Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu kebidanan atau obstetric ialah bagian ilmu kedokteran yang khusus

mempelajari segala soal yang bersangkutan dengan lahirnya bayi. Dengan

demikian, yang menjadi objek ilmu ini ialah kehamilan, persalinan, nifas, dan

bayi baru lahir. (Sarwono Prawirohardjo, 2014:3)

Tentang kata kebidanan dan bidan, menurut klinkert (1892) sumbernya

ialah bahasa sansekerta. Dalam bahasa tersebut terdapat kata “widwan” yang

berarti cakap, “membidan” yang berarti mengadakan sedekah bagi seorang

penolong bersalin yang minta diri setelah bayi berumur 40 hari. (Sarwono

Prawirohardjo, 2014:3)

Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan ibu bersalin adalah

masalah terbesar dinegara berkembang. Kematian saat melahirkan biasanya

menjadi faktor utama mortalitas wanita muda pada masa puncak produktivitas.

Di negara miskin, sekitar 25-50% kematian wanita usia subur disebabkan hal

berkaitan dengan kehamilan. (Salemba medika, 20010:1).

Menurut definisi WHO Expert Comminittee on Maternity care yang

kemudian diubah sedikit oleh WHO Expert Comminittee on the midwife in

maternity care, tujuan maternity care atau pelayanan kebidanan ialah menjamin

agar setiap wanita hamil dan wanita menyusui bayinya dapat memelihara

sesempurna-sempurnanya agar wanita hamil melahirkan bayi sehat tanpa


gangguan apapun dan kemudian dapat merawat bayinya dengan baik.(Sarwono

Prawirohardjo, 2014:1)

Menurut definisi WHO kematian maternal adalah kematian seorang

wanita waktu hamil atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan oleh

sebab apapun, terlepas dari tuanya kehamilan dan tindakan yang dilakukan untuk

mengakhiri kehamilan. Sebab-sebab kematian ini dapat dibagi dalam dua

golongan yakni yang langsung disebabkan oleh komplikasi-komplikasi

kehamilan, persalinan, dan nifas, dan sebab yang lain seperti penyakit jantung,

kanker, dan sebagainya. Angka kematian maternal (maternal mortality rate)

ialah jumlah kematian maternal diperhitungkan terhadap 1.000 atau 10.000

kelahiran hidup, kini dibeberapa Negara malahan terhadap 100.000 kelahiran

hidup. (Menurut definisi WHO Expert Comminittee on Maternity care yang

kemudian diubah sedikit oleh WHO Expert Comminittee on the midwife in

maternity care, tujuan maternity care atau pelayanan kebidanan ialah menjamin

agar setiap wanita hamil dan wanita menyusui bayinya dapat memelihara

sesempurna-sempurnanya agar wanita hamil melahirkan bayi sehat tanpa

gangguan apapun dan kemudian dapat merawat bayinya dengan baik. (Sarwono

Prawirohardjo, 2014:7).

Angka kematian ibu menjadi salah satu indikator penting dalam

menentukan derajat kesehatan masyarakat. Angka kematian ibu di Indonesia

masih tergolong tinggi di ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) jika

di bandingkan dengan angka kematian ibu di negara tetangga seperti Malaysia

yaitu 31 per 100.000 kelahiran hidup, Vietnam yaitu 56 per 100.000 kelahiran
hidup, Brunai 21 per 100.000 kelahiran hidup, Thailand yaitu 48 per 100.000

kelahiran hidup, Singapura 9 per 100.000 kelahiran hidup, dan Filipina 94 per

100.000 kelahiran hidup. Sementara berdasarkan Survey Demografi dan

Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 angka kematian ibu sebesar 228 per 100.000

kelahiran hidup, sedangkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)

2012menyebutkan, angka kematian ibu (AKI) melonjak drastis 359 per 100.000

kelahiran hidup. Selain AKI, angka kematian bayi (AKB) juga masih tinggi, 32

per 1.000 kelahiran hidup. Angka itu hanya turun sedikit dari AKB SDKI 2007

yang 34 per 1.000 kelahiran hidup.Terkait target Tujuan Pembangunan

Milenium menurunkan AKI menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB

23 kematian per 1.000 kelahiran hidup di tahun 2015, tampaknya berat bagi

Indonesia untuk mencapai target itu. Segala usaha harus ditingkatkan, seperti

keberadaan dan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan serta ketersediaan

dan distribusi tenaga kesehatan yang memadai di seluruh pelosok Indonesia.

