Anda di halaman 1dari 2

Macam-Macam Bentuk Kegiatan Perdagangan

1. Kegiatan Perdagangan Antardaerah atau Antarpulau

Perdagangan itu sendiri kan merupakan kegiatan tukar-menukar barang atau


jasa dengan kesepakatan bersama. Nah, kegiatan tersebut seiring
berkembangnya zaman, sudah bisa dilakukan secara nasional lho. Semakin
canggihnya teknologi, maka jangan heran jika barang dari kota-kota di Pulau
Jawa, bisa ada di Pulau Irian, atau produksi kota-kota di Pulau Sumatra, bisa ada
di Pulau Sulawesi. Begitu pun sebaliknya.

Apa sih tujuan perdagangan antardaerah atau antarpulau tersebut? Pertama,


ya jelas untuk memperoleh keuntungan. Keuntungan itu kan diperoleh dari
selisih harga beli dengan harga jual. Nah, harapannya dengan melakukan
perdagangan ke luar daerah, keuntungan akan semakin banyak. Keuntungan yang
banyak juga bergantung kepada manfaat yang kedua ini lho. Ya, manfaat yang
kedua ialah memperluas jangkauan pasar. Semakin luas jangkauannya, maka
semakin banyak konsumen. Semakin banyak konsumen semakin banyak pula
keuntungannya.

Contohnya begini, di daerah Pekalongan, Jawa Tengah, untuk memperoleh


keuntungan yang besar nggak cuma dipasarkan di daerah Pekalongan saja. Kalau
kamu yang tinggal di daerah Pekalongan, coba berkunjung ke kota-kota atau
kabupaten di sekitar Pekalongan deh. Batik Pekalongan pasti gampang untuk
dijumpai. Nah, kira-kira seperti itulah contoh dari perdagangan antardaerah.

Perdagangan antardaerah atau antarpulau ini nggak serta-merta muncul lho.


Paling enggak ada dua faktor pendorong perdagangan antardaerah. Pertama,
perbedaan faktor produksi yang dimiliki, terutama faktor produksi alam.
Daerah pesisir pantai pasti ingin hasil produksinya bisa sampai ke pelosok kan?
Nah begitu juga yang di daerah pelosok pegunungan, hasil produksi seperti
sayuran dan buah-buahan pasti juga ingin sampai ke tangan penduduk di pesisir.
Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan perdagangan, di mana hasil produksi
bisa saling memenuhi kebutuhan.

Faktor kedua yang mendorong perdagangan antardaerah atau antarpulau


ini ialah perbedaan tingkat harga. Contohnya begini, Kota Pekalongan, yang
terkenal sebagai penghasil batik, pengrajin batiknya pasti ingin mendapatkan
untung dong? Nah umumnya, harga batik di Pekalongan lebih murah karena
Pekalongan pusat dari pengrajin batik. Oleh karena itu, para pengrajin batik di
Pekalongan memasarkan batiknya ke daerah lain.

Biasanya nih, kalau hasil dagangannya itu sudah bisa masuk dalam skala nasional,
maka para usahawan akan melebarkan sayap distribusinya ke jenjang yang lebih
tinggi, internasional. Nah, sekarang kita pelajari yuk kegiatan perdagangan
antarnegara.
2. Kegiatan Perdagangan Antarnegara

Kegiatan perdagangan antarnegara ini merupakan aktivitas transaksi


masyarakat suatu negara dengan masyarakat negara lain. Contohnya begini,
orang tua kamu membeli barang elektronik atau sepatu, tapi barang tersebut
dikirim dari luar negeri, misal Singapura. Nah, itu contoh kegiatan perdagangan
antarnegara. Aktivitas perdagangan antarnegara itu bisa dibedakan menjadi dua,
yakni ekspor dan impor.

Ekspor itu merupakan kegiatan menjual barang atau jasa ke luar negeri.
Pelaku kegiatan ekspor itu disebut dengan eksportir. Tujuan mengekspor
barang atau jasa ialah memperoleh keuntungan. Nah, barang dan jasa yang dijual
tersebut kan dibayar menggunakan mata uang asing tuh, kemudian mata uang
asing ini ditukar dengan mata uang rupiah. Mata uang asing tadi otomatis akan
disimpan oleh pemerintah sebagai devisa negara yang bisa digunakan untuk
mengimpor barang.

Perlu kamu tahu nih, negara-negara berkembang seperti Indonesia ini, umumnya
mengekspor sumber daya alam. Kalau negara-negara maju umumnya mengekspor
barang-barang berteknologi tinggi.

Kebalikannya dari ekspor, impor merupakan kegiatan membeli barang dan


jasa dari luar negeri. Pelaku kegiatan impor disebut dengan importir. Proses
transaksi impor itu ketika importir membayar barang yang dibelinya dari luar
negeri menggunakan mata uang asing. Kalau dari contoh yang membeli barang
dari luar negeri tadi, berarti tukar dulu rupuah ke mata uang luar negeri, misalnya
Dollar Amerika Serikat.

Pastinya kegiatan perdagangan antarnegara ini memiliki manfaat seperti


memperoleh keuntungan dong. Selain itu juga bisa sebagai salah satu cara
menjalin persahabatan antarnegara. Eh, bukan hanya dua hal itu aja lho. Kegiatan
tersebut juga bermanfaat untuk mentransfer teknologi modern. Misalnya begini,
barang-barang yang diimpor oleh negara berkembang itu umumnya barang-barang
dengan teknologi tinggi kan? Otomatis akan membutuhkan pelatihan dalam
pengoperasiannya. Nah, dengan adanya pelatihan tersebut bisa menjadi salah satu
sarana dalam mentransfer teknologi tersebut dari negara pengekspor ke negara
pengimpor.