Anda di halaman 1dari 691

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

Kontributor:

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

dr. Melsa Aprima / UNAND

dr. I Ketut Adi Suryana / UNUD

Dr. Mohamad Arif / UGM

dr. Hanandha Putra L / UNAIR

dr. Andreas Jonathan / UNPAD

dr. Damar Mashkhun Rizqi / UNDIP

dr. Daniel R. P. Situmorang / USU

Dr. Intan Noha Brilyanti / UNBRAW

dr. Khairunnissa / UNSYIAH

Dr. Malik Ibrahim / UNS

Dr. Alvin Nursalim / UI

dr. Nancy Indah Lestari / UNSRAT

dr ArdanMiraz / UNHAS

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

DAFTAR ISI

Halaman

DIVISI GASTROENTEROLOGI. ................................................................................... 3

DIVISI HEMATOLOGI ONKOLOGI MEDIK. .............................................................. 36

DIVISI TROPIK & PENYAKIT INFEKSI ...................................................................... 79

DIVISI HEPATOLOGI .................................................................................................. 121

DIVISI REUMATOLOGI .............................................................................................. 171

DIVISI PULMONOLOGI .............................................................................................. 288

DIVISI ALERGI IMUNOLOGI ..................................................................................... 342


DIVISI PSIKOSOMATIK .............................................................................................. 403

DIVISI GERIATRI ......................................................................................................... 433

DIVISI GINJAL HIPERTENSI ...................................................................................... 480

DIVISI ENDOKRIN METABOLIK ............................................................................ 556

DIVISI KARDIOLOGI ................................................................................................ 590

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI GASTROENTEROLOGI

Kontributor:

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

Pembuat Soal

Dr. Mgs. Febriandi Agus

Kategori Soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Ileus Paralitik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke UGD dengan keluhan rasa tidak nyaman pada perut,
nyeri tidak ada, muntah 4 kali. Pasien mengeluh sulit buang air besar. Demam ada tidak tinggi.
Pasien menderita diabetes mielitus sejak 10 tahun dan berobat rutin. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan kesadaran kompos mentis, tampak sakit sedang, tekanan darah 110/70 mmHg, nadi
96x/menit, irama reguler, isi cukup, ferkuensi nafas 20x/menit, suhu 37,7ºC, BB 55kg, GDS 120
mg/dL. Abdomen cembung, tegang, perkusi timpani dan bising usus menghilang, nyeri tekan dan
nyeri lepas tidak ada. Colok dubur, rectum tidak kolaps. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan
hasil kalium 2,7 mEq/dL, GDS 284 mg/dL dan gambaran fluid level pada foto polos abdomen.
Tatalaksana fakamkologis yang paling tapat adalah

A. 0,1 mg clonidin tiap 12 jam

B. Infus cairan kristaloid 1 liter perhari

C. 10 mg metoklopramide tiap 8 jam

D. Drip kalium 25 mEq bertahap

E. 5 mg Cisapride tiap 8 jam

Jawaban : C

Referensi

Ileus Paralitik. In: Alwi I, Salim S, Hidayat R, Kurniawan J, Tahapari DL, editors. Panduan Praktik Klinis
Penatalaksanaan di Bidang Ilmu Penyakit Dalam. 1st ed. Jakarta: Interna Publishing; 2015.p.185-7.

Pembuat Soal

Dr. Mgs. Febriandi Agus

Kategori Soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Kolitis Infeksi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang dengan keluhan nyeri perut sejak 1 bulan yang lalu,
didapatkan diare ringan sejak 2 minggu yang lalu bercampur darah, sebelumnya kadang mengeluh
susah BAB, pasien mengeluhkan tidak nafsu makan, berat badan menurun dan sering berkeringat.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80, nadi 80x/menit, respirasi 20x/menit
dengan suhu 37,3ºC, teraba massa di abdomen bagian kanan bawah. Pada kolonoskopi didapatkan
penyempitan lumen, dinding kolon kaku, ulserasi dengan tepi irreguler dan edematous.

Diagnosa apa yang mungkin pada pasien ini:

a. Penyakit crohn

b. Kolitis Pseudomembran
c. Kolitis Tuberculosis

d. Divertikulitis

e. Kolitis Ulserosa

Jawaban : C

Referensi

Nizam Oesman. 2014. Kolitis Infeksi. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. hal.1827-1835

Pembuat Soal

Dr. Mgs. Febriandi Agus

Kategori Soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malabsorpsi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki usia 35 tahun datang dengan keluhan diare sejak 1 bulan yang lalu dan badan
lemas. Satu bulan yang lalu, pasien baru menjalani operasi reseksi usus halus. Pemeriksaan
penunjang didapatkan hemoglobin 8 gr/dl, leukosit 4500/mm3, trombosit 203.000/mm3. Foto polos
abdomen tidak menunjukkan kelainan. Pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat dilakukan adalah:

A. Barium enema

B. Kultur feses

C. Benzidine tes

D. Tes lemak feses

E. Tes Schiling

Jawaban : D

Referensi
Syam AF. Malabsorpsi. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF,
editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid II. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014. p. 1811

Pembuat Soal

Dr. Bilal Landy

Kategori Soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Sindrom Usus Iritable

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita 42 tahun mengeluh diare dan konstipasi berselang-seling selama 3 minggu.
Diketahui bahwa ia memiliki riwayat darah tinggi selama 5 tahun dan baru saja cerai dari suaminya.
Pada PF didapatkan tampak sakit sedang, TD 140/90, nadi 80x/m, RR 22x/m, suhu 36.7C.

Berikut merupakan pemeriksaan penunjang yg paling tepat bagi masalah diatas…

A. tes amilum tinja

B. tes reduksi

C. tes phenolphthalein

D. tes darah samar

E. feses rutin

Jawaban : C

Referensi

PPK UI-IPD hal 168

Pembuat Soal

Dr. Bilal Landy

Kategori Soal

Gastroenterologi
Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Diare Kronis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita 42 tahun mengeluh diare dan konstipasi berselang-seling selama 3 minggu.
Diketahui bahwa ia memiliki riwayat darah tinggi selama 5 tahun dan baru saja cerai dari suaminya.
Pada PF didapatkan tampak sakit sedang, TD 140/90, nadi 80x/m, RR 22x/m, suhu 36.7C.

Obat anti hipertensi yang cocok untuk soal di atas adalah ..

a. Valsartan

b. Candesartan

c. Captopril

d. Clonidin

e. Nifedipin

Jawaban : D

Referensi

PPK UI-IPD hal 170

Pembuat Soal

Dr. Bilal Landy

Kategori Soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Diare Kronis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Terapi

Tingkat Kompetensi
4A

Soal

Seorang wanita 42 tahun mengeluh diare dan konstipasi berselang-seling selama 3 minggu.
Diketahui bahwa ia memiliki riwayat darah tinggi selama 5 tahun dan baru saja cerai dari suaminya.
Pada PF didapatkan tampak sakit sedang, TD 140/90, nadi 80x/m, RR 22x/m, suhu 36.7C.

Bila diare menetap lebih dari 1 bulan pada soal di atas, maka pilihan obat yang dapat diberikan
sebagai berikut..

a. Kodein tab 15-60 mg /4 jam

b. Fentanil patch 25 mcg

c. Propofol drip i.v

d. Nalokson 10 mg i.v

e. Injeksi morphin ½ amp i.m

Jawaban : A

Referensi

PPK UI-IPD hal 170

Pembuat Soal

Dr. Boby Veland Ardiansyah

Kategori Soal

Gastroentero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Akalasia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan berusia 36 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan sulit menelan
makanan padat mapun cair. Keluhan ini sudah dirasakan sejak 3 bulan yang lalu. Sebelumya pasien
sudah pernah berobat ke dokter spesialis penyakit dalam, dikatakan ada penyempitan pada
kerongkongannya dan sudah menjalani prosedur businasi sebanyak 3 kali. Pasien juga mengeluhkan
nyeri dada dan mulut yang sering terasa asam

1. Penatalaksanaan yang tepat pada pasien ini adalah :

A. Dilatasi sfingter esofagus bagian bawah berkala

B. Esofagomiotomi

C. Pemberian preparat nitrat

D. Pembarian preparat calcium channel blocker

E. Injeksi Toxin Botulinum

Jawaban : B

Referensi

H.A Fuad Bakry F, Akalasia. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:hal 1746

Pembuat Soal

Dr. Boby Veland Ardiansyah

Kategori Soal

Gastroentero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Abses Hepar

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan berusia 40 tahun, buruh bangunan datang berobat ke IGD dengan keluhan nyeri
perut kanan atas yang bertambah sejak 4 hari yang lalu. Pasien datang dengan membungkuk sambil
memegang perut kanannya. Satu bulan sebelumnya, pasien mengeluh adanya BAB encer selama 3
hari namun sembuh sendiri tanpa pengobatan, terdapat demam disertai nyeri otot dan sendi
sertamual dan muntah. Keadaan umum didapatkan suhu subfebris dan pada pemeriksaan fisik
didapatkan Ludwig Sign yang positif. Dari pemeriksaan SG didapatkan abses hepar dengan ukuran 9
cm.

1. Penatalaksanaan yang tepat pada pasien ini adalah :


A. Terapi medikamentosa saja

B. Terapi medikamentosa diikuti dengan drainase per kutan

C. Terapi medikamentosa diikuti dengan aspirasi berulang

D. Terapi medikamentosa diikuti dengan aspirasi jarum per kutan

E. Terapi medikamentosa diikuti dengan tes serologi

Jawaban : B

Referensi

Iswan A Nusi, Abses Hati Amuba, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:hal 1994

Pembuat Soal

Dr. Boby Veland Ardiansyah

Kategori Soal

Gastroentero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Primary Billiary Cirrhosis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnostik

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita 46 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan mata kuning, mudah
merasa lelah, gatal-gatal di kulit sejak 1 minggu sebelumnya. BAK dengan urine seperti teh tua, dan
BAB dengan tinja berwarna pucat. Tidak ada riwayat demam sebelumnya. Riwayat transfusi darah
sebelumnya juga disangkal. Tidak ada keluhan nyeri perut. Penggunaan narkoba suntik disangkal.
Pada pemeriksaan fisik dalam batas normal, dan berat badan pasien 55 kg dengan tinggi badan 160
cm. Pada laboratorium didapatkan Hb. 12,3 g/dl. Leukosit 10.200 /mm3, trombosit 210.000.
peningkatan ALP dan gamma GT, enzim hati dalam batas normal, bilirubin indirek 2,4. Bilirubin direk
4,3.

Penyebab ikterik pada pasien tersebut adalah :

A. Hepatitis B kronik

B. Sirosis bilier primer


C. Hepatitis autoimun

D. Anemia hemolitik

E. Pankreatitis akut

Jawaban : B

Referensi

Sulaiman A. Pendekatan klinis pada pasien ikterus, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid I:hal
1937-1942

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Ema Lusida

Asal FK

FK Universitas Sriwijaya

Kategori soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Sindrom kolon iritabel

Jenis soal

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan usia 40 tahun, datang dengan keluhan nyeri di perut. Pasien tidak dapat dengan
tegas menunjukkan lokasi nyeri nya. Dalam 1 tahun terakhir, nyeri dirasakan sebanyak 6 kali yang
berlangsung sampai 3 minggu. Keluhan juga dirasakan terutama menjelang menstruasi. Buang air
besar kadang-kadang cair. Nyeri hilang sebentar setelah buang air besar. Tidak didapatkan
penurunan berat badan. Pada pemeriksaan fisik abdomen didapatkan nyeri tekan pada daerah fossa
iliaka kiri, bising usus normal dan pada rectal touche terdapat lendir, tidak ada darah. Hasil
pemeriksaan feses :Benzidine tes negatif.

Diagnosis paling mungkin pada pasien ini adalah:


A. Penyakit crohn

B. Kolitis tuberkulosis

C. Sindrom kolon iritabel

D. Kolitis ulseratif

E. Penyakit divertikular

Jawaban : C

Referensi

Chudahman Manan, Ari Fahrial Syam. Irritable Bowel Syndrome. In: Setiati S,

Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar

ilmu penyakit dalam Jilid II. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014. p.1823-26.

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Ema Lusida

Asal FK

FK Universitas Sriwijaya

Kategori soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Ileus Obstruktif

Jenis soal

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki usia 30 tahun, datang ke UGD dengan keluhan nyeri perut hilang timbul sejak 3 jam
yang lalu. Pasien juga mengeluh muntah frekuensi 6x dan tidak bisa buang air besar. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg; frekuensi nadi 102x/menit; frekuensi
napas 22x/menit; suhu 36,8°C, distensi abdomen, perkusi tympani, pada auskultasi didapatkan
metallic sound. Pemeriksaan penunjang didapatkan Hb : 13,8 g/dL, Hct : 45%, Leukosit : 7.500 u/L,
foto polos abdomen didapatkan air fluid level dengan gambaran stepladder.

Diagnosis paling mungkin pada pasien ini adalah:

A.Ileus paralitik

B.Ileus obstruktif

C.Perforasi gaster

D.Keganasan kolorektal

E.Peritonitis

Jawaban : B

Referensi

Ali Djumhana, Ari Fahrial Syam. Ileus Paralitik. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo

AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu penyakit

dalam Jilid II. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014. p.1924-25.

Weledji E. Perspectives on Mechanical Small Bowel Obstruction in Adults. J

Adv Res Gastro.2017;51(1):145-55

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Ema Lusida

Asal FK

FK Universitas Sriwijaya

Kategori soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Divertikular Meckel

Jenis soal

Diagnosis

Tingkat Kompetensi
4A

Soal

Seorang Laki-laki berusia 20 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan BAB warna
merah marun, nyeri perut tidak ada, riwayat ketika masih kecil BAB darah segar kadang berwarna
hitam dan tidak nyeri. Pemeriksaan fisik didapatkan Sense kompos mentis, TD 120/80mmHg, N
90x/mnt, R: 20x/mnt, Konjungtiva pucat (+), kolonoskopi didapatkan perdarahan dari ileum,
scanning menggunakan radio label technicum didapatkan akumulasi pada mukosa yang
memproduksi asam di divertikulum.

Diagnosa pada pasien ini adalah:

A. Divertikulosis

B. Divertikular Meckel

C. Angiodisplasia

D. Divertikulitis

E. Celiac Sprue

Jawaban : B

Referensi

Murdani Abdullah. Perdarahan saluran cerna bagian bawah (hematoskezia) dan perdarahan samar
(occult). In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors.

Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid II. 6th ed.

Jakarta: Interna Publishing; 2014. p. 1881-1887

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Ema Lusida

Asal FK

FK Universitas Sriwijaya

Kategori soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Crohn Disease
Jenis soal

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki usia 34 tahun, datang berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan

BAB cair sejak 6 bulan, kadang bercampur darah, nyeri perut (+), terasa ada benjolan pada

perut, pemeriksaan fisik kompos mentis, kaheksia, TD 100/70 mmHg, N 110, R 26x/mnt. Dari

hasil kolonoskopi didapatkan skip lesion, hasil biopsy cobblestone (+).

Diagnosa utama pada pasien ini adalah:

A. Kolitis Ulseratif

B. Crohn Disease

C. IBS predominan nyeri

D. Kolitis Infeksi

E. Kolitis Pseudomembran

Jawaban : B

Referensi

Dharmika Djojoningrat. Inflammatory Bowel Disease. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo

AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu penyakit

dalam Jilid II. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.p.1814-1822

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Ema Lusida

Asal FK

FK Universitas Sriwijaya

Kategori soal
Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Sindrom Konstipasi

Jenis soal

Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki 62 tahun mengeluh sulit BAB sejak 10 hari terakhir. Pasien mengaku sebelumnya
BAB rutin setiap 2-3 hari sekali. Tidak ada perubahan pola makan, sehari- hari

jarang mengkonsumsi sayur dan buah serta minum air putih sekurang-kurangnya 8 gelas setiap hari.
Pasien sejak 6 bulan yang lalu didiagnosis kanker prostat, dikatakan sudah menyebar ke tulang
belakang. Sudah dilakukan operasi dan radiasi. Sejak 4 bulan terakhir pasien rutin mengkonsumsi
obat nyeri morfin tablet dan sirup pencahar.

Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi keluhan tersebut adalah :

A. Mengurangi dosis morfin

B. Mengganti morfin dengan patch fentanyl

C. Menambah dosis pencahar

D. Edukasi untuk diet tinggi serat

E. Memberikan fosfat enema

Jawaban : D

Referensi

Alwi I, Kurniawan J,dkk.Konstipasi.Panduan

Praktik Klinik.Hal 189-193

Nama peserta

Ketherine

Asal FK

FK UNSRI

Periode Ujian
Batch 38

Kategori Soal

Gastroenterologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi

Hemoroid

Jenis soal/Jenis pertanyaan

Diagnosa

Tingkat kompetensi

4A

Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan BAB darah berwarna merah
segar sejak 2 hari terakhir. Pasien juga mengeluh nyeri saat BAB dan dubur terasa panas. Selama ini
pasien tidak suka makan sayur dan buah-buahan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva
anemis (-), benjolan di dubur yang dapat masuk ke dalam anus jika didorong dengan jari. Diagnosis
pasien ini adalah :

A. Hemoroid eksterna

B. Hemoroid interna derajat 1

C. Hemoroid interna derajat 2

D. Hemoroid interna derajat 3

E. Hemoroid interna derajat 4

Jawaban : D

Referensi

Marcellus Simadibrata, Hemoroid, Buku Ajar ilmu Penyakit Dalam Ed VI hal 1869

Nama peserta

Ketherine

Asal FK

FK UNSRI

Periode Ujian

Batch 38

Kategori Soal
Gastroenterologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi

Hemoroid

Jenis soal/Jenis pertanyaan

Tatalaksana

Tingkat kompetensi

4A

Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan BAB darah berwarna merah
segar sejak 2 hari terakhir. Pasien juga mengeluh nyeri saat BAB dan dubur terasa panas. Selama ini
pasien tidak suka makan sayur dan buah-buahan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva
anemis (-), benjolan di dubur yang dapat masuk ke dalam anus jika didorong dengan jari.
Penatalaksanaan hemoroid yang tidak tepat adalah:

A. Hemoroid interna derajat 1 & 2

B. Hemoroid interna derajat 2 & 3

C. Hemoroid interna derajat 3 & 4

D. Hemoroid interna derajat 3 & hemoroid eksterna

E. Hemoroid interna derajat 4 & hemoroid eksterna

Jawaban : E

Referensi

Marcellus Simadibrata, Hemoroid, Buku Ajar ilmu Penyakit Dalam Ed VI hal 1870-1871

Nama peserta

Ketherine

Asal FK

FK UNSRI

Periode Ujian

Batch 38

Kategori Soal

Gastroenterologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi


Hemoroid

Jenis soal/Jenis pertanyaan

Tatalaksana

Tingkat kompetensi

4A

Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan BAB darah berwarna merah
segar sejak 2 hari terakhir. Pasien juga mengeluh nyeri saat BAB dan dubur terasa panas. Selama ini
pasien tidak suka makan sayur dan buah-buahan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva
anemis (-), benjolan di dubur yang dapat masuk ke dalam anus jika didorong dengan jari.
Penatalaksanaan hemoroid berikut ini yang tidak tepat adalah:

A. Perbaikan defekasi dengan obat laksan atau pencahar

B. Campuran diosmin & hesperidin untuk terapi simptomatik

C. Bowel Management Program (BMP) dengan suplemen serat dan pelicin tinja

D. Skleroterapi & ligasi hemoroid jika pengobatan farmakologis & non-farmakologis tidak berhasil

E. Dianjurkan posisi jongkok (squatting) sewaktu defekasi

Jawaban : B

Referensi

Marcellus Simadibrata, Hemoroid, Buku Ajar ilmu Penyakit Dalam Ed VI hal 1869

Nama Peserta

MUHAMMAD TOPAN

Periode Ujian

38

Asal FK

FK UNSRI

Kategori soal

Gastro Entero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Penyakit/kelainan usus besar dan

anorektal
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita 28 tahun datang ke poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan nyeri perut yang
dirasakan sudah lebih dari 6 bulan terakhir , nyeri perut dirasakan di seluruh perut disertai diare
ringan yang kadang bercampur darah , dan terkadang

konstipasi. Pasien juga mengeluhkan adanya nafsu makan yang menurun , demam

naik turun dan penurunan berat badan 10 kg dalam 3 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik teraba
massa abdomen kanan bawah. Pada pemeriksaan

kolonoskopi tampak lumen yang menyempit, ulserasi dengan

tepi yang irregular dan edematous, dinding kolon kaku.

Diagnosis pasti untuk menegakkan kasus tersebut adalah dengan :

a. Ditemukannya kuman C. Difficile pada pemeriksaan biopsi jaringan

b. Ditemukannya kuman S.thypi pada pemeriksaan biopsi jaringan

c. Ditemukannya kuman E. Coli pada pemeriksaan kltur feses

d. Ditemukannya kuman tuberkulosis pada biopsi jaringan

e. Ditemukannya kuman C. Difficile pada biopsi jaringan

Jawaban : D

Referensi

Oesman, Nizam.2014. Kolitis Infeksi.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

edisi 6. Jilid II hal 1832-3

Nama Peserta

MUHAMMAD TOPAN

Periode Ujian

38

Asal FK
FK UNSRI

Kategori soal

Gastro Entero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Pankreatitis akut

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita usia 48 tahun diantar oleh keluarganya ke IGD dengan keluhan nyeri

perut secara tiba-tiba. Nyeri dirasakan terus menerus dan bertambah berat. Nyeri

terutama dirasakan di epigastrium dan menjalar hingga ke punggung. Mual dan

muntah juga dikeluhkan disertai demam. TD 90/70 mmHg, Nadi 112 x/menit, RR

22x/menit temp 38° C. Pemeriksaan fisik dijumpai mata tampak ikterik, nyeri

tekan epigastrium, dan abdomen meteorismus. Penunjang laboratorium didapati

peningkatan amilase dan lipase.

Kemungkinan diagnosis penyakit pada pasien ini adalah :

a. Kolik batu empedu

b. Kolesistitis akut

c. Kolangitis

d. Pankreatitis akut

e. Gatritis akut

Jawaban : D

Referensi

A. Nurman. 2014. Pankreatitis akut. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.


Jilid II: hal 1852 – 1860

Nama Peserta

MUHAMMAD TOPAN

Periode Ujian

38

Asal FK

FK UNSRI

Kategori soal

Gastro Entero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

GI track

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki usia 34 tahun, datang berobat ke IGD dengan keluhan nyeri diseluruh perut, terasa
tegang, tidak buang air besar, dan tidak buang angin, beberapa bulan yang lalu os dioperasi usus
buntu, Dari pemeriksaan fisik, sense: CM,

TD : 130/80 mmHg, N: 110x/mnt, R: 30x/mnt, T: 37,80C, pemeriksaan fisik abdomen: distensi (+),
darm countour (+), darm steifung (+), auskultasi metallic sound (+), hasil BNO: Herring bone (+).

Tatalaksana utama pada pasien ini:

A. Cairan intravena, pasang NGT

B. Cairan intravena, laparotomi

C. Cairan intravena, analgetik

D. Cairan intravena, antibiotik

E. Cairan intravena, CT-Scan Abdomen

Jawaban : A

Referensi
Danny O.Jacob, Acute Intestinal Obstruction. In Kasper, Fauci, Hauser, Longo,

Jameson, editors. Harrison’s Principle of Internal medicine. 19th ed P 1985

Nama Peserta

dr. Ahmad Faisyar

Periode

Ujian 6-7 Oktober 2018

Asal FK

FK Sriwijaya

Kategori soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Hemoroid

Jenis soal/jenis

Diagnostik

Tingkat Kompetensi

4A

Seorang laki-laki 46 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan buang air besar darah segar, nyeri,
dan dubur terasa panas saat selesai buang air besar, pasien juga mengeluh timbul benjolan pada
anus yang dapat masuk sendiri ke dalam anus secara spontan. Pasien juga memiliki kebiasaan
bermain HP atau membaca saat buang air besar. Diagnostik pada pasien ini adalah

A. Hemoroid derajat 1

B. Hemoroid derajat 2

C. Hemoroid derajat 3

D. Hemoroid derajat 4

E. Carcinoma recti

Jawaban B

Hemoroid, Marcellus Simadibrata, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. hal.1868-1872

Nama Peserta
dr. Ahmad Faisyar

Periode

Ujian 6-7 Oktober 2018

Asal FK

FK Sriwijaya

Kategori soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Hemoroid

Jenis soal/jenis

Diagnostik

Tingkat Kompetensi

4A

Seorang Perempuan 50 tahun datang ke IGD dengan keluhan buang air besar darah segar, nyeri, dan
dubur terasa panas saat selesai buang air besar, pasien juga mengeluh timbul benjolan pada anus
yang dapat masuk ke dalam anus dengan dorongan jari. Pasien juga memiliki kebasaan mengedan
saat buang air besar sulit, sebelum keluhan ini pasien berobat ke poliklinik pasien dikatakan
menderita hemoroid. Diagnostik pada pasien ini adalah

A. Hemoroid derajat 1

B. Hemoroid derajat 2

C. Hemoroid derajat 3

D. Hemoroid derajat 4

E. Polip recti

Jawaban C

Hemoroid, Marcellus Simadibrata, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. hal.1868-1872

Nama Peserta

dr. Ahmad Faisyar

Periode
Ujian 6-7 Oktober 2018

Asal FK

FK Sriwijaya

Kategori soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Hemoroid

Jenis soal/jenis

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Seorang Laki-laki 35 tahun datang ke IGD dengan keluhan buang air besar darah segar, nyeri, dan
dubur terasa panas saat selesai buang air besar, pasien juga mengeluh timbul benjolan benjolan
pada anus yang dapat masuk sendiri ke dalam anus secara spontan. Pasien juga memiliki kebasaan
mengedan saat buang air besar sulit, sebelum keluhan ini pasien berobat ke poliklinik pasien
dikatakan menderita hemoroid. Tatalaksana pada pasien ini adalah

A. Skleroterapi

B. Fotokoagulasi Infra red

C. Pembekuan

D. Probe bipolar

E. Ardium

Jawaban E

Hemoroid, Marcellus Simadibrata, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. hal.1868-1872

Nama Peserta

Novandra Abdillah

Periode Ujian

38

Asal FK
FK UNSRI

Kategori soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Inflammatory Bowel Disease

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

1. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan diare
sejak 2 minggu yang lalu disertai nyeri perut. Diare disertai darah dan lendir. Os mengaku sudah
pernah merasakan kondisi seperti ini namun sembuh dengan sendirinya. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan kesadaran kompos mentis, tampak sakit ringan, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi
90x/menit, irama regular, isi cukup, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36,8 C. Abdomen datar,lemas,
tidak ada pembesaran hepar atau lien. Pasien dilakukan endoskopi dan didapatkan lesi inflamasi
difus mukosa rectosigmoid. Hasil histopatologi perendoskopi didapatkan abses kripti disertai
infiltrasi sel MN dan PMN di lamina propria. Diagnosis yang tepat pada pasien tersebut adalah

A. Kolitis Ulseratif

B. Kolitis Iskemik

C. Kolitis Infeksi

D. Penyakit Crohn

E. Kanker Kolon

JAWABAN : A

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Inflammatory Bowel Disease. Hal. 1814-1822

Nama Peserta

Novandra Abdillah

Periode Ujian

38
Asal FK

FK UNSRI

Kategori soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Inflammatory Bowel Disease

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

2. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan diare
sejak 2 minggu yang lalu disertai nyeri perut. Diare disertai darah dan lendir. Os mengaku sudah
pernah merasakan kondisi seperti ini namun sembuh dengan sendirinya. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan kesadaran kompos mentis, tampak sakit ringan, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi
90x/menit, irama regular, isi cukup, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36,8 C. Abdomen datar,lemas,
tidak ada pembesaran hepar atau lien. Pasien dilakukan endoskopi dan didapatkan lesi inflamasi
difus mukosa rectosigmoid. Hasil histopatologi perendoskopi didapatkan abses kripti disertai
infiltrasi sel MN dan PMN di lamina propria. Tatalaksana yang tepat pada pasien saat ini adalah

A. 5-acetyl salicylic acid

B. 6-mercaptopurin

C. Azathioprine

D. Siklosporin

E. Anti-Tumor Necroting Factor

JAWABAN : A

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Inflammatory Bowel Disease. Hal. 1814-1822

Nama Peserta

Novandra Abdillah

Periode Ujian
38

Asal FK

FK UNSRI

Kategori soal

Gastroenterologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Inflammatory Bowel Disease

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Komplikasi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

3. Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan diare
sejak 2 minggu yang lalu disertai nyeri perut. Diare disertai darah dan lendir. Os mengaku sudah
pernah merasakan kondisi seperti ini namun sembuh dengan sendirinya. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan kesadaran kompos mentis, tampak sakit ringan, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi
90x/menit, irama regular, isi cukup, frekuensi napas 20x/menit, suhu 36,8 C. Abdomen datar,lemas,
tidak ada pembesaran hepar atau lien. Pasien dilakukan endoskopi dan didapatkan lesi inflamasi
difus mukosa rectosigmoid. Hasil histopatologi perendoskopi didapatkan abses kripti disertai
infiltrasi sel MN dan PMN di lamina propria. Resiko jangka panjang yang dapat ditimbulkan pada
kasus diatas adalah

A. Kanker Kolorektal

B. Anemia

C. Malabsorbsi

D. Perdarahan

E. Perforasi

JAWABAN : A

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Inflammatory Bowel Disease. Hal. 1814-1822

Pembuat Soal

Dr. Ahmad Dika Wijaya


Kategori Soal

Gastrointestinal

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malabsorbsi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnostik

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Pria 45 tahun, datang dengan keluhan BAB cair sejak 1 minggu yang lalu, dengan frekuensi 3-4 kali
perhari. Pasien mengatakan saat bebersihan merasakan feses terasa seperti berminyak. Pasien juga
mengeluh badan lemas dan pandangan kadang berkunang. Pasien diketahui mendapatkan operasi
besar berupa reseksi ileum sepanjang 70 cm 2 minggu yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan
TD 110/80 mmHg, nadi 100x/menit, RR 20x/menit, suhu 37.30C. Didapatkan konjungtiva pucat dan
turgor turun. Pada pemeriksaan labor rutin didapatkan Hb 9.4 mg/dL, WBC 11.000, PLT 270.000, dan
pada pemeriksaan feses didapatkan kesan steatore.

Makro/mikronutrien apakah yang akan mengalami gangguan absorbsi pada pasien sesusai kasus di
atas…

a. Lemak

b. Glukosa, protein, asam folat

c. Lemak, asam folat, protein

d. Vitamin B12, garam empedu, lemak

e. Fe, lemak, asam folat

Jawaban: D

Referensi

Syam AF. Malabsorbsi. Dalam Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, et al. Eds. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. 6th Ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014:1811

Pembuat Soal

Dr. Ahmad Dika Wijaya

Kategori Soal

Gastrointestinal
Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Karsinoma Kolorektal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Epidemiologi

Tingkat Kompetensi

3A

Soal

Wanita 65 tahun datang dengan keluhan sulit BAB sejak 2 bulan lalu. Pasien mengeluh BAB seperti
kotoran kambing bewarna kehitaman dan kadang disertai darah. Pasien juga mengeluh nyeri perut
kiri bawah yang hilang timbul. Berat badan pasien turun 3 kg sejak 2 bulan lalu. Tidak ada riwayat
diare lama sebelumnya. Dari riwayat keluarga diketahui adik dan paman pasien memiliki nyeri perut
berulang dan didiagnosis polip pada usus besarnya. Pasien hanya mengkonsumsi obat darah tinggi
Amlodipin 1 x10 mg selama 2 tahun terakhir. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 140/90 mmHg,
nadi 76x/menit, RR 20x/menit, Suhu 36.40C, tinggi badan 160 cm dan berat badan 40 kg. CEA 60
ng/dL (<20). Pada pemeriksaan colonospi didapatkan kesan massa pada colon sigmoid.

Pernyataan yang tepat sesuai dengan kasus di atas adalah…

a. Kebanyakan kasus terjadi pada usia di atas 40 tahun

b. Merokok tidak menjadi faktor risiko untuk penyakit ini

c. Non alcoholic fatty liver disease (NAFLD) membuka peluang terkena risiko independen untuk
colitis ulseratif

d. Makanan cepat saji signifikan sebagai faktor risiko untuk penyakit ini

e. Wanita perokok, 40% lebih cepat meninggal pada karsinoma kolorektal dibanding dengan yang
tidak merokok

Jawaban: E

Referensi

Alwi I, Salim S, Hidayat R, Kurniawan J, Tahapary DL. Tumor Kolorekatal. Penatalaksanaan di bidang
ilmu penyakit dalam, Panduan Praktik Klinis. Jakarta: Interna Publishing; 2015: 211-212

Pembuat Soal

Dr. Ahmad Dika Wijaya

Kategori Soal

Gastrointestinal
Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Penyakit Divertikular

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Patofisiologi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Salah satu patofisiologi yang mendasari terjadinya penyakit divertikular di bawah ini adalah…

a. Serat yang tidak larut (laktosa), akan mengurangi tekanan intraluminal

b. Serat adalah substrat utama dalam produksi asam lemak rantai pendek sebagai energi yang
dibutuhkan mukosa kolon

c. Segmentasi kolon yang sedikit, akan menahan passase fekal material

d. Kafein dan alkohol berperan penting sebagai salah satu etiologi penyakit diverticular

e. Distribusi vertikel terbanyak terdapat pada bagian sigmoid saja sebesar 95%

Jawaban: B

Referensi

Syam AF. Penyakit Divertikular. Dalam Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, et al. Eds. Buku
Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 6th Ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014:1865

Nama Peserta

Aisyah Wirdah

Periode Ujian

38

Asal FK

FK UNSRI

Kategori soal

Gastroenterohepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Irritable Bowel Syndrome


Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan usia 41 tahun, datang berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan
nyeri di perut kiri dan kanan bawah. Pasien tidak dapat dengan tegas menunjukkan lokasi nyeri nya.
Dalam 1 tahun terakhir, keluhan sudah dirasakan sebanyak 7 kali yang berlangsung sampai 3
minggu. Keluhan juga dirasakan terutama menjelang menstruasi. Buang air besar kadang-kadang
cair. Nyeri hilang sebentar setelah buang air besar. Tidak didapatkan penurunan berat badan. Pada
pemeriksaan fisik abdomen didapatkan nyeri tekan pada daerah fossa iliaka kiri, bising usus normal
dan pada pemeriksaan colok dubur terdapat lendir, tidak ada darah. Hasil pemeriksaan feses lendir
positif,darah samar negatif. Diagnosis paling mungkin pada pasien ini adalah:

A. Penyakit crohn

B. Kolitis tuberkulosis

C. Sindrom kolon iritabel

D. Kolitis ulseratif

E. Penyakit divertikular

Jawaban : C

Referensi

Chudahman Manan, Ari Fahrial Syam. Irritable Bowel Syndrome. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,
Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid II. 6th ed. Jakarta:
Interna Publishing; 2014. p.1823-26.

Nama Peserta

Aisyah Wirdah

Periode Ujian

38

Asal FK

FK UNSRI

Kategori soal

Gastroenterohepatologi
Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Kolitis Infeksi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

3A

Soal

Seorang perempuan usia 43 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri abdomen yang sangat
disertai diare berdarah, mual dan muntah, telah di lakukan kultur dengan agar sorbitol-Mac Conkey
pasien tegak diagnose colitis terinfeksi dengan hasil pathogen Escherichia coli, pasien dilakukan
barium enema pada colon asenden dan tranversum, gambaran yang di harapkan adalah:

a. Apple Core

b. String Sign

c. Thumbprinting Pattern

d. Apple Pattern

e. Thumbsting Pattern

Jawab C

Referensi

O Nizam. 2014. Kolitis Infeksi Buku Ajaar Ilmu penyakit Dalam Edisi VI, hal 1827-1835

Nama Peserta

Aisyah Wirdah

Periode Ujian

38

Asal FK

FK UNSRI

Kategori soal

Gastroenterohepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

GERD
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

3B

Soal

Seorang wanita usia 23 tahun, datang ke UGD dengan keluhan nyeri ulu hati sejak 1 bulan terkahir.
Eri terasa terbakar dan menjalar kedada, pasien mengeluh terasa pahit pada lidah. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg; frekuensi nadi 92x/menit; frekuensi
napas 22x/menit; suhu 36,8°C, Nyeri tekan epigastrium. Dari hasil pemeriksaan penunjang
didapatkan Hb : 13,8 g/dL, Hct : 45%, Leukosit : 7.500 u/L, foto pemeriksaan endoskopi didapatkan
adangaya gambaran Mucosal Break pada linea dentate diameter > 5 mm tanpa saling berhubungan .
Diagnosa yang memungkinkan pada pasien ini adalah:

a. Esofagitis LA A

b. Esofagitis LA B

c. Esofagitis LA C

d. Esofagitis LA D

e. Barret’s Esophagus

Jawab: B

Referensi

Dandang Makmum. Penyakit Refluks Gastroesofageal. . Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid II. 6th ed.
Jakarta: Interna Publishing; 2014. p.1748-1756.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI HEMATOLOGI ONKOLOGI MEDIK

Kontributor:

dr. Melsa Aprima / UNAND

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

Pembuat Soal

dr. Melsa Aprima


Kategori Soal

HOM

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Anemia hemolitik non-autoimun (PNH)

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

3B

Soal

Seorang pria, 40 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan kuning pada mata dan badan sejak 4
hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien juga mengeluhkan rasa lemas. Buang air kecil pada pagi hari
berwarna gelap seperti cola. Tidak ada riwayat berpergian ke daerah endemis. Pada pemeriksaan
fisis didapatkan konjungtiva pucat, sklera ikterus, jantung paru dalam batas normal, splenomegali
schuffner 2. Pada pemeriksaan laboratorium Hb 7,0 g/dL, MCV 88 fl, MCHC 32 g/dL, Hct 21%,
leukosit 2.300/mm3, trombosit 65.000/mm3, bilirubin total 4,4 mg/dL, bilirubin direk 1,8 mg/dL dan
indirek 2,6 mg/dL, retikulosit 2,8%. Urinalisis : hemoglobinuria. Pemeriksaan sucrose water test :
positif.

1. Etiopatogenesis penyakit pada pasien ini adalah:

A. defisiensi fosfogliserat kinase

B. defisiensi enzim PIG-A

C. defisiensi piruvat kinase

D. defisiensi glutation reduktase

E. defisiensi enzim G6PD

Jawaban : B

Referensi

Sadana MP, 2014. Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid
II: hal 2639-2641

Pembuat Soal

dr. Melsa Aprima

Kategori Soal

HOM
Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

anemia defisiensi G6PD

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

3B

Soal

Seorang pria, keturunan afrika, berusia 25 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam karena keluhan
semakin pucat dan buang air kecil berwarna seperti teh pekat. Pasien sebelumnya mengalami infeksi
saluran kemih dan telah berobat ke dokter dan mendapatkan antibiotik. Saat ini keluhan infeksi
saluran kemih pasien telah membaik. Riwayat penyakit dahulu pada pasien tidak ada. Riwayat
merokok ataupun konsumsi alkohol disangkal. Pada pasien didapatkan tekanan darah 125/75
mmHg, RR 18x/menit, nadi 85x/menit, dan suhu 36,8o+C. Pada pemeriksaan fisik dalam batas
normal. Hasil laboratorium Hb 8 g/dl, leukosit 5000 /μL, trombosit 270.000 /μL, MCV 89 fl, MCH
32pg dan retikulosit 3,8%. Pada pemeriksaan gambaran darah tepi ditemukan heinz bodies dan bite
cells (fragmentosit). Pada pemeriksaan urin pasien ditemukan sedimen dan hasil pewarnaan
prussian blue positif.

2. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

A. Thrombotic thrombocytopenia purpura

B. Paroxismal Nocturnal Hemoglobinuria

C. Hereditary Spherocytosis

D. Sickle cell anemia

E. G6PD Deficiency

Jawaban : E

Referensi

Ikhwan Rinaldi, Aru W. Sudoyo. 2014. Anemia Hemolitik Non Imun. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam
Edisi VI hal 2614-2617

Pembuat Soal

dr. Melsa Aprima

Kategori Soal

HOM
Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Trombositosis esensial

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

3B

Soal

Seorang pasien laki-laki, usia 60 tahun, dikonsulkan ke poliklinik hematologi setelah menjalani
medical check up. Saat ini pasien tidak ada keluhan. Pada pemeriksaan fisik ditemukan splenomegali
Schuffner 2. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 12 gr/dl, leukosit 8.000 /μL, trombosit
998.000 /μL. Pada gambaran darah tepi ditemukan giant thrombocytes. Pasien kemudian dilakukan
bone marrow puncture dan didapatkan pada sumsum tulang hiperseluler dan megakariosit
meningkat.

3. Terapi pilihan pertama pada pasien ini adalah:

A. Aspirin dosis tinggi

B. Aspirin dosis rendah

C. Hidroksiurea 15 mg/kgBB

D. Hidroksiurea 20 mg/kgBB

E. Hidroksiurea 25 mg/KgBB

Jawaban : C

Referensi

Wahid, Irza. 2014. Trombositosis Esensial. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI hal 2767-2771

Pembuat Soal

dr. Ninda Septia Yuspar

Kategori Soal

HematoOnkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Kelainan Hematologi pada SLE

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan


Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

1. Seorang perempuan usia 25 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemas dan pucat sejak tiga hari
sebelum masuk rumah sakit. Keluhan ini tidak disertai sesak nafas, demam. Riwayat muntah darah
atau BAB hitam disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 nadi 100 kali per menit,
pernafasan 16 kali per menit. Pemeriksaan jantung dan paru tidak ditemukan kelainan. Pada
pemeriksaan abdomen didapatkan perabaan hepar dua jari di bawah iga kanan, tidak ditemukan
pembesaran limpa. Laboratorium menunjukkan Hb 5 g/dL, Ht 12%, MCV 84.6 MCH 28 Leukosit 2,300
trombosit 240.000. LDH 1349 U/L. Reticulosit 5%. Pemeriksaan ANA positif, anti ds-DNA 889 IU, C3
78 mg/dL (menurun) C4 5.5 mg/dL (menurun). Pemeriksaan EKG dalam batas normal.
Penatalaksanaan yang paling tepat pada kasus ini adalah:

A. Pemberian transfusi darah dengan target Hb 7 g/dL B

B. Pemberian Methylprednisolone 2x125 mg selama tiga hari

C. Pemberian Methylprednisolone 2x125mg dengan Mycophenolate mofetil 2x500 mg

D. Pertimbangan Rituximab

E. Pertimbangan Azathioprin

Jawaban : B

Referensi

Djoerban Z, Kelainan Hematologi pada Lupus erimatosus sistemik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
Edisi 6. Jilid III:hal 3392-3397.

Pembuat Soal

dr. Ninda Septia Yuspar

Kategori Soal

HematoOnkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Dasar-dasar transfusi darah

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi
4A

Soal

2. Seorang perempuan 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan buang air besar berwarna hitam
sejak 1 hari sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi
nadi 105x/menit, frekuensi napas 26x/menit. Hasil laboratorium hemoglobin 4,4 gr/dL. Pasien ini
kemudian direncanakan pemberian transfusi packed red cell (PRC). Namun dari hasil crossmatch PMI
menunjukkan incompatible pada Minor I (2+), minor II (2+), autocontrol (2+).

Tindakan selanjutnya yang paling tepat pada pasien ini adalah...

A. Menggunakan darah dari donor keluarga

B. Memberikan suplementasi besi intravena dan eritropoeitin

C. Tetap memberikan transfusi dengan premedikasi antihistamin

D. Menunda transfusi dan memberikan suplementasi besi intravena

E. Tetap memberikan transfusi dengan premedikasi kortikosteroid

Jawaban : E

Referensi

Djoerban Z, Dasar-dasar transfusi darah. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid III:hal 2839-
2843.

Pembuat Soal

dr. Ninda Septia Yuspar

Kategori Soal

HematoOnkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Imune Trombocytopenia purpura

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

3. Seorang perempuan berusia 29 tahun, datang berobat ke poliklinik dengan keluhan lebam-lebam
di kulit dan bintik-bintik di lengan dan kaki sejak 1 bulan, demam disangkal. Sejak 2 hari yang lalu
gusi pasien berdarah terutama saat menyikat gigi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan gingiva
bleeding, hematom dan ptekie di ektremitas atas dan bawah serrta di perut. Tidak didapatkan
pembesaran hepar dan lien. Pada pemeriksaan darah didapatkan; Hb 9,0 g/dL; lekosit 7800/uL; Ht
26%; trombosit 10.000/uL; retikulosit 2,45%; eritrosit 3,4 jt/uL; bilirubin total 1,0 mg/dL; bilirubin
direk 0,4 mg/dL; bilirubin indirek 0,6 mg/dL.Berdasarkan data klinis di atas, diagnosis yang paling
mungkin adalah:

A. Evans syndrome

B. Demam berdarah dengue

C. Myelodysplasia syndrome (MDS)

D. Systemic lupus erythematosus (SLE)

E. Immune thrombocytopenic purpura (ITP)

Jawaban : E

Referensi

Purwanto I, Purpura trombositopenia imun. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid III:hal 2778-
2788.

Pembuat Soal

Dr. yanrike

Kategori Soal

hematologi onkologi medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

karsinoma ovarium

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

1. Seorang perempuan berusia 60 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan perdarahan
dari kemaluan padahal pasien mengaku sudah menopouse sejak beberapa tahun yang lalu, psien
juga mengeluhkan perut yang membesar, kembung mual, nyeri pada perut bawah, tulang belakang
dan nyeri saat bak
Pasien dicurigai mengidap karsinoma ovarium. pemeriksaan penanda tumor apa yang sebaiknya
dilakukan dan bisa digunakan sesebagai monitoring keberhasilan pengobatan

a. beta human chorionic gonadotropin

b. alfa fetoprotein

c. laktat dehidrogenase

d. Ca 19-9

e. CA 125

Jawaban : E

Referensi

Ranuhardy D, Sari RM. 2009. Karsinoma Ovarium. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 5. Jilid III:hal
3047-3051

Pembuat Soal

Dr. yanrike

Kategori Soal

hematologi onkologi medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

karsinoma ovarium

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

2. Seorang perempuan berusia 60 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan perdarahan
dari kemaluan padahal pasien mengaku sudah menopouse sejak beberapa tahun yang lalu, psien
juga mengeluhkan perut yang membesar, kembung mual, nyeri pada perut bawah, tulang belakang
dan nyeri saat bak

Pasien dicurigai mengidap karsinoma ovarium. penatalaksanaan yang tepat pada pasien ini adalah

a. ooforektomi unilateral

b. bilateral salphyngo-ooforektomy
c. kemoterapi carboplatin dan paclitaxel 3-6 siklus

d. kemoterapi carboplatin 4-6 siklus

e. pembedahan dan pengangkatan seluruh massa tumor dan metastasenya diikuti kemoterapi

Jawaban : E

Referensi

Ranuhardy D, Sari RM. 2009. Karsinoma Ovarium. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 5. Jilid III:hal
3047-3051

Pembuat Soal

Dr. yanrike

Kategori Soal

hematologi onkologi medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

karsinoma servik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

3. Seorang perempuan berusia 30 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan perdarahan
dari kemaluan setiap pasien berhubungan seksual, pasien mengaku sering berganti teman kencan.
psien juga mengeluhkan berat badan yang semakin turun 5 kg dalam 2 bulan, cepat lelah, nyeri
panggul dan nyeri kaki.

Pasien dicurigai mengidap karsinoma servik. sel apa yang paling banyak ditemukan

a. Adenokarsinoma

b. karsinoma sel kecil

c. glassy cell carsinoma

d. villoglandular adenocarsinoma

e. karsinoma sel skuamosa

Jawaban : E
Referensi

Tadjoedin H, Agustini S. 2009. Karsinoma servik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 5. Jilid III:hal
3052-3061

Pembuat Soal

dr. Garri Prima Decroli

Kategori Soal

Hemato Onkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Anemia Aplasia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi

3A

Soal

1. Seorang wanita berusia 19 tahun datang dengan keluhan mudah lelah, lesu, dan mudah muncul
memar pada tungkai bila terbentur sesuatu sejak 6 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan
kadang-kadang demam dan berat badan semakin turun. Pada pemeriksaan fisik ditemukan
konjungtiva anemis dan hematom pada ekstremitas. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun
lien. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb : 6,8 g/dl, leukosit : 2340 /uL, trombosit 56.000/uL.
Penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien tersebut adalah :

A. Terapi imunosupresif (ATG, ALG atau siklosporin)

B. Transfusi PRC dan trombosit

C. Transplantasi sum-sum tulang dengan donor HLA matched sibling

D. Transplantasi sum-sum tulang dengan donor unrelated HLA matched

E. Pemberian faktor pertumbuhan hematopoiesis atau androgen

Jawaban : C

Referensi

Abidin Widjanarko, Aru W. Sudoyo, Hans Salonder.2014. Anemia Aplastik. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Edisi 6. Jilid II:hal 2646-56.

Pembuat Soal
dr. Garri Prima Decroli

Kategori Soal

Hemato Onkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Polisitemia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi

3A

Soal

2. Seorang pria berusia 68 tahun datang dengan keluhan sering sakit kepala, mudah lelah, dan
kadang telinga berdenging. Pasien sudah dikenal menderita penyakit paru dan jantung. Pasien
sebelumya adalah seorang perokok berat sejak muda dan baru berhenti merokok sejak 3 tahun yang
lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan barrel chest dan kedua tungkai edema. Pemeriksaan
laboratorium menunjukkan Hb : 18,2 g/dl, Ht : 62%, leukosit : 5440 /uL, trombosit 246.000/uL.
Penatalaksanaan yang paling tepat untuk pasien tersebut adalah :

a. Flebotomi 250-500 cc darah

b. Hidroksiurea 2x500 mg

c. Busulfan 1,8 mg/m2/hari

d. Chlorambucil 0,1-0,2 mg/kgbb/hari selama 3-6 minggu

e. Aspirin 1x75 mg

Jawaban : A

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:hal 2663-2670.

Pembuat Soal

dr. Garri Prima Decroli

Kategori Soal

Hemato Onkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi


Anemia Aplasia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

3A

Soal

3. Seorang wanita berusia 50 tahun datang dengan keluhan mudah lelah, lesu, dan mudah muncul
memar pada tungkai bila terbentur sesuatu sejak 6 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluhkan
kadang-kadang demam dan berat badan semakin turun. Pada pemeriksaan fisik ditemukan
konjungtiva anemis dan hematom pada ekstremitas. Tidak ditemukan pembesaran hepar maupun
lien. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb : 6,8 g/dl, leukosit : 2340 /uL, trombosit 56.000/uL.
Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis pasien tersebut adalah :

A. Pemeriksaan kadar retikulosit

B. Pemeriksaan gen BCR-ABL

C. Pemeriksaan sumsum tulang

D. Pemeriksaan gambaran darah tepi

E. Pemeriksaan direct coomb test

Jawaban : C

Referensi

Abidin Widjanarko, Aru W. Sudoyo, Hans Salonder.2014. Anemia Aplastik. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Edisi 6. Jilid II:hal 2646-56.

Pembuat Soal

dr. Yanne Pradwi Efendi

Kategori Soal

Hematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Transfusi Darah

Soal/Jenis Pertanyaan

Reaksi Transfusi

Tingkat Kompetensi
4A

Soal

1. Seorang laki-laki 70 tahun dengan ca colorektal dialporkan mengalami sesak nafas setelah
mendapatkan transfusi darah 250 cc. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak gelisah,
tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 120x/i, nafas 30x/i, suhu 39,40C, dan saturasi oksigen 94%. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan rhonki kasar pada seluruh lapangan paru.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

A. Reaksi alergi transfusi

B. Transfusion related acute lung injury

C. Transfusion associated circulatory overload

D. Transfusion associated graft vs host disease

E. Transfusion citrate toxicity

Jawaban : B

Referensi

Djoerban Z. 2016. Dasar-dasar transfusi darah. Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid I.
Hal: 2841-51.

Pembuat Soal

dr. Yanne Pradwi Efendi

Kategori Soal

Hematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Transfusi Darah

Soal/Jenis Pertanyaan

Reaksi Transfusi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

2. Seorang wanita 20 tahun sudah dikenal menderita thalasemia β mayor datang ke RS dengan
keluhan lemah letih lesu. Dilakukan pemeriksaan kadar Hb dengan hasil 6 mg/dL. Pasien rutin
mendapatakan transfusi darah setiap bulannya, namun pasien sering mengeluh gatal dan demam
setiap mendapat transfusi.

Komponen darah yang paling tepat diberikan untuk kondisi pasien di atas adalah:

A. Whole Blood

B. Packed Red Blood Cell

C. White Red Blood Cell

D. Packed Red Blood Cell Leucocytes Reduced

E. Packed Red Blood Cell Frozen

Jawaban : D

Referensi

Djoerban Z. 2016. Dasar-dasar transfusi darah. Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid I.
Hal: 2841-51.

