Anda di halaman 1dari 11

UNIVERSITAS INDONESIA

TUGAS KASUS

CASE: CABLETECH BELL CORPORATION (CTB)

AKUNTANSI MANAJEMEN BIAYA LANJUTAN

DOSEN: Prof. Dr. Lindawati Gani, Ak.

DISUSUN OLEH

Kelompok I:

1. Ari Budiyono/ NPM 1906456465


2. Leoni Dynka Eisano/ NPM 1906456591

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI

JAKARTA

2020
STATEMENT OF AUTHORSHIP
Kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni
hasil pekerjaan kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang kami gunakan tanpa menyebutkan
sumbernya.
Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata
ajaran lain kecuali kami menyatakan dengan jelas bahwa kami menggunakannya.
Kami memahami bahwa tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan
untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.
No Nama NPM Tanda tangan
1. Ari Budiyono 1906456465

2. Leoni Dynka Eisano 1906456591

Mata Kuliah : Akuntansi Manajemen dan Biaya Lanjutan


Judul Makalah/Tugas : Case : CABLETECH BELL CORPORATION (CTB)
Tanggal : 25 Februari 2020
Dosen : Prof. Dr. Lindawati Gani, Ak.
Ringkasan Kasus

Cable Tech Bell Corporation (CTB) bergerak di bidang industri telekomunikasi. CTB memiliki 2
divisi: Phone division dan Cable Service Division. Phone division memproduksi telepon melalui
beberapa pabrik di Midwest. Lini produksinya berupa telepon tombol rumah berharga murah sampai
ponsel berkualitas tinggi. Cable service division menjalankan bisnis jasa TV kabel di Ohio.
Produknya berupa layanan basic (25 tv chanel), enhanced ( basic plus 15 tv channel dan 2 movie
channel), dan premium (basic plus 25 tv channel dan 3 movie channel).

Aktivitas Cable service division pada Maret:

Basic Enhanced Premium


Sales (unit) 50.000 500.000 300.000
Price per unit $16 $30 $40
Unit cost:
Directly traced $3 $5 $7
Driver traced $2 $4 $6
Allocation $10 $13 $15
Unit cost terbagi menjadi: 70% production, dan 30% marketing and customer service.Direct labor cost
merupakan satu-satunya driver traced. Pada dasarnya, divisi-divisi ini hanya menggunakan
menentukan unit cost dengan menghitung producyion cost saja. Marketing dan customer service cost
adalah permintaan manajer penjualan dengan hasil studi khusus.

Presiden CTB puas dengan performa divisi Cable tech service. Namun demikian, Phone division
menunjukan penurunan penjualan. Performa Phone division bulan Maret sebagai berikut:

Inventories
Materials, march 1st $23.000
Materials, March 31st 40.000
WIP, March 1st 130.000
WIP, March 31st 45.000
Finished goods, march 1st 480.000
Finished goods, march 31st 375.000
Cost
Direct labor $117.000
Plant and equipment depreciation 50.000
Materials handling 85.000
Inspection 60.000
Scheduling 30.000
Power 30.000
Plant supervision 12.000
Manufacturing engineering 21.000
Sales commission 120.000
Salary, sales supervisor 10.000
Supplies 17.000
Warranty work 40.000
Rework 30.000
Selama maret, phone division melakukan pembelian material sejumlah $312.000. Supplies dicatat
terpisah dengan material. Total penjualan phone division adalah $1.170.000 untuk bulan maret.

Dari transkrip pembicaraan, diketahun bahwa masalah yang timbul adalah laba perusahaan yang
turun. Hal ini disebabkan bahwa ada kompetitor yang mampu menjual ponsel yang mampu
memproduksi ponsel dengan biaya lebih murah dan dengan kualitas sama atau lebih tinggi. Saran dari
retailer adalah untuk menurunkan harga jual 10-15%.

Masalah lain adalah adanya inefisiensi akibat banyaknya cost of quality misalnya rework dan
warranties. Sarannya adalah untuk memotong biaya tersebut 70-80% sehingga pelanggan puas dengan
kualitas produk.

