Anda di halaman 1dari 4

RESUME 2: Bagian 4

Hari/Tanggal: Jumat, 24 Januari 2020

Offering/Kelompok: I 2018/ 2 (dua)

Nama Anggota Kelompok:

1. Aziza Fadhilah (180342618018)


2. Delaila Nafulani Em De Sunjie (180342618010)
3. Hamdan Fatah Ali (180342618070)
4. Thania Ayu Pramesty (180342618029)

DIVISI II: CHAPTER III

NOMENKLATUR TAXA MENURUT PERINGKAT MEREKA

BAGIAN 4

NAMA SPESIES

PASAL 23

23.1. Nama suatu spesies berasal dari kombinasi biner yang terdiri dari nama genus
dengan diikuti julukan tunggal (penunjuk spesies) dalam bentuk kata sifat, kata benda
dalam genitif, atau kata dalam aposisi (tambahan). Jika sebuah julukan awalnya terdiri
dari dua kata atau lebih, kedua kata tersebut harus disatukan atau ditulis dengan tanda
penghubung. Sebuah julukan yang terdiri dari dua kata atau lebih, tidak mengalami
penggabungan (tidak disatukan dengan tanda penghubung) ketika sudah diterbitkan itu
tidak harus ditolak, tetapi ketika digunakan harus disatukan atau ditulis dengan tanda
penghubung, sebagaimana ditentukan dalam pasal 60.11.

23.2. Julukan atas nama spesies dapat diambil dari sumber apa pun, dan bahkan dapat
disusun secara sewenang-wenang (untuk lebih lanjut bisa dilihat pada pasal 60.1).

Ex. 1. Adiantum capillus-veneris, Atropa bella-donna, Impatiens noli-Tangera,


Cornus sanguinea, Dianthus monspessulanus, Embelia sarasiniorum, Fumaria
gussonei, Geranium robertianum, Papaver rhoeas, Spondias mombin (julukan
yang dapat berubah bentuknya atau epithet), Uromyces fabae.
23.3. Simbol yang membentuk bagian dari julukan khusus yang diusulkan oleh
Linnaeus tidak mencegah publikasi yang valid dari nama-nama yang relevan, tetapi
harus ditranskripsikan.

Ex. 2. Scandix ‘pecten ♀’ L. harus ditranskripsikan sebagai Scandix pecten-


veneris; Veronica ‘anagallis ’ L. harus ditranskripsikan sebagai Veronica
anagallis-aquatica.

23.4. Julukan khusus, dengan atau tanpa penambahan simbol yang ditranskripsikan,
mungkin tidak tepat mengulangi nama generik (sebutan yang dibentuk oleh
pengulangan seperti itu adalah tautonim.

Ex. 3. “Linaria linaria” dan “Nasturtium nasturtium-aquaticum” adalah tautonim


dan tidak dapat dipublikasikan secara sah.

Ex. 4. Linum radiola L. (Sp. Pl.: 281. 1753) ketika ditransfer ke Radiola Hill
tidak boleh dinamai sebagai “Radiola radiola”, seperti yang dilakukan oleh
Karsten (Deut. Fl.: 606. 1882), karena kombinasi itu merupakan tautonim dan
tidak dapat dipublikasikan secara sah. Nama paling awal
berikutnya, L. multiflorum Lam. (Fl. Franç. 3: 70. 1779), adalah nama yang
berlebihan dan tidak sah untuk L. radiola. Dibawah Radiola, spesies telah diberi
nama yang sah, yaitu R. linoides Roth (Tent. Fl. Germ. 1: 71. 1788).

23.5 Sebutan khusus digunakan jika kata sifat pada bentuk dan tidak juga digunakan
sebagai kata benda, maka bisa menggunakan nama generik dengan jenis kelaminnya.
Ketika sebutan merupakan kata benda dalam keterangan dalam suatu kalimat atau
sebuah benda genitive maka bisa menggunakan jenis kelaminnya dan tidak perlu
menggunakan akhiran jenis kelamin dari nama generik. Sebutan yang tidak sesuai
dengan aturan ini harus dikoreksi dan dibenarkan menjadi akhiran dari penulis aslinya.
Penggunaan kata –cola sebagai kata sifat merupakan kesalahan dan bisa diperbaiki.

 Nama dengan sebutan kata sifat Latin : Helleborus niger L., Brassica nigra (L.)
W. D. J. Koch, Verbascum nigrum L.; Rumex cantabricus Rech. f., Daboecia
cantabrica (Huds.) K. Koch (Vaccinium cantabricum Huds.); Vinca major L.,
Tropaeolum majus L.; Bromus mollis L., Geranium molle L.
 Nama dengan kata sifat Yunani : Brachypodium distachyon (L.) P. Beauv.
(Bromus distachyos L.); Oxycoccus macrocarpos (Aiton) Pursh (Vaccinium
macrocarpon Aiton).
 Nama dengan kata benda untuk kata sifat : Convolvulus cantabrica L., Gentiana
pneumonanthe L., Liriodendron tulipifera L., Lythrum salicaria L., Schinus
molle L.
 Kesalahan yang diperbaiki pada sebutan sifat Latin : Zanthoxylum trifoliatum L.
menjadi Acanthopanax (Decne. & Planch.) yang tepat yaitu A. trifoliatus (L.)
dan ‘trifoliatum’); Mimosa latisiliqua L. menjadi Lysiloma Benth. (n) yang
tepat yaitu L. latisiliquum (L.) Benth.
 Kesalahan yang diperbaiki pada sebutan sifat Yunani : Bromus distachyos L.
(Fl. Palaest.: 13. 1756) diubah menjadi Brachypodium P. Beauv. (n) yang tepat
yaitu B. distachyon (L.) P. Beauv.
 Kesalahan yang diperbaiki pada sebutan kata benda untuk kata sifat : sebutan
Polygo adalah kata benda jamak genetif. Kemudian Small mengusulkan
kombinasi baru Persicaria Segentum (Kunth) Small.
 Kesalahan yang diperbaiki dengan menggunakan kata sifat –cola. Rubus
‘amnicolus’ merupakan hasil perbaikan untuk R. amnicola Blanch.

23.5 Panggilan yang tidak dianggap sebagai nama spesies

(a). Sebutan yang terdiri dari nama generik diikuti oleh nama frasa (Linnaean "nomen
specificum legitimum") umumnya dari satu atau lebih kata benda dan kata sifat yang
terkait dalam kasus ablatif, tetapi juga termasuk nama frasa kata tunggal dalam karya
yang frasa nama dua atau lebih banyak kata mendominasi.

 Smilax "caule inermi" adalah referensi deskriptif disingkat untuk spesies yang
diketahui tidak sempurna, yang tidak diberi binomial dalam teks tetapi hanya
disebut oleh sebuah nama frasa yang dikutip dari Burman.
 Dalam Miller, berbagai nama frasa dari dua atau lebih kata sebagian besar
mendominasi kata-kata yang terdiri dari satu kata dan dengan demikian mirip
dengan trinaalia nomina Linnaean (julukan khusus) tetapi tidak dibedakan
secara tipografi atau dengan cara lain dari nama frasa lain. Oleh karena itu,
sebutan dalam karya itu seperti "Alkekengi officinarum", "Leucanthemum
vulgare", "Oenanthe aquatica", dan "Sanguisorba minor" bukan nama yang
diterbitkan secara sah.

(b). Sebutan lain dari spesies yang terdiri dari nama generik diikuti oleh satu atau lebih
kata yang tidak dimaksudkan sebagai sebutan tertentu.