Anda di halaman 1dari 8

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

1. Rasio Likuiditas
current ratio = aktiva lancar
kewajiban jangka pendek
= Rp. 3.358.766
Rp. 1.812.433
= Rp.

Rasio ini dinyatakan dengan desimal dan menunjukkan kemampuan perusahaan membayar
kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar. Atau berapa banyak aktiva lancar yang
tersedia untuk menutupi tiap rupiah kewajiban jangka pendek. Rasio diatas menunjukan
bahwa tiap rupiah kewajiban jangka pendek dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp.

quick ratio = aktiva lancar – persediaan


kewajiban jangka pendek
= Rp. 3.358.766 – Rp. 925.492
Rp. 1.812.433
= Rp.

Rasio ini dinyatakan dengan desimal dan menunjukkan kemampuan perusahaan membayar
kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar. Atau berapa banyak aktiva lancar yang
tersedia untuk menutupi tiap rupiah kewajiban jangka pendek. Rasio diatas menunjukan
bahwa tiap rupiah kewajiban jangka pendek dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp.

rasio persediaan terhadap = persediaan


modal kerja bersih aktiva lancar - kewajiban jangka pendek
= Rp. 925.492
Rp. 3.358.766 - Rp. 1.812.433
= Rp.

Rasio ini dinyatakan dengan desimal dan menunjukkan kemampuan perusahaan membayar
kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar. Atau berapa banyak aktiva lancar yang
tersedia untuk menutupi tiap rupiah kewajiban jangka pendek. Rasio diatas menunjukan
bahwa tiap rupiah kewajiban jangka pendek dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp.

rasio kas = kas – setara kas


kewajiban jangka pendek
= Rp. 530.969
Rp. 1.812.433
= Rp.

Rasio ini dinyatakan dengan desimal dan menunjukkan kemampuan perusahaan membayar
kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar. Atau berapa banyak aktiva lancar yang
tersedia untuk menutupi tiap rupiah kewajiban jangka pendek. Rasio diatas menunjukan
bahwa tiap rupiah kewajiban jangka pendek dijamin dengan aktiva lancar sebesar Rp.

RASIO LIKUIDITAS 2018 PENJELASAN


1. Current ratio % Tiap Rp. 100,- utang jangka pendek tahun
2017 di jamin dengan aktiva lancar Rp.
2. Quick ratio % Tiap Rp. 100,- utang jangka pendek tahun
2017 di jamin dengan aktiva lancar Rp.
3. Rasio persedian terhadap % Tiap Rp. 100,- utang jangka pendek tahun
modal kerja bersih. 2017 di jamin dengan aktiva lancar Rp.
4. Rasio kas % Tiap Rp. 100,- utang jangka pendek tahun
2017 di jamin dengan aktiva lancar Rp.

2. Rasio Aktivitas
perputaran persediaan = beban pokok persediaan
persediaan
= Rp. 41.037.000
Rp. 925.492
= kali

Rasio ini dinyatakan dengan desimal dan menyatakan berapa kali rata-rata persediaan barang
jadi berputar atau terjual dalam satu periode waktu, biasanya setahun. Rasio diatas
menunjukkan bahwa dalam tahun 2016 persediaan mengalami perputaran sebanyak kali.
hari persediaan = persediaan
beban pokok persediaan/360
= Rp. 925.492
Rp. 41.037.000/360
= hari

Hasil persediaan dinyatakan dengan desimal yang menunjukkan jumlah hari atau panjangnya
periode yang diperlukan untuk menyimpan persediaan digudang persediaan yang dimiliki
perusahaan dalam satu periode waktu tertentu. Rasio diatas menunjukkan bahwa tiap rupiah
persediaan rata-rata tersimpan di gudang perusahaan selama hari.

perputaran modal kerja bersih = penjualan bersih


modal kerja bersih
= Rp. 10.048.153
Rp. 1.849.299
= kali

Perputaran modal kerja bersih dinyatakan dengan desimal dan menunjukkan tingkat
afektivitas penggunaan modal kerja bersih dalam menghasilkan penjualan. Rasio diatas
menunjukkan bahwa tiap rupiah modal kerja bersih rata-rata berputar sebanyak kali selama
tahun 2016

perputaran aktiva = penjualan


total aktiva
= Rp. 10.048.153
Rp. 3.876.021
= kali

Rasio ini dinyatakan dengan desimal dan digunakan untuk mengukur penggunaan seluruh
aktiva peusahaan, sekaligus mengukur jumlah penjualan yang diperoleh dengan
menggunakan tiap rupiah aktiva. Rasio di atas menunjukkan bahwa tiap rupiah aktiva dapat
menghasilkan penjualan sebesar Rp. atau untuk menghasilkan Rp.1,- penjuaan diperlukan
aktiva sebesar Rp.

