Anda di halaman 1dari 7

Dental Wax

Lilin malam banyak dipergunakan di bidang kedokteran gigi maupun di aboratorium kedokteran
gigi sebagai bahan tambahan daam pembuatanbermacam-macam restorasi. Wax adaah material
termopastik, berbentuk padat pada suhu kamar namun meleleh tanpa mengalami perubahan
secara kimia dan membentuk cairan kenta pada suhu yang ebih tinggi, penggunaan denta wax
yaitu dengan di panaskan sehingga ia akan unak dan didiamkan atau didinginkan untuk
mengeras, komposisi utama adaah minera, hewani, atau nabati.

Syarat Wax yang digunakan dalam Kedokteran Gigi

1. Stabil pada suhu mulut


2. Dapat mengisi rongga cetak
3. Non iritan dan non toksik
4. Tidak meninggalkan residu jika disiram air
5. Tidak berubah sifat fisis jika dipanaskan
6. Mudah dibentuk dalam temperatur tertentu
7. Dalam keadaan lunak dapat beradaptasi dengan permukaan lain
8. Dalam keadaan keras dapat diukir
9. Melting range cukup lama
10. Dapat dicairkan dan dipadatkan berkali-kali
11. Jika dibentuk tidak robek atau retak .

Sifat-Sifat Wax

1. Suhu transisi padat-padat


Suhu transisi padat-padat ini dapat diperoleh dengan memanaskan malam secara merata
hingga massa malam lunak dan merupakan saat yang tepat untuk memanipulasi malam. Keadaan
ini disebabkan karena kisi kristal yang stabil (orthorhombic) berubah menjadi bentuk hexagonal
yang terjadi di bawah titik cair malam. Malam yang tetap kaku pada suhu mulut mempunyai
suhu transisi padat-padat di atas suhu 370C .
2. Ekspansi dan kontraksi termis

Koefisien ekspansi termis malam lebih tinggi dari bahan kedokteran gigi lainnya. Hal ini
dapat menyebabkan kesalahan pada pola atau desain sewaktu didinginkan dari suhu cairnya ke
suhu kamar. Ekspansi dan kontraksi sewaktu pemanasan ini dapat menyebabkan hasil yang
diperoleh sedikit berbeda dari dimensi ukuran yang sebenarnya .

3. Aliran (flow)

Sifat aliran suatu malam sangat menentukan dalam menghasilkan detail cetakan yang
sempurna. Sifat aliran pada tiap tipe malam berbeda-beda sesuai dengan penggunaannya di
kedokteran gigi. Sifat aliran malam dan campuran malam meningkat apabila suhu naik sampai di
atas suhu transisi padat-padat. Pengukuran aliran pada malam tergantung dari pergeseran
molekul-molekul malam selama pergerakannya .

4. Tegangan dalam (internal stress)

Tegangan dalam adalah tegangan yang timbul pada malam yang diakibatkan adanya
pemanasan malam yang tidak merata. Malam yang mengalami internal stress akan mengalami
distorsi apabila dilakukan pemanasan ulang .

Cara Manipulasi Wax secara umum

1. Merapikan basis model dengan pisau gips, memberi identitas pada basis model dengan
pensil tinta.

2. Gambar outline dengan pensil tinta pada model, perhatikan daerah frenulum, bebaskan
daerah tersebut, jika masih belum terampil menggambar outline dengan baik bisa menggunakan
pensil biasa terlebih dahulu, dan juga jika sudah disetujui oleh instruktur bisa menebalkan outline
dengan menggunakan pensil tinta.
3. Satu lembar baseplate wax dibagi menjadi dua bagian sama besar. Satu bagian baseplate
wax digunakan untuk rahang atas dapat langsung dimanipulasi, untuk rahang bawah sebelum
manipulasi bagian baseplate wax dipotong berbentuk segitiga atau seperti huruf V.

4. Siapkan lampu spiritus dengan api yang sedang, kemudian baseplate/malam mulai
dimanipulasikan dengan cara memanaskan malam diatas lampu spiritus secara merata. Setelah
malam mencapai suhu transisi padat-padat letakkan lempeng malam diatas model kemudian
tekan-tekan dengan menggunakan ibu jari. Perhatikan saat menekan malam dengan ibu jari
jangan sampai merobek lembaran malam, jika malam menjadi keras panaskan kembali diatas
lampu spiritus.

5. Setelah semua permukaan malam menempel pada model, potong malam sesuai dengan
garis outline dengan menggunakan pisau model dan pisau malam sesuai dengan kebutuhan.
Merapikan seluruh tepi malam.

6. Hasil maksimal adalah seluruh malam dapat diaplikasikan pada model dengan ketebalan
yang sama dan tepi yang rapi sesuai garis outline, halus dan permukaannya rata.Seluruh
permukaan malam menempel rapat pada model sesuai dengan outline .

Dibagi menjadi 3 macam , yaitu :

A. Pattern wax

1. Inlay wax

Untuk ebih mudah mendapatkan bentuk yang pas dengan preparasi serta diakukan
penyemenan di daam kavitas.

Keebihan dan kekurangan :


 Warna dapat disesuaikan dengan warna gigi
 Permukaan icin
 Pembuatan dengan waktu yang sikat kurang beradaptasi
 Ketahanan dengan benturan rendah
 Mudah terepas dari gigi
2. Casting wax

Jenis iin yang digunakan untuk membuka kerangka awa poa pada gigi tiruan sebagian
dan kerangkan ogam, casting wax ebih kuat dibandingkan dengan inya wax karena jenis
wax ini tidak lembut.

Keebihan dan kekurangan :


 Stabi dengan suhu muut
 Dapat mengisi rongga cetak
 Tidak menyebabkan iritasi dan toxic
 Tidak berubah sifat fisiknya seteah dipanaskan
 Dapat mempertahankan bentuknya seteah didinginkan
 Tidak akan robek atau patah seteah dibentuk

3. Base plate wax

Baseplate wax merupakan lilin atau malam pelat landasan.Komposisinya yaitu lilin lebah
untuk memberi elastisitas, parafin, carnauba untuk memberi kekerasan dan mengatur titik
cair, zat warna estetis.Baseplate waxdiperdagangkan dalam bentuk sheet/lembaran.

Keebihan dan kekurangan:


 Mudah dimanipuasi
 Pengerjaan cepat
 Kurang kaku
 Kurang stabi dimensinya
B. Processing wax

1. Boxing wax

Boxing waxdigunakan untuk memagar/membatasi cetakan sebelum diisi/dicor dengan


gips. Dapat dibentuk tanpa pemanasan. Disediakan dalam bentuk lembaran/batangan

Keebihan dan kekurangan:


 Halus
 Permukaannya mengkilap
 Unak pada suhu ruangan 20 derajat cecius dan bertahan pada suhu 35
derajat cecius
 Bersifat lunak dan mudah di bentuk

2. Utility wax

Utility waxdapat digunakan untuk berbagai keperluan (mendukung bahan cetak, batas
perifer). Diperdagangkan dalam bentuk lembaran atau batangan (merah tua dan oranye).
Komposisinya terdiri dari lilin lebah, petroleum dan waxs softeners

Keebihan dan kekurangan:


 Mudah dibentuk
 Tidak mudah robek dan patah
 Dapat mengisi rongga cetak
 Mudah rapuh

3. Sticky wax

Sticky waxdigunakan sebagai bahan perekat. Dapat melekat baik pada gips, akrilik dan
logam. Tersedia dalam warna kuning, komposisinya mengandung resin, lilin lebah dan
getah 5ammar. Bahan ini hendaknya mudah dilepas dengan air mendidih dan memiliki
kontraksi minimal sewaktu pendinginan untuk mencegah bergeraknya bagian-bagian
yang hendak disambung.

Keebihan dan kekurangan:


 Mudah patah atau rapuh
 Keras
 Landasan untuk gigi tiruan patah
 Perekat bagian yang patah

C. Impression wax

1. Corrective wax

Corrective waxes digunakan sebagai malam lapisan untuk berkontak dan mendapatkan
detail dari jaringan lunak. Ini diklaim sebagai tipe material cetak yang merekam
membran mukosa dan jaringan dibawahnya. Corrective waxes dibuat dari hidrokarbon
waxes seperti paraffin, seresin dan lilin lebah serta metal partikel.

2. Bite wax

Bite wax digunakan secara akurat untuk merekam gigitan. Bite wax terbuat dari 28-gage
lembar casting wax atau baseplate wax yang keras, tapi lilin yang diidentifikasi sebagai
bite waxes nampaknya terbuat dari beeswax atau lilin hidrokarbon seperti paraffin atau
ceresin. Lilin ceresin bite mengandung aluminium atau partikel tembaga.

Daftar pustaka
 Bird, D.L. and Robinson, D.S., 2017. Modern Dental Assisting-E-Book. Elsevier
Health Sciences.
 Interdent. (2018). Utility Wax. [online] Available at:
http://interdent.cc/eng/utility-wax.html [Accessed 9 Jan. 2018].
 McCabe, J.F. and Walls, A.W. eds., 2013. Applied dental materials. John Wiley
& Sons.
 Phinney, D.J. and Halstead, J.H., 2003. Delmar's dental assisting: a
comprehensive approach. Cengage Learning.