Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM PENGARUH SUHU TERHADAP PERTUMBUHAN

BAKTERI
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Mikrobiologi yang dibina oleh
Agung Witjoro, S. Pd. M. Kes.

Oleh
Kelompok 5 Offering I 2018
‘Alimatul ‘Azizah 180342618024
Hamdan Fatah Ali 180341618070
Helyu Listyka Afininda 180342618057
Novan Adhi Nugroho 180342618044

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOLOGI
Februari 2020
A. Topik : Pengaruh Suhu Terhadap Pertumbuhan Bakteri
B. Tanggal : Selasa, 18 Februari 2020
C. Tempat : Gedung O5.305
D. Tujuan :
1. Untuk mempelajari pengaruh suhu terhadap pertumbuhan bakteri
2. Untuk menentukan titik kematian termal bakteri
E. Dasar Teori

Pertumbuhan bakteri dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah suhu,
kelembaban, cahaya, pH, dan nutrisi. Apabila beberapa faktor tersebut memenuhi syarat dan
lingkungan tempat bakteri berada dirasa cocok untuk pertumbuhannya, maka bakteri akan
tumbuh dan berkembangbiak. Menurut Hastuti (2018), Berdasarkan kemampuan tahan
terhadap suhu, bakteri dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:

1. Termofilik ; yaitu kelompok bakteri yang tahan terhadap suhu tinggi (pada suhu di atas
50°C)

2. Mesofilik ; yaitu kelompok bakteri yang tahan terhadap suhu sedang (pada suhu 25-40°C)

3. Psikrofolik ; yaitu kelompok bakteri yang tahan terhadap suhu rendah (pada suhu antara
0-20°C)

Pola pertumbuhan bakteri juga sangat dipengaruhi oleh suhu. Keragaman temperatur
dapat mengubah proses-proses metabolik tertentu serta morfologi sel (Pelczar & Chan,
1986). Suhu juga mempengaruhi laju pertumbuhan dan jumlah total pertumbuhan
organisme. Menurut Perko (2011), Suhu dapat memengaruhi mikroorganisme dalam dua
cara yaitu apabila suhu naik, kecepatan metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat, dan
sebaliknya apabila suhu turun kecepatan metabolisme juga turun dan pertumbuhan
diperlambat. Selain itu, suhu juga sangat memengaruhi kecepatan pertumbuhan mikrobia,
kecepatan sintesis enzim dan kecepatan inaktivasi enzim (Knob & Carmona, 2008).

Menurut Suriani, dkk. (2013), pertumbuhan mikroba terjadi pada suhu dengan kisaran
kira-kira 30˚C. Misalnya pada bakteri anggota Genus Pseudomonas umumnya tumbuh pada
suhu optimal yaitu 37 – 40˚C. Namun ada beberapa bakteri anggota Genus Pseudomonas
yang dapat hidup pada suhu di bawah suhu optimal tersebut. Karena, setiap bakteri
mempunyai suhu optimum, maksimum dan minimum untuk pertumbuhannya. Jika suhu
lingkungan lebih kecil dari suhu minimum atau lebih besar dari suhu maksimum
pertumbuhannya maka aktivitas enzim akan terhenti bahkan pada suhu yang terlalu tinggi
akan terjadi denaturasi enzim (Suriani, dkk., 2013).

F. Prosedut Kerja

Menyediakan 7 tabung kultur berisi medium nutrien cair, lalu memberi kode A1, A2, A3, A4, A5,
A6, A7, dan A8

Menginokulasikan 1 ose biakan bakteri yang tersedia ke dalam medium tersebut, lalu
menginkubasikan pada suhu 37oC selama 1 x 24 jam

Menyediakan 2 buah medium lempeng NA, lalu membuat garis dengan menggunakan spidol
pada bagian luar dari dasar cawan petri, sehingga membentuk 4 kuadran

Memberi kode A1, A2, A3, dan A4 pada keempat kuadran cawan I. Serta kode A5, A6, A7, dan
A8 pada cawan II

Memanaskan tujuh tabung kultur tersebut dengan menggunakan water bath. Tabung A1
dipanaskan sampai suhu 40oC, tabung A2 dipanaskan sampai suhu 50oC, tabung A3 dipanaskan
sampai suhu 60oC, tabung A4 dipanaskan sampai suhu 70oC, tabung A5 dipanaskan sampai suhu
80oC, tabung A6 dipanaskan sampai suhu 90oC, dan tabung A7 dipanaskan sampai suhu 100oC.
Pemanasan dilakukan selama 10 menit
Setelah pemanasan, meletakkan tabung-tabung kultur tersebut pada rak tabung dan
membiarkan pada suhu kamat