Pembuat Soal

dr. Yanne Pradwi Efendi

Kategori Soal

Hematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Transfusi Darah

Soal/Jenis Pertanyaan

Reaksi Transfusi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

3. Seorang laki-laki 17 tahun sudah dikenal menderita Hemofilia A datang ke IGD pada malam hari
dengan keluhan gusi berdarah setelah dilakukan pencabutan gigi. Setelah dilakukan pemeriksaan
fisik didapatkan keadaan umum stabil dan vital sign dalam batas normal. Pasien direncakan untuk
diberikan konsentrat faktor VIII namun ketersediaan kosong.

Hal yang paling memungkinkan untuk diberikan sementara sebagai pengganti faktor VIII adalah:

A. Fresh Frozen Plasma


B. Vitamin K

C. Konsentrat faktor IX

D. Cryopresipitated AHF

E. Plasma protein fraction

Jawaban : D

Referensi

Harmono M. 2016. Pencegahan dan Penanganan Komplikasi Transfusi Darah. Dalam: Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid I. Hal: 2841-51.

Pembuat Soal

Dr. Adrian Ramdhany

Kategori Soal

Hemato Onkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Nyeri karena Kanker

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

1. Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri payudara kanan
semakin memberat sejak 1 minggu terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah
130/90 mmHg, frekuensi nadi 102 kali/menit, pernapasan 20 kali/menit, suhu 37,2oC, VAS 7/10,
tampak ulkus di regio mammae dekstra disertai pus dan darah. Pasien riwayat didiagnosa sebagai
kanker payudara 2 bulan yang lalu dan disarankan untuk kemoterapi, tapi pada saat itu pasien
menolak. Apakah terapi penanganan nyeri yang paling tepat pada pasien tersebut?

A. Asetaminofen

B. Codein + Asetaminofen

C. Tramadol

D. Fentanil

E. Tramadol + Asetaminofen
Jawaban : D

Referensi

Asrul Hasral.2014. Penanggulangan Nyeri pada Kanker. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid
III. Hal 2938-2940

Pembuat Soal

Dr. Adrian Ramdhany

Kategori Soal

Hemato Onkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Nyeri karena Kanker

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

2. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri hebat pada pinggul kanan.
Riwayat nyeri sebelumnya dirasakan pasien walaupun sudah mendapat obat penghilang nyeri.
Pasien didiagnosis sebelumnya dengan kanker prostat dengan riwayat metastase tulang dan paru.
Pasien telah menjalani kemoterapi dan mendapatkan terapi anti nyeri oral berupa parasetamol dan
opioid ringan sebelumnya, pilihan terapi dan penatalaksanaan nyeri pada pasien ini adalah :

A. Morfin injeksi dilanjutkan terapi nyeri sebelumnya

B. Morfin injeksi dilanjutkan opioid ringan

C. Morfin injeksi dilanjutkan morfin tablet

D. Diberikan transdermal fentanil

E. Morfin tablet

Jawaban : C

Referensi

Asrul Hasral.2014. Penanggulangan Nyeri pada Kanker. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid
III. Hal 2938-2940

Pembuat Soal
Dr. Adrian Ramdhany

Kategori Soal

Hemato Onkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Nyeri karena Kanker

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

3. Seorang wanita berusia 45 tahun, keluhan nyeri pada punggung sejak 2 minggu yang lalu. Riwayat
benjolan di payudara kiri 9 bulan yang lalu, telah dioperasi, dikatakan kanker ganas. Pemeriksaan
biopsi mammae dan ER, PR, HER2 positif 3 kuat. Pemeriksaan didapatkan gambaran metastase
tulang. Pasien telah menjalani kemoterapi dengan regimen Gemcitabine, Paclitaxel, Herceptin dan
Bondronat. Pemeriksaan hemodinamik stabil dan didapatkan VAS 5/10. Pemberian obat anti nyeri
kanker pada pasien tersebut adalah:

A. Asetaminofen 3x500 mg

B. Tramadol 2x50 mg

C. Meloxicam 1x15 mg

D. MST 3x10 mg

E. Fentanil Patch 12,5 mg

Jawaban : B

Referensi

Asrul Hasral.2014. Penanggulangan Nyeri pada Kanker. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid
III. Hal 2938-2940

Pembuat soal

Dr Sukma Lini

Kategori Soal

HOM

Lingkup Bahasa Dalam Standar Kompetensi


Penyakit sistem hemostasis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Patogenesis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

1. Seorang wanita, 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan buang air kecil berwarna merah dan
terdapat lebam kemerahan pada lengan kanan sejak 1 hari sebelumnya. Tujuh hari sebelumnya
pasien didiagnosa infeksi saluran kemih dan mendapat ciprofloxacin 2x500 mg. Pasien sudah
terdiagnosa atrial fibrilasi dan mendapat terapi warfarin 1x2 mg sejak 1 tahun lalu. Pada
pemeriksaan fisik TD 130/80, Nd 84 RR 20 T 37,4, konjungtiva pucat, sklera tidak ikterik. Hasil lab :
Hb 9,2 gr/dl, leukosit 7000/mm3, trombosit 370.000/mm3, INR 7,0 dan pada urin berwarna merah
segar, tanpa bekuan darah, eritrosit penuh/lpb, bakteri negatif. Faktor koagulasi yang berperan
terhadap kejadian perdarahan pada kasus ini adalah :

a. Defisiensi faktor II, VII, IX dan X

b. Defisiensi faktor Von Willebrab

c. Defisiensi faktorVII dan IX

d. Defisiensi faktor XIII

e. Defisiensi AT3

Jawaban : A

Referensi

Nusirwan Acang.2014. Pemakaian dan Pemantauan Obat-obatan Anti Trombosis. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:2836-2840

Pembuat soal

Dr Sukma Lini

Kategori Soal

HOM

Lingkup Bahasa Dalam Standar Kompetensi

Hemofili A dan B

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis
Tingkat Kompetensi

4A

Soal

2. Seorang laki-laki usia 20 tahun datang dengan keluhan bengkak di sendi siku kanan setelah
terjatuh. Perdarahan gusi, perdarahan saluran cerna, dan BAK berwarna merah tidak ada. Dari
pemeriksaan pasien didiagnosa dengan hemofilia A. Kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium
terhadap pasien. Hasil pemeriksaan terhadap pasien yang mendukung ke arah hemofilia A adalah:

a.Trombosit menurun, APTT memanjang, PT memanjang, test ristosetin terganggu

b.Trombosit normal, APTT memanjang, PT memanjang, test ristosetin terganggu

c.Trombosit menurun,APTT memanjang,PT memanjang, test ristosetin normal

d.Trombosit normal, APTT memanjang, PT normal, test ristosetin normal

e.Trombosit normal, APTT memanjang, PT memanjang, test ristosetin normal

Jawaban : D

Referensi

Linda WA Rotty, Aru W Sudoyo. 2014. Hemofilia A dan B. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid
II:hal 2741-2749.

Pembuat soal

Dr Sukma Lini

Kategori Soal

Hematologi

Lingkup Bahasa Dalam Standar Kompetensi

Thrombotic thrombocytopenic purpura

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Patofisiologi

Tingkat Kompetensi

3B

Soal

3. Seorang pria 38 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam dan buang air kecil kemerahan sejak
3 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien didiagnosis HIV sejak 2 tahun terakhir namun tidak
mengkonsumsi ARV secara teratur. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80 mmhg, nadi 98
x/menit, suhu 38.5 0C, konjungtiva anemis, bunyi pernapasan vesikuler, tidak terdapat rhonki
maupun wheezing. Tidak terdapat organomegali. Pada lengan dan tungkai tampak pteki. Hasil
laboratorium didapatkan Hb 10.7 g/dl, leukosit 8500/mm3, platelet 50000/mm3. Pasien kemudian
didiagnosis dengan TTP. Pada TTP yang menjadi penyeban terjadinya trombus sistemik adalah:

a. Gagalnya degradasi faktor von wilebrand

b. Mutasi pada sel induk multipoten

c. Defek faktor H plasma

d. Pajanan toksin shiga.

e. Adanya peningkatan aktivitas ADAMTS 13

Jawaban : A

Referensi

Ikhwan Rinaldi, Aru W Sudoyo. 2014. Anemia hemolitik non imun. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam
Edisi 6. Jilid III:hal 2616-2618.

PembuatSoal

Dr. Melissa Indah Sari

KategoriSoal

Hemato Onkologi Medik

LingkupBahasanDalamStandarKompetensi

Myelodysplastic Syndrome

JenisSoal/JenisPertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

3A

Soal

Seorang perempuan berusia 65 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan cepat lelah sejak
1 bulan yang lalu. Pasien tampak pucat dan letih. Riwayat transfusi berulang (+). Dari pemeriksaan
fisik ditemukan konjungtiva anemis, paru dan jantung dalam batas normal, hepatosplenomegali
tidak ada. Hasil laboratorium Hb 7,0 g/dL, leukosit 4.800/mm3, trombosit 75.000/mm2, hitung jenis
leukosit : eosinofil 0%, basofil 0%, netrofil batang 0%, netrofil segmen 55%, limfosit 18%, monosit
25%, blast 2%. Hasil BMP : hiposeluler disertai displasia sistem hemopoeisis, sideroblas 10%, blast
15%. Berdasarkan data diatas, termasuk kriteria manakah pasien ini :
A. Refractory anemia

B. Refractory anemia with ringed sideroblasts

C. Refractory anemia with excessive blasts

D. Refractory anemia with excessive blasts in transformation to Leukemia

E. Chronic Myelomonocytic Leukemia

Jawaban : C

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid II : hal 2711-4.

PembuatSoal

Dr. Melissa Indah Sari

KategoriSoal

Hemato Onkologi Medik

LingkupBahasanDalamStandarKompetensi

Myelodysplastic Syndrome

JenisSoal/JenisPertanyaan

Prognosis

Tingkat Kompetensi

3A

Soal

Seorang perempuan berusia 65 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan cepat lelah sejak
1 bulan yang lalu. Pasien tampak pucat dan letih. Riwayat transfusi berulang (+). Dari pemeriksaan
fisik ditemukan konjungtiva anemis, paru dan jantung dalam batas normal, hepatosplenomegali
tidak ada. Hasil laboratorium Hb 7,0 g/dL, leukosit 4.800/mm3, trombosit 75.000/mm2, hitung jenis
leukosit : eosinofil 0%, basofil 0%, netrofil batang 0%, netrofil segmen 55%, limfosit 18%, monosit
25%, blast 2%. Hasil BMP : hiposeluler disertai displasia sistem hemopoeisis, sideroblas 10%, blast
15%. Berdasarkan klasifikasi FAB dan WHO, berapakah prediksi survival pasien ini :

A. 5 tahun 9 bulan

B. 2 tahun 9 bulan

C. 1 tahun 6 bulan

D. 10 bulan
E. 6 bulan

Jawaban : D

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid II : hal 2711-4.

PembuatSoal

Dr. Melissa Indah Sari

KategoriSoal

Hemato Onkologi Medik

LingkupBahasanDalamStandarKompetensi

Myelodysplastic Syndrome

JenisSoal/JenisPertanyaan

Etiopatogenesis

Tingkat Kompetensi

3A

Soal

Seorang perempuan berusia 65 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan cepat lelah sejak
1 bulan yang lalu. Pasien tampak pucat dan letih. Riwayat transfusi berulang (+). Dari pemeriksaan
fisik ditemukan konjungtiva anemis, paru dan jantung dalam batas normal, hepatosplenomegali
tidak ada. Hasil laboratorium Hb 7,0 g/dL, leukosit 4.800/mm3, trombosit 75.000/mm2, hitung jenis
leukosit : eosinofil 0%, basofil 0%, netrofil batang 0%, netrofil segmen 55%, limfosit 18%, monosit
25%, blast 2%. Hasil BMP : hiposeluler disertai displasia sistem hemopoeisis, sideroblas 10%, blast
15%. Patogenesis yang mungkin pada kasus diatas adalah :

A. Abnormalitas sitogenetik seperti delesi 5q atau monosimi 7

B. Gangguan sintesis hemoglobin akibat mutasi gen globin

C. Translokasi gen BCR-ABL atau terbentuk kromosom Ph

D. Reaksi kompleks auto imun

E. Defek jalur heksosa monofosfat

Jawaban : A

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid II : hal 2711-4.
Pembuat Soal

Dr. Hani Sriwinda Zikra

Kategori Soal

Hemato Onkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

anemia hemolitik autoimun

Jenis Soal/JenisPertanyaan

etiopatogenesis

Tingkat Kompetensi

Soal

Seorang wanita 28 tahun mengeluh sering merasa pusing dan lemas sejak 1 bulan ini. Satu minggu
yang lalu mendapat transfusi darah tetapi keluhan hanya hilang sementara dan saat ini rasa pusing
dan lemas semakin meningkat dan juga merasa sesak nafas. Riwayat mimisan, gusi berdarah atau
pun perdarahan lainnya tidak ada. Mata terlihat kuning sejak 3 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan splenomegaly. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 3 g/dl, Ht 9%, leukosit 5500,
trombosit 175.000, retikulosit 3,2 %, direct antiglobulin test (+). Berikut ini adalah pernyataan yang
benar tentang anemia hemolitik tipe hangat, KECUALI :

a. Autoantibodi bereaksi secara optimal pada suhu 370C

b. Kelainan ini memiliki agglutinin IgM monoclonal

c. Autoantibodi ini berasal dari kelas IgG dan bereaksi dengan semua sel eritrosit normal

d. Kortikosteroid 1-1,5 mg/kgbb/hari sebagian besar akan menunjukkan respon klinik yang baik
dalam 2 minggu

e. Spelektomi dapat dipertimbangkan bila terapi steroid tidak adekuat atau tidak bias dilakukan
penurunan dosis selama 3 bulan

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Anemia Hemolitik Imun.

Pembuat Soal

Dr. Hani Sriwinda Zikra

Kategori Soal

Hemato Onkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi


SLE

Jenis Soal/JenisPertanyaan

etiopatogenesis

Tingkat Kompetensi

Soal

2. Seorang wanita 28 tahun mengalami kejang sejak 1 hari yang lalu. Awalnya merasa sakit kepala
dan perlahan-lahan terjadi penurunan kesadaran. Demam dan mual muntah tidak ada. Riwayat
trauma kepala sebelum terjadinya kejang tidak ada. Pasien telah diketahui menderita sistemik lupus
eritematosus sejak 6 bulan yang lalu dan mengkonsumsi obat tidak teratur. Berikut ini adalah
autoantibodi yang berhubungan dengan dengan keterlibatan system saraf pada neuropsikiatri lupus,
KECUALI :

a. Antibodi antineuronal

b. Antibodi antiribosom P

c. Antibodi excitatory N-methyl-D- aspartate

d. Antibodi antifosfolipid

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. SLE.

Pembuat Soal

Dr. Hani Sriwinda Zikra

Kategori Soal

Hemato Onkologi Medik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

TTP

Jenis Soal/JenisPertanyaan

penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi

Soal

3. Seorang wanita hamil 22-23 minggu mengalami gusi berdarah sejak 1 minggu yang lalu. Demam
tidak ada. Riwayat lebam-lebam tidak ada. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 9 g/dl, Ht 27%,
leukosit 5500, trombosit 40.000, retikulosit 2,5%, bilirubin indirek 2g/dl, direct antiglobulin test (-).
Didapatkan antibodi ADAMTS 13 (+). Berikut ini adalah pilihan terapi utama yang tepat untuk
diagnosis penyakit diatas adalah:

a. Plasma exchange

b. Glukokortikoid

c. Rituximab

d. Vincristine

e. Cyclophosphamide

Referensi

thrombotic thrombocytopenic purpura, Harrison’s 18th edition

Pembuat Soal

dr. Bun Yurizali

Kategori Soal

Hematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Penyakit Imuno-Hematologi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan berusia 24 tahun yang sedang menjalani internship datang berobat ke poliklinik
penyakit dalam dengan keluhan sering mimisan sejak 1 minggu terakhir. Mimisan banyaknya ± ½
sendok makan. Pasien juga sering mengeluhkan memar di kulit bila terbentur ringan tetapi kadang
memar hilang sendiri. Riwayat sering lelah, deman hilang timbul, nyeri sendi, rambut rontok dan
kulit kemerahan bila terkena sinar matahari sudah dialami pasien sejak 3 bulan yang lalu. Pasien
mengaku keluhan ini dialami sejak internship di RS yang banyak menghabiskan waktunya sehingga
tidak memeriksakan dirinya ke dokter.

Dari pemeriksaan didapatkan TD 120/80mmHg, nadi 88x/menit, temp 37,5◦C. Hematom regio cruris
(+). Laboratorium ditemui Hb: 10,5 g%, leukosit 4600/mm3, trombosit 43.000/mm3, LED 54
mm/jam, ANA IF (+), AntiDsDNA 845 IU/mL (normal <100 IU/mL).

1. Tatalaksana trombositopenia yang paling tepat pada pasien ini adalah:


A. Transfusi trombosit 10 unit

B. Pemberian pulse dose kortikosteroid selama 3 hari

C. Azatioprin 2mg/KgBB/hari

D. Prednison 1-1,5mg/kgBB/hari

E. Siklofosfamid intravena

Jawaban : D

Referensi

Djoerban Z, 2014. Kelainan Hematologi pada Lupus Eritematosus Sistemik. Buku Ajar Ilmu Penyakit
Dalam Edisi 6. Jilid III:hal 3392-3397.

Pembuat Soal

dr. Bun Yurizali

Kategori Soal

Hematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Penyakit Imuno-Hematologi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang ibu rumah tangga berusia 30 tahun datang berobat ke poliklinik penyakit dalam setelah
sebelumnya dikonsulkan dari bagian obstetri dengan keluhan menstruasi yang memanjang sejak 2
bulan terakhir. Riwayat menstruasi sebelumnya hanya 7-8 hari, namun 2 bulan ini memanjang
sampai 14 hari. Banyaknya menstruasi sampai mengganti 2 pembalut dalam sehari. Riwayat memar
bila terbentur ringan (+). Riwayat sering demam sebelumnya disangkal, batuk lama tidak ada.

Dari pemeriksaan didapatkan TD 110/80mmHg, nadi 80x/menit, temp 36,9◦C. Hematom regio cruris
(+). Laboratorium ditemui Hb: 11,5 g%, leukosit 8600/mm3, trombosit 8.000/mm3, dari sediaan
darah tepi ditemukan adanya megatrombosit. Hasil pemeriksaan sumsum tulang didapatkan banyak
megakariosit dan agranular atau tidak mengandung trombosit. Pasien didiagnosis dengan purpura
trombositopenia imun. Kemudian pasien diberikan prednison 1,0-1,5 mg/Kg/BB/ hari selama 2
minggu dan dianjurkan kontrol kembali. Pasien baru datang 1 bulan kemudian dan dilakukan
pemeriksaan laboratorium ternyata trombosit masih 10.000/mm3
2. Kriteria purpura trombositopenia imun (PTI) dikatakan kronik refrakter adalah apabila:

A. Angka trombosit normal tetapi menurun bila dosis diturunkan (tappering off)

B. Pemberian imunoglobulin intravena tidak memberikan perbaikan

C. Bila PTI menetap selama 3 bulan atau gagal berespon dengan splenektomi dan trombosit <
30.000/mm3

D. Angka trombosit < 50.000/mm3 setelah 4 minggu terapi

E. Angka trombosit tidak menjadi normal setelah 6-8 minggu (karena problem efek samping)

Jawaban : C

Referensi

Purwanto I, 2014. Purpura trombositopenia imun. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:hal
2778-2788.

Pembuat Soal

dr. Bun Yurizali

Kategori Soal

Hematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Penyakit Imuno-Hematologi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Patofisiologi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 52 tahun mengeluh panas disertai menggigil, cemas, nyeri dada dan sesak
nafas sejak dimasukkan transfusi PRC atas indikasi anemia akibat perdarahan pasca KLL. Oleh bagian
bedah transfusi PRC di stop dan dikonsulkan ke bagian penyakit dalam untuk tatalaksana lebih lanjut

Dari pemeriksaan didapatkan TD 100/60mmHg, nadi 122x/menit, nafas 26x/menit, temp 37,5◦C.

3. Yang menyebabkan keluhan pada pasien diatas adalah:

A. Reaksi diperantarai oleh IgE resipien terhadap protein atau bahan terlarut di dalam plasma donor

B. Tidak diberikan steroid dan antihistamin sebelum transfusi


C. Aloimunisasi terhadap antigen leukosit dan trombosit

D. Perusakan eritrosit donor terjadi ekstravaskular, dimana eritrosit yang terbungkus IgG dihilangkan
di sistem retikuloendotelial

E. Adanya interaksi antara antibodi dan membran sel eritrosit yang mengembang menjadi
terbentuknya kompleks imun, aktivasi kaskade komplemen, mekanisme koagulasi lewat sitokin dan
faktor XII

Jawaban : E

Referensi

Harmono, MT , 2014. Pencegahan dan penanganan Komplikasi Transfusi Darah. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid III:hal

2852-2858.

Nama peserta

Putri Avryna D

Periode ujian

38

Asal institusi

FK UNAND

Kategori soal

Hematologi

Jenis soal/ jenis pertanyaan

Diagnosis

Tingkat kompetensi

4A

Soal

Seorang lelaki berusia 24 tahun, melakukan pemeriksaan kesehatan untuk seleksi pekerjaan. Pasien
saat ini tidak ada keluhan Dari pemeriksaan fisis didapatkan limpa teraba schuffner 2, hepar tidak
teraba. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 10,7 g/dL; Ht 37%; MCV 70 fl; MCH 22 pg;
retikulosit 3 %; trombosit 300.000/uL; dan leukosit 7800/uL. Dari pemeriksaan darah tepi didapatkan
gambaran mikrositik hipokrom, sel target (+), Tear drop cell (+)

Berdasarkan data di atas, maka masalah yang paling mungkin pada pasien ini adalah :

A. Anemia defisiensi besi


B. Malaria Kronis

C. Thalassemia-β trait

D. Anemia defisiensi G6PD

E. Anemia karena perdarahan akut

Jawaban : C

Referensi

Djumhana Atmakusuma.2014. Thalassemia.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

Jilid I:hal 2632-2638

Nama peserta

Putri Avryna D

Periode ujian

38

Asal institusi

FK UNAND

Kategori soal

Hematologi

Jenis soal/ jenis pertanyaan

Thalassemia

Tingkat kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan 20 tahun datang ke poli hematologi dengan keluhan lemas, yang di alami 3
bulan terakhir, namun pasien masih bisa beraktifitas seperti biasa. Nafsu makan baik. Satu minggu
sebelumnya pasien melakukan medical check up dan dikatakn Hemoglobin nya rendah. Tidak ada
perdarahan dan menstruasi dalam batas normal.

Pemeriksaan fisis didapatkan, Konjungtiva anemis, splenomegali scufner 1, yang lain dalam batas
normal. Dari Laboratorium didapatkan : WBC : 9.000/uL, Hb : 10,2 g/dl, HCT 30%, PLT 200.000/uL,
hitung diffrensial count dalam batas normal, MCV : 60 fl, MCH 20 pg, MCHC : 25 g/dl. Fe serum, TIBC,
Ferritin : dalam batas normal. Analisa Darah Tepi : mikrositik hipokrom, poikilositosis, sel target, dan
eliptoid. Pemeriksaan selanjutnya pada pasien ini yang sebaiknya dilakukan adalah :

a. Pemeriksaan besi sumsum tulang

b. Pemeriksaan kadar B12

c. Elektroforesis Hb

d. Elektroforesis Protein

e. Analisa feses

Jawaban : C

Referensi

Djumhana Atmakusuma.2014. Thalassemia.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

Jilid I:hal 2632-2638

Nama peserta

Putri Avryna D

Periode ujian

38

Asal institusi

FK UNAND

Kategori soal

Hematologi

Jenis soal/ jenis pertanyaan

Immune Trombocytopenia Purpurae

Tingkat kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan berusia 30 tahun datang berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan
lebam – lebam di kulit dan bintik - bintik di lengan dan kaki sejak 3 minggu yang lalu, demam
disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan perdarahan gusi (-), hematom dan ptekie di
ekstremitas atas dan bawah. Tidak didapatkan pembesaran hepar dan lien. Dari pemeriksaan
laboratorium didapatkan Hb 8,0 g/dl, Ht 28%, leukosit 5000/mm3, trombosit 8.000/mm3, retikulosit
3,5%, eritrosit 3,4 juta/uL, bilirubin total 2,4 mg/dl, bilirubin direk 0,4 mg/dl, bilirubin indirek 2
mg/dl.

Berdasarkan data klinis di atas, diagnosis yang paling mungkin adalah

A. Evans syndrome

B. Systemic lupus erytematosus (SLE)

C. Demam berdarah dengue

D. Immune thrombocytopenia purpurae

E. Myelodysplasia syndrome (MDS)

Jawaban : A

Referensi

Purwanto I. Purpura trombositopenia imun. Dalam : Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M,
Setiyohadi B, Syam AF. Buku ajar ilmu penyakit dalam Edisi VI. Jilid II : Hal 2778 – 2788.

Pembuat Soal

Dr. Fitrach Desfiyanda

Kategori Soal

Hematologi-Onkologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Solid Tumor

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Faktor Risiko

Tingkat Kompetensi

3A

Soal

Seorang perempuan berusia 50 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan perdarahan dari
kemaluan. Pasien tidak berada dalam siklus haid. Pasien telah dikenal menderita karsinoma serviks.

Keluarga pasien memiliki riwayat kanker serviks. Pasien telah memiliki 5 orang anak. Pasien rutin
mengkonsumsi obat ARV.

1. Yang bukan menjadi faktor risiko terjadinya penyakit pada pasien di atas adalah:
A. HPV

B. Multipara

C. Riwayat keluarga

D. Genetik HLA-B8

E. Infeksi HIV

Jawaban : D

Referensi

Tadjoedin H, Agustini S. 2014. Karsinoma serviks. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid III:hal
3052-061.

Pembuat Soal

Dr. Fitrach Desfiyanda

Kategori Soal

Hematologi-Onkologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Solid Tumor

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Stadium Karsinoma Serviks

Tingkat Kompetensi

3A

Soal

Seorang perempuan berusia 45 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan perdarahan dari
kemaluan. Pasien saat ini sedang hamil 18 minggu. Pasien telah dikenal menderita karsinoma
serviks. Keluarga pasien memiliki riwayat kanker serviks. Pasien telah memiliki 5 orang anak. Pasien
rutin mengkonsumsi obat ARV. Pasien dilakukan pemeriksaan dalam dan CT Scan. Pada pemeriksaan
tersebut disimpulkan lesi telah meluas sampai 1/3 distal vagina tetapi belum mencapai dinding
panggul.

2. Pasien di atas berada pada stadium:

A. Ia1

B. Ia2

C. IIb
D. IIIa

E. IVa

Jawaban : D

Referensi

Tadjoedin H, Agustini S. 2014. Karsinoma serviks. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid III:hal
3052-061.

Pembuat Soal

Dr. Fitrach Desfiyanda

Kategori Soal

Hematologi-Onkologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Solid Tumor

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Tatalaksana Karsinoma Serviks

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan berusia 42 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan perdarahan dari
kemaluan. Pasien saat ini sedang hamil 16-18 minggu. Pasien telah dikenal menderita karsinoma
serviks. Keluarga pasien memiliki riwayat kanker serviks. Pasien telah memiliki 4 orang anak. Pasien
rutin mengkonsumsi obat ARV. Pasien dilakukan pemeriksaan dalam, CT Scan dan histopatologi.
Pada pemeriksaan tersebut disimpulkan lesi terbatas pada sserviks dan terdapat invasi stroma dini
tidak melebihi 5mm dari batas lesi dan lebar lesi horizontal tidak melebihi 7mm.

3. Penatalaksanaan pada pasien ini adalah

A. Kemoterapi

B. Observasi sampai janin matang

C. Terminasi kehamilan

D. Radiasi intralesi

E. Kemoradiasi

Jawaban : B
Referensi

Tadjoedin H, Agustini S. 2014. Karsinoma serviks. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid III:hal
3052-061.

Nama peserta

Afni Fatmasari

Periode ujian

38

Asal institusi

FK UNAND

Kategori soal

Hematologi

Jenis soal/ jenis pertanyaan

Diagnosis / Anemia aplasia

Tingkat kompetensi

4A

Soal

1. Seorang Laki-laki berusia 24 tahun datang ke UGD karena mengeluh badan lemas. Satu minggu
terakhir pasien ini mengalami pendarahan di gusi dan riwayat demam yang turun dengan antipiretik.
Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan HB 7,8 g/dl. Hct 23,4 %. Lekosit 2700/ul, trombosit
20.000 /ul. MCV 81 fl, MCH 27 pg. MCHC 35 g/dl. Berdasarkan patogenesis terjadinya anemia pada
pasien ini, pernyataan berikut ini mana yang lebih tepat :

A. Peningkatan destruksi eritrosit di limpa

B. Pemendekan masa hidup eritrosit

C. Sitokin akibat infeksi menyebabkan sekuestrasi magrofag

D. Gangguan absorbsi zat besi pada usus

E. Sitomegalovirus menekan produksi pada sel-sel stroma sumsum tulang

Jawaban : E

Referensi

Abidin widjanarko,Aru W Sudoyu, Hans


Salendar.2015.Anemia Aplastik. Buku Ajar

IlmuPenyakitDalamEdisi 6 Hal 2647

Nama peserta

Afni Fatmasari

Periode ujian

38

Asal institusi

FK UNAND

Kategori soal

Hematologi

Jenis soal/ jenis pertanyaan

Polisitemia Vera

Tingkat kompetensi

4A

Soal

2. Seorang laki-laki, 60 tahun datang berobat ke poli penyakit dalam dengan keluhan nyeri

kepala, yang dialami sejak 1 bulan. Tidak ada riwayat penyakit dan pengobatan yang spesifik
sebelumnya. Pada pemeriksaan laboratorium awal didapatkan HCT 68%, HB : 19,2 g/dl WBC: 13.000
mm3, PLT: 550.000 mm3 USG abdomen : splenomegali. Salah satu kriteria WHO untuk diagnosis
pada pasien ini adalah adanya mutasi gen yaitu

A. Mutasi pada JAK 2

B. CD-117

C. FLT3 tirosin kinase

D. Fms-related Tirosin kinase 3

E. BCR-ABL

Jawaban : A

Referensi

M. Darwin Prenggono.2015.PolisitemiaveraBuku

Ajar IlmuPenyakitDalamEdisi 6. Hal : 2667


Nama peserta

Afni Fatmasari

Periode ujian

38

Asal institusi

FK UNAND

Kategori soal

Hematologi

Jenis soal/ jenis pertanyaan

Anemia Aplasia

Tingkat kompetensi

4A

Soal

3. Seorang wanita, 53 tahun, masuk RS dengan keluhan perdarahan pada gusi sejak 2 minggu

terakhir, disertai tubuh mudah lelah sejak 1 bulan terakhir, kadang ada demam yang tidak

terlalu tinggi dan tidak terus-menerus. Pasien riwayat bekerja di pabrik pembuat kue selama 25
tahun. Pada pemeriksaan fisis didapatkan TD 110/70 mmHg, nadi 86x/mnt pernafasan 20 x/mnt,
Suhu 37,8 C, anemis pada konjungtiva, bekuan darah tampak pada daerah gusi, ada hepatomegali
sekitar 2 cm di bawah arcus costa, tampak pula petekie pada ekstremitas superior dan inferior
bilateral. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Wbc 3.200/mm3 Hb 7,2 gr/dl Platelet
19.000/mm3. Pada biopsi sumsum tulang didapatkan selularitas sumsum tulang 20 %. Pasien saat ini
didiagnosis sebagai Anemia Aplastik Berat.

Penatalaksanaan apakah yang paling tepat pada pasien di atas ?

a. Antithymocyte globulin kombinasi Mycophenolate mofetil dan metilprednisolon

b. Antithymocyte globulin kombinasi Siklosporin dan Mycophenolate mofetil

c. Antithymocyte globulin kombinasi metilprednisolon dan Mycophenolate mofetil

d. Transplantasi sumsum tulang

e. Antithymocyte globulin kombinasi siklosporin dan metilprednisolon

Jawaban : E

Referensi
Abidn W, Aru WS, Hans S. 2014. Anemia Aplastik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI Jilid II. Hal
2654-2655

Nama peserta

Doni Saputra

Periode ujian

38

Asal institusi

FK UNAND

Kategori soal

Hematologi

Jenis soal/ jenis pertanyaan

Tingkat kompetensi

Soal

1. Seorang wanita usia 35 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di leher yang
membesar, tidak nyeri, disertai gejala-gejala seperti berat badan yang bertambah, wajah terlihat
sembab dan suram, kulit kering, suara parau, serta tidak tahan dingin. Hasil lab didapatkan anti hCV
(+), TSH tinggi, fT4 rendah dan anti TPO (+). Diagnosis yang paling mungkin adalah :

a. Tiroiditis de quervain

b. Tiroiditis karena hepatitis C

c. Grave disease

d. Tiroiditis autoimun

e. Tiroiditis idiopatik

Jawaban : D

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI

Nama peserta

Doni Saputra

Periode ujian

38
Asal institusi

FK UNAND

Kategori soal

Hematologi

Jenis soal/ jenis pertanyaan

Tingkat kompetensi

Soal

2. Seorang lelaki berusia 36 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan mimisan yang hilang
timbul sejak 1 bulan SMRS, pasien juga mengeluhkan telinga kiri terasa pekak dan hidung terasa
tersumbat, pasien juga merasakan nyeri di leher. Didapatkan penurunan berat badan drastis dalam 3
bulan, pada pemeriksaan fisik didapatkan benjolan pada leher kiri dibawah telinga kiri sebesar 2x1
cm. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah :

a. Limfoma Maligna

b. ca sinonasal

c. Akustik Neuroma

d. Ca Nasofaring

e. Limfadenopati TB

Jawaban : D

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI

Nama peserta

Doni Saputra

Periode ujian

38

Asal institusi

FK UNAND

Kategori soal

Hematologi

Jenis soal/ jenis pertanyaan


Tingkat kompetensi

Soal

3. Seorang laki-laki 40 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan benjolan di leher dan ketiak kanan
sejak 6 bulan yang lalu, disertai demam yang tidak terlalu tinggi. Penurunan berat badan (+), keringat
malam (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan pembesaran KGB di aksila dextra berukuran 3x2 cm
dan leher 11x8 cm. Hasil pemeriksaan penunjang histopatologi adalah limfoma non hodgkin. Secara
klinis sistem staging ann arbor. Pasien ini masuk kategori limfoma non hodgkin stadium :

a. Stadium IIa

b. Stadium IIb

c. Stadium IIIa

d. Stadium IIa bulky

e. Stadium IIb bulky

Jawaban : E

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI TROPIK DAN PENYAKIT INFEKSI

Kontributor:

dr. I Ketut Adi Suryana / UNUD

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. I Ketut Adi Suryana

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal
Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malaria

Jenis soal

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki - laki 32 tahun,datang ke IGD dengan keluhan bengkak pada perut, merasa lemah dan
berat badan turun. Riwayat sakit ginjal dan liver disangkal. Pasien baru saja datang dari tugas luar
selama 6 bulan di Papua. Pemeriksaan fisik: KU lemah, sadar, Tekanan darah 100/70 mmHg, Nadi 98
x/mnt, RR 20 x/mnt, suhu badan 37°C. Pemeriksaan kepala didapatkan konjuktiva anemis, abdomen
ditemukan splenomegali dengan ukuran 12 cm bawah arkus kosta, tidak ada nyeri tekan pada
gastronemius. Pemeriksaan penunjang : Hb 8.2 g/dl, Leukosit 11.000/mm3, Trombosit 100.000
/mm3, SGOT 30 mg/dL, SGPT 40 mg/dl, ureum 40 mg/dL, creatinin 1,0 mg/dL, HbsAg (-) anti HCV (-).
Manakah dari pernyataan berikut yang benar terkait kriteria diagnostik Sindrom Splenomegali Tropik
?

a. Splenomegali (limpa >10 cm bawah arcus costarum) dan anemia

b. Antibodi terhadap malaria tidak meningkat

c. IgM meningkat >3 standar deviasi dari normal setempat

d. Tidak ditemukan limfositosis pada sinusoid hati, hanya pada sumsum tulang saja

e. Ukuran limfa menetap setelah 3 bulan pengobatan kemoprofilaksis

Jawaban : A

Referensi

Paul N. Harijanto, Malaria. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid 1. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;
2014. P.606

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. I Ketut Adi Suryana

Asal FK
FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malaria

Jenis soal

Patofisiologi dan Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan 28 tahun baru kembali dari bepergian ke NTT selama tiga bulan, datang ke
poliklinik dengan keluhan demam sejak 2 hari sebelum berobat. Pasien datang karena akan kembali
lagi ke NTT untuk urusan pekerjaan. Saat ini pasien sedang hamil 12 minggu. Manakah dari beberapa
pernyataan berikut yang tidak benar terkait penyakit Malaria pada kehamilan ?

a. Terapi primakuin dikontraindikasikan pada pasien dengan kehamilan

b. Komplikasi pada kehamilan adalah abortus, penyulit partus, BBLR, hipoglikemia dan malaria
kongenital

c. Peningkatan hormon steroid dan gonadotropin, alfa fetoprotein dan penurunan limfosit
menyebabkan mudahnya terinfeksi malaria.

d. Malaria kongenital dan berat bayi lahir rendah sering ditemukan pada pasien malaria dengan
infeksi HIV

e. Pencegahan terhadap malaria dengan pemberian klorokuin 250 mg tiap minggu mulai dari
trimester pertama sampai satu bulan post partum karena kejadian malaria sering terjadi pada
trimester pertama

Jawaban : E

Referensi

Paul N. Harijanto, Malaria. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid 1. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;
2014. P.604-606

Nomor soal

Nama Peserta
Dr. I Ketut Adi Suryana

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malaria

Jenis soal

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita 30 tahun dibawa keluarganya ke IGD dengan penurunan kesadaran sejak 8 jam
sebelum masuk RS. Sebelumnya pasien mengalami demam tinggi yang naik turun sejak 5 hari yang
lalu, disertai dengan muntah dan nyeri kepala. Ada riwayat perjalanan ke Papua 1 minggu
sebelumnya. Pasien mendapat Artesunat injeksi intravena dengan dosis 2,4 mg/kgBB yang diberikan
pada jam ke 0, 12, 24 dan seterusnya tiap 24 jam. Pasien juga akan diperiksa kadar parasitemia
setiap hari selama pengobatan. Berikut ini yang merupakan indikasi transfusi ganti adalah

a. Parasitemia >20% tanpa komplikasi berat

b. Parasitemia >10% disertai bilirubin total >10 mg% dan anemia ringan

c. Parasitemia >10% dengan gagal pengobatan setelah 12-24 jam anti malaria

d. Parasitemia >30% dengan usia lanjut

e. Parasitemia >20% dengan skizon pada darah perifer

Jawaban : C

Referensi

Iskandar Zulkarnain, dkk, Malaria Berat. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid 1. 6th ed. Jakarta:
Interna Publishing; 2014. P.620

Nomor soal

Nama Peserta
Dr. Pande Made Juniarta

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Infeksi Tropik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malaria

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita 28 tahun, hamil 24 minggu, datang ke praktek dokter swasta di Papua. Pasien
khawatir terjadi komplikasi pada bayinya bila pasien terinfeksi malaria. Pasien telah tinggal di Papua
sejak kecil. Manakah pilihan sebagai berikut yang direkomendasikan sebagai pencegahan komplikasi
malaria pada pasien?

a. Klorokuin dosis 250 mg tiap minggu mulai TM-3 hingga 2minggu post-partus

b. Doksisiklin 100 mg tiap 24 jam mulai TM-3 hingga 1 bulan post-partus

c. Klorokuin dosis 250 mg tiap minggu mulai TM-3 hingga 1 bulan post-partus

d. Malarone 250 mg/100 mg tiap 24 jam mulai TM-3 hingga 2 minggu post-partus

e. Mefloquine 250 mg tiap minggu mulai TM-3 hingga 1 bulan post-partus

Jawaban : C

Referensi

Paul N. Harijanto, Malaria. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid 1. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;
2014. P.595-612

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Pande Made Juniarta


Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Infeksi Tropik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malaria

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki usia 36 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan demam sejak 3 hari disertai
nyeri pada persendian. Sebelum demam muncul pasien mengatakan didahului oleh menggigil
kemudian berkeringat. Keluhan lain seluruhnya disangkal. Pasien baru saja pulang dari perjalanan
dinas ke daerah Papua selama 1 minggu. Kesadaran pasien compos mentis, tekanandarah 110/70
mmHg, nadi 105 kali/menit, respirasi 20 kali/ menit, temp aksilla 39, beratbadan 60 kg. Pada
pemeriksaan fisik dalam batas normal. Setelah dilakukan pemeriksaan hapusan darah tebal
ditemukan P.falciparum stadium tropozoit dengan kepadatan parasit 90.000/mikroliter. Pasien
kemudian diberikan pengobatan tablet DHP (4 tab/hari) selama 3 hari dan Primakuin 1 tab. Pasien
datang kembali 7 hari kemudian dengan keluhan demam (temp aksilla 38) dan membawa hasil
laboratorium P.falciparumn positif, dengan kepadatan parasit 50.000/mikroliter. Apakah yang
disebut sebagai keadaan pasien saat ini dan rencanaterapi berikutnya?

A. Rekrudensi,terapi Kina tablet 3x 600 mg + Doksisiklin 2x100 mg selama 7 hari

B. Early Treatment Failure,terapi DHP 5 tab/hariselama 3 hari

C. Late clinical failure, terapi Artesunate 200mg + Amodiakuin 800 mg selama 3 hari

D. Late parasitological failure, terapi Artesunate 100mg + Doksisiklin 2x100 mg selama 7 hari

E. Rechute, terapi Kina tablet 3x600 mg selama 7 hari

JAWABAN : C

Referensi

Paul N. Harijanto, Malaria. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid 1. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;
2014. P.595-612

Nomor soal
3

Nama Peserta

Dr. Pande Made Juniarta

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Infeksi Tropik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malaria

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang perempuan 50 tahun, tinggal di Papua, datang ke IGD dengan keluhan demam sejak 3 hari
dan penurunan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS kesadaran somnolen, TD 120/70 mmHg,
nadi 110 kali/menit, temp aksilla 38,9. Pemeriksaan sklera tampak ikterik disertai
hepatosplenomegali. Pemeriksaan laboratorium Hb 4,8g/dL; hematokrit 12%; ureum 80 mg/dL;
kreatinin 2,5 mg/dL; bilirubin total 5,2 mg/dL. Pada hapusan darah ditemukan parasit Plasmodium
falciparum dengan kepadatan parasit 6%. Pasien kemudian diberikan terapi Kina intravena dengan
dosis awal 20 mg/kgBB dilanjutkan dengan 10 mg/kgBB pada 4 jam ketiga dan 10 mg/kgBB pada 4
jam kelima. Monitoring berikut yang tepat pada pengobatan kina parenteral, KECUALI:

A. Serum bilirubin dan kreatinin pada hari ke-3

B. Tekanan darah dan nadi

C. Kadar gula darah tiap 8 jam

D. Kadar AST dan ALT

E. Hitung parasit tiap hari

JAWABAN : D

Referensi

Iskandar Zulkarnain, Budi Setiawan, Paul N. Harijanto, MalariaBerat. Buku ajar ilmu penyakit dalam
Jilid 1. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014. P.613-623
Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Narakusuma Wirawan

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Infeksi Tropik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malaria

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang pria 28 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam dan menggigil sejak 5 hari yang lalu.
Pasien biasa berkerja di Papua Barat dan baru 3 hari yang lalu pulang ke Jawa. Pada pemeriksaan
fisik, keadaan umum tampak sakit sedang. Tekanan darah 110/55 mmHg, denyut nadi 110 kali/
menit, frekuensi nafas 20 kali/ menit dan suhu 39 ° C. Konjungtiva pucat, hepar teraba 2 jari di
bawah arcus costa, permukaan rata, tepi tajam, nyeri dan teraba limpa sebesar schuffner 2. Hasil uji
laboratorium menunjukkan kadar Hb 10,3 g/ dL, jumlah trombosit dari 89.000 / μL, jumlah leukosit
dari 9500 / μL, bilirubin total 2,5 mg/dL, bilirubin direk 1.5 mg/dL, bilirubin indirek 2,6 mg/dL, ureum
34, kreatinin 2.9 mg% pada pemeriksaan hapusan darah tepi menunjukkan eritrosit yang terinfeksi P.
falciparum dengan indeks parasitemia 1,7%. Apa tatalaksana pasien dengan ilustrasi diatas ?

a. Segera berikan artesunate 3 hari dan primakuin 14 hari PO.

b. Segera berikan artesunate 3 hari dan primakuin 1 hari PO.

c. Segera berikan kina IV.

d. Segera berikan artesunate IV selama 3 hari atatu sampai pasien bisa minum oral, dengan dosis 2,4
mg/kgBB pada 0,12 dan 24..

e. Segera berikan antibiotik IV

Jawaban : B
Referensi

Harijanto P N. Malaria. Dalam: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF,
eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI Jilid 3. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam.
2014. Hal 595–612 (604).

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Narakusuma Wirawan

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Infeksi Tropik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malaria

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita 30 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam naik turun dan menggigil sejak 6
hari yang lalu disertai mual dan nyeri kepala. Pasien baru bepergian dari daerah Papua. Pada
pemeriksaan fisik, keadaan umum tampak sakit sedang, kesadaran compos mentis. Tekanan darah
110/55 mmHg, denyut nadi 100 kali/ menit, frekuensi nafas 22 kali/ menit dan suhu 38,3° C. Hasil
pemeriksaan hapus darah tepi ditemukan plasmodium vivax. Pilihan terapi yang paling tepat untuk
kasus tersebut adalah :

a. Primakuin 1x15 mg hari ke-1s/d hari ke-14 + Artemisine Combination Therapy (ACT) 7 hari

b. Primakuin 1x15 mg hari ke-1s/d hari ke-14 + Artemisine Combination Therapy (ACT) 3 hari

c. Primakuin 1 x45 mg hari ke-1, selanjutnya 1x15mg untuk 13 hari + Artemisine Combination
Therapy (ACT)

d. Kina 3 x 2 tablet + Klindamisin 2x300mg selama 7 hari

e. Artemisin Combination Therapy (ACT) selama 3 hari


Jawaban B

Referensi

Harijanto P N. Malaria. Dalam: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF,
eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI Jilid 3. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam.
2014. Hal 595–612 (604).

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Narakusuma Wirawan

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Infeksi Tropik

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Malaria

Jenis soal

Pencegahan

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Berikut ini adalah yang termasuk kegagalan pengobatan dini pada malaria adalah :

a. Parasitemia H3>H0

b. Parasitemia H2 > 50% H0

c. Ada tanda malaria berat pada H1,H2,H3 dengan parasitemia

d. Ada tanda malaria berat pada H0,H1,H2 dengan parasitemia

e. Parasitemia H3 > 50% H0

Jawaban C

Referensi
Harijanto P N. Malaria. Dalam: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF,
eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI Jilid 3. Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam.
2014. Hal 595–612 (604).

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Rose Vita Sari

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi Nosokomial

Jenis soal

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Manakah dari pernyataan berikut yang benar terkait mekanisme kerja antibiotika ?

a. Β-lactams bekerja menghambat dinding sel bakteri

b. Tetracycline bekerja dengan cara merusak dinding sel bakteri

c. Metronidazole bekerja dengan cara menghambat DNA-dependent RNA polymerase

d. Polymyxins bekerja dengan cara merusak DNA sel bakteri

e. Metronidazol bekerja dengan cara menurunkan permeabilitas sel

Jawaban : A

Referensi

Usman Hadi, Resistensi Antibiotik. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid 1. 6th ed. Jakarta: Interna
Publishing; 2014. P.708

Nomor soal
2

Nama Peserta

Dr. Rose Vita Sari

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi Nosokomial

Jenis soal

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 70 tahun saat ini sedang dirawat di ruang perawatan intensif karena infeksi
paru-paru. Kuman apa saja yang harus menjadi perhatian pada pengendalian kuman resisten
antibiotika?

a. Stafilokokus, Streptokokus, E. histolitica

b. Streptokokus, E. Coli, Methicilin resistant S. Aureus (MRSA)

c. Methicilin resistant S. Aureus (MRSA), Cephalosporin-resistant (ESBL) Klebsiela pneumonia,


vancomycin-resistant enterococcus faecium (VRE)

d. Methicilin resistant S. Aureus (MRSA), E. Coli, vancomycin-resistant enterococcus faecium (VRE)

e. Stafilokokus, E. Histolitica, vancomycin-resistant enterococcus faecium (VRE)

Jawaban : C

Referensi

Usman Hadi, Resistensi Antibiotik. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid 1. 6th ed. Jakarta: Interna
Publishing; 2014. P.708

Nomor soal

3
Nama Peserta

Dr. Rose Vita Sari

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi Nosokomial

Jenis soal

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Berikut ini yang merupakan obat pilihan pada kandidiasis diseminata?

a. Fluconazole 100-200 mg/hari

b. Itrakonazole 200 mg dua kali sehari selama 12 bulan

c. Ketokonazole 200-400 mg/hari

d. Amfoterisin B intravena 0,4-0,5 mg/kgBB/hari

e. Amfoterisin B intravena 0,5-0,7 mg/kgBB/hari

Jawaban : D

Referensi

Nasronudin, Infeksi Jamur. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid 1. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;
2014. P.720

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Jefrry

Asal FK
FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi Nosokomial

Jenis soal

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang pria 43 tahun dirawat di RS dengan post operasi hemoroidektomi hari ke 5, pada hari ke 6
didapatkan demam dan kemerahan pada bekas luka operasi. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD
110/80 mmHg, HR 100x/menit, RR 20x/menit, suhu 38.3oC, Terdapat nanah pada kassa disekitar
luka bekas operasi. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 13 g/dL, HT 39%, leukosit 14.800
u/mcl, trombosit 410.000 u/mcl. Antibiotik empirik yang dapat disarankan untuk kasus pasien ini:

A. Ampicilin + Sulbactam intravena

B. Cefazolin intravena

C. Cephalosporin + Metronidazole intravena

D. Piperacilin + tazobactam intravena

E. Vancomycin intravena

Jawaban : C

Referensi

Terapi Infeksi Nosokomial Surgical Site Skin and Soft Tissue Infection (SSTI) PAPDI, BAB 91,hal.686

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Jeffry

Asal FK

FK Universitas Udayana
Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi Nosokomial

Jenis soal

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita 27 tahun di diagnosis dengan ALL, dan telah menjalani kemoterapi siklus pertama
dengan preparat Hyper-CVAD. Pada hari ketiga perawatan, pasien mengalami demam tinggi tanpa
ada tanda-tanda infeksi yang jelas. Dari pemeriksaan ANC didapatkan 490 sel/mm3. Terapi antibiotik
yang direkomendasikan pada kasus tersebut

A. Levofloxacin intravena

B. Cefazolin intravena

C. Piperacilin-tazobaktam Intravena

D. Vancomicin Intravena

E. Cefoperazone sulbactam Intravena

Jawaban : C

Referensi

Infeksi Nosokomial. PAPDI VI. BAB 91. Hal 690

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Jeffry

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi


Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi Nosokomial

Jenis soal

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang pasien perempuan 65 th. Dirawat di RS selama 1 minggu karena stroke. Pada perawatan
hari ke 7 pasien dikonsulkan ke penyakit dalam karena mengalami demam dan sesak. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan rhonki di paru kanan. Tekanan darah 115/70mmHg, Nadi 108 x
permenit, Respirasi 28 x permenit, Suhu badan 38.7oC dan saturasi oksigen 91 %. Pada saat masuk
rumah sakit pasien tidak ada keluhan demam sebelumnya. Belum terdapat hasil kultur kuman.
Pilihan antibiotik yang tepat harus mencakup kuman :

a. MRSE

b. ESBL

c. MRSA

d. Acinetobacter sp

e. Semua benar

Jawaban : E

Referensi

Widodo D, Irwanto R. Infeksi Nosokomial. Dalam: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M,
Setiyohadi B, Syam AF, eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI Jilid 1. Jakarta: Pusat Penerbitan
Ilmu Penyakit Dalam. 2014. Hal 682–691 (687).

