Anda di halaman 1dari 7

● Iskemia

Iskemia adalah simtoma berkurangnya aliran darah yang dapat menyebabkan perubahan
fungsional pada sel normal. Iskemia berasal dari bahasa Yunani,
ischaimía (isch-akar yang menunjukkan pembatasan atau penipisan atau untuk membuat
atau tumbuh tipis / ramping, haema-darah), sehingga iskemia dapat diartikan sebagai
pembatasan dalam suplai darah ke jaringan, menyebabkan kekurangan oksigen dan
glukosa yang diperlukan untuk metabolisme sel (untuk menjaga agar jaringan tetap hidup).
Iskemia umumnya disebabkan oleh permasalahan dengan pembuluh darah, dengan hasil
kerusakan atau disfungsi jaringan. Ini juga berarti anemia lokal di bagian tertentu dari tubuh
kadang-kadang diakibatkan kemacetan (seperti vasokonstriksi, trombosis atau emboli).
Iskemia yang lama dapat menyebabkan kematian otot atau nekrosis. Keadaan nekrosis
yang berlanjut dapat menyebabkan kematian otot jantung (infark miokard). Ventrikel kiri
merupakan ruang jantung yang paling rentan mengalami iskemia dan infark, hal ini
disebabkan kebutuhan oksigen ventrikel kiri lebih besar untuk berkontraksi. Metabolisme
anaerobik sangat tidak efektif selain energi yang dihasilkan tidak cukup besar juga
meningkatkan pembentukan asam laktat yang dapat menurunkan pH sel (asidosis).

● Pengertian Iskemia
Iskemia adalah suatu keadaan kurangnya aliran darah ke organ tubuh tertentu, yang
mengakibatkan organ tersebut kekurangan oksigen. Iskemia menyebabkan terjadinya
defisiensi nutrisi dan oksigen pada jaringan atau organ tubuh yang sangat diperlukan untuk
membantu proses metabolisme sel. Seluruh organ tubuh dapat mengalami kondisi ini. Jika
tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kematian sel.

● PENGERTIAN
Iskemia adalah suatu kondisi atau keadaan kurangnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu.
Akibatnya bagian tersebut kekurangan oksigen. Hal ini dapat terjadi di bagian mana pun dari
tubuh.

Padahal, salah satu komponen penting yang dibutuhkan tubuh manusia untuk dapat bekerja
dengan baik adalah adanya oksigen. Oksigen diantarkan ke seluruh bagian tubuh oleh
pembuluh darah baik yang besar maupun yang kecil.

Iskemia dapat menyebabkan terjadinya defisiensi nutrisi dan oksigen pada jaringan atau
organ tubuh yang sangat diperlukan untuk membantu proses metabolisme sel. Kondisi ini
harus segera ditangani, karena jika dibiarkan dapat menyebabkan kematian sel.

● Jenis Iskemia
Ternyata, tidak hanya satu, ada beberapa jenis iskemia yang perlu kamu tahu, seperti
berikut ini.

Iskemia Tungkai
Iskemia yang terjadi pada bagian tungkai biasanya terkait dengan gangguan kesehatan
arteri perifer atau adanya penumpukan plak pada bagian arteri di tungkai. Gejalanya adalah
rasa sakit atau nyeri pada bagian tungkai meski tidak beraktivitas atau sedang beristirahat.
Selain itu, bagian kaki menjadi lebih lemah dan dingin, karena kurangnya asupan darah
pada bagian tubuh tersebut, berubahnya warna ujung jari menjadi lebih hitam, berubahnya
tekstur kulit pada tungkai menjadi lebih mengilap dan halus, serta luka yang tidak bisa
sembuh.

Iskemia Usus
Jenis iskemia ini terjadi jika usus tidak mendapatkan cukup asupan darah untuk
melangsungkan proses pencernaan. Iskemia usus bisa saja terjadi mendadak atau akut,
tetapi bisa sangat lambat atau bersifat kronis. Gejala yang muncul umumnya adalah
sembelit, mual, muntah, perut menjadi kembung dan terasa nyeri antara 15 menit hingga 1
jam setelah kamu makan, tetapi bisa segera hilang. Jika sifatnya usus, nyeri perut, mual,
dan muntah terjadi secara mendadak.

Iskemia Jantung
Lalu, ada pula iskemia jantung, terjadi ketika pembuluh darah arteri pada jantung mengalami
gangguan parsial atau keseluruhan. Kondisi ini bisa mengakibatkan terjadinya gangguan
pada detak jantung, bahkan bisa membuat kamu mengalami serangan jantung.

Gejalanya biasanya nyeri pada dada seperti sedang ditekan sesuatu, diikuti dengan rasa
nyeri pada bagian rahang, leher, lengan, atau bahu, perubahan detak jantung yang menjadi
lebih cepat, napas menjadi sesak terutama ketika sedang beraktivitas berat, banyak
berkeringat, tubuh lemas, dan sering muntah.

Iskemia Otak
Terakhir adalah iskemia otak yang menjadi penyebab terjadinya stroke karena terhambatnya
suplai darah dan oksigen pada otak. Gejalanya adalah lumpuhnya sebagian badan, posisi
wajah yang tidak simetris sebelah kanan dan kiri, terjadinya masalah pada penglihatan,
vertigo, hilangnya koordinasi dan kesadaran.

● Faktor Risiko Iskemia


Beberapa faktor risiko iskemia, antara lain:
Mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes, hipertensi, hipotensi, kolesterol tinggi,
obesitas, gangguan pembekuan darah, anemia sel sabit, penyakit celiac, dan gagal jantung.
Memiliki kebiasaan merokok.
Mengalami kecanduan alkohol.
Menyalahgunakan NAPZA.
Jarang melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga.

● Penyebab Iskemia
Penyebab iskemia yang sering terjadi adalah aterosklerosis, yaitu plak yang sebagian besar
mengandung lemak dan menghambat aliran darah. Lama-kelamaan arteri yang terhambat
dapat mengeras dan menyempit (aterosklerosis). Kondisi lain yang juga dapat menimbulkan
iskemia adalah bekuan darah yang terbentuk dari pecahan plak dan berpindah ke pembuluh
darah yang lebih kecil, sehingga dapat menghentikan aliran darah secara tiba-tiba.

● Penyebab iskemia
Jantung iskemia dapat disebabkan oleh banyak hal, termasuk juga faktor genetik yang
merupakan faktor potensial seseorang mengalami penyakit ini. Jika kamu memiliki anggota
keluarga yang mempunyai riwayat gagal jantung, kamu mempunyai kemungkinan mengidap
jantung iskemia. Faktor-faktor penyebab jantung iskemia lainnya yaitu:

Pecandu rokok.
Mengonsumsi makanan dengan kolesterol tinggi dan mengandung banyak garam.
Kurang bergerak dan malas berolahraga.
Obesitas.
Stres.
Kurang istirahat.
Faktor risiko dari penyakit kronis lain.

● Gejala Iskemia
Gejala iskemia bergantung pada organ tubuh yang terkena, seperti pada:

Jantung, akan timbul gejala serangan jantung.

Otak, akan timbul gejala stroke.

Tungkai bawah, akan timbul gejala critical limb ischemia, yang ditandai dengan nyeri pada
tungkai bawah.

Usus, akan timbul gejala mesenteric ischemia.

Gejala-gejala di atas umumnya dialami oleh pengidap iskemia. Namun, tak semua organ
tubuh yang mengalami iskemia akan menunjukkan gejala (silent ischemia).

● Diagnosis Iskemia
Dokter akan mendiagnosis iskemia dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan
fisik, serta pemeriksaan penunjang, antara lain:

Pemeriksaan darah, untuk memeriksa kadar kolesterol dalam darah dan profil pembekuan
darah.

Elektrokardiografi (EKG), untuk merekam aktivitas listrik jantung,

Ekokardiografi, untuk melihat struktur bentuk dan gerakan jantung.

Angiografi, pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat tingkat keparahan hambatan pada
pembuluh darah.

● Ada pula pemeriksaan iskemia berdasarkan organ tubuh yang mengalaminya.


Misalnya:

Iskemia pada jantung, meliputi CT scan untuk melihat kemungkinan penyakit jantung
koroner, serta tes tekanan (stress test) dengan menggunakan EKG dan treadmill saat
pengidap melakukan aktivitas fisik.
Iskemia pada usus, di sini dokter akan menggunakan USG Doppler untuk memeriksa lebih
jauh aliran pembuluh darah.