Menginokulasikan biakan bakteri dalam ketujuh tabung kultur tersebut pada permukaan
medium lempeng NA secara zig-zag dengan menggunakan jarum inokulasi berkolong sebanyak
1 ose, sesuai dengan kode kuadran. Kuadran dengan A8 digunakan sebagai kontrol yang tidak
diinokulasikan bakteri

Menginkubasikan biakan bakteri pada medium lempeng NA tersebut pada suhu 37 oC

Mengamati pertumbuhan bakteri pada tiap kuadran. Mencatat ada atau tidaknya pertumbuhan
bakteri

G. Data dan Analisis Data

Data Pengamatan

Tabel 1. Pengaruh suhu terhadap pertumbuhan bakteri

Nama Pertumbuhan Bakteri pada Suhu


No
Koloni 40˚C 50˚C 60˚C 70˚C 80˚C 90˚C 100˚C Kontrol
1. Koloni +++ ++ ++ + - - - -

Keterangan:

+++ : Pertumbuhan bakteri sangat banyak


++ : Pertumbuhan bakteri banyak

+ : Pertumbuhan bakteri sedikit

- : Tidak ada pertumbuhan bakteri

Analisis Data

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pada suhu
40˚C, bakteri yang diinokulasikan tumbuh dengan baik sehingga pertumbuhan bakteri terlihat
sangat banyak pada medium lempeng yang digunakan. Pada suhu 50˚C, pertumbuhan bakteri
banyak pada medium lempeng yang digunakan, demikian pula pada suhu 60˚C. Kemudian,
pada suhu 70˚C, pertumbuhan bakteri pada medium lempeng sedikit, hasil yang didapatkan
pada suhu tersebut tidak sebanyak pada suhu 40, 50, dan 60˚C.

Pada suhu 80˚C, berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan, sama sekali tidak
terdapat pertumbuhan bakteri pada medium lempeng yang digunakan, hal tersebut sama
dengan koloni bakteri yang diberikan suhu 90 dan 100˚C. Namun, pada medium kontrol yang
hanya diinokulasikan bakteri tetapi tidak dilakukan pemanasan pada bakteri tersebut juga
tidak ditemukan adanya pertumbuhan pada bakteri. Sehingga, berdasarkan hasil data tersebut,
dapat disimpulkan bahwa koloni bakteri yang diujikan untuk mengetahui pengaruh suhu
terhadap pertumbuhan bakteri merupakan jenis bakteri psikrofolik atau kelompok bakteri
yang tahan terhadap suhu rendah.

H. Pembahasan

Pada praktikum kali ini faktor abiotic yang akan diamati adalah suhu. Perlakuan suhu
akan diberikan pada koloni bakteri yang ditumbuhkan.Menurut Hastuti (2012), setiap bakteri
memiliki daya tahan suhu yang berbeda – beda. Bakteri memiliki titik maut atau titik kematian
yaitu suhu terndah yang dapat membunuh bakteri pada medium normal selama 10 menit.
Untuk mengetahui daya tahan bakteri pada suhu digunakan suhu 40 derajat celcius sampai
100 derajat celcius.

Pada koloni bakteri yang diberi perlakuan hanya hidup di suhu 40, 50 dan 60 derajat
celcius sedangkan di atas itu koloni bakteri tidak tumbuh lagi. Menurut Pelczar dan Chan
(1986) temperature merupakan faktor yang sangat mempengaruhi reaksi – reaksi kimia dan
reaksi lainnya. Selain itu, temperature juga mempengaruhi laju pertumbuhan dan jumlah total
pertumbuhan organisme. Keragaman temperature juga mengubah proses – proses metabolic
tertentu serta morfologi sel. Menurut Dwijoseputro (1994), Ada bakteri yang mati setelah
mengalami pemanasan selama beberapa menit di dalam cairan medium pada temperature 60
derajat celcius akan tetapi bakteri genus bacillus dan clostridium akan tetap hidup hingga suhu
100 derajat celcius dengan membentuk spora.

I. Kesimpulan
1. Bakteri merupakan mikroorganisme yang dapat tumbuh secara optimal pada suhu tertentu.
Bakteri yang dapat hidup pada suhu tinggi disebut kelompok bakteri termofilik, sedangkan
bakteri yang dapat hidup pada suhu sedang disebut bakteri mesofilik dan pada suhu rendah
bakteri psikrofilik dapat tumbuh secara optimum.
2. Titik kematian termal atau (Thermal Death Point) merupakan suhu yang dapat mematikan
suatu mikroorganisme termasuk bakteri dalam waktu 10 menit. Berdasarkan praktikum
yang telah dilakukan diketahui bahwa titik kematian termal bakteri berada pada suhu 80oC,
90oC, 100oC
J. Diskusi

1. Jelaskan pengaruh ketujuh macam suhu tersebut dalam percobaan ini terhadap
pertumbuhan bakteri!

Pola pertumbuhan bakteri juga sangat dipengaruhi oleh suhu. Keragaman temperatur dapat
mengubah proses-proses metabolik tertentu serta morfologi sel (Pelczar & Chan, 1986). Suhu
juga mempengaruhi laju pertumbuhan dan jumlah total pertumbuhan organisme. Menurut
Perko (2011), Suhu dapat memengaruhi mikroorganisme dalam dua cara yaitu apabila suhu
naik, kecepatan metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat, dan sebaliknya apabila suhu
turun kecepatan metabolisme juga turun dan pertumbuhan diperlambat. Selain itu, suhu juga
sangat memengaruhi kecepatan pertumbuhan mikrobia, kecepatan sintesis enzim dan
kecepatan inaktivasi enzim (Knob & Carmona, 2008).

2. Suhu berapakah yang merupakan titik kematian termal bakteri-bakteri yang digunakan
dalam percobaan ini?
Titik kematian termal atau (Thermal Death Point) merupakan suhu yang dapat mematikan
suatu mikroorganisme termasuk bakteri dalam waktu 10 menit. Berdasarkan praktikum yang
telah dilakukan diketahui bahwa titik kematian termal bakteri berada pada suhu 80oC, 90oC,
100oC

3. Jelaskan mekanisme kematian bakteri akibat perlakuan dengan suhu tinggi!

Menurut Suriani, dkk. (2013), pertumbuhan mikroba terjadi pada suhu dengan kisaran kira-
kira 30˚C. Misalnya pada bakteri anggota Genus Pseudomonas umumnya tumbuh pada suhu
optimal yaitu 37 – 40˚C. Namun ada beberapa bakteri anggota Genus Pseudomonas yang dapat
hidup pada suhu di bawah suhu optimal tersebut. Karena, setiap bakteri mempunyai suhu
optimum, maksimum dan minimum untuk pertumbuhannya. Jika suhu lingkungan lebih kecil
dari suhu minimum atau lebih besar dari suhu maksimum pertumbuhannya maka aktivitas
enzim akan terhenti bahkan pada suhu yang terlalu tinggi akan terjadi denaturasi enzim
(Suriani, dkk., 2013).

K. Daftar Rujukan

Dwijoseputro.1994.Dasar – Dasar Mikrobiologi.Jakarta:Djambatan

Hastuti, U.S.2012.Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. Malang:UMM Press

Hastuti, U. S. 2018. Petunjuk Praktikum Mikrobiologi [Cetakan Kedua]. Malang: UMM Press.

Knob, A & Carmona, E.C. 2008. Xylanase Production by Penicillium sclerotiorum and its

Characterization.World Applied Sciences Journal. 4(2): 277-283.

Pelczar, M.J. dan Chan, E.C.S. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI-Press.

Perko, B. 2011. Effect of Prolonged Storage and Microbiological Quality of Raw Milk. Mjekar

Stvo. 61(2):114-124.

Suriani, S., Soemarno, Suharjono. 2013. Pengaruh Suhu dan pH terhadap Laju pertumbuhan

Lima Isolat Bakteri Anggota Genus Pseudomonas yang diisolasi dari Ekosistem Sungai
Tercemar Deterjen di sekitar Kampus Universitas Brawijaya. J-PAL, Vol. 3 (2).

Lampiran

C
A
D

Gambar 1. Bakteri dalam medium lempeng pada suhu,

A: 40˚C ; B: 50˚C ; C: 60˚C ; D: 70˚C

Sumber. (Dokumen pribadi kelompok 5, 2020)


G

E
F

Gambar 2. Bakteri dalam medium lempeng pada suhu,

E: 80˚C ; F: 90˚C ; G: 100˚C ; H: Kontrol

Sumber. (Dokumen pribadi kelompok 5, 2020)

Anda mungkin juga menyukai