Anda di halaman 1dari 7

CRITICAL JURNAL REPORT (CJR)

“ANATOMI MANUSIA”
Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Fisiologi manusia
Dosen Pengampu: Dr.Sanusi Hasibuan,M.Kes
Ayu Elvana,S.Pd.M.Biomed

Disusun Oleh :

Theresia Solagratia Situmeang (6193111062)

JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI


FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
FORMAT REVIEW JURNAL

JURNAL UTAMA
1 Judul Analisis Miskonsepsi Mahasiswa dengan Menggunakan Certainty of
Response Index (CRI) Pada Materi Anatomi Tubuh Manusia
2 Nama Jurnal Jurnal Pendidikan Sains & Matematika
3 Download https://media.neliti.com/media/publications/135156-ID-analisis-
miskonsepsi-mahasiswa-dengan-me.pdf
4 Volume dan Halaman Vol.5 No.1
5 Tahun 2017
6 Penulis Mike Dewi Kurniasih
7 Reviewer Theresia Solagratia Situmeang
8 Tanggal 1 Oktober 2019
9 Abstrak Penelitian
-Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis
miskonsepsi mahasiswa pada materi anatomi tubuh manusia.
-Subjek Penelitian mahasiswa
-Assesment Data Instrumen yang digunakan adalah lembar wawancara dan tes pilihan
benar salah beserta alasannya yang disertai dengan Certainty of
Response Index (CRI) dengan skala 0-5.
-Kata Kunci Miskonsepsi, Anatomi Tubuh Manusia, CRI
10 Pendahuluan
-Latar Belakang Tiga butir soal yang teridentifikasi menunjukkan miskonsepsi tertinggi
dan Teori adalah soal mengenai warna pembuluh darah, ukuran paru-paru serta
fungsi urethra pada wanita dan pria.
11 Metode penelitian
-Langkah Penelitian Miskonsepsi yang berhasil diidentifikasi secara garis besar berhubungan
dengan struktur, letak, warna dan ukuran suatu organ. Berdasarkan hasil
wawancara penyebab miskonsepsi tersebut adalah buku teks yang
selama ini digunakan oleh siswa dan konsep awal yang telah mereka
dapatkan selama ini. Guru dan buku teks yang selama ini mereka pelajari
mulai dari SD, SMP maupun SMA memiliki kontribusi besar terhadap
pemahaman mereka terhadap konsep-konsep yang ada pada saat ini
-Hasil Penelitian Ditemukan mahasiswa yang mengalami miskonsepsi tertinggi terdapat
pada materi sistem ekskresi dengan persentase 42,22 % dan sistem
regulasi sebanyak 40,00 %. Secara keseluruhan persentase miskonsepsi
mahasiswa pada materi anatomi tubuh manusia adalah 27,62 %.
-Diskusi Penelitian Perlu diadakannya penelitian lanjutan mengenai strategi yang tepat untuk
dapat mengurangi miskonsepsi pada mahasiswa. Selain itu perlu
diadakannya penelitian untuk mengungkap miskonsepsi mahasiswa
terhadap materi kuliah yang lain.
-Daftar Pusaka Arnaudin, M.W. & Mintzes, J.J. 1985. Students‘ alternative conceptions
of the human circulatory system: a cross age study. Science Education.
69(5), 721-733.
Elma, A., Arpaci, O. & Ozet, M. 2017. Human biology. Istanbul:
Zambak Publishing

Hasan, S., D. Bagayoko, D., & Kelley, E. L.1999. Misconseptions and


the certainty of response index (CRI), Phys. Educ. 34(5), 294-299.

Kose, S. 2008. Diagnosing student misconception: using drawings as a


reasearch method. World Applied Sciences Journal 3(2), 283-293

Kwan, L.P & Lam, E.Y.K. 2010. Biology matters. Singapore: Marshal
Cavendish

Mahadevan, V. 2012. Anatomy of the heart. Surgery Journal. 30 (1), 5-


8

Novak, J. D. 1990. Concept mapping a useful tool for science education.


Journal of Research in Science Teaching. 27, 937-949

Nusantari, E. 2013. Jenis Miskonsepsi yang ditemukan pada buku ajar di


sekolah menengah atas. JPS. Vol.1 (1), 52-64

Purtadi, S & Sari, R.L.P. 2007. Analisis miskonsepsi konsep laju dan
kesetimbangan kimia pada siswa SMA. Makalah Semnas MIPA.
Yogyakarta: Jurusan Pendidikan Kimia FMIPA-UNY

Scanlon, V.C., Sanders, T., 2007. The heart dalam Deitch, L.B.,
Richman, I.H., Sorkowitz, A., eds. Essentials of anatomy and
physiology. 5th ed. USA: F.A.Davis Company

Sherwood, L. 2001. Fisiologi Manusia; Dari Sel ke Sistem. Edisi 2.


