Anda di halaman 1dari 18

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Sekolah : SMA AL - AZHAR
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/Genap
Materi Pokok : Pengolahan Minyak Bumi

A. KOMPETENSI INTI
K I 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
K I 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
K I 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitifberdasarkan rasaingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni,budaya,dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,dan peradaban terkait penyebabfenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural padabidang kajianyang
spesifik sesuai denganbakat dan minatnyauntuk memecahkan masalah
K I 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.
B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
KD Indikator
3.2 Memahami proses 3.2.1 Menafsirkan bagan penyulingan bertingkat
pembentukan dan teknik untuk menjelaskan dasar dan teknik pemisahan
pemisahan fraksi-fraksi
fraksi-fraksi minyak bumi.
minyak bumi serta
kegunaannya. 3.2.2 Membedakan kualitas bensin berdasarkan
bilangan oktan dalam kehidupan sehari-hari.
3.2.3 Menyebutkan kegunaan minyak bumi dalam
kehidupan sehari-hari.
4.2 Menyajikan hasil 4.2.1 Mengkomunikasikan proses pembentukan dan
pemahaman tentang proses teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta
pembentukan dan teknik
kegunaannya.
pemisahan fraksi-fraksi
minyak bumi beserta
kegunaannya.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui metode pembelajaran Small Group Discussion (SGD), diharapkan siswa terlibat
aktif dalam proses belajar mengajar, memiliki sikap rasa ingin tahu, teliti dalam
melakukan pengamatan, bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, disiplin
dalam mengumpulkan tugas dalam materi minyak bumi.
D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Fakta
 Minyak bumi sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti bensin,
LPG, aspal dan lain sebagainya. Minyak bumi tidak serta muncul langsung
begitu saja seperti air. Proses pembentukan minyak bumi membutuhkan waktu
yang sangat lama dan proses pengolahannya yang rumit dan panjang untuk
dapat digunakan manusia.
2. Konsep
 Proses pembentukan minyak bumi.
 Proses pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi.
3. Prinsip
 Proses pembentukan minyak bumi.
 Fraksi-fraksi minyak bumi dan kegunaannya.
 Mutu bensin dan bilangan oktan
4. Prosedur
 Minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan tumbuh-tumbuhan makroskopis
dan mikroorganisme yang hidup di laut disebut plankton. Plankton-plankton
tersebut mati tenggelam ke dasar laut dan mengalami proses pembusukan.
Karena pengaruh suhu dan tekanan yang tinggi akhirnya berubah menjadi
minyak bumi.
 Senyawa-senyawa yang terkandung dalam minyak bumi antara lain: senyawa
alkana, senyawa sikloalkana, senyawa aromatic, dan sedikit senyawa belerang,
nitrogen, oksigen dan organo logam.
 Pemisahan komponen-kompoen penyusun minyak bumi berdasarkan
perbedaan titik didihnya (destilasi bertingkat).
 Dari proses destilasi dihasilkan fraksi-fraksi minyak bumi dan fraksi yang
terpenting adalah bensin.
a. Senyawa-senyawa golonngan alkena dan alkuna lebih banyak
dimanfaatkan sebagai bahan baku industry daripada untuk bahan
bakar.
b. Dengan memanfaatkan ikatan rangkap yang dimiikinya, alkena dapat
direaksikan dengan sesama alkena atau senyawa lain dengan cara
reaksi adisi, sehingga terbentuklah senyawa turunannya.
c. Alkena dan turunannya (termasuk senyawa karbon yang lain)
mempunyai peranan yang sangat penting di segala bidang.
5. Metakognitif
 Siswa dapat mengetahui dan mengkaitkan proses pembentukan minyak bumi
membutuhkan waktu yang lama dan pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi
menggunakan teknik pemisahan destilasi bertingkat.
E. METODE
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model : Kooperatif
3. Metode : Ceramah Interaktif dan SGD.
F. MEDIA
1. Media : PPT dan video tentang minyak bumi.
2. Alat : Laptop, LCD, Speaker, Papan Tulis, Spidol, Penghapus.
3. Bahan : Buku Ajar Kurikulum 2013

G. SUMBER BELAJAR
Muhail. 2014. Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI. Surakarta: Penerbit Mefi Caraka.
Riandi Hidayat, dkk. 2014. Panduan Belajar Kimia 2A SMA Kelas XI. Yudhistira.
Sudarmo, Unggul. 2014. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
H. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu

A. Pendahuluan 15 Menit
1) Guru memberikan salam pembuka dan mempersilahkan siswa untuk berdoa
sebelum mulai kegiatan belajar. (PPK religious and sosial)
2) Guru melakukan absensi kehadiran siswa. (PPK sosial)
3) Siswa merespon salam dan pertanyaaan dari guru berhubungan dengan
kondisi dan absensi. (PPK sosial)
4) Guru memberikan motivasi dan apersepsi sebelum pembelajaran dimulai
yaitu “sebagai apersepsi, guru dan siswa bersama-sama meninjau kembali
materi pada pertemuan sebelumnya tentang proses pembentukan minyak
bumi dan komponen-kompnennya. Minyak bumi yang diambil dari perut
bumi tersebut merupakan minyak mentah. Sehingga perlu dipisahkan dari
campuran lain dan diolah menjadi minyak jadi. Bagaimana cara
memisahkannya? ”(HOTS dan Critical Thinking)
5) Guru memberikan informasi tujuan kegiatan pembelajaran yang akan
dilakukan yaitu “Pada pertemuan ini, kita akan mempelajari fraksi-fraksi
pemisahan inyak bumi dan kegunaannya melalui metode pembelajaran
Small Group Discussion (SGD), Sehingga diharapkan kalian terlibat aktif
dalam proses belajar mengajar”. (Communication)
B. Inti 65 Menit
 Siswa diminta untuk berkelompok sesuai dengan kelompok yang
dibentuk kemarin oleh guru. (PPK Sosial, Tanggung Jawab dan
Communication)
1) Mengamati / Memperhatikan
 Siswa diminta untuk membaca literature materi proses pemisahan
fraksi-fraksi minyak bumi dan kegunaan minyak bumi. (Literasi,
Critical Thinking and HOTS)
 Siswa diminta untuk mengamati video yang ditampilkan tentang proses
pemisahan minyak bumi. (Critical Thinking and HOTS)
 Siswa memperhatikan penjelasan yang guru sampaikan. (PPK Mandiri,
Disiplin dan Communication)
2) Menanya
 Guru membuat pertanyaan dari literature yang telah dibaca atau dari
video yang telah ditampilkan tentang proses pemisahan fraksi-fraksi
minyak bumi. (HOTS and Critical Thinking)
 Siswa bertanya kepada guru materi tentang yang belum dipahami. (PPK
Mandiri, Collaboration dan Communication)
3) Mengeksplorasi / Mengumpulkan Informasi / Eksperimen
 Siswa diminta untuk merangkum materi proses pemisahan fraksi-fraksi
minyak bumi dari video yang telah ditonton dengan anggota
kelompoknya masing-masing. (PPK Mandiri, Disiplin dan tanggung
jawab)
 Siswa diminta untuk mengerjakan lembar kerja tentang fraksi-fraksi
minyak bumi. (PPK Mandiri, Disiplin dan tanggung jawab)
4) Mengasosiasi
 Siswa menuliskan jawaban dari hasil diskusi yang telah dilakukan
dalam sebuah kertas folio atau buku tugas. (PPK Mandiri,
Collaboration and Creativity)
5) Mengkomunikasikan
 Setiap kelompok mendiskusikan hasil jawabannya kepada anggota
kelompoknya. (Communication and Collaboration)
 Setiap perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di
depan kelas. (Communication)
1.) Penutup 10 menit
1.) Guru dan siswa merangkum kesimpulan kegiatan pembelajaran yang telah
dilakukan. (PPK Disiplin dan Collaboration)
2.) Guru memberitahukan materi yang dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
(Communication)
3.) Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan doa dan mengucapkan salam.
(PPK religious dan sosial)

LAMPIRAN 1

MATERI PEMBELAJARAN

MINYAK BUMI
Minyak bumi merupakan campuran hidrokarbon yang terbentuk berjuta-juta
tahun dari dekomposisi bertahap hewan dan tumbuh-tumbuhan. Biasanya minyak
bumi berada di bawah permukaan tanah. Minyak kasar dibawa ke permukaan bumi
melalui pengeboran dari dalam tanah dan pemompaan untuk pemanfaatannya. Minyak
kasar dibawa ke permukaan bumi melalui pengeboran dari dalam tanah dan
pemompaan untuk pemanfaatanya. Minyak kasar harus dikilang (refining) melalui
destilasi atau penyulingan bertingkat untuk memperoleh jenis bahan bakar tertentu.
1) Komponen Minyak Bumi
Minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan hewan, tumbuh-tumbuhan dan
jasad-jasad renik yang tertimbun bersama endapan lumpur, pasir, dan zat-zat
lainnya selama jutaan tahun yang lalu. Komponen-komponen utama penyusun
minyak bumi adalah senyawa-senyawa hidrokarbon, baik yang alfatik (alkana),
siklik (sikloalkana) maupun aromatik.
Jenis Senyawa Persentase Contoh Senyawa
(%)
 Hidrokarbon 90-99 Alkana, sikloalkana, dan aromatis
 Belerang 0,1-7 Tioalkana (R – S – R), alkanatiol (R – S –
 Oksigen 0,06-0,4 H)

 Nitrogen 0,01-0,9 Asam karboksilat (R – COOH)


 Organologam < 0,01 Pirol (C4H5N)
Senyawa-senyawa dari logam Ni dan V

2) Pengolahan Minyak Bumi


Ada beberapa macam proses pengolahan minyak bumi, yaitu :
a. Destilasi
Proses ini disebut juga penyulingan minyak bumi, yaitu proses pemisahan
fraksi-fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan titik didih. Namun destilasi
pada minyak bumi dinamakan destilasi bertingkat, karena menggunakan
beberapa tingkat suhu pendinginan atau pengembunan.minyak mentah yang
didestilasi dipanaskan pada suhu hingga 370°C.
Beberapa fraksi minyak bumi yang dihasilkan dari destilasi bertingkat
antara lain :
o Gas alam (16°C – 30°C)
o Bensin (30°C - 80°C)
o Nafta (110°C - 195°C)
o Kerosin (minyak tanah) (170°C - 290°C)
o Solar (260°C - 350°C)
o Minyak pelumas (oli) (300°C - 370°C)
o Residu (lilin,aspal) (>370°C)
b. Cracking
Proses pemecahan hidrokarbon molekul-molekul besar dalam fraksi minyak
bumi menjadi molekul yang lebih kecil. Contoh : pengubahan solar menjadi
minyak tanah.
c. Reforming
Pengubahan bentuk molekul bensin yang bermutu rendah (banyak
mengandung hidrokarbon rantai lurus) menjadi bensin yang bermutu baik
(banyak mengandung hidrokarbon rantai bercabang)
d. Polimerisasi
Proses penggabungan molekul-molekul kecil dalam minyak bumi menjadi
molekul yang lebih besar. Contoh penggabungan isobutena dengan isobutana
menjadi isooktana yang merupakan komponen bensin bermutu tinggi.
e. Treating
Proses pemurnian minyak bumi dengan menghasilkan zat-zat pengotornya
yaitu pengotor yang menimbulkan bau tidak sedap, lumpur, belerang, dsb.
f. Blending
Proses pencampuran minyak bumi dengan zat-zat aditif agar kualitasnya
lebih baik.

3) Gambar Destilasi Bertingkat

4) Kegunaan Minyak Bumi


Pada abad ke-20 komoditi minyak bumi menjadi semakin penting, baik
dalam bidang ekonomi, industri maupun dalam bidang lainnya. Pentingnya
minyak bumi disebabkan berbagai bahan industri dibuat dari komponen minyak
bumi dan gas alam, bahan-bahan dan zat-zat yang dibuat dan berasal dari minyak
bumi disebut petrokimia. Bahan dasar industri petrokimia dapat diklasifikasikan
menjadi dua kelompok zat petrokimia, yaitu:
a) Bahan dasar induk adalah kelompok bahan atau zat yang langsung berasal
dari minyak bumi, gas alam atau batu bara. Contohnya: metana, etena, etuna
(asetilen), arang, propuna, butuna, benzene, toluena, xilena, naftalen dan
kokas.
b) Untuk bahan dasar turunan adalah zat-zat ini dibuat dari zat-zat bahan dasar
induk. Contohnya: plastic, serat sintetis, karet buatan, dan obat-obatan.
5) Mutu Bensin
Bensin merupakan fraksi minyak bumi yang paling dibutuhkan manusia saat
ini. Komponen utama penyusun bensin yaitu n-heptana dan iso-oktana.
Peningkatan kuantitas dan kualitas bensin dalam pengolahan minyak bumi
dilakukan melalui proses kertakan (cracking) dan reformasi fraksi-fraksi bertitik
didih tinggi. Kualitas bensin ditentukan berdasarkan bilangan oktan, yaitu angka
yang menunjukkan persentase isooktana dalam bensin. Bilangan oktan 100 berarti
bensin tersebut setara dengan isooktana murni dalam hal sifat pembakaran.
Sedangkan bilangan oktan 0 berarti bensin tersebut setara dengan heptana murni.
Bilangan oktan 75 berarti bensin tersebut terdiri dari 75% isooktana dan 25%
heptana. Semakin tinggi bilangan oktan, semakin baik kualitas bensin tersebut.
Bensin premium memiliki bilangan oktan 85, dan bensin super memiliki bilangan
oktan 98. Dimungkinkan diperoleh bilangan oktan lebih dari 100 karena beberapa
senyawa memiliki karakteristik bakar lebih baik daripada isooktana.
TUGAS KIMIA
“PENGOLAHAN MINYAK BUMI”

Disusun Oleh :
1. Amirotul Insiyyah ( 01 )
2. Anisaul Khasanah ( 02 )
3. Farhana Walidaini ( 10 )
4. Syarif Hidayatulloh ( 24 )

SMA AL - AZHAR MENGANTI - GRESIK


TP . 2019 - 2020
DAFTAR ISI
KataPengantar…………………………………………………………………… i
Daftar Isi …………………………………………………………………………ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ……………………………………………….
B. Rumusan Masalah………………………………………………………
C. Tujuan ………………………………………………………………….
D. Manfaat…………………………………………………………………
BAB II PEMBAHASAN
A. Proses Pengolahan Minyak Bumi………………………………………
B. Destilasi ………………………………………………………………..
C. Cracking…………………………………………………………………
D. Reforming………………………………………………………………
E. Treating…………………………………………………………………
F. Blending………………………………………………………………..
BAB III
A. Kesimpulan…………………………………………………………..
B. Saran………………………………………………………………….
C. Daftar Pusaka…………………………………………………………
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Minyak Bumi adalah salah satu sumber energi yang paling berperan dalam
kehidupan manusia Minyak Bumi merupakan salah satu sumber energi yang paling sering
digunakan oleh manusia. Berdasarkan model OWEM ( OPEC World Energy Model ) ,
permintaan Minyak Dunia pada periode jangka menengah (2002-2010) diperkirakan
meningkat sebesar 12 juta barel per hari (bph) menjadi 89 juta bph atau tumbuh rata - rata
1,8% per tahun. Sedangkanpada periode berikutnya (2010-2020), permintaan naik menjadi
106 juta bph dengan pertumbuhan sebesar 17 juta bph.
Tak hanya untuk bahan bakar mesin, namun minyak bumi juga digunakan
untuk suber energi dalam memasak, bahkan lilin pun terbuat dari minyak bumi. Minyak bumi
berasal dari sisa sisa tumbuhan dan hewan yang telah mati kemudian diuraikan oleh tanah,
sehingga Sumber Daya Alam ini tergolong lambat dalam pembaharuan, sehingga dapat
dikategorikan sumber daya alam tak terbaharui.. minyak bumi yang telah diolah an
dimanfaatkan oleh manusia contohnya seperti pelumas, plastik, karet, bahan bakar minyak,
bitumen, lilin, pestisida, cat.
Minyak bumi merupakan senyawa hidrokarbon. Sifat dan karakteristik
dasar minyak bumi inilah yang menentukan perlakuan selanjutnya untuk mengolah minyak
bumi itu. Hal ini juga akan memengaruhi produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak
tersebut. Maka dari itu pengetahuan tentang minyak bumi sangat penting, mengingat SDA
yang paling banyak digunakan initidak dapat diperbaharui sehingga kita harus berusaha
mencari alternatif dan berusaha menghemat minyak bumi ini.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana Proses pengelolaan Minyak Bumi ?
2. Apa yang dimaksud dengan pengelolahan minyak bumi secara Destilasi ?
3. Apa yang dimaksud dengan pengelolahan minyak bumi secara Cracking ?
4. Apa yang dimaksud dengan pengelolahan minyak bumi secara Reforming ?
5. Apa yang dimaksud dengan pengelolahan minyak bumi secara Alkilasi dan Polimerasai ?
6. Apa yang dimaksud dengan pengelolahan minyak bumi secara Treating ?
7. Apa yang dimaksud dengan pengelolahan minyak bumi secara Blending ?
C. Tujuan
Untuk memenuhi Tugas Kimia dan untuk memperdalam materi tentang proses
pengelolahan minyak bumi.
D. Manfaat
Untuk menambah wawasan kepada pembaca bagaimana proses pengelolahan minyak
bumi.
Bab II
PEMBAHASAN

A. Proses Pengolahan Minyak Bumi

Minyak Bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan laut. Minyak bumi
diperoleh dengan membuat sumur bor. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam
kapal tanker atau dialirkanmelalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilung minyak.
Minyak mentah (cude oil) berbentuk cairan kental hitam dan berbau kurng sedap.
Minyak mentah belum dapat digunakan sebagai bahan bakar maupun untuk keperluan
lainnya, tetapi harus diolah terlebih dahulu. Minyak mentah menganfung sekitar 500 jenis
hidrokarbon dengan jumlah atom c-1 sampai 50. Titik didih hidrokarbon meningkat seiring
bertambahnya jumlah atom C yang berada idalam molekulya. Oleh karena itu, pengolahan
minyak bumi dilakukan melalui destilasi bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan ke
dalam kelompok - kelompok ( fraksi ) dengan titik didih yang mirip
Secara umum proses pengolahan minyak bumi digambarkan sebagai berikut :
1. Minyak Mentah
2. Penyimpanan
3. Penghilangan Garam
4. Destilsi Frasinasi
5. Fraksi berat dan ringan
6. Proses hidrokarbon Craking, reforming, pemurnian, percampuran
7. Produk akhir minyak bumi
Proses Pengolahan Minyak Bumi dibedakan menjadi berikut :
1. DESTILASI
Destilasi adalah pemisahan fraksi - fraksi minyak bumi berdasarkan perbedaan
titik didihnya. Minyak mentah mengandung campuran senyawa hidrokarbon yang
memiliki titik didih bervarias, mulai dari metana ( CH 4 ) yang memiliki titik didih
paling rendah hingga residu yang memiliki titik didih paling tinggi sehingga tidak
teruapkan pada pemanasan misalnya parafin, lilin, dan aspal.
2. CRACKING
Cracking dilakukan untuk menguraikan mollekul - molekul senyawa hidrokarbon
yang besar menjadi molekul - molekul senyawa yang lebih kecil. Dua cara proses
cracking, antara lain :
A. Proses cracking dengan menggunakan suhu tinggi dan tekanan yang rendah,
B. Proses cracking dengan menggunakan bubuk katalis platina atau molibdenum
oksida.
3. REFORMING
Reforming dilakukan untuk mengubah bentuk molekul bensin yang bermutu
kurang baik (rantai karbon lurus) menjadi bensin yang bermutu lebih baik ( rantai
karbon bercabang ) .
4. POLIMERISASI
Polimerisasi dilakukan untuk menggabungkan molekul kecil menjadi molekul
besar
5. TREATING
Treating dilakukan untuk memurnikan minyak bumi dengan cara menghilangkan
pengotor - pengotornya. Proses treating meliputi:
A. copper sweetening dan doctor treating berupa proses penghilangan pengotor yang
dapat menimbulkan bau tidak sedap.
B. acid treatment berupa proses penghilangan lumpur dan perbaikan warna
C. Desulfurizing ( desulfurasi ) berupa proses penghilangan unsur belerang
6. BLENDING
Bensin merupakan contoh hasil minyak bumi yang banyak digunakan didunia.
Untuk memperoleh kualitas bensin yang baik, dilakukan blending ( pencampuran ) .
Terdapat sekitar 22 bahan pencampur ( zat aditif ) yang dapat ditambahkan ke dalam
proses pengolahannya. Bahan-bahan pencampur tersebut, antara lain tetraethyllead
(TEL), Methyl Tetier Buthyl Ether (MTBE), etanol , dan metanol . Penumbuhan zat
aditif ini dapat meningkatkan bilangan oktan ( bensin mutu baik ).

B . Keuntungan dan Kerugian

A. Keuntungan
Minyak bumi memmiliki beberapa keuntungan saat di kelola d antaranya
adalah :

 Pengelolahan dari minyak bumi dan gas alam sebenarnya dilakukan dengan beerapa cara
yang sangat ringan di bandingkan dengan pengelolahan yang d lakukan untuk sumber
daya lain uang juga memiliki pengaruh besar untuk kehidupan manusia
 Minyak bumi sebenarnya sangat mempengaruhi dalam proses pendistribusian sehingga
sumber pngelolahan dari pusat pengelolah dilakuka dengn jaringan pipa yang kemudian
di tanamka dalam pusat pengelolahan air sumber dayayang lain .
 Minyak bumi sebenarnya meiliki beberapa manfaat dalam pembangunan pembangkit
tenga listrik karena memiliki sistem penyaluran bahan bakar yang cukup ringan dan juga
cukup cepat serta dalam proses yang mudah. Bahkan dala sistem untuk pembangkit
tenaga listrik bisa di lakukan di kawasan manapun.
B. Kerugian
Walapun sangat banyak keuntungannya ada beberapa kerugian dari
pengolhan bahan bakar diantaranya adalah :

 Sumber daya minyak bumi dan gas memerlukan waktu yang ckup lma dalam proses
membentuknya kembali. Karena minyak bumi sebenarny memiliki sifat skalo pakai yang
tidak baik. Sehingga sumber minyak bumi bisa habis kapanpun.
 Dlam proses pengolhan bisa menimbulkn beberapa efek buruk untuk kesehtan dan
membuat pemanasan global karena menimbulka polusi dan pencemaran.
 Pengolahannya jugamembutuhkan biaya yang tidak edikit sehingga aka menghabiskan
dana yang banyak di bndingkan dengan bebrapa proses pengolahan lainnya yg ada dari
sumber daya mnusia.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari isi diatas dapat kami simpulkan bahwa Minyak Bumi adalah salah
satu Sumber Daya Alam dengan berbagai manfaat. Terbentuk dari berbagai fosil
yang diuraikan oleh bumi.tersusun dari Alkana, Alkena, Hidrokarbon, Aromatik,
Sikolalkana, dan beberapa senyawa lain. Diolah dengan proses Destilasi Bertingkat
untuk menghasilkan berbagai produk namun karena jumlahnya terbatas sehingga
kita perlu menghematnya. Ditambahnya polusi hasil pembakaran olahannya yang
tidak begitu ramah lingkungan. Adapun beberapa Sumber Daya Alam Alternatif
yang bila diolah dengan baik, akan tidak kalah dengan Minyak Bumi.
B. Saran
Sebaiknya pemerintah dapat mengolah minyak bumi dengan sebaik mungkin.