Iskemia pada otak, yaitu dengan CT scan untuk memastikan iskemia menyebabkan
kematian jaringan otak.

Iskemia pada tungkai, meliputi tes tekanan darah pada pergelangan kaki untuk
membandingkan tekanan darah pada lengan dan kaki (ankle-brachial index), serta USG
Doppler untuk mengetahui kondisi hambatan pada arteri di tungkai.

● Pengobatan Iskemia
Pengobatan iskemia bergantung pada penyebab yang mendasarinya. Jika disebabkan oleh
sumbatan, penanganan terhadap sumbatan tersebut perlu dilakukan terlebih dulu agar
darah dapat kembali mengalir dengan lancar, sesuai dengan area tempat terjadi sumbatan.
Caranya adalah dengan:

Konsumsi obat-obatan untuk mencegah terjadinya penggumpalan darah. Obat yang


dikonsumsi contohnya antikoagulan. Obat ini umumnya diberikan untuk waktu yang lama
pada kasus iskemia akut.

Pembedahan, yang dapat dilakukan untuk menghilangkan gumpalan massa yang menjadi
penghambat peredaran darah, untuk memulihkan organ tubuh yang mengalami iskemia.

● Pengobatan Iskemia
Pengobatan pada iskemia intinya adalah bagaimana cara meningkatkan aliran darah pada
organ yang mengalami hambatan. Pengobatannya bergantung pada area lokasi terjadinya
iskemia.

Pengobatan Iskemia Jantung


Pengobatan untuk iskemia jantung mempunyai tujuan agar aliran darah ke otot jantung
menjadi lancar. Salah satu penanganannya dilakukan dengan mengonsumsi obat seperti
aspirin, yang berfungsi untuk mencegah terjadinya darah membeku di arteri yang
menyempit. Lalu, antihipertensi yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah. Selain
itu, obat penurun kolesterol agar tidak adanya timbunan lemak di arteri jantung.

Pengobatan Iskemia Otak


Untuk iskemia pada otak, dapat diobati dengan pemberian tissue plasminogen activator
(TPA) agar tidak terjadi penggumpalan pada darah. Cara mengobati iskemia otak ini
dilakukan dengan syarat dan ketentuan tertentu, sehingga tidak dapat sembarangan.
Contohnya adalah setelah pengidap mengalami stroke. Selain TPA, ring dapat dipasang
untuk membuka arteri yang menyempit karena plak.

Pengobatan Iskemia Usus


Pada iskemia usus, harus segera dilakukan penanggulangan, karena dapat berakibat
kerusakan usus secara permanen. Hal ini dapat dilakukan melalui langkah untuk
melebarkan pembuluh darah dan pemasangan ring, operasi bypass, atau pun
endarterektomi trans-aorta agar plak pada dinding arteri hilang.
● Komplikasi Iskemia
Iskemia yang dibiarkan tanpa penangan bisa menimbulkan masalah lainnya. Beberapa
komplikasi iskemia, antara lain amputasi tungkai, stroke, atau serangan jantung.

● Pencegahan Iskemia
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah iskemia, antara lain:

Berolahraga atau melakukan aktivitas latihan fisik secara rutin.

Mengonsumsi makanan kaya serat dan antioksidan.

Beristirahat dengan cukup dan berkualitas.

Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

● Apa itu iskemia?


Iskemia adalah kondisi medis di mana jaringan atau organ tubuh mengalami kekurangan
pasokan darah. Kekurangan pasokan darah tersebut terjadi karena adanya masalah pada
pembuluh darah sehingga distribusi darah terhambat.

Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam darah terdapat zat-zat gizi, senyawa penting, dan
oksigen yang sangat dibutuhkan oleh sel-sel yang ada di dalam seluruh jaringan tubuh.
Ketika suatu jaringan kekurangan hal-hal tersebut, maka akan terjadi kematian sel.

Sel-sel yang mati bisa menyebabkan masalah yang lebih besar lagi. Jika terjadi pada
jantung, maka bisa menyebabkan serangan jantung bahkan stroke. Oleh karena itu,
kenalilah lebih dalam lagi tentang iskemia.

● Penyebab iskemia
Iskemia tidak terjadi begitu saja melainkan ada hal yang menjadi penyebabnya. Penyebab
iskemia adalah adanya sumbatan yang biasanya plak-plak lemak pada pembuluh darah.
Apabila sumbatan lemak di dalam pembuluh darah terus berlangsung, maka akan terjadi
aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah kondisi pembuluh darah yang mengalami penyempitan dan kekakuan
akibat adanya sumbatan. Selain itu, iskemia juga bisa terjadi karena adanya gumpalan
darah yang berubah letak ke pembuluh darah yang lebih kecil. Akibatnya, pembuluh darah
tersebut semakin menyempit yang membuat aliran darah terhambat bahkan berhenti total.

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang bsia meningkatkan peluang terjadinya iskemia:
Aktivitas merokok
Ketergantungan alkohol
Penyalahgunaan obat-obatan
Obesitas atau berat berlebih
Kurang latihan fisik
Pola diet yang buruk (tinggi lemak atau tinggi garam)

● Jenis-jenis iskemia
Berdasarkan tempat terjadinya iskemia, terdapat tiga jenis iskemia. Ketiga jenis iskemia
tersebut di antaranya adalah iskemia jantung, iskemia otak, dan iskemia usus. Berikut ini
adalah penjelasannya.

1. Iskemia jantung
Iskemia jantung adalah kondisi kekurangan pasokan darah jantung karena adanya
hambatan aliran pada pembuluh arteri di jantung. Hambatan aliran pembuluh arteri di
jantung ini bisa sebagian dan bisa juga terhambat total.

Kejadian iskemia jantung memiliki beberapa gejala iskemia jantung yang sangat kentara di
bagian jantung, seperti:

Peningkatan detak jantung


Sensasi tekanan pada bagian dada
Kesulitan bernapas
Nyeri leher dan bahu bahu
Produksi keringat berlebih
Kelelahan otot dan lemas
2. Iskemia otak
Iskemia otak adalah kondisi medis di mana pasokan darah termasuk oksigen pada
pembuluh arteri di otak mengalami hambatan. Hambatan pembuluh arteri di otak bisa
menyebabkan kematian sel-sel otak.

Berikut ini adalah beberapa gejala iskemia otak:

Pusing atau sakit kepala


Gangguan komunikasi
Gangguan penglihatan
Keanehan pada penampakan wajah
Kurang berungsinya koordinasi tubuh
Kelemahan atau kelumpuhan pada sebagian tubuh
3. Iskemia usus
Iskemia usus adalah masalah medis akibat terhambatnya pembuluh arteri di usus. Hal
tersebut akan mengganggu sistem pencernaan. Ada dua tipe iskemia usus, yaitu iskemia
usus akut dan iskemia usus kronis.

Di bawah ini adalah beberapa gejala iskemia usus:


Sakit pada bagian perut
Perut kembung
Rasa mual tiba-tiba
Sulit buang air besar

● Pengobatan iskemia
Tujuan pengobatan iskemia adalah untuk mengembalikan kelancaran aliran di dalam
pembuluh darah sehingga pasokan darah bisa kembali cukup. Pengobatan iskemia harus
disesuaikan dengan jenisnya.

1. Pengobatan iskemia jantung


Pengobatan iskemia jantung memerlukan obat-obatan yang mampu menurunkan kolesterol,
mencegah penempelan gumpalan darah pada pembuluh, melebarkan pembuluh darah, dan
menurunkan tekanan darah.
Pada terapi medis non obat, pengbatan iskemia jantung bisa dilakukan dengan tindakan
operasi bypass pada jantung. Tujuannya operasi tersebut adalah untuk membuat alternatif
aliran pembuluh darah sehingga tidak terhambat.

2. Pengobatan iskemia otak


Pengobatan iskemia otak adalah dengan memberikan pasien tissue plasminogen activator
(TPA). Zat tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah gumpalan darah. Selain itu, perlu
juga untuk menggunakan obat antikoagulan.

3. Pengobatan iskemia usus


Iskemia usus bisa diobati dengan cara melebarkan pembuluh darah. Selain itu, pengobatan
iskemia usus juga bisa dilakukan dengan tindakan pemasangan ring atau tindakan operasi
bypass.