Anda di halaman 1dari 17

ISOMORFISMA RING

(Untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Ring)

Dosen Pembimbing :
Fatqurrohman, M. Pd

Kelompok 2 :

Adilla Faulina (1710251004)


Sheema Hasenah N. (1710251011)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2019
udul ISOMORFISMA RING
(Untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Ring)

Dosen Pembimbing :
Fatqurrohman, M. Pd

Kelompok 2 :

Adilla Faulina (1710251004)


Sheema Hasenah N. (1710251011)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu
tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya
penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas mata
kuliah Teori Ring.
Makalah ini di susun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari
diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan
terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan
pemikiran kepada pembaca.
Dalam proses pendalaman materi ini, tentunya penyusun mendapat
bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih yang sedalam-
dalamnya kami sampaikan Bapak Fatqurrohman, M.Pd, selaku dosen mata kuliah
Teori Ring dan rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak memberikan masukan
untuk makalah ini.
Demikian makalah ini dibuat semoga bermanfaat.

Jember, 18 November 2019

Penyusun,

i
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ i

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I ...................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................. 1

1.1 Latar Belakang ............................................................................................. 1

1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 1

1.3 Tujuan .......................................................................................................... 1

BAB II ..................................................................................................................... 2

PEMBAHASAN ..................................................................................................... 2

2.1 Isomorfisma Ring .......................................................................................... 2

2.2 Teorema Isomorfisma .................................................................................... 2

BAB III ................................................................................................................. 12

PENUTUP ............................................................................................................. 12

3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 12

3.2 Saran ............................................................................................................ 12

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada mata kuliah Struktur aljabar terdapat beberapa materi yang ditempuh
mahasiswa, salah satunya adalah Isomorfisma Ring. Isomorfisma Ring
merupakan materi lanjutan dari materi-materi sebelumnya. Yaitu seperti
Homomorfisma Ring dan Ideal Ring. Untuk memahami Isomorfisma Ring
mahasiswa diwajibkan untuk memahami materi diatas.
Oleh karena itu, makalah ini dibuat guna membahas lebih lanjut mengenai
Isomorfisma itu sendiri. Makalah ini akan membahas tentang pengertian,
teorema-teorema dan pembuktiannya serta contoh dan latihan soal mengenai
Isomorfisma Ring.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Isomorfisma Ring?
1.2.2 Bagaimanakah teorema-teorema dari Isomorfisma Ring?

1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk mengetahui pengertian Isomorfisma Ring
1.3.2 Untuk mengetahui teorema-teorema Isomorfisma Ring

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Isomorfisma Ring


Isomorfisma Ring adalah Homomorfisma Ring yang bersifat bijektif.
Dikatakan bijektif bila fungsi tersebut injektif (fungsi satu-satu) dan surjektif
(fungsi pada).
Definisi 7.3.1 Jika 𝜙 : 𝑅 → 𝑅′ adalah homomorphisma yang satu-satu dan onto,
maka 𝜙 disebut isomorphisma.
Konsep Isomoerfisma Ring sendiri dapat dilihat seperti gambar di bawah ini :

2.2 Teorema Isomorfisma


Materi ini merupakan kelanjutan dari materi homomorfisma ring. Topik
ini diberikan secara terpisah karena di bab ini memerlukan konsep tentang ring
kuosien yang harus dipelajari lebih dahulu. Sebagai penyegaran perlu diingat
kembali pengertian homomorfisma ring, yaitu pemetaan f dari ring R ke ring S
disebut homomorfisma ring jika untuk sebarang a,b ϵ R berlaku:
1) f(a + b) = f(a) + f(b)

2) f(ab) = f(a) f(b)


Sedangkan yang dimaksud dengan kernel dari suatu homomorfisma f,
ditulis ker(f), adalah himpunan semua elemen dari R yang dipetakan oleh f ke

2
elemen nol dari S. Jadi ker(f) = {x ϵ R : f(x) = 0S} dengan 0S merupakan elemen
nol dari S.
Sebelum membahas Teorema Isomorfisma Ring Pertama, berikut ini akan dibahas
karakteristik ring kuosien dikaitkan dengan konsep homomorfisma ring.
Sebelum membahas Teorema Isomorfisma Ring Pertama, berikut ini akan
dibahas karakteristik ring kuosien dikaitkan dengan konsep homomorfisma ring
Teorema 6.1.1 Setiap ring kuosien dari ring R merupakan bayangan homomorfik
dari ring R.
Bukti: Misalkan S adalah sebarang ideal di dalam ring R dan R/S adalah ring
kuosien dari ring R oleh ideal S. Didefinisikan pemetaan f dari ring R ke ring
kuosien R/S sebagai berikut:
f : R → R/S, dengan f(a) = S + a, ∀ a ∈ R.
Dengan definisi ini, maka untuk sebarang a, b R berlaku:
f(a + b) = S + (a+ b)
= (S + a) + (S + b)
= f(a) + f(b)
dan
f(ab) = S + ab
= (S + a) (S + b)
= f(a) f(b).
Jadi f merupakan homomorfisma ring.
Selanjutnya jika S + a merupakan sebarang elemen di R/S, maka a merupakan
elemen di R dan berlaku f(a) = S + a. Ini berarti f pemetaan surjektif. Jadi f
merupakan suatu epimorfisma (homomorfisma surjektif) dari ring R pada ring
kuosien R/S.
Selanjutnya akan dibahas Teorema Isomorfisma Ring Pertama sebagai
generaliasasi dari Teorema Isomorfisma Grup Pertama.
Teorema 1. (Teorema Isomorfisma Ring Pertama)
Setiap bayangan homomorfik dari suatu ring isomorfik dengan suatu ring
kuosien.
Bukti: Misalkan R dan S suatu ring dan f : R → S suatu homomorfisma ring.
Misalkan juga I = ker(f) dan R’ = im(f). Jelas bahwa I merupakan ideal dari R
dan R’ merupakan subring dari S. Akibatnya R/I merupakan ring kuosien.

3
Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa ring kuosien R/I isomorfik dengan ring
R’ = im(f).
Untuk membuktikan ini, yang pertama didefinisikan
𝜙 : R/I → R’ dengan 𝜙 (I + a) = f(a).
Dalam rangka membuktikan bahwa 𝜙 suatu pemetaan, diambil sebarang (I + a),
(I + b) di R/I dengan I + a = I + b. Akibatnya
I + a = I + b ⟹ ( a – b) 𝜖 I
⟹ f(a – b) = 0
⟹ f(a) – f(b) = 0
⟹ f(a) = f(b)
⟹ 𝜙 (I + a) = 𝜙 (I + b).
Sekarang misalkan (I + a) dan (I + b) sebarang dua koset di dalam ring kuosien
R/I, maka berlaku
𝜙 [(I + a) + (I + b)] = 𝜙 [I + (a + b)]
= f (a + b)
= f (a) + f (b)
= 𝜙 (I + a) + 𝜙 (I + b)
Dan
𝜙 [(I + a) (I + b)] = 𝜙 [I + (ab)]
= f (ab)
= f (a) f (b)
= 𝜙 (I + a) 𝜙 (I + b)
Ini berarti 𝜙 merupakan homomorfisma ring.
Untuk membuktikan bahwa 𝜙 pemetaan satu-satu, diambil sebarang (I + a) dan (I
+ b) di R/I dengan 𝜙 (I + a) = 𝜙 (I + b). Akibatnya
𝜙 (I + a) = 𝜙 (I + b) ⟹ f (a) = f (b)
⟹ f (a) – f (b) = 0
⟹ f (a - b) = 0
⟹ (a - b) 𝜖 I
⟹I+a=I+b
Sekarang ditunjukkan bahwa 𝜙 pada (surjektif), untuk ini diambil sebarang
𝑎′ 𝜖 𝑅 ′ = 𝑖𝑚(𝑓). Karena f merupakan homomorfisma ring dan ring 𝑅 pada 𝑅 ′ =
𝑖𝑚(𝑓) maka terdapat elemen 𝑎 di R sedemikian hingga f (a) = 𝑎′ , tetapi f (a)

4
merupakan peta dari elemen (I + a) di dalam R/I, sehingga diperoleh 𝑎′ = 𝑓(𝑎) =
𝜙 (𝐼 + 𝑎).
Dengan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa 𝜙 merupakan isomorfisma
ring dari ring kuoisen R/ ke 𝑅 ′ = 𝑖𝑚(𝑓). Dengan kata lain, ring kuoisen R/I
isomorfik dengan ring 𝑅 ′ = 𝑖𝑚(𝑓), dituliskan dengan R/I ≅ 𝑖𝑚(𝑓).

Teorema 2. (Teorema Isomorfisma Ring Kedua)


Seperti halnya Teorema Isomorfisma Ring Pertama yang merupakan perumuman
dari Teorema Isomorfisma Grup Pertama, maka Teorema Isomorfisma Ring
Kedua juga merupakan perumuman dari Teorema Isomorfisma Grup Kedua.
Teorema 6.2.1 (Teorema Isomorfisma Ring Kedua)
Misalkan S merupakan ideal dari ring R dan T ideal dari ring R yang memuat
ideal S, maka
𝑅/𝑆
𝑅/𝑇 ≅
𝑇/𝑆
Bukti : Karena S merupakan ideal dari R, maka R/S merupakan ring kuosien,
demikian juga karena T ideal dari R, maka R/T juga ring kuosien. Selanjutnya
karena T merupakan ideal dari R yang memuat ideal S, maka jelas bahwa S
subring dari T. Juga karena S ideal dari R, maka
𝑟 ∈ 𝑅 dan 𝑠 ∈ 𝑆 ⟹ 𝑟𝑠 ∈ 𝑆 dan 𝑠𝑟 ∈ 𝑆.
Khususnya
𝑟 ∈ 𝑇 dan 𝑠 ∈ 𝑆 ⟹ 𝑟𝑠 ∈ 𝑆 dan 𝑠𝑟 ∈ 𝑆.

Ini berarti S merupakan ideal dari T, yang akibatnya T/S merupakan ring kuosien.
Selanjutnya akan ditunjukkan bahwa T/S merupakan ideal dari R/S. Jika (S + a)
sebarang elemen di T/S, maka
(S + a) ∈ T/S ⇒ 𝑎 𝜖 𝑇
⇒𝑎𝜖𝑅
⇒ (𝑆 + 𝑎) 𝜖 R/S
Ini berarti T/S merupakan subset dari R/S.
Sekarang misalkan (S + a) dan (S + b) sebarang dua elemen di T/S, maka berlaku
(S + a), (S + b) 𝜖 T/S ⇒ a,b 𝜖 T
⇒ (a - b) b 𝜖 T dan ab 𝜖 T

5
⇒ (S + (a - b)) 𝜖 T/S dan (S + ab) 𝜖 T/S
⇒ [(S + a) – (S + b)] 𝜖 T/S dan [(S + a) (S + b)] 𝜖 T/S
Ini berarti T/S merupakan subring dari R/S.
Selanjutnya untuk membuktikan bahwa T/S merupakan ideal dari R/S, diambil
sebarang elemen (S + a) di T/S dan sebarang (S + r) di R/S, sehingga diperoleh
(S + a) 𝜖 T/S dan (S + r) 𝜖 R/S ⇒ a 𝜖 T dan r 𝜖 R
⇒ ar 𝜖 T dan ra 𝜖 T
⇒ (S + (ar)) 𝜖 T/S dan (S + ra) 𝜖 T/S
⇒ [(S + a) (S + r)] 𝜖 T/S dan [(S + r) (S + a)] 𝜖 T/S
Ini berarti T/S merupakan ideal dari R/S dan akibatnya
𝑅/𝑆
merupakan ring kuosien
𝑇/𝑆

Sekarang didefinisikan pengawanan f dari ring kuosien R/S ke ring kuosien R/T
sebagai berikut:
f : R/S → R/T dengan f (S + r) = T + r, ∀ r 𝜖 R
untuk membuktikan bahwa f suatu pemetaan, diambil sebarang (S + a) dan (S + b
) di R/S dengan (S + a) = (S + b ), akibatnya
(S + a) = (S + b ) ⇒ (a – b ) 𝜖 S
⇒ (a – b ) 𝜖 T
⇒T+a=T+b
⇒ f (S + a ) = f (S + b).
Sekarang diambil sebarang (S + a) dan (S + b ) di R/S, maka
f [(S + a ) + (S + b)] = f [S + (a + b)]
= T + (a + b)
= (T + a) + (T + b)
= f (S + a ) + f (S + b)
dan
f [(S + a ) (S + b)] = f [S + (ab)]
= T + (ab)
= (T + a) (T + b)
= f (S + a ) f (S + b)
Jadi f homomorfisma ring dan ring kuosien R/S ke ring kuosien R/T.
Jika (T + a) sebarang elemen di ring kuosien R/T, maka a elemen di R.

6
Akibatnya terdapat koset (S + a) di ring kuosien R/S sedemikian hingga f(S + a) =
T + a. Ini berarti pemetaan f surjektif.
Sejauh ini kita telah menunjukkan bahwa f merupakan epimorfisma
(homomorfisma surjektif) dari R/S ke R/T, atau R/T merupakan bayangan
homomorfik dari R/S. Dengan menggunakan Teorema Isomorfisma Ring
Pertama, untuk melengkapi bukti teorema ini tinggal dibuktikan bahwa kernel dari
epimorfisma f adalah T/S.
Berdasarkan definisi kernel, maka diperoleh
Ker (f) = {(S + a) 𝜖 R/S | f (S + a) = T + 0}
= {(S + a) 𝜖 R/S | T + a = T}
= {(S + a) 𝜖 R/S | a 𝜖 T}
= T/S
Berdasarkan Teorema Isomorfisma Ring Pertama dapat disimpulkan
𝑅/𝑆
𝑅/𝑇 ≅
𝑇/𝑆

Teorema 6.3.1 (Teorema Isomorfisma Ring Ketiga)


Andaikan R adalah suatu Ring. Bila M dan N masing-masing adalah ideal dari R
sehingga M ≤ N, maka R / N ≅ (R/M) / (N/M)
Bukti :
1. Akan ditunjukkan bahwa simbol diatas adalah sama
Karena M adalah ideal dari R maka simbol R/M juga sama
Demikian juga N adalah ideal dari R maka simbol R/N juga sama
Selanjutnya diperkuat oleh definisi ideal N adalah ideal dari R, dan M adalah ideal
dari R berlaku hubungan 𝑀 ⊆ 𝑁 ⊆ 𝑅. Jadi jelas bahwa M adalah subring di N,
karena M juga ideal di R. Maka simbol N/M adalah sama.

Akan ditunjukkan bahwa N / M ⊂ R / M, jika (a + M) adalah elemem peubah di


N/M maka (a + M) 𝜖 N / M ⇒ 𝑎 𝜖 𝑁
⇒𝑎𝜖𝑅 ∴𝑁⊂𝑅
⇒ (𝑎 + 𝑀) 𝜖 𝑅/𝑀
Selanjutnya N / M adalah subring di R / M, jika (a + M) dan (b + M) adalah dua
anggota di N / M maka

7
(𝑎 + 𝑀) 𝜖 𝑁/𝑀, (𝑏 + 𝑀) 𝜖 𝑁/𝑀
⇒ 𝑎 𝜖 𝑁, 𝑏 𝜖 𝑁
⇒ 𝑎 − 𝑏 𝜖 𝑁, 𝑎𝑏 𝜖 𝑁 ∴ 𝑁 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑑𝑒𝑎𝑙
⇒ 𝑎 − 𝑏 𝜖 𝑅, 𝑎𝑏 𝜖 𝑅 ∴𝑁⊂𝑅
⇒ (𝑎 − 𝑏) + 𝑀 𝜖 𝑅/𝑀, (𝑎𝑏) + 𝑀𝜖 𝑅/𝑀
⇒ (𝑎 + 𝑀) − (𝑏 + 𝑀)𝜖 𝑅/𝑀 , (𝑎 + 𝑀). (𝑏 + 𝑀) 𝜖 𝑅/𝑀
Jika (𝑎 + 𝑀) adalah peubah di N/M dan ( r + M ) adalah elemen peubah di R/S
maka
(𝑎 + 𝑀)(𝑟 + 𝑀) 𝜖 𝑁/𝑀, (𝑟 + 𝑀)(𝑎 + 𝑀) 𝜖 𝑁/𝑀
⇒ (𝑎 + 𝑀) 𝜖 𝑁/𝑀, ( 𝑟 + 𝑀) 𝜖 𝑅/𝑆
⇒ 𝑎 𝜖 𝑁, 𝑟 𝜖 𝑅
⇒ 𝑎𝑟 𝜖 𝑁, 𝑟𝑎 𝜖 𝑁 ∴ 𝑁 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑑𝑒𝑎𝑙
⇒ (𝑎𝑟) + 𝑀 𝜖 𝑁/𝑀 𝑑𝑎𝑛 (𝑟𝑎) + 𝑀 𝜖 𝑁/𝑀
⇒ (𝑎 + 𝑀), (𝑟 + 𝑀) 𝜖 𝑁 𝑑𝑎𝑛 (𝑟 + 𝑀), (𝑎 + 𝑀) 𝜖 𝑁/𝑀
Jadi N / M adalah ideal di R/S