Selain itu, pengetahuan ibu dan masalah budaya juga perlu diperhatikan,data

SDKI menunjukkan peningkatan pelayanan kesehatan ibu, antara lain 96 persen

ibu hamil menerima pelayanan antenatal dari tenaga kesehatan (SDKI 2012)

dibandingkan 93 persen (SDKI 2007), 83 persen persalinan dibantu tenaga

kesehatan (SDKI 2012), pada SDKI 2007 masih 73 persen, dan 63 persen

persalinan dilakukan di fasilitas kesehatan (SDKI 2012), SDKI 2007 46 persen.

(Depkes RI, 2012).

Salah satu upaya untuk menurunkan AKI dan AKB adalah dengan

meningkatkan pelayanan kebidanan dan kesehatan ibu, remaja, prahamil, KB


serta pencegahan dan penanggulangan penyakit menular seksual. Dalam

pendekatan resiko pada ibu hamil dinyatakan bahwa semua ibu hamil

mempunyai potensi resiko untuk terjadinya komplikasi dalam persalinan dengan

dampak (5K), kematian, kesakitan, kecacatan, ketidaknyamanan, dan

ketidakpuasan, juga kita mempunyai intervensi strategis yaitu empat pilar safe

motherhood yang terdiri dari keluarga berencana, pelayanan antenatal terfokus,

persalinan yang bersih dan aman, serta pelayanan obstetric yang esensial.

(Sarwono Prawirohardjo, 2014)

PBM Hj. Warsiningsih adalah suatu pelayanan kesehatan masyarakat

yang salah satunya memberikan pelayanan kebidanan secara komprehensif dari

kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir serta pelayanan KB.

Oleh karena itu diberikan tugas studi kasus ini dan dilaksanakan oleh

mahasiswa akademi kebidanan Al-Fathonah merupakan rancangan untuk

memberikan pengalaman komprehensif kepada mahasiswa dalam pencapaian

kompetensi inti bidan. Tugas kuliah ini memberi kemampuan kepada mahasiswa

untuk melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dengan kelainan atau

komplikasi dengan pendekatan manajemen kebidanan. Melalui kegiatan ini

mahasiswa mulai dapat mendeteksi kelainan atau komplikasi mulai dari masa

kehamilan hingga masa nifas dan bayi baru lahir serta memberikan asuhan yang

komprehensif sesuai dengan kewenangannya. Masa kehamilan merupakan masa

awal dimana mulai munculnya berbagai komplikasi yang jika tidak ditangani

dengan baik maka akan mempengaruhi proses selanjutnya baik pada saat

bersalin maupun masa nifas dan bayi baru lahir.


B. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Mahasiswa dapat mengaplikasikan Asuhan Kebidanan secara

komprehensif pada Ny. N dari usia kehamilan 35 minggu 5 hari sampai

39 minggu 2 hari di BPM Bidan Warsiningsih dengan menggunakan

pendekatan manajemen asuhan Varney yang didokumentasikan secara

SOAP dimulai dari usia kehamilan 37 minggu 5 hari sampai bersalin,

nifas dan bayi baru lahir 40 hari.

2. Tujuan Khusus

1. Mahasiswa dapat melakukan pengkajian pada Ny.N dari hamil

usia 35 minggu 5 hari sampai 39 minggu 2 hari, bersalin, nifas

dan bayi baru lahir di BPM Bidan Warsiningsih pada periode

Juli 2017 sampai dengan Agustus 2017.