Nomor soal

Nama Peserta

dr. Shelvy Florence Gousario

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal
Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi SSP

Jenis soal

Terapi Profilaksis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki usia 30 tahun, telah didiagnosa HIV dan meningitis kriptokokusi 2 bulan yang lalu.
Saat ini, pengobatan ARV yang sedang digunakan pasien adalah TDF/3TC/EFV. Jumlah CD4 awal
adalah 5 sel/μL. Regimen profilaksis meningitis kriptokokus yang dianjurkan bagi pasien adalah

A. Pirimetamin 25 mg/hari dan Clindamicyn 600mg/hari hingga jumlah CD4>200 sel/μL

B. Flukonazole 200 mg/hari hingga jumlah CD4>200 sel/μL atau seumur hidup

C. Flukonazole 800 mg/hari hingga jumlah CD4>200 sel/μL atau seumur hidup

D. Cotrimoxazole 1x2 tablet/hari hingga jumlah CD4>200 sel/μL atau seumur hidup

E. Cotrimoxazole 1x1 tablet/hari hingga jumlah CD4>200 sel/μL

Jawaban : B

Referensi

Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral pada Orang Dewasa
Kemenkes RI 2011

Nomor soal

Nama Peserta

dr. Shelvy Florence Gousario

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi


Infeksi SSP

Jenis soal

Terapi Profilaksis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki, 30tahun dibawa ke UGD dengan keluhan kejang, muntah-muntah. Pasien
menderita HIV sejak sebulan ini tapi belum minum obat. Data CD4 bulan lalu 15 sel/μL. Pada
pemeriksaan fisik kesadaran somnolen, TD 110/60 mmHg, nadi 100 x/menit, suhu 37,8 0C, dan kaku
kuduk positif. Dari pemeriksaan CT scan kepala didapatkan gambaran hidrosefalus. Pemeriksaan
cairan serebrospinal dengan pewarnaan tinta india didapatkan gambaran kapsul sel ragi. Pilihan
terapi yang tepat untuk diberikan pada pasien adalah

A. Amfotericin B 0,5-1 mg/kgBB/hari selama 8 minggu

B. Micafungin 100 mg/hari selama 10 minggu

C. Fluconazole 400 mg/hari selama 10 minggu

D. Voriconazole 400 mg/hari selama 10 minggu

E. Amfotericin B 0,7-1 mg/kgBB dan flucitosine 100 mg/kgBB/hari selama 2 minggu diikuti
flukonazole 400 mg/hari selama minimal 10 minggu

Jawaban : E

Referensi

Arturo Casadevall. 2015. Cryptococcosis. Harrison’s principles of internal medicine 19th edition. Hal
1339-1342

Nomor soal

Nama Peserta

dr. Shelvy Florence Gousario

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi


Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi SSP

Jenis soal

Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 52 tahun dibawa ke UGD dengan penurunan kesadaran disertai kejang dan
demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran sopor, tekanan darah 100/70 mmHg, nadi
84x/menit, pernapasan 18x/menit, suhu 390C. Kaku kuduk (-), jantung dan paru tidak ada kelainan.
Pemeriksaan cairan serebrospinal didapatkan masih dalam batas normal. Pemeriksaan laboratorium
didapatkan Hb 13,5 g/dL, Hct 40%, leukosit 10.000/μL, trombosit 110.000/μL. IgM anti S. Typhi
menunjukkan (+) 6. Apa tatalaksana pada pasien ini....

A. Kloramfenikol 4x500 mg oral sampai dengan 7 hari bebas demam

B. Ceftriaxone 1x2 g intra vena selama 5 hari

C. Kloramfenikol 4x500 mg oral, ampicillin 4x1 g intra vena, deksamethasone 3x5 mg intra vena

D. Kloramfenikol 4x500 mg oral, ampicillin 4x1 g intra vena, methylprednisolon 2x125 mg intra vena

E. Kloramfenikol 4x500 mg oral, ampicillin 4x1 g intra vena, hidrokortison 3x100 mg intra vena

Jawaban : C

Referensi

DjokoWidodo. 2014. DemamTifoid. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Hal: 549-558.

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. AANA Wistara Widya

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi


Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi Sistem Saraf Pusat

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang pria berusia 29 tahun, sudah menikah, datang dengan keluhan demam, nyeri kepala, dan
kejang sejak kemarin. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kaku kuduk positif. Pemeriksaan tanda vital
TD: 140/80, nadi 120x/mnt, respirasi 28 x/mnt, temp aksila 38,50 celcius. Setelah menjalani
pemeriksaan diketahui pasien menderita meningitis akut dengan didapatkan hasil kultur bakteri N.
Meningitidis. Terapi profilaksis manakah yang tepat bagi istri pasien yang sedang hamil?

a. Rifampicin

b. Ciprofloxacin

c. Ceftriaxone

d. Eritromicin

e. Penisilin

Jawaban : C

Referensi

Poland AJ.Meningococcal Infection. Dalam: Harrison Principal in Medicine Ed. 19. Chap. 180. P 995 -
1003

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. AANA Wistara Widya

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi


Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi Sistem Saraf Pusat

Jenis soal

Etiologi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita usia 35 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemas, demam, dan nyeri kepala yang
sudah berlangsung sekitar 2 minggu. Riwayat penurunan BB 20 kg selama 3 bulan dan riwayat multi
partner sexual. Pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+). Pemeriksaan tanda vital TD 130/90,
nadi 110x/mnt, respirasi 22x/menit, temperatur aksila 37,50 celcius. Pemeriksaan penunjang rapid
test HIV menunjukan hasil positif dan pemeriksaan tinta india pada cairan serebrospinal positif.
Manakah etiologi penyakit yang paling tepat untuk kasus diatas?

a. Toxoplasma Gondii

b. Cryptococus neoformans

c. Haemophilus Influenzae

d. Streptococcus Pneumoniae

e. Varicella zoster

Jawaban : B

Referensi

Cassadevall A.Cryptococcosis. Dalam: Harrison Principal in Medicine Ed. 19. Chap. 239. P 1339 - 1342

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. AANA Wistara Widya

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi


Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Infeksi Sistem Saraf Pusat

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita usia 35 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemas, demam, dan nyeri kepala yang
sudah berlangsung sekitar 2 minggu. Riwayat penurunan BB 20 kg selama 3 bulan dan riwayat multi
partner sexual. Pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk (+). Pemeriksaan tanda vital TD 130/90,
nadi 110x/mnt, respirasi 22x/menit, temperatur aksila 37,50 celcius. Pemeriksaan penunjang rapid
test HIV menunjukan hasil posiitif dan pemeriksaan tinta india pada cairan serebrospinal positif.
Manakah terapi yang sesuai untuk kasus diatas?

a. Ceftriaxone + vancomycin + dexamethasone

b. Ampicilin + ceftazidime + vancomycin

c. Amphotericin B + flucytosine + dexamethasone

d. Amphotericin B + flucytosine + fluconazole

e. Valacyclovir + dexamethasone

Jawaban : D

Referensi

Cassadevall A.Cryptococcosis. Dalam: Harrison Principal in Medicine Ed. 19. Chap. 239. P 1339 - 1342

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Adrian Tri Sutjahjo

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi


Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Leptospirosis

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki 15tahun yang dirawat di unit perawatan intensif dengan demam, sakit kuning, gagal
ginjal, dan gagal napas. Sepuluh hari yang lalu ia mengikuti bakti sosial di lingkungan sekolahnya
dengan cara membersihkan selokan. Dua temannya juga mengalami flu, sakit kepala, demam,
mialgia, dan mual yang sudah mulai membaik. Ia juga mengalami hal yang sama namun kemudian
betambah parah dan menjadi kuning dan sesak napas. Pemeriksaan fisik TD 95/65, nadi 110x/menit,
suhu 38,4°C, laju pernapasan dari 26/menit, dan saturasi oksigen dari 92% dengan O2 masker.
Ikterus (+) dan didapatkan suffusion konjungtiva bilateral. CXR menunjukkan infiltrate difus bilateral.
Laboratorium didapatkan kreatinin 2,5 mg / dL, bilirubin total 12,3 mg/dL, dan SGPT/ SGPT/ PPT/
aPTT yang normal. Manakah dari antibiotik berikut harus dimasukkan dalam terapinya?

a. Cefipime

b. Ciprofloxacin

c. Clindamycin

d. Penicillin

e. Vancomycin

Jawaban : D

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, FK UI, p635

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Adrian Tri Sutjahjo

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal
Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Leptospirosis

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang Laki-laki, 53 tahun, datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan demam sejak 5 hari
disertai menggigil, sakit kepala, mialgia, dan mual. Dari anamnesis pasien hidup berdua dengan
istrinya dan bekerja sebagai peternak babi. Dari pemeriksaan fisik didapatkan GCS 456, tekanan
darah 110/70 mmHg, nadi 84x/menit, RR 20x/menit, Temperatur axila 38.60C, ditemukan
conjunctival suffusion, ikterus, hepatomegali. Dari pemeriksaan laborat menunjukkan Hb 11 g/dl,
leukosit 13.000/μl, trombosit 80.000/μl, ureum 108 mg/dl, creatinin 3.6 mg/dl. Titer MAT
menunjukkan 400. Dokter merawatinapkan pasien dan member terapi Penisilin G 4x1.5 juta unit iv.

Organisme penyebab kelainan pada pasien diatas adalah?

a. L.icteroHemorrahgica

b. L. Copenhagini

c. L.Canicola

d. L.Pomona

e. L. Hardjo

Jawaban : D

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, FK UI, p635

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Adrian Tri Sutjahjo

Asal FK

FK Universitas Udayana
Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Leptospirosis

Jenis soal

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang lelaki berusia 32 tahun dibawa ke IGD karena tidak sadar sejak 2 jam sebelum masuk rumah
sakit. Pasien sebelumnya mengalami demam, timbul kuning pada mata, air seni berwarna coklat dan
nyeri pada betis. Pasien selama ini dirawat di rumah dengan diberikan obat yang dibeli di warung,
tetapi keadaan semakin memburuk. Seminggu yang lalu, pasien ikut kerja bakti membersihkan
selokan di lingkungannya. Manakah di bawah ini yang dapat membantu menegakkan diagnosis
penyakit tersebut?

a. IgM anti leptospira

b. USG abdomen

c. Urinalisis

d. Tubex TF

e. CT Scan kepala

Jawaban : A

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid I, FK UI, p635

Nomor soal

Nama Peserta

dr. Wayan Giri Putra Semaradana

Asal FK

FK Universitas Udayana
Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Leptospirosis

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki 36 tahun dibawa ke instalasi gawat darurat dengan demam tinggi selama 6 hari,
menggigil, nyeri seluruh tubuh, mual, muntah, tidak buang air kecil selama 10 jam

terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, frekuensi nadi

100x/menit, frekuensi nafas 20x/menit, suhu 39,10C. Sklera ikterik, terdapat konjungtiva

Suffusion dan nyeri tekan muskulus gastroknemius. Lab menunjukkan WBC 15, PLT 80.000 sel/mm
dan IgM Leptospirosis positif (+).

Berdasarkan data klinis di atas diagnostik yang mungkin adalah

A. Confirmed Leptospirosis

B. Suspect Leptospirosis

C. Probable Leptospirosis berat

D. Malaria Berat

E. TifoidToksik

Jawaban : C

Referensi

Umar Zein. 2014. Leptospirosis. Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit DalamEdisi 6. Cetakan Ketiga
(Agustus 2017). Jilid I: hal 633-638

Nomor soal

Nama Peserta

dr. Wayan Giri Putra Semaradana


Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Leptospirosis

Jenis soal

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang lelaki berusia 45tahun, berobat ke saudara dengan keluhan terlihat kuning sejak 2 hari
SMRS. Keluhan tersebut disertai dengan demam sejak 4 hari, yang turun dengan pemberian obat.
Pasien juga mengeluh BAK lebih sedikit dari biasanya. Muncul kemerahan di kulit yang tidak gatal,
disertai dengan sakit kepala dan mual muntah. 5 hari sebelum berobat pasien baru melakukan
perjalanan keluar kota sebagai sopir bus antarkota ke daerah di Sumatera. Tempat tinggal pasien di
Jakarta yang merupakan daerah rawan banjir dan 2 minggu sebelumnya baru mengalami kebanjiran.
Pada pemeriksaan fisik konjunktiva hiperemis; sclera ikterik; terdapat nyeri tekan epigastrium; hepar
teraba 2 jari bawah arkus kostae, tepi tumpul, nyeri pada perabaan; terdapat ptekie pada daerah
ekstremitas bawah. Pemeriksaan laboratorium yang paling tepat direncanakan untuk pasien ini
adalah:

a. Pemeriksaan kultur darah leptospira untuk menentukan spesies leptospira

b. Pemeriksaan mikroskopik urin leptospira untuk menentukan spesies leptospira

c. Pemeriksaan microscopic agglutination test leptospira untuk menentukan spesies leptospira

d. Pemeriksaan serologi malaria untuk mengetahui jumlah parasit pada malaria

e. Pemeriksaan rapid diagnosis test malaria untuk mengetahui jumlah parasit pada malaria

Jawaban : A

Referensi

Umar Zein. 2014. Leptospirosis. Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit DalamEdisi 6. Cetakan Ketiga
(Agustus 2017). Jilid I: hal 633-638

Nomor soal
3

Nama Peserta

dr. Wayan Giri Putra Semaradana

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Leptospirosis

Jenis soal

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang Laki-laki, 53 tahun, datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan demam sejak 5 hari
disertai menggigil, sakit kepala, mialgia, dan mual. Dari anamnesis pasien hidup berdua dengan
istrinya dan bekerja sebagai peternak babi. Dari pemeriksaan fisik didapatkan GCS 456, tekanan
darah 110/70 mmHg, nadi 84x/menit, RR 20x/menit, Temperatur axila 38.60C, ditemukan
conjunctival suffusion, ikterus, hepatomegali. Dari pemeriksaan laborat menunjukkan Hb 11 g/dl,
leukosit 13.000/μl, trombosit 80.000/μl, ureum 108 mg/dl, creatinin 3.6 mg/dl. Titer MAT
menunjukkan 400. Dokter merawatinapkan pasien dan member terapi antibiotika. 4 jam setelah
pemberian antibiotika tersebut, timbul reaksi Jarisch-Herxherimer pada pasien. Manakah di antara
obat dibawah ini yang dapat menimbulkan reaksi tersebut ?

a. Penicillin

b. Doksisiklin

c. Ampisilllin

d. Amoksisillin

e. Ceftriaxon

Jawaban : A

Referensi
Umar Zein. 2014. Leptospirosis. Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit DalamEdisi 6. Cetakan Ketiga
(Agustus 2017). Jilid I: hal 633-638

Nomor soal

Nama Peserta

dr. Indrawanti Kusadhiani

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Demam Tifoid

Jenis soal

Penatalaksanaan dan Komplikasi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita, 22 tahun datang ke UGD diantar keluarga dengan keluhan utama demam sejak 9
hari yang lalu, riwayat BAB encer sejak 3 hari yang lalu, kadang disertai darah. Pasien juga mengeluh
lemas dan nyeri perut yang semakin hebat sejak tadi pagi. Pasien nampak mengantuk. Dari
pemeriksaan fisik TD: 90/70 mmHg, nadi 110 kali/menit, RR:22 kali/menit, suhu:38,10C. Konjunctiva
pucat, abdomen distensi,dan akral dingin. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan: Hb:6,5 gr/dl,
MCV: 86, MCH: 29, WBC 11.000, PLT:100.000 uji Tubex-T: positif 6.

Apa indikasi tranfusi PRC dan pembedahan pada pasien ini?

A. Perdarahan intestinal ≥ 5 ml/kgBB/jam dengan faktor hemostasis normal.

B. Pasien dengan komplikasi menjadi Tifoid toksik

C. Pasien mengalami perdarahan intestinal dengan perdarahan ≥ 3 ml/kgBB/jam dengan faktor


hemostasis normal.

D. Pasien mengalami komplikasi anemia hemolitik dengan HB ≤ 10 gr/dl

E. Pasien dengan komplikasi pankreatitis tifosa


Jawaban: A

Referensi

Djoko Widodo, Demam Tifoid, Buku AjarIlmu Penyakit Dalam edisi 6 Jilid I, 2014, halaman:554

Nomor soal

Nama Peserta

dr. Indrawanti Kusadhiani

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Demam Tifoid

Jenis soal

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang pria, 34 tahun datang ke UGD diantar keluarga dengan keluhan utama demam sejak 8 hari
yang lalu, demam lebih tinggi sore dan malam hari. Keluhan juga disertai nyeri kepala, mual, nyeri
otot dan susah BAB sejak 5 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh Pasien nampak mengantuk. Dari
pemeriksaan fisik TD: 100/70 mmHg, nadi 64 kali/menit, RR:22 kali/menit, suhu:38,50C. Dari
pemeriksaan laboratorium didapatkan: Hb:11,5 gr/dl, MCV: 86, MCH: 29, WBC 7.000, PLT:150.000 uji
Tubex-T: positif 6.

Komplikasi apa saja yang dapat terjadi pada pasien ini???

A. Miokarditis

B. Pankreatitis

C. Hepatitis

D. Koagulasi Intravaskular Difus


E. Perforasi gaster

Jawaban: E

Referensi

Djoko Widodo, Demam Tifoid, Buku AjarIlmu Penyakit Dalam edisi 6 Jilid I, 2014, halaman:554

Nomor soal

Nama Peserta

dr. Indrawanti Kusadhiani

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Demam Tifoid

Jenis soal

Terapi Tifoid Karier

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang laki-laki 30 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam untuk melakukan general check up
untuk mendaftar sebagai pegawai catering Jemaah haji di Arab Saudi. Dari hasil pemeriksaan
didapatkan TD: 120/80 mmHg, Nadi: 88 kali/menit, Respirasi: 18 kali/menit, suhu: 36,70C. Pasien
memiliki riwayat sakit tipes 1 tahun yang lalu dengan uji Tubex-T 6 dinyatakan sembuh dan tidak ada
keluhan lagi. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan HB: 13 mg/dl, WBC: 9.000, PLT:250.000.
Dari pemeriksaan biakan feses dan urin didapatkan S. typhi (+) dan pada biakan urin juga ditemukan
pertumbuhan Schistosoma haematobium (+). Penatalaksanaan awal yang tepat pada pasien ini
adalah:

A. Observasi, diterapi bila penyakit relaps ditandai dengan munculnya demam

B. Prazikuantel 40 mg/kgBB dosis tunggal

C. Metrifonat 5-7,5 mg/kgBB 3 dosis selama 1 minggu.


D. Ciprofloxacin 400 mg tiap 12 jam selama 28 hari

E. Trimetoprim sulfametoksasol 2 x 2 tablet per hari selama 3 bulan.

Jawaban: B

Referensi

Djoko Widodo, Demam Tifoid, Buku AjarIlmu Penyakit Dalam edisi 6 Jilid I, 2014, halaman:554

Nomor soal

Nama Peserta

dr. Kadek Ari Suyandi

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Demam Tifoid

Jenis soal

Komplikasi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Berikut ini adalah komplikasi ekstra intestinal demam tifoid, kecuali ;

a. Pankreatitis

b. Hepatitis

c. Kolesistitis

d. Empiema

e. Pneumonia

Jawaban: A
Referensi

Djoko Widodo, Demam Tifoid, Buku AjarIlmu Penyakit Dalam edisi 6 Jilid I, 2014, halaman:554

Nomor soal

Nama Peserta

dr. Kadek Ari Suyandi

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Demam Tifoid

Jenis soal

Terapi

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang penderita yang sudah dinyatakan sembuh dari demam tifoid satu tahun yang lalu, saat ini
tidak ada gejala, tidak didapatkan adanya bukti cholelitiasis, pada pemeriksaan urine didapatkan
infeksi Scistosoma Hematobium. Tatalaksana untuk kasus tersebut adalah :

a. Ampisilin 100 mg/kgbb/hari + probenesid 30 mg/kgbb/hari

b. Prazikuantel 40 mg/kg BB

c. Norfloxacin 400 mg/2 kali/hari

d. Metrionat 5 mg/kg bb interval 2 minggu dilanjutkan dengan Ampisilin 100 mg/kgbb/hari +


probenesid 30 mg/kgbb/hari

e. Prazikuantel 40 mg/kg BB dosis tunggal dilanjutkan dengan cotrimoksazole 2 tablet 2kali perhari

Jawaban: E

Referensi

Djoko Widodo, Demam Tifoid, Buku AjarIlmu Penyakit Dalam edisi 6 Jilid I, 2014, halaman:554
Nomor soal

Nama Peserta

dr. Kadek Ari Suyandi

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Demam Tifoid

Jenis soal

Pencegahan

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang pengusaha dari USA akan mengunjungi pulau komodo selama 2 minggu, oleh dokter
pribadinya dianjurkan untuk pemberian profilaksis antimalaria mefloquin dan vaksinasi tyfoid oral
ty21a, bagaimana cara pemberian vaksinasi oral tyfoid pada kasus tersebut :

a. ty21a diberikan 12 jam setelah mefloquin

b. mefloquin diminum 12 jam setelah ty21a

c. ty21a diberikan setelah 24 jam minum mefloquin

d. ty21a diberikan setelah 48 jam minum mefloquin

e. Mefloquin diminum setelah 6 jam pemberian ty21a

Jawaban: C

Referensi

Djoko Widodo, Demam Tifoid, Buku AjarIlmu Penyakit Dalam edisi 6 Jilid I, 2014, halaman:554

Nomer Soal

1
Nama Peserta

dr. Daniel Winarto

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori Soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Dengue

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Etiopatogenesis

Tingkat Kompetensi

4A

Dibawah ini, sel yang berperan dalam respon imun non-spesifik yang berkontribusi dalam
mempercepat replikasi virus dengue dalam tubuh adalah :

a. Sel NK (natural killer)

b. Sel mast

c. Sel makrofag

d. Sel dendritik

e. Sel trombosit

Jawaban : C

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi 6 Jilid I, 2014, halaman: 539-548

Demam Berdarah Dengue

Suhendro, Leonard Nainggolan, Khie Chen, Herdiman T. Pohan

Nomer Soal

Nama Peserta

dr. Daniel Winarto


Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori Soal

Tropik dan Penyakit infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Dengue

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Patogenesis

Tingkat Kompetensi

4A

Penyebab terjadinya trombositopenia pada dengue hemorrhagic fever adalah sebagai berikut,
kecuali:

a. Dekstruksi dan pemendekan masa hidup trombosit

b. Kadar trombopoetin yang menurun

c. Supresi trombopoesis di sumsum tulang

d. Peningkatan pembersihan trombosit oleh sistem retikuloendotelial

e. Konsumtif akibat aktivasi sistem koagulasi

Jawaban : B

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi 6 Jilid I, 2014, halaman: 539-548

Demam Berdarah Dengue

Suhendro, Leonard Nainggolan, Khie Chen, Herdiman T. Pohan

Nomer Soal

Nama Peserta

dr. Daniel Winarto

Asal FK

FK Universitas Udayana
Kategori Soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Dengue

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

4A

Seorang pria umur 45 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan panas sejak 3 hari yang lalu,
keringat dingin, gelisah, nyeri otot-otot, tidak ada riwayat bepergian ke luar pulau sebelumnya. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak letargis, tekanan darah dan nadi tidak terukur, respirasi
30 kali/menit, suhu 39.4oC, mata tampak sedikit ikterik, tidak terdapat ruam di anggota gerak. Hasil
pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 16,5 g/dL, HCt 53%, leukosit 2.100 /mm3, trombosit
45.000/mm3, SGOT 98 U/L, SGPT 108 U/L, GDS 108 mg/dL, BUN 50 mg/dL, kreatinin 2,3 mg/dL,
natrium 147 mEq/L, kalium 3,7 mEq/L, chlorida 105 mEq/L, NS-1 (+) positif. Pasien telah diberikan
resusitasi bolus cairan kristaloid sebanyak dua kali selama 60 menit kemudian dilanjutkan dengan
satu kali pemberian cairan koloid sebanyak 10 ml/kg/BB dalam 15 menit. Paska pemberian koloid
tersebut didapatkan hasil Hct 54%, tindakan selanjutnya yang paling tepat adalah:

a. Pemasangan kateter vena central

b. Transfusi whole blood 10 ml/kgBB

c. Bolus tambahan kristaloid 30 ml/kgBB dalam 15-30 menit

d. Bolus tambahan cairan koloid 20 ml/kgBB dalam 15-30 menit

e. Pemberian norepinefrin drip intravena

Jawaban : D

Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi 6 Jilid I, 2014, halaman: 539-548

Demam Berdarah Dengue

Suhendro, Leonard Nainggolan, Khie Chen, Herdiman T. Pohan

Nomor soal

Nama Peserta
Dr. Yaditta Mirdania

Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Dengue

Jenis soal

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Pernyataan berikut ini benar, kecuali :

a. Kenaikan titer Imunoglobulin G anti Dengue lebih dari 4x lipat mengkonfirmasi diagnosis infeksi
Dengue

b. Pada infeksi Dengue primer, Imunoglobulin G mulai terdeteksi setelah hari ke-14

c. Pada kondisi DSS dapat ditemukan nilai LED yang rendah (<10 mm/jam I)

d. Pada infeksi Dengue sekunder, rasio IgM:IgG <1,2

e. Pada DHF dapat terjadi peningkatan ringan serum transaminase dengan rasio AST:ALT >2

Jawaban : C

Referensi

PAPDI halaman 539, BAB Demam Berdarah Dengue

Comprehensive Guidelines for Prevension and control of Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever,
WHO, 2011

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Yaditta Mirdania


Asal FK

FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Dengue

Jenis soal

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Seorang wanita usia 25 tahun, datang dengan keluhan demam sejak 6 hari yang lalu, disertai dengan
nyeri kepala, nyeri retro orbita, dan gusi berdarah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran
compos mentis, tekanan darah 100/60, nadi 90x/menit, respirasi 20x/menit, suhu 36. Pada
pemeriksaan laboratorium didapatkan leukosit 4500, hb 12, Hct 37, Plt 45.000. Pemeriksaan serologi
menunjukkan Ig G anti Dengue (-), Ig M anti Dengue (-). Apa kemungkinan diagnosis pasien ini ?

a. Leukemia akut

b. Demam Dengue

c. Infeksi Dengue primer

d. Infeksi Dengue sekunder

e. Leptospirosis

Jawaban : C

Referensi

PAPDI halaman 539, BAB Demam Berdarah Dengue

Nomor soal

Nama Peserta

Dr. Yaditta Mirdania

Asal FK
FK Universitas Udayana

Kategori soal

Tropik dan Penyakit Infeksi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi

Dengue

Jenis soal

Diagnosis

Tingkat Kompetensi

4A

Soal

Berikut in imanajemen pasien infeksi dengue, kecuali :

a. Wanita hamil yang terinfeksi dengue harus dirawat bersama dengan TS Obsgyn dan mendapat
terapi cairan intravena sesuai dengan BB saat hamil

b. Epistaksis yang tidak terkendali merupakan salah satu indikasi transfusi PRC

c. Transfusi trombosit hanya diberikan pada pasien dengue dengan Plt<100.000 dan perdarahan 4-5
cc/kg/jam

d. Pemberian PPI pada penderita dengue dengan perdarahan saluran cerna dapat dipertimbangkan
meskipun belum ada studi tentang efikasi penggunaannya

e. Pada stadium konvalesen dapat ditemukan rash dengan petekie yang konfluen disertai gatal pada
ekstremitas

Jawaban : A

Referensi

PAPDI halaman 539, BAB Demam Berdarah Dengue

Comprehensive Guidelines for Prevension and control of Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever,
WHO, 2011

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI HEPATOLOGI

Kontributor:
Dr. Mohamad Arif / UGM

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

Pembuat Soal dr. Irma Suryani Kategori Soal Gastro-entero-hepatologi Lingkup Bahasan Dalam
Standar Kompetensi Kolangitis Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis Tingkat Kompetensi 4A Soal
Seorang perempuan, 40 tahun datang ke tempat praktek Anda dengan keluhan nyeri epigastrik,
demam menggigil, gatal. Pasien juga mengeluhkan BAB seperti dempul dan urine yang berwarna
pekat seperti teh. Pasien memiliki riwayat batu empedu,, dianjurkan untuk operasi namun belum
bersedia. Tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 104x/menit, respirasi 24x per menit, suhu 38.9 C.
Indeks massa tubuh 30kg/m2, didapatkan sklera mata ikterik, nyeri tekan perut kuadran kanan atas.
Gambaran dilatasi duktus bilier pada pemeriksaan USG. Diagnosis pada kasus di atas adalah : Pa a.
Ulkus Peptik b. Pankreatitis akut c. Kolesistitis d. Kolangitis e. Hepatitis Jawaban: D Referensi
Laurentius A Lesmana, 2014. Penyakit Batu Empedu. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II
hal. 2020-2025

Pembuat Soal dr. Irma Suryani Kategori Soal Gastro-entero-hepatologi Lingkup Bahasan Dalam
Standar Kompetensi Kolangitis Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana Tingkat Kompetensi 4A
Pernyataan yang benar mengenai tatalaksana kolangitis adalah sebagai berikut, kecuali : Pa a. Pasien
tetap membutuhkan nutrisi per-oral pada kondisi kolangitis akut b. Koleksistektomi terbuka
dilakukan bila drainase perkutan atau drainase endoskopik gagal c. Pemberian vitamin K dapat
dilakukan bila terjadi koagulopati d. Tatalaksana kolangitis akut ditujukan untuk memperbaiki
keadaan umum, pemberian antibiotik dan drainase e. ERCP merupakan terapi pilihan pertama untuk
dekompresi bilier yang tidak respon terhadap terapi konservatif Jawaban: A Referensi Laurentius A
Lesmana, 2014. Penyakit Batu Empedu. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II hal. 2020-2025
Longo et al,. Harrison edisi 18. Cholelithiasis, Cholecystitis, and Cholangitis. Chapter 161. Hal. 1025

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 122

Pembuat Soal dr. Irma Suryani

Kategori Soal Gastro-entero-hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Kolangitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A
Pernyataan yang benar mengenai tatalaksana kolangitis adalah sebagai berikut, kecuali :

Pa

a. Kolangitis akut dapat terjadi pada pasien dengan batu saluran empedu karena

adanya obstruksi dan invasi bakteri empedu

b. Keganasan hepato-bilier merupakan penyebab tersering obstruksi traktur biliaris

yang menyebabkan kolangitis

c. Reynold pentad terdiri dari nyeri perut kanan atas, demam, ikterik, hipotensi, dan

gangguan kesadaran

d. Spektrum kolangitis mulai dari yang ringan, akan membaik sendiri, sampai dengan

keadaan yang membahayakan jiwa di mana dibutuhkan drainase segera

e. Obstruksi bilier diyakini menurunkan imunitas tubuh terhadap infeksi dan

akibatnya meningkatkan kolonisasi bakteri.

Jawaban: B

Referensi Laurentius A Lesmana, 2014. Penyakit

Batu Empedu. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II

hal. 2020-2025

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 123

Pembuat Soal Dr. Trismi Istiana

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hepatitis A

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pernyataan dari Hepatitis A yang paling benar adalah :

A. Termasuk famili caliciviridaec

B. Termasuk DNA virus

C. Penularan lewat cairan tubuh dan kontak langsung dengan penderita

D. Berhubungan dengan respon imun selular

E. Berkaitan dengan pemakaian jarum suntik

Jawaban : D

Referensi Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

6. Hal 1945-1951

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 124

Pembuat Soal Dr. Trismi Istiana

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hepatitis A

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 20th datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan demam sejak 3hari

sebelum masuk rumah sakit. Kurang lebih satu minggu ini ia menyatakan keluhan lesu,

tidak nafsu makan dan pegal pegal semua badan. Saat tadi pagi os bak keluhan warna

kencing seperti air teh, BAB tampak seperti dempul. Dikatakan OS dua teman kuliahnya
ada yang menderita sakit kuning 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan

kesadaran kompos mentis, tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 88x/menit nafas 22x/menit

dan suhu 38 ֩ C, sklera tampak ikterik, hepar 2 jari dibawah arcus costa. Tbil 8, Dbil 6

GPT 380 da ALP 285. Kemungkinan diagnosis pada pasian ini adalah

A. Kolelitiasis

B. Hepatitis B

C. Hepatitis autoimun

D. Hepatitis C

E. Hepatitis A

Jawaban : D

Referensi Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

6. Hal 1945-1951

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 125

Pembuat Soal Dr. Trismi Istiana

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hepatitis A

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 20th datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan demam sejak 3hari

sebelum masuk rumah sakit. Kurang lebih satu minggu ini ia menyatakan keluhan lesu,

tidak nafsu makan dan pegal pegal semua badan. Saat tadi pagi os bak keluhan warna
kencing seperti air teh, BAB tampak seperti dempul. Dikatakan OS dua teman kuliahnya

ada yang menderita sakit kuning 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan

kesadaran kompos mentis, tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 88x/menit nafas 22x/menit

dan suhu 38 ֩ C, sklera tampak ikterik, hepar 2 jari dibawah arcus costa. Tbil 8, Dbil 6

GPT 380 da ALP 285.

Tatalaksana pada pasien ini yang penting adalah:

A. Terapi simtomatis

B. Hidrasi yang adakuat

C. Pemberian antibiotika

D. Pilihan A dan B

E. Pilihan A, B dan C

Jawaban : D

Referensi Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

6. Hal 1945-1951

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 126

Pembuat Soal dr. Mohamad Arif

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Abses hepar

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki laki 35 tahun dating dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. Mual (+)
muntah (-), nafsu makan menurun. Keluhan dirasakan sejak 5 hari ini. Pasien merasa

nyeri berkurang apabila dalam posisi agak membungkuk ke depan. 3 minggu sebelum

sakit, os pernah mengalami diare (+) lender (+) setelah makan di warung pinggir jalan. Os

berobat di puskesmas dan keluhan sudah membaik. Dari pemeriksaan fisik didapatkan

demam 38.3C, nyeri tekan di hipokondrium kanan (+) hepatomegaly (+) hasil USG

didapatkan gambaran nodul hypoechoic single ukuran 4 cm.

Tatalaksana yang paling tepat untuk kasus diatas adalah:

a. Injeksi ceftriakson 1gram/12jam

b. Injeksi ampisilin1 gram/6jam kombinasi gentamicin 320mg/24jam

c. Metronidazole 3x750 mg per oral

d. Drainase perkutan

e. Aspirasi berulang

Jawaban: C

Referensi

Iswan Sanusi, bab 258 abses hati

amubik. Buku ajar PAPDI edisi VI.

Halaman 1991

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 127

Pembuat Soal dr. Mohamad Arif

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Abses hepar

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki laki 60 tahun datang dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. Mual (+)

demam (+) , nafsu makan menurun. Keluhan dirasakan sejak 3 hari ini. Pasien merasa

nyeri berkurang apabila dalam posisi agak membungkuk ke depan. 1 bulan sebelum

keluhan ini os pernah menjalani operasi usus buntu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan

demam 39.3C, nyeri tekan di hipokondrium kanan (+) hepatomegaly (+) sklera iketrik

hasil USG ddapatkan gambaran nodul hypoechoic multiple ukuran 1-2 cm di lobus kanan.

Tatalaksana yang paling tepat untuk kasus diatas adalah:

a. Injeksi ceftriakson 1gram/12jam +inf metronidazole 500mg/8jam

b. Injeksi ampisilin 1gram/6jam + inj gentamicin 320mg/24jam

c. inj cefotaksim 1gram/8jam + inf levofloksasin 500mg/24jam

d. Drainase perkutan

e. Aspirasi berulang

Jawaban: A

Referensi

BJ Waleleng, bab 259 abses hati

piogenik . Buku ajar PAPDI edisi

VI. Halaman 1996

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 128

Pembuat Soal dr. Mohamad Arif

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
Abses hepar

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki laki 60 tahun datang dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan. Mual (+)

demam (+) , nafsu makan menurun. Keluhan dirasakan sejak 3 hari ini. Pasien merasa

nyeri berkurang apabila dalam posisi agak membungkuk ke depan. 1 bulan sebelum

keluhan ini os pernah menjalani operasi usus buntu. Riwayat sakit diabetes mellitus (+).

Dari pemeriksaan fisik didapatkan demam 39.3C, nyeri tekan di hipokondrium kanan (+)

hepatomegaly (+) sklera iketrik (+). hasil USG ddapatkan gambaran nodul hypoechoic

multiple ukuran 1-2 cm di lobus kanan. Pasien telah mendapatkan terapi dua antibiotik

kombinasi selama 10 hari. Evaluasi klinis menunjukkan pasien masih mengeluhkan nyeri

perut dan demam tinggi (+). Ikterik (+) serta terjadi kenaikan kadar creatinine. Hasil

evaluasi usg hepar didapatkan nodul hypoechoic multilokuler dilobus kanan dengan

ukuran terbesar 4 cm.

Tatalaksana yang paling tepat untuk kasus diatas adalah:

a. Injeksi ceftriakson 1gram/12jam +inf metronidazole 500mg/8jam

b. reseksi hati

c. aspirasi berulang

d. Drainase perkutan

e. drainase dengan pembedahan

Jawaban: E

Referensi

BJ Waleleng, bab 259 abses hati

piogenik . Buku ajar PAPDI edisi

VI. Halaman 1996

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 129

Pembuat Soal dr. Widi Atmoko

Kategori Soal Hepato-Billier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tumor papilla vateri

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang pria berusia 55 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan badan

menguning sejak 2 bulan terakhir. Pasien juga mengeluh penurunan berat badan sebanyak

7 kg dalam 2 bulan ini, sakit uluhati, nafsu makan menurun dan sering mual, muntah,

BAB kadang diare pasien juga mengeluh gatal. Dari pemeriksaan fisik didapatkan

demam, sclera ikterik, “courvoisier sign”, teraba massa terfiksir di epigastrium dan

terdapat pembesaran limfonodi supraclavicula.

Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 8,8 mg/dl, SGOT 200 SGPT 350

Bilirubin Total 17, Bil Direk 15, Alkaline Phosphatase 345 (normal : 33-96U/L).

Pemeriksaan Ca19-9 5000 U/ml (normal 0-37U/ml)

Dari pemeriksaan USG Abdomen didapatkan hasil dilatasi ductus bilier ektrahepatal,

gambaran lesi hiperechoic multipel yang sesuai gambaran metastase di liver, ascites dan

limfadenopati paraaorta. Setelah dilakukan pemeriksaan PA dari sampel yang didapatkan

dengan ERCP disimpulkan suatu Carcinoma Undifferentiated Ampulla Vateri.

Tata laksana apa yang merupakan kontraindikasi untuk dilakukan pada pasien tersebut?

A. Reseksi tumor dengan Whipple prosedur.

B. Kemoterapi
C. Radioterapi

D. Brakiterapi

E. Terapi fotodinamik.

Jawaban : A

Referensi Harrison’s Principle of Internal

Medicine 19 th Ed. Tumors of the Liver

and Biliary Tree. Halaman 553.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 130

Pembuat Soal dr. Widi Atmoko

Kategori Soal Hepato-Billier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tumor papilla vateri

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang pria berusia 55 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan badan

menguning sejak 2 bulan terakhir. Pasien juga mengeluh penurunan berat badan sebanyak

7 kg dalam 2 bulan ini, sakit uluhati, nafsu makan menurun dan sering mual, muntah,

BAB kadang diare pasien juga mengeluh gatal. Dari pemeriksaan fisik didapatkan

demam, sclera ikterik, “courvoisier sign”, teraba massa terfiksir di epigastrium dan tidak

terdapat pembesaran limfonodi supraclavicula.

Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 8,8 mg/dl, SGOT 200 SGPT 350

Bilirubin Total 17, Bil Direk 15, Alkaline Phosphatase 345 (normal : 33-96U/L).
Pemeriksaan Ca19-9 5000 U/ml (normal 0-37U/ml)

Dari pemeriksaan USG Abdomen didapatkan hasil dilatasi ductus bilier ektrahepatal, tidak

ada gambaran metastase di liver, tidak ada ascites dan tidak ada limfadenopati paraaorta.

Setelah dilakukan pemeriksaan PA dari sampel yang didapatkan dengan ERCP

disimpulkan suatu Carcinoma well differentiated Ampulla Vateri.

Tata laksana apa yang merupakan pilihan utama disebabkan prognosis yang lebih baik

untuk dilakukan pada pasien tersebut?

A. Reseksi tumor dengan Whipple prosedur.

B. Kemoterapi

C. Radioterapi

D. Brakiterapi

E. Terapi fotodinamik.

Jawaban : A

Referensi Harrison’s Principle of Internal

Medicine 19 th Ed. Tumors of the Liver

and Biliary Tree. Halaman 553.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 131

Pembuat Soal dr. Widi Atmoko

Kategori Soal Hepato-Billier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tumor papilla vateri

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan penunjang

Tingkat Kompetensi 3A
Soal

Seorang pria berusia 55 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan badan

menguning sejak 2 bulan terakhir. Pasien juga mengeluh penurunan berat badan sebanyak

7 kg dalam 2 bulan ini, sakit uluhati, nafsu makan menurun dan sering mual, muntah,

BAB kadang diare pasien juga mengeluh gatal. Dari pemeriksaan fisik didapatkan

demam, sclera ikterik, “courvoisier sign”, teraba massa terfiksir di epigastrium dan

terdapat pembesaran limfonodi supraclavicula.

Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil Hb 8,8 mg/dl, SGOT 200 SGPT 350

Bilirubin Total 17, Bil Direk 15, Alkaline Phosphatase 345 (normal : 33-96U/L).

Pemeriksaan penunjang apa yang sebaiknya anda lakukan pertama kali ?

A. USG Abdomen

B. Endoskopi ultrasonografi.

C. CT-Scan Abdomen dengan kontras

D. MRI

E. MRCP

Jawaban : A

Referensi Harrison’s Principle of Internal

Medicine 19 th Ed. Tumors of the Liver

and Biliary Tree. Halaman 553.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 132

Pembuat Soal dr. Adityansyah

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
Perlemakan Hati Non-Alkoholik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan penunjang

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang melakukan medical check-up perekrutan

karyawan. Saat ini tidak ada keluhan yang dirasakan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan

TD 130/80 mmHg, Nadi 70 kali per menit, RR 20 kali per menit, Suhu 36,5 C,

hepatomegali ringan. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 13 g/dL, AL

8700, AT 155000, SGOT 80 U/L, SGPT 91 U/L, HDL 30 mg/dL, LDL 120 mg/dL, TG

456 mg/dL, GDP 140 mg/dL, HBsAg NR. Pasien menyangkal adanya kebiasaan

meminum alkohol. Tidak ada riwayat penyakit yang diketahui sebelumnya. Pasien

kemudian dirujuk ke RS untuk pemeriksaan USG Abdomen.

Hasil pemeriksaan USG yang paling mungkin didapatkan pada pasien ini adalah:

A. Lesi hipoechoic dengan internal echoes

B. Acoustic shadow pada vesica felea

C. Pembesaran lobus caudatus hepar, splenomegali dan gambaran vena hepatica

terputus-putus

D. Double layer pada vesica felea

E. Peningkatan difus ekogenisitas hati

Jawaban: E

Referensi Hasan, Irsan. 2014. Perlemakan Hati

Non Alkoholik. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:hal

2003.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 133

Pembuat Soal dr. Adityansyah

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Perlemakan Hati Non-Alkoholik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 55 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan rasa

tidak enak seperti mengganjal di perut kanan, penurunan nafsu makan, dan badan lemas

sejak 1 bulan terakhir. Pasien menderita diabetes melitus yang tidak terkontrol sejak 10

tahun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmHg, Nadi 90 kali per menit, RR

20 kali per menit, Suhu 37,6 C, BMI 35 kg/m2 , hepatomegali ringan. Dari hasil

pemeriksaan biopsi hati didapatkan hepatosit yang terisi lemak >66% disertai infiltrasi sel

PMN dan badan Mallory

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

A. Steatosis hepar ringan

B. Steatohepatitis

C. Abses hepar

D. Steatosis hepar berat

E. Sirosis hepatis

Jawaban: B

Referensi Hasan, Irsan. 2014. Perlemakan Hati

Non Alkoholik. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:hal

2003.
KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 134

Pembuat Soal dr. Adityansyah

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Perlemakan Hati Non-Alkoholik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 50 tahun datang dengan keluhan rasa tidak enak seperti

mengganjal di perut kanan, penurunan nafsu makan sejak 1 bulan terakhir. Pasien

menderita diabetes melitus yang tidak terkontrol sejak 5 tahun. Dari pemeriksaan fisik

didapatkan TD 150/90 mmHg, Nadi 90 kali per menit, RR 20 kali per menit, Suhu 37,6 C,

BMI 28 kg/m2, hepatomegali ringan. Dari hasil pemeriksaan penunjang didapatkan SGOT

90 U/L, SGPT 101 U/L, GDP 186 mg/dL, GD2JPP 207 mg/dL, HDL 50, LDL 110, TG

400 mg/dL, HbsAg NR. Pasien pernah memeriksakan diri ke dokter 3 bulan lalu dikatakan

mengalami peradangan hati.

Terapi yang telah terbukti dapat memberikan perbaikan untuk kondisi pasien ini adalah:

A. Curcuma

B. Pioglitazone

C. Vitamin D

D. Lansoprazol

E. Telbivudine

Jawaban: B
Referensi Hasan, Irsan. 2014. Perlemakan Hati

Non Alkoholik. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:hal

2004.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 135

Pembuat Soal dr. Ricky Chairio

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Primary Biliary Cirrhosis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang wanita berusia 40 tahun, datang ke praktek dokter spesialis penyakit dalam

mengeluhkan lemas, badan dan mata agak kuning, gatal di seluruh badan 1 bulan terakhir,

rasa tidak nyaman perut kanan atas, mulut dan mata sering terasa kering. Demam, sesak

nafas, riwayat sakit kuning sebelumnya disangkal. Riwayat konsumsi alkohol dan obatobatan

rutin disangkal. Tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 92x/menit, laju napas

20x/menit, suhu 36,7oC. Pemeriksaan hepar didapatkan liver span 13 cm. Hasil

laboratorium didapatkan AST 62 U/L, ALT 74 U/L, bilirubin total 5,8 mg/dL, bilirubin

direk 4,4 mg/dL, ALP 320 IU/L, Gamma GT 220 U/L, kolesterol total 256 mg/dl.

Pemeriksaan ultrasonografi abdomen menunjukkan hasil normal. Pemeriksaan antibodi

anti-mitokondrial didapatkan hasil 1:40 dan anti-smooth muscle antibody negatif. Apakah

diagnosis pada kasus ini?


A. Primary sclerosing cholangitis

B. Autoimmune hepatitis

C. Sirosis bilier primer

D. Kolangitis non supuratif subakut

E. PBC-AIH overlap syndrome

Jawaban: C

Referensi Harrison’s Principle of Internal Medicine 16th Edition: Disease

of Gallblader and Bile Ducts. 2075-2086

Lindor KD, Gershwin ME, Poupon R, et al. 2009. Primary

Biliary Cirrhosis. AASLD Practice Guidelines.

European Association for the Study of the Liver. 2009.

Management of cholestatic liver disease. EASL Practice

Guidelines.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 136

Pembuat Soal dr. Ricky Chairio

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Primary Biliary Cirrhosis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang wanita berusia 55 tahun, datang ke poliklinik penyakit dalam, mengeluhkan lemas

badan kuning, dan gatal. Keluhan sudah dirasakan sejak 3 bulan terakhir. Tidak ada
riwayat konsumsi obat-obatan maupun sakit kuning sebelumnya. Pasien sudah

mengkonsumsi curcuma 3x1, asam ursodeoksikolik 3x250 mg, dan lansoprazole 1x30mg

yang didapatkan dari dokter umum 5 hari yang lalu. Pasien juga membawa hasil USG

abdomen yang normal. Tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 78 x/menit, laju napas

18x/menit, suhu 37,2oC. Pemeriksaan hepar didapatkan liver span 10 cm. Pemeriksaan

laboratorium didapatkan AST 55 U/L, ALT 72 U/L, ALP 420 IU/L, bilirubin total 4,2

mg/dl, bilirubin direk 3,7 mg/dl. Dokter melakukan pemeriksaan AMA didapatkan hasil

positif. Apakah tatalaksana selanjutnya yang anda sarankan pada pasien ini?

A. Menghentikan terapi asam ursodeoksikolik dan melakukan pemeriksaan MSCT

abdomen

B. Biopsi hati dan menambahkan terapi kolestiramin untuk mengurangi gatal

C. Tidak perlu dilakukan tambahan pemeriksaan, namun dapat ditambahkan

kolestiramin

D. Melanjutkan terapi dan melakukan pemeriksaan ERCP

E. Melanjutkan terapi dan melakukan pemeriksaan kadar ALKM-1 pada serum

Jawaban: C

Referensi Harrison’s Principle of Internal Medicine 16th Edition: Disease

of Gallblader and Bile Ducts. 2075-2086

Lindor KD, Gershwin ME, Poupon R, et al. 2009. Primary

Biliary Cirrhosis. AASLD Practice Guidelines.

European Association for the Study of the Liver. 2009.

Management of cholestatic liver disease. EASL Practice

Guidelines.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 137
Pembuat Soal dr. Ricky Chairio

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Primary Sclerosing Cholangitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang pria berusia 38 tahun, datang ke praktek dokter spesialis penyakit dalam

mengeluhkan nyeri di perut kanan atas, badan kuning, dan gatal. Kelemahan umum juga

dirasakan dalam 1 minggu terakhir. Pasien membawa hasil ultrasonografi abdomen

abdomen normal dan terapi curcuma 3x1 dan asam ursodeoksikolik 3x250 mg yang

didapatkan dari dokter umum. Pemeriksaan abdomen didapatkan liver span 12 cm.

Pemeriksaan laboratorium didapatkan AST 45 U/L, ALT 62 U/L, ALP 310 IU/L.

Dilakukan pemeriksaan kolangiografi dan didapatkan hasil striktur duktus bilier dengan

pola beaded. Apakah patofisiologi yang mendasari kelainan tersebut?

A. Destruksi duktus bilier oleh sel T autoreaktif yang menyebabkan inflamasi dan

penyempitan duktus di luar hati

B. Dilatasi duktus bilier oleh timbunan kompleks imun yang memicu reaksi

peradangan lokal di luar hati

C. Inflamasi akut yang diperantarai faktor autoimun menyebabkan edema dan

obstruksi duktus bilier di luar hati

D. Inflamasi kronis duktus bilier yang menyebabkan penyempitan dan pembentukan

skar intralumen di dalam maupun di luar hati

E. Obstruksi bilier oleh kristalisasi asam empedu dengan superinfeksi bakteri yang

menyebabkan supurasi duktus bilier di dalam maupun di luar hati

Jawaban: D
Referensi Harrison’s Principle of Internal Medicine 16th Edition: Disease of

Gallblader and Bile Ducts. 2075-2086

European Association for the Study of the Liver. 2009.

Management of cholestatic liver disease. EASL Practice

Guidelines.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 138

Pembuat Soal dr. Siti Nur Rohmah

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Neoplasma Hepar

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Berikut ini yang bukan merupakan kelompok populasi resiko tinggi yang

direkomendasikan untuk menjalani surveilans karsinoma sel hati adalah:

A. Semua pasien sirosis hati Child-Pugh A

B. Semua pasien sirosis hati Child-Pugh B

C. Semua pasien sirosis hati Child-Pugh C

D. Semua pasien Hepatitis B kronik non-sirotik berusia lebih dari 50 tahun

E. Semua pasien hepatitis C kronik non-sirotik dengan fibrosis hati lanjut

Jawaban: C

Referensi Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.

2017. Konsesnsus Nasional


Penatalaksanan Karsinoma Sel

Hati. Hal 15 - 17

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 139

Pembuat Soal dr. Siti Nur Rohmah

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Neoplasma Hepar

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki, usia 55 tahun, penderita Hepatitis B sejak 1 tahun yang lalu dan rutin

minum Lamivudin 1x100 mg. Ibu pasien baru saja meninggal karena penyakit kanker hati.

Pasien pernah dilakukan USG abdomen 6 bulan yang lalu dengan hasil tidak didapatkan

gambaran nodul hepar dan kadar AFP 170 ng/mL. Saat ini pasien membawa hasil lab AFP

198 ng/mL. Kemudian dilakukan CT scan abdomen kontras tiga fase, namun tidak

didapatkan gambaran lesi pada hepar. Pemeriksaan lanjutan apakah yang anda sarankan

untuk pasien ini?

A. USG abdomen

B. Biopsi hepar

C. Ulang AFP 6 bulan lagi

D. Ulang CT scan abdomen kontras tiga fase 6 bulan lagi

E. Ulang CT scan abdomen kontras tiga fase 3 bulan lagi

Jawaban: E
Referensi Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.

2017. Konsesnsus Nasional

Penatalaksanan Karsinoma Sel

Hati. Hal 21 - 22

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 140

Pembuat Soal dr. Siti Nur Rohmah

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Neoplasma Hepar

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki, usia 65 tahun, mengeluh nyeri di perut kanan atas, mual dan muntah

yang memberat sejak 1 bulan ini. Pasien juga mengeluh berat badannya turun dan badan

menjadi kuning. Pasien diketahui menderita Hepatitis B sejak 2 tahun yang lalu namun

tidak diobati dan pasien jarang kontrol ke dokter. Pasien terbatas dalam melakukan

kegiatan sehari-hari. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, ikterik,

hepatomegali dan shifting dullnes (+) kesan asites. Hasil laboratorium didapatkan

trombosit 98.000/μL, bilirubin 2.5 mg/dl, albumin serum 2.8 g/dl, INR 1.5. Hasil CT scan

abdomen dengan kontras tiga fase didapatkan gambaran multiple nodul hepar dengan

ukuran bervariasi, yang menyangat kontras terutama di fase arteri dan early wash out di

fase vena, didapatkan trombus vena porta dan limfadenopati multipel intraabdominal.

Apakah tatalaksana yang tepat pada pasien ini?


A. Reseksi

B. Transplantasi hati

C. TACE

D. Sorafenib

E. Terapi suportif

Jawaban: E

Referensi Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia.

2017. Konsesnsus Nasional

Penatalaksanan Karsinoma Sel

Hati. Hal 33 - 34

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 141

Pembuat Soal Dr. Esthina Wuri K

Kategori Soal Hepatobilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Kolangiokarsinoma

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki 65 tahun datang dengan keluhan penurunan berat badan sejak satu bulan

terakhir, demam, pruritus, urin berwarna gelap, tinja seperti dempul. Os adalah penderita

hepatitis C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan icterus, hepatomegaly, tanda Courvoisier.

Tbil 8, Dbil 5, peningkatan Ca19-9, SGOT, SGPT, GGT

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:


A. Kolangiokarsinoma

B. Sirosis Hati

C. KHS

D. Kolesistitis

E. Metastase hepar

Jawaban : A

Referensi Penatalaksanaan Di Bidang Ilmu

Penyakit Dalam. Panduan Praktik

Klinis. Kolangiokarsinoma :hal

280-285.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 142

Pembuat Soal Dr. Esthina Wuri K

Kategori Soal Hepatobilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Kolangiokarsinoma

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis/pemeriksaan penunjang

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki 65 tahun datang dengan keluhan penurunan berat badan sejak satu bulan

terakhir, demam, urin berwarna gelap, tinja seperti dempul. Os adalah penderita hepatitis

C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan icterus, hepatomegaly, tanda Courvoisier. Tbil 8,

Dbil 5, peningkatan Ca19-9, SGOT, SGPT, GGT

Kriteria Diagnosis untuk Kolangiokarsinoma yang benar adalah :


A. Striktur mengarah ke keganasan dan serum Ca 19-9 > 129 U/ ml yang persisten

tanpa adanya kolangitis bakterial

B. Tak tampak masa pada imaging

C. Pemeriksaan sitology konvensional negatif

D. Hasil biopsy transluminal negatif

E. FISH ( Fluoresense in situ hybridization ) tidak menunjukan striktur dan polisomi

Jawaban : A

Referensi Penatalaksanaan Di Bidang Ilmu

Penyakit Dalam. Panduan Praktik

Klinis. Kolangiokarsinoma :hal

280-285.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 143

Pembuat Soal Dr. Esthina Wuri K

Kategori Soal Hepatobilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Kolangiokarsinoma

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki 65 tahun datang dengan keluhan penurunan berat badan sejak satu bulan

terakhir, demam, pruritus, urin berwarna gelap, tinja seperti dempul. Os adalah penderita

hepatitis C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan icterus, hepatomegaly, tanda Courvoisier.

Tbil 8, Dbil 5, peningkatan Ca19-9, SGOT, SGPT, GGT


Tatalaksana utama kolangiokarsinoma yang masih memenuhi kriteria adalah:

A. Reseksi

B. MRCP

C. Laparaskopi

D. Paliatif

E. Kemoterapi

Jawaban : A

Referensi Penatalaksanaan Di Bidang Ilmu

Penyakit Dalam. Panduan Praktik

Klinis. Kolangiokarsinoma :hal

280-285.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 144

Pembuat Soal dr. Surya Budiman

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Kandung Empedu dan

Saluran Empedu

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Pasien laki-laki usia 19 tahun mengeluhkan nyeri di epigastrium sejak 3 hari, mata tampak

menguning, mual, tidak demam. Riwayat mata menguning sejak usia 12 tahun yang hilang

timbul, tetapi belum diperiksakan ke dokter karena dirasakan membaik dengan sendirinya.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan sklera ikterik dan teraba massa lunak yang mobile pada

perut kuadran kanan atas. Hasil pemeriksaan serologis Hepatitis negatif. Diagnosis paling

mungkin pasien ini adalah?

A. Kolangitis

B. Kolesistitis

C. Kista Duktus Koledokus

D. Hipoplasia Bilier

E. Congenital Billiary Ectasia

Jawaban: C

Referensi Greenberger, Norton J., Paumgartner,

Gustav. 2015. Disease of the

Gallbladder and Bile Ducts. In:

Harrison’s Principles of Internal

Medicine. 19th Edition. McGraw-

Hill Education. Page: 2083

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 145

Pembuat Soal dr. Surya Budiman

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Kandung Empedu dan

Saluran Empedu

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi 3A
Soal

Pasien laki-laki usia 19 tahun mengeluhkan nyeri di epigastrium sejak 3 hari, mata tampak

menguning, mual, tidak demam. Riwayat mata menguning sejak usia 12 tahun yang hilang

timbul, tetapi belum diperiksakan ke dokter karena dirasakan membaik dengan sendirinya.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan sklera ikterik dan teraba massa lunak yang mobile pada

perut kuadran kanan atas. Hasil pemeriksaan USG didapatkan dilatasi common bile duct

dan lesi berbentuk bulat, hipoekoik, berdekatan dengan gall bladder,dan menjadi muara

dari duktus bilier ekstra hepatik. Kondisi tersebut diatas merupakan faktor risiko terjadinya

keganasan, yaitu:

A. Kolangiokarsinoma

B. Karsinoma Hepatoseluler

C. Karsinoma Caput Pankreas

D. Gastrointenstinal Stromal Tumor

E. Kanker Kolorektal

Jawaban: A

Referensi Greenberger, Norton J., Paumgartner,

Gustav. 2015. Disease of the

Gallbladder and Bile Ducts. In:

Harrison’s Principles of Internal

Medicine. 19th Edition. McGraw-

Hill Education. Page: 2083

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 146

Pembuat Soal dr. Surya Budiman

Kategori Soal Hepato-Bilier


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Kandung Empedu dan

Saluran Empedu

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Pasien laki-laki usia 19 tahun mengeluhkan nyeri di epigastrium sejak 3 hari, mata tampak

menguning, mual, tidak demam. Riwayat mata menguning sejak usia 12 tahun yang hilang

timbul, tetapi belum diperiksakan ke dokter karena dirasakan membaik dengan sendirinya.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan sklera ikterik dan teraba massa lunak yang mobile pada

perut kuadran kanan atas. Hasil pemeriksaan serologis Hepatitis negatif. Hasil

pemeriksaan USG didapatkan dilatasi common bile duct dan lesi berbentuk bulat,

hipoekoik, berdekatan dengan gall bladder. Komplikasi jangka panjang yang dapat terjadi

pada penyakit di atas adalah:

A. Kolangitis, Sirosis Hati

B. Kolesistitis, Stenosis Duktus Bilier

C. Kolelitiasis, Kolesistitis

D. Kolangitis, Stenosis Duktus Bilier

E. Sirosis Hati, Karsinoma Hepatoseluler

Jawaban: D

Referensi Greenberger, Norton J., Paumgartner,

Gustav. 2015. Disease of the

Gallbladder and Bile Ducts. In:

Harrison’s Principles of Internal

Medicine. 19th Edition. McGraw-

Hill Education. Page: 2083


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 147

Pembuat Soal dr. Dimas Hudy Ariadie

Kategori Soal GastroEntero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Neoplasma Pankreatobilier

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang Pria perokok 67 tahun, datang ke poliklinik RS Sardjito dengan keluhan nyeri dan

gatal-gatal diperut bagian atas yang menjalar ke punggung, disertai penurunan berat badan

dalam satu bulan terakhir. Pemeriksaan fisik ditemukan sklera ikterik dengan pemeriksaan

liver dalam batas normal. GDS 300mg/dL, Total bilirubin 6,82, direct bilirubin 5,71 dan

didapatkan peningatan kadar glukagon. Marker hepatitis negatif, lipase dan amilase dalam

batas normal. Diagnosis dari kasus diatas adalah…

a. Pankreatitsi akut

b. Pankreatitis kronis

c. Tumor pankreas (PNET)

d. Cholangiocarcinoma

e. Karsinoma hepatoseluler

Jawaban : C

Referensi Song X et al. Glucagonoma and the

glucagon syndrome. Oncol Lett 2018;

15(3):2749-2755
KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 148

Pembuat Soal dr. Dimas Hudy Ariadie

Kategori Soal GastroEntero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Neoplasma Pankreatobilier

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Wanita 54 tahun, dibawa ke IGD RS Sardjito dikarenakan pingsan ditempat kerja. Pasien

sering mengeluh pusing, lemas dan berdebar-debar dalam 2 bulan terakhir. Keluhan

tersebut muncul terutama setelah makan. Hasil pemeriksaan GDS 32 mg/dL. Pasien

menyangkal mengkonsumsi obat-obatan rutin. Pemeriksaan lanjutan utama yang

diperlukan dalam penegakan diagnosis pada kasus ini adalah….

a. Gula darah puasa

b. Kadar insulin

c. TSH dan FT4

d. USG Abdomen

e. CT scan abdomen dengan kontras

Jawaban : B

Referensi Okabayashi T et al. Diagnosis and

management of insulinoma. World

J Gastroenterol 2013; 19(6):829-837

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 149

Pembuat Soal dr. Dimas Hudy Ariadie

Kategori Soal GastroEntero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Neoplasma Pankreas

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Pria 69 tahun, perokok datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dan gatal-gatal diperut

bagian atas yang menjalar ke punggung, serta penurunan berat badan drastis dalam satu

bualn terakhir. Pemeriksaan fisik didapatkan IMT 30kg/m2 , sklera ikterik dengan

pemeriksaan liver dalam batas normal. Pemeriksaan CT Abdomen dengan kontras

didapatkan massa pankreas ukuran 2,2 x2,8 cm dengan keterlibatan vaskuler, terapi yang

sesuai untuk kasus diatas adalah …

a. Pankreatektomi

b. Pankreatektomi + Laparotomi eksplorasi

c. ERCP

d. Biliary Bypass

e. Paliatif supportif

Jawaban : C

Referensi Andayani YD. 2014. Kanker Pankreas.

Buku ajar Ilmu Penyakit dalam edisi

VI hal. 3032-3029

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 150

Pembuat Soal dr. Susan Timisela

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Koledokolitiasis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 32 tahun datang ke UGD dengan keluhan mual dan muntah sejak 3 hari

yang lalu. Pasien sering merasa nyeri di punggung kanan atas yang hilang timbul. Tidak

ada penurunan berat badan. Pemeriksaan fisik tanda vital menunjukkan dalam batas

normal, ada nyeri tekan epigastrium. Hasil pemeriksaan USG menunjukan batu saluran

empedu. Patogenesis penyakit ini tidak berkaitan dengan :

A. Adanya infeksi saluran empedu

B. Adanya malnutrisi

C. Gangguan motilitas kandung empedu dan usus

D. Percepatan terjadinya kristalisasi kolesterol

E. Kekurangan aktivitas enzim α-glucoronidase

Jawaban: E

Referensi Lesmana, Laurentius. 2014. Penyakit

batu Empedu. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:hal

2020.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 151

Pembuat Soal dr. Susan Timisela

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Koledokolitiasis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Sarana diagnosis dan terapi pada pasien batu saluran empedu adalah

A. Endoscopic Retrograde Cholangiopancreotography

B. Magnetic Resonance Cholangiopancreotography

C. Endoscopic Ultrasonography

D. Kolangiografi

E. HIDA scan

Jawaban: A

Referensi Lesmana, Laurentius. 2014. Penyakit

batu Empedu. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:hal

2022.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 152

Pembuat Soal dr. Susan Timisela


Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Koledokolitiasis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Komplikasi yang sering terjadi pada pasien batu saluran empedu adalah

A. Abses hati

B. Kolangitis akut

C. Striktur saluran empedu

D. Post colesystectomy syndrome

E. Hepatitis virus A

Jawaban: B

Referensi Lesmana, Laurentius. 2014. Penyakit

batu Empedu. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II:hal

2023.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 153

Nama Peserta dr. Endro Tanoyo

Periode Ujian 38

Asal FK FK UGM

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompete


nsi

Hepatiti B

Soal

Seorang laki-laki usia 41th, datang ke poliklinik penyakit dalam mengeluhkan badan cepat

lelah, mual, cepat terasa kenyang dan demam. Riwayat 1 thn lalu sakit kuning, berobat di

puskesmas dikatakan HBsAg (+) dan dinyatakan sembuh. Hasil pemeriksaan lab; Hb 11,

AL 10.500 U/L, HBsAg (+), anti HBc (+), IgM anti HBc (-), ALT 450 U/L, AST 250 U/L,

HBV DNA 22.500 IU/ml. Managemen yg sesuai pada pasien tersebut adalah

A. Tidak ada terapi, pantau HBV DNA, HBeAg, ALT tiap 3-6 bulan

B. Tidak ada terapi, pantau HBV DNA, HBeAg, ALT tiap 3 bulan

C. Tidak ada terapi, pantau HBV DNA, HBeAg, ALT tiap 1 bulan

D. Terapi jika penyakit persisten selama 3-6 bulan atau curiga dekompensasi hati

E. Biopsi hati jika usia >40 th, terapi jika pada biopsi tampak fibrosis atau inflamasi sedan

Jawaban : D

Referensi Panduan praktis klinis. Hepatologi :

Hepatitis B kronik. Hal : 236

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 154

Nama Peserta dr. Endro Tanoyo

Periode Ujian 38

Asal FK FK UGM

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompete

nsi
Hepatiti B

Soal

Seorang laki-laki usia 41th, datang ke poliklinik penyakit dalam mengeluhkan badan cepat

lelah, mual, cepat terasa kenyang dan demam. Riwayat 1 thn lalu sakit kuning, berobat di

puskesmas dikatakan HBsAg (+) dan dinyatakan sembuh. Hasil pemeriksaan lab; Hb 11,

AL 10.500 U/L, HBsAg (+), anti HBc (+), IgM anti HBc (-), ALT 450 U/L, AST 250 U/L,

HBV DNA 22.500 IU/ml. Dikatakan Hepatitis B kronik jika

A. Anti HBc positif dalam 2x pemeriksaan berjarak 3 bulan

B. Anti HBc positif dalam 2x pemeriksaan berjarak 6 bulan

C. HBsAg positif dalam 2x pemeriksaan berjarak 3 bulan

D. HBsAg positif dalam 2x pemeriksaan berjarak 6 bulan

E. HBeAg positif dalam 2x pemeriksaan berjarak 3 bulan

Jawaban : D

Referensi Panduan praktis klinis. Hepatologi :

Hepatitis B kronik. Hal : 236

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 155

Nama Peserta dr. Endro Tanoyo

Periode Ujian 38

Asal FK FK UGM

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompete

nsi

Hepatiti B

Soal
Selain transmisi vertikal, virus Hepatitis B dapat ditransmisikan dengan efektif melalui cai

ran tubuh, perkutan dan melalui membran mukosa. Cairan tubuh dengan konsentrasi seda

ng terdapat pada :

A. Eksudat luka

B. Serum

C. Air liur

D. Keringat

E. ASI

Jawaban : C

Referensi Andri Sanityoso, Griskalia Christine.

Hepatitis Viral Akut. PAPDI 2014. Hal

: 1951

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 156

Pembuat Soal dr. Isnandar Purnomo

Kategori Soal GastroEntero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Neoplasma Hepatobilier

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang ke IGD RS Sardjito dengan keluhan nyeri perut

kanan atas yang dirasakan sejak 3 minggu yang lalu, pasien juga mengeluh badan

menguning yang disertai penurunan BB 8 kg dalam 1 bulan terakhir. BAK seperti air teh
(+), BAB seperti dempul (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan TB 165 cm, BB 50 kg,

sklera ikterik (+), courvoisier sign (-). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 10

gr/dL, AL 10.000, AT 450.000, SGOT 116, SGPT 200, Tbil 23,39, Dbil 20,31, ALP 334,

dan GGT 246. Pemeriksaan tumor marker yang digunakan untuk membantu menegakkan

diagnosa pasien tersebut adalah :

A. CA 15-3

B. PSA

C. CEA

D. CA 19-9

E. C dan D benar

Jawaban : E

Referensi Idrus alwi, dkk. 2015. Tumor Sistem

Bilier. Panduan Praktik Klinis. hal

277.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 157

Pembuat Soal dr. Isnandar Purnomo

Kategori Soal GastroEntero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Neoplasma Hepatobilier

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang ke IGD RS Sardjito dengan keluhan nyeri perut
kanan atas yang dirasakan sejak 3 minggu yang lalu, pasien juga mengeluh badan

menguning yang disertai penurunan BB 8 kg dalam 1 bulan terakhir. BAK seperti air teh

(+), BAB seperti dempul (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan TB 165 cm, BB 50 kg,

sklera ikterik (+), courvoisier sign (-). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 10

gr/dL, AL 10.000, AT 450.000, SGOT 116, SGPT 200, Tbil 23,39, Dbil 20,31, ALP 334,

dan GGT 246. CEA 10 dan CA 19-9 999,1.

Pada Pemeriksaan MRCP (Magnetic Resonance Cholangio Pancreatography) didapatkan

gambaran massa di percabangan duktu hepatikus kommunis dan dilatasi duktus hepatikus

intrahepatal. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah :

A. Ca Caput pankreas

B. Choledocolithiasis

C. Mirizzi syndrome

D. Cholelithiasis

E. Klatskin Tumor

Jawaban : E

Referensi Idrus alwi, dkk. 2015. Tumor Sistem

Bilier. Panduan Praktik Klinis. hal

277.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 158

Pembuat Soal dr. Isnandar Purnomo

Kategori Soal GastroEntero Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Neoplasma Hepatobilier
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki berusia 61 tahun datang ke IGD RS Sardjito dengan keluhan nyeri perut

kanan atas yang dirasakan sejak 3 minggu yang lalu, pasien juga mengeluh badan

menguning yang disertai penurunan BB 8 kg dalam 1 bulan terakhir. BAK seperti air teh

(+), BAB seperti dempul (+). Pada pemeriksaan fisik didapatkan TB 165 cm, BB 50 kg,

sklera ikterik (+), courvoisier sign (-). Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 10

gr/dL, AL 10.000, AT 450.000, SGOT 116, SGPT 200, Tbil 23,39, Dbil 20,31, ALP 334,

dan GGT 246. CEA 10 dan CA 19-9 999,1.

Pada Pemeriksaan MRCP (Magnetic Resonance Cholangio Pancreatography) didapatkan

gambaran massa di percabangan duktu hepatikus kommunis dan dilatasi duktus

intrahepatik. Pada pemeriksaan USG hepar didapatkan massa multipel di lobus dextra

dengan gambaran bull’s eye. Terapi yang dapat dilakukan pada pasien tersebut adalah :

A. Reseksi

B. Drainage per kutaneus

C. Kemoterapi

D. Operasi wiphle

E. ERCP

Jawaban : C

Referensi Idrus alwi, dkk. 2015. Tumor Sistem

Bilier. Panduan Praktik Klinis. hal

277.

Suharjo B Cahyono, 2014.

Kolangiokarsinoma. Tatalaksana

Klinis di Bidang Gastro dan

Hepatologi. Hal 485.


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 159

Pembuat Soal dr. Wika Bintang Trisnarahayu

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Kolesistitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan

atas. Nyeri kadang-kadang menjalar hingga ke bahu kanan, dan muncul terutama setelah

makan makanan yang berlemak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan penderita obese,

kesadaran compos mentis, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 110x/menit, pernafasan

24x/menit, suhu 38,5°C, sclera ikterik (+), Murphy’s sign (+), paru dan jantung dalam

batas normal. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 11,3 g/dL, Leukosit 15.600/mmk,

hematokrit 34,5%, trombosit 210.000/mmk, SGOT 89, SGPT 112, bilirubin T/D/I

3,2/2/1,2 mg/dL. Pasien kemudian dilakukan USG abdomen dan didapatkan penebalan

dinding empedu 5 mm, sludge (+), ascites (-). Patogenesis yang mendasari keluhan pasien

diatas adalah:

A. Hipersaturasi cairan dan kolesterol dalam kandung empedu

B. Proses pengendapan kalsium bilirubinate oleh aktivitas infeksi kuman

C. Dekonjugasi garam empedu oleh bakteri menjadi asam empedu toksik

D. Hidrolisis bilirubin di kandung empedu oleh enzim β-glucoronidase bakteri

E. Stasis cairan empedu akibat gangguan motilitas kandung empedu


Jawaban: C

Referensi FX. Pridady. Kolesistitis. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid 2:

Bab 24 Hal 2017-2019

Penatalaksanaan di Bidang Ilmu

Penyakit Dalam: Panduan Praktik

Klinik. Bab Kolesistitis: 258-260

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 160

Pembuat Soal dr. Wika Bintang Trisnarahayu

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Kolesistitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 45 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut sebelah kanan

atas. Nyeri kadang-kadang menjalar hingga ke bahu kanan, dan muncul terutama setelah

makan makanan yang berlemak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan penderita obese,

kesadaran compos mentis, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 110x/menit, pernafasan

24x/menit, suhu 38,5°C, sclera ikterik (+), Murphy’s sign (+), paru dan jantung dalam

batas normal. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 11,3 g/dL, Leukosit 15.600/mmk,

hematokrit 34,5%, trombosit 210.000/mmk, SGOT 89, SGPT 112, bilirubin T/D/I

3,2/2/1,2 mg/dL. Pasien kemudian dilakukan USG abdomen dan didapatkan penebalan
dinding empedu 5 mm, sludge (+), ascites (-). Kuman tersering yang menyebabkan

keluhan pasien diatas adalah:

A. Entamoeba coli

B. Enterobacter baumann

C. Entamoeba hystolitica

D. Enterococcus fecalis

E. Staphylococcus aureus

Jawaban: A

Referensi FX. Pridady. Kolesistitis. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid 2:

Bab 24 Hal 2017-2019

Penatalaksanaan di Bidang Ilmu

Penyakit Dalam: Panduan Praktik

Klinik. Bab Kolesistitis: 258-260

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 161

Pembuat Soal dr. Wika Bintang Trisnarahayu

Kategori Soal Hepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Kolesistitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa penuh di
epigastrium, mual terutama setelah makan makanan yang berlemak, tetapi kadang keluhan

membaik setelah bersendawa. Keluhan dikatakan kambuh-kambuhan dan riwayat penyakit

batu empedu pada keluarga didapatkan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran

compos mentis, tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 105x/menit, pernafasan 22x/menit,

suhu 36,5°C, sklera ikterik (+), Murphy’s sign (+), paru dan jantung dalam batas normal.

Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 11,1 g/dL, Leukosit 17.300/mmk, hematokrit

34,5%, trombosit 230.000/mmk, SGOT 97, SGPT 128, bilirubin T/D/I 6,5/4/2,5 mg/dL.

Pemeriksaan USG didapatkan gambaran “double layer” dinding kandung empedu.

Tindakan yang paling tepat untuk mengatasi keluhan pasien diatas adalah:

A. Diet rendah lemak

B. Antibiotika parenteral

C. MRCP

D. ERCP dengan sfingterotomi

E. Kolesistektomi

Jawaban: E

Referensi FX. Pridady. Kolesistitis. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid 2:

Bab 24 Hal 2017-2019

Penatalaksanaan di Bidang Ilmu

Penyakit Dalam: Panduan Praktik

Klinik. Bab Kolesistitis: 256-260

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 162

Pembuat Soal dr. Alamsyah

Kategori Soal Gastroenterohepatologi


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hepatitis C

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita usia 59 tahun, penderita DM dan CKD Stage V, menjalani hemodialisa rutin sejak

3 tahun yang lalu dan beberapa kali transfusi darah selama hemodialisa.Sejak 3 minggu

yang lalu, pasien mengeluh gatal – gatal dan kemerahan terutama di kedua betis.

Pemeriksaan fisik didapatkan makula eritematosa dengan palpable purpura, scaling dan

erosi. Pemeriksaan awal untuk mencari penyebab keluhan, sesuai faktor resiko yang ada

pada pasien ini:

a. Biopsi kulit

b. Anti HCV

c. ANA tes

d. ANCA

e. IgA

Jawaban: B.

Referensi Gani, R A., 2014. Hepatitis C.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi 6. Jilid II:hal 1972-1977.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 163

Pembuat Soal dr. Alamsyah

Kategori Soal Gastroenterohepatologi


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hepatitis C

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita usia 59 tahun, mengeluh nyeri sendi dan otot serta gatal – gatal disertai kemerahan

terutama di kedua betis sejak 3 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan makula

eritematosa dengan palpable purpura, scaling dan erosi. Pasien menderita DM dan CKD

Stage V, menjalani hemodialisa rutin sejak 3 tahun yang lalu dan beberapa kali transfusi

darah selama hemodialisa. Pemeriksaan anti HCV (+).

Dasar patogenesis sindrom klinis pada pasien ini:

a. Kompleks imun yang mengandung IgA, bersirkulasi dan menempel pada dinding

pembuluh darah.

b. Respon autoantigenik terhadap protein Ro/SSA dan La/SSB.

c. Stimuli antibodi anti Ig menyebabkan kaskade komplemen membentuk molekul

krioglobulin.

d. Mutasi pada gen CECR1 (ADA2).

e. Hiperfungsi neutrofil dan Limfosit dengan ekspansi klonal Sel T.

Jawaban: C

Referensi

Gani, R A., 2014. Hepatitis C.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi 6. Jilid II:hal 1972-1977.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 164

Pembuat Soal dr. Alamsyah

Kategori Soal Gastroenterohepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hepatitis C

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita usia 59 tahun, penderita DM dan CKD Stage V, menjalani hemodialisa rutin sejak

3 tahun yang lalu dan beberapa kali transfusi darah selama hemodialisa. Sejak 3 minggu

yang lalu, mengeluh nyeri sendi dan otot serta gatal – gatal disertai kemerahan terutama di

kedua betis. Pemeriksaan fisik didapatkan makula eritematosa dengan palpable purpura,

scaling dan erosi. Pasien sudah berobat kebagian kulit, dilakukan biopsi kulit dengan hasil

vaskulitis leukoklastik. Pemeriksaan anti HCV (+), fibroscan 6,5 kPa.

Pasien prioritas mendapat terapi hepatitis C atas pertimbangan:

a. Fibrosis hati.

b. Resiko menularkan ke pasien hemodialisa lain.

c. Bukti kerusakan organ.

d. Manifestasi ekstrahepatik.

e. Komorbid diabetes dan CKD.

Jawaban: D

Referensi

PPHI, 2017. Konsensus Nasional

Penatalaksanaan Hepatitis C di

Indonesia.:hal 18 - 21.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 165

Pembuat Soal dr. Henny Rumaropen

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hepatitis Autoimun

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Serorang perempuan 32 tahun datang dengan keluhan rasa lelah yang dirasakan sejak 1

minggu ini. Pasien juga mengeluhkan mata mulai tampak kuning disertai penurunan napsu

makan karen rasa tidak nyaman di perut, buang air besar cair,lendir dan darah disangkal.

Demam 2 hari yang lalu,pasien mengobati sendiri dengan paracetamol. Pemeriksaan Fisik

didapatkan Ikterik,hepatosplenomegali, spider angiomata dan asites. Hasil laboratorium

ALP > 2x normal, hiperbilirubinemia, Ig G meningkat,

hipergamaglobulinemia,peningkatan aminotranferase.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

A. Hepatitis Virus akut on kronik

B. Sirosis bilier primer

C. Penyakit Hati Akibat Obat

D. Koangitis sklerosing primer

E. Hepatitis Autoimun

Jawaban : E

Referensi - Mayti SG.Autoimmun hepatitis ; better understanding. Medicine

Update 2012 ; 22: 463-468.


- Manns MP dkk. Diagnosis and management of autoimun

hepatitis.Hepatology2010;51;2193

- Makol A dkk. Autoimmun hepatitis : a review of current

diagnosis and treatment. Hepatitis Research & Treat 2011

doi;10.1155/2011/390916

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 166

Pembuat Soal dr. Henny Rumaropen

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hepatitis Autoimun

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Serorang perempuan 32 tahun datang dengan keluhan rasa lelah yang dirasakan sejak 1

minggu ini. Pasien juga mengeluhkan mata mulai tampak kuning disertai penurunan napsu

makan karen rasa tidak nyaman di perut, buang air besar cair,lendir dan darah disangkal.

Demam 2 hari yang lalu,pasien mengobati sendiri dengan paracetamol. Pemeriksaan Fisik

didapatkan Ikterik,hepatosplenomegali, spider angiomata dan asites. Hasil laboratorium

ALP > 2x normal, hiperbilirubinemia, Ig G meningkat,

hipergamaglobulinemia,peningkatan aminotranferase.

Indikasi Terapi Relatif pada kasus pasien diatas adalah:

A. Simptom berat, ikterik, artralgia AST < 10x normal

B. Simptom berat,nyeri perut, ikterik AST ≥ 10 x normal


C. Atralgia, Ikterik, AST ≥ 5 x normal (+) γ globulin ≥ 2x normal

D. Lelah, Artralgia, Ikterik, hepatitis interface AST < 10x normal

E. AST ≥ 5 x normal (+) γ globulin ≥ 2x normal

Jawaban : D

Referensi - Mayti SG.Autoimmun hepatitis ; better understanding. Medicine

Update 2012 ; 22: 463-468.

- Manns MP dkk. Diagnosis and management of autoimun

hepatitis.Hepatology2010;51;2193

- Makol A dkk. Autoimmun hepatitis : a review of current

diagnosis and treatment. Hepatitis Research & Treat 2011

doi;10.1155/2011/390916

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 167

Pembuat Soal dr. Henny Rumaropen

Kategori Soal Hepato-Bilier

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hepatitis Autoimun

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Serorang Perempuan 32 tahun datang dengan keluhan rasa lelah yang dirasakan sejak 1

minggu ini. Pasien juga mengeluhkan mata mulai tampak kuning disertai penurunan napsu

makan karen rasa tidak nyaman di perut, buang air besar cair,lendir dan darah disangkal.

Demam 2 hari yang lalu,pasien mengobati sendiri dengan paracetamol. Pemeriksaan Fisik
didapatkan Ikterik,hepatosplenomegali, spider angiomata dan asites. Hasil laboratorium

ALP > 2x normal, hiperbilirubinemia, Ig G meningkat,

hipergamaglobulinemia,peningkatan aminotranferase, Antinuclear antibodies (ANA)

(+),ANCA (+), anti-liver cytosol 1 (LCI) (-). Pasien telah mendapat terapi Prednison dan

telah mencapai remisi.

Tatalaksaan selanjutnya pada pasien ini adalah:

A. Prednison 60 mg/ minggu

B. Prednison 60 mg/hari

C. Prednison 20 mg/hari

D. Prednison 20 mg/minggu

E. Prednison 30 mg/hari dan azathioprine 50 mg/hari

Jawaban : C

Referensi - Mayti SG.Autoimmun hepatitis ; better understanding. Medicine

Update 2012 ; 22: 463-468.

- Manns MP dkk. Diagnosis and management of autoimun

hepatitis.Hepatology2010;51;2193

- Makol A dkk. Autoimmun hepatitis : a review of current

diagnosis and treatment. Hepatitis Research & Treat 2011

doi;10.1155/2011/390916.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 168

Pembuat Soal dr. Padmi Bektilestari

Kategori Soal Gastroenterohepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
Penyakit Batu Empedu

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 40 tahun datang berobat ke UGD dengan keluhan nyeri perut

di sebelah kanan atas sejak 1 hari sebelumnya. Keluhan disertai mual dan muntah. Pada

pemeriksaan fisik ditemukan : kesadaran Compos mentis, sklera ikterik (+), BB 75 kg, TB

15 cm. TD: 100/70 mm HG, N : 108x/ menit, RR : 20 x/ menit, Temperatur : 37 0C.

Hasil laboratorium HB 12 g/dL, lekosit 8.000/mm3, SGOT 78 mg/dL, SGPT 60 mg/dL,

bilirubin total 3 , bilirubin indirek 0,8. Anti HCV dan HBsAg (-).

Dari hasil USG didapatkan batu di vesica felea.

Berikut ini yang tidak berkaitan dengan patogenesis terjadinya kondisi ini adalah:

A. Kekurangan enzim beta glukuronidase menyebabkan mudahnya terbentuk batu

pigmen

B. Aktivitas enzim beta glukuronidase dihambat oleh glucarolactone yang meningkat

konsentrasinya dengan diet rendah protein dan lemak

C. Adanya malnutrisi

D. Gangguan motilitas usus dan kandung empedu

E. Hipersaturasi kolesterol dan percepatan kristalisasi kolesterol

Jawaban : A

Referensi Lesmana, Laurentius A. Penyakit Batu

Empedu. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. 2014 : hal 2020 -

2025.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 169

Pembuat Soal dr. Padmi Bektilestari

Kategori Soal Gastroenterohepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Batu Empedu

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 46 tahun datang berobat ke UGD dengan keluhan nyeri perut

di sebelah kanan yang memberat atas sejak 1 hari sebelumnya. Keluhan disertai demam,

mual dan muntah. Pada pemeriksaan fisik ditemukan : kesadaran apatis , sklera ikterik (+),

BB 75 kg, TB 15 cm. TD: 90/70 mm Hg, N : 118 x/ menit, RR : 22 x/ menit, Temperatur :

39 0C. UOP 0,3 mL/kg/jam.

Hasil laboratorium HB 12 g/dL, lekosit 16.000/mm3, trombosit 156.000 /mm3 SGOT 78

mg/dL, SGPT 60 mg/dL, bilirubin total 5 , bilirubin indirek 1,7. Anti HCV dan HBsAg (-).

Pasien pernah di USG dan ditemukan batu kandung empedu.

Diagnosis pada pasien ini adalah:

A. Cholelithiasis

B. Cholesistitis kronik

C. Kolangitis akut supuratif

D. Karsinoma kaput pankrreas

E. Pankreatitis akut

Jawaban : C

Referensi Lesmana, Laurentius A. Penyakit Batu

Empedu. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. 2014 : hal 2020 -


2025.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 170

Pembuat Soal dr. Padmi Bektilestari

Kategori Soal Gastroenterohepatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Batu Empedu

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tata Laksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 40 tahun datang berobat ke UGD dengan keluhan nyeri perut

di sebelah kanan atas sejak 1 hari sebelumnya. Keluhan disertai mual dan muntah. Pada

pemeriksaan fisik ditemukan : kesadaran Compos mentis, sklera ikterik (+), BB 75 kg, TB

15 cm. TD: 100/70 mm HG, N : 108x/ menit, RR : 20 x/ menit, Temperatur : 37 0C.

Hasil laboratorium HB 12 g/dL, lekosit 8.000/mm3, SGOT 78 mg/dL, SGPT 60 mg/dL,

bilirubin total 3 , bilirubin indirek 0,8. Anti HCV dan HBsAg (-).

Dari hasil USG didapatkan batu di vesica felea.

Berikut ini tindakan yang tepat untuk pasien tersebut adalah:

A. Magnetic Resonance Cholangiopancreatografi

B. Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatografi tanpa spingterotomi

C. Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatografi dengan spingterotomi

D. Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatografi dengan balon ekstraksi menuju

lumen duodenum

E. Kolesistektomi terbuka apabila laparoskopik gagal atau tidak memungkinkan


Jawaban : E

Referensi Lesmana, Laurentius A. Penyakit Batu

Empedu. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. 2014 : hal 2020 -

2025.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 171

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI REUMATOLOGI

Kontributor:

dr. Hanandha Putra L / UNAIR

dr. Andreas Jonathan / UNPAD

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 172

Nama Peserta dr. Hendra Gunawan

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNAIR Surabaya

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Osteoporosis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Analisis


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 65 tahun datang dengan keluhan nyeri pada rahang hingga

mulut tidak bisa terbuka sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Pada pasien tidak

didapatkan riwayat demam. Pasien sebelumnya terdiagnosis dengan Ca Mammae stadium

III dengan kemoterapi dan terapi asam zolendronat yang rutin diberikan hingga siklus ke

IV. Kemoterapi terakhir selesai 10 hari sebelum masuk rumah sakit. Pada pemeriksaan

foto lumbosakral AP/lateral didapatkan wedge fractures pada vertebrae lumbal I. Hasil

laboratorium didapatkan kalsium serum 7,1 g/dL. Pernyataan yang benar mengenai kasus

di atas adalah:

a. Pemberian asam zolendronat pada kasus tersebut harus segera dihentikan

b. Koreksi fraktur vertebrae harus dilakukan secepat mungkin karena dapat

memerbaiki prognosis

c. Pemberian vitamin D 400 IU dapat diberikan pada kasus tersebut

d. Kalsium sitrat bukan merupakan pilihan terapi pada kasus ini bila disertai dengan

adanya ulkus gaster

e. Pemberian kemoterapi tidak dapat dilanjutkan pada kasus ini

Jawaban: A

Referensi Lipson. 2013. Rheumatology Board

Review

Setiyohadi, Bambang. 2014.

Osteoporosis Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jilid 3:

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 173
Nama Peserta dr. Hendra Gunawan

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNAIR Surabaya

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Lupus Eritematosus Sistemik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Analisis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 35 tahun datang dengan keluhan adanya sariawan pada bibir

yang hilang timbul namun tidak nyeri sejak 2 bulan sebelumnya. Pasien juga sering

merasa silau dan timbul bercak kemerahan pada hidung yang melebar ke kedua pipi bila

terkena cahaya matahari. Pasien memiliki riwayat Ca parotis 4 tahun yang lalu dengan

kemoradiasi yang telah dijalani hingga dinyatakan sembuh. Pasien juga sering merasa

berdebar, didapatkan penurunan berat badan (5 kg dalam 2 bulan terakhir), dan menstruasi

yang tidak teratur. Pemeriksaan fisik didapatkan kedua mata exoftalmus, status generalis

dalam batas normal. Pemeriksaan penunjang didapatkan Hb 9,0 g/dL, leukosit 3.500/mL,

platelet 150.000/mL, SGPT 350 IU/L, SGOT 200 IU/L, BUN 20 mg/dL, SK 1,0 mg/dL,

proteinuria +4, ANA IFA (+) dengan titer 1:300 nucleosome pattern. Pernyataan paling

benar untuk kasus ini adalah:

a. Terapi metilprednisolone dosis 30 mg/kgBB dapat diindikasikan bila biopsi ginjal

didapatkan lupus nefritis kelas I

b. Penapisan hepatitis B/C tidak diperlukan pada kasus ini

c. Penapisan kemungkinan kekambuhan ca parotis perlu dilakukan pada pasien ini

d. Pemeriksaan fungsi tiroid tidak diperlukan pada kasus ini

e. Azatioprin dapat diberikan pada kasus di atas.

Jawaban: C

Referensi Joewono Soeroso, et al. Buku Ajar Ilmu


Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid 3:

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 174

Nama Peserta dr. Hendra Gunawan

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNAIR Surabaya

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang dengan keluhan kencing berbuih sejak 3 bulan

sebelumnya disertai demam dengan suhu 37,5-380C yang dirasakan terutama pada malam

hari, kesemutan pada kedua kaki, dan nyeri pada keempat ekstrimitasnya. Pasien juga

menderita asma sejak usia 15 tahun dan rajin menggunakan inhaler beta2 agonis dan

kortikosteroid inhalasi dosis rendah bila kambuh serta memiliki riwayat penggunaan

kokain sejak usia 38 tahun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan vesikuler meninggi pada

1/3 lobus kiri bawah dengan peningkatan fremitus raba dan redup pada perkusi. Pada kulit

dijumpai makulae hiperpigmentasi disertai ekskoriasi bekas garukan. Pada pemeriksaan

penunjang dijumpai nodul pada 1/3 lobus kiri bawah, didapatkan proteinuria +3, BUN 20

mg/dL, kreatinin 1,2 mg/dL. Pernyataan yang benar pada kasus ini adalah:

a. Pada biopsi kulit dapat dijumpai predominan neutrofil dan infiltrasi limfosit.

b. Pada pemeriksaan spirometri dapat dijumpai kelainan restriksi

c. Pada kasus ini tidak dapat dijumpai adanya mononeuritis multipleks

d. Pada kasus ini human neutrophil elastase dapat digunakan untuk menegakkan
diagnosis

e. Pada kasus ini tidak ada indikasi untuk diberikan kortikosteroid

Jawaban: D

Referensi Lipson. 2013. Rheumatology Board

Review

Hamidjoyo, Laniyati. Vaskulitis

Sindrom Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jilid 3:

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 175

Pembuat Soal dr. Budi Darma

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindrom Sjorgen

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang wanita 52 tahun dievaluasi dengan riwayat 6 tahun Sindrom Sjogren. Selama 3

bulan terakhir, dia mengalami demam ringan hingga 37,5 ° C , penurunan berat badan 6,8

kg, dan peningkatan kelelahan dan gejala sicca. Dia baru-baru ini mengalami ruam di

kakinya. Dia tidak melaporkan saat ini nyeri sendi. Obat-obatan adalah

hydroxychloroquine dan parasetamol sesuai kebutuhan.

Pada pemeriksaan fisik, suhu 37,2 ° C (99,0 ° F), tekanan darah 135/85 mm Hg, dan
denyut nadi 82 / menit, IMT 28. Pemeriksaan fisik didapatkan mukosa mulut ,

limfadenopati bilateral di daerah, splenomegaly ringan dan beberapa purpura teraba di

kaki bawah. Studi laboratorium menunjukkan darah lengkap yang normal kecuali untuk

kadar hemoglobin 11 g / dL; kadar serum C3 dan C4 rendah, dan protein serum dan

elektroforesis urin didapatkan komponen – M. Foto x ray dada dan EKG dalam batas

normal. CT Scan abdomen menunjukan multiple limfadenopati retroperitoneal dan

splenomegaly

Langkah selanjutnya dalam manajemen pasien di atas adalah

a. Melakukan open biopsy pada kelenjar getah bening

b. Melakukan biopsy kulit

c. Pemeriksaan imunohistokimia

d. Memulai terapi prednisone

e. Memulai terapi prednisone dan siklofosfamid

JAWABAN: A

Referensi Yuliasih 2014. Sindrome Sjorgen. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. Jilid III. Hal 3160-3166.

Jonsson MV. Theander E. Jonsson R. Predictors for the development of

non Hodgkin lymphoma in primary Sjogren·s syndrome. Presse Med.

2012 Sep:41 Sll-6. PMID: 22867948

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 176

Pembuat Soal dr. Budi Darma

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Sindrom Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 3 A

Seorang wanita 82 tahun dievaluasi dengan riwayat 2 minggu sakit kepala kiri dengan

nyeri saat mengunyah, disertai nyeri tumpul di bahu dan pinggul. Dia tidak punya

riwayat penyakit sebelumnya atau riwayat keluarga dengan keluhan seperti ini. Dia tidak

sedang mengkonsumsi obat-obatan apapun. Pada pemeriksaan fisik, suhu adalah 38,1 ° C,

tekanan darah 132/86 mm Hg, denyut nadi 88 / menit , dan laju respirasi adalah 18 /

menit, indeks massa tubuh 25. Pemeriksaan mata dalam batas normal. Ada nyeri dan

bengkak daerah temporal kiri. Nyeri sedang sampai berat didapatkan pada kisaran gerakan

bahu dan pinggul. Pada palpasi tidak ada rasa sakit di sekitar sendi temporomandibular.

Pemeriksaan laboratorium, termasuk panel metabolik dasar, hitung darah lengkap, dan

kimia hati, adalah normal; laju sedimentasi eritrosit adalah 85 mm / jam.

Manakah dari berikut ini yang langkah paling tepat dalam manajemen pasien di atas?

A. Inisiasi dengan prednison, 15 mg / hari

B. Inisiasi prednison, 60 mg / hari

C. Pemeriksaan MRI kepala

D. Pemeriksaan biopsi arteri temporal

E. Insiasi pemberian Azatriopin 1-2 mg/kg BB/hari

Jawaban: B

Referensi Laniyati Hamijoyo, 2014. Sindrom

Vaskulitis. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. Jilid III. Hal 3254-3276.

Frazer JA, Weyand CM, Newman JN,

Biousse V. The treatment of giant cell

arteritis. Rev Neurol Dis. 2008


Summer:5(3):140-52. [PMID: 18838954]

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 177

Pembuat Soal dr. Budi Darma

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam

Standar Kompetensi

Arthritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4 A

Soal

Seorang perawat wanita RSUD dr. Soetomo umur 46 tahun datang dengan gejala

poliartritis simetris pada pergelangan dan lutut disertai dengan ruam. Dia tidak memiliki

riwayat penyakit dan pengobatan sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD

118/72 mmHg, nadi 78 kali per menit, laju nafas 16 kali per menit, temperature 37,7 °C,

dan BMI 22. Didapatkan nyeri tekan simetris, hangat, eritema, dan bengkak pada

pergelangan tangan, PIP dan MCP. Didapatkan efusi sendi bilateral , nyeri ringan di

abdomen kuardan kanan atas, dan ruam maculopapular di trunkus dan kaki. Hasil lab

menunjukan LED 63 mm/jam, SGOT 1050 U/L, SGPT 800 U/L, kreatinine 0,8.

Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah

a. Hepatitis autoimun

b. Hemochromatosis

c. Hepatitis B associated artitis

d. Sirosis Bilier Primer


e. Primary sclerosing cholangitis

JAWABAN: C

Referensi Vassilopoulos D, Calabrese LH. Viral hepatitis: review of

arthritis complications and therapy for arthritis in the

presence of active HBV/HCV. Curr Rheumatol Rep.

2013 pr:15(4):319. [PMID: 23436024

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 178

Pembuat Soal Dr. Huwainan Nisa Nasution

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Reumatik Ekstra Artikular

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 28 tahun seorang mahasiswa anggota grup futsal datang ke IGD dengan

keluhan nyeri di daerah lutut kanan setelah latihan futsal. Nyeri lutut kanan bersifat hilang

timbul selama 3 hari ini terutama setelah latihan futsal. Pasien merasa sulit bergerak dari

jongkok ke berdiri. Tidak ada keluhan demam dan penurunan berat badan. Pasien 1 bulan

ini berlatih intensif karena akan menghadapi pertandingan futsal. Pada pemeriksaan fisik

didapatkan nyeri dan tenderness di daerah tendon patella dektra, tidak ditemukan

kemerahanan dan benjolan serta tidak ada hangat saat perabaan. Pemeriksaan arthrogram

lutut tidak ditemukan adanya diseksi dan tanda-tanda ruptur tendon.


Penatalaksanaan pada pasien tersebut adalah sebagai berikut:

a. NSAID, knee bracing dan stretching, penguatan kuadriceps dan otot hamstring

b. Injeksi kortikosteroid, knee bracing dan stretching

c. Injeksi kortikosteroid, penguatan kuadriceps dan otot hamstring

d. NSAID dan injeksi kortikosteroid

e. Injeksi kortikosteroid dan tindakan bedah pada beberapa kasus

JAWABAN: A

Referensi Blondina Marpaung, 2014. Reumatik

Ekstraartikular. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid III. Hal. 3210-3216.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 179

Pembuat Soal Dr. Huwainan Nisa Nasution

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Antiphospholipid Syndrome

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Perempuan 35 tahun, dikonsulkan dari sejawat obstetri karena riwayat abortus berulang.

Terdapat riwayat 3 kali aborsi spontan pada usia kehamilan sebelum 10 minggu. Hingga

saat ini, pasien belum memiliki anak dan sangat ingin memiliki anak. Hasil laboratorium

darah lengkap Hb 12 g/dL, Leukosit 7500/mm3 dan trombosit 107.000 u/L. Pemeriksaan
lanjutan menunjukkan antibodi antikardiolipin IgG lebih dari persentil 99 dan antibodi β2-

glikoprotein lebih dari persentil 99. Manifestasi apa saja yang dapat ditemukan apabila

terjadi trombosis pada vena-vena besar pada kasus pasien ini?

A. Retinitis

B. Gangren superfisialis

C. Emboli paru

D. Trombosis mikroangiopati

E. Disseminated intravascular coagulation (DIC)

JAWABAN: C

Referensi Dewi, Sumartini, 2014. Sindrom

antifosfolipid antibodi. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid III. Hal

3398-3409.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 180

Pembuat Soal Dr. Huwainan Nisa Nasution

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Rematoid artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan 55 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri
sendi pada kedua pergelangan tangan dan kedua tangan. Nyeri sendi sudah dirasakan sejak

8 minggu. Nyeri sendi sering disertai kaku pada pagi hari yang berlangsung lebih dari 1

jam. Nyeri berkurang dengan beraktivitas. Terkadang pasien mengeluhkan demam ringan

dan penurunan nafsu makan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan deformitas boutonniere

pada PIP dekstra dan sinistra, tidak ditemukan kemerahan dan perabaan hangat pada sendi

kedua tangan dan pergelangan tangan. Hasil pemeriksaan didapatkan peningkatan LED,

CRP dan anti-CCP (+). Manifestasi ekstraartikuler yang tidak dapat terjadi pada pasien ini

adalah:

a. Amyloidosis

b. Endocarditis

c. Cystitis

d. Scleritis

e. Pericarditis

JAWABAN: C

Referensi Suarjana., 2014. Artritis reumatoid. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid III.

Hal 3130-3149.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 181

Pembuat Soal dr. Frida Lorita Hafidasari Pitoyo

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Osteoartritis

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Tatalaksana


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan usia 59 tahun mengeluh nyeri pada kedua sendi lutut, kanan lebih

berat, dirasakan sejak 2 tahun terakhir saat berat badan meningkat 15 kg. Nyeri terutama

dirasakan saat beraktivitas seperti berjalan atau naik tangga. Pada pemeriksaan fisik TD

120/80 mmHg, N = 84, RR = 20, S = 36,5 °C, BB 68 kg, TB 149 cm, sendi lutut kanan

kemerahan, bengkak, dan didapatkan krepitasi, sedangkan sendi lutut kiri hanya

didapatkan krepitasi tanpa tanda radang. Pada pemeriksaan foto radiologis genu dextra

didapatkan osteofit dan celah sendi menghilang, sedangkan genu sinistra didapatkan

osteofit dan penyempitan celah sendi.

Berikut merupakan pernyataan yang kurang tepat sesuai kasus di atas adalah :

a. Monitoring progresivitas dan outcome terapi dapat menggunakan indeks WOMAC

b. Penurunan berat badan mendekati ideal dapat memperbaiki keluhan

c. Injeksi steroid intraartikular secara rutin setiap 1-2 bulan lebih dipilih untuk mengurangi

nyeri

d. Olah raga aerobik high-impact sebaiknya dihindari

e. Terapi bedah dianjurkan untuk memperbaiki keluhan pada lutut kanan

Jawaban : C

Referensi Soeroso J, Isbagio H, Kalim H, Broto R,

Pramudiyo R. 2014. Osteoartritis. Buku ajar

Ilmu Penyakit Dalam 6th Ed. Jakarta : Interna

Publishing, pp : 3197-3209.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 182

Pembuat Soal dr. Frida Lorita Hafidasari Pitoyo


Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Spondiloartritis

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 27 tahun dengan keluhan nyeri punggung bawah sejak 2 tahun,

memberat setelah beristirahat. Riwayat penyakit dahulu disangkal. Pasien sering minum

natrium diklofenac untuk mengurangi keluhan namun 3 bulan terakhir ini keluhan nyeri

tidak membaik setelah minum obat. Pada pemeriksaan radiologi LS lateral didapatkan

Terapi yang paling tepat pada pasien ini adalah :

a. Terapi anti TNF

b. Etoricoxib

c. Antibiotik intravena

d. Fisioterapi

e. Prednisolone

Jawaban : A

Referensi Ongkowijaya JA. 2014. Spondilitis Ankilosa.

Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam 6th Ed. Jakarta :

Interna Publishing, pp : 3167-3172

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 183

Pembuat Soal dr. Frida Lorita Hafidasari Pitoyo

Kategori Soal Rematologi


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Artritis Psoriatik

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan usia 32 tahun dengan artritis psoriatik yang terkontrol baik dengan

sulfazalazine dan paracetamol datang ke poli rematologi. Penderita baru saja menikah dan

berencana hamil, namun takut keluhan artritis pada sendi jari kaki dan tangannya terjadi

”flare”.

Strategi terapi yang tepat untuk keadaan di atas adalah

a. Menambahkan prednisolon oral

b. Melanjutkan sulfasalazine

c. Menghentikan sulfasalazine

d. Menghentikan sulfasalazine dan menggantinya dengan prednisolon oral

e. Menghentikan sulfasalazine dan memulai pemberian metotreksat serta asam folat

Jawaban : A

Referensi Albar Z. 2014. Artritis Psoriatik. Buku ajar Ilmu

Penyakit Dalam 6th Ed. Jakarta : Interna

Publishing, pp : 3173-3175.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 184

Pembuat Soal dr. Hanandha Putra L

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Reumatoid Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 38 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada

persendian jari-jari tangan kanan dan kiri. Nyeri dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Pasien

juga mengeluhkan kaku terutama di pagi hari dengan durasi lebih dari 1 jam dan membaik

dengan aktivitas. Pasien juga sering mengeluhkan badan terasa lelah, penurunan nafsu

makan dan terkadang demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya deformitas Zthumb

di sendi PIP III-V manus dextra-sinistra. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan

adanya gambaran pembengkakan jaringan lunak disertai dengan adanya osteoporosis

juxta-articular pada sendi tersebut.

Pemeriksaan penunjang yang tidak perlu dilakukan pada pasien ini adalah:

A. C-reactive protein

B. LED

C. Urinalisis Lengkap

D. Anti-CMV

E. Rheumatoid Factor

JAWABAN : C

Referensi Idrus Alwi, dkk. 2015. Artitis Reumatoid.

Panduan Praktik Klinis, Edisi I, hal

809-813.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 185
Pembuat Soal dr. Hanandha Putra L

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Reumatoid Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 38 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada

persendian jari-jari tangan kanan dan kiri. Nyeri dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Pasien

juga mengeluhkan kaku terutama di pagi hari dengan durasi lebih dari 1 jam dan membaik

dengan aktivitas. Pasien juga sering mengeluhkan badan terasa lelah, penurunan nafsu

makan dan terkadang demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya deformitas Zthumb

di sendi PIP III-V manus dextra-sinistra. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan

adanya gambaran pembengkakan jaringan lunak disertai dengan adanya osteoporosis

juxta-articular pada sendi tersebut.

Yang bukan merupakan tujuan terapi pada pasien ini adalah:

A. Mengurangi nyeri

B. Memperbaiki kelainan anatomi

C. Mengurangi inflamasi

D. Proteksi sendi dan struktur ekstra-artikular

E. Mencegah komplikasi

JAWABAN : B

Referensi I Nyoman Suarjana 2014. Artritis

Reumatoid. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jilid III, hal 3130-3150.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 186

Pembuat Soal dr. Hanandha Putra L

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Reumatoid Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 38 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada

persendian jari-jari tangan kanan dan kiri. Nyeri dirasakan sejak 6 bulan terakhir. Pasien

juga mengeluhkan kaku terutama di pagi hari dengan durasi lebih dari 1 jam dan membaik

dengan aktivitas. Pasien juga sering mengeluhkan badan terasa lelah, penurunan nafsu

makan dan terkadang demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya deformitas Zthumb

di sendi PIP III-V manus dextra-sinistra. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan

adanya gambaran pembengkakan jaringan lunak disertai dengan adanya osteoporosis

juxta-articular pada sendi tersebut.

Yang bukan merupakan indikasi terapi bedah pada pasien ini adalah:

A. Adanya nodul rematoid

B. Nyeri berat disertai kerusakan sendi yang ekstensif

C. Keterbatasan fungsi gerak yang bermakna

D. Adanya kompresi saraf

E. Adanya ruptur tendon

JAWABAN : A

Referensi Idrus Alwi, dkk. 2015. Artitis Reumatoid.


Panduan Praktik Klinis, Edisi I, hal

809-813.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 187

Pembuat Soal Dr. Aldrich Kurniawan Liemarto

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Artritis pirai

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki- laki berusia 52 tahun datang dengan keluhan nyeri pada sendi kaki

mendadak saat bangun tidur dan tidak bisa berjalan karena nyeri. Nyeri disertai bengkak

kemerahan di ibu jari kaki kiri. Pasien juga mengeluh demam, menggigil, dan terasa lelah.

Pasien dengan riwayat diabetes mellitus dan dislipidemi 5 tahun ini. Pasien sudah minum

obat metformin 3x 500mg dan simvastatin 1x20 mg. Pada pemeriksaan fisik didapatkan

berat badan 75 kg dengan tinggi badan 160 cm. Status lokalis: pada metatarsophalang 1

kaki kiri tampak kemerahan, bengkak, nyeri tekan, dan teraba hangat pada perabaan. Hasil

laboratorium: hb 12,1 g/dL, leukosit 7800/mm3, trombosit 243.000, kreatinin 1.1 mg/dL,

serum asam urat 9.9 mg/dL. Pasien diagnosis gout arthritis dan mendapat terapi kolkisin.

Apa kontraindikasi absolut pemberian kolkisin?

A. Pasien dengan keganasan

B. Hepatitis kronis dengan gangguan fungsi hati

C. CKD V
D. Defisiensi G6PD

E. Thalassemia

Jawaban: C

Referensi Edward Stefanus. 2014. Artritis pirai. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

Jilid III: hal 3187- 3191.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 188

Pembuat Soal Dr. Aldrich Kurniawan Liemarto

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SLE

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 23 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan panas badan hilang timbul

, sariawan di mulut yang susah sembuh, kemerahan pada wajah dan bengkak pada dua

tungkai 6 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjunctiva anemis, butterfly

rash dan oral ulcer. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hb 6.7 g/dL, leukosit

3200/mm3, trombosit 76.000/mm3, albumin 2.5, LED 40, urine lengkap: protein +3,

sedimen eritrosit +1, leukosit (-), ANA test positif, Anti DsDNA positif. Pasien

mendapatkan terapi Metilprednisolon dan azatrioprin. Apa saja yang harus dipantau

selama pemberian azatrioprin?

A. Cushingoid, hipertensi, dislipidemi, osteonekrosis


B. Mielosupresif, hepatotoksik, gangguan limfoproliferatif

C. Retinopati, gangguan GIT, rash, myalgia

D. Pendarahan saluran cerna, hepatotoksik, sakit kepala, hipertensi, nefrotoksik

E. Keganasan, sistitis hemoragik, infertilitas, osteoporosis

Jawaban: B

Referensi Yoga I Kasjmir,dkk. 2014. Diagnosis dan

pengelolaan lupus eritematosus

sistemik. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid III: hal 3362-

3367.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 189

Pembuat Soal Dr. Aldrich Kurniawan Liemarto

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SLE

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 23 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan panas badan hilang timbul

, sariawan di mulut yang susah sembuh, kemerahan pada wajah dan bengkak pada dua

tungkai 6 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjunctiva anemis, butterfly

rash dan oral ulcer. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hb 6.7 g/dL, leukosit

3200/mm3, trombosit 76.000/mm3, albumin 2.5, LED 40, urine lengkap: protein +3,
sedimen eritrosit +1, leukosit (-), ANA test positif, Anti DsDNA positif. Pasien

mendapatkan terapi Metilprednisolon dan azatrioprin. Setelah 6 minggu, pasien tidak

respon dengan pengobatan. Bagaimana tatalaksana selanjutnya?

A. Metilprednisolon 0.5-1gr/hari selama 3 hari dan siklosporin 3-5mg/kg/hari selama

1 tahun

B. Metilprednisolon 0.5-1gr/hari selama 3 hari dan Rituximab

C. Metilprednisolon 0.5-1gr/hari selama 3 hari dan siklofosfamid 0.5-

0.75gr/m2/bulan x 7dosis

D. Metilprednisolon 0.5-1gr/hari selama 3 hari dan MMF 4-6 gr/hari selama 6-12

bulan

E. Metilprednisolon 0.5-1gr/hari selama 3 hari dan hidroksi kloroquin 5-6.5mg/kg/

hari selama 6 bulan- 1tahun

Jawaban: C

Referensi Yoga I Kasjmir,dkk. 2014. Diagnosis dan

pengelolaan lupus eritematosus

sistemik. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid III: hal 3362-

3367.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 190

Pembuat Soal dr. Alphani Kurniasari

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Osteoartritis
Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan, usia 59 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan nyeri di

lutut kanan yang memberat sejak 3 hari yang lalu. Lutut kanan pasien sudah sering terasa

nyeri sejak 5 bulan yang lalu, terutama saat naik turun tangga atau jongkok. Kaku pagi

hari kadang-kadang dirasakan 5-10 menit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan krepitasi

pada genu kanan dengan gambaran celah sendi yang menyempit pada foto ronsen genu

kanan.

Salah satu patofisiologi yang dapat terkait diagnosis pasien di atas adalah:

A. Peningkatan aktivitas IGF-1 dan TGF-b

B. Penurunan aktivitas osteoblast

C. Adanya inflamasi cairan sendi

D. Penurunan hormon estrogen

E. Penurunan aktivitas fibrogenik rawan sendi

JAWABAN : C

Referensi Joewono Soeroso, dkk 2014. Osteoartritis.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

Jilid III, hal 3197-3209

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 191

Pembuat Soal dr. Alphani Kurniasari

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
Spondilitis Ankilosa

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Tata laksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 32 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan nyeri

pinggang yang dirasakan hilang timbul sejak 1 tahun terakhir. Nyeri bersifat tumpul dan

menjalar ke arah bokong. Nyeri dirasakan terutama pagi hari dan membaik setelah

pasien beraktivitas. Dari pemeriksaan radiologis didapatkan gambaran sakroiliitis grade

3 bilateral serta sindesmofit. Modalitas terapi di bawah ini yang belum terbukti

memberikan manfaat pada keluhan pasien ini adalah:

A. OAINS

B. Edukasi

C. Latihan fisik teratur

D. Kortikosteroid sistemik

E. Anti-TNF

JAWABAN : D

Referensi Jeffrey A. Ongkowijaya 2014. Spondilitis

Ankilosa. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jilid III, hal 3167-3172

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 192

Pembuat Soal dr. Alphani Kurniasari

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
Artritis Reumatoid

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 31 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada

persendian tangan kanan dan kiri. Nyeri dirasakan sejak 3 bulan terakhir. Pasien juga

mengeluhkan kaku terutama di pagi hari pada persendian tersebut dan membaik dengan

aktivitas. Pasien juga sering mengeluhkan badan lemas dan penurunan nafsu makan. Pada

pemeriksaan serologi didapatkan RF positif serta adanya gambaran erosi pada sendi PIP

II-III manus dextra-sinistra pada pemeriksaan radiologis.

Terapi pilihan untuk mengurangi inflamasi sendi dan memperlambat progresivitas

penyakit penyakit adalah:

A. OAINS

B. Allopurinol

C. Metotreksat

D. Kortikosteroid sistemik

E. Anti-TNF

JAWABAN : C

Referensi I Nyoman Suarjana. 2014. Artritis

Reumatoid. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jilid III, hal 3130-3150

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 193

Pembuat Soal dr.Luthfia Jannah

Kategori Soal Rematologi


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang perempuan berusia 54 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan

munculnya ruam dan urtika pada tubuh sejak 2 minggu yang lalu. Disertai adanya luka

pada kedua mata kakinya. Pasien juga mengeluhan nyeri di persendian terutama lutut dan

jari jari kaki. Pada kondisi dingin, ujung jari pasien berubah warna menjadi pucat dan

membiru namun beberapa saat kemudian akan kembali seperti semula Pasien memiliki

riwayat hepatitis C sejak 5 tahun yang lalu. Dari hasil pemeriksaan penunjang didapatkan

adanya proteinuria dan hematuria pada urinalisis. Selain itu pada pemeriksaan darah

didapatkan kadar C3 dan C4 yang rendah, RF (+), Anti HCV (+), serta adanya

krioglobulin yang ditandai dengan bentukan presipitat pada dasar tabung. Berikut

merupakan diagnosis kerja yang mungkin pada pasien ini adalah :

A. Behcet Disease

B. Vaskulitis lekositoklastik Kutaneus

C. Arteritis Takayasu

D. Wagener Granulomatosus

E. Vaskulitis Krioglobulinemia

Jawaban: E

Referensi Hamijoyo L. 2014. Sindroma Vaskulitis.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

6. Hal 3254

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 194

Pembuat Soal dr. Luthfia Jannah

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindroma Vaskilitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang perempuan berusia 54 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan

munculnya ruam dan urtika pada tubuh sejak 2 minggu yang lalu. Disertai adanya luka

pada kedua mata kakinya. Pasien juga mengeluhan nyeri di persendian terutama lutut dan

jari jari kaki. Pada kondisi dingin, ujung jari pasien berubah warna menjadi pucat dan

membiru namun beberapa saat kemudian akan kembali seperti semula Pasien memiliki

riwayat hepatitis C sejak 5 tahun yang lalu. Dari hasil pemeriksaan penunjang didapatkan

adanya proteinuria dan hematuria pada urinalisis. Selain itu pada pemeriksaan darah

didapatkan kadar C3 dan C4 yang rendah, RF (+), Anti HCV (+), serta adanya

krioglobulin yang ditandai dengan bentukan presipitat pada dasar tabung. Berikut bukan

merupakan pilihan terapi yang dapat diberikan pada pasien

A. Kortikosteroid

B. NSAID

C. Ribavirin

D. Klorambusil

E. Rituximab

Jawaban: D

Referensi Hamijoyo L. 2014. Sindroma Vaskulitis.


Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

Hal 3254

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 195

Pembuat Soal dr. Luthfia Jannah

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindroma Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang perempuan berusia 54 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan

munculnya ruam dan urtika pada tubuh sejak 2 minggu yang lalu. Disertai adanya luka

pada kedua mata kakinya. Pasien juga mengeluhan nyeri di persendian terutama lutut dan

jari jari kaki. Pada kondisi dingin, ujung jari pasien berubah warna menjadi pucat dan

membiru namun beberapa saat kemudian akan kembali seperti semula Pasien memiliki

riwayat hepatitis C sejak 5 tahun yang lalu. Dari hasil pemeriksaan penunjang didapatkan

adanya proteinuria dan hematuria pada urinalisis. Selain itu pada pemeriksaan darah

didapatkan kadar C3 dan C4 yang rendah, RF (+), Anti HCV (+), serta adanya

krioglobulin yang ditandai dengan bentukan presipitat pada dasar tabung. Berikut

merupakan pernyataan yang salah mengenai penyakit ini

A. Merupakan vaskulitis dengan deposit imun krioglobulin pada pembuluh darah

sedang dan kecil

B. Patogenesisnya terkait aktivasi sel B poliklonal


C. Bisa didapatkan keradangan granulomatosa pada pembuluh darah

D. Pada gambaran histopatologis biopsi kulit didapatkan infiltrat inflamasi di dinding

pembuluh darah dengan nekrosis fibrinoid

E. Mortalitasnya akan meningkat jika didapatkan adanya keterlibatan ginjal

Jawaban: C

Referensi Hamijoyo L. 2014. Sindroma Vaskulitis.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

Hal 3254

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 196

PembuatSoal dr. Heru wibowo

KategoriSoal Rematologi

LingkupBahasanDalamStandarKompetensi Artritis Gonococcal

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

1. Seorang laki-laki 20 tahun yang aktif secara seksual datang ke poliklinik penyakit

dalam dengan demam menggigil sejak 5 hari dan nyeri persisten serta bengkak

pergelangan kaki kiri. Pemeriksaan fisik ditemukan lesi kulit makulopapular dan

pustular pada tengkuk ekstremitas. Dia menyangkal adanya keluhan pada saluran

genitourinaria. Analisa cairan sinovial yang akan ditemukan pada pasien di atas adalah:

A. WBC 75,000/mm3 with 95% lekosit polymorphonuclear

B. RBC 100,000/ mm3, WBC 1000/ mm3

C. WBC 48,000/mm3 dengan 80% limfosit

D. WBC 500/mm3 dengan 25% lekosit polymorphonuclear


E. WBC 75.000/mm3 dengan 80% limfosit.

Jawaban : A.

Referensi Toy EC, Patlan JT, Warner MT (2017)

CASE FILES. INTERNAL

MEDICINE, 5TH EDITION. Pp 315-

322.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 197

PembuatSoal dr. Heru wibowo

KategoriSoal Rematologi

LingkupBahasanDalamStandarKompetensi Pseudogout

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

2. Seorang lelaki usia 73 tahun mengalami nyeri dan bengkak kedua lutut yang parah

tidak lama setelah pasien menjalani operasi hernia abdomen. Pemeriksaan fisik

didapatkan efusi yang cukup berat yang teraba hangat pada kedua lutut.

Artrosentesis lutut kanan didapatkan kristal birefingent positip lemah pada cairan

sinofluid. Pengecatan gram tidak didapatkan kuman. Diagnosis pasien tersebut

adalah:

A. Gout

B. Artritis septik

C. Calcium oxalate deposition disease

D. Artritis realtif

E. Pseudogout
Jawaban : E.

Referensi Toy EC, Patlan JT, Warner MT (2017)

CASE FILES. INTERNAL MEDICINE,

5TH EDITION. Pp 315-322.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 198

PembuatSoal dr. Heru wibowo

KategoriSoal Rematologi

LingkupBahasanDalamStandarKompetensi Spondiloartritis

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

3. Laki-laki 25 tahun datang dengan keluhan nyeri punggung sejak 4 bulan ini dan

kekakuan pada area lumbal yang memburuk jika pasien beristirahat. Dia juga

mengeluhkan sulit untuk bangun langsung dari tempat tidur saat bangun pagi

sehingga harus bangkit mulai dari samping, untuk menghindari posisi fleksi

punggung. Pada radiografi lumbosakral yang mungkinditemukan adalah:

A. Penyakit sendi degeneratif dengan pembentukan spur

B. Sakroiliitis dengan sklerosis yang meningkat di sekitar sendi sakroiliaka

C. Destruksi sendi vertebra dengan fraktur baji

D. Osteoporosis dengan fraktur kompresi L3-5

E. Osteonekrosis difus pada L5

Jawaban : B

Referensi Toy EC, Patlan JT, Warner MT (2017)

CASE FILES. INTERNAL MEDICINE,


5TH EDITION. Pp 315-330.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 199

Pembuat Soal Dr. Safitri Indah Masithah

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gout

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 64 tahun datang dengan keluhan nyeri di kaki kiri. Nyeri

dirasakan terutama saat malam hari sejak semalam sampai membuat pasien sering

terbangun dari tidur. Pasien merasakan nyeri yang sangat hebat sehingga pasien tidak bisa

memakai sepatu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya demam dengan suhu 38,50C,

pembengkakan, kemerahan, pada perabaan terasa hangat dan nyeri tekan di sekitar ibu jari

kaki kiri. Tidak ada keterlibatan pada sendi yang lainnya. Sebelumnya pasien pernah

mengalami keluhan seperti ini kurang lebih enam bulan yang lalu. Didapatkan riwayat

gagal jantung, hiperkolesterolemia dan penyakit ginjal kronis. Obat yang rutin diminum

adalah aspirin, furosemide, lisinopril dan metoprolol. Pemeriksaan laboratorium

didapatkan Hb 8,3 g/dL; hematokrit 26,3% leukosit 5.000/mm3; trombosit 80.000;

kreatinin 2,5 mg/dL; serum asam urat 9,5 mg/dL. Tatalaksana yang tepat pada pasien ini:

a. Allopurinol 100 mg sekali sehari

b. Kolkisin 1 mg iv sekali sehari, dilanjutkan 0,5 mg iv setiap 6 jam sampai gejala

membaik
c. Indometasin 25 mg tiga kali sehari

d. Prednison 40 mg sekali sehari

e. Probenesid 250 mg dua kali sehari

Referensi Harrison’s

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 200

Pembuat Soal Dr. Safitri Indah Masithah

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Septik Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 55 tahun datang dengan keluhan nyeri dan kaku pada lutut sejak 7 hari

yang lalu. Nyeri dirasakan terutama saat pasien akan berdiri setelah posisi duduk atau

jongkok. Selain itu, pasien juga merasakan demam. Pemeriksaan fisik didapatkan suhu

38,80C, tinggi badan 158 cm, berat badan 80 kg, pada lutut kiri didapatkan bengkak,

kemerahan dan krepitasi. Pemeriksaan laboratorium didapatkan LED 25 mm/jam, leukosit

20.800/mm3, jumlah leukosit > 50.000/mm3, sebagian besar terdiri dari PMN. Indikasi

yang tepat untuk dilakukannya tindakan artroskopi pada kasus ini:

a. Klinis tidak membaik setelah terapi 7 hari

b. Sebagai terapi penyerta pada drainase adekuat

c. Sebagai terapi awal setelah diagnosa tegak

d. Sebagai terapi definitif pada kasus dengan efusi yang ringan


e. Klinis tidak membaik setelah terapi 2 minggu

Referensi Najirman, 2014.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI, Jilid

3: Hal 3233-3242

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 201

Pembuat Soal Dr. Safitri Indah Masithah

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Septik Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 55 tahun datang dengan keluhan nyeri dan kaku pada lutut sejak 7 hari

yang lalu. Nyeri dirasakan terutama saat pasien akan berdiri setelah posisi duduk atau

jongkok. Selain itu, pasien juga merasakan demam. Pemeriksaan fisik didapatkan suhu

38,80C, tinggi badan 158 cm, berat badan 80 kg, pada lutut kiri didapatkan bengkak,

kemerahan dan krepitasi. Pemeriksaan laboratorium didapatkan LED 25 mm/jam, leukosit

20.800/mm3, jumlah leukosit > 50.000/mm3, sebagian besar terdiri dari PMN, kultur

cairan sinovial didapatkan kokus gram positif. Pilihan antibiotik yang tepat pada pasien

ini:

a. Seftriakson

b. Siprofloksasin

c. Gentamycin
d. Klindamisin

e. Imipenem

Referensi Najirman, 2014.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI, Jilid

3: Hal 3233-3242

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 202

Pembuat Soal dr. Astriyani Dyah F

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Reumatik ekstraartikular

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki, 35 tahun, datang dengan keluhan nyeri lokal pada bagian medial sendi

siku kanan sejak 2 minggu dan dirasakan makin memberat. Dari anamnesa didapatkan

pasien gemar mengangkat beban di tempat fitness. Dari pemeriksaan fisik dijumpai

kekuatan menggenggam berkurang dan nyeri bertambah berat saat lengan bawah

diekstensikan dengan posisi pergelangan tangan dalam keadaan pronasi.

Berikut ini yang merupakan tatalaksana diagnosa di atas, kecuali:

a. Kompres dengan air dingin

b. Imobilisasi dengan bidai

c. Pemberian analgetik

d. Diatermi gelombang panjang


e. Hindari penggunaan berlebihan otot lengan bawah

JAWABAN : D

Referensi Blondina Marpaung. 2014.

Epikondilitis lateral (tennis elbow)

dan epikondilitis medial (golfer’s

elbow) Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jilid III, hal 3212.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 203

Pembuat Soal dr. Astriyani Dyah F

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Rematik Ekstra-artikuler

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 40 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan nyeri

pada bahu bagian depan yang bersifat difus. Nyeri dirasakan hilang timbul sejak 6 bulan

terakhir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya nyeri pada saat ekstensi bahu,

manuver supinasi lengan bawah dan fleksi bahu pada saat melawan tahanan. Hasil

laboratorium dalam batas normal.

Kemungkinan diagnosis pada pasien ini adalah:

a.Tendinitis Bicipital

b.Rotator cuff tendinitis


c.Frozen Shoulder Syndrome

d.Epicondilitis lateral

e.Epicondilitis medialis

JAWABAN : A

Referensi Idrus Alwi, dkk. 2015. Rematik

Estraartikuler. Panduan Praktik Klinis,

Edisi I, hal 848-853.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 204

Pembuat Soal dr. Astriyani Dyah F

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gout Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 48 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada

ibu jari kaki kanan yang dirasakan mendadak setelah bangun tidur. Nyeri dirasakan terus

menerus hingga pasien kesulitan berjalan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan adanya

pembengkakan berwarna kemerahan dan terasa hangat pada perabaan di MTP-1 dextra.

Dari riwayat penyakit dahulu pasien pernah didiagnosis mengalami peningkatan asam

urat, tetapi tidak rutin berobat.

Stadium klinis yang ditemukan pada pasien ini adalah:

A. Stadium Artritis Gout Simptomatis


B. Stadium Interkritikal

C. Stadium Artritis Gout Akut

D. Stadium Artritis Gout Menahun

E. Stadium Artritis Gout Asimptomatis

JAWABAN : C

Referensi Edward Stefanus Tehuperiory. 2014. Artritis

Pirai. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi 6. Jilid III, hal 3185-3189.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 205

Pembuat Soal Dr. Andrew Suprayogi

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Psoriatik Arthritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki2 usia 31 th dirujuk dr sp kulit dengan keluhan nyeri di belakang tumit

kanan, nyeri dirasakan saat bangun tidur dan membaik setelah beraktivitas fisik,

pasien tidak ingat kapan nyeri mulai dirasakan, pada pemeriksaan fisik didapatkan

tensi 110/70 nadi 70x/menit rr 18x/menit, tampak kulit kering dan bersisik

berwarna silver, nyeri tekan pada tendon achilles dengan vas 3/10, schober tes -,

patrick tes +, hasil lab menunjukkan Hb 13, leuko 9800, trombosit 240000. Pasien

sudah mengkonsumsi asam mefenamat dari dokter, terapi apakah yang sebaiknya
diberikan pada pasien

A. Corticosteroid oral

B. Tocilizumab

C. Paracetamol + Codein

D. Leflunomide

E. Anakinra

Jawaban : D

Referensi Firestein, Budd, Gabriel, Mcinnes, O'Dell

2017. Psoriatic Arthritis. Kelley and

Firestein's textbook of Rheumatology,

10th edition.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 206

Pembuat Soal Dr. Andrew Suprayogi

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Ankylosing Spondylitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Laki2 usia 35 tahun datang dengan keluhan nyeri punggung sejak 1 tahun yang

lalu, nyeri dan kaku dirasakan paling berat saat pagi hari hingga pasien sulit untuk

bangun dari tempat tidur, pasien pernah mengalami sakit mata sebelumnya

didiagnosa uveitis, pemeriksaan fisik didapatkan td 120/80 n 88x/menit rr


20x/menit, schober tes +, chest expansion test 2cm, foto lumbosacral didapatkan

sacroilitis bilateral grade 3, dan sindesmofit, pasien telah berobat kedokter dan

diberi obat anti nyeri namun nyeri tidak berkurang, terapi yang paling tepat untuk

pasien adalah:

A. Asam mefenamat

B. Kortikosteroid

C. Sulfasalazin

D. Methotrexate

E. Adalimumab

Jawaban : E

Referensi Firestein, Budd, Gabriel, Mcinnes, O'Dell

2017. Anylosing Spondylitis. Kelley

and Firestein's textbook of

Rheumatology, 10th edition.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 207

Pembuat Soal Dr. Andrew Suprayogi

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gout Arthtritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 42 tahun datang ke poli karena nyeri pada persendian
kaki dan tangan tiba-tiba memberat sejak 1 jam lalu. Terdapat riwayat sering nyeri

di sendi ibu jari kaki dan mengkonsumsi obat penurun asam urat, 1 bulan terakhir

pasien selalu minum obat asam urat teratur. Pada pemeriksaan fisis didapatkan

poliartritis dan benjolan pada ibu jari kaki kiri dan kanan. Pada pemeriksaan asam

urat 8,5 gr/dl. Anjuran diet yang perlu dihindari pada pasien adalah

A. Brokoli

B. Kacang panjang

C. Susu rendah lemak

D. Kangkung

E. Minuman bersoda (Kola)

Jawaban : E

Referensi Firestein, Budd, Gabriel, Mcinnes, O'Dell

2017. Clinical Features and Treatment

of Gout. Kelley and Firestein's textbook

of Rheumatology, 10th edition.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 208

Pembuat Soal dr. Chyntiadewi Maharani Putri

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Artritis Pirai

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A
Soal

Seorang laki-laki berusia 48 tahun, datang dengan keluhan nyeri dan bengkak pada ibu

jari kaki kanan sejak 8 jam yang lalu. Nyeri dan bengkak dirasakan mendadak, pada pagi

hari saat pasien baru bangun tidur. Pasien tidak dapat berjalan karena nyeri. Sehari

sebelum munculnya keluhan tersebut, pasien pesta seafood dengan teman sekantornya.

Pasien belum pernah menderita penyakit yang sama sebelumnya. Dari pemeriksaan fisik

didapatkan bengkak dan kemerahan pada MTP-1 kaki kanan. Dari pemeriksaan penunjang

didapatkan Hb 13.8 gr/dL, leukosit 9700/μL, trombosit 340.000/μL, SC 0,97 mg/dL,

Asam urat 11,8 mg/dL.

Terapi pilihan untuk pasien tersebut, yaitu:

a. Kolkisin 1 mg diikuti 0,5 mg 1 jam kemudian

b. Allopurinol 100 mg per hari dinaikkan bertahap

c. Probenecid 1-2 gram per hari

d. Febuxostat 80-120 mg per hari

e. Tramadol 50 mg tiga kali sehari

Jawaban: A

Referensi Perhimpunan Reumatologi Indonesia. 2018.

Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 209

Pembuat Soal dr. Chyntiadewi Maharani Putri

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
Sindroma vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Yang tidak benar mengenai purpura Henoch-schonlein yaitu:

a. Vaskulitis pembuluh darah kecil

b. Terdapat purpura yang dapat teraba

c. Dapat terjadi setelah infeksi saluran pernapasan atas

d. Hampir semua kasus terjadi pada usia di atas 50 tahun

e. Manifestasi pada ginjal paling sering berupa glomerulonefritis

Referensi Laniyati Hamijoyo. 2014. Sindroma

vaskulitis. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. Jilid III. Hal. 3254-3276

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 210

Pembuat Soal dr. Chyntiadewi Maharani Putri

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sklerosis sistemik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan, usia 42 tahun datang dengan keluhan kulit telapak tangannya
mengeras sejak 6 bulan ini, memberat 1 minggu terakhir. Pasien juga sulit membuka

mulut 1 minggu ini. Selain itu, pasien mengeluhkan adanya kembung, sulit menelan, rasa

terbakar di dada, sesak napas yang hilang timbul dan kebiruan pada jari-jari tangan bila

terkena dingin. Pasien tidak pernah berobat sebelumnya. Riwayat hipertensi disangkal.

Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 180/100 mmHg, nadi 118 x/menit, RR 28 x/menit,

didapatkan salt and pepper appearance pada kulit. Dari pemeriksaan penunjang

didapatkan Hb 8,1 mg/dL, leukosit 6700/μL, trombosit 81.000/μL, BUN 72 gr/dL, SC 2,1

gr/dL, LED 115, ANA tes positif, Scl-70 positif, anti-topoisomerase positif, dan dari foto

thoraks didapatkan fibrosis paru. Riwayat hipertensi disangkal.

Salah satu terapi untuk mengatasi komplikasi yang terjadi pada pasien tersebut yaitu:

a. β-bloker

b. Calcium channel bloker

c. ACE inhibitor

d. Terapi ultraviolet

e. Prostasiklin

Jaawaban: C

Referensi Laniyati Hamijoyo 2014. Sklerosis sistemik.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

Jilid III. Hal 3277-3286.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 211

Pembuat Soal Dr. Nuri Indah Hapsanti

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
Artritis Septik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita berusia 67 tahun datang ke poli dengan keluhan nyeri di lutut kanan.

Nyeri dirasakan sejak 1 minggu yang lalu dan dirasakan semakin memberat sehingga

pasien sulit berjalan. Pasien juga mengeluh demam dan juga merasa lemas. Pasien riwayat

menderita diabetes melitus selama 10 tahun tapi tidak pernah kontrol. Riwayat trauma dan

nyeri sebelumnya disangkal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB: 55 kg, TB: 165cm,

TD: 120/80 mmHg, HR: 86x/mnt, RR: 18x/mnt, t: 38,40 C. Pemeriksaan fisik pada lutut

kanan didapatkan keadaan bengkak, merah, hangat, efusi dan nyeri tekan. Pada gambaran

radiologi didapatkan destruksi sendi. Yang perlu dilakukan/diberikan pada pasien ini

adalah:

a. Antibiotik

b. Evakuasi serial cairan sendi (artrosentesis)

c. kortikosteroid dosis tinggi

d. kortikosteroid intraartikular

e. NSAID

JAWABAN: B

Referensi Najirman. 2014. Artritis septik. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid III: hal

3233-3242

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 212

Pembuat Soal Dr. Nuri Indah Hapsanti


Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Artritis Psoriatik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 28 tahun datang ke poli dengan keluhan nyeri dan kaku di pinggang

bawah, lutut kanan dan jari-jari tangan kanan yang sudah dirasakan sejak 6 bulan. Nyeri

dan kaku dirasakan terutama saat pagi hari atau setelah istirahat lama dan menghilang bila

melakukan aktifitas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan dactylitis dan nyeri pada DIP

serta pada siku kanan kiri terdapat plak kemerahan. Diagnosa yang paling mungkin pada

pasien ini adalah:

a. Reactive artritis

b. Artritis reumatoid

c. Osteoartritis

d. Artritis psoriatik

e. Septik artritis

JAWABAN: D

Referensi Albar, Zuljasri. 2014. Artritis psoriatik.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

Jilid III: hal 3173-3175

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 213

Pembuat Soal Dr. Nuri Indah Hapsanti


Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Osteoartritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 65 tahun datang ke poli dengan keluhan nyeri di lutut kanan yang

sudah dirasakan sejak 1 tahun ini yang semakin memberat sehingga pasien kesulitan

berjalan. Nyeri bertambah bila untuk aktivitas dan berkurang dengan istirahat. Kadang

dari lutut yang nyeri terdengar suara gemeretak. Pada pemeriksaan fisik didapatkan BB

75kg, TB 155 cm. Pada lutut kanan terdapat keterbatasan gerak dan krepitasi. Pada

radiologi didapatkan penyempitan celah sendi dan osteofit. Berikut merupakan jenis

modalitas terapi untuk diagnosis pasien tersebut:

a. Pembedahan

b. Edukasi untuk penurunan berat badan dan rehabilitasi

c. Steroid intra-artikular

d. NSAID

e. Diatas benar semua

JAWABAN: E

Referensi Soeroso, Soeroso. Isbagio, Harry. Kalim,

Handono. Broto, Rawan. Pramudiyo Riardi.

2014. Osteoartritis. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jilid III: hal. 3204

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 214

Pembuat Soal Dr. Sriyanti Dewi Sartika Sirait

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Spondiloarthritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Prognosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Penilaian aktifitas penyakit sangat penting dilakukan untuk penyakit inflamasi yang

melibatkan berbagai system organ untuk tujuan evaluasi dan monitoring terapi. Penilaian

disease activity yang paling sering digunakan untuk kepentingan klinis dan penelitian

pada penyakit Sponiloartritis adalah:

a. PASDA

b. DAS 28

c. SLEDAI

d. ASDAS-CRP

e. CRP

JAWABAN: D

Referensi Rekomendasi IRA, 2014. Rekomendasi

Ikatan Reumatologi Indonesia untuk

spondiloartrotis.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 215
Pembuat Soal Dr. Sriyanti Dewi Sartika Sirait

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gout Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien laki-laki, 45 tahun mengeluhkan bengkak pada ibu jari kaki kanan, disertai nyeri

dan kemerahan. Pasien mengatakan sehari sebelumnya, pasien makan kerang dalam

jumlah banyak. Pasien dengan riwayat penurunan hipertensi dan dari pemeriksaan

laboratorium didapatkan kreatinine serum 5,5 mg/dl. Apakah terapi yang dapat diberikan

segera pada pasien ini?

A. kortikosteroid injeksi intrartikuler

B. kolkisin 1 mg/hari

C. allopurinol 100 mg/hari

D. febuxostat

E. natrium diclofenac

JAWABAN: A

Referensi Perhimpunan Reumatologi Indonesia. 2018.

Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout.

Hal 12.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 216
Pembuat Soal Dr. Sriyanti Dewi Sartika Sirait

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gout Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis dan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan 50 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri

sendi pada ibu jari kaki kanan, bengkak dan kemerahan. Pasien mengatakan keluhan

tersebut hilang timbul, terutama setelah pasien makan daging dan seafood. Namun pasien

mengatakan dalam beberapa hari terakhir, pasien tidak mengkonsumsi makanan tersebut.

Pasien juga riwayat penyakit hipertensi dan diabetes mellitus sehingga mendapat terapi

insulin, captopril dan hidroklortiazide (HCT). Manakah pernyataan berikut yang tidak

benar sesuai penyakit pasien tersebut?

a. Pemberian obat penurun asam urat tidak dianjurkan pada terapi serangan gout akut

b. Pada pasien dengan komorbid dyslipidemia, pertimbangkan untuk memulai terapi statin

atau fenofibrat

c. Pemberian obat anti hipertensi dapat diberikan golongan diuretik thiazide atau loop

diuretik

d. Pasien dapat diberikan terapi injeksi kortikosteroid oral maupun injeksi

e. Pemberian obat penurun asam urat tidak dianjurkan pada serangan akut

JAWABAN: C

Referensi Perhimpunan Reumatologi Indonesia. 2018.

Pedoman Diagnosis dan Pengelolaan Gout.

Hal 8-9
KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 217

Pembuat Soal dr. Prasetyaning Estu P

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SLE

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 38 tahun, saat ini sedang hamil 4 minggu, pasien riwayat keguguran 4

kali saat usia kehamilan 7minggu, 6minggu, 8 minggu. Pasien ingin kehamilannya saat ini

tidak mengalami keguguran kembali. Dilakukan pemeriksaan penunjang, diketahui

antikoagulan lupus positif, IgM dan IgG antibody kardiolipin tinggi. Terapi yang dapat

diberikan pada pasien terkait kondisi tersebut adalah :

a. Warfarin dan Aspirin

b. Warfarin dan Heparin

c. Aspirin dan LMWH

d. Warfarin

e. Heparin

Jawaban : C

Referensi Kasjmir YI, Handono K, Wijaya LK, Hamijoyo

L, Albar Z, et al. 2014. Diagnosis dan

Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik. Buku

ajar Ilmu Penyakit Dalam 6th Ed. Jakarta :


Interna Publishing, pp : 3360-3376.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 218

Pembuat Soal dr. Prasetyaning Estu P

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Artritis psoriatik

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 35 tahun berobat ke poliklinik reumatologi dengan arthritis pada

sendi-sendi distal interphalanx (DIP) II, III, IV kanan; DIP III, IV kiri; Proximal

interphalangeal (PIP) III kanan; PIP IV kiri. Pada lutut dan siku didapatkan plak

kemerahan berbatas tegas disertai sisik seperti perak dengan diameter kurang lebih 5 cm,

pada kepala didapatkan ketombe yag cukup tebal, kadang-kadang gatal, tapi lebih sering

tidak ada sensasi gatal. Keluhan di sendi dan kulit muncul bersamaan kira-kira kurang

lebih dua bulan yang lalu.

Diagnosis kerja yang paling mungkin pada pasien ini adalah :

a. Artritis reaktif

b. Artritis psoriatic

c. Lupus eritematosus sistemik

d. Sklerosis sistemik dengan eritroderma

e. Artritis rheumatoid dengan dermatitis seboroik

Jawaban : B
Referensi Albar Z. 2014. Artritis Psoriatik. Buku ajar Ilmu

Penyakit Dalam 6th Ed. Jakarta : Interna

Publishing, pp : 3173-3175.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 219

Pembuat Soal dr. Prasetyaning Estu P

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Arthritis septik

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki usia 48 tahun, datang ke IGD dengan nyeri hebat dan semakin berat di

lutut kanannya, sejak 3 hari yang lalu, riwayat jatuh dan trauma lain juga disangkal.

Pasien rutin menjalani hemodialisis 2x/minggu sejak 2 tahun terakhir. Pada pemeriksaan

fisik didapatkan gambaran inflamasi dengan efusi yang menonjol di lutut kanan.

Dilakukan evakuasi cairan sendi dan didapatkan warna cairan keruh, hasil analisis jumlah

leukosit 105.000/mm3; kultur didapatkan kuman Pseudomonas.

Pemberian Antibiotik yang tepat pada pasien ini adalah:

A.Sefazolin 3 x 2 g IV

B. Sefepim 2 x 2 g IV

c. Seftriakson 1 x 2 g IV

d. Sefotaksim 3 x 2 g IV

E. Siprofloksasin 2 x 400 mg IV
Jawaban : B

Referensi Najirman. 2014. Atritis Septik. Buku ajar Ilmu

Penyakit Dalam 6th Ed. Jakarta : Interna

Publishing, pp : 3233-3241.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 220

Nama Peserta dr. Titin Kristiana

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Artritis Reumatoid

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosa

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki laki berumur 34 tahun berobat ke poliklinik dengan nyeri pada jari-jari

tangan, bengkak, tampak merah dan hilang timbul 3-5 hari. Pada pemeriksaan fisik

didapatkan splenomegali. Hasil foto polos tampak gambaran pembengkakan jaringan

lunak, diikuti oleh osteoporosis juxta-articular dan erosi pada bare area tulang.

Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah :

A. osteoartritis

B. artritis gout

C. Sindrom sjorgen

D. Artritis reumatoid

E. Spondiloartropati

Referensi
Jawab : D

Penatalaksanaan di bidang ilmu penyakit

dalam, apanduan praktik klinis; 2016, p

809.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 221

Nama Peserta dr. Titin Kristiana

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Artritis Gout

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosa

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang wanita berumur 42 tahun berobat ke poliklinik dengan keluhan nyeri jari-jari

kaki kanan, bengkak dan kemerahan . Pada pemeriksaan didapatkan kristal MSU

didalam cairan sendi, kultur bakteri cairan sendi negatif. Diagnosis yang paling

mungkin pada kasus ini adalah :

A. Artritis septik

B. Artritis reumatoid

C. Pseudogout

D. Artritis gout

E. Palindromic rheumatism

Referensi

Jawab: D
Penatalaksanaan di bidang ilmu penyakit

dalam, apanduan praktik klinis; 2016, p 814

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 222

Nama Peserta dr. Titin Kristiana

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Hiperurisemia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosa

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki laki berumur 44 tahun berobat ke poliklinik dengan keluhan nyeri jarijari

kaki, bengkak kemerahan 2 hari dan kambuh kembali setelah 6 bulan. Riwayat

minum minuman beralkohol. Pemeriksaan penunjang pada pasien ini adalah :

A. Profil lipid

B. SGOT

C. Ekskresi asam urat urine 24 jam

D. SGPT

E. Urine lengkap

Referensi

Jawab: C

Penatalaksanaan di bidang ilmu penyakit

dalam, apanduan praktik klinis; 2016, p

.814
KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 223

Pembuat Soal dr. M. Hashemi Rafsanjani

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindrom sjorgen

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Semua pernyataan di bawah ini diduga terkait patogenesis sindrom Sjogren, kecuali:

a.Salah satu virus yang dikelompokkan sebagai pencetus SS adalah cytomegali

virus

b.Faktor genetik yang terkait SS adalah haplotipe HLA-DR

c.Sindroma sjogren merupakan penyakit yang sangat kompleks dan

mengakibatkan aktivasi banyak sistem imunologi

d.Sindroma sjorgen juga ditandai disregulasi dan hiperaktivitas dari sel B

e.Sindroma sjorgen bukan merupakan penyakit akibat kerusakan kelejar acini dari

kelenjar eksokrin

JAWABAN : E

Referensi Yuliasih, 2014. sindroma sjorgen. Buku ajar

ilmu penyakit dalam. Jilid III. Edisi VI,

hal 3160-3165.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 224

Pembuat Soal dr. M. Hashemi Rafsanjani

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Osteoartritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pmeriksaan penunjang

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Gambaran radiografi sendi yang menyokong diagnosis osteoartritis ialah, kecuali:

a.Penyempitan celah sendi yang seringkali asimetris

b.Penurunan densitas (sclerosis) tulang subkondral

c.Kista tulang

d.Osteofit pada pinggir sendi

e.Peubahan struktur anatomi sendi

JAWABAN : B

Referensi Soeroso J, Isbagio H, Kalim H, Bruto R,

Pramudiyo R,2014. Osteoartritis. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid

III, hal 3204

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 225

Pembuat Soal dr. M. Hashemi Rafsanjani

Kategori Soal Reumatologi


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Kristal Artropati Non Gout

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 75 tahun mengeluh lutut kanan bengkak dan nyeri sejak 3 hari yang lalu.

Keluhan ini sudah dirasakan 2 tahun lalu selama 2 minggu membaik seperti semula. Pada

pemeriksaan fisik didiapatkan demam 38°C, VAS 6/10. Pemeriksaan fisik genu dekstra

didapatkan edema, hiperemis, nyeri tekan, bulging sign (+), range of motion terbatas.

Pemeriksaan lab didapatkan asam urat 8,5 mg/dl. Pemeriksaan rontgen genu

memperlihatkan garis-garis radioopaque di sekitar cartilage sendi lutut. Analisa cairan

sendi dengan mikroskop terlihat gambaran rodlike. Diagnosa yang paling mungkin pada

kasus di atas adalah

a.Artritis pirai

b.Kristal artropati akibat basic calcium phosphate (BCP)

c.Kristal artropati akibat calcium phyrophosphate dehidrogenase (CPPD)

d.Osteoartritis

e.Artritis reumatoid

JAWABAN : C

Referensi Faridin HP, 2014. Artitis Reumatoid. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid III, hal

3190-3196

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 226
Pembuat Soal

Andri Pramana Restu, dr. (Univ.

Airlangga)

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Psoriatik Artritis

Jenis Soal / Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pasien wanita 35 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri sendi.

Nyeri dirasakan pada sendi jari-jari tangan dan juga sendi lutut. Saat ini pasien tidak

ada keluhan pada kulit, namun pasien mengaku pernah mengalami gangguan kulit

berupa kulit merah bersisik sekitar 2 tahun yan lalu. Pasien membawa hasil rontgen

tangan dan didapatkan gambaran erosi sendi dengan pengecilan falang proksimal

disertai proliferasi tulang falang distal. Terapi yang dapat diberikan pada pasien ini:

a. Ibuprofen 3 x 300 mg / hari

b. Metotreksat 1 x 10 mg / hari

c. Metilprednisolon 3 x 16 mg / hari

d. Sulfasalazine 2 x 500 mg / hari

e. Etanercept 1 x 25 mg / minggu

Jawaban: A

Referensi

Albar Z, 2014. Artritis Psoriatik. Dalam:

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata

M, Setiati S (eds) Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam, edisi VI. Jakarta: Internapublishing, pp.


3173-3175

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 227

Pembuat Soal

Andri Pramana Restu, dr. (Univ.

Airlangga)

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Sindrom Sjogren

Jenis Soal / Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang pasien wanita datang ke rumah sakit dengan keluhan pada mata. Keluhan

berupa rasa panas seperti terbakar, disertai gatal dan mata merah. Pasien juga

mengeluhkan mulut yang terasa kering. Tes yang dapat dilakukan untuk

menegakkan diagnosis khususnya dalam mengevaluasi kelenjar air liur adalah:

a. Skintigrafi

b. Schimer

c. Sialometri

d. Sialografi

e. Rose Bengal

Jawaban: C

Referensi

Yuliasih, 2014. Sindrom Sjogren. Dalam:


Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I,

Simadibrata M, Setiati S (eds) Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam, edisi VI. Jakarta:

Internapublishing, pp. 3160-3166

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 228

Pembuat Soal

Andri Pramana Restu, dr. (Univ.

Airlangga)

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan dalam Standar Kompetensi Sindrom Sjogren

Jenis Soal / Pertanyaan Manifestasi Klinis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang pasien wanita kembali ke rumah sakit anda dengan membawa hasil lab darah.

Hasil tes ANA menunjukkan gambaran speckled untuk Anti-Ro dan Anti-La.

Sebelumnya pasien mengeluhkan mata dan mulut yang terasa kering. Manifestasi lain

yang paling sering dapat terjadi pada pasien:

a. Disfagia

b. Neuropati trigeminal

c. Fenomena raynaud

d. Kulit kering

e. Instertitial lung disease

Jawaban: D

Referensi
Yuliasih, 2014. Sindrom Sjogren. Dalam:

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata

M, Setiati S (eds) Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam, edisi VI. Jakarta: Internapublishing, pp.

3160-3166

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 229

Pembuat Soal Dr.Ahmad zamahsyari

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Psoriatic Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 24 tahun mengeluh seluruh sendi tangan kiri mengalami bengkak dan

nyeri sejak 3 hari ini terutama pagi hari. Sendi-sendi tersebut terasa kaku dan nyeri sekali.

Riwayat DM, HT, dan riwayat muncul penebalan lesi pada kulit kepala terutama saat

digaruk akibat gatal, tidak ada riwayat infeksi sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik

diadapatkan seluuh sendi kiri bengkak semua. Dugaan diagnosis tanpa melihat pemeriksan

penunjang adalah

a. Rheumatoid arthritis

b. Psoriatic artritis

c. Ankylosing spondilitis

d. Artritis reaktif
Jawaban B

Referensi Albar Z, 2014. Artritis psoriatik. In: Setiadi

S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M,

Setiyohadi B, Syam AF. Buku Ajar: Ilmu

penyakit dalam jilid I edisi VI. Jakarta:

internapublishing. pp. 3173-3175

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 230

Pembuat Soal Dr.Ahmad zamahsyari

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Psoriatic Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Terdapat klasifikasi baru untuk Psoriatic artritis (PsA), yaitu kriteria classification of

psoriatic arthritis (CASPAR) berdasarkan analsis 588 kasus PsA dan 536 kontrol dengan

spesifisitas 98% dan sensitivitas 91%.

Kriteria diagnosis menurut kriteria tersebut adalah, kecuali:

a. Entesitis, riwayat psoriasis pribadi,daktilitis, faktor rheumatoid artritis yang negatif

b.Artritis, riwayat keluarga psoriasis, pembentukan tulang baru juxta-artricular, daktilits

c. Entesitis, artritis, sakroilitis, psoriasis, daktilitis

d. Onicholisis, artritis, riwayat keluarga psoriasis, daktilitis

Jawaban C
Referensi Albar Z, 2014. Artritis psoriatik. In: Setiadi

S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M,

Setiyohadi B, Syam AF. Buku Ajar: Ilmu

penyakit dalam jilid I edisi VI. Jakarta:

internapublishing. pp. 3173-3175

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 231

Pembuat Soal Dr.Ahmad zamahsyari

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Psoriatic Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Respon yang positif pada terapi Anti TNF terhadap keterlibatan sendi dan kulit serta

analisis jaringan sinovial pada Psoriatic artritis (PsA) menunjukan peranan yang penting

patogenesis TNF pada PsA. Namun, beberapa pasien PsA mengalami kejadian infeksi

yang meningkat dan kurangnya respon yang berkelanjutan atau tidak toleransi terhadap

terapi anti-TNF. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat sitokin-sitokin yang lain yang

penting dalam patogenesis PsA. Sitokin tersebut yang baru-baru ini menjadi perbincangan

di dunia medis adalah

a. Aksis Interleukin 23/17

b. Interferon

c. Interleukin 6
d. Interleukin 1

Jawaban A

Referensi Albar Z, 2014. Artritis psoriatik. In: Setiadi

S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M,

Setiyohadi B, Syam AF. Buku Ajar: Ilmu

penyakit dalam jilid I edisi VI. Jakarta:

internapublishing. pp. 3173-3175

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 232

Pembuat Soal Dr. Ridwan Prasetyo

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SLE

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Efek Samping Obat

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Perempuan usia 20 tahun didiagnosa Lupus Nefritis sejak 3 bulan lalu. Saat ini pasien

sedang menjalani terapi siklofosfamid. Efek samping yang mungkin terjadi pada

pemberian siklofosfamid sebagai berikut, kecuali:

a. Supresi sumsung tulang

b. Cystitis

c. Retinitis

d. Infertilitas
e. Mielodisplasia

Jawaban: C

Referensi I Nyoman Suarjana, 2014. Lupus

Eritematosus Sistemik. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid III. Hal

3331-3334.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 233

Pembuat Soal Dr. Ridwan Prasetyo

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Osteoartritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Perempuan usia 50 tahun, datang dengan keluhan nyeri pada lutut. Oleh dokter di rumah

sakit sebelumnya didiagnosa sebagai osteoartritis. Berikut ini merupakan faktor resiko

terjadinya osteoarthritis, kecuali:

a. Usia tua

b. Jenis kelamin perempuan

c. Genetik orang tua dengan osteoartritis

d. Cedera sendi sebelumnya

e. Riwayat merokok
Jawaban: E

Referensi Joewono Soeroso, 2014.Osteoartritis. Buku

Ajar

Dalam Edisi VI. Jilid III. Hal. 3197-3209

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 234

Pembuat Soal Dr. Ridwan Prasetyo

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SLE

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Perempuan usia 20 tahun didiagnosa SLE sejak 1 bulan yang lalu. Berikut ini merupakan

gangguan respon imun pada pasien SLE, kecuali:

a. Hiperekativasi sel B

b. Hipereaktivitas sel T.

c. Penurunan IL-6

d. Abnormalitas fungsi fagositik

e. Abnormalitas regulasi imun

Jawaban: C

Referensi I Nyoman Suarjana, 2014.

Imunopatogenesis Lupus Eritematosus


Sistemik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. Jilid III. Hal 3331-3334.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 235

Pembuat Soal Dr.Viranti Ayu Adyanita

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Arthritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien laki laki usia 30 tahun datang dengan nyeri punggung dirasakan sejak 6 bulan yang

lalu, pasien juga mengeluh mata sering merah dan sering diare hilang timbul. Pada

pemeriksaan fisik didapatkan: TD: 120/80 N:90 RR: 22 T: 37. Pasien saat ini kelulitan

berjalan dan harus memakai tongkat. Pada pemeriksaan foto lumbosacral didapatkan

gambaran sakroilitis, dan didapatkan fraktur kompresi di VL5 dan S1. Tata laksana

farmakologis awal yang paling tepat pada pasien ini adalah:

a. NSAID

b. NSAID dan sulfasalazine

c. Kortikosteroid

d. kortikosteroid dan NSAID

e. sulfasalazine dan kortikosteroid

Jawaban B

Referensi Arthritis psoriatik. In: Setiadi S, Alwi I,


Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B,

Syam AF. Buku Ajar: Ilmu penyakit dalam

jilid I edisi VI. Jakarta: internapublishing. p

3170

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 236

Pembuat Soal Dr. Viranti Ayu Adyanita

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Arthritis Pirai

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang penderita laki laki usia 43 tahun datang dengan keluhan nyeri di jari jari kaki,

pasien sudah terdiagnosa gout artritis (akut) sejak dua minggu yang lalu, dan sudah diberi

obat namun keluhan nyeri tidak membaik. Ketika berobat ke dokter pasien selain

didiagnosis gout artritis, juga didapatkan gastritis dan diabetes. Riwayat pengobatan:

indomethacin, insulin rapid acting dan long acting, antasida, dan omeprazole. Penyebab

dari keluhan pasien adalah:

a. neuropati akibat penggunaan insulin yang kurang optimal sehingga gula darah tidak

terkontrol b. vaskulopati akibat penggunaan insulin yang kurang optimal sehingga gula

darah tidak terkontrol

c. aluminium dalam antasida yang dapat mengurangi penyerapan indomethacin

d. penggunaan insulin dapat menginhibisi metabolisme indomethacin


e. penggunaan indomethacin dapat mengganggu metabolisme insulin sehingga

menyebabkan vaskulopati dan neuropati

Jawaban C

Referensi Arthritis pirai. In: Setiadi S, Alwi I, Sudoyo

AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam

AF. Buku Ajar: Ilmu penyakit dalam jilid I

edisi VI. Jakarta: internapublishing.p 3313

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 237

Pembuat Soal Dr. Viranti Ayu Adyanita

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Berikut ini adalah rekomendasi yang benar mengenai monitoring pada penderita yang

menggunakan DMARDS. KECUALI:

a. agen anti malaria: CBC dan urinalisis setiap bulan

b sulfasalazine: CBC dan LED setiap bulan

c. azatioprin: CBC setiap 1-2minggu lalu 3 bulan, LFT setiap 1-3bulan

d. cyclosporin:CBC, LFT dan RFT setiap 3 minggu

e. metotrexat: CBC setiap bulan awalnya, kemudian setiap 3 minggu

Jawaban C

Referensi In: Setiadi S, Alwi I, Sudoyo AW,


Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF.

Buku Ajar: Ilmu penyakit dalam jilid I edisi

VI. Jakarta: internapublishing.p 3320

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 238

Nama Peserta Dr. Lidya Juanita

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Kelainan mata pada Penyakit Rematik

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Efek samping terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan 53 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dan bengkak

pada sendi-sendi tangan. Pasien juga mengeluh kaku pada persendian di pagi hari saat

bangun tidur dan kaku berkurang bila mulai aktivitas. Keluhan ini sudah dirasakan

lebih dari 3 bulan walaupun pasien sudah minum obat pengurang nyeri dari warung.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan atritis sendi metakarpofalangeal II dan III manus

dextra, metakarpofalangeal II-IV manus sinistra, dan artritis di pergelangan tangan

kanan. Hasil laboratorium menunjukkan LED 101mm/jam dan faktor rheumatoid

positif. Pasien akan diberikan terapi meloksikam 1x15 mg, metotrexate 10mg/minggu,

dan hidroksikloroquin 1x200 mg.

Pernyataan berikut yang tidak benar mengenai efek samping yang dapat terjadi karena

terapi hidroksikloroquin:

A. Dapat menyebabkan efek samping retinal toxicity


B. Toksisitas pada mata terkait dengan dosis dan durasi terapi

C. Keluhan tersering pasien berupa melihat benda menjadi ganda/dobel

D. Evaluasi dengan pemeriksaan Optical Coherence Tomography (OCT)

E. Hasil OCT berupa gambaran “flying saucer sign”

Jawaban: C

Referensi Rosenbaum J, 2017. Kelley &

Firestein’s Text Book of

Rheumatology 10th edition Pp.645-

653

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 239

Nama Peserta Dr. Lidya Juanita

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Kelainan mata pada penyakit Rematik

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki usia 19 tahun, mahasiswa, datang ke poliklinik dengan keluhan

nyeri dada dan punggung dalam enam bulan terakhir. Pasien juga mengeluh

sering mengalami nyeri dan bengkak pada ankle kiri. Sejak 2 tahun yang lalu

pasien memiliki riwayat kontrol ke sejawat mata dengan diagnosis menderita

uveitis pada mata kanan.

Penyakit sistemik yang paling sesuai dan paling sering menyertai kelainan mata
adalah:

A. Juvenile idiopathic athritis

B. Sarcoidosis

C. Atritis reaktif

D. Ankylosing spondylitis

E. Psoriatic atritis

Jawaban: D

Referensi Rosenbaum J, 2017. Kelley &

Firestein’s Text Book of Rheumatology

10th edition Pp.645-653

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 240

Nama Peserta Dr. Lidya Juanita

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Fibromialgia

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan 43 tahun datang ke poliklinik. Pasien adalah seorang ibu

dengan 3 orang anak. Pasien bekerja di tempat pengasuhan balita selama 6 hari

dalam seminggu. Pasien mengeluh nyeri pada kepala, leher, punggung, dan paha

sejak 3 bulan terakhir. Pasien sering merasa lelah saat bekerja, juga sering

mengeluh sulit tidur. Menurut suaminya, pasien mendengkur keras bila tidur.
Suami pasien bekerja sebagai sales obat, dan akhir-akhir ini lebih sering dirumah

karena ada pengurangan tenaga dari perusahaannya. Pasien mengaku saat ini

sering memikirkan anaknya yang pertama, yang sangat ingin melanjutkan sekolah

ke jenjang kuliah setelah lulus SMA 3 bulan lagi. Awalnya keluhan nyeri

berkurang dengan minum obat piroksikam. Namun saat ini obat tidak mengatasi

keluhan nyerinya. Pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada otot paraspinal

servikal, torakal, gluteus dan kuadriseps femoris. Hasil laboratorium dalam batas

normal.

Pernyataan berikut yang tidak benar terkait kelainan pada pasien:

A. Sindroma yang dialami pasien terkait kelelahan, ansietas, atau depresi

B. Pasien tidak memiliki penyakit lain yang dapat menjelaskan nyeri yang

dialami

C. Berdasarkan ACR 2010, diagnosis tegak bila gejala telah ada minimal 3 bulan

D. Prognosis pada pasien usia muda lebih baik

E. Kebanyakan pasien dengan ansietas akan mengalami kesembuhan total

Jawaban: E

Referensi Alwi et al., 2015. Panduan Praktis

Klinis Penatalaksanaan di Bidang

Ilmu Penyakit Dalam. Fibromialgia.

Hal 823-825.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 241

Pembuat Soal Dr. Denada Aisyah Syalini

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Sindrom Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 64 tahun datang dengan keluhan batuk darah dan sesak sejak 2 hari yang

lalu. Keluhan disertai dengan rasa kelelahan dan penurunan BB sejak 3 bulan terakhir.

Riwayat penyakit dahulu didapatkan osteoporosis, tidak didapatkan riwayat asma.

Pemeriksaan fisik didapatkan RR 44x/menit, Nadi 120x/menit, Tekanan darah 140/80

mmHg, tidak didapatkan wheezing, dengan pemeriksaan jantung dalam batas normal.

Tidak didapatkan pembengkakan sendi tetapi didapatkan bercak merah yang dapat diraba

di kulit. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 10 mg/dL, BUN 80 mg.dL, SK 4

mg/dL. Dari urinalisis didapatkan proteinuria +1, eritrosit 25-30/lp, dan sedimen eritrosit

+. Dari pemeriksaan CT-scan paru didapatkan infiltrat alveoli yang difus konsisten

dengan gambaran perdarahan alveoli. Didapatkan titer antimyeloperoxidase positif 103

U/ml (N < 1.4 U/ml). Pada pemeriksaan biopsi pembuluh darah didapatkan vaskulitis

leukositoklastik.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

F. Wagener's granulomatosa

G. Microscopic polyangiitis

H. Cryoglobulinemia

I. Churg-Strauss Syndrome

J. Polyarteritis nodosa

Jawaban : B

Referensi Hamijoyo L. 2014. Sindrom Vaskulitis.

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata M, et al. Eds. Buku Ajar


Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jakarta:

Internal Publishing: Hal 3254-3276

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 242

Pembuat Soal Dr. Denada Aisyah Syalini

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Artritis Psoriatik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Analisis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 50 tahun datang berobat dengan keluhan nyeri sendi jari

kelima tangan kanan, jari keempat tangan kiri, pergelangan tangan kanan serta jari ketiga

dan keempat kaki kiri sejak 6 bulan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan oil drop sign dan

ridging pada kuku, artritis pada DIP manus D & S, pergelangan tangan kanan serta

sausage digit pada pedis S. Pemeriksaan laboratorium didapatkan rheumatoid faktor

negatif.

Pernyataan yang benar sesuai dengan kasus di atas:

A. Salah satu gambaran radiologis yang khas adalah erosi sendi dengan pengecilan

falang proksimal disertai proliferasi tulang falang distal

B. Artritis mutilans didapatkan pada 20% kasus

C. Entesopati cenderung lebih sering terjadi pada bentuk monoartritis

D. Cyclosporin merupakan terapi utama

E. HLA-DR4 berkaitan dengan prognosis yang baik


Jawaban : A

Referensi Albar Z. 2014. Artritis Psoriatik. Setiati S,

Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M,

et al. Eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jakarta: Internal

Publishing: Hal 3173-3175.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 243

Pembuat Soal Dr. Denada Aisyah Syalini

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Artritis Septik pada Sendi Prostetik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Analisis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita berusia 60 tahun datang berobat dengan keluhan badan demam, disertai

nyeri dan kaku lutut kanan sejak 2 hari yang lalu. Tidak didapatkan batuk, nyeri abdomen

maupun nyeri BAK. Riwayat sebelumnya didapatkan riwayat operasi penggantian sendi

lutut kanan 6 bulan yang lalu. Selain itu didapatkan riwayat diabetes mellitus sejak 10

tahun. Pada pemeriksaan fisik didapatkan demam dengan suhu 38 C, nadi 112x/menit,

RR 15x/menit, TD 115/70 mmHg. Pada pemeriksaan lutut kanan didapatkan hangat,

kemerahan dan nyeri. Fleksi sendi lutut kanan secara pasif terbatas karena nyeri.

Didapatkan efusi sendi lutut kanan. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 11

g/dl, Leukosit 15000/mm3, LED 90 mm/jam. Analisis cairan sinovial didapatkan jumlah
leukosit 60.000/mm3 (85% PMN, dan 15% limfosit). Manakah yang benar dari

pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kasus di atas:

A. Bakteri penyebab terbanyak adalah Staphylococcus aureus

B. Lama pemberian antibiotik adalah 6 bulan

C. Antibiotik intravena diberikan selama 1 minggu, dilanjutkan oral selama 3

minggu

D. Antibiotik yang direkomendasikan adalah cephalosporin generasi III

E. Pada kasus ini, bakteri penyebab tidak akan membentuk biofilm

Jawaban : B

Referensi Narjirman. 2014. Artritis Septik. Setiati S,

Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M,

et al. Eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jakarta: Internal

Publishing: Hal 3233-3242.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 244

Pembuat Soal dr. Ivan P. Alimsardjono

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Osteoartritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 65 tahun datang dengan keluhan nyeri pada lutut kanan. Nyeri
dirasakan terutama setelah naik atau turun tangga dan bangkit dari posisi berdiri. Nyeri

berkurang bila pasien istirahat. Pemeriksaan fisik ditemukan efusi dan krepitasi pada

sendi lutut kanan. Pasien telah mengkonsumsi natrium diklofenak yang didapat dari

Puskesmas. Berikut yang merupakan mekanisme kerja OAINS

A. Meningkatkan aktifitas komplemen

B. Meningkatkan pembentukan radikal bebas

C. Menghambat fungsi limfosit

D. Menghambat proses pembentukan prostaglandin

E. Meningkatkan pelepasan lisosim

Jawaban: D

Referensi Najirman. 2014. Obat Antiinflamasi

Nonsteroid. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid I:hal 3308-3314

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 245

Pembuat Soal dr. Ivan P. Alimsardjono

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Lupus Eritematosus Sistemik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita 35 tahun telah terdiagnosis dengan lupus eritematosus sistemik selama 1 tahun.

Saat ini hanya didapatkan keluhan nyeri pada persendian tangan dan kaki hilang timbul,
kurang dari sekali dalam seminggu. Pemeriksaan fisik tidak didapatkan kelainan. Saat ini

pasien mendapat metilprednisolon 1x4mg dan hidroksikloroquin 1x200mg. Evaluasi

khusus apa yang harus dilakukan terkait pemberian hidroksikloroquin pada pasien?

A. Tekanan darah

B. Urine lengkap

C. Fungsi ginjal

D. Funduskopi

E. Feses lengkap

Jawaban: D

Referensi Kasjmir, Yoga. Handono, Kusworini.

Eijaya, Linda. Hamijoyo, Laniyati.

Albar, Zuljasri. Kalim, Handono.

Kertia, Hermansyah. Achadiono,

Deddy. Manuaba, Ida. Dewi,

Sumartini. Ongkowijaya, Jeffrey.

Setyohadi, Bambang. Suarjana,

Nyoman. 2014. Diagnosis dan

Pengelolaan Lupus Eritematosus

Sistemik. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid I:hal 3360-3377.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 246

Pembuat Soal dr. Ivan P. Alimsardjono

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Laki-laki 16 tahun datang dengan keluhan demam 3 hari disertai dengan nyeri pada lutut

dan pergelangan kaki. 2 hari terakhir timbul nyeri perut hilang timbul yang bertambah

setelah makan. Pada pemeriksan fisik didapatkan purpura yang dapat diraba di daerah

ekstremitas bawah. Hasil evaluasi urine ditemukan hematuria. Pada evaluasi lanjut biopsi

ditemukan adanya vaskulitis pembuluh darah kecil dalam lapisan superfisial dermis yang

pada pewarnaan imonofluoresens tampak granular IgA kasar di dalam dan sekitar

pembuluh darah kecil. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien tersebut?

A. Giant cell arteritis

B. Arteritis Takayasu

C. Poliarteritis nodosa

D. Sindroma Churg-Strauss

E. Purpura Henoch-Schonlein

Jawaban: E

Referensi Hamijoyo, Laniyati. 2014. Sindrom

Vaskulitis. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid I:hal 3254-3276.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 247

Pembuat Soal Dr. Adinta Windia

Kategori Soal Rematologi


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sklerosis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 23 tahun mengeluh batuk kering dan sesak nafas sejak kurang lebih 10

hari yang lalu. Tidak didapatkan demam, nyeri dada,. Selain itu didapatkan kulit terasa

kaku dan sulit digerakkan di tangan, kaki, wajah, dada dan perut. Pada kulit didapatkan

pruritus, dan hipopigmentasi serta hiperpigmentasi. Pasien sering merasa lelah.

Pemeriksaan penunjang TD 120/70 nadi 88x/menit respiratori rate 26x menit. ECG dalam

batas normal. Pemeriksaan penunjang utama yang disarankan untuk mengetahui kelainan

pada saluan nafas?

a. Foto polos thorax

b. Ekokardiografi

c. MRI

d. Bronkoskopi

e. Tes fungsi paru

Referensi Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

Hal 3277-3285

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 248

Pembuat Soal Dr. Adinta Windia

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Artropati

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

1. Wanita usia 50 tahun dengan BMI 28 mengeluh kadang-kadang lutut terasa kaku.

Kedua lutut sedikit bengkak dan tidak merah. Pasien memiliki riwayat jatuh 2 bulan

yang lalu dari sepeda motor. Dari pemeriksaan lab didapatkan data Hb 11 g/dL, Ht

33%, leukosit 9.300/mm3, trombosit 276.000/mm3, ureum 60 mg/dL, creatinin 1.2

mg/dL, SGOT 99 mg/dL, dan SGPT 100 mg/dL. Dari radiologi tampak gambaran

kondrokalsinosis berupa bintik-bintik and garis radioopak dan tampak meniscus

fibrokartilago pada sendi lutut. Diagnosis paling tepat pada pasien ini adalah

a. Pseudogout tipe D

b. Pseudogout tipe F

c. Pseudogout tipe A

d. Pseudogout tipe E

e. Artritis gout

Referensi Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

Hal 3191 - 3195

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 249

Pembuat Soal Dr. Adinta Windia

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
SLE

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 35 tahun dibawa ke ruang IGD merasa idak nyaman didada, muntah dan

lemah. Pasien didiagnosis SLE sejak 10 tahun yang lalau dan diterapi dengan

kortikosteroid dosis tinggi sejak beberapa tahun yang lalu. Pasien akhir-akhir ini juga

sering mengeluh nyeri sendi, rambut sering rontok. Tensi juga tinggi pada pasien. obatobatan

yang diberikan HCT, azatriopin, prednisin, dan enalaprol. Pemeriksaan fisik t: 37

TD 150/90 RR 104, RR 20x/mnt..pemeriksaan laboratorim yang disarankan

a. CT Scan abdomen

b. CT scan paru

c. EKG

d. USG abdomen

e. MRI

. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

Jilid III: 3360-3370

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 250

Nama Peserta Dr. Diksi Novritasari Budyastuti

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNAIR

Kategori soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
SLE

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Prognosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

SLE merupakan penyakit autoimun yang dapat menyerang berbagai sistem organ tubuh.

Untuk diagnosis SLE dapat dilakukan berbagai pemeriksaan autoantibodi (profile ANA).

Auto antibodi manakah untuk menilai aktivitas penyakit dan prognosis pasien lupus

nefritis adalah :

A. U1 RNP

B. Anti Histon

C. Ds DNA

D. Anti Sm

E. AMA

Jawaban: C

Referensi Konsensus SLE. IRA 2014

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 251

Nama Peserta Dr. Diksi Novritasari Budyastuti

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNAIR

Kategori soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Rheumatoid Arthritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita, 72 tahun dengan riwayat RA. Datang dengan keluhan demam 3 hari, yanf

disertai dengan sesak nafas dan batuk berdahak. Selama ini penyakit RA terkontrol baik

selama 12 bulan dengan terapi infliximab, metotrexate, hidroksiklorokuin, dan asam folat.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan td 120/70 mmHg, nadi 110x/mnt, RR 26x/mnt suhu

38,5oC. Pada pemeriksaan thorax tidak didapatkan kelainan. Pernyataan berikut yang

tidak sesuai dengan kasus diatas adalah

a. Sebagian besar kelainan tersebut terkait metotrexate

b. Terapi biologi meningkatkan resiko infeksi ringan

c. Infeksi mikobakterium tuberkulosis adalah diagnosis yang paling mungkin

d. terapi biologic agent sebaiknya ditunda

e. foto thorax bisa didapatkan hasil normal

Jawaban : A

Referensi Konsensus Rheumatologi. IRA 2014

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 252

Nama Peserta Dr. Diksi Novritasari Budyastuti

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNAIR

Kategori soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindrom Sjorgen

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pria berumur 62 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan mata terasa panas

seperti terbakar dan seolah-olah kelopak mata seperti ada pasir sejak 1 minggu yang

lalu, selain itu ia juga mengeluh adanya kesulitan menelan makanan dan berbicara lama

sejak 1 bulan yang lalu. Saat diperiksa, pada kulit ditemukan purpura. Schimer test +.

Pemeriksaan laboratorium LED 40 mm/jam, CRP < 5.

Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah:

A. Rheumatoid arthritis

B. Reactive arthritis

C. Artritis psoriatik

D. Poliarteritis nodosa

E. Sindrom Sjorgen

Jawaban: E

Referensi Yuliasih. Sindrom Sjorgen. Dalam: Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Edisi 6, 2014.

Hal. 3160-3166

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 253

Pembuat Soal Dr. Rizky Satya Pradana

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SLE

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 28 tahun diketahui menderita SLE sejak 10 bulan yang lalu, datang

ke poliklinik untuk kontrol. Pada awal diagnosis lupus, terdapat keluhan nyeri sendi,

rambut rontok dan kaki bengkak. Hasil biopsi ginjal menunjukkan nefritis lupus kelas III.

Selama 2 bulan terakhir, kondisi pasien terkontrol dengan obat-obatan metil prednisolon 8

mg per hari, mikofenolat mofetil 2x500 mg, klorokuin 1x250 mg dan suplemen vitamin

D. Saat kontrol ke poliklinik, pasien mengatakan sedang hamil 1 bulan.

Tatalaksana yang paling tepat pada pasien ini adalah :

a. Menghentikan klorokuin

b. Melanjutkan semua obat

c. Menghentikan mikofenolat mofetil dan menggantinya dengan azatioprin

d. Menghentikan metil prednisolon

e. Menghentikan mikfenolat mofetil dan menggantinya dengan siklofosfamid

Jawaban: C

Referensi Yoga I Kasjmir,dkk. 2014. Diagnosis dan

pengelolaan lupus eritematosus

sistemik. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid III: hal 3362-

3367.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 254

Pembuat Soal Dr. Rizky Satya Pradana

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan 54 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk darah sejak 2 hari

yang lalu. Sejak 2 bulan terdapat keluhan batuk, demam, nyeri sendi, penurunan nafsu

makan dan penurunan berat badan. Pasien sudah berobat ke dokter dan mendapatkan

antibiotik namun belum ada perbaikan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ulkus

berukuran 3 cm di daerah pergelangan kaki. Pemeriksaan rontgen dada menunjukkan

gambaran nodul dan kavitas multipel di kedua lobus paru atas dan bawah. Pemeriksaan

sputum GeneXpert negatif. Hasil laboratorium menunjukkan HB 10 g/dL, lekosit

15.000/uL, trombosit 550.000/uL, hitung jenis: 1/0/85/3/10/2, LED 100 mm/jam, BUN 52

mg/dL, SK 1,9 mg/dL, c-ANCA positif. Pada urinalisis didapatkan eritrosituria positif.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

a. Granulomatosis Wegener

b. Poliarteritis nodosa

c. Churg-Strauss sindrom

d. Henoch-schonlein purpura

e. Cryoglobulinemia

Jawaban: A

Referensi Sabatine, Marc S. 2017. Vasculitis. Pocket

Medicine. Sixth Edition. page 8-18.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 255
Pembuat Soal Dr. Rizky Satya Pradana

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Spondiloarthritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pria berumur 56 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada sendisendi

yang terdapat pada sisi kanan tubuhnya sejak 1 minggu yang lalu, selain itu ia juga

mengeluh adanya kemerahan pada kulit yang disertai sisik seperti perak, ditemukan di

daerah siku, dan kulit kepala sejak 1 tahun yang lalu. Saat diperiksa, pada kukunya

ditemukan pitting dan onikolisis. Pemeriksaan laboratorium LED 15 mm/jam, diff count

0/4/1/69/20/6, rheumatoid faktor negatif, CRP < 5. Hasil analisa cairan sendi

menunjukkan warna cairan keruh, encer, lekosit 30.000 u/L, glukosa 80 mg/dL.

Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah:

a. Artritis septik

b. Rheumoatoid artritis

c. Osteoarthritis

d. Arthritis psoriatik

e. Arthritis reaktif

Jawaban: D

Referensi Sabatine, Marc S. 2017. Seronegative

Spondyloarthritis. Pocket Medicine.

Sixth Edition. page 8-7.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 256

Nama Peserta dr. Agus Prabowo

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Vasculitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Pasien laki-laki usia 55 tahun datang dengan keluhan kencing berwarna merah serta sesak

nafas disertai batuk-batuk keluar darah. Pasien juga mengeluhkan mata sering merah dan

sering kali kontrol ke dokter mata dan dikatakan pasien menderita uveitis. Pasien juga

sering mengeluhkan rasa kebas di kaki sejak kurang lebih 6 bulan lalu. Pemeriksaan fisik

vital sign TD 140/90 nadi 86x/menit Respiratori rate 20x/menit temp axila 38,5. ada

Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 9,1 g/dL; lekosit 7.700/μL; trombosit

242.000/μL; kreatinin 2,9 mg/dl dengan urinalisis didapatkan proteinuria dan eritrosit cast

. Selain itu nampak purpura yang palpable dan dilakukan biopsi ditemukan inflamasi

pembuluh darah kecil non granulomatus. Diagnosa yang paling mungkin pada kasus

diatas adalah :

a. Wegener Granulomatosis

b. Microscopic polyangitis

c. Churg-Strauss Syndrom

d. Takayasu

e. HSP

Sabatine MS. Pocket Medicine. 6th. ed.

2017;p.8-19
KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 257

Nama Peserta dr. Agus Prabowo

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Pasien wanita 27 tahun, keturunan cina datang ke poliklinik dengan keluhan rasa

kebas di sisi tubuh sebelah kiri, pasien juga mengeluhkan mual dan muntah sejak

kurang lebih seminggu yang lalu. pasien juga mengeluhkan gangguan pengelihatan

berupa warna merah yang berbeda pada salah satu sisi serta ada sariawan pada mulut

dan kelamin. pasien saat diperiksa vital sign Tekanan darah 110/70 nadi 88x/menit,

temperatur axilla 36,5C. Diagnosis kerja yang mungkin pada pasien ini yaitu:

a. Behcet's

b. Churg-Strauss Syndrom

c. SLE

d. Wegener Granulomatosis

e. HSP

Referensi Sabatine MS. Pocket Medicine. 6th. ed.

2017;p.8-20

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 258

Nama Peserta dr. Agus Prabowo

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Sistemik Slerosis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosa

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Pasien wanita 40 tahun dikonsulkan dari TS Obgyn dengan riwayat keguguran 3 kali

dan tidak memiliki anak. Pada pasien didapatkan keluhan muncul bercak-bercak putih

di kulit dada, leher dan punggung sejak 1 tahun yang lalu, kulit makin keras dan kaku.

Kulit wajah menjadi kencang, sendi jari tangan kaku-kaku. Selama 3 bulan ini makin

sering tampak kebiruan pada ujung- ujung jari terutama bila mandi, terasa nyeri seperti

ditusuk jarum, nafas sering sesak dan terasa panas terbakar di dada. Berat badan

menurun 5 kg. Pemeriksaan penunjang awal dan hasil yang diharapkan untuk

menegakkan diagnosis pada pasien adalah:

A. Biopsi kulit, didapatkan banyak fibroblas dan inflamasi perivaskular

B. Profil ANA didapatkan anti Scl-70 dan anti RNA-Pol III

C. Profil ANA didapatkan anti Jo-1

D. Barium meal esofagoram, didapatkan dismotilitas

E. CT Scan Thorax didapatkan Interstitial Lung Disease

Referensi Sabatine MS. Pocket Medicine. 6th. ed.

2017;p.8-11

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 259

Nama Peserta dr. Alex Ranu Seto

Periode Ujian 6-7 Oktober 2018

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Skeletal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1

Seorang perempuan 56 tahun, berobat ke poliklinik dengan keluhan nyeri pada lutut

kanan, yang dirasakan sejak 1 tahun yang lalu dan memberat memberat sejak 3 minggu

ini, terutama bila berjalan. Nyeri lutut juga timbul baik saat pasien tidur pada malam

hari, maupun istirahat. Pada pemeriksaan fisik lutut, tampak bengkak, teraba hangat, dan

nyeri digerakan. Riwayat trauma lutut karwna terjatuh 10 tahun yang lalu. Pasien

mengaku selain lutut kanan yang sakit, juga nyeri pada kedua pergelangan tangan, bahu

kanan dan sendi PIP jari II dan III kanan dan kiri, yang terasa kaku sendi setelah

istirahat lama terutama saat bangun tidur pagi hari, dan membaik bila aktifitas, untuk

memgurangi nyerinya pasien diberi obat meloxicam 15 mg sehari 2 x dan

metilprednison 4 mg sehari 3x oleh dokter dipuskesmas, dam pasien merasa enakan kalo

pakai obat ini. Pasien diketahui menderita DM tipe 2 dan minum metformin 2x500

mg/hari sejak 8 bulan yang lalu. Hasil lab GDP terakhir adalah 300mg/dl dan 2 jam PP

460 mg/dl, pemeriksaan reumatoid faktor positif, Led 77mm/jam. Pada foto rongten genu

kanan didapatkan gambaran osteoarthritis. Hasil aspirasi cairan sendi tidak didapatkan

tanda- tanda infeksi cairan sendi dan tidak didapat kan kristal. Tatalaksana yang tepat
untuk mengatasi nyeri sendi pada pasien ini adalah

a. NSAID dan metylprednison dilanjutkan

b. Allopurinol

c. Injeksi Hyaluronat

d. Injeksi kortikosteroid IA

e. Glucosamin

Referensi

Jawaban : D

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi 6

Jilid III, 2014, halaman: 3488-500.

Penyakit Tulang Non Osteoporosis.

Bambang Setiyohadi

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 260

Nama Peserta dr. Alex Ranu Seto

Periode Ujian 6-7 Oktober 2018

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Kristal Arthropati Non Gout

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang laki laki 72 tahun datang dengan keluhan nyeri lutut kana akut. Pada
pmweriksaan didapatkan suhu 37 C, dengan lutut kanan yang ,membengkak dan panas

pada perabaan, hasil pemeriksaan penunjang yang lain lekosit 12.600mg/dl, foto rongten

lutut menunjukan penyempitan ruang sendi dan kalsifikasi dari kartilago sendi, kultur

dari cairan yang diaspirasi menunjukan tidak ada pertumbuhan. Apakah diagnosis yang

paling mungkin.

a. GOUT

b. Psoriaktik monoartropati

c. pseudogout

d. reumatoid arthritis

e. septic arthritis

Referensi

Jawaban : C

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi 6

Jilid III, 2014, halaman: 3190-3197.

Kristal Arthropati Non Gout. Faridin

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 261

Nama Peserta dr. Alex Ranu Seto

Periode Ujian 6-7 Oktober 2018

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Lupus Eritematosus sistemik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3
Seorang wanita berusia 25 tahun dengan sistemik lupus eritematus datang dengan

sindroma nefrotik. Biopsi renal menunjukan diffus proliferatif glomerulonefritis (WHO

class IV). Manakah dari regimen terapi berikut yang akan anda sarankan

a. Azathioprin

b. prednisolon

c. azathrioprin dan prednisolon

d. prednisolon dan siklofopafamid intravena

e. prednisolon dan Metrotexat

Referensi

Jawaban : D

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi 6

Jilid III, 2014, halaman: 3378-3384.

Diagnosis dan Penataksanaan Nefritis

lupus. Dharmeizar Bawazier

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 262

Pembuat Soal dr. Ike Rahayu Widuri

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Artritis Psoriatik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

1. Seorang pria 45 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri sendi sejak 2 bulan.

Pertama kali, nyeri dirasakan pada jari-jari tangan saja, kemudian nyeri juga dirasakan

pada pergelangan tangan, siku, hingga kedua lutut pasien. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan lesi kulit berupa plak kemerahan berbatas tegas disertai sisik berwarna perak.

Pada pasien ini, pemeriksaan radiologis yang kita harapkan adalah :

A. Penyempitan celah sendi

B. Erosi sendi dengan pengecilan falang distal

C. Destruksi sendi disertai kolaps dan pertumbuhan tulang yang berlebihan

D. Pembengkakan jaringan lunak yang fusiform dengan distribusi simetris bilateral

E. Kalsifikasi tulang rawan

Jawaban: D

Referensi Zuljasri Albar, Artritis Psoriatik.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

PAPDI VI : hal 3173-3175

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 263

Pembuat Soal dr. Ike Rahayu Widuri

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Artritis Septik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

2. Seorang laki-laki berusia 60 tahun datang ke IRD dengan keluhan demam, menggigil

sejak 1 minggu, sebelumnya mengeluh nyeri pada lutut kanan sejak 2 minggu. Dua

minggu sebelumnya pasien terjatuh dari sepeda motor dengan lutut membentur aspal

sehingga mengalami luka robek. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus. Dari

pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/80, nadi 102x/menit reguler, RR 22x/menit, T

39 C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pembengkakan genu dextra, tampak merah,


nyeri hebat bila digerakkan. Pada saat punksi, didapatkan cairan sendi yang keruh.

Langkah diagnostik selanjutnya yang dapat membantu menentukan terapi adalah :

A. Foto polos

B. USG muskuloskeletal

C. Kultur darah dan cairan sinovial

D. CT scan sendi

E. Polymerase chain reaction

Jawaban: C

Referensi Najirman, Artritis Septik. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam PAPDI VI : hal 3233-3242

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 264

Pembuat Soal dr. Ike Rahayu Widuri

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Artritis Reaktif

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

3. Seorang laki-laki usia 35 tahun datang dengan keluhan utama nyeri di pinggang dan

sendi lutut kiri. Tiga minggu sebelumnya, pasien mengalami diare selama tujuh hari,

didapatkan lendir darah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan sendi teraba hangat, bengkak

dan nyeri. Pada pemeriksaan fisik lainnya tampak oral ulcer. Tampak pula gambaran

hiperkeratotik pada daerah telapak kaki dan tangan.

Diagnosis yang tepat pada pasien di atas adalah :

A. Artritis psoriatik
B. Rheumatoid Arthritis

C. Sindrom Reiter

D. Artritis septik

E. Osteoartritis

Jawaban : C

Referensi Rudi Hidayat. Reactive Arthritis. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam PAPDI VI : hal 3176

3178.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 265

Nama Peserta dr. Ratih Wulansari

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Sindrom Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosa

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki laki berumur 35 tahun datang ke poli rematologi dengan keluhan nyeri

pada pergelangan tangan, mulut dan penis. Pada pemeriksaan didapatkan bengkak

pada ke 2 pergelangan tangan, ulcerasi pada mulut dan penis, menurunnya ROM

pada ke 2 lutut. Dari hasil laboratorium didapatkan leukosit 11.000 ; CRP 100 mg/dl;

rheumatoid factor (-). Diagnosis yang mungkin pada pasien ini adalah :

A. Reiter Sindrom

B. Ankylosing Spondilitis
C. Behcet Sindrom

D. Arthritis Rheumatoid

E. Sjorgen Sindrom

Jawaban: C

Referensi Hamijoyo L. Sindrom Vaskulitis. In: Setiati

S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata MK,

Setiyohadi B, et al, editors. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam, 6th ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014, p3254.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 266

Nama Peserta dr. Ratih Wulansari

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Sindrom Antifosfolipid Antibodi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnostik

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 25 tahun yang telah melahirkan seorang bayi dengan total AV blok

dan dilakukan pemasangan pacemaker pada bayi tersebut. Untuk mencegah kejadian ini

maka sebaiknya diperiksakan antibodi pada saat kehamilan. Pilihlah dibawah ini antibodi

yang dapat dideteksi saat kehamilan yaitu :

F. Anti-Ro/SSA antibodi

G. Anti-SCL70 antibodi
H. Rheumatoid faktor

I. dsDNA antibodi

J. Anti-endoysial antibodi

Jawaban: A

Referensi Dewi S. Sindrom Antifosfolipid Antibodi.

In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata MK, Setiyohadi B, et al,

editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam,

6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014,

p.3398.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 267

Nama Peserta dr. Ratih Wulansari

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Airlangga

Kategori Soal Reumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Osteoporosis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 59 tahun datang ke poli remato. Pasien dengan riwayat fraktur panggul 3

bulan lalu dan telah mendapat terapi bisfosfonat sejak 3 bulan lalu. Pasien menanyakan

apakah perlu pemeriksaan BMD lagi. Kapan waktu yang tepat untuk pemeriksaan BMD

serial untuk melihat efek terapi :

A. 6 bulan setelah terapi


B. 1 tahun setelah terapi

C. 3 bulan setelah terapi

D. 2 tahun setelah terapi

E. 3 tahun setelah terapi

Jawaban: B

Setyohadi B. Penatalaksanaan osteoporosis.

In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata MK, Setiyohadi B, et al,

editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam,

6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014,

p.3458.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 268

Pembuat Soal dr. R. Panji Surya

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Spondilitis Ankilosa

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan tatalaksana

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang tatalaksana berusia 40 tahun datang kontrol ke poli penyakit dalam dan telah

terdiagnosis dengan spondilitis ankilosa. Pasien telah diberi terapi OAINS dan

sulfazalasin namun tidak ada perbaikan klinis. Dokter penyakit dalam menyarankan untuk

mengganti terapi dengan infliximab. Yang paling sering diperhatikan dalam efek samping
obat ini terhadap pasien adalah, kecuali :

A. Perburukan fungsi jantung pada pasien jantung kongestif

B. Peningkatan risiko keganasan

C. Peningkatan risiko infeksi oportunistik

D. Penyakit demielinisasi autoimun pada sistem syaraf pusat

E. Gangguan fungsi ginjal

Jawaban: E

Referensi Suryana P. 2014. Agen Biologik Dalam

terapi Penyakit reumatik. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Hal 3325

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 269

Pembuat Soal dr. R. Panji Surya

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

1. Seorang pasien wanita 25 tahun, mengeluhkan rasa nyeri kepala, mata merah dan

pasien sering merasakan ada sariawan berulang di dalam mulut . pasien saat

diperiksa vital sign Tekanan darah 120/80 nadi 98x/menit, temperatur axilla 38C.

Pada pemeriksaan tampak kulit banyak nodul-nodul seperti jerawat dan pada

pemeriksaan genitalia nampak bentukan jaringan parut di vulva. Saat dilakukan uji
Pathergy dinyatakan positif. Pemeriksaan yang berhubungan dengan penyakit pasien

ini adalah :

a. HLA B27

b. HLA B51

c. anti U1RNP

d. c-ANCA

e. p-ANCA

Jawaban: B

Referensi Hamijoyo. 2014. Sindrom vaskulitis. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.:hal

3273-3275

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 270

Pembuat Soal dr. R. Panji Surya

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Spondilitis Ankilosa

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki usia 34 tahun datang kontrol ke poli penyakit dalam datang dengan

keluhan nyeri punggung bawah selama kurang lebih 3 bulan, nyeri terutama di pagi hari

saat bangun tidur dan membaik setelah 30 menit. Pasien juga mengeluhkan nyeri di

pergelangan kaki dan kekakuan pada leher. Pasien dilakukan tes Schober dan jarak kedua
titik tes tidak sampai 15 cm. pasien dilakukan pemeriksaan radiologis dengan hasil

sakroilitis bilateral grade 3-4. Pasien direncanakan untuk diberikan terapi farmakologis

OAINS dan sulfasalazin. Selain diberikan terapi farmakologis, berikut edukasi yang dapat

kita berikan pada pasien ini adalah :

A. Fisioterapi, kurangi alkohol dan makanan berlemak

B. Fisioterapi, tidur yang cukup dengan bantal dan kasur yang empuk

C. Fisioterapi, kurangi merokok, tidur dengan kasur keras dan bantal tipis

D. Fisioterapi, olahraga angkat beban ringan

E. Fisioterapi, berenang, tidur dengan posisi kepala ditinggikan

Jawaban: C

Referensi Ongkowijaya, 2014. Spondilitis Ankilosa.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

6.:hal 3167-3169.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 271

Pembuat Soal Dr. Ratih Nursiana

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Lupus Eritematosus Sistemik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 69 tahun yang mengkonsumsi hidralazin untuk mengatasi hipertensinya

datang dengan keluhan nyeri sendi dan nyeri dada. Pada pemeriksaan jantung, pasien
memiliki “pericardial rub”. Menurut anda, apakah diagnosis pasien ini?

a. Dermatomiositis

b. SLE

c. Rematik polimialgia

d. Sklerosis sistemik

e. Sindroma felty

Jawaban: B

Referensi Kasjmir YI, Handono K, Wijaya LK, Hamijoyo L, et al. Diagnosis dan

pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik. Dalam Setiati S, Alwi Sudoyo

AW, Simadibrata M, et al. Eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 6th Ed.

Jakarta: Interna Publishing; 2014:3360-3377.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 272

Pembuat Soal Dr. Ratih Nursiana

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Lupus Eritematosus Sistemik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Manakah dari autoantibodi dibawah ini yang dapat berperan untuk memantau aktivitas

penyakit?

a. Faktor rematoid pada RA

b. Antibodi antinuclear pada SLE


c. Antibodi anti-Sm pada SLE

d. Antibodi anti-dsDNA pada SLE

e. Antibodi anti-Ro pada sindroma Sjogren

Jawaban: D

Referensi Hamijoyo Laniyati. Autoantibodi pada Lupus Eritematosus Sistemik. Dalam

Setiati S, Alwi Sudoyo AW, Simadibrata M, et al. Eds. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam. 6th Ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014:3346-3350.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 273

Pembuat Soal Dr. Ratih Nursiana

Kategori Soal Rematologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Artritis Reumatoid

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Manakah dari hal berikut dibawah ini yang paling benar mengenai Infiximab?

A. Merupakan antibodi monokonal terhadap reseptor glikoprotein IIb-IIIa

B. Direkomendasikan untuk pengobatan RA

C. Berwenang untuk pengobatan colitis yang parah

D. Mencegah kambuhnya penyakit Crohn pada pasien yang sedang mengalami masa

remisi

E. Tidak boleh digunakan dalam kombinasi dengan methotrexate karena peningkatan

toksisitas
jawaban : B

Referensi Suarjana I Nyoman. Artritis Reumatoid. Dalam Dalam Setiati S, Alwi I,

Sudoyo AW, Simadibrata M, et al. Eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.

6th Ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014: 3130-3150.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 274

Nama Peserta Andreas Jonathan

Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Gout arthritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang pria usia 59 tahun datang dengan keluhan bengkak kemerahan di pangkal kaki

kedua kaki. Keluhan dirasakan berulang sejak 10 tahun yang lalu. Karena keluhannya

pasien tidak dapat berjalan. Pasien memiliki riwayat kencing manis sejak 5 tahun, rutin

berobat. Pasien juga memiliki riwayat darah tinggi sejak 3 tahun. Pasien didiagnosis

menderita serangan jantung 1 tahun yang lalu, sekarang pasien rutin minum aspilet 1x81

mg. Dari pemeriksaan fisik didapatkan pasien sakit sedang, cm, tensi 160/70, N 68x, S

36.9, RR 20X. Hasil laboratorium Hb: 10.1, L 13.700, Tr 369.000, GDS 198, Ur 59, Kr:

3.79, Hasil punksi cairan sendi didapatkan jumlah sel Leukosit 10.800, PMN 80:MN 20%,

Kristal MSU (+), pewarnaan gram tidak ditemukan bakteri. Pengobatan yang sebaiknya

anda sarankan adalah:

a. Colchicine 1.2mg loading dilanjutkan 0.6mg 1 jam kemudian, setelah itu


2x0.6mg

b. Natrium diclofenac 3x50mg

c. Allopurinol mulai dari dosis 100mg

d. MP Mulai dari 0.4-0.8mg/kgbb/hari

e. Steroid intra artikular

Jawaban E

Referensi Sumber: American collage of

rheumatology guideline for management

gout, 2012

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 275

Nama Peserta Andreas Jonathan

Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Ankylosing spondolitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis, Terapi, Epidemiologi

Tingkat Kompetensi 3A

SOAL

Seorang pria usia 18 tahun mengeluh nyeri pinggang sejak 4 bulan terakhir. Keluhan

disertai dengan bengkak pada lutut kanan hilang timbul. Dari pemeriksaan fisik didapatkan

Schober test (+), dari pemeriksaan foto lumbosacral didapatkan sacroilitis grade III

bilateral. Berikut ini adalah pernyataan yang salah mengenai penyakit diatas:

a. Lebih sering mengenai laki-laki

b. Anti TNF alfa mempunyai potensi pengobatan pada penyakit ini


c. Dapat diberikan NSAID Seumur hidup

d. Tidak ada tempatnya memberikan terapi steroid sistemik jangka panjang

e. Pengawasan status penyakit diatas hanya dapat dilakukan dengan

penghitungan BASDAI dan BASMI

Jawaban E

Referensi Onkowijaya J, Ankylosing spondilosa,

PAPDI 2015, Halaman 3167-3171

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 276

Nama Peserta Andreas Jonathan

Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Rheumatoid arthritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis, Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang wanita usia 32 tahun datan dengan keluhan bengkak di MCP 2-4 manus dextra,

PIP 3 dan 4 manus dextra, MCP 2 dan 3 manus sinistra, PIP 1-3 manus sinistra sejak 6

bulan SMRS. Pasien mengeluh kaku pada pagi hari lebih dari 1 jam. Terdapat keluhan

panas badan tidak terlalu tinggi, pasien juga mengeluh berat badan turun 3 kg dalam 6

bulan. Berikut ini merupakan pernyataaan yang benar tentang penyakit diatas.

a. Frekuensi paling sering terjadi adalah proksimal interfalangeal

b. RF lebih spesifik untuk diagnosis penyakit dibandingkan Anti-CCP

c. Dasar pengobatan dengan pemberian steroid sistemik jangka panjang


d. Salah satu deformitas yang sering terjadi adalah hallux valgus

e. Kanker tidak dapat menjadi komplikasi dari pengobatan penyakit ini

Jawaban D

Referensi I nyoman Suarjana. Arthritis rheumatoid,

PAPDI 2015, Halaman 3130-3139

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 277

Nama Peserta Christine E. Suryajaya

Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Osteoarthritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosa dan tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

1. Seorang wanita berusia 75 tahun datang ke poli Geriartri dengan keluhan nyeri pada

kedua lutut. Nyeri dirasakan terutama setelah bangun tidur. Pasien menyangkal

adanya trauma, kemerahan dan bengkak pada kedua sendi. Keluhan ini sudah

dirasakan pasien sejak 10 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan

krepitasi pada kedua lutut, tidak ada eritema atau pembengkakan. Gambaran

radiografi sendi di bawah ini menyokong diagnosa tersebut, kecuali:

A. Penyempitan celah sendi

B. Penurunan densitas tulang subkondral

C. Kista tulang

D. Osteofit pada pinggir sendi


E. Perubahan struktur anatomi sendi

Jawaban : B

2. Tatalaksana yang akan saudara berikan pada pasien ini adalah:

A. Edukasi, terapi fisik dan rehabilitasi, opiat

B. Edukasi, terapi fisik dan rehabilitasi, atrhoscopic debridement

C. Edukasi, analgesik oral non-opiat

D. Edukasi, terapi fisik dan rehabilitasi, analgesik oral non-opiat

E. Edukasi, terapi fisik dan rehabilitasi, steroid intra-artikular

Jawaban : D

Referensi Soeroso J, Isbagio H, Kalim H.

Osteoarthritis. Buku Ajar Ilmu Penyakit

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 278

Dalam Edisi VI. Jilid II: hal 3197-3208.

Nama Peserta Christine E. Suryajaya

Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Osteoporosis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang perempuan berusia 68 tahun, selain metotreksat juga mengkonsumsi prednison 5

mg/hari untuk artritis rheumatoid yang diderita. Pasien mempunyai riwayat fraktur panggul

tahun lalu. DXA pasien menunjukkan osteoporosis. Rencana tatalaksana yang paling tepat
pada pasien ini adalah :

A. Raloksifen

B. Asupan kalsium dan vitamin D yang adekuat

C. Alendronat

D. Recombinant parathyroid hormone

E. Semua jawaban diatas salah

Jawaban : C

Referensi Soeroso J, Isbagio H, Kalim H.

Osteoarthritis. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid II: hal 3197-3208.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 279

Nama Peserta Arie Taufik

Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Septic Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis dan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Manakah pernyataan yang kurang tepat terkait septic artritis?

a. Hitung leukosit darah ditemukan jumlahnya > 11000/mm3, LED > 20 mm/1

jam dan leukosit pada cairan sendi > 50.000/mm3

b. Punksi/aspirasi cairan sinovial untuk mengeluarkan pus sebanyak mungkin.

c. Antibiotik diberikan selama minimal 2 minggu, 3 minggu untuk stafilokokkus


serta 4 minggu untuk bakteri pneumokokkus atau basil gram negatif

d. Artroskopi atau drainase secara terbuka, tidal irrigation atau pun artrotomi

(sendi HIP) adalah tindakan utama

e. Pemeriksaan CPR dilakukan bila kultur cairan sendi negatif

Jawaban D

Referensi Najirwan, Artritis Septik, PAPDI 2015,

Hal 3233-3241

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 280

Nama Peserta Arie Taufik

Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Vaskulitis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis dan Terapi Awal

Tingkat Kompetensi 3A

SOAL

Manakah pernyataan yang paling tepat terkait Churg-Strauss Syndrome?

a. Mononeuritis multiplex: keterlibatan neuropati motorik dan sensorik, kadang

onsetnya akut.

b. Gambaran necrotizing inflammation pada small to medium arteri, vena, dan

kapiler

c. Biopsi dapat membantu diagnosis

d. Respon terhadap glukokortikoid dan siklofosfamid sangat baik.

e. Terdapat kutaneus nodul pada permukaan fleksor sendi.


Jawaban C

Referensi Harrison edisi 19, th 2015

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 281

Nama Peserta Arie Taufik

Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Septic Artritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis dan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang wanita 50 tahun, sejak 6 hari yang lalu mengeluh nyeri dan kaku pada lutut kiri,

nyeri terutama kalau akan berdiri setelah jongkok. Penderita bekerja sebagai pegawai

administrasi disebuah instansi pemerintah. Pada pemeriksaan jasmani didapatkan keadaan

umum sedang, tekanan darah 140/90 mmHg, suhu 38,8ºC, pernapasan 16 kali/menit, nadi

88 kali/menit. Tinggi badan 158 cm, berat badan 79 kg. terdapat sedikit nyeri tekanan pada

sendi interfalang proksimal dan interfalang distal kedua tangan, genu varus pada kedua

lutut dan krepitasi pada lutut kanan. Terdapat bengkak atau kemerahan pada sendi-sendi

tersebut di atas. Sendi-sendi lain dalam batas-batas normal. Pemeriksaan laboratorium

menunjukan 1 laju endap darah 20 mm/jam ; Hb 12,1 g/dL ; leukosit 13,500/mm3, hitung

jenis -/2/5/80/15/5, titer ASTO 150 IU/mL (N : < 200 IU/mL) urin dalam batas normal.

Kemungkinan diagnosa tersebut di atas adalah :

A. Artritis reumatoid dengan inflamasi pada lutut kiri

B. Artritis gout akut


C. Artritis septik pada lutut kiri

D. Ankilosing spondilitis dengan keterlibatan pada lutut kiri

E. Osteoartritis lutut kiri

Jawaban B

Referensi Najirwan, Artritis Septik, PAPDI 2015,

Hal 3233-3241

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 282

Nama Peserta Lia Srimuliawati

Periode ujian 38

Asal FK FK Unpad Bandung

Kategori soal Rheumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Penyakit Autoimun

Jenis Soal / Jenis pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1

Seorang perempuan berusia 28 tahun, diketahui menderita lupus sejak 10 bulan yang lalu.

Pada awal didiagnosis lupus, terdapat keluhan nyeri sendi, rambut rontok dan kaki

bengkak. Selama 2 bulan terakhir, kondisi pasien membaik. Obat obatan terakhir yang

dikonsumsi pasien yaitu metilprednisolon 8 mg per hari, mycophenolate mofetil 2500

mg, captopril 2 x 12,5 mg, dan supplemen vitamin D. Saat kontrol ke poliklinik, pasien

mengatakan bahwa ia telah hamil 1 bulan. Terapi yang paling tepat pada pasien ini adalah:

a. Menghentikan obat metilprednisolon dan captopril

b. Menghentikan obat mycophenolate mofetil dan menggantikannya dengan

siklofosfamid
c. Menghentikan obat captopril dan menggantikannya dengan golongan ARB

d. Menghentikan obat captopril dan mycophenolate mofetil

e. Menghentikan metilprednisolone dan mycophenolate mofetil, selanjutnya diganti

dengan azatioprin

Jawaban D

Referensi Kasjmir YI, Handono K, Wijaya LK,

Hamijoyo L, et al. Diagnosis dan

Pengelolaan Lupus Eritomatosus Sistemik.

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata

M, et al. Eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam. 6th Ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014:3360-3376

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 283

Nama Peserta Lia Srimuliawati

Periode ujian 38

Asal FK FK Unpad Bandung

Kategori soal Rheumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Penyakit Autoimun

Jenis Soal / Jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang wanita 34 tahun, hamil 6 bulan dengan riwayat lupus sejak 3 tahun

terakhir. Pasien mengaku menghentikan sendiri pengobatan sejak 2 tahun yang lalu

karena tidak ada keluhan. Dari pemeriksaan fisik didapatkan alopesia, ruam malar,
stomatitis serta tanda kehamilan sesuai umur kehamilan. Lain –lain dalam batas normal.

Pemeriksaan yang anda usulkan untuk mendeteksi kemungkinan efek lupus terhadap janin

adalah :

a. Anti DsDNA

b. Anti Sm

c. Anti Ro/La

d. Scl-70

e. ANA test

Jawaban C

Referensi Hamijoyo L. Autoantibodi Pada Lupus

Eritematosus Setiati S, Alwi I, Sudoyo

AW, Simadibrata M, et al. Eds. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam. 6th Ed. Jakarta:

Interna Publishing; 2014:3346-3350

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 284

Nama Peserta Lia Srimuliawati

Periode ujian 38

Asal FK FK Unpad Bandung

Kategori soal Rheumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Penyakit Autoimun

Jenis Soal / Jenis pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Seorang wanita 45 tahun dengan riwayat sistemik lupus eritematosus (SLE) datang ke IGD
dengan keluhan sakit kepala dan badan lemas. Gejala klinis SLE utama pada pasien ini

adalah artralgia, anemia hemolitik, malar rash, sariawan di mulut serta titer anti dsDNA

yang meningkat. Pasien masih rutin minum obat metilprednison 4 mg/hari,

hidroksiklorokuin 200 mg/hari. Dari pemeriksaan di IGD didapatkan tekanan darah

190/110 mmHg, dengan nadi 98 x/menit. Dari urinalisa ditemukan RBC 25/LPB dan

proteinuri +3, tidak ditemukan silinder eritrosit. BUN 88 mg/dl dan creatinin 2,6 mg/dl.

Pasien sebelumnya belum pernah didiagnosis dengan gangguan ginjal akibat SLE dan tidak

mendapat terapi NSAID. Riwayat penyakit lain, penurunan intake oral ataupun diare juga

disangkal. Penatalaksanaan apa yang akan dilakukan pada pasien ini:

a. Mulai pemberian siklofosfamid 500 mg/m2 IV, diulang setiap 6-12 bulan

b. Mulai hemodialisis

c. Mulai terapi steroid dosis tinggi (metilprednisolon IV, 1000 mg/hari dalam 3 hari,

diikuti dengan steroid oral 1 mg/kgBB/hari) dan mikofenolat mofetil 2 gr/hari)

d. Mulai pemberian plasmafaresis

e. Tunda semua terapi sampai ada hasil biopsi ginjal

Jawaban C

Referensi Dharmeizar, Bawazier LA

Diagnosis Dan Penatalaksanaan Nefritis

Lupus. Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata M, et al. Eds. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam. 6th Ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014:3378-3383

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 285

Nama Peserta Sofie Syarifa RJ


Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Syndrome Sjorgen

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis, Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang Perempuan 49 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan gatal pada seluruh tubuh

sejak 6 bulan yang lalu dan memberat dalam 1 bulan terakhir. Keluhan gatal bersamaan

dengan timbulnya warna kuning pada mata dan kulit. Penderita juga mengeluhkan adanya

kekakuan dan nyeri pada lutut, pinggul, pergelangan tangan, dan tangan yang hilang

timbul. Dia juga mengeluh mudah lelah, batuk kering dan mata merah disertai gatal.

Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda vital dalam batas normal, sklera ikterik, badan

kuning, liver span 14 cm. Hasil laboratorium menunjukkan bilirubin total 12 mg/dl dengan

bilirubin direk 10 mg/dl, ALP 400 mg/dl. USG abdomen menunjukkan dilatasi duktus

intahepatik dan ekstrahepatik dan kolelitiasis multipel.

Penyakit autoimun yang dapat mendasari kelainan tersebut adalah

a. Skleroderma

b. Sistemik Lupus Eritromatosus

c. Sistemik Sklerosis

d. Sjorgen Syndrome

e. Rheumatoid Arthtritis

Jawaban D

Referensi . Sjorgen Syndrome, PAPDI 2015,

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 286

Nama Peserta Sofie Syarifa RJ

Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Syndrome Sjorgen

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis, Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menegakan diagnosis autoimun pada pasien

adalah..

a. Anti Jo

b. Anti Histon

c. Anti Ro/SS

d. Anti Smith

e. dsDNA

Jawaban C

Referensi Sjorgen Syndrome, PAPDI 2015,

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 287

Nama Peserta Sofie Syarifa RJ

Periode Ujian 38

Asal peserta FK Universitas Padjajaran

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Syndrome Sjorgen


Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis, Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Pasien Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan

keluhan sering demam sejak 3 minggu yang lalu, demam tidak tinggi, tidak enak

badan, cepat lelah. Sejak 4 tahun yang lalu pasien sering merasa pegal, nyeri sendi,

rambut rontok, kulit sekitar pipi kasar mengeras. Keadaan umum tampak sakit sedang,

kompos mentis, tekanan darah 140/100 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi

pernapasan 20 kali per menit, tampak alopesia. Paru : sonor, vesikuler normal, ronkhi (+)

di lapangan tengah dan kedua paru. Pada pemeriksaan laboratorium Hb 9 gr/dl,

Trombosit 165.000, Coomb test (+), ureum 91 mg/dl, kreatinin 2.1 mg/dl, urinalisa

protein (+2), ANA test (+), anti ds DNA (+), anti RNP (+). Biopsi kulit sesuai dengan

skleroderma. Diagnosis utama yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

a. SLE

b. Polimiosistis

c. Skleroderma

d. Rheumatoid arthritis

e. Mixed Connective Tissue Disease

Jawaban E

Referensi . MCTD, PAPDI 2015,

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 288

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI PULMONOLOGI
Kontributor:

dr. Damar Mashkhun Rizqi / UNDIP

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 289

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

Nama Peserta Damar Mashkhun Rizqi

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Diponegoro

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Paru Akibat Kerja/Lingkungan

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang Laki-laki 33 tahun datang ke Poliklinik Penyakit Dalam untuk melakukan general

check up rutin tahunan. Pasien merupakan pekerja tambang batu bara di Tanjung enim

Sumatra Selatan. Saat ini pasien tidak mengeluh batuk, tidak mengeluh sesak, tidak ada

bengkak pada tungkai. JVP R + 1, Pemeriksaan fisik paru didapatkan redup pada tepi

hemithorax dextra. Cor : tidak ada tanda LVH dan RVH. Hepar dan lien tidak membesar.

Tidak ada oedem pada extrimitas. X foto thorax didapatkan adanya nodul bulat, diameter 3x3

cm, di perifer pulmo dextra. Dokter menyarankan dilakukan biopsi transthorakal, tetapi

pasien masih pikir-pikir. 1 tahun kemudian pasien tersebut kembali datang ke poliklinik

dengan keluhan nyeri dan bengkak seluruh sendi-sendi jari tangan kiri dan kanan,
pergelangan tangan kanan dan kiri, sudah mulai dirasakan 8 minggu terakhir. Hasil

laboratorium menunjukkan LED 32 mm/jam, CRP 27 mg/dl (N : LED < 10 mm/1 jam, CRP

: 0-3 mg/dl).

Kemungkinan diagnosa pasien tersebut yang paling tepat adalah

a. felty syndrome

b. Caplan syndrome

c. Silikosis

d. Berylliosis

e. Coal workers pneumoconiosis

Jawaban : B

Referensi Rahmatullah P. Pneumonitis dan penyakit

paru lingkungan. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam PAPDI Edisi VI. 2015 :

1707-1730

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 290

Nama Peserta Damar Mashkhun Rizqi

Periode Ujian 38

Asal FK Universitas Diponegoro

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Paru Akibat Kerja/Lingkungan

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A
Soal

Seorang laki-laki 36 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas berat sejak 3 hari

sebelum masuk rumah sakit, sesak terus menerus, batuk kering, tidak ada demam. Pasien 3

tahun ini bekerja di parbik keramik sebagai pemotong keramik. Sebelum bekerja di pabrik

tersebut pasien melakukan medical check up dan dikatakan kondisi baik oleh dokter. Dari

hasil pemeriksaan fisik didapatkan redup pada superior hemithorax dextra dan sinistra.

Dilakukan pemeriksaan X foto thorax on site di IGD dan didapatkan hasil nodul di lobus

superior paru dextra et sinistra dengan kalsifikasi. Pewarnaan BTA 3 x hasil negatif,

pewarnaan jamur hasil negatif. 1 minggu perawatan sesak berkurang dan dilakukan

spirometri didapatkan hasil terdapat kelainan faal paru obstruksi dan restriksi.

Laboratorium : Hb 13,6 gr/dl Leukosit 7800 /uL Trombosit 218.000 /uL hematokrit 40,1 %

Ureum 68 gr/dl Creatinin 1,8 gr/dl SGOT 88 U/L SGPT 98 U/L.

Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kondisi diatas :

a. Silikosis kronik

b. Silikosis akut

c. Silikosis cepat

d. Silikosis Sub akut

c. Silikosis persisten

Jawaban : B

Referensi Rahmatullah P. Pneumonitis dan penyakit

paru lingkungan. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam PAPDI Edisi VI. 2015 :

1707-1730

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 291
Nama Peserta Damar Mashkhun Rizqi

Periode Ujian 38

Asal FK Universitas Diponegoro

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Paru Akibat Kerja/Lingkungan

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Pasien laki-laki 28 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas, awalnya sesak hanya

dirasakan jika melakukan olah raga, tetapi 1 bulan ini berjalan dari kamar tidur ke ruang tamu

sesak sudah mulai dirasakan, selain sesak pasien juga mengeluh batuk tidak berdahak, tidak

ada keluhan terbangun malam hari karena sesak, tidak ada kaki bengkak, berat badan tidak

turun, tidak ada diare lama, tidak ada demam lama. Sudah 1,5 tahun pasien bekerja di

Perusahaan pembuat alumunium di Jakarta. Pasien sudah bolak balik berobat ke dokter

spesialis paru dikatakan bronchitis. Dari hasil pemeriksaan fisik JVP R +2. Pemeriksaan fisik

paru didapatkan adanya ronki kering di basal kedua lapangan paru. Cor : tidak ada gallop S3,

tidak ada tanda RVH dan LVH, extrimitas tidak ada oedem, tidak ada clubbing finger. Hasil

X foto Thorax didapatkan nodul multipel kecil dan fibrosis, dilakukan transthorakal biopsi

didapatkan hasil radang kronis non spesifik dengan reaksi granulomatosa, tak tampak tanda

keganasan.

Berdasarkan data tersebut, apa diagnosis yang paling tepat pada pasien diatas :

a. Asbestosis

b. Berylliosis

c. Silikosis

d. Allergic bronchopulmonary aspergillosis


e. Cystic fibrosis

Jawaban : B

Referensi Rahmatullah P. Pneumonitis dan penyakit

paru lingkungan. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam PAPDI Edisi VI. 2015 :

1707-1730

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 292

Nama Peserta Damar Mashkhun Rizqi

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Diponegoro

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Paru Akibat Kerja/Lingkungan

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang perempuan 29 tahun datang ke Poliklinik penyakit dalam dengan keluhan sesak

nafas. Sesak nafas dirasakan saat aktivitas dan disertai batuk kering tidak berdahak. Keluhan

ini sudah dirasakan selama 1 tahun. Pasien sudah berobat ke dokter umum dan dokter

spesialis paru. Suami pasien bekerja di pabrik pembuat atap rumah berbahan asbes sudah 2

tahun. Pasien merupakan ibu rumah tangga, tugas mencuci baju suami dan anak-anak ia

lakukan sendiri. Setiap mencuci baju suami ditemukan sangat kotor dan berdebu. Dilakukan

pemeriksaan fisik didapatkan redup kedua basal paru. Hasil x foto thorax di dapatkan garisgaris
opasitas kecil di basis paru sampai pleura. Hasil spirometri di dapatkan kelainan faal

paru berupa kelainan restriktif.

Diagnosis yang paling mungkin pasien tersebut diatas adalah

a. Silikosis kronik

b. Asbestosis

c. Berylliosis

d. Coal workers pneumoconiosis

e. Silikosis akut

Jawaban : B

Referensi Rahmatullah P. Pneumonitis dan penyakit

paru lingkungan. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam PAPDI Edisi VI. 2015 :

1707-1730

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 293

Nama Peserta Khairunnisa Ayu Kresnanda

Asal FK FK UNDIP

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gagal Nafas

Jenis soal Etiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita 78 tahun dibawa ke RS dengan sesak nafas berat sejak 2 hari yang lalu. Kondisi di
IGD menunjukkan saturasi oksigen 60% yang kemudian meningkat menjadi 82% dengan

pemberian oksigen masker non rebreathing, hasil foto thorax menunujukkan pneumonia

multi lobaris. Pasien selanjutnya diintubasi dan dipasang ventilator mekanik dengan mode

assist-control, RR 24X/menit, Volume Tidal 6mL/kg, FiO2 1.0, PEEP 12cmH2O, lalu

dilakukan BGA dengan hasil Ph 7,20, PCO2 32mmHg, PO2 54mmHg. Apakah penyebab

hipoksia pada pasien ini :

a. Hipoventilasi

b. Hipoventilasi dan V/Q mismatch

c. V/Q mismatch

d. Shunting

e. Gangguan difusi

Jawaban : D

Referensi Amin, Zulkifli; Purwoto, Johanes. Ilmu Penyakit

Dalam PAPDI Edisi VI. Jakarta : Interna

Publishing; 2015. Halaman 4089-4098

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 294

Nama Peserta Khairunnisa Ayu Kresnanda

Asal FK FK UNDIP

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gagal Nafas

Jenis soal Etiologi

Tingkat Kompetensi 4A
Soal

Laki-laki 27 tahun telah didiagnosis menderita muscular dystrophy, datang ke poliklinik

untuk pemeriksaan kesehatan sebagai caleg. Pasien tidak mengeluh sesak nafas, pada

pemeriksaan didapatkan saturasi oksigen 86% pada udara ruangan. Pemeriksaan jantung

dan paru normal. Foto thorax menunujukkan volume paru yang mengecil. Penyebab

rendahnya saturasi oksigen pada pasien tersebut adalah :

a. Atelektasis

b. Plak mukus

c. Peningkatan PaCO2

d. Pneumonia

e. Methemoglobinemi

Jawaban : C

Referensi Amin, Zulkifli; Purwoto, Johanes. Ilmu Penyakit

Dalam PAPDI Edisi VI. Jakarta : Interna

Publishing; 2015. Halaman 4089-4098

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 295

Nama Peserta Khairunnisa Ayu Kresnanda

Asal FK FK UNDIP

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gagal Nafas

Jenis soal Diagnosa

Tingkat Kompetensi 4A
Soal

Seorang wanita 32 tahun, sedang hamil 36 minggu dikonsulkan dari bagian obsgyn dengan

sesak nafas mendadak. Selama kehamilan tidak pernah mengalami masalah medis, tidak

ada obat yang rutin diminum selain vitamin kehamilan. Pada pemeriksaan ditemukan

dyspneu, TD 128/78, HR 126x/menit, RR 28x/menit, saturasi oksigen 96%, tidak

didapatkan demam, pemeriksaan jantung dan paru normal, terdapat udema pitting pada

kedua kaki. Hasil x foto thorax menunjukkan hasil normal, EKG sinus takikardi. Pada

BGA didapatkan ph 7,52, PaCO2 26mmHg, PaO2 85mmHg. Langkah yang paling tepat

anda usulkan kepada TS Obgyn adalah :

a. Mulai terapi antibiotik

b. Ekokardiografi

c. CT Angiografi paru

d. Mulai terapi anti anxietas dan psikoterapi

e. Terapi oksigen hiperbarik

Jawaban : C

Referensi Amin, Zulkifli; Purwoto, Johanes. Ilmu Penyakit

Dalam PAPDI Edisi VI. Jakarta : Interna

Publishing; 2015. Halaman 4089-4098

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 296

Nama Peserta Stepanus Agung Laksono

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNDIP Semarang

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Hipertensi Pulmonal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang wanita 30 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan sering sesak, dada

kadang terasa nyeri, sesak memberat saat beraktivitas. Tanda vital dalam batas normal, tidak

didapatkan whezing maupun rongki pada auskultasi paru. Tidak didapatkan murmur.

Spirometri tidak didapatkan kelainan, echokardiografi didapatkan kesan dilatasi pada

ventrikel kanan, atrium kiri dan ventrikel kiri kesan normal. TAPSE 18 mm, LVEF 70% dan

RVSP 55 mmHg. Kemudian pasien dilakukan pemeriksaan katerisasi jantung didapatkan

Pulmonary artery (PA) systolic pressure 48 mmHg, PA diastolic pressure 20 mmHg, PA

mean pressure 34 mmHg, respon terhadap vasodilatasi PA mean pressure turun 12 mmHg.

Penyebab sesak nafas pada kasus ini adalah

a. Kor Pulmonal Kronik

b. Gangguan fungsi diastolik ventrikel kiri

c. Defek septum atrial

d. Pulmonal hipertensi primer

e. Mitral Stenosis

Jawaban : D

Referensi Diah M, Ghanie A. Hipertensi Pulmonal.

In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibatra M, Setiyohadi B, Syam AF,

editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.

VI. Jakarta: Interna Publishing; 2014. p.

1241–50. Diah M, Ghanie A. Hipertensi

Pulmonal. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo


AW, Simadibatra M, Setiyohadi B, Syam

AF, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam. VI. Jakarta: Interna Publishing;

2014. p. 1241–50.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 297

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 298

Nama Peserta Stepanus Agung Laksono

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNDIP Semarang

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hipertensi Pulmonal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang wanita 30 tahun datang ke poli penyakit dalam dengan keluhan sering sesak, dada

kadang terasa nyeri, sesak memberat saat beraktivitas. Pada spirometri didapatkan kesan

restriksi ringan, dengan echokardiografi kesan dilatasi pada ventrikel kanan,atrium kiri dan

ventrikel kiri kesan normal. TAPSE 20 mm, LVEF 70% dan RVSP 55 mmHg. Kemudian

pasien dilakukan pemeriksaan katerisasi jantung didapatkan Pulmonary artery (PA) systolic
pressure 50 mmHg, PA diastolic pressure 30 mmHg, respon terhadap vasodilatasi MPAP

turun 12 mmHg.

Terapi yang tepat pada kasus ini adalah

a. Inhalasi iloprost 200 mcg/4 jam

b. Sildenafil 50 mg/ hari

c. Atrial septostomi

d. Diltiazem 540 mg/hati

e. Kombinasi antara riociquat dan sildenafil

Jawaban: D

Referensi Diah M, Ghanie A. Hipertensi Pulmonal.

In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibatra M, Setiyohadi B, Syam AF,

editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.

VI. Jakarta: Interna Publishing; 2014. p.

1241–50. Diah M, Ghanie A. Hipertensi

Pulmonal. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo

AW, Simadibatra M, Setiyohadi B, Syam

AF, editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam. VI. Jakarta: Interna Publishing;

2014. p. 1241–50.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 299

Nama Peserta Stepanus Agung Laksono

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNDIP Semarang


Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hipertensi Pulmonal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Indikasi tes vasodilatasi pada pasien dengan hipertensi pulmonal adalah

a. Fungsi ventilasi dan perfusi normal

b. Hipertensi pulmonal heritable dan idiopatik

c. Hipertensi pulmonal dengan penurunan LVEF

d. Hipertensi pulmonal dengan gambaran spirometri obstruksi

e. Chronic thromboemboli pulmonary hypertension

Jawaban: B

Referensi Society I, Ishlt LT, France MH, Poland

AT, France JV, Albert J, et al. Guidelines

for the diagnosis and treatment of

pulmonary hypertension The Task Force

for the Diagnosis and Treatment of

Pulmonary Hypertension of the

European Society of Cardiology ( ESC )

and the European Respiratory Society (

ERS ), endorsed by the. 2009;2493–537.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 300
Nama peserta Haris Dwi Setiawan

Periode ujian 38

Asal FK Universitas Diponegoro

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Terapi Oksigen

Jenis soal Terapi

Tingkat kompetensi 4A

Seorang laki-laki 75 th datang ke IGD karena keluhan sesak nafas progresif sejak 4 tahun

terakhir. Pasien ada riwayat merokok sejak 50 tahun yang lalu dan berhenti sejak 1 tahun ini.

Pasien sudah sering menggunakan obat inhalasi dan obat salbutamol untuk mengurangi sesak

nafasnya. Pada pemeriksaan fisik didapati tampak sesak nafas, purse lift breathing, thorak

emfisematous, retraksi interkostal, sternal lift (+), tampak clubbing finger. Tekanan darah

120/80 mmHg, HR: 110x/mnt, RR: 30x/menit dengan saturasi oksigen 90%. Pada

pemeriksaan paru ditemukan ekspirasi memanjang. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb

13,2 g/dl, hematokrit 51%, lekosit 6000, trombosit 320.000. Analisis gas darah pH 7,25 PaO2

60, PCO2 55 HCO3 26. Pada EKG ditemukan RAD, P pulmonal pada lead II, III, aVF.

Pemberian terapi oksigen yang tepat adalah:

a. Pemberian oksigen 1-2 lpm dengan nasal kanul

b. Pemberian oksigen 3-4lpm dengan nasal kanul

c. Pemberian oksigen 4 lpm dengan masker non rebreathing

d. Pemberian oksigen 6-8 lpm dengan masker rebreathing

e. Pemberian oksigen 6-8lpm dengan masker venturi

Referensi

Buku Ajar

IlmuPenyakitDalamEdisi VI.

2014. Penerbit PAPDI.


Sub Bab TerapiOksigen 4061-

4065

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 301

Nama peserta Haris Dwi Setiawan

Periode ujian 38

Asal FK Universitas Diponegoro

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Terapi Oksigen

Jenis soal Terapi

Tingkat kompetensi 4A

Seorang laki-laki 75 th datang ke IGD karena keluhan sesak nafas progresif sejak 4 tahun

terakhir. Pasien ada riwayat merokok sejak 50 tahun yang lalu dan berhenti sejak 1 tahun ini.

Pasien sudah sering menggunakan obat inhalasi dan obat salbutamol untuk mengurangi sesak

nafasnya. Pada pemeriksaan fisik didapati tampak sesak nafas, purse lift breathing, thorak

emfisematous, retraksi interkostal, sternal lift,dan tampak clubbing finger. Tekanan darah

120/80 mmHg, HR: 110x/mnt, RR: 30x/menit dengan saturasi oksigen 90%. Pada

pemeriksaan paru ditemukan ekspirasi memanjang. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb

13,2 g/dl, hematokrit 51%, lekosit 6000, trombosit 320.000. Analisis gas darah pH 7,25 PaO2

60, PCO2 55 HCO3 26. Pada EKG ditemukan RAD, P pulmonal pada lead II, III, aVF.

Manakah pernyataan yang benar mengenai pemberian oksigen jangka panjang pada pasien

diatas adalah:

a. Indikasi pemberian oksigen kontinyu apabila PaO2 selama latihan turun <= 55mmHg

b. Indikasi pemberian oksigen kontinyu apabila PaO2 saat tidur turun <= 55mmHg dengan

komplikasi hipertensi pulmoner, somnolen dan aritmia


c. Indikasi pemberian oksigen kontinyu apabila saat istirahat PaO2 turun 56-59 mmHg

d. Indikasi pemberian oksigen kontinyu apabila selama latihan saturasi turun <= 88%

e. Indikasi pemberian oksigen kontinyu bila kondisi hematokrit > 50%

Referensi

Buku Ajar

IlmuPenyakitDalamEdisi VI.

2014. Penerbit PAPDI.

Sub Bab TerapiOksigen 4061-

4065

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 302

Nama peserta Haris Dwi Setiawan

Periode ujian 38

Asal FK Universitas Diponegoro

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Terapi Oksigen

Jenis soal Terapi

Tingkat kompetensi 4A

Manakah pertanyaan di bawah ini yang bukan indikasi terapi oksigen akut jangka pendek

yang direkomendasikan oleh The American College of Chest Physician and the National

Heart, Lung and Blood Institute adalah:

a. Hipotensi (tekanan sistolik< 100mmHg)

b. Angina pectoris

c. Curah jantung yang rendah dan asidosis metabolik (bikarbonat < 18mml/L)
d. Hipoksemia akut

e. Distress respirasi

Referensi

Buku Ajar

IlmuPenyakitDalamEdisi VI.

2015. Penerbit PAPDI.

Sub Bab TerapiOksigen 4063-

4067

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 303

Nama Peserta Franzeska Anna Dewi M.W.

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Obstructive Sleep Apnea

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki 42 tahun datang ke Poli Penyakit Dalam untuk kontrol rutin. Pasien

memiliki riwayat DM 10 tahun ini, terkontrol. Akhir-akhir ini pasien mengeluh sering

mengantuk dan sulit berkonsentrasi saat bekerja. Istrinya mengatakan bahwa pasien sering

mengorok dan kadang mengeluarkan suara seperti tercekik saat tidur. Pemeriksaan fisik
didapatkan BB 90 kg, TB 170 cm, TD 130/80. Pemeriksaan laboratorium Hb 13 gr/dL,

lekosit 5.000/mm, trombosit 325000, ureum 40 mg/dL, kreatinin 0,8 mg/dL. GD I 93, GD II

120, HbA1c 6,5.

Pemeriksaan penunjang yang menjadi gold standard untuk menegakkan diagnosis dari

keluhan pasien diatas adalah:

A. Elektrokardiografi

B. Elektroensefalografi

C. Spirometri

D. Polisomnografi

E. X-foto thorax

Jawaban: D

Referensi

Sumardi, Hisjam B, Riyanto BS, Budiono

E. Sleep Apnea (Gangguan Bernapas saat

Tidur. 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. hal.1700-1704

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 304

Nama Peserta Franzeska Anna Dewi M.W.

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Obstructive Sleep Apnea


Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Skala yang dapat digunakan untuk mengetahui kuantitas dan derajat gangguan tidur pada

pasien sleep apnea adalah:

A. Skala Epworth

B. Skala Morse

C. Skala Borg

D. Skala FAST

E. Skala Ranson

Jawaban: A

Referensi

Sumardi, Hisjam B, Riyanto BS, Budiono

E. Sleep Apnea (Gangguan Bernapas saat

Tidur. 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. hal.1700-1704

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 305

Nama Peserta Franzeska Anna Dewi M.W.

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Obstructive Sleep Apnea


Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tata laksana

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Pilihan terapi alternatif pada pasien dengan obstructive sleep apnea derajat ringan sampai

sedang yang tidak dapat menggunakan CPAP adalah:

A. Trakeostomi

B. Penggunaan alat penopang mulut

C. Reseksi parsial lidah

D. Uvulopalatofaringoplasti

E. Penggunaan oksigen dirumah

Jawaban: B

Referensi

Sumardi, Hisjam B, Riyanto BS, Budiono

E. Sleep Apnea (Gangguan Bernapas saat

Tidur. 2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. hal.1700-1704

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 306

NamaPeserta Dian Mutiara

PeriodeUjian 38

Asal FK UNDIP

KategoriSoal Pulmonologi

LingkupBahasanDalamStandar

Kompetensi

Emboli Paru
JenisSoal/JenisPertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi

Soal

Seorang laki-laki 42 tahun dikonsulkan ke penyakit dalam, karena sesak nafas. Dua hari yang

lalu pasien menjalani operasi patah tulang femur. Dari pemeriksaandidapatkan tanda vital

Tensi 140/80 mmHg, HR 106x/mnt, RR 30x/mnt. Pemeriksaan Foto Thoraks tidak

didapatkan pembesaran jantung, terdapat pembesaran arteri pulmo dan opasitas perifer

berbentuk baji diparu lobus kanan paru bawah. Pemeriksaan EKG gelombang S di lead I,

gelombang Q dan T di lead III. Komplikasi yang dapat terjadi pada pasien tersebut

A. TB paru

B. Abses paru

C. PPOK

D. Bronkiektasis

E. Pneumothoraks

Jawaban: B

Referensi

RahmatullahP, TromboemboliParu 2014.

Buku Ajar IlmuPenyakit

DalamEdisi VI. hal.1692-1701

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 307

NamaPeserta Dian Mutiara

PeriodeUjian 38

Asal FK UNDIP

KategoriSoal Pulmonologi
LingkupBahasanDalamStandar

Kompetensi

Emboli Paru

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Soal

Seorang laki-laki42 tahun dikonsulkan ke penyakit dalam, karena sesak nafas. Dua hari yang

lalu pasien menjalani operasi patah tulang femur. Dari pemeriksaandidapatkan tanda vital

Tensi 140/80 mmHg, HR 106x/mnt, RR 30x/mnt.Pemeriksaan EKG gelombang S di lead I,

gelombang Q dan T di lead III.Pemeriksaan Foto Thoraks terdapat pembesaran arteri pulmo

kanan descendent. Gambaran radiologi yang terdapat pada pasien tersebut dikenal sebagai

tanda

A. Tanda Blake

B. Tanda Fleischner

C. Tanda Hampton

D. Tanda Palla

E. Tanda Polo Mint

Jawaban: D

Referensi

RahmatullahP, TromboemboliParu 2014.

Buku Ajar IlmuPenyakit

DalamEdisi VI. hal.1692-1701

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 308

NamaPeserta Dian Mutiara


PeriodeUjian 38

Asal FK UNDIP

KategoriSoal Pulmonologi

LingkupBahasanDalamStandar

Kompetensi

Emboli paru

JenisSoal/JenisPertanyaan Tata laksana

Tingkat Kompetensi

Soal

Seorang laki-laki42 tahun dikonsulkan ke penyakit dalam, karena sesak nafas. Dua hari yang

lalu pasien menjalani operasi patah tulang femur. Dari pemeriksaan didapatkan tanda vital

Tensi 80/60 mmHg, HR 106x/mnt lemah, RR 30x/mnt. Pasien sudah mendapat cairan yang

cukup dan telah terpasang vasontriktor dengan optimal. Pemeriksaan EKG gelombang S di

lead I, gelombang Q dan T di lead III.Saat diberikan bolus heparin 3000Unit pasien

mengalami gatal berbentol,sehingga pemberian antikoagulan dihentikan. Tindakan untuk

keluhan utama sesak nafas selanjutnya yang dilakukan adalah

A. Echocardiografi

B. USG doppler

C. Biopsi jarum halus

D. Arteriografi pulmonal

E. Pemeriksaan D dimer

Jawaban: D

Referensi

RahmatullahP, Tromboemboli Paru 2014.

Buku Ajar IlmuPenyakit

DalamEdisi VI. hal.1692-1701

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 309

NamaPeserta dr. AninditaRosendaEka H.

PeriodeUjian 38

Asal FK UNDIP

KategoriSoal Pulmonologi

LingkupBahasanDalamStandar

Kompetensi

Spirometri

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Seorang laki-laki 60 tahun,

datangkepoliklinikdengankeluhansesaknafas.Sesaknafassudahdirasakansetahunbelakanganini.

Sesaknafasmunculterutamasaatberaktivitas. Sesaknafastidakdipengaruhicuaca, debu,

dantidakdipengaruhitarikannafas. Sesaknafasberkurangdenganistirahat.Batuk(+) dahak (+),

demam(-), penurunanberatbadan (-), keringatmalamhari (-).Riwayatpengobatan TBC tidak

diketahui.Riwayatasmadisangkal. Pasienmerokok (+) 2 bungkus perhari sejakusia 18 tahun.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadarankomposmentis, tekanan darah 130/90 mmHg,

suhu 37,8ºC, pernapasan 28 kali/menit, nadi 92 kali/menit.Pada pemeriksaan fisik didapatkan

Thorakemfisematous, perkusiparuhipersonor danEksperium diperpanjang. Tinggi badan 172

cm, berat badan 62 kg, Hb 16,5 g/dL ; leukosit 11.000/mm3, eosinofil absolut 100

sel/μl.Hasilspirometri :

normal Observed % Prediksi Post bronkodilator

FVC (L) 3,52 3.32 95

FEV1 (L) 3,17 2,06 65 2,21

FEV1/FVC (%) 0,8 54,4 68


Diagnosis padapasientersebut di atas adalah :

A. PPOK (Penyakit paru obstruksi kronik )

B. Emfisema pulmonum

C. Bronkitis kronis

D. Asma bronchial

E. SOPT ( sindroma obstruksi pasca TB )

Jawaban : A

Referensi

Sabatine MS. Pocket Medicine Sixth

Edition. Pulmonary Function Tests. Page

2-1.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 310

NamaPeserta dr. AninditaRosendaEka H.

PeriodeUjian 38

Asal FK UNDIP

KategoriSoal Pulmonologi

LingkupBahasanDalamStandar

Kompetensi

Spirometri

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Seorang perempuan usia 24 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan batuk yang sudah

dirasakan 1 bulan. Batuk dikeluhkan saat malam hari. Batuk tidak berdahak. Tidak ada sesak

nafas, demam, penurunan berat badan, keringat malam hari. Riwayat asma sebelumnya
disangkal, riwayat alergi makanan disangkal. Riwayat asma pada keluarga disangkal.

Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, frekuensi nafas 20x/menit, tekanan

darah 120/70, suhu 37oC, nadi 92x/menit. SaO2 98%. Pemeriksaan fisik tidak didapatkan

barrel chest dan suara tambahan paru. Didapatkan hasil pemeriksaan spirometri sebagai

berikut :

normal Observed % Prediksi Post bronkodilator

FVC (L) 3,52 3.32 95

FEV1 (L) 3,17 2,06 65 2,36

FEV1/FVC (%) 0,8 54,4 68

Pemeriksaan penunjang yang diperlukan pada pasien ini adalah

A. X foto thorax

B. sputum BTA

C. tes metakolin

D. skin prick test

E. tes tuberkulin

Jawaban : C

Referensi

Sabatine MS. Pocket Medicine Sixth

Edition. Pulmonary Function Tests. Page

2-1.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 311

NamaPeserta dr. AninditaRosendaEka H.

PeriodeUjian 38

Asal FK UNDIP
KategoriSoal Pulmonologi

LingkupBahasanDalamStandar

Kompetensi

Spirometri

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Seorang laki-laki usia 34 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak nafas setelah terkena

debu saat pasien membersihkan karpet di kamar. Keluhan disertai hidung gatal, bersin-bersin,

batuk berdahak warna jernih encer, mengi. Pasien memiliki riwayat asma dan riwayat alergi

sebelumnya. Pasien juga merokok 2 bungkus perhari sejak 14 tahun lalu. Riwayat asma pada

keluarga tidak diketahui. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, frekuensi

nafas 28x/menit, tekanan darah 120/70, suhu 37oC, nadi 92x/menit. SaO2 93%. Pemeriksaan

fisik ditemukan barrel chest, wheezing seluruh lapangan paru. Pasien sudah dinebulisasi

salmeterol, budesonide, tiotropium. Pasien juga mendapat montelukast per oral, namun

keluhan sesak masih dirasakan. Hasil laboratorium Hb 15gr/dL, leukosit 12000/mm3. hitung

jenis didapatkan eosinofil 10%, neutrofil 60%. Tinggi badan 170cm, berat badan 70kg.

Pasien membawa hasil pemeriksaan spirometri sebagai berikut :

normal Observed % Prediksi Post bronkodilator

FVC (L) 3,52 3.32 95

FEV1 (L) 3,17 2,06 65 2,36

FEV1/FVC (%) 0,8 54,4 68

Tatalaksana medikamentosa selanjutnya yang dapat dipertimbangkan pada pasien tersebut

adalah :

A. azithromycin

B. aminofilin

C. roflumilast

D. erythromycin
E. omalizumab

Jawaban : E

Referensi

Sabatine MS. Pocket Medicine Sixth

Edition. Pulmonary Function Tests. Page

2-1.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 312

Nama Peserta Juhendro

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Fibrosis Kistik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 29 tahun datang ke Poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan batuk

berdahak sejak 10 tahun terakhir dan dirasakan semakin lama semakin memberat. Pasien juga

mengeluhkan sesak nafas dan batuk terkadang bercampur darah. Nafsu makan menurun, berat

badan menurun dan terkadang merasakan demam. Pasien sudah menikah selama 6 tahun dan

belum memiliki anak. Riwayat ibu pasien meninggal dunia pada usia muda akibat penyakit

paru. Pada pemeriksaan fisik didapatkan barrel chest, suara dasar paru bronkial dan ronki

pada bagian apeks paru. Pada foto thoraks tampak gambaran kistik pada lobus atas paru.
Pemeriksaan definitif diagnostik yang diperlukan pada pasien ini, adalah:

A. Uji Faal Paru

B. Gene Xpert

C. Genotyping

D. Uji Klorida Keringat

E. Bronchoalveolar Lavage (BAL)

Jawaban: D

Referensi

Alwinsyah A, E.N. Keliat, Azhar Tanjung.

Fibrosis Kistik. 2015. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. Hal.1679-1683

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 313

Nama Peserta Juhendro

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Fibrosis Kistik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Berikut pernyataan yang benar tentang Fibrosis Kistik, adalah

A. Merupakan kelainan genetik yang bersifat resesif heterogen dengan gambaran


patobiologik yang mencerminkan mutasi pada gen CFTR

B. Merupakan kelainan genetik yang bersifat dominan dengan gambaran patobiologik yang

mencerminkan mutasi pada gen CFTR

C. Rata-rata pasien dapat hidup lebih dari 52 tahun untuk perempuan dan 49 tahun untuk

laki-laki

D. Masalah paru lain yang dapat dijumpai Allergic Bronchopulmonary Aspergilus (ABPA),

Abses Paru dan Tuberkulosis

E. Merupakan penyakit autosomal dominan akibat mutasi gen yang terletak pada kromosom

Jawaban: A

Referensi

Alwinsyah A, E.N. Keliat, Azhar Tanjung.

Fibrosis Kistik. 2015. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. Hal.1679-1683

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 314

Nama Peserta Juhendro

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Fibrosis Kistik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A
Soal

Seorang wanita berusia 32 tahun datang ke Rumah Sakit dengan keluhan batuk berdahak

yang dirasakan semakin memberat sejak 10 hari terakhir. Pasien sebelumnya sering

mengalami keluhan yang sama sejak berusia 14 tahun tetapi tidak melakukan pengobatan

rutin ke dokter. Saat ini batuk semakin memberat, sputum yang purulen kadang-kadang

bercampur darah disertai sesak nafas dan gangguan pencernaan. Pada pemeriksaan fisik

didapatkan keadaan umum pasien tampak kurus, barrel chest, penggunaan otot-otot bantu

pernafasan, ronki paru dan clubbing finger. Foto thoraks tampak gambaran infiltrat pada

lobus apeks, foto sinus tampak gambaran parasinusitis dan uji klorida keringat 80 mmol/L.

Kriteria diagnosis yang baku untuk menegakkan diagnosis pada pasien ini adalah:

A. Uji klorida keringat, dan gambaran klinis yang khas tipe gastrointestinal serta

azoospermia obstruktif

B. Uji klorida keringat, gambaran klinis yang khas tipe paru, serta membutuhkan penunjang

uji faal paru

C. Uji klorida keringat, dan gambaran klinis yang khas tipe paru atau tipe gastrointestinal

D. Uji klorida keringat, gambaran yang khas tipe gastrointestinal, serta membutuhkan

penunjang Genotyping

E. Uji klorida keringat, gambaran klinis yang khas tipe gastrointestinal atau tipe paru, serta

membutuhkan penunjang analisa semen dan BAL

Jawaban: C

Referensi

Alwinsyah A, E.N. Keliat, Azhar Tanjung.

Fibrosis Kistik. 2015. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. Hal.1679-1683

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 315

Nama Peserta Mujahida

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Vaskular Paru

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

1. Laki laki 56 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas. Pasien mengeluh juga

ada nyeri dada. Riwayat pasien pernah di rawat di RS daerah sebelumnya dengan

bengkak kaki kanan. Pasien terbaring di tempat tidur kurang lebih 2 bulan ini. Pada

pemeriksaan tanda vital didapatkan Tekanan darah 80/70 mmhg, nadi 110 kali/menit,

RR 32 kali/menit. Pemeriksaan fisik didapatkan JVP meningkat, hepatojugular refleks

(+)Pasien membawa hasil laborat Hb 11,2 gr/dl, Leukosit 4500/Ul, D dimer 2920

mg/dl. USG Doppler tampak adanya DVT. Diagnosis yang paling mungkin yang bisa

menyebabkan kematian pada pasien ini adalah :

A. Deep Vein Thrombosis

B. Emboli Paru

C. Gagal jantung kanan

D. Infark paru

E. Pneumonia

Jawaban: B

Referensi

Pasiyan R
Tromboemboli Paru.2014. Buku Ajar

Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. hal.1690 - 1699

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 316

Nama Peserta Mujahida

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Vaskular Paru

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

2. Seorang wanita 37 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas terutama jika

aktifitas, cepat lelah dan nyeri dada. Pasien juga mengeluhkan kadang pingsan. Pada

pemeriksaan fisik di dapatkan adanya Fenomena Raynaud’s. Pasien membawa foto

thorak dengan hasil adanya pemebesaran hilus dan pembesaran ventrikel kanan. Pada

elektrokardiografi didapatkan adanya deviasi aksis ke kanan, hipertrofi ventrikel

kanan dan strain ventrikel kanan.

Penatalaksanaan medikamentosa yang paling tepat di berikan pada pasien ini adalah :

A. Nifedipine 120-240 mg/hari

B. Nifedipine 240-360 mg/hari

C. Diltiazem 120-540 mg/hari


D. Diltiazem 180-360 mg/hari

E. Atrial septostomy

Jawaban: A

Referensi

Muhammad D, Ali G. Hipertensi

Pulmonar Primer .2014. Buku Ajar Ilmu

Penyakit

Dalam Edisi VI. hal.1241 - 1250

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 317

Nama Peserta Mujahida

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Vaskular Paru

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

3. Laki laki 60 tahun datang ke UGD dengan keluhan sesak napas dan nyeri dada.

Riwayat pasien pernah di rawat di RS daerah sebelumnya dengan bengkak kaki

kanan. Pasien terbaring di tempat tidur kurang lebih 2 bulan ini. Pada pemeriksaan

tanda vital didapatkan Tekanan darah 75/65 mmhg, nadi 125 kali/menit, RR 40

kali/menit. Pemeriksaan fisik didapatkan JVP R+4 cm, hepatojugular refleks (+),
kedua kaki tidak bengkak. USG Doppler tampak adanya deep vein thrombosis di vena

femoralis dekstra. Tatalaksana awal yang bisa diberikan untuk mengatasi

kegawatannya adalah:

A. Pemberian antikoagulan dengan heparin

B. Tindakan pembedahan embolektomi paru

C. Pemberian antikoagulan warfarin

D. Pemberian cairan infus untuk mempertahankan kestabilan keluaran ventrikel

kanan dan aliran darah pulmonal

E. Pemberian streptokinase 250.000 unit

Jawaban: D

Referensi

Pasiyan R

Tromboemboli Paru.2014. Buku Ajar

Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. hal.1690 - 1699

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 318

Nama Peserta Maria Erika Pranasakti

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNDIP Semarang

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Paru pada HIV

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pengkajian


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 32 tahun hamil 16 minggu dengan Ko infeksi TB-HIV dalam pengobatan

OAT. Pada akhir pengobatan bulan ke-2, masih didapatkan keluhan sesak nafas dan batuk

berdahak dan pemeriksaan GeneXpert saat itu didapatkan hasil M.Tuberkulosis Resisten

Rifampisin. Berdasarkan Panduan Tatalaksana TB MDR WHO 2016 pilihan regimen terapi

untuk pasien tersebut adalah

A. Klaritromisin dan makrolida lainnya direkomendasikan untuk pengobatan TBMDR

pasien ini

B. Shorter regimen MDR-TB yang terdiri dari fase intensif 4-6 bulan dan 5 bulan

fase lanjutan

C. Regimen konvensional TB MDR yang terdiri dari 8 bulan fase intensif dan 12

bulan fase lanjutan

D. Ofloxacin merupakan salah satu fluoroquinolone yang bisa dipilih

E. Bedaquilline dan Delamanid tidak bisa digunakan karena memiliki efek samping

pemanjangan interval QT

Referensi

Kunci jawaban : C

WHO treatment guidelines for drugresistant

tuberculosis, 2016 update.

http://www.who.int/tb/areas-of-work/drugresistant-

tb/treatment/resources/en/

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 319

Nama Peserta Maria Erika Pranasakti


Periode Ujian 38

Asal FK FK UNDIP Semarang

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Paru pada HIV

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pengkajian

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 29 tahun, dengan keluhan batuk dan demam lebih dari 1 bulan, disertai

penurunan berat badan lebih dari 10% dalam 2 bulan terakhir. Saat dilakukan pemeriksaan

labortorium didapatkan hasil tes HIV positif dengan pemeriksaan ELISA 3 tahap.

Pemeriksaan CD4 menunjukkan angka 250 sel/liter. Dari pemeriksaan darah rutin didapatkan

hasil Hb 9,2, lekosit 8.500, dan angka trombosit 250 ribu,pemeriksaan LED di atas normal

dan pemeriksaan sputum didapatkan dua kali hasil BTA positif dari tiga pemeriksaan yang

dilakukan. Pernyataan berikut ini sesuai dengan kasus di atas:

A. OAT yang diberikan adalah RHZE setiap hari selama 2 bulan dilanjutkan 4 bulan RH

setiap 2 hari sekali

B. Efavirenz (EFV) merupakan golongan NRTI yang baik digunakan untuk paduan ARV

pada ODHA dalam terapi OAT

C. Apabila terdapat infeksi sekunder, antibiotika golongan fluroquinolone merupakan

pilihan

D. Pengobatan ARV dimulai dalam waktu 2 – 8 minggu setelah kondisi baik dan tidak

timbul efek samping dari OAT

E. Pemberian INH dan Ethambutol selama 6 bulan untuk fase lanjutan direkomendasikan

untuk ODHA dengan TB

Referensi
Kunci jawaban D

Peraturan Menteri Kesehatan Republik

Indonesia Nomor 87 tahun 2014 Tentang

Pedoman Pengobatan Antiretroviral

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 320

Nama Peserta Maria Erika Pranasakti

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNDIP Semarang

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Paru pada HIV

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 36 tahun,sejak 3 tahun lalu diketahui terinfeksi HIV dan

mendapatkan terapi antiretroviral. Berat badan menurun 10 kg selama 2 bulan terakhir dan

terdapat penurunan progresif jumlah limfosit CD4 sampai nilai 94/mm2. Dua minggu

sebelum berobat ke IGD, pasien mengeluh sesak nafas, terdapat batuk namun tidak produktif.

Pada pemeriksaan fisik pasien tampak sesak, suhu 37.9 C, frekuensi nadi 112x/menit, RR

30x/menit, tekanan darah 130/80 mmHg. Pada auskultasi paru didapatkan suara nafas

bronkovesikuler. Pemeriksaan fisik abdomen tidak didapatkan organomegali. Dari

pemeriksaan darah rutin didapatkan hasil Hb 9,2, lekosit 11.500, trombosit 250.000 dan LED

68mm/jam. Pada foto rontgen thorax didapatkan gambaran infiltrate interstitial difus luas.
Berdasarkan data diatas, kemungkinan organisme penyebab infeksi oportunistik pada pasien:

A. Cytomegalovirus

B. Cryptosporidia sp

C. Pneumocystis jiroveci

D. Cryptococcus Neoformans

E. Mycobacterium Avium Complex

Referensi

Kunci jawaban C

Panduan Praktik Klinis PAPDI.Infeksi

Oprtunistik pada AIDS, hal 934-944

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 321

Nama Peserta Dr. Firmansyah D. Anggara

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNDIP Semarang

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tumor Mediastinum

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Di bawah ini manakah yang termasuk tumor dan kista mediastinum medial:

A. Timoma, limfoma, teratoma

B. Timoma, limfoma, kista bronkogenik


C. Kista perikardial, kista brokogenik, kista enterik

D. Kista perikardial, kista bronkogenik, teratoma

E. Scwanoma, neurofibroma, limfoma

Jawaban : C

Referensi

Kunci jawaban C

Zulkifli amin, buku ajar ilmu penyakit

dalam edisi VI hal 1627-1631, penyakit

mediastinum

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 322

Nama Peserta Dr. Firmansyah D. Anggara

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNDIP Semarang

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tumor Mediastinum

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki laki 70 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas yang semakin

memberat, batuk disertai bercak darah, penurunan berat badan, suara serak, berkeringat di

malam hari dan 2 minggu pasien merasakan bengkak di daerah muka dan leher, kadang nyeri

kepala dan sulit menelan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bengkak pada sisi wajah kanan
dan venektasi pada leher dan dada, pasien rencana dilakukan tindakan biopsi dengan

mediastinoskopi, apakah tatalaksana awal pada pasien ini?

A. Aminofilin bolus

B. Kortikosteroid inhalasi

C. Radioterapi

D. short acting Bronkodilator

E. Kortikosteroid IV

Jawaban : C

Referensi

Kunci jawaban C

Zulkifli amin, buku ajar ilmu penyakit

dalam edisi VI hal 1627-1631, penyakit

mediastinum

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 323

Nama Peserta Dr. Firmansyah D. Anggara

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNDIP Semarang

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tumor Mediastinum

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal
Di bawah ini manakah yang salah tentang tumor mediastinum:

A. Pembagian mediastinum ke dalam rongga anterior, superior, medial dan posterior

bertujuan memudahkan dalam menegakan diagnosis

B. Lebih dari 60% lesi pada dewasa ditemukan di rongga anterior-superior mediastinum,

sedangkan pada anak-anak 60% ditemukan di posterior mediastinum

C. Pada 75% dewasa dan 50% anak-anak massa yang terjadi adalah ganas

D. Massa ganas yang paling umum terjadi di rongga anterior-superior adalah timoma,

penyakit hodgkin, dan tumor germ cell

E. Neurinoma adalah tumor yang paling sering terjadi di rongga posterior dan mudah

dikenali dari bentuknya yang klasik seperti dumble

Jawaban : C

Referensi

Kunci jawaban C

Zulkifli amin, buku ajar ilmu penyakit

dalam edisi VI hal 1627-1631, penyakit

mediastinum

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 324

Nama Peserta Gita N. A

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tromboemboli Paru
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Seorang wanita usia 27 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas, tiba-tiba, 1 hari ini,

sesak disertai nyeri dada di tengah, tidak dijalarkan, keringat dingin, lemas, batuk darah. 1

bulan ini pasien mengeluh bengkak di kaki kanan, tidak ada riwayat penyakit paru maupun

jantung sebelumnya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan : TD : 90/50 mmHg, nadi 120

x/menit lemah, RR 30 x/menit, suhu afebris,. Pemeriksaan EKG didapatkan sinus takhikardi,

S yang dalam di Lead I. Hasil pemeriksaan penunjang yang diharapkan pada kasus ini adalah

a. Gambaran hiperlusen pada foto thoraks (Westermark sign)

b. Sumbatan 80% di RCA pada angiografi koroner

c. Massa mediastinum dengan hiperlusen di dalamnya pada foto thoraks

d. Massa intraluminer pada bronkoskopi

e. Asidosis respiratorik pada AGD darah

Jawaban: A

Referensi

Rahmatullah P. Tromboemboli Paru.

2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. hal.1690-1699

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 325

Nama Peserta Gita N. A

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP
Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tromboemboli paru

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Manajemen

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Seorang pria usia 67 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas, tiba-tiba, 1 hari ini,

sesak disertai nyeri dada di tengah, tidak dijalarkan, keringat dingin, lemas, batuk darah. 5

bulan yang lalu pasien didiagnosis stroke iskemik dan hanya dapat berbaring setelahnya. 1

bulan ini pasien mengeluh bengkak di kaki kanan, RPD diabetes mellitus . Dari

pemeriksaan fisik didapatkan : TD : 90/50 mmHg, nadi 120 x/menit lemah, RR 28 x/menit,

suhu afebris,. Pemeriksaan EKG ddapatkan sinus takhikardi dengan Mcginn White Pattern.

Terapi yang tepat pada pasien ini adalah :

a. Streptokinase loading dose 250.000 IU dilanjutkan 100.000/jam selama 72 jam

b. Enoxaparin 2 mg/kgBB im

c. Bolus heparin 80 IU/kgBB dilanjutkan 18 IU/kgBB/jam iv

d. IVC filter

e. Warfarin 4 mg po

Jawaban: C

Referensi

Emboli Paru. PPK hal 721-728

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 326

Nama Peserta Gita N. A


Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tromboemboli paru

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Seorang wanita 32 tahun, hamil 36 minggu datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas 1

hari. Tidak ada keluhan selama kehamilan dan riwayat penyakit sebelumnya. Pasien hanya

minum multivitamin dari dokter. Pada pemeriksaan fisik tampak sesak, TD 128/78, Nadi

126x/menit, RR 28x/menit, saturasi 96%, afebrile. Pemeriksaan paru dan jantung dalam

batas normal. Didapatkan edema pitting minimal pada tungkai. Pemeriksaan EKG sinus

takhikardi. Dilakukan Xfoto thoraks dengan pelindung perut hasil normal. Pada AGD hasil

pH 7.52, PaCO2 26 mmHg, PaO2 85 mmHg. Pemeriksaan dan terapi selanjutnya yang

tepat pada pasien ini :

a. Inisiasi terapi dengan amoksisilin untuk bronchitis akut

b. Pemeriksaan CT angiografi pulmonary

c. Melakukan ekokardiografi

d. Menjelaskan pada pasien bahwa hal tersebut normal dan tidak ada kelainan

pada pemeriksaan

e. Memberikan clonazepam untuk serangan panik

Jawaban: B

Referensi

Harrison’s Principles of Internal

Medicine 18th Ed.