periode rata – rata penagihan piutan = penjualan


total aktiva tetap
= Rp. 10.048.153
Rp. 170.453
= kali

Rasio ini dinyatakan dengan desimal dan digunakan unt uk mengukur penggunaan seluruh
aktiva peusahaan, sekaligus mengukur jumlah penjualan yang diperoleh dengan
menggunakan tiap rupiah aktiva. Rasio di atas menunjukkan bahwa tiap rupiah aktiva dapat
menghasilkan penjualan sebesar Rp. atau untuk menghasilkan Rp.1,- penjuaan diperlukan
aktiva sebesar Rp.
periode rata – rata penagihan piutang = piutang usaha
penjualan tahun berjalan/360
= Rp. 1.353.523
Rp. /360
= 49,63 hari

Rasio ini dinyatakan dengan hari dan menunjuk kan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk
merealisasikan hasil penjualan menjadi kas. Untuk mengukur kewajarannya, hasil
perhitungan rasio ini dapat dibandingkan dengan termin kredit rata-rata yang diberikan oleh
persuahaan kepada para pelanggannya. Hasil perhitungan rasio diatas menunjukkan bahwa
tiap rupiah penjualan rata-rata beredar sebagai piutang di tangan pelanggan selama 49,63
hari.
perputaran piutang usaha = penjualan kredit tabungan
pitang usaha
= Rp. 9.880.580
Rp. 1.362.181
= 7,25 kali

Perputaran piutang usaha dinyatakan dengan desimal dan menunjukkan berapa kali piutang
berputar dalam satu periode waktu tertentu, biasanya setahun. Rsio di atas menunjukkan
bahwa tiap ruiah hasil penjualan kredit akan beredar di tangan pelanggan selama 360 hari/
7,25 kali Atau7,25 hari. Bandingkan dengan hasil peritungan rasio untuk periode ratarata
penagihan piutang di atas.
periode utang usaha = utang usaha
pembelian tahunan/360
= Rp. 2.521.046
Rp. 3.272.794/360
= 277 hari

Periode tersebut dinyatakan dengan hari dan menunjukkan ratarata panjangnya waktu dalam
hari yang diperlukan sebuah perusahaan untuk membayar utang yang berasal dari pembelian
kreditnya. Rasio di atas menunjukkan bahwa tiap rupiah utang usaha akan di lunasi setelah
umur 277 hari
hari kas = kas
penjualan bersih tahunan/360
= Rp. 9.447.735
Rp. 9.880.580/360
= 344 hari

Jumlah hari kas dinyatakan untuk menunjukkan jumlah hari yang merupkan periode lamanya
kas rata-rata tersimpan di tangan pada tingkatan penjualan saat ini. Rasio di atas
menunjukkan bahwa tiap rupiah hasil penjualan akan mengendap di dalam kas perusahaan
selama 344 hari.
RASIO AKTIVITAS 2018 PENJELASAN
1. Peputaran persediaan 2,03 x Selama tahun 2017 terjadi 0,52 x
pergantian persedian di gudang.
2. Hasil persediaan 176,49 x Tiap rupiah persediaan menggendap
digudang selama 0.02 hari
3. Perputaran modal kerja 1,65 x Tiap rupiah modal kerja bersih berputar
bersih sebnayak 101 x atau menggendap rata-rata
14 hari
4. Perputaran aktiva 0,27 x Tiap rupiah nilai aktiva berputar sebanyak
0,69 x
5. Perputaran aktiva tetap 0,58 x Tiap rupiah aktiva tetap berputar sebanyak
1,69 x
6. Periode rata-rata 49,63 hari Tipa rupiah piutang usaha tertangih dalam
penagihan piutang waktu 0,09 hari
7. Perputaran piutang dagang 7,25 x Tiap rupiah piutang usaha akan tertagih
sebanyak 0,06 x
8. Periode utang usaha 277 hari Tipa rupiah utnag usaha akan di lunasi
dalam waktu 0,01 hari
9. Hari Kas 344 x Tiap rupiah kas hasil penjualan akan
menggendap di kas perusahaan selama 0,01
hari.

3. Rasio Profitabilitas
margin laba bersih (%) = laba bersih setelah pajak
penjualan bersih
= Rp. 1.203.312
Rp. 9.880.580
= Rp. 0,12

Rasio diatas menunjukkan bahwa tiap rupiah penjualan menghasilkan laba setelah pajak
sebesar 0,12%
margin laba bruto (%) = penjualan – beban pokok penjualan
penjualan bersih
= Rp. 9.880.580 - Rp. 6.675.662
Rp. 9.880.580
= Rp. 0,32