2. Mahasiswa dapat mengintrepretasi data dasar pada Ny.N dari

hamil usia 35 minggu 5 hari sampai 39 minggu 2 hari, bersalin,

nifas dan bayi baru lahir di BPM Bidan Warsiningsih pada

periode Juli 2017 sampai dengan Agustus 2017.

3. Mahasiswa dapat mengidenfikasi diangnosa/masalah pada Ny.N

dari hamil usia 35 minggu 5 hari sampai 39 minggu 2 hari,

bersalin, nifas dan bayi baru lahir di BPM Bidan Warsiningsih

pada periode Juli 2017 sampai dengan Agustus 2017.

4. Mahasiswa dapat mengidenfikasi dan menetapkan kebutuhan

yang memerlukan penanganan segera pada Ny.N dari hamil usia


35 minggu 5 hari sampai 39 minggu 2 hari, bersalin, nifas dan

bayi baru lahir di BPM Bidan Warsiningsih pada periode Juli

2017 sampai dengan Agustus 2017.

5. Mahasiswa dapat merencanakan asuhan pada Ny.N dari hamil

usia 35 minggu 5 hari sampai 39 minggu 2 hari, bersalin, nifas

dan bayi baru lahir di BPM Bidan Warsiningsih pada periode

Juli 2017 sampai dengan Agustus 2017.

6. Mahasiswa dapat melaksanakan asuhan pada Ny.N dari hamil

usia 35 minggu 5 hari sampai 39 minggu 2 hari, bersalin, nifas

dan bayi baru lahir di BPM Bidan Warsiningsih pada periode

Juli 2017 sampai dengan Agustus 2017.

7. Mahasiswa dapat mengevaluasi pada Ny.N dari hamil usia 35

minggu 5 hari sampai 39 minggu 2 hari, bersalin, nifas dan bayi

baru lahir di BPM Bidan Warsiningsih pada periode Juli 2017

sampai dengan Agustus 2017.

8. Mahasiswa dapat membuat pendokumentasian secara SOAP pada

Ny.N dari hamil usia 35 minggu 5 hari sampai 39 minggu 2 hari,

bersalin, nifas dan bayi baru lahir di BPM Bidan Warsiningsih

pada periode Juli 2017 sampai dengan Agustus 2017..

C. Manfaat Penulisan

1. Bagi Penulis

Dalam pelaksanaan penulisan studi kasus ini dapat memberikan

pengalaman, dan meningkatkan kemampuan penulis dalam menganalisa


data yang dikumpulkan disertai interpretasi dalam bentuk studi kasus, dan

dapat mengaplikasikan antara teori dengan praktek dilahan.

2. Bagi Mahasiswa

Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan

mahasiswa, sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan

asuhan kebidanan.

3. Bagi Tenaga Kesehatan

Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas

kesehatan khususnya bidan dalam memberikan asuhan kebidanan.

4. Bagi Institusi Pendidikan

Diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pihak pendidikan untuk

menambah bahan bacaan yang dapat dijadikan acuan bagi mahasiswi

kebidanan dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil,

bersalin, nifas dan pada bayi baru lahir.

D. SISTEMATIKA PENULISAN

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

2. Tujuan Khusus

C. Manfaat Penulisan

1. Bagi Penulis
2. Bagi Mahasiswa

3. Bagi Petugas Kesehatan

4. Bagi Institusi

D. Sistematika penulisan

BAB II TINJAUAN TEORI

A. Manajemen Asuhan Kebidanan

B. Kehamilan

C. Persalinan

D. Nifas

E. Bayi Baru Lahir

BABIII TINJAUAN KASUS

A. Asuhan Kebidanan pada Ibu Hamil

B. Asuhan Kebidanan pada Ibu Bersalin

C. Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas

D. Asuhan Kebidanan pada Bayi Baru Lahir

BABIV PEMBAHASAN

A. Kehamilan

B. Persalinan

C. Nifas

D. Bayi Baru Lahir


BABV PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN