Anda di halaman 1dari 4

AZAS LE CHATELIER

Tujuan
Mengamati pergeseran kesetimbangan pada suatu sistem setimbang dan meramalkan
arah pergeseran kesetimbangan dengan menggunakan asas Le Chatelier

Dasar Teori
Asas Le Chatelier menyatakan jika dalam suatu kesetimbangan diberi aksi, maka sistem
akan berubah sedemikian rupa sehingga pengaruh aksi itu sekecil mungkin. Asas Le Chatelier
hanya berlaku untuk kesetimbangan dinamis. Sistem kesetimnangan mendapat gangguan dari
luar sehingga kesetimbangan terganggu maka sistem akan berubah hingga ke keadaan
setimbang lagi. Sistem berekasi dengan melakukan pergeseran ke kanan atau ke kiri. Faktor
kesetimbangan dipengaruhi oleh konsentrasi, suhu, dan tekanan atau volume.

Prosedur Percobaan
 Bahan
1. FeCl₃ 0,1 M
2. KSCN 0.1 M
3. NaF 0,1 M
4. AgNO₃ 0,1 M
5. HCl pekat
6. Etanol
7. CoCl₂.6H₂O

 Alat
1. Gelas Ukur 25 ml
2. Gelas Kimia 100 ml
3. Pengaduk
4. Tabung Reaksi
5. Pipet Tetes
6. Timbangan

 Cara Kerja

A. Percobaan untuk kesetimbangan reaksi A


Reaksi A : Fe³⁺ + SCN⁻ Fe(NCS)²⁺
1. Ambil 20 ml akuades dan memasukkan ke dalam gelas kimia
2. Teteskan ke dalam akuades tersebut masing-masing 1 ml larutan FeCl₃ 0,1 M dan 1 ml
larutan KSCN 0,1 M sambil diaduk sampai warna tetap
3. Bagi larutan ke dalam 6 tabung reaksi sama banyak
4. Tabung ke-1 digunakan sebagai pembanding
5. Tambahkan ke dalam empat tabung yang lain beturut-turut :
a. Pada tabung 2 : tambahkan 1 ml larutan FeCl₃ 0,1 M dan dibandingkan dengan
warna pada tabung 1
b. Pada tabung 3 : tambahkan 1 ml larutan KSCN 0,1 M dan dibandingkan dengan
warna pada tabung 1
c. Pada tabung 4 : tambahkan 1 ml larutan NaF 0,1 m . Reaksi dengan ion Fe³⁺,
efektif menghilangkan Fe³⁺ dari kesetimbangan. Bandingkan dengan warna
pada tabung 1
d. Pada tabung 5 : tambahkan 1 ml larutan AgNO₃ 0,1 M. Reaksi ini dengan warna
SCN⁻ membentuk AgSCN (s). Bandingkan dengan warna pada tabung 1
e. Pada tabung 6 : tabung dipanaskan
6. Tuliskan hasil dari percobaan A pada tabel berikut :
7. Prediksi perubahan warna yang akan terjadi jika sistem (tabung 1) dipanaskan
Perubahan Perubahan warna
Prediksi pergeseran
Tabung tes warna yang yang diamati
arah kesetimbangan
diharapkan
1
2
3
4

B. Percobaan untuk kesetimbangan reaksi B

Reaksi B : Co(H₂o)₆²⁺ + 4Cl CoCl₄²⁻ + 6H₂O (ᴧH positif)

Pink Biru
1. Larutkan 5 g CoCl₂ in 30 ml air dan dibagi sama banyak ke dalam tiga tabung reaksi
2. Larutkan terhadap ketiga tabung reaksi sebagai berikut :
a. Tambahkan 2 ml HCl pekat dengan hati-hati ke dalam tabung 1 dan kemudian
tambahkan 5 ml air
b. Tambahkan 15 ml etanol ke dalam tabung 2 dan kemudian tambahkan 10 ml air
c. Panaskan tabung 3 sampai hampir mendidih dan kemudian dinginkan
3. Jelaskan pada tabel berikut mengapa terjadi perubahan warna pada masing-masing
tabung!
Perubahan
Pergeseran arah Alasan perubahan
Tabung tes warna yang
kesetimbangan
diharapkan
1
2
3