Menurunkan harga jual tanpa menghemat cost of production tidak akan menguntungkan. Sarannya
adalah untuk menghitung ulang cost per unit sehingga tidak ada overprice. Cost accounting system
telah digunakan bertahun-tahun sementara banyak perubahan dan penambahan lini bisnis sehingga
sudah tidak sesuai.

Diyakini bahwa activity based costing adalah pendekatan terbaik. Berikut data 15 bulan ke belakang:

Overhead Direct labor cost


$360.000 $110.000
300.000 100.000
350.000 90.000
400.000 100.000
320.000 90.000
380.000 100.000
300.000 90.000
280.000 90.000
340.000 95.000
410.000 115.000
375.000 100.000
360.000 85.000
340.000 85.000
330.000 90.000
300.000 80.000
Walaupu sudah ada driver yang ditentukan, itu belum menunjukkan biaya sebenarnya. Kemudian
dicoba untuk menemukan driver lain dengan data 10 bulan sebagai berikut:

Material-handling cost Number of moves


$80.000 1.500
60.000 1.000
70.000 1.250
72.000 1.300
65.000 1.100
85.000 1.700
67.000 1.200
73.500 1.350
83.000 1.400
84.000 1.700
Tidak diragukan bahwa number of moves merupakan driver yang baik. Masalahnya, karena batch
besar dan kecil menggunakan number of moves yang sama, maka ada beberapa overcosting pada
produk yang high-volume.

Perusahaan memiliki 15 inspectors yang digaji $4.000 per bulan. Masing masing bekerja 160 jam
inspeksi per bulan namun tampaknya hanya efektif 80%.
Kemuadian, perusahaan mengalokasikan cost ke kedua produk (reguler dan deluxe) dengan
mengggunakan 4 aktivitas: rework, moving material, inspection, dan other manufacturing activities.

Informasi cost driver:

Activity Expected cost Driver Activity capacity


Other activities $2.000.000 Direct labor dollar $1.250.000
Moving materials 900.000 Number of moves 18.000
Inspecting 720.000 Inspection hour 24.000
Reworking 380.000 Rework hour 3.800
Total overhead cost $4.000.000

Expected activity demand

Regular deluxe
Units completed 100.000 40.000
Direct labor dolar $875.000 $375.000
Number of moves 7.200 10.800
Inspection hour 6.000 18.000
Rework hour 1.900 1.900

Pertanyaan:

1. Lakukan 2 jenis perhitungan unit cost pada Cable Service Divisions! Tujuan manajerial apa
yang disediakan oleh perhitungan ini?
2. Diskusikan makna dari tiga cost categories: direct tracing, driver tracing, dan allocation!
Berdasarkan cara melakukan assigt cost, menurut Anda Cable service division menggunakan
functional based atau activity based costing?
3. Diskusikan perbedaan cable service division’s roduct dengan phone division’s product!
4. Siapkan income statement Cable Tech service division bulan Maret!
5. Siapkan income statement Phone Division untuk Maret! Masukkan supporting cost of good
manufactures statement!
6. Jelaskan mengapa cost accounting yang digunakan phone division sudah usang! Faktor apa
yang menentukan perlunya untuk menerapkan cost accounting yang baru?
7. Dengan metode least-square hitung dua formula cost:
- Overhead dengan driver direct labor cost
- Material handling cost dengan driver number of moves

Beri komentar terkait observasi Jacob Carder mengenai outcomes

8. Bagaimana anda menjelaskan cost behavior dari inspection activity? Asumsikan bahwa
manajer pengendalian mutu mengimplementasikan program yang mengurangi jumlah unit
yang rusak sebesar 50 persen. Karena peningkatan kualitas, permintaan untuk jam
pemeriksaan juga akan turun sebesar 50 persen. Apa potensi penurunan bulanan biaya
pemeriksaan? Bagaimana pengetahuan tentang perilaku biaya pemeriksaan ini membantu?
9. Hitung biaya overhead per unit untuk masing-masing model ponsel menggunakan direct labor
cost untuk assign semua biaya overhead produk!
10. Hitung biaya overhead per unit menggunakan empat activities dan driver yang diidentifikasi
oleh Kim dan Jacob. Jika Anda menjadi Kim, apakah Anda akan cenderung menerapkan
sistem ABC berdasarkan bukti dari uji coba?
11. Apabila seseorang mendesak Kim untuk melihat berdasarkan aktivitas costing waktu-driven
(TDABC) dan bukan ABC, apa keuntungan menggunakan pendekatan TDABC?