2. akan ditunjukkan bahwa 𝜙 bersifat surjektif


Didefinisikan pemetaan
𝜙 ∶ 𝑅/𝑀 → 𝑅/𝑁 𝑎𝑡𝑎𝑢 (𝑎 + 𝑀) 𝜙 = (𝑎 + 𝑁), ∀ 𝑎 ∈ 𝑅
Pemetaan 𝜙 mengawetkan kedua komposisi di R/N, Jika (a+M) dan (b+M) adalah
dua anggota subset di R/M. Maka
[(𝑎 + 𝑀) + (𝑏 + 𝑁)]𝜙
⇒ [𝑎 + 𝑀 + 𝑏 + 𝑀]𝜙
⇒ [𝑎 + 𝑏 + 𝑀 + 𝑀]𝜙
⇒ [(𝑎 + 𝑏) + 𝑀]𝜙
⇒ (𝑎 + 𝑏) + 𝑁 ∴ 𝑑𝑒𝑓𝑖𝑛𝑖𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑡𝑎𝑎𝑛
⇒ (𝑎 + 𝑁) + (𝑏 + 𝑁)
⇒ (𝑎 + 𝑀)𝜙 + (𝑏 + 𝑀)𝜙
Dan
[(𝑎 + 𝑀). (𝑏 + 𝑁)]𝜙
⇒ [(𝑎𝑏) + 𝑀]𝜙
⇒ (𝑎𝑏) + 𝑁 ∴ 𝑑𝑒𝑓𝑖𝑛𝑖𝑠𝑖 𝑝𝑒𝑚𝑒𝑡𝑎𝑎𝑛
⇒ (𝑎 + 𝑁). (𝑏 + 𝑁)

8
⇒ (𝑎 + 𝑀)𝜙. (𝑏 + 𝑀)𝜙
Terbukti surjektif

3. Akan ditunjukkan bahwa 𝜙 homorfisma adalah N/M


Didefinisikan Ker (𝜙) = {𝑎 + 𝑀 ∈ 𝑅/𝑀, (𝑎 + 𝑀)𝜙 = 𝑁}
Misalkan (a + M) ∈ 𝜙
⇒ (𝑎 + 𝑀)𝜙 = 𝑁, (𝑎 + 𝑀) ∈ 𝑅/𝑀
⇒ (𝑎 + 𝑁) = 𝑁, (𝑎 + 𝑀) ∈ 𝑅/𝑀 ∴ (𝑎 + 𝑀)𝜙 = (𝑎 + 𝑁)
⇒ 𝑎 𝜖 𝑁, (𝑎 + 𝑀) ∈ 𝑅/𝑀 ∴ (𝑎 + 𝑁) = 𝑁 ↔ 𝑎 𝜖 𝑁
⇒ 𝑁/𝑀
∴ 𝑇𝑒𝑟𝑏𝑢𝑘𝑡𝑖 𝑅/𝑁 ≅ (𝑅/𝑀)/(𝑁/𝑀)

9
Contoh Soal
Tunjukan bahwa Grup (Z2,+) dan (H = {-1, 1}, .) adalah merupakan
Isomomorfisma !
Daftar Cayley Grup (Z2,,+) dan (H = {-1, 1})

+ 0 1 . -1 1
0 0 1 -1 1 -1
1 1 0 1 -1 1

Dari tabel di atas menunjukkan kedua grup (Z2,,+) dan (H, .) bahwa Jumlah dari
sebarang dua unsur di (Z2,+) berkorespodensi pada hasil kali kedua unsur yang
bersesuaian di (H, .), sehingga terdapat korespodensi 1 – 1 dari kedua tabel
tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kedua Grup memiliki struktur yang sama.
Jadi kedua Grup tersebut dikatakan Isomorfik. Sekarang akan ditunjukan bahwa
pemetaan p : (Z2,+) → (H, .) untuk setiap a, b 𝜖 Z2.
Dari tabel diketahui pemetaan p(0) = 1 dan p(1) = -1, sehingga
p (a + b) = p (a) . p (b)
p (0 + 1) = p (0) . p (1)
p (1) = 1 . -1
-1 = -1
Jadi terbukti bahwa p : (Z2,+) → (H, .) suatu Homomorfisma yang pemetaannya
bijektif, sehingga merupakan Isomorfisma.

Latihan Soal
Misalkan 𝐺 = (ℝ+ ,× ) dan 𝐺′′ = (ℝ, +). Buktikan pemetaan 𝜙 ∶ 𝐺 → 𝐺′′ yang di
definisikan oleh 𝜙 (𝑥) = log 𝑥 merupakan isomorfisma !
Jawaban :
Akan ditunjukkan bahwa 𝜙 homomorfisma terlebih dahulu
Ambil sebarang 𝑥, 𝑦 𝜖 𝐺, sehingga
𝜙 (𝑥) = log 𝑥
𝜙 (𝑦) = log 𝑦
𝜙 (𝑥 × 𝑦) = log 𝑥𝑦
= log 𝑥 + log 𝑦

10
= 𝜙 (𝑥) + 𝜙 (𝑦)
Jadi 𝜙 (𝑥 × 𝑦) = 𝜙 (𝑥) + 𝜙 (𝑦)
Berarti 𝜙 merupakan homomorfisma
Sekarang akan ditunjukkan bahwa 𝜙 injektif
Ambil sebarang 𝑥, 𝑦 𝜖 𝐺, sehingga
Jika 𝜙 (𝑥) = 𝜙 (𝑦) maka log 𝑥 = log 𝑦 ⟺ 𝑥 = 𝑦
Jadi 𝜙 (𝑥) = 𝜙 (𝑦) ⟺ 𝑥 = 𝑦
Berarti 𝜙 bersifat injektif
Selanjutnya akan dibuktikan bahwa 𝜙 bersifat surjektif
Ambil sebarang 𝑥 ′ 𝜖 𝐺 ′′ , pilih 𝑥 𝜖 𝐺, sehingga 𝜙 (𝑥) = 𝑥 ′
Ambil 𝑥 = 10𝑥′ maka 𝜙 (𝑥) = 10 log 10𝑥′ = 𝑥′
Jadi ∀ 𝑥 ′ 𝜖 𝐺 ′′ , ∃ 𝑥 𝜖 𝐺, 𝑥 = log 10𝑥′ ∋ 𝜙 (𝑥) = 𝑥′
Ini berarti 𝜙 bersifat surjektif
Dapat disimpulkan bahwa 𝜙 merupakan isomorfisma

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Isomorfisma Ring adalah Homomorfisma Ring yang bersifat bijektif.
Dikatakan bijektif bila fungsi tersebut injektif (fungsi satu-satu) dan surjektif
(fungsi pada).
Adapun teorema isomorfisma ring sendiri perumuman dari teorema
isomorfisma grup. Terdapat 2 teorema isomorfisma ring yaitu Teorema
Isomorfisma Ring Pertama dan Teorema Isomorfisma Ring Kedua.
3.2 Saran
Kami menyadari bahwa makalah kami belum sempurna, untuk itu kami
mengharap kontribusi pembaca untuk memberi masukan pada makalah kami,
guna untuk perbaikan pada makalah-makalah kami selanjutnya.

12
DAFTAR RUJUKAN

Arin. (2019, November). Teorema Isomorfisma Ring. Diambil kembali dari


www.scribd.id.
Diakses pada tanggal 20 November 2019 pukul 14.57 WIB
Ramadhan, D. R. (2013). Teorema Isomorfisma Ring. Diambil kembali dari
www.slideshare.net.
Diakses pada tanggal 21 November 2019 pukul 09.00 WIB
Ramiyati, M. (2017). Modul Struktur Aljabar. Cahaya Pustaka Bandung.

13