Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM KOSMETIKA

SEDIAAN KRIM PELEMBAB TABIR SURYA

Disusun Oleh :

FARMASI VI A
KELOMPOK 1

Fakhrul Umam
Fery Indar Ardiansyah
Gian Pertela
M. Ikhwan Lukmanuddin
M. Muwaffaq Zaky
Zil Ardi

PROGRAM STUDI FARMASI


FAKULTAS FARMASI
SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI DAN FARMASI BOGOR
I. TUJUAN
Mampu membuat sediaan krim pelembab tabir surya

II. PRINSIP TEORI


sediaan krim pelembab tabir surya adalah....................

III. FORMULA
Extract 5 gram
Minyak Kelapa 10%
Asam Stearat 14%
Gliserin 10%
Borax 0,25%
TEA 1%
BHT 0,0075%
Parfum qs

m.f cream 25 gr

IV. DATA PRAFORMULASI


EXTRACT KENCUR
ETIL P-METOKSISINAMAT
· Etil p-metoksisinamat (EPMS) adalah salah satu senyawa hasil isolasi rimpang kencur
(Kaempferia galanga L.) yang merupakan bahan dasar senyawa tabir surya yaitu pelindung
kulit dari sengatan sinar matahari.
· EPMS termasuk dalam golongan senyawa ester yang mengandung cincin benzena dan
gugus metoksi yang bersifat nonpolar dan juga gugus karbonil yang mengikat etil yang bersifat
sedikit polar sehingga dalam ekstraksinya dapat menggunakan pelarut-pelarut yang
mempunyai variasi kepolaran yaitu etanol, etil asetat, metanol, air, dan heksana.
· Ekstraksi etil p-metoksi sinamat dari kencur tidak boleh menggunakan suhu yang lebih dari
titik lelehnya yaitu 48 – 50⁰C.
MINYAK KELAPA
Sinonim Oleum Cocos
Khasiat zat aktif, fase minyak
Pemerian Warna : tidak berwarna atau kuning pucat
Bau : bau khas, tidak tengik
Rasa : berminyak
Penampilan : cairan jernih
Kelarutan S sangat mudah larut dalam eter P dan kloroform P ; Pada suhu
60 0 C mudah larut dalam etanol 95% p ; kurang larut pada suhu
yang lebih rendah
Penyimpanan dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya,
di tempat sejuk.
OTT di udara terbuka cepat menjadi tengik
Suhu lebur 230 sampai 260
Zat Tak tersabun Tidak lebih dari 0,8%
( Kodeks Kosmetika Indonesia Vol I hal 284)
ASAM STEARAT
Sinonim Cetylacetic acid; Crodacid; E570; Edenor; Emersol; Hystrene;
Industrene; Kortacid 1895; Pearl Steric; Pristerene; stereophonic
acid; Tegostearic.
Rumus kimia C18H36O2
Berat molekul 284.47
Struktur kimia

Fungsi Emulgator, solubilizing agent; lubrikan pada tablet dan kapsul


Titik Lebur Tidak kurang dari 540
Pemerian Warna : putih atau kuning pucat
Bau : memiliki bau yang lemah
Rasa : memberikan rasa seperti berlemak
Penampilan : Kristal padat atau bubuk kuning, .
Kelarutan Sangat mudah larut dalam benzen,
carbon tetraklorida,kloroform, dan eter; larut dalam etanol
(95%), heksana, dan propilen glikol; praktis tidak larut dalam
air.
Stabilitas dan kondisi Asam Stearat adalah materi yang stabil; antioksidant dapat
penyimpanan ditambahkan ke dalamnya. Harus disimpan dalam wadah
tertutup, sejuk, dan kering.
Inkompatibilitas Asan Stearat inkompatibel dengan
kebanyakan logam hidroksida dan mungkin dengan agen
pengoksidasi.

GLISERIN
Sinonim Gliserol
Struktur molekul C3H8O3
Fungsi Antimicrobial preservative; emollient; humktan; plasticizer;
pelarut; pemanis; tonicity agent.
Berat molekul 92.09
Pemberian Warna : tidak berwarna (jernih)
Bau : tidak berbau
Rasa : manis diikuti rasa hangat
Penampilan : cairan kental seperti sirup
Kelarutan larut dalam air dan etanol; agak larut dalam aseton; praktis tidak
larut dalam benzena , kloroform, dan minyak ; eter 1 : 500; etil
asetat 1 :11
Titik leleh 17,8o C
Stabilitas Gliserin merupakan senyawa yang higroskopis. Gliserin murni
tidak rentan terhadap oksidasi oleh suasana di bawah kondisi
penyimpanan biasa tetapi terurai pada pemanasan, dengan evaluasi
akrolein beracun.
Campuran dari gliserin dengan air, etanol (95%) dan propylene
glycol secara kimiawi tetap stabil.
Gliserin dapat mengkristal jika disimpan pada suhu rendah,
sedangkan Kristal tidak meleleh hingga suhu 2080C.
Gliserin harus disimpan dalam wadah kedap udara, dalam tempat
sejuk dan kering.
OTT Gliserin dapat meledak jika dicampur dengan zat pengoksidasi kuat
seperti trioksida kromium, potasium
klorat,atau kalium permanganat. Perubahan
warna hitam gliserin terjadi di hadapan cahaya, atau pada kontak
dengan seng oksida atau
nitrat bismuth.Gliserin membentuk kompleks asam borat,
asam glyceroboric,thatis asam lebih kuat dari asam borat.
ndbooks of Exipient edisi V hal 301-302)

BORAKS
Struktur

Sinonim Natrii Tertaboras, Natrium Tetraborat


Struktur Na2B4O7.10H2O
Molekul
Fungsi Antiseptikum ekstern
Berat 381,37
Molekul
Pemerian Penampilan : hablur transparan tidak berwarna atau serbuk
hablur putih
Bau : tidak berbau
Rasa : rasa asin dan basa
*Dalam udara kering merapuh
Kelarutan larut dalam 20 bagian air, dalam 0,6 bagian air mendidih dan dalam
lebih kurang 1 bagian gliserol P ; praktis tidak larut dalam etanol
(95%) P.
( Farmakope Indonesia III. Hal. 427)

TEA
Sinonim Triethanolamine, Trihydroxytretylamine, Tris (hydroxyethyl) amine
Struktur Kimia N (CH2CH2OH)3
Berat Molekul 149,19
Titik Lebur 20–210C
Pemerian · Bentuk : cairan, higroskopis
· Warna : bening sampai kuning pucat
· Bau : amoniak lemah
Kadar Bahan Aktif Campuran dari trietanolamin, dietanolamin, dan monoetanolamin.
Mengandung tidak kurang dari 99,0% dan tidak lebih dari 107,4%
dihitung terhadap zat anhidrat saperti trietanolamin, N (C2H4OH )3
Kelarutan · larut dalam etanol 96%, larut dalam metanol, larut dalam air.
· Ketika dicampur dalam proporsi equimolar dengan asam
lemak, seperti asam stearat atau asam oleat, TEA membentuk
anionik sabun dengan pH 8, yang dapat digunakan sebagai
emulsifying agent untuk menghasilkan fine-grained, emulsi minyak
yang stabil dalam air
OTT golongan amin dan hidroksi
Khasiat Alkalizing agent, emulsifying agen
Penyimpanan harus disimpan dalam wadah kedap udara dilindungi dari cahaya, di
tempat sejuk dan kering

BHT
BHT
Sinonim Agidol; BHT; Dalfac, dibutyled hiydroxytoluene; embanox
BHT; impruvol, lonol CP; Nipanox BHT.
Rumus Empiris C15H24O

Rumus Struktur

Khasiat Antioksidan

Pemerian Warna: putih atau kekuningan


Bau: berbau khas faint
Penampilan : kristal padat atau serbuk
Kelarutan Praktis tidak larut dalam air, gliserin, PG, larutan alkali
hidroksida, dan larut dalam asam mineral, sangat muda larut
dalam aseton, benzene, etanol 95 %, eter, methanol, toluene
dan minyak minerak. lebih muda larut daripada BHA dalam
minyak makan dan lemak.
Titik Didih 26,5 oC

Titik Leleh 70oC

Masa Jenis 1.031 g/cm3

Stabilitas Rentan terhadap cahaya, lembab, dan panas menyebabkan


discoloration dan aktivitas yang berkurang. harus disimpan
dalam wadah tertutup baik, trlindung dari cahaya, pada tempat
yang dingin dan kering.
inkompatibel Inkompatibel dengan oksidasi agen seperti peroksida dan
permanganat. garam besi menyebabkab discolorasi dan
berkurangnya aktivitas. pemanasan dengan katalis asam
menyebabkan dekomposisi dengan pelepasan gas isobutena.

V. PERHITUNGAN
Extract =
Minyak Kelapa =
Asam Stearat =
Gliserin =
Borax =
TEA =
BHT =
Parfum qs
Aqua ad = 25 gram – (5+2,5+3,5+2,5+0,0625+0,25+ )
= 25 gram – 13,814375 gram
= 11,185625 ml =11,2 ml

VI. PROSEDUR KERJA


· PEMBUATAN EKSTRAK
ü Sampel kencur dicuci bersih dengan menggunaka air mengalir.
ü Kemudian sampel dirajang tipis-tipis.
ü Rajangan tersebut didestilasi selama 6 jam, dan didapatkan destilat kurang lebih 200 mL.
ü Destilat dipartisi menggunakan eter (3X).
ü Fase eter dipisahkan dari fase air.
ü Fase eter didiamkan selam beberapa menit hingga terbentuk dua lapisan yang terpisah yaitu
minyak atsiri dan eter.
ü Minyak atsiri diambil dan ditambhkan dengan Natrium Sulfat anhidrat hingga terbentuk
endapan.
ü Minyak atsiri disaring untuk menghilangkan endapan.
ü Minyak atsiri didinginkan dalam lemari es sampai terbentuk kristal.

· PEMBUATAN KRIM
ü Alat dan bahan disiapkan.
ü Bahan yang dibutuhkan ditimbang.
ü Fase minyak (Asam stearat, minyak kelapa, BHT) dilebur pada suhu 70 0C.
ü Fase air (Gliserin, borax dan sebagian aquadest) dipanaskan pada suhu 60 0C.
ü Lumpang dipanaskan dengan cara memasukkan air panas kedalamnya.
ü Fase minyak dan fase air dicampur didalam lumpang dan digerus hingga homogen.
ü Ditambahkan TEA sedikit demi sedikit sambil digerus.
ü Ditambahkan ekstrak kencur dan digerus sampai homogen.
ü Setelah terbentuk massa krim ditambahkan parfum secukupnya.
ü Dimasukkan kedalam wadah dan diberi etiket.

VII. HASIL PENGAMATAN


Hasil akhir sediaan

Nilai fluks eritema


No. Panjang Absorban Transmitan T * Fe
gelombang (l) (A) (T)
1 290 0,040 0,912 0,101
2 295 0,033 0,92 0,623
3 300 0,029 0,935 0,935
4 305 0,025 0,944 0,189
5 210 0,022 0,950 0,130
6 315 0,012 0,959 0,108
Total 2,095

Nilai fluks pigmentasi


No. Panjang Absorban Transmitan T * Fp
gelombang (l) (A) (T)
1 320 0,013 0,970 0,1046
2 325 0,008 0,980 0,099
3 330 0,004 0,990 0,0926
4 335 0,002 0,995 0,079
5 340 -0,002 1,0096 0,067
6 345 -0,005 1,0115 0,0576
7 350 -0,007 1,016 0,049
8 355 -0,010 1,023 0,046
9 360 -0,013 1,030 0,036
10 365 -0,016 1,037 0,032
11 370 -0,020 1,047 0,027
Total 0,689

Maka % Te =
=
= 0,939
Maka % Tp =
=
= 0,992

VIII. PEMBAHASAN

IX. KESIMPULAN
1. Ekstrak yang kami gunakan adalah kristal dari minyak atsiri
2. Teknik pengambilan minyak atsiri teersebut menggunakan destilasi air
3. Nilai % Te krim 0,939 menunjukkan adanya aktivitas sunblock. Sedangkan nilai % Tp krim
adalah 0,992 menunjukkan tidak adanya aktivitas tabir surya
4. Nilai %Te sediaan menunjukkan ke dalam kategori sunblock, sedangkan %Tp tidak memiliki
kategori apapun.
5. pH sediaan akhir adalah 7

X. URAIAN TUGAS KELOMPOK

Nama Tugas
Gian Pertela Membantu membuat sediaan
Menimbang bahan
Zil Ardi Membantu membuat sediaan
Mengevaluasi sediaan
Fakhrul Umam Membantu membuat laporan
Membantu membuat sediaan
Ferry Indar A. Membantu membuat sediaan
Membantu membuat laporan
M. Muwaffaq Zaky Membantu membuat sediaan
Menimbang bahan
M. Ikhwan Membantu membuat sediaan
Menimbang bahan
DAFTAR PUSTAKA

Ansel, Howard.1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi, Edisi IV. Jakarta : UI press.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1993. Kodeks Kosmetika Indonesia Vol I : Jakarta
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1985. Formularium Kosmetika Indonesia : Jakarta
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1989. Farmakope Indonesia III : Jakarta
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1989. Farmakope Indonesia III Jakarta
Lieberman, Lachman . 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri Jilid 2. UI press : Jakarta
Supinya, T., dkk,. 2005. Chemical components and biological activities of volatile oil of Kaempferia
galanga Linn. Songklanakarin J. Sci. Technol. p503-507
Taufikkurohmah, T. 2005. Sintesis p-Metoksisinamil p-Metoksisinamat dari Etil p-Metoksisinamat
Hasil Isolasi Rimpang Kencur (Kaempferia galangal L) sebagai Kandidat Tabir Surya. Indo.
J. Chem. p193 – 197.
Waide, Ainley, and Waller, Paul J. 1994. Handbook of Pharmaseutical Exipients. 6th edition.
Washington : American Pharmaseutical Association.