Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai
berikut :
A. Pembuatan Tepung Singkong
Tabel 1. Uji Organoleptik
Tepung Singkong Tepung Segitiga Biru
Tekstur Aroma Warna Tekstur Aroma Warna
Agak
Lebih gelap Lebih Tidak bau Putih
Singkong
kasar (putih lembut singkong bersih
pucat

B. Penentuan Kadar Karbohidrat Tepung Singkong


Berat kertas saring awal = 1,05 + 1,01 + 1,03 = 3,09 gram
Berat kertas saring akhir = 3,38 gram
Berat sampel = 5 gram ( 3,38-3,09 = 0,29 )
(𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑔𝑙𝑢𝑘𝑜𝑠𝑎×0,9)
Kadar pati = × 100%
𝑏𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑠𝑎𝑚𝑝𝑒𝑙
0,29×0,9
= × 100%
5

= 5,8%

4.2 Pembahasan
Singkong atau ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah
satu sumber karbohidrat lokal Indonesia yang menduduki urutan ketiga
terbesar setelah padi dan jagung (Badan Litbang Pertanian, 2011). Menurut
(Berlian, Aini, & Ulandari, 2016) “dalam” Suparti dan Asngad (2009),
kandungan karbohidrat ketela pohon cukuplah tinggi (36,89 gram).
Tepung merupakan gabungan dari lemak padat yang dingin dan air
yang sangat dingin yang merupakan komponen-komponen dasar dari
sebagian besar produk adonan. Tepung adalah partikel padat yang berbentuk
butiran halus bahkan sangat halus tergantung pada pemakaiannya. Tepung
biasanya digunakan untuk bahan baku industri, keperluan penelitian, maupun
dipakai dalam kebutuhan rumah tangga, misalnya membuat kue dan roti.
Tepung singkong atau ubi kayu yang saat ini banyak dimanfaatkan
dalam pengembangan produk kue. Pengolahan singkong sangat mudah
dilakukan oleh petani pemilik singkong atau bahkan oleh ibu rumah tangga.
Pembuatan tepung singkong tidak membutuhkan peralatan yang rumit karena
dapat dibuat dengan peralatan sederhana dan murah serta mudah dijumpai
dilingkungan rumah tangga. Pengolahan singkong menjadi tepung singkong
ini akan meningkatkan harga jual dan nilai tambah serta meningkatkan umur
simpan
Pada praktikum pembuatan tepung singkong ini didapatkan hasil uji
organoleptic dengan membandingkan antara tepung singkong dengan tepung
segitiga biru. Pada uji organoleptic yang diamati yaitu tekstur, aroma dan
warna. Pada tepung singkong memiliki aroma khas singkong sedangkan pada
tepung segitiga biru memili aroma gandum dan tidak berbau singkong. Pada
tepung singkong memiliki tekstur lebih kasar dibandingkan dengan tepung
segitiga biru yang bertekstur lebih lembut. Warna pada tepung singkong lebih
gelap atau putih pucat sedangkan tepung segitiga biru memiliki warna lebih
putih dan menandakan bahwa protein pada tepung segitiga biru lebih tinggi
dibandingkan dengan tepung singkong.
Pada praktikum penentuan uji karbohidrat, hasil kadar pati tepung
singkong adalah 5,8%. Uji kadar pati tersebut dilakukan dengan cara
menyaring tepung singkong tersebut lalu mengoven kertas saring untuk
mendapatkan kadar pati yang terdapat pada kertas saring.
DAPUS

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2011. Inovasi Pengolahan


Singkong Meningkatkan Pendapatan dan Diversifikasi Pangan.

Berlian, Z., Aini, F., & Ulandari, R. (2016). Uji Kadar Alkohol Pada Tapai Ketan
Putih dan Singkong Melalui Fermentasi Dengan Dosis Ragi Yang
Berbeda. biota Vol. 2 No.1 Januari, 106-111.

Suparti dan Asngad, A. 2009. Lama Fermentasi dan Dosis Ragi yang Berbeda
pada Fermentasi Gaplek Ketela Pohon (Manihot utilissima Pohl) Varietas
Mukibat Terhadap Kadar Glukosa dan Bioetanol. Jurnal Penelitian Sains &
Teknologi. Vol. 10. No. 1.
LAMPIRAN

 Perhitungan rendemen
Berat awal = 1000 gram
Berat akhir = 368,79 gram
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟
Rendemen = × 100%
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝐴𝑤𝑎𝑙
368,79
= × 100%
1000

= 0,36879 × 100%
= 36,875%