserta.
2. Kurangnya disiplin peserta terhadap jadwal penyuntikan.
3. Kurangnya pengetahuan peserta tentang efek samping KB terutama KB hormonal.

HASIL KEGIATAN

Usia TD BB Metode
No. Nama Keterangan
(tahun) (mmHg) (kg) Kontrasepsi
Ny.
1. 22 110 / 70 45 Keluhan (-) Suntik KB 3 bulan
Jahratunisa
2. Ny. Norsalah 37 130/80 52 Keluhan (-) Suntik KB 3 bulan
3. Ny. Arianti 38 120/80 73 Keluhan (-) Suntik KB 3 bulan
4. Ny. Nor Ain 24 120/70 54 Keluhan (-) Suntik KB 3 bulan

KESIMPULAN

Telah diberikan obat KB suntik per 3 bulan kepada 4 orang ibu yang berusia antara 20

– 30an tahun. Tidak ada efek samping berarti yang ditemukan pada akseptor KB ini.

SARAN

1. Sebaiknya diadakan penyuluhan mengenai jenis-jenis alat / obat KB yang sesuai,

dengan sasaran ibu-ibu yang sudah memiliki anak dan pasangan usia subur yang

ingin menunda kehamillan, sehingga mereka dapat mengetahui manfaat KB dan

memilih jenis KB yang tepat dengan keadaan mereka masing-masing.


2. Perlu diedukasi lebih lanjut terhadap pentingnya displin terhaap waktu

penyuntikan dan akibat peserta yang tidak disiplin terhadap jadwal penyuntikan.
3. Memberikan pemahaman terkait efek samping KB terutama KB hormonal dan

memotivasi pasangan untuk memilih kontrasepsi jangka panjang.

Anda mungkin juga menyukai