Jawaban

1. Dua perhitungan unit cost pada Cable Service Division


Budgeted overhead
Unit cost Basic Enhanced Premium
Directly traced $3 $5 $7
Driver traced $2 $4 $6
Allocation $10 $13 $15
Total $15 $22 $28
Actual overhead
Basic Enhanced Premium
Production (70%) $10,5 $15,4 $19,6
Sedangkan marketing dan customer services (30%) masuk dalam operating expenses.

Tujuan manajerial menggunakan kedua perhitungan ini:


a. Budgeted overhead digunakan untuk mengalokasikan overhead ke masing masing produk
sehingga diperoleh nilai yang tepat dalam melakukan penentuan harga jual produk. Karena
untuk melakukan tagihan ke customer, belum dapat dihitung besarnya actual overhead
karena belum semua tagihan masuk ke catatan pelaporan akuntansi.
b. Actual overhead digunakan untuk menghitung under/over applied FOH guna mengambil
keputusan mengenai penentuan harga pada penjualan selanjutnya.
2. Makna dari ketiga cost categories:
a. Direct tracing: adalah menempatkan suatu biaya yang secara nyata dapat langsung
diidentifikasi dan diperhitungkan dengan suatu produk atau jasa. Contoh: material yang
digunakan yang digunakan pada produk A(direct material).
b. Driver tracing: adalah menghitung biaya ke sebuah produk atau jasa tertentu dengan
menggunakan sebuah driver yang digunakan sebagai dasar perhitungan. Driver yang
digunakan biasanya merupakan faktor yang sangat mempengaruhi besarnya biaya pada suatu
proses. Contoh: machine hour, labor hour, dll.
c. Allocation: mengalokasikan biaya yang tidak berhubungan langsung ke produk atau jasa
dengan menggunakan metode tertentu. Misalnya: biaya listrik, biaya promosi.

Berdasarkan alokasi yang digunakan, Cable service division menggunakan functional cost. Hal
ini dapat dilihat dari pengalokasian cost yang dilakukan. Cable service division membagi alokasi
FOH menjadi 2 berdasarkan fungsi bisnis yaitu: production dan customer service. Berbeda
dengan activity based costing yang membagi alokasi FOH berdasarkan tahapan aktivitas.

3. Perbedaan produk
Cable service division Phone division
- Menjual jasa - Menjual produk
- Tidak ada inventory - Ada inventory
- Variasi produk ada 3 jenis: basic, - Banyak variasi reguler dan deluxe
enhanced, dan premium - Cost driver per aktifitas
- Cost driver per fungsi

4. Income statement.
Data penjualan
Basic Enhanced Premium
Sales (unit) 50.000 500.000 300.000
Price per unit $16 $30 $40
Total sales $800.000 $15.000.000 $12.000.000
$27.800.000

Data Cost of Production


Basic Enhanced Premium
Sales (unit) 50.000 500.000 300.000
Cost per unit $10,5 $15,4 $19,6
Total cost $525.000 $7.700.000 $5.880.000
$14.105.000

Data operating expense


Basic Enhanced Premium
Sales (unit) 50.000 500.000 300.000
Operating cost per unit (30% dari $4,5 $6,6 $8,4
budgeted overhead)
Total operating cost $225.000 $3.300.000 $2.520.000
$6.045.000

Income Statement
Cable Tech Service Division
March 20xx
Sales $27.800.000
COGS ($14.105.000)
Gross profit $13.695.000
Operating expenses ($6.045.000)
Net income $7.650.000