Jakarta: EGC

Sloane, E. 2003. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. Jakarta: EGC

Snell RS. 2006. Neuroanatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. Edisi


Ke-5. Jakarta:EGC

Suparno, P. 2005. Miskonsepsi dan perubahan konsep dalam pendidikan


fisika. Jakarta: Grasindo. 11 | EduSains: Jurnal Pendidikan Sains &
Matematika, Vol.5 No.1; 2017

Suwarto. 2013. Pengembangan tes diagnostik dalam pembelajaran.


Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Tekkaya, C. 2002. Misconceptions as barier to understanding biology.


Hacettepe universities Egitim fakulties Dergesi. 23, 259-266.
Tortora, G.J., Derrickson, B., 2012. Principles of anatomy and
physiology. 13th ed. USA: John Wiley & Sons.

Yeom, S. (2011). Augmented reality for learning anatomy. Proceedings


ascilite 2011 Hobart: Concise Paper

Yesilyurt, S & Gul, S. 2012. Secondary school students‘ misconceptions


about the ―transportation and circulatory systems‖ unit. Journal of
Theoretical Educational Science. 5 (1), 17-48.
12 Analisis Jurnal
-Kekuatan Penelitian Judul tepat dengan topik yang dibahas, isi abstrak yang terdapat di dalam
jurnal tersebut sudah spesifik dan jelas, terdapat tujuan penelitian,
metode penelitian dan kesimpulan.
-Kelemahan Penelitian
13 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, miskonsepsi tertinggi terdapat pada materi
sistem ekskresi dengan persentase 42,22 % dan sistem regulasi sebanyak
40,00 %. Secara keseluruhan persentase miskonsepsi mahasiswa pada
materi anatomi tubuh manusia adalah 27,62 %. Miskonsepsi yang terjadi
secara garis besar menyangkut struktur, posisi, warna dan ukuran organ.
Faktor pencetus miskonsepsi yang terungkap dalam penelitian ini adalah
10 | EduSains: Jurnal Pendidikan Sains & Matematika, Vol.5 No.1; 2017
kesalahan pengalaman belajar terdahulu yaitu faktor guru dan buku teks.
Miskonsepsi ini perlu untuk segera ditangani karena miskonsepsi
mengakibatkan terciptanya rantai kesalahan konsep yang tidak terputus.
Hasil penelitian ini kemudian akan dijadikan dasar bagi pengembangan
bahan ajar dan media pembelajaran pada perkuliahan anatomi dan
fisiologi hewan.
14 Saran Didalam kelebihan dari jurnal tersebut agar lebih dipertahankan dan
diperkuat lagi, dan mengenai kekurangan jurnal agar lebih diteliti lagi
untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.
15 Referensi -
JURNAL PEMBANDING

1 Judul Teknik Marker Based Tracking Augmented Reality Untuk Visualisasi


Anatomi Organ Tubuh Manusia Berbasis Android
2 Nama Jurnal Journal of Information Technology and Computer Science
(INTECOMS)
3 Download https://media.neliti.com/media/publications/256107-teknik-marker-based-
tracking-augmented-r-13406338.pdf
4 Volume dan Halaman Volume 1 No 1, Hal 1-11
5 Tahun 2018
6 Penulis Ika Devi Perwitasari
7 Reviewer Theresia Solagratia Situmeang
8 Tanggal 1 Oktober 2019
9 Abstrak Penelitian
-Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari teknik Marker Based
Tracking Augmented Reality yang diimplementasikan untuk Visualisasi
Anatomi Organ Tubuh Manusia..
-Subjek Penelitian Aplikasi Augmented Reality Visualisasi Anatomi Organ Tubuh Manusia
-Assesment Data Dengan mengadopsi pendekatan
UCD dalam merancang antarmuka
sistem, hasil akhir sistem diharapkan
dapat memenuhi hal-hal berikut:
1. Membantu user dalam mencapai
tujuannya
2. Membuat orang ingin menggunakan
sistem tersebut
3. Pengguna mudah mengerti
bagaimana cara menggunakan
sistem
4. Sistem sukses digunakan oleh
pengguna
5. Memuaskan bagi pengguna
6. Mengurangi kemungkinan
kesalahan dari pengguna
-Kata Kunci Augmented Reality, Marker Based Tracking, Organ tubuh Manusia,
User Center Design
10 Pendahuluan
-Latar Belakang Tiga butir soal yang teridentifikasi menunjukkan miskonsepsi tertinggi
dan Teori adalah soal mengenai warna pembuluh darah, ukuran paru-paru serta
fungsi urethra pada wanita dan pria.
11 Metode penelitian
-Langkah Penelitian Studi Literature, Menyusun Proposal Penelitian, Analisa Kebutuhan,
Merancang Sistem, Konstruksi (coding)
-Hasil Penelitian hasil implementasi dan pengujian, teknik Marker Based AR berhasil
diterapkan dalam pembuatan Aplikasi Visualisasi Anatomi Organ
Tubuh Manusia Pada Platform Android. Aplikasi menggunakan marker
untuk menampilkan konten digital (image 2D otak, mata, jantung, dan
paru-paru). Hasil dari Usability Test menunjukkan pengguna dapat
melihat informasi anatomi organ dengan sangat jelas dan pengguna
sangat tertarik menggunakan aplikasi yang dibuat karena memberikan
pengalaman yang berbeda dalam belajar.
-Diskusi Penelitian -
-Daftar Pusaka Azuma, R. (1997). A Survey of Augmented Reality. Presence:
Teleoperators and Virtual Environments. 6(4):355-385.