Pembahasan

Prediksi pergeseran Perubahan warna yang


Tabung tes diamati
arah kesetimbangan
+KSCN Produk Merah bata menjadi merah
kehitaman pekat
+FeCl₃ Produk Merah bata menjadi lebih
pudar dari merah bata
+NaF Reaktan Merah bata menjadi bening
+AgNO₃ Reaktan Merah bata menjadi oren

Dipanaskan Reaktan Merah bata menjadi merah bata


tetapi sedikit pudar
Reaksi awal : FeCl₃ (aq) + 3 KSCN (aq) Fe(SCN)₃ (aq) + 3KCl (aq)
Reaksi yang ditinjau : Fe²⁺ (aq) + SCN⁻ (aq) (Fe(SCN))²⁺ (aq)
Pada praktikum azas le chatelier ini mengamati tentang pergeseran kesetimbangan pada
suatu sistem setimbang serta menggambarkan arah pergeseran kesetimbangan dengan
menggunakan azas le chatelier. Di sebuah pergeseran kesetimbangan dipengaruhi oleh
perubahan konsentrasi, suhu dan tekanan atau volume, serta katalis. Namun, pada
praktikum kali ini hanya dipengaruhi oleh perubahan konsentrasi dan juga suhu yang
disebabkan karena adanya pemanasan pada tabung reaksi. Tabung reaksi yang digunakan
berjumlah lima dan masing-masing diberi larutan Fe(SCN)3. Tabung reaksi pertama
digunakan sebagai pembanding warna dari tabung lainnya. Tabung reaksi kedua berisi
KSCN, tabung reaksi ketiga berisi FeCl3, tabung reaksi keempat berisi NaF dan tabung
reaksi kelima berisi AgNO3 yang pada masing-masing tabung berisi sebanyak 1 ml.
Sedangkan pada tabung keenam berisi Fe(SCN)3 dan dipanaskan selama sepuluh menit
dengan menggunakan neraca analitis untuk mendidihkan larutannya.
Hasil pengamatan yang didapatkan yaitu terdapat perubahan warna yang berbeda-beda
pada setiap tabung reaksi. Tabung reaksi pertama berubah menjadi warna merah
kecoklatan. Setelah ditambah larutan KSCN pada tabung reaksi yang kedua, warna berubah
menjadi semakin pekat dan semakin gelap, ketika ditambah larutan FeCl3 warna menjadi
lebih pekat tapi tidak sepesat tabung yang kedua. Hal ini disebabkan oleh banyaknya
jumlah koefisien KSCN dibandingkan FeCl3. Karena pada kedua tabung reaksi ini
ditambahkan dari produk reaksi, maka kesetimbangan bergeser ke arah kanan. Pada reaksi
tabung empat berubah menjadi tidak berwarna, sedangkan pada tabung lima warna menjadi
memudar seperti putih susu dan terdapat endapan pada dasar tabung, dan reaksi
kesetimbangan bergeser ke arah kiri atau reaktan. Reaksi pada tabung keenam dengan
memanaskan larutan Fe(SCN)3 didapatkan perubahan warna yang memudar menjadi lebih
sedikit muda seperti air teh dan kesetimbangannya bergeser ke arah kiri atau reaktan. Hal
ini disebabkan karena adanya pengaruh dari perubahan suhu yaitu terjadi peningkatan suhu
yang menyebabkan reaksi bergeser ke arah endoterm.
Kesimpulan
1. Faktor yang mempengaruhi kesetimbangan pada praktikum kali ini adalah suhu dan
konsentrasi
2. Jika ada penambahan konsentrasi pada salah satu pereaksinya maka kesetimbangan
akan bergeser ke arah kanan atau ke produk dan begitupun sebaliknya.
3. Jika suhu pada reaksi dinaikkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi
yang menyerap kalor atau endoterm
4. Semakin besar koefisien suatu unsur pada reaksi maka akan semakin pekat warna yang
dihasilkan.
5. Jika kesetimbangan reaksi bergeser ke arah kanan atau ke produk maka warna produk
akan semakin pekat dan begitupun sebaliknya.