Rasio diatas menunjukkan bahwa tiap rupiah penjualan menghasilkan laba setelah pajak
sebesar Rp. 0,32 atau untuk menghasilkan Rp. 1,- laba setelah pajak diperlukan penjualan
sebesar Rp. 0,32%

return on investment (ROI) (%) = laba bersih setelah pajak


total aktiva
= Rp. 1.203.312
Rp. 35.403.329
= Rp. 0,03

Rasio diatas menunjukkan bahwa tiap rupiah penjualan menghasilkan laba setelah pajak
sebesar Rp. 0,03, atau untuk menghasilkan Rp. 1,- laba setelah pajak diperlukan penjualan
sebesar Rp. 0,03%

return on ekuitas (ROE) = laba bersih setelah pajak


ekuitas pemegang saham
= Rp. 1.203.312
Rp. 5.985.469
= 0,20

Rasio diatas menunjukkan bahwa tiap rupiah penjualan menghasilkan laba setelah pajak
sebesar Rp. 0,20, atau untuk menghasilkan Rp. 1,- laba setelah pajak diperlukan penjualan
sebesar Rp. 0,20%

laba per saham (EPS) = laba bersih setelah pajak


penjualan saham biasa
= Rp. 1.203.312
Rp. 9.880.580
= Rp. 0,12

Rasio diatas menunjukkan bahwa tiap rupiah penjualan menghasilkan laba setelah pajak
sebesar Rp. 0,12, atau untuk menghasilkan Rp. 1,- laba setelah pajak diperlukan penjualan
sebesar Rp. 0,12%

RASIO PROFITABILITAS %Rp PENJELASAN


1. Margin laba bersih 0,12% Tiap Rp. 100,- penjualan tahun 2017
menghasilkan laba bersih Rp. 0,12,-
2. Margin laba bruto 0,32% Tiap Rp. 100,- penjualan tahun 2017
menghasilkan laba bruto Rp. 0,32,-
3. Return on invesmwnt 0,03% Tiap Rp. 100,- investasi tahun 2017
(ROI) menghasilkan laba Rp. 0,03,-
4. Return on ekuitas (ROE) 0,20% Tiap Rp. 100,- ekuitas tahun 2017
menghasilkan laba bersih Rp. 0,20,-
5. Laba per saham (EPS) Rp. 0,12 Tiap lembar saham tahun 2017
menghasilkan laba bersih Rp. 0,12

4. Rasio Utang
rasio kewajiban terhadap aktiva = total kewajiban
total aktiva
= Rp. 13.795.529
Rp. 35.403.329
= 0,38

Rasio kewajiban terhadap aktiva dinyatakan dalam presentase. Mengukur sampai sebesar
besar dana pinjaman yang digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan. Rasio di atas
menunjukkan bahwa tiap rupiah kewajiban dijamin dengan aktiva sebesar Rp. 0,38%
rasio kewajiban terhadap ekuitas = total kewajiban
ekuitas pemegang saham
= Rp. 13.795.529
Rp. 5.985.469
= Rp. 2,30

Rasio kewajiban terhadap aktiva dinyatakan dalam presentase. Mengukur sampai sebesar
besar dana pinjaman yang digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan. Rasio di atas
menunjukkan bahwa tiap rupiah kewajiban dijamin dengan ekuitas pemegang saham sebesar
Rp. 2,30%

rasio kewajiban jangka panjang = kewajiban jangka panjang


terhadap struktur modal ekuitas pemegang saham
= Rp. 6.071.892
Rp. 5.985.469
= 1,01
Rasio ini dinyatakan dalam presentase dan digunakan sebagai alat ukur komponen struktur
modal dalam jangka waktu panjang. Misalkan bunga pinjaman jangka panjang 18% kali
pokok pinjaman, maka rasio di atas menunjukkan bahwa tiap rupiah kewajiban dijamin
dengan ekuitas pemegang saham sebesar Rp. 1,01%

time interest earned = laba sebelum pajak + bunga


beban bunga
= Rp. 1.664.247
Rp. 460.935
= Rp. 3,61

Rasio ini dinyatakan dalam desimal dan menunjukkan kemampuan perusahaan memenuhi
bunga tahunnya. Rasio di atas menunjukkan bahwa tiap rupiah beban bunga dijamin dengan
Rp. 3,61 laba sebelum dikurangi bunga.
RASIO UTANG %Rp PENJELASAN
1. Rasio kewajiban terhadap 0,38% Tiap Rp. 0,38,- kewajiban dijamin dengan
aktiva total aktiva Rp. 100,-
2. Rasio kewajiban terhadap 2,30% Tiap Rp. 2,30,- kewajiban dijamin dengan
ekuitas Rp. 100,- ekuitas pemegang saham
3. Rasio kewajiban jangka 1,01% Tiap Rp. 100,- kewajiban jangka panjang
panjang terhadap struktur dijamin dengan Rp. 1,01,- ekuitas
modal pemegang saham
4. Times internet earned 3,61x Tiap rupiah beban bunga tahun 2017
dijamin dengan Rp. 3,61,- laba sebelum
bunga.