Brodkin, J. (2013). How Unity3D Became a Game-Development Beast.


http://insights.dice.com diakses pada 4 Oktober 2016.

ISO/IEC. (1999). 13407 HumanCentered Design Processes for


Interactive Systems. ISO/IEC 13407: 1999 (E).

Milgram, P., Takemura, H., Utsumi, A. And Kishino, F. (1994).


Augmented reality: A class of displays on the reality virtual continuum.
SPIE Telemanipulator and Telepresence Technologies. Vol. 2351. 282-
292

Nielsen, J. (2000). Usability Engineering. San Francisco USA: Morgan


Kaufmann Publishers.

Olwal, A. (2009). An Introduction to Augmented Reality. Adopted


from Olwal, A. Unobtrusive Augmentation of Physical Environments:
Interaction Techniques, Spatial Displays and Ubiquitous Sensing.
Doctoral Thesis. KTH. Department of Numerical Analysis and
Computer Science. Trita-CSC-A. ISSN 1653- 572.

Raj K., A. D’Souza, A., Shanbhag, C., and D’Shouza,D. (2015). AR


Application Using Android OS. International Journal of Innovative
Research in Computer and Communication Engineering. Vol 3. Issue 7.
126-129.

Rekimoto, J. and Ayatsuka, Y. (2000). Cybercode: Designing


Augmented reality Environments with Visual Tags. Proceedings of
Designing Augmented reality Environments.
12 Analisis Jurnal
-Kekuatan Penelitian Judul tepat dengan topik yang dibahas, isi abstrak yang terdapat di
dalam jurnal tersebut sudah spesifik dan jelas, terdapat tujuan
penelitian, metode penelitian dan kesimpulan. terlampir data-data yang
akurat sehingga keoriginalitas penelitian bisa dikatakan baik dan
mencukupi standar untuk melakukan penelitian.

-Kelemahan Penelitian Pada bagian abstrak Penulis tidak melampirka secara jelas metode yang
digunkan dalam melakukan penelitian, hal ini menyebabkan pembaca
kurang mengetahui secara jelas mengenai tujuan dan metode yang
digunakan dalam jurnal tersebut.

13 Kesimpulan Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian aplikasi HOVAR


(Human Organ Anatomy Visualized with Augmented Reality) yang
menerapkan teknik Marker Based Augmented Reality pada penelitian
ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa:
1. Teknik Marker Based Augmented Reality berhasil diaplikasikan
untuk membuat aplikasi visualisasi anatomi organ tubuh manusia pada
perangkat smartphone platform Android. Teknik Marker Based AR
berhasil diimplementasikan untuk menampilkan anatomi organ tubuh
manusia sesuai dengan marker.

2. Aplikasi visualisasi anatomi organ tubuh manusia yang dibuat cukup


menarik bagi pengguna. Berdasarkan pengujian aplikasi HOVAR,
sebanyak 90,74% responden setuju bahwa aplikasi ini mudah
digunakan, informasi anatomi organ yang ditampilkan dapat dilihat
dengan jelas, berguna bagi user untuk mempelajari informasi tentang
organ, pengguna menikmati dan tertarik untuk menggunakan aplikasi
ini untuk belajar.
14 Saran Didalam kelebihan dari jurnal tersebut agar lebih dipertahankan dan
diperkuat lagi, dan mengenai kekurangan jurnal agar lebih diteliti lagi
untuk mencapai hasil yang lebih maksimal.
15 Referensi -