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 327

Pembuat Soal Dr. Heru Prabowo

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam

Standar Kompetensi

Penyakit Paru Pada HIV

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tata Laksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 45 tahun berobat ke poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan batuk

berdahak warna hijau kekuningan sejak 3 bulan yang lalu disertai demam , nafsu makan

menurun, berat badan menurun, dan keringat malam hari. Pasien juga mengeluh sering

sariawan serta diare sejak 6 minggu yang lalu, Pasien telah didiagnosis dengan TB paru

kasus baru BTA positif dan telah minum FDC OAT bulan ke-2, namun pada pemeriksaan

dahak bulan ke-2 masih di temukan kuman BTA. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan TD

100/60 N, 80x/menit , RR 20x/menit,, suhu 37,8, berat badan 45 kg, tinggi badan 160

cm.Terdapat oral trush, pembesaran limfonodi colli multipel,redup dan ronkhi basah kasar

di apek paru kanan . Hasil hasil lab:Hb 10, L 10.200, T 205.000, LED 60 mm/jam hasil Ro

Thorax bercak infiltrat pada daerah segmen apikal lobus kanan atas paru kanan. Pada

pemeriksaan GeneXpert didapatkan hasil Mtb resistan Rifampisin serta anti HIV reaktif

Sebelum memulai pengobatan di samping pemeriksaan baseline staandar maka perlu

ditambahkan pemeriksaan khusus yaitu :

A. Pemeriksaan CD4

B. Pemeriksaan Viral Load


C. Pemeriksaan skrining untuk siphilis

D. Pemeriksaan serologis untuk Hepatitis B dan C

E. Semua di atas benar

Jawab : E

Referensi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Direktorat Jendreral Pengendalian Penyakit dan

Penyehatan Lingkungan. 2014. Pengobatan TB

MDR Pada Keadaan Khusus.Petunjuk Teknis

Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis

Resistan Obat. hal 48-74.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 328

Pembuat Soal Dr. Heru Prabowo

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam

Standar Kompetensi

Penyakit Paru Pada HIV

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tata Laksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 45 tahun berobat ke poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan batuk

berdahak warna hijau kekuningan sejak 3 bulan yang lalu disertai demam , nafsu makan

menurun, berat badan menurun, dan keringat malam hari. Pasien juga mengeluh sering

sariawan serta diare sejak 6 minggu yang lalu, Pasien telah didiagnosis dengan TB paru

kasus baru BTA positif dan telah minum FDC OAT bulan ke-2, namun pada pemeriksaan
dahak bulan ke-2 masih di temukan kuman BTA. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan TD

100/60 N, 80x/menit , RR 20x/menit,, suhu 37,8, berat badan 45 kg, tinggi badan 160

cm.Terdapat oral trush, pembesaran limfonodi colli multipel,redup dan ronkhi basah kasar

di apek paru kanan . Hasil hasil lab:Hb 10, L 10.200, T 205.000, LED 60 mm/jam hasil Ro

Thorax bercak infiltrat pada daerah segmen apikal lobus kanan atas paru kanan.

Pemeriksaan penunjang yang disarankan pada pasien tersebut adalah :

A. Anti HIV dan Feses Rutin

B. GeneXpert dan Anti HIV

C. GeneXpert dan Biakan Mtb

D. GeneXpert, TSHs dan FT3

E. Bukan salah satu di atas

Jawaban : B

Referensi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Direktorat Jendreral Pengendalian Penyakit dan

Penyehatan Lingkungan. 2014. Pengobatan TB

MDR Pada Keadaan Khusus.Petunjuk Teknis

Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis

Resistan Obat. hal 48-74.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 329

Pembuat Soal Dr. Heru Prabowo

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam

Standar Kompetensi

Penyakit Paru Pada HIV


Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tata Laksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 45 tahun berobat ke poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan batuk

berdahak warna hijau kekuningan sejak 3 bulan yang lalu disertai demam , nafsu makan

menurun, berat badan menurun, dan keringat malam hari. Pasien juga mengeluh sering

sariawan serta diare sejak 6 minggu yang lalu, Pasien telah didiagnosis dengan TB paru

kasus baru BTA positif dan telah minum FDC OAT bulan ke-2, namun pada pemeriksaan

dahak bulan ke-2 masih di temukan kuman BTA. Pada Pemeriksaan fisik didapatkan TD

100/60 N, 80x/menit , RR 20x/menit,, suhu 37,8, berat badan 45 kg, tinggi badan 160

cm.Terdapat oral trush, pembesaran limfonodi colli multipel,redup dan ronkhi basah kasar

di apek paru kanan . Hasil hasil lab:Hb 10, L 10.200, T 205.000, LED 60 mm/jam hasil Ro

Thorax bercak infiltrat pada daerah segmen apikal lobus kanan atas paru kanan. Pada

pemeriksaan GeneXpert didapatkan hasil Mtb resistan Rifampisin serta anti HIV reaktif

Pengobatan pasien diatas yaitu :

A. Diberika ART terlebih dahulu selama 2-8 minggu kemudian mulai di berikan OAT

TB MDR

B. Kotromoksasol perlu diberikan sejak awal terapi

C. Pemberian OAT TB MDR terlebih dahulu selama 2-8 minggu,kemudian mulai di

berikan ART

D. B dan C Benar

E. Bukan salah satu diatas

Jawab : D

Referensi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Direktorat Jendreral Pengendalian Penyakit dan

Penyehatan Lingkungan. 2014. Pengobatan TB

MDR Pada Keadaan Khusus.Petunjuk Teknis


Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis

Resistan Obat. hal 48-74.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 330

Nama Peserta Dr. Nur Alaydrus

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Diponegoro

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Pneumonitis dan penyakit paru

Jenis soal lTinergakpuin gan

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki laki 50 tahun datang ke saudara dengan keluhan sesak nafas yang timbul

mendadak setelah pasien bekerja di pengeringan gandum. Keluhan sesak disertai batuk,

demam ngelemeng, lemas, sakit kepala. Pasien mengatakan tidak merokok dan tidak

pernah sakit paru paru. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD : 120/70 mmHg, HR: 110x,

rr: 24x t: 38 C thorak: terdapat ronkhi dikedua paru. Rontgen thorak : konsolidasi difus.

Laboraturium leukositosis dan neutrofilia. Terapi yang tepat untuk mengatasi serangan

akut tersebut adalah :

a. Ceftriakson

b. Azitromisin

c. Levofloksasin

d. flukonazole
e. Kortikosteroid

Jawaban :

Referensi Pasiyan rahmatullah, pneumonitis dan penyakit paru lingkungan.

Buku ajar ilmu

penyakit dalam Jilid 2. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;

2014. P.1705-1722

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 331

Nama Peserta Dr. Nur Alaydrus

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Diponegoro

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Pneumonitis dan penyakit paru

Jenis soal lEintigoklougnig an

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki laki usia 55 tahun datang ke saudara dengan keluhan mendadak sesak

nafas setelah melakukan pengeringan gandum. Sesak disertai batuk, demam, dan

lemas. Setelah diperiksa pasien dinyatakan mengalami pneumonitis hipersensitif.

Apakah organisme penyebab dari pneumonitis hipersensitif

A. Thermophilic actinomycetes

B. Aspergilosis fumigatus
C. Cryptokokus neoforman

D. Histoplasma capsulatum

E. Nocardia

Jawaban :

Referensi Pasiyan rahmatullah, pneumonitis dan penyakit paru lingkungan.

Buku ajar ilmu

penyakit dalam Jilid 2. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;

2014. P.1705-1722

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 332

Nama Peserta Dr. Nur Alaydrus

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Diponegoro

Kategori soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Pneumonitis dan penyakit paru

Jenis soal lEintigoklougnig an

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki laki 50 tahun pekerja batu bara datang dengan sesak nafas, terdapat batuk

dengan riak berwarna kehitaman, nyeri sendi jari jari tangan keluhan mulai dirasakan

semenjak pasien bekerja di pabrik. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD : 120/70

mmHg, hr: 80x rr: 24x t: 37 C. Dari pemeriksaan rontgen paru didapatkan opasitas
reguler pada daerah tepi paru. Berdasarkan kasus diatas apakah dignosis yang mungkin

a. Sindrom churg-strauss

b. Sindrom caplan

c. Sindrom barter

d. Sindroma birt-hogg-dube

e. Sindrom catamenial

Jawaban :

Referensi Pasiyan rahmatullah, pneumonitis dan penyakit paru lingkungan.

Buku ajar ilmu

penyakit dalam Jilid 2. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;

2014. P.1705-1722

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 333

Nama Peserta Putri Dwi Astuti

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Pneumonitis dan Penyakit Paru

Lingkungan

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A
Soal

Laki-laki 53 tahun masuk ke IGD dengan keluhan demam mendadak, menggigil,

berkeringat, lemas, dan sesak nafas dengan nafas pendek-pendek. Pasien tidak ada riwayat

sesak nafas kumat-kumatan sebelumnya. Pasien adalah seorang petani tembakau yang baru

saja mendapat proyek mengerjakan sawah milik orang lain yang sedang panen. Pada

pemeriksaan fisik pasien TD 130/80 HR 110 RR 28 SpO2 92%. Pemeriksaan paru

didapatkan ronki basah pada kedua basal paru, tachipneu, tidak ada wheezing. Ro thorax

didapatkan infiltrate pada kedua lobus. Pada pemeriksaan faal paru pasien ini akan

didapatkan:

A. Normal

B. Penurunan FVC dan FEV1

C. Peningkatan FVC dan FEV1

D. Arus Puncak Ekspirasi meningkat

E. FEV1/FVC meningkat

Jawaban: B

Referensi

Pasiyan Rahmatullah. 2014.

Pneumonitis dan Penyakit Paru

Lingkungan. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid II: Hal 1720

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 334

Nama Peserta Putri Dwi Astuti

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP
Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Pneumonitis dan Penyakit Paru

Lingkungan

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Laki-laki 63 tahun dengan riwayat merokok sejak muda masuk ke RS dengan keluhan

sesak nafas disertai batuk yang telah dirasakan selama 4 bulan ini. Sesak nafas dirasakan

semakin memberat, dengan nafas pendek-pendek dan sesak bila beraktivitas. Pasien

menyangkal demam, nyeri dada, maupun hemoptoe. Dari pemeriksaan fisik ditemukan

adanya ekspirasi memanjang, ronki minimal. Manakah mekanisme timbulnya kelainan paru

pada perokok diatas?

A. Timbulnya inflamasi saluran nafas sentral dan perifer yang menurunkan resistensi

saluran nafas

B. Adanya suseptibilitas terhadap defisiensi alfa-1 antitripsin yang berperan terhadap

neuroendokrin saluran nafas

C. Timbulnya hyporesponsiveness saluran nafas dan menurunkan nilai FEV1

D. Meningkatnya kadar antiprotease sehingga timbul kerusakan dinsing nafas perifer

E. Hambatan pada pembentukan bombasin-like peptide sebagai determinan penyakit

paru akibat rokok

Jawaban: B

Referensi

Pasiyan Rahmatullah. 2014.

Pneumonitis dan Penyakit Paru

Lingkungan. Buku Ajar Ilmu Penyakit


Dalam Edisi VI. Jilid II: Hal 1723

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 335

Nama Peserta Putri Dwi Astuti

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Pneumonitis dan Penyakit Paru

Lingkungan

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Laki-laki 40 tahun, perokok sejak muda dibawa oleh supervisornya di PT Batam Tex

Ungaran ke Poli Penyakit Dalam karena keluhan sesak nafas yang memberat dalam

beberapa bulan ini, terutama dirasakan memberat saat hari kerja sehingga penderita sering

ijin tidak masuk kerja. Pasien juga mengeluh adanya demam dan mudah lelah di hari hari

kerja. Pada spirometry didapatkan penurunan kadar FVC dan FEV1. Histopatologis

didapatkan adanya hyperplasia kelenjar mukosa dan infiltrasi sel PMN dinding bronkus.

Manakah diagnosis penyakit diatas ini?

A. Bagasosis

B. Berylliosis

C. Byssinosis

D. Asbetosis
E. Aspergilosis

Jawaban: C

Referensi

Pasiyan Rahmatullah. 2014.

Pneumonitis dan Penyakit Paru

Lingkungan. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid II: Hal 1719

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 336

Nama Peserta Wirabuana Wiriadisurya

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Thymoma

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

1. Seorang wanita 25 tahun, datang dengan keluhan kelemahan kedua tangan dan kaki 1

minggu terakhir. Kelemahan dirasakan berfluktuasi dari waktu ke waktu. Dirasakan

lebih ringan pada pagi hari, dan semakin memberat pada waktu siang hingga sore hari.

Kelopak mata pasien terasa sulit diangkat, dan merasa kelemahan pada saat menguyah

makanan dalam jangka panjang. Tidak terdapat riwayat konsumsi antibiotik. Pada

pemeriksaan fisik, Mata pasien ptosis, paru, jantung dan Abdomen tidak ada kelainan.
Kekuatan otot ekstremitas atas 3/3; otot ekstremitas bawah 4/4; Refleks patologis (-/-

).pada pemeriksaan elektrolit didapatkan hasil Na 139; K 3,9; Cl 103. Pada CT-scan

didapatkan massa solid di mediastinum anterior dengan batas tegas

Diagnosis yang tepat pada pasien ini :

a. Para neoplastik syndroma

b. Timoma

c. Teratoma

d. Tiroid retro sternal

e. Limfoma maligna

Jawaban: B

Referensi

Amin Z. Penyakit Mediastinum. 2014.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

VI. hal.1625 – 1630.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 337

Nama Peserta Wirabuana Wiriadisurya

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Thymoma

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pengkajian

Tingkat Kompetensi 3A
Soal

2. Seorang wanita 25 tahun, datang ke saudara untuk berkonsultasi dengan membawa

hasil ct scan medical check up. Pasien tidak ada keluhan sebelumnya. Pada ct scan

didapatkan massa solid berbatas tegas dan kalsifikasi pada mediastinum anterior

Kemungkinan tumor pada pasien ini?

a. Neurofibroma

b. Timoma

c. Schwanoma

d. Kista bronkogenik

e. Lobus piramid tiroid

Jawaban: B

Referensi

Amin Z. Penyakit Mediastinum. 2014.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

VI. hal.1625 – 1630.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 338

Nama Peserta Wirabuana Wiriadisurya

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Thymoma

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi


Tingkat Kompetensi 3A

Soal

3. Seorang wanita 25 tahun datang untuk berkonsultasi dengan saudara, pasien telah

menjalani reseksi tumor kel thymus 1 bulan lalu. Dari hasil PA didapatkan : timoma

tanpa invasi kapsul. Tatakelola yang anda anjurkan pada penderita ini:

a. Reseksi tumor ulang

b. Radioterapi

c. Kemoterapi

d. Surveilans CT-scan thorak setiap tahun

e. kemoterapi dilanjutkan dengan radioterapi

Jawaban: D

Referensi

Amin Z. Penyakit Mediastinum. 2014.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

VI. hal.1625 – 1630.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 339

Nama Peserta Dr. Zairullah Mighfaza

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Paru pada HIV, interpretasi x

ray thoraks
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Seorang laki-laki 30 tahun, datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak nafas, sejak 1

minggu lalu, kadang disertai dengan nyeri dada. Pasien adalah penderita HIV yang

terdiagnosis sejak 3 bulan lalu. Pada pemeriksaan sebelumnya didapatkan CD4 48. Saat

dilakukan pemeriksaan X Ray Thoraks didapatkan gambaran opasitas perihiler difus

bilateral. Penyebab kelainan paru yang paling mungkin pada pasien ini adalah,

A. Aspergilosis

B. Penyakit paru intertitial pada HIV

C. Pneumocystis pneumonia

D. TB Paru aktif

E. Abses Paru

Jawaban : C

Referensi

Panduan Praktik Klinis, Perhimpunan

Dokter Spesialis Penyakit Dalam. p:940

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 340

Nama Peserta Dr. Zairullah Mighfaza

Periode Ujian 38

Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Abses paru, interpretasi x ray thoraks


Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Seorang laki-laki 48 tahun, peminum alkohol datang ke Poli Penyakit Dalam dengan

keluhan Batuk sejak 10 hari terakhir, berdahak berwarna kuning kental dan berbau amis, 2

minggu yang lalu pasien mengeluhkan demam yang tinggi, nafsu makan menurun, berat

bedan menurun dan badan terasa lemas. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu 400 C,

pada pemeriksaan paru didapatkan redup pada apeks paru kanan disertai penurunan suara

nafas dan ronki, juga ditemukan adanya jari tabuh. Pada laboratorium ditemukan leukosit

21.000 / mm3 dan didapatkan peningkatan LED. Pada pemeriksaan foto thoraks PA

ditemukan adanya cavitas di segmen posterior lobus bawah, bentul iregular dengan dinding

tebal dikelilingi oleh infiltrat dan ditemukan gambaran air fluid level. Kemungkinan

diagnosis pasien ini adalah,

A. Aspergilosis

B. Empiema

C. Pneumothoraks

D. Ruptur pada Abses Paru

E. Tuberkulosis paru

Jawaban : D

Referensi

Panduan Praktik Klinis, Perhimpunan

Dokter Spesialis Penyakit Dalam. p:940

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 341

Nama Peserta Dr. Zairullah Mighfaza

Periode Ujian 38
Asal FK UNDIP

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Bronkiektasis, Interpretasi Foto

Thorkas

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Seorang laki-laki 40 tahun, perokok berat, datang dengan keluhan batuk berdarah sejak 1

hari sebelum masuk rumah sakit, 1 bulan terakhir pasien mengeluhkan batuk berdahak

berwarna kuning disertai dengan demam yang tidak terlalu tinggi dan bau mulut yang tidak

sedap. Pada pemeriksaan fisik ditemukan suhu tubuh 38,10C, ronki basah pada lobus

bawah paru kanan. Dari pemeriksaan X ray thoraks ditemukan gambaran kista-kista kecil

dengan fluid level pada lobus bawah paru kanan disertai fibrosis. Kemungkinan diagnosis

pada pasien ini adalah,

A. Kista Fibrosis Paru

B. Bronkiektasis

C. Infeksi Jamur

D. Pneumothoraks

E. Bronkitis kronik

Jawaban : B

Referensi

Panduan Praktik Klinis, Perhimpunan

Dokter Spesialis Penyakit Dalam. p:940

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 342

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI ALERGI IMUNOLOGI

Kontributor:

dr. Daniel R. P. Situmorang / USU

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 343

Nama Peserta Steffie S. Solin

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Asma di tempat kerja

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki –laki berusia 33 tahun bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit sejak 1

tahun yang lalu, dan baru saja di mutasi kebagian ruang operasi 1 bulan ini, datang ke

poliklinik spesialis penyakit dalam dengan keluhan sering sesak nafas,batuk dan mengi

dan kedua tangan kemerahan dan gatal. Pasien mengeluhkan keluhan memberat saat dia

sering memakai sarung tangan ( handscoon ). dan saat pasien libur keluhan berkurang tanpa
obat., tanda vital T : 110/70 RR : 20 x/’, Nadi : 88 x/’, pemeriksaan paru dalam batas

normal. berikut ini adalah rekomendasi yang dapat berikan :

A. menyarankan pasien untuk melakukan tes kulit untuk mengetahui alergen

B. menganjurkan keluar dari pekerjaannya

C. memberikan obat kortikosteroid oral

D. menganjurkan pemakaian nebuliser di tempat kerja.

E. menganjurkan evaluasi fungsi paru secara berkala pada pekerja yang sudah

menderita asma akibat kerja setelah memastikan jenis allergen

Jawaban: E

Referensi Teguh H Kariadi, 2014. Asma akibat kerja. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi 6. Jilid I : hal 489-493.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 344

Nama Peserta Steffie S. Solin

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Asma

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 60 tahun datang dengan keluhan sesak, dirasakan terus-menerus sejak 2

hari yang lalu, disertai mengi, batuk berdahak warna putih. Pasien memiliki riwayat asma
sejak usia 10 tahun. Pasien tinggal bersama anaknya yang merokok dirumah sejak 30

tahun yang lalu. Pemeriksaan fisik, didapatkan barrel chest, sela iga melebar, wheezing di

sepertiga tengah kanan dan kiri. Pemeriksaan penunjang rontgen thorak didapatkan kesan

emfisematous lung, diafragma mendatar dan hasil spirometri FEV1 50%, FVC 65%.

Pasien biasa menggunakan obat rutin salbutamol dan fenoterol inhaler. Patofisiologi yang

terjadi pada pasien ini

A. Infeksi saluran nafas kronik

B. Akumulasi makrofag pada daerah yang terkena paparan

C. Degranulasi sel mast menghasilkan histamin, yang menempati reseptor otot saluran

nafas

D. Reaksi antibodi berupa IgM dan IgG terhadap antigen permukaan sel

E. Pengendapan kompleks antigen-antibodi yang terlarut dalam jaringan

Jawaban: C

Referensi Heru S, Sukamto. Asma Bronkial. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid I. 6th

ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.p.478-88

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 345

Nama Peserta Steffie S. Solin

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Asma
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Laki-laki 63 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak 1

hari lalu. Keluhan sesak nafas sudah dialami sejak muda terutama bila terpapar debu dan

membaik bila menggunakan salbutamol sejak 1 tahun terakhir keluhan sesak nafas

dirasakan muncul setiap hari. Pasien mengaku sering merokok sejak umur 17 tahun dan

berhenti 4 tahun lalu. Pasien merokok sekitar 2 bungkus per hari. Pada pemeriksaan paru

didapatkan sela iga melebar, suara nafas bronkhial, disertai wheezing. Pada pemeriksaan

FEV1 2,3L/menit dan post bronkhodilator FEV1 2,4 L/mnt. Diagnosis yang paling

mungkin

A. Asma bronkhial

B. Bronkhiektasis

C. ACOS (Asthma COPD Overlap Syndrome)

D. PPOK

E. Bronkhitis kronik

Jawaban: C

Referensi Heru Sundaru, Sukamto, 2014. Asma bronkial. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi 6. Jilid I : hal 478-488

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 346

Nama Peserta dr. Yessica Sheila Sitompul

Periode ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi


Lingkup Bahasan dalam standar

kompetensi

Asma

Jenis soal/ jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat kompetisi 4A

Soal

Laki-laki 20 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas yang disertai dengan

mengi dan batuk. Keluhan tersebut sudah dialami sejak pasien masih kecil terutama bila

terpapar dengan zat-zat tertentu. Di bawah ini yang bukan merupakan faktor pencetus

terhadap kelainan di atas adalah

A. Pajanan terhadap alergen tungau

B. Iritan asap rokok

C. Sulfit

D. Sulfur

E. Penyekat beta

Jawaban : D

Referensi Heru Sundaru, Sukamto, 2014. Asma bronkial.

Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid I :

hal 478-488

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 347

Nama Peserta dr. Yessica Sheila Sitompul

Periode ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi


Lingkup Bahasan dalam standar

kompetensi

Asma

Jenis soal/ jenis pertanyaan Penunjang

Tingkat kompetisi 4A

Soal

Laki-laki 20 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas yang disertai dengan

mengi dan batuk. Keluhan tersebut sudah dialami sejak pasien masih kecil terutama bila

terpapar dengan zat-zat tertentu.

Pemeriksaan penunjang awal yang dilakukan untuk menilai beratnya obstruksi terhadap

kelainan tersebut adalah

a. EKG

b. Spirometri

c. Sputum

d. Foto thorax

e. Kultur Ig E

Jawaban : B

Referensi Heru Sundaru, Sukamto, 2014. Asma bronkial.

Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid I : hal

478-488

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 348

Nama Peserta dr. Yessica Sheila Sitompul

Periode ujian 38

Asal FK FK USU
Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan dalam standar

kompetensi

Asma akibat kerja

Jenis soal/ jenis pertanyaan Patofisiologi

Tingkat kompetisi 4A

Soal

Wanita usia 32 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas semakin memberat 3

hari ini, disertai batuk dahak warna putih, demam tidak dikeluhkan. Pasien merupakan

pekerja di pabrik detergen sejak 15th yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan

darah 110/70mmHg, frekuensi nadi 102x/mnt, frekuensi nafas 24x/mnt, suhu 37,3°C.

Didapatkan suara wheezing di kedua lapang paru, dan ronki kasar minimal. Pada

pemeriksaan foto rontgen thorax dalam batas normal. Kemudian pasien mendapatkan obat

teofilin dan steroid, pasien merasa membaik.

Pernyatan ini yang mendasari penyakit di atas adalah :

A. Faktor resiko adalah bukan karena alergi, tapi dari iritasi langsung dan

farmakologik

B. Riwayat asma mendasari, tapi dicetuskan oleh iritan langsung.

C. Kortikosteroid tidak dapat mencegah bronkokontriksi

D. Kombinasi beta agonis dengan ipratropium bromide merupakan bukan kombinasi

yg baik

E. Merupakan hipereaktifitas tipe 1 yang melibatkan Ig A.

Jawaban : B

referensi Teguh H. Karjadi. 2014. Asma Akibat Kerja.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid

I:hal 489-494.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 349

Nama Peserta dr. Chairun Arrasyid

Periode Ujian Batch 38

Asal FK FK Universitas Sumatera Utara

Kategori Soal Alergi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Asma

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki laki usia 32 tahun mengeluh sering batuk disertai dengan sesak nafas.

Didapatkan riwayat keluarga ibu menderita asma bronchial. Pemeriksaan fisik TD 120/70

mmhg, nadi 80x/menit, frekuensi nafas 20x/menit. Paru normal. Pemeriksaan apa yang

diperlukan untuk menegakkan diagnosis pada penderita ini :

A. Spirometri

B. Rontgen thorax

C. Uji kulit

D. Eosinofil darah

E. Analisa gas darah

Jawaban : A

Referensi Heru Sundaru, Sukamto, 2014. Asma

Bronkial. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi 6. 2014 : hal 478-488.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 350

Nama Peserta dr. Chairun Arrasyid

Periode Ujian Batch 38

Asal FK FK Universitas Sumatera Utara

Kategori Soal Alergi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Asma

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita, usia 30 tahun datang berobat ke UGD RS dengan keluhan sesak.

Sebelumnya pasien tidak sengaja terhirup bulu kucing yang tinggal di bantal yang ditiduri

oleh pasien setengah jam yang lalu. Tidak ada demam ataupun pilek. Riwayat asma

disangkal. Ibu pasien memiliki alergi terhadap makanan. Pemeriksaan fisik didapatkan

kesadaran compos mentis, pasien tampak sesak bisa berbicara terbatas, tekanan darah

130/80mmHg, denyut nadi 110x/menit, frekuensi nafas 32x/menit, suhu 36,50C, berat

badan 60 kg, ditemukan wheezing ekspirasi di kedua lapangan paru, tidak ditemukan

ronkhi. Penatalaksanaan awal yang tepat pada pasien ini adalah:

A. O2, agonis beta 2 dan ipratropium bromide nebulisasi, metilprednisolon 60 mg

intra vena

B. O2, Agonis beta 2 nebulisasi dan, metilprednisolon 125 mg intra vena

C. O2, agonis beta 2 nebulisasi, aminofilin intravena 300 mg bolus

D. nO2, ipratropium bromide nebulisasi, dan teofilin oral 300 mg per 24 jam peroral

E. O2, ipratropium bromide dan flutikason nebulisasi dan metilprednisolon 125 mg


intra vena

Jawaban : A

Referensi Heru Sundaru, Sukamto, 2014. Asma

Bronkial. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi 6. 2014 : hal 478-488.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 351

Nama Peserta dr. Chairun Arrasyid

Periode Ujian Batch 38

Asal FK FK Universitas Sumatera Utara

Kategori Soal Alergi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Asma Akibat Kerja

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki laki usia 39 tahun datang dengan ke IGD dengan keluhan sesak napas, batuk

batuk, mengi, dan disertai dengan mata gatal. Pasien baru saja bekerja di pabrik detergen,

kemudian timbul serangan sesak kemudian pasien dibawa keIGD RS. Keluhan ini sering

dirasakan bila pasien bekerja dan berkurang bila hari libur. Pemeriksaan awal selanjutnya

yang paling tepat pada pasien ini adalah:

A. Spirometri sebelum dan sesudah kerja

B. Tes provokasi

C. Tes kulit
D. Tes serologi

E. Biopsi

Jawaban : A

Referensi Karjadi TH. Asma akibat kerja. Buku

ajar ilmu penyakit dalam Jilid I. 6th ed.

Jakarta: Interna Publising; 2014.p.489-494

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 352

Nama Peserta Indah Permata Sari

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan dalam Standar Kompetensi Imunodefisiensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 30 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan benjolan

di leher dan ketiak sebelah kiri, yang sudah dialami sejak 4 bulan ini. Pasien juga

membawa hasil laboratorium HIV 3 metode reaktif yang dilakukan 3 bulan lalu, dengan

hasil CD4 355. Pasien memiliki riwayat pemakaian narkoba suntik selama 10 tahun, dan

sudah berhenti dalam 2 tahun ini. Keluhan lain seperti batuk, demam, penurunan berat

badan maupun mencret berulang tidak dialami pasien.Pemeriksaan fisik lain selain

pembesaran KGB di colli dan axilla sinistra, dijumpai dalam batas normal. Dilakukan

pemeriksaan BTA dari sputum dan pemeriksaan PA dari KGB, didapatkan hasil normal.

Pada pemeriksaan serologi hepatitis B, dijumpai HbsAG (+). Pemeriksaan fungsi hati
maupun USG Abdomen masih dalam batas normal. Apa saran yang anda anjurkan pada

pasien ini?

A. Diberikan ARV bila CD4 < 350

B. Mulai pemberian ARV

C. Diberikan ARV bila CD4 < 250

D. Lakukan pemeriksaan BTA ulang

E. Diberikan ARV bila CD4 ≤ 350

Jawab : B

Referensi Djoerban Z, Djauzi S. HIV/AIDS di Indonesia. Dalam : Setiati S, Alwi I,

Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editor. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi 6. Jakarta : Interna Publishing;

2014.p.887-896.

PERMENKES RI No. 87 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengobatan

Antiretrovial

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 353

Nama Peserta Indah Permata Sari

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Imunodefisiensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A
Soal

Seorang pria usia 26 tahun datang ke praktek saudara untuk melakukan pemeriksaan HIV.

Pasien sebelumnya adalah PSK pria selama 5 bulan ini yang saat ini telah berhenti dan

khawatir telah menderita HIV. Pasien baru saja melakukan pemeriksaan HIV 2 hari lalu

dinyatakan hasil positif. Saat ini pasien tidak memiliki keluhan apa pun. Pada saat

dilakukan pemeriksaan sebanyak 2 kali di tempat anda, hasil nya non reaktif. Pasien

menjadi ragu apakah sudah terinfeksi HIV atau belum. Apakah saran yang anda anjurkan

kepada pasien :

A. Cek CD4

B. Kultur

C. HIV Rapid Test ulang keesokan harinya

D. Dianjurkan cek ulang bulan ke 3,6, dan 12 dari pemeriksaan pertama sampai

1 tahun

E. HIV Rapid Test 2 bulan kemudian

Jawab : D

Referensi Djoerban Z, Djauzi S. HIV/AIDS di Indonesia. Dalam : Setiati S, Alwi I,

Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editor. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi 6. Jakarta : Interna Publishing;

2014.p.887-896.

PERMENKES RI No. 87 Tahun 2014 tentang Pedoman Pengobatan

Antiretrovial

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 354

Nama Peserta Indah Permata Sari

Periode Ujian 38
Asal FK FK USU

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Imunodefisiensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 45 tahun dengan keluhan batuk sejak 3 bulan ini. Pasien juga

mengeluhkan demam naik turun, mencret berulang dan penurunan berat badan lebih

kurang 15 kg dalam 2 bulan ini. Pemeriksaan tes HIV reaktif, dengan hasil CD4 155.

Pemeriksaan BTA sputum positif TB Paru. Patofisiologi penurunan jumlah CD4 pada

pasien ini adalah :

A. Efek Sitopatik HIV pada sel CD4

B. Peningkatan jumlah produksi CD4 di sumsum tulang

C. Reaksi apoptosis CD4 karena sitokin inflamasi

D. Penurunan relatif jumlah CD4 karena peningkatan jumlah CD8

E. Reaksi inflamasi akut dalam melawan virus HIV

Jawab : A

Referensi Djoerban Z, Djauzi S. HIV/AIDS di Indonesia. Dalam : Setiati S, Alwi I,

Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editor. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. Edisi 6. Jakarta : Interna Publishing;

2014.p.887-896.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 355
Nama Peserta dr. Mohd. Faisyal Reza

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Imunodefisiensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita 29 tahun datang untuk berkonsultasi tentang HIV. 3 bulan yang lalu, suami pasien

meninggal karena AIDS dan infeksi otak. Saat ini pasien sedang hamil 36 minggu. Pada

pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital dalam batas normal. Jantung dan paru tidak

ditemukan kelainan. Hasil pemeriksaan anti HIV didapatkan hasil reaktif 3 kali. Bagaimana

tatalaksana selanjutnya pada pasien ini?

A. Diberikan ARV bila CD4 <200/ul

B. Diberikan Cotrimoxazole 2 minggu, kemudian ARV

C. Diberikan ARV setelah persalinan

D. Diberikan ARV tanpa menunggu CD4

E. Diberikan ARV bila CD4 <350/ ul

Jawab : D

Referensi

Djoerban Z, Djauzi S.HIV/AIDS Di

Indonesia. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF,

editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid

I. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.


p.887-896.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 356

NAMA PESERTA dr. Mohd. Faisyal Reza

PeriodeUjian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Alergi imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Imunodefisiensi

Jenis Soal/JenisPertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan 32 tahun dengan riwayat pernah menggunakan narkoba, mengalami

kejang kemudian tidak sadar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kaku kuduk negatif dan

refleks patologis positif.Pada pemerisaan HIV didapatkan reaktif, hitung CD4 10 sel/mm,

Ig G toxoplasma positif;pemeriksaan CT Scan didapatkan multiple nodul dengan multiple

ring enhancement .Patofisiolofi penurunan jumlah CD4 pada infeksi HIV adalah:

A. Reaksi apoptosis dari sel CD4 karena sitokin inflamasi

B. Efek Sitopatik HIV pada sel CD4

C. Penekanan produksi CD4 di sumsum tulang oleh karena virus HIV

D. Penurunan relatif jumlah CD4 karena peningkatan jumlah CD8

E. Reaksi inflamasi kronis dalam melawan virus HIV

Jawaban : B

Referensi
Djoerban Z, Djauzi S. HIV/AIDS di

Indonesia. In Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Ed

VI. Jakarta: interna Publishing 2014.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 357

Nama Peserta dr. Mohd. Faisyal Reza

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Imunodefisiensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan usia 33 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan demam yang

hilang timbul sejak 2 bulan yang lalu. Pasien juga mengeluh nyeri menelan, diare, batuk

berdahak dan mengalami penurunan berat badan. Pasien saat ini sedang dalam keadaan

hamil 10 minggu. Suaminya adalah seorang penasun dan telah meninggal dunia 1 bulan

yang lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70mmHg, denyut nadi 100

x/menit, frekuensi nafas 24 x/menit, suhu 38,3oC, konjungtiva palpebra pucat, terdapat

kandidiasis oral, ronkhi basah sedang pada kedua apex paru dan didapatkan pembesaran

kelenjar getah bening di regio colli, aksila dan inguinal. Pemeriksaan penunjang

didapatkan Hb 10,3 mg/dL, lekosit 7500/mm3, trombosit 230.000mm3, LED 40mm/jam,


diff count 0/5/71/17/7.

Anti HIV reaktif. CD4 374 sel/uL. Terapi yang tepat untuk pasien ini adalah :

A. 2RHZE dan AZT + 3TC + EFV diberikan bersamaan

B. 2RHZE selesai fase intensif dilanjutkan dengan AZT + 3TC + NVP

C. 2RHZE selesai fase intensif dilanjutkan dengan AZT + 3TC + EFV

D. 2RHZE selama minimal 2 minggu dilanjutkan dengan AZT + 3TC + EFV

E. 2RHZE selama minimal 2 minggu dilanjutkan dengan AZT + 3TC + NVP

Jawaban : E

Referensi

Zubairi D, Samsuridjal D. HIV/AIDS di

Indonesia. In: Setiati S, Alwi

I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B,

Syam AF, editors. Buku

ajar ilmu penyakit dalam Jilid III. 6th ed.

Jakarta: Interna Publishing;

2014. p.887-97.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 358

NamaPeserta dr dedi sarjana

PeriodeUjian 38

Asal FK Universitas Sumatera Utara

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Imunodefisiensi
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke poliklink dengan keluhan kelemahan sisi sebelah

kiri saat hendak bangun dari tidur sejak 2 hari yang lalu. Pasien bekerja sebagai bartender

sebuah night club sejak 5 tahun yang lalu. Pasien merupakan pengguna narkoba suntik dan

sering berganti pasangan. Memiliki riwayat darah tinggi 3 tahun tidak kontrol teratur.

Penurunan berat badan kurang dari 10% dalam 3 bulan terakhir dan 6 bulan yang lalu

pernah menderita herpes zooster dan sariawan dimulut. Pemeriksaan fisik didapatkan

tekanan darah 180/100 mmHg , denyut nadi

80 x/menit, frekuensi nafas 20x/menit, jantung dan paru dalam batas normal. Pemeriksaan

penunjang didapatkan Hb 13gr/dL, leukosit 5500/mm3 , hitung jenis 0/2/74/18/6. Pasien ini

dikonsultasi oleh bagian neurologi dengan hasil pemeriksaan anti HIV positif. Pemeriksaan

CT scan kepala didapatkan infark serebri. Bagaimana saran anda pada kasus tersebut?

A. Diberikan ARV bila CD4 <200/ul

B. Diberikan ARV bila CD4 <350/ ul

C. Diberikan ARV bila CD4 <500/ul

D. Mulai pemberian obat Anti retrovirus (ARV)

E. Vaksinasi MMR, Varisela, Influenza dan Pneumokokus tanpa menunggu CD4

Jawab : B

Referensi

Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). In : Alwi I, Salim S,

Hidayat R, Kurniawan J, Tahapary DL, editors. Panduan Praktik klinis

Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Cetakan

pertama. Interna Publishing. 2015. P 12-21

Djoerban Z, Djauzi S.HIV/AIDS Di Indonesia. In: Setiati S, Alwi I,

Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar


ilmu penyakit dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.

p.887-896.

Yunihastuti E. Vaksinasi pada kelompok khusus. In: Setiati S, Alwi I,

Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar

ilmu penyakit dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.

p.958-962

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 359

Nama Peserta dr dedi sarjana

Asal FK Universitas Sumatera Utara

Periode Ujian 38

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Imunodefisiesnsi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pasien baru terdiagnosis AIDS dan akan mendapatkan ARV. Pencegahan utama

yang dapat dilakukan untuk menghindari infeksi toksoplasma adalah:

A. Diberikan kotrimoksazol bersama dengan ARV

B. Pada wanita, maka tidak boleh hamil

C. Menghindari makan daging belum matang

D. Memasukkan sinar matahari langsung pada tempat tinggal

E. Tidak memelihara kucing


Jawaban: C

Referensi Buku Ajar PAPDI – Toksoplasmosis hal 631

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 360

Nama Peserta dr dedi sarjana

Asal FK Universitas Sumatera Utara

Periode Ujian 38

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Imunodefisiesnsi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pengacara usia 50 tahun datang ke praktek saudara untuk melakukan pemeriksaan

HIV. 1 bulan sebelumnya, pasien baru pulang dari Thailand dan telah melakukan hubungan

seksual dengan PSK. Pasien pernah memeriksakan darah 2 minggu sebelumnya dan

dikatakan hasil negatif. Pasien masih ragu dengan hasil tersebut dan ingin melakukan

pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan lanjutan apa yang anda sarankan:

A. HIV Rapid test

B. HIV RNA

C. CD4 kuantitatif

D. Eliza dan westernblot

E. Kultur

Jawaban: B

Referensi

Djoerban Z, Djauzi S.HIV/AIDS Di


Indonesia. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF,

editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid

I.6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.

p.887-896

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 361

Nama Peserta Olga Yanti Valentina Hutapea

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sumatra Utara

Kategori Soal Alergi Immunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Prick Test

Jenis Soal/Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 3

Soal

Seorang perempuan 34 tahun datang ke dokter praktek untuk mengetahui jenis makanan

yang menimbulkan alertgi. Satu minggu yang lalu pasien mengalami keluhan kulitnya gatal

– gatal disertai bentol setelah makan di acara arisan. Pada acara tersebut pasien makan

udang goreng, sop kepiting, sambal terasi dan es teler. Pasien langsung berobat ke dokter

praktek diberi obat prednison 5 mg tablet tiga kali sehari dan cetirizine tablet 10 mg satu

kali sehari dan salisil talk. Obat dimakan selama 3 hari. Pasien dianjurkan untuk menjalani

tes kulit. Saat ini pasien tidak minum obat tersebut lagi. Kapan sebaiknya pasien tersebut

dilakukan tes tusuk ?

A. Menyarankan dilakukan tes tusuk hari itu juga.

B. Menyarankan dilakukan tes tusuk 3 hari setelah makan obat


C. Menyarankan dilakukan tes tusuk 1 minggu setelah terakhir makan obat

D. Menyarankan dilakukan tes tusuk 3 minggu setelah terakhir makan obat

E. Menyarankan dilakukan tes tusuk 1 bulan setelah terakhir makan obat.

Jawaban : C

Referensi Azhar tanjung, Evy Yunihastuti, Prosedur

Diagnostik Penyakit Alergi, In: Setiati S,

Alwi I, SudoyoAW, Simadibrata M,

Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi VI:

Jakarta Interna Publishing: 2014, p 473-7

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 362

Nama Peserta Olga Yanti Valentina Hutapea

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sumatra Utara

Kategori Soal Alergi Immunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Prick Test

Jenis Soal/Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 3

Soal

Seorang perempuan 29 tahun datang ke dokter praktek, pasien mengeluhkan sering timbul

bentol-bentol dan kemerahan pada kulit yang disertai gatal –gatal setelah makan udang

dan kacang- kacangan. Pada bagian kakinya tampak luka akibat garukan. Pasien berobat ke

dokter umum 2 hari yang lalu dan mendapatkan terapi metilprednison 2 x 4 mg, CTM 1 x 4

mg pada malam hari, teofilin 1 x100 mg dan salep hidrokortison. Pasien sering bersinbersin
jika sedang menyapu dan menimbulkan bunyi mengi. Pasien rutin kontrol ke

poliklinik dan mendapatkan inhaler kombinasi kortikosteroid dan long acting beta

antagonis. Pasien direncanakan untuk dilakukan pemeriksaan tes tusuk kulit . Kapan

sebaiknya pasien tersebut dilakukan tes tusuk ?

A. Menghentikan CTM minimal 3 hari..

B. Menghentikan Teofilin minimal 1 hari..

C. Menghentikan Inhaler minimal 5 hari..

D. Menghentikan Metilprednison minimal 7 hari..

E. Menghentikan salep hidrokortison minimal 3 hari..

Jawaban : A

Referensi Azhar tanjung, Evy Yunihastuti, Prosedur

Diagnostik Penyakit Alergi, In: Setiati S,

Alwi I, SudoyoAW, Simadibrata M,

Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi VI:

Jakarta Interna Publishing: 2014, p 473-7

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 363

Nama Peserta Olga Yanti Valentina Hutapea

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sumatra Utara

Kategori Soal Alergi Immunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Prick Test

Jenis Soal/Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 3
Soal

Seorang perempuan 28 tahun datang ke dokter praktek, pasien mengeluhkan sering pilek

dan bersin serta gatal- gatal bila makan di tempat kerja. Keluhan dirasakan sejak 2 tahun

lalu dan hilang timbul. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bercak eritematous pada

ekstremitas. Dari pemeriksaan awal, pasien direncanakan akan menjalani prick test,

persiapan yang dilakukan pasien tersebut adalah

A. Menghindari antihistamin generasi pertama minimal 1 hari sebelum test.

B. Menghindari Obat antidepresan trisiklik minimal 3 hari sebelum test.

C. Menghindari pemakaian kortikosteroid sistemik jangka singkat dosis rendah

minimal 3 hari sebelum test.

D. Menghindari antihistamin generasi kedua minimal 2 minggu sebelum test.

E. Menghindari kortikosteroid topikal minimal 3 hari sebelum test.

Jawaban : A

Referensi Azhar tanjung, Evy Yunihastuti, Prosedur

Diagnostik Penyakit Alergi, In: Setiati S,

Alwi I, SudoyoAW, Simadibrata M,

Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi VI:

Jakarta Interna Publishing: 2014, p 473-7

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 364

Nama Peserta Fitri Armanti Karo

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Skin Prick Test

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Laki-laki 20 diketahui menderita asma sejak 5tahun yang lalu. Pasien saat ini terkontrol

asmanya dengan menggunakan inhaler bronkodilator kerja panjang dan steroid. Pasien

ingin mengetahui faktor yang dapat mencetuskan asmanya. Pemeriksaan penunjang yang

dapat dilakukan pada pasien adalah

A. Spirometri

B. Eosinofil total

C. Tes tusuk kulit

D. Tes tempel kulit

E. Kadar IgE total darah

Jawaban: C

Referensi Tanjung A, Yunihastuti E. Prosedur diagnostik penyakit alergi. In: Setiati S,

Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu

penyakit dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.p.473-477

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 365

Nama Peserta Fitri Armanti Karo

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Skin Prick Test

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita berusia 25 tahun, datang ke poliklinik spesialis penyakit dalam dengan

keluhan sering pilek-pilek, dan gatal-gatal bila makan di tempat kerja, dari pemeriksaan

awal, pasien direncanakan akan menjalani prick test, berikut ini adalah persiapan yang

harus dilakukan pasien :

A. antihistamin generasi pertama harus dihindari minimal 24 jam sebelum tes

B. Obat antidepresan trisiklik harus dihindari minimal 72 jam sebelum tes

C. Pemakaian kortikosteroid sistemik jangka singkat dosis rendah (< 20 mg prednison)

dihentikan 3 hari,

D. antihistamin generasi kedua harus dihentikan minimal dua minggu sebelumnya

E. kortikosteroid topikal cukup dihentikan 3 hari menjelang tes

Jawaban: C

Referensi Tanjung A, Yunihastuti E. Prosedur diagnostik penyakit alergi. In: Setiati S,

Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu

penyakit dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.p.473-477

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 366

Nama Peserta Fitri Armanti Karo

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU
Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Skin Prick Test

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pasien laki-laki 34 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan bercak

kemerahan di seluruh tubuh yang terasa gatal setelah 3 hari minum obat paket anti

tuberculosis kategori I. pemeriksaan penunjang paling tepat yang diperlukan pada pasien

ini adalah :

A. Skin prick test

B. Tes provokasi obat

C. Pemeriksaan IgE total

D. Pemeriksaan IgG total

E. Pemeriksaan jumlah eosinofil

Jawaban A

Referensi Tanjung A, Yunihastuti E. Prosedur diagnostik penyakit alergi. In: Setiati S,

Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu

penyakit dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.p.473-477

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 367

Nama Peserta Filsi Elsa Novenda

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Tes provokasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

soal

Soal Seorang laki-laki usia 24 tahun bekerja sebagai pembuat roti datang ke poliklinik

dengan keluh sesak napas disertai mengi, batuk , mata gatal saat sedang bekerja. Pasien

baru saja mulai bekerja setelah lulus sekolah. Pasien tidak merokok dan tidak memiliki

riwayat asma sebelumnya, tetapi sering mengeluh gatal bila makan makanan laut. Keluhan

sesak ini memburuk pada hari kerja dan membaik pada hari libur. Pemeriksaan fisik tanda

vital dalam batas normal, tidak ada wheezing. Bila dilakukan uji provokasi dengan

spirometri sebelum dan sesudah shif kerja, apakah hasil yang diharapkan?

A. Terjadi penurunan FEV1 > 3% antara sebelum dan sesudah bekerja

B. Terjadi penurunan FEV1 > 5% antara sebelum dan sesudah bekerja

C. Terjadi penurunan FEV1 > 12% antara sebelum dan sesudah bekerja

D. Terjadi penurunan FEV1 > 20% antara sebelum dan sesudah bekerja

E. Terjadi penurunan FEV1 > 30% antara sebelum dan sesudah bekerja

Jawaban : B

Referensi Karjadi T. Asma Akibat Kerja. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M,

Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta:

Interna Publishing; 2014.p.489494

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 368

Nama Peserta Filsi Elsa Novenda

Periode Ujian 38
Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Prosedur Diagnostik Penyakit Alergi

(Tes provokasi)

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penunjang

Tingkat Kompetensi 4A

soal

Seorang laki-laki usia 36 tahun datang berobat kepoliklinik dengan keluhan sering bersinbersin

dan keluar ingus berwarna bening jernih serta hidung terasa gatal terus-menerus.

kadang-kadang bila gejala memberat, timbul sesak. Pasien sudah pernah menjalani tes

tusuk kulit tetapi hasilnya negatif. Pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, mukosa

hidung tampak kemerahan. Langkah selanjutnya untuk mengetahui penyebab alergi pada

pasien tersebut adalah...

A. Spirometri

B. Tes tempel

C. Serum IgE total

D. Tes provokasi nasal

E. Tes inhalasi histamin

Jawaban: D

Referensi Azhar Tanjung, Evy Yunihastuti. Prosedur Diagnostik Penyakit Alergi. In:

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF, editors. Buku ajar

ilmu penyakit dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014. p.473-7

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 369

Nama Peserta Filsi Elsa Novenda

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tes provokasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan -

Tingkat Kompetensi 4A

soal

Seorang wanita 50 tahun dirawat di rumah sakit karena demam 2 minggu. Pasien sudah

pernah operasi MVR ( mitral valve replacement ) 5 tahun yang lalu. PAsien ada riwayat

alergi penisilin yang diketahui dari adanya kemerahan beberapa menit setelah mendapat

injeksi penisilin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan murmur sistolik dan diastolik di

area mitral. Ekokardiografi transtorakal didapatkan vegetasi pada katup mitral. Dari kultur

darah didapatkan hasil penisilin sensitive streptococcus viridans. Berdasarkan riwayat

pasien yang alergi penisilin, sebaiknya langkah apa yang harus dilakukan?

A. Berikan vankomisin

B. Berikan cephalosporin

C. Berikan betalaktam yang lain seperti meropenem.

D. Sebelum memberikan antibiotik sebaiknya dilakukan uji kulit penisilin

E. Sebelum memberikan antibiotik sebaiknya dilakukan uji provokasi penisilin tanpa

melihat hasil uji kulit penisilin

Jawaban : D

Referensi Samsurizal Jauzi , 2014. Alergi obat.. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

Jilid I : hal 514-517


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 370

Nama Peserta dr. Fithria alaina dja’far

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tes provokasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan -

Tingkat Kompetensi 4A

soal

Seorang wanita 50 tahun dirawat di rumah sakit karena demam 2 minggu. Pasien sudah

pernah operasi MVR ( mitral velve replecement) 5 tahun yang lalu. Pasien ada riwayat

alergi penicilin yang diketahui dari adanya kemerahan beberapa menit setelah mendapat

injeksi penicilin. Pada pemeriksaan fisik didapatkan murmur sistolik dan diastolik di area

mitral. Ekocardiografi transtorakal didapatkan vegetasi pada katup mitral. Dari kultur darah

di dapatkan hasil penicilin sensitif streptecoccus viriden.berdasarkan riwayat pasien yang

alergi penicilin, sebaiknya langkah apa yang harus dilakukan?

a. Berikan vancomicin

b. Berikan cepalosporin

c. Berikan betalaktam yang lain seperti meropenem

d. Sebelum berikan antibiotik sebaiknya dilakukan uji kulit penisilin

e. Sebelum memberikan antibiotik sebaiknya dilakukan uji provokasi

penisislin tanpa melihat hasil uji kulit


Jawaban : D

Referensi Samsurizal Jauzi , 2014. Alergi obat.. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

Jilid I : hal 514-517

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 371

Pembuat Soal dr. Fithria alaina dja’far

Asal FK Universitas Sumatera Utara

Periode Ujian 38

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar test provokasi

Kompetensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang laki-laki usia 36 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan sering bersinbersin

dan keluar ingus berwarna bening jernih serta hidung terasa gatal terus-menerus.

Kadang-kadang bila gejala memberat timbul sesak. Pasien sudah pernah menjalani tes

tusuk kulit tetapi hasil negatif . pemeriksaan tanda vital dalam batas normal, mukosa

hidung tampak kemerahan. Langkah selanjutnya untuk mengetahui penyebab alergi pada

pasien tersebut adalah

a. Spirometri

b. Tes tempel

c. Serum IgE total

d. Tes provokasi nasal

e. Tes inhalasi histamin


Jawaban : D

Referensi PAPDI JILID VI Prosedur diagnostik penyakit

alergi HALAMAN 473 - 7

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 372

Pembuat Soal dr. Fithria alaina dja’far

Asal FK Universitas Sumatera Utara

Periode Ujian 38