Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN PENDAHULUAN

KLIEN DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN NUTRISI


DI BANGSAL AL INSAN
RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL

Disusun oleh:
Nurmaya Subekti
3210055

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


STIKES JENDRAL ACHMAD YANI
YOGYAKARTA
2011/2012
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan pendahuluan ini disahkan pada:

Hari :

Tanggal :

Yogyakarta, Januari 2012

Pembimbing Klinik Pembimbing Akademik Mahasiswa

(Arida S.kep., Ns) (Dwi Susanti, S. kep., Ns) (Nurmaya Subekti)


KONSEP DASAR KEBUTUHAN NUTRISI

A. DEFINISI

Nutrisi adalah zat-zat gizi dan zat zat lain yang berhubungan dengan
kesehatan dan penyakit, termasuk keseluruhan proses dalam tubuh manusia
untuk menerima makanan atau bahan bahan dari lingkungan hidupnya dan
menggunakan bahan bahan tersebut untuk aktivitas penting dalam tubuhnya
serta mengeluarkan sisanya.

Nutrisi dikatakan sebagai ilmu tentang makanan, zat zat gizi yang
terkandung, aksi reaksi, keseimbangan yang berhubungan dengan kesehatan
dan penyakit.

B. ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN

System tubuh yang berperan dalam pemenuhan tubuh adalah system


pencernaan yang terdiri atas saluran pencernaan dan organ asesoris. Saluran
pencernaan dimulai dari mulut sampai usus halus bagian dari distal,
sedangkan organ asesoris terdiri atas hati, kantong empedu , pangkreas.

Susunan saluran pencernaan terdiri atas

1. Oris (mulut) 6. Intestinum mayor (usus


2. Faring (tekak) halus)
3. Esophagus (kerokongan) 7. Sekum
4. Ventrikulus (lambung) – Kolon asendens
5. Intestinum minor (usus – Kolon transversum
halus): – Kolon desendens
 Duodenum (usus 12 – Kolon sigmoid
jari)
8. Rectum.
 Jejunum
 Ileum 9. Anus
C. FISIOLOGI SYSTEM PENCERNAAN

Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan zat nutrient (zat


yang sudah dicerna), air dan garam yang berasal dari zat makanan untuk
didistribusikan ke sel-sel melalui system sirkulasi.

Proses Pencernaan

Proses pencernaan yang terjadi dalam tubuh meliputi :

1. Ingesti
Ingesti merupakan proses masuknya makanan dan cairan dari
lingkungan kedalam tubuh melalui proses menelan. Tahapan dalam
proses ingestimeliputi :
a. Koordinasi otot lengan dan tangan dalam membawa makanan
masuk kedalam mulut
b. Tahap mengunyah
c. Tahap menelan
2. Digesti
Merupakan rangkaian kegiatan fisik dan kimia pada makanan yang
dibawa kedalam lambung dan usus halus. Selama proses digesti ini
terjadi penyederhanaan ukuran makanan sampai dapat diabsorbsi oleh
intestinal. Beberapa organ yang terlibat dalam proses digesti ini antara
lain mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, dan kolon.
3. Absorbsi
Merupakan proses nutrien diserap usus melalui saluran darah dan
getah bening menuju ke hepar.
4. Metabolisme
Metabolisme adalah proses akhir penggunaan makanan dalam tubuh
yang meliputi semua perubahan kimia yang dialami zat makanan sejak
diserap oleh tubuh dingga dikeluarkan oleh tubuh sebagai sampah.
5. Ekskresi
Ekskresi adalah proses pembuangan zat zat sisa metabolisme dalam
tubuh untuk menjaga keseimbangan homeostasis melalui defekasi,
miksi, diaforesis, ekspirasi.
Faktor faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi

No Faktor yang meningkatkan Faktor yang menurunkan


kebutuhan nutrisi kebutuhan nutrisi
1. Pertumbuhan yang cepat, misal Penurunan laju pertumbuhan misal
seperti pada bayi, anak anak, pada lansia
remaja, dan ibu hamil
2. Selama proses penyembuhan Penurunan Basal Metabolism Rate
atau pemulihan jaringan (BMR)

3. Aktivitas yang meningkat Hipotermi

4. Stress Gaya hidup pasif


5. Bedrest

D. KESEIMBANGAN ENERGI DAN NILAI NORMAL STATUS GIZI

Keseimbangan energi:

Energi yang dibutuhkan untuk aktifitas:


a. Istirahat = 30 kal/jam
b. Duduk = 40 kal/jam
c. Berdiri = 60 kal/jam
d. Menjahit = 70 kal/jam
e. Mencuci piring = 130 – 176 kal/jam
f. Melukis = 400 kal/jam
2. Basal Metabolism Rate (BMR)
Energi yang digunakan tubuh pada saat istirahat yaitu untuk kegiatan
fungsi tubuh.
Kebutuhan kalori basal dipengaruhi oleh :
a. Usia f. Keadaan sakit
b. Jenis Kelamin g. Keadaan hamil
c. TB dan BB h. Keadaan stress dan
d. Kelainan endokrin ketegangan.
e. Suhu lingkungan
3. Zat Gizi/Nutrisi

Zat gizi merupakan elemen penting untuk proses dan fungsi tubuh.

Elemen nutrisi/ zat gizi: karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral,


air.

1. Karbohidrat
Sumber utama energi ,1 gram Kh menghasilkan 4 kilokalori.KH yang
disimpan dalam hati berbentuk glikogen.
Glikogen adalah sintesis dari glukosa, pemecahan energi selama masa
istirahat/puasa.
2. Protein
Berfungsi sebagai pertumbuhan, mempertahankan dan mengganti
jaringan tubuh. 1 gram protein menghasilkan 4 kkal. Bentuk
sederhana adalah asam amino. Asam amino disimpan dalam jaringan
dalam bentuk hormon dan enzim. Asam amino esensial tidak dapat
disintesis dalam tubuh tetapi harus didapat dari makanan.
Jenis asam amino esensial : lisin, triptofan, fenilalanin, leusin.
Faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein

• Berat badan individu

• Aktivitas

• Keadaan pertumbuhan
– Bayi : 3 gr/kgBB

– Anak anak : 1,75 – 2,5 gr/kgBB

– Remaja – usia lanjut : 1,25 – 1,75 gr/kgBB

• Wanita hamil ditambah 10gr/hari

• Ibu menyusui ditambah 20 gr/hari

• Keadaan/kondisi kesehatan

3. Lemak
Memberikan kalori, dimana 1 kalori akan menghasilkan 9 kkal,
melarutkan vitamin sehingga dapat diserap oleh dinding usus,
memberikan asam asam lemak esensial.
4. Vitamin
Vitamin adalah bahan organik yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh
dan berfungsi sebagai katalisator proses metabolisme tubuh.
Ada 2 jenis vitamin :
a. Vitamin larut lemak (A,D,E,K)
b. Vitamin larut air (selain A, D, E, K)
5. Mineral

6. Air

Status gizi ditentukan oleh:

1. Body mass indeks (BMI / IMT)

IMT = BB (kg)/TB2 (m)

Batas ambang BMI menurut FAO membedakan antara laki-laki


(normal 20,1-25,0 ) dan perempuan (normal 18,7-23,8).

Kategori BMI

A. Kurus
kekurangan bb tingkat berat BMI < 17,0

Kekurangan bb tingkat ringan BMI = 17,0-18,5

B. Normal BMI > 18,7-25,0

C. Gemuk

Kelebihan bb tingkat ringan BMI> 25,0-27,0

Kelebihan bb tingkat berat BMI > 27,0

2. Ideal Body Weight (IBW)

Merupakan perhitungan berat badan optimal dalam fungsi tubuh yang


sehat.

BB ideal = (TB cm – 100) – 10%(TBcm-100)

D. JENIS DAN GANGGUAN DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN


NUTRISI
Secara umum, gangguan kebutuhan nutrisi terdiri atas kekurangan dan
kelebihan nutrisi, obesitas, malnutrisi, DM, hipertensi, jantung koroner,
kanker dan anoreksia nervosa.
1. Kekurangan nutrisi :
Kekurangan nutrisi merupakan keadaan yang dialami seseorang dalam
keadaan tidak berpuasa (normal) atau resiko penurunan berat badan akibat
ketidak cukupan asupan nutrisi untuk kebutuhan metabolisme.
Tanda klinis : berat badan 10-20% dibawah normal, tinggi badan di bawah
ideal, lengan tengah kurang dari 60% ukuran standar, adanya kelemahan
nyeri tekan pada otot.
Kemungkinan penyebab : disfagia karena adanya kelainan persarafan,
meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan mencerna kalori akibat
penyakit infeksi atau kanker, nafsu makan menurun.
2. Kelebihan nutrisi :
Merupakan suatu keadaan yang dialami seseorang yang mempunyai berat
badan yang berlebihan akibat asupan kebutuhan metabolisme secara
belebihan. Kemunginan penebab yaitu perubahan pola makan dan
penurunan fungsi pengecapan dan penurunan.
3. Obesitas :
Merupakan masalah peningkatuhan berat badan yang mencapai lebih dari
20% bareat badan normal. Stasus nutrisi adalah melebihi kebutuhan
metabolisme karena kelebihan asupan kalori dan penurunan
dalampenggunaan kalori.
4. Malnutrisi :
Merupakan masalah yang berhubungan dengan zat gizi pada tingkat
seluler atau bisa dikatakan sebagai masalah asupan gizi yang tidak sesuai
dengan kebutuhan tubuh.
5. Diabetes militus :
Merupkan gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan adanya
gangguan metabolisme karbohidrat akibat kekurangan insulin/gangguan
karbohidrat secara berlebihan.
6. Hipertensi :
Gangguan nutrisi yang juga disebabkan oleh berbagai masalah kebutuhan
nutrisi seperti penyebab adanya obesitas, asupan kalsium, natrium.
7. Anoreksia nevvosa :
Merupakan penurunan berat badab yang mendadak dan berkepanjangan
ditandai dengan hilangnya nafsu makan, pembekakan badan, nyeri
abdomen, kedinginan.
E. MANIFESTASI KLINIS KEKURANGAN NUTRISI

Manifestasi klinis atau tanda dan gejala nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
menurut buku saku diagnosa keperawatan NIC-NOC antara lain :

Subjektif b.Nyeri abdomen dengan atau


a.Kram abdomen tanpa penyakit.
c.Merasakan ketidakmampuan b.Diare.
untuk mengingesti makanan. c.Adanya bukti kekurangan
d.Melaporkan perubahan makanan.
sensasi rasa d.Kehilangan rambut yang
e.Melaporkan kurangnya berlebihan.
makanan. e.Bising usus hiperaktif.
f.Merasa kenyang segera f.Kurangnya minat pada
setelah mengingesti makanan. makanan.
Objektif g.Luka, rongga mulut
a.Tidak tertarik untuk makan. inflamasi.

F. PENILAIAN STATUS GIZI

1. Antropometri

Jenis parameter antropometri antara lain umur, berat badan, tinggi badan,
LLA, lingkar kepala, lingkar dada, lingkar pinggul, dan tebal lemak di
bawah kulit.

2. Biokimia

Pemeriksaan spesimen yang diuji secara laboratorium yang dilakukan pada


berbagi macam jaringan tubuh (darah,urin,tinja,hati,otot.dll).

3. Klinis

Dapat dilihat pada jaringan epithel (kulit, mata ,rambut, mukosa oral,atau
pada organ yang dekat dengan permukaan tubuh,spt kelenjar tiroid)

4. Biofisik

Adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi


(khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur jaringan.
Penggunaannya umumnya digunakan dalam situasi tertentu seperti buta
senja epidemik. Caranya dengan melakukan tes adaptasi gelap
G. ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian

Untuk menentukan status gizi seseorang dikenal dengan pengkajian


ABCDE, yaitu:

1). Pengukuran Antopometri:

Berat badan ideal: (TB- 100)*10%, lingkar pergelangan tangan, lingkar


lengan atas (Nilai normal,Wanita :28,5cm,Pria :28,3 cm), lipatan kulit
paad otot trisep (nilai normal Wanita : 16,5-18 cm,Pria :12,5-16,5 cm)

2) Biokimia (Laboratorium)

Albumin (N:4-5,5 mg/100ml), transferin (N:170-25 mg/100 ml), Hb (N:


12 mg%), BUN (N:10-20 mg/100ml), ekskresi kreatinin untuk 24 jam
(N:laki-lak1: 0,6-1,3 mg/100 ml,wanita: 0,5-1,0 mg/ 100 ml).

3) Klinik

– Rambut: kusam,kering,pudar,kemerahan,tipis,pecah/patah-patah.
– Kulit: kering, pucat, iritasi, petekhie, lemak disubkutan tidak ada.
– Bibir: kering, pecah-pecah, bengkak, lesi, stomatitis, membrane
mukosa pucat.
– Gusi: perdarahan,peradangan.
– Lidah: edema,hiperemasis.
– Gigi: karies,nyeri, kotor.
– Mata: konjungtiva pucat,kering,exotalmus,tanda-tanda infeksi.
– Kuku: mudah patah.

4). Diet.

a.Makanan kesukaan, waktu makan?

b.Apakah ada diet yang dilakukan secara khusus?


c.Adakah penurunan dan peningkatan berat badan dan berapa lama periode
waktunya?
d.Adakah status fisik pasien yang dapat meningkatakan diet seperti luka
bakar dan demam?

e.Adakah toleransi makanan/minumam tertentu?

5) Energi

2. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul

1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

2. Ketidakseimbangan nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh.

3. Rencana Keperawatan

1. Ketidakseimbangan NOC : NIC :


nutrisi kurang dari
 Nutritional Status Nutrition Management
kebutuhan tubuh yang
: food and Fluid
berhubungan dengan 1. Kaji adanya alergi
Intake
ketidakmampuan makanan
Kriteria Hasil :
pemasukan atau 2. Kolaborasi dengan ahli
mencerna makanan  Adanya gizi untuk menentukan
atau mengabsorpsi zat- peningkatan jumlah kalori dan
zat gizi berhubungan berat badan nutrisi yang
dengan faktor biologis, sesuai dengan dibutuhkan pasien.
psikologis atau tujuan 3. Anjurkan pasien untuk
ekonomi.  Berat badan ideal meningkatkan intake
sesuai dengan Fe
tinggi badan 4. Anjurkan pasien untuk
Definisi : Intake nutrisi  Mampu meningkatkan protein
tidak cukup untuk mengidentifikasi dan vitamin C
keperluan metabolisme kebutuhan nutrisi 5. Berikan substansi gula
tubuh.  Tidak ada tanda 6. Yakinkan diet yang
tanda malnutrisi dimakan mengandung
 Tidak terjadi tinggi serat untuk
Batasan karakteristik : penurunan berat mencegah konstipasi
badan yang 7. Berikan makanan yang
- Berat badan 20 %
berarti terpilih (sudah
atau lebih di bawah
dikonsultasikan dengan
ideal
ahli gizi)
- Dilaporkan adanya
8. Monitor jumlah nutrisi
intake makanan
dan kandungan kalori
yang kurang dari
9. Berikan informasi
RDA (Recomended
tentang kebutuhan
Daily Allowance)
nutrisi
- Membran mukosa
Nutrition Monitoring
dan konjungtiva
pucat 1. BB pasien dalam batas
- Kelemahan otot normal
yang digunakan 2. Monitor adanya
untuk penurunan berat badan
menelan/mengunya 3. Monitor tipe dan
h jumlah aktivitas yang
- Luka, inflamasi biasa dilakukan
pada rongga mulut 4. Monitor interaksi anak
- Mudah merasa atau orangtua selama
kenyang, sesaat makan
setelah mengunyah 5. Monitor lingkungan
makanan selama makan
- Dilaporkan atau 6. Jadwalkan pengobatan
fakta adanya dan tindakan tidak
kekurangan selama jam makan
makanan 7. Monitor kulit kering
- Dilaporkan adanya dan perubahan
perubahan sensasi pigmentasi
rasa 8. Monitor turgor kulit
- Perasaan 9. Monitor kekeringan,
ketidakmampuan rambut kusam, dan
untuk mengunyah mudah patah
makanan 10. Monitor mual dan
- Miskonsepsi muntah
- Kehilangan BB 11. Monitor kadar
dengan makanan albumin, total protein,
cukup Hb, dan kadar Ht
- Keengganan untuk 12. Monitor makanan
makan kesukaan
- Kram pada 13. Monitor pertumbuhan
abdomen dan perkembangan
- Tonus otot jelek 14. Monitor pucat,
- Nyeri abdominal kemerahan,dan
dengan atau tanpa kekeringan jaringan
patologi konjungtiva
- Kurang berminat 15. Monitor kalori dan
terhadap makanan intake nuntrisi
- Pembuluh darah 16. Catat adanya edema,
kapiler mulai rapuh hiperemik, hipertonik
- Diare dan atau papila lidah dan cavitas
steatorrhea oral.
- Kehilangan rambut 17. Catat jika lidah
yang cukup banyak berwarna magenta,
(rontok) scarlet
- Suara usus
hiperaktif
- Kurangnya
informasi.
2. Ketidakseimbangan a. Nutritional status: Weight management
nutrisi lebih dari food and fluid
1) Dorong pasien untuk
kebutuhan tubuh intake.
mengubah kebiasaan
b. Nutritional status:
Definisi: pasien makan
nutrient intake.
dengan resiko atau 2) Perkirakan BB badan
Kriteria hasil:
actual mengonsumsi ideal pasien
a. Mengerti faktor
Makanan melebihi dari 3) Diskusikan bersama
yang
kebutuhan dari pasien mengenai
meningkatkan
metabolisme tubuh. hubungan antara intake
berat badan.
Makanan, latihan,
Berhubungan dengan: b. Mengidentifioka
peningkatan BB dan
si tingkah laku
a. Kelebihan intake penurunan BB
dibawah control
b. Gaya hidup 4) Diskusikan bersama
klien
c. Perubahan kultur pasien mengenai resiko
c. Memodifikasi
d. Psikologi untuk yang berhubungan
diet dalam waktu
konsumsi tinggi dengan BB berlebih
yang lama untuk
kalori dan penurunan BB
mengontrol berat
e. Kurangnya Nutrition management.
badan.
pengetahuan 1) Kaji adanya alergi
d. Penurunan berat
tentang nutrisi Makanan
badan 1-2
f. Penurunan 2) Anjurkan pasien untuk
pounds/mgg
kebutuhan meningkatkatkan
e. Menggunakan
metabolisme intake Fe
energi untuk
g. Perubahan pola 3) Monitor jumlah nutrisi
aktivitas sehari-
kenyang akibat efek dan kandungan kalori
hari.
obat atau radiasi 4) Berikan informasi
h. Penurunan pungsi tentang kebutuhan
pengecap atau nutrisi
penciuman 5) Yakinkan diet yang
Batasan karakteristik: dimakam mengandung
a. 20% lebih berat tinggi serat untuk
dari badan ideal mencegah konstivasi
b. Pola makan yang 6) Berikan Makanan yang
berlebihan terpilih (sudah
dikonsultasikan dengan
ahli gizi).

KONSEP DASAR GASTRITIS AKUT

A. PENGERTIAN
Gastritis adalah inflamasi dari mukosa lambung. Gambaran klinis
yang ditemukan berupa dyspepsia atau indigesti. Berdasarkan pemeriksaan
endoskopi ditemukan eritema mukosa, sedangkan hasil foto memperlihatkan
iregularitas mukosa.
Gastritis merupakan peradangan mukosa lambung yang dapat bersifat
akut, kronik, difus atau local. Dua jenis gastritis yang paling sering terjadi
adalah gastritis akut dan gastritis kronik.
B. ETIOLOGI
Gastritis akut sering akibat diet yang sembarangan. Individu makan terlalu
banyak atau terlalu cepat atau makan makanan yang berbumbu atau
mengandung mikroorganisme penyebab penyakit. Penyebab lain dari
gastritis mencakup alcohol, aspirin,obat anti inflamasi non steroid (AINS),
refluks empedu dan terapi radiasi, gangguan mikrosirkulasi mukosa
lambung : luka baker, trauma, sepsis. Bentuk terberat dari gastritis akut
disebabkan oleh mencerna asam atau alkali kuat, yang dapat menyebabkan
mukosa menjadi gangrene atau perforsai. Pembentukan jaringan parut
dapat terjadi, yang menyebabkan obstruksi pylorus.
C. PATOFISIOLOGI
Merupakan respon mukosa lambung terhadap berbagai iritan local.
Endotoksin bakteri (masuk setelah menelan makanan terkontaminasi),
kafein, alcohol, dan aspirin merupakan agen – agen penyebab yang sering.
Membaran mukosa lambung menjadi edema dan hiperemik (kongesti
dengan jaringan , cairan dan darah) dan mengalami erosi superficial, bagian
ini mensekresi sejumlah getah lambung, yang mengandung sangat sedikit
asam tetapi banyak mucus. Ulserasi superficial dapat terjadi dan dapat
menimbulkan hemoragi. Mukosa lambung dapat memperbaiki diri sendiri
setelah mengalami gastritis. Kadang – kadang hemoragi memerlukan
intervensi bedah. Bila makanan pengiritasi tidak dimuntahkan tetapi
mencapai usus, dapat mengakibatkan kolik dan diare. Biasanya pasien
sembuh kira kira sehari, meskipun nafsu makan mungkin menurun 2 atau 3
hari kemudian.
D. PATHWAY

o Diet sembarangan
o Alcohol
o Makan terlalu banyak
o Aspirin
o Makan terlalu cepat
o AINS
o Makan makanan yg mengandung
o Mencerna asam atau
mikroorganisme penyebab
alkali kuat
penyakit

Mukosa lambung
ganggren atau perforasi

Erosi superficial Edema dan hiperemik

hemoragi Hematemesis dan melena

Gg. Rasa Nyaman Ketidakseimbangan Anemia


(nyeri), mual, muntah, nutrisi
kembung, sakit kepala,
malas dan anoreksia
Pucat, pusing,
conjungtiva
anemis, lemas

E. TANDA DAN GEJALA


Manifestasi klinis gastritis akut dapat bervariasi dari keluhan abdomen
yang tidak jelas, seperti, mual, sakit kepala, kembung, malas dan anoreksia
yang sering disertai muntah dan cegukan sampai gejala yang lebih berat
seperti nyeri epigastrium , muntah, perdarahan dan hematemesis.
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Diagnosis pasti ditegakkan dengan endoskopi, pemeriksaan sinar X


bagian atas dan pemeriksaan darah akan sangat membantu.
G. KOMPLIKASI
Perdarahan saluran cerna bagian atas (SCBA) berupa hematemesis
dan melena, dapat berakhir sebagai syok hemoragik. Khusus untuk
perdarahan SCBA, perlu dibedakan dengan tukak peptic. Gambaran klinis
yang diperlihatkan hampir sama. Namun pada tukak peptic penyebab
utamanya adalah infeksi Helicobacter pylori, sebesar 100% pada tukak
duodenum dan 60 – 90 pada tukak lambung.
H. PANATALAKSANAAN MEDIS
Penatalaksanaan medis dengan obat obatan untuk mengatur sekresi
asam lambung, berupa antagonis reseptor H2, inhibitor pompa proton,
antikolinergik, dan antasid. Juga ditujukan sebagai sitoprotektor, berupa
sukralfat dan prostaglandin, pembedahan darurat, gastrojejunostomi.
Sedangkan penatalaksanaan keperawatan dengan diet lambung dengan
porsi kecil dan sering, untuk menetralisasi alkali gunakan jus lemon encer
atau cuka encer, terapi cairan intravena, endoskopi fiberoptik
DAFTAR PUSTAKA

Brunner dan Suddart. 2002. Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta: EGC.

Carpenito LJ. 1987. Buku Saku Diagnosa Keperawatan. edisi 8, Jakarta: EGC.

Fundamental Of Nursing, Carol Taylor Et All, 1997, Lippincott Raven


Washington.

Fundamental Of Nursing, Concepts Process & Practice, Patricia A. Potter Et All.

McCloskey&Bulechek. 1996. Nursing Interventions Classifications. Second edisi,


By Mosby-Year book.Inc,Newyork

Medical Surgical Nursing, Critical Thinking In Client Care, Priscilla Lemone,


1996.

NANDA. 2009-2011. Nursing Diagnosis: Definitions and classification.


Philadelphia, USA

Syaifudin.2006.Anatomi Fisiologi untuk mahasiswa keperawatan.Jakarta: EGC

Third Edition, 1992, Mosby Year Book Washington.

University IOWA., NIC & NOC Project., 1991. Nursing outcome Classifications.
Philadelphia, USA

Wilkinson, Judith M. 2007. Diagnosa Keperawatan. Jakarta : EGC.