5. Membuat income statement phone division


Perhitungan COGM
Direct material:
Beg. Inventory $23.000
Add: Purchase 312.000
Available for use 335.000
Less: ending inventory (40.000)
Used materials 295.000
Direct Labor 117.000
Overhead:
Plant & equipment depreciation 50.000
Materials handling 85.000
Inspection 60.000
Scheduling 30.000
Power 30.000
Plant supervision 12.000
Manufacturing engineering 21.000
Supplies 17.000
Rework 30.000 335.000
Total manufacturing cost 747.000
Add: WIP beginning 130.000
Less: WIP ending (45.000)
COGM $832.000

Income Statement

Phone Division
March 20xx
Sales $1.170.000
Less COGS:
Beginning Finished Good Inventory $480.000
Add: COGM $832.000
COG Available for sale $1.312.000
Less: Ending Finished Good Inventory (375.000) ($937.000)
Gross Margin $233.000
Less Operating Expense
Operating expense ($170.000)
Income before tax $63.000

6. Penerapan sistem cost accounting yang dilakukan oleh phone division telah dilakukan selama
lebih dari 10 tahun. Sistem cost accounting yang digunakan selama ini adalah metode single
based cost dengan hanya menggunakan satu cost driver yaitu direct labor hour. Seiring
berjalannya waktu, perusahaan tidak hanya memproduksi satu jenis produk saja. Perusahaan
telah menghasilkan beragam produk. Adanya berbagai perbedaan macam-macam produk ini
menyebabkan sistem cost accounting yang digunakan menjadi usang, sebab sistem single
based cost tidak lagi relevan untuk menentukan biaya berbagai jenis produk. Selain
bertambahnya keragaman produk, sistem internal yang semakin kompleks karena
pertambahan pegawai juga menjadi hal yang diperhitungkan dalam pergantian sistem cost
accounting yang digunakan. Hal ini memicu perusahaan untuk mengganti sistem cost
accountingnya menjadi actual product cost. Pergantian sistem cost accounting ini akan
terbantu dengan adanya kemajuan teknologi sehingga mempermudah perusahaan untuk
menentukan biaya secara lebih akurat. Sistem cost accounting ini harus berubah sesuai
dengan kebutuhan perusahaan.

7. A) Dengan metode least-square, menghitung overhead dengan driver direct labor cost

Metode least square menggunakan persamaan garis regresi sebagai berikut:


Y = F + VX
Dengan menggunakan regresi atau metode least square melalui program Ms. Excel, maka
hasilnya diperoleh sebagai berikut :

Regression Statistics
Multiple R 0.61704
R Square 0.380739
Adjusted R Square 0.333103
Standard Error 31620.71
Observations 15
ANOVA
df SS MS F
Regression 1 7.99E+09 7.99E+09 7.992748
Residual 13 1.3E+10 1E+09
Total 14 2.1E+10
Coefficients Standard Error t Stat P-value
Intercept 105837.7 84283.94 1.255728 0.231316
X Variable 1 2.505236 0.886136 2.827145 0.014268

Dengan demikian, maka dapat formula dapat dibuat sebagai berikut:


Overhead = 105.837,7 + (2,5 x direct labor dollar)

B) Dengan metode least-square, menghitung material handling cost dengan driver number of
moves
Berdasarkan penggunaan rumus regresi atau metode least square melalui program Ms. Excel,
hasilnya diperoleh sebagai berikut :

Regression Statistics
Multiple R 0.95028
R Square 0.903033
Adjusted R Square 0.890912
Standard Error 2879.832
Observations 10

ANOVA
df SS MS F
Regression 1 6.18E+08 6.18E+08 74.50204
Residual 8 66347449 8293431
Total 9 6.84E+08
Coefficients Standard Error t Stat P-value
Intercept 26011.22 5628.128 4.621647 0.001707
X Variable 1 35.5102 4.114045 8.631457 2.52E-05

Dengan demikian, maka dapat formula dapat dibuat sebagai berikut:


Material handling cost = 26.011,22 + (35,5 x direct labor dollar)

8. Total biaya aktivitas pemeriksaan = $ 720.000


Total Jam Inspeksi untuk Produk Model Regular = 6.000 jam
Total Jam Inspeksi untuk Produk Model Deluxe = 18.000 jam
Total jam untuk keseluruhan inspeksi = 24.000 jam
Maka, biaya per inspeksi sebagai berikut : 720.000/24.000 = $30 / Inspeksi
Total biaya Inspeksi untuk Produk Model Regular = 6.000 jam x $30 = $180.000
(menghasilkan 100.000 unit)
Total biaya Inspeksi untuk Produk Model Deluxe =18.000 jam x $30 = $540.000
(menghasilkan 40.000 unit)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa besarnya biaya tak mempengaruhi banyaknya
unit yang berhasil diproduksi. Biaya pemeriksaan tersebut lebih berpengaruh terhadap
kualitas produk dari masing-masing telepon yang diproduksi.

CTB mempekerjakan 15 orang inspektur dengan kapasitas inspeksi 160 jam, sehingga
Total jam yang digunakan untuk inspeksi = 160 jam x 15 orang = 2.400 jam

Berdasarkan laporan bulan Maret, terdapat total biaya inspeksi bulan Maret sebesar $ 60.000,
sehingga
Biaya inspeksi per jam = $60.000 / 2.400 jam = $25
Maka, biaya inspeksi per orang adalah = $25 x 160 jam = $4.000

Pada prakteknya, aktivitas inspeksi hanya memakai 80% dari jam tersebut.
Jika total jam yang diprediksi adalah 2.400 jam, maka jam aktualnya = 80% x 2.400 jam =
1920 jam

Maka biaya inspeksi per bulan adalah = $25 x 1920 jam = $ 48.000
Sehingga, total inspektur yang dibutuhkan = $48.000/$4.000 = 12 orang
Hal ini menyebabkan terjadinya kelebihan biaya (overcosting) pada aktivitas inspeksi sebesar
$12.000 (diperoleh dari $4000 x 3 orang)

9. Menghitung biaya overhead per unit untuk masing-masing model telepon menggunakan
direct labor cost untuk assign semua biaya overhead produk.

Overhead rate = $4.000.000/$1.250.000 = 3,2

Reguler Deluxe
Overhead Cost
3,2 x $875,000 $2,800,000
3,2 x $375,000 $1,200,000
Divide by Unit
÷100,000 ÷ 40,000
completed
Biaya Overhead per
$28 $30
unit
10. Menghitung biaya overhead per unit menggunakan empat activities dan driver yang
diidentifikasi oleh Kim dan Jacob. Jika Anda menjadi Kim, apakah Anda akan cenderung
menerapkan sistem ABC berdasarkan bukti dari uji coba

Activity Overhead Cost Reguler Deluxe


Rework : 380.000/3.800 100 x $1.900 $190.000
= 100 100 x $1.900 $190.000
Moving : 900.000/18.000 50 x $7.200 $360.000
= 50 50 x $10.800 $540.000
Inspecting: 30 x $6.000 $180.000
720.000/24.000 = 30 30 x $18.000 $540.000
Other activities : 1,6 x $875.000 $1.400.000
2.000.000/1.250.000 =
1,6 1,6 x $375.000 $600.000

Total Overhead Cost $2.130.000 $1.870.000


Unit Completed 100.000 40.000

Method Regular Deluxe


Traditional/FBC $28 $30
ABC $21,3 $46,75

Apabila menjadi Kim, kami akan cenderung menggunkan merode tradisional daripada metode
ABC sebab metode tradisional menghasilkan biaya yang lebih rendah.

11. Keuntungan dari sistem TDABC adalah sebagai berikut :


- TDABC dapat lebih mengurangi biaya dengan menghilangkan kebutuhan untuk
mengumpulkan data driver yang sebenarnya
- Lebih efisien dalam proses dan penggunaan kapasitas
- Dapat digunakan di berbagai industri
- TDABC mampu menyesuaikan ketika ada perubahan dalam aktivitas dan biaya driver.=
- TDBAC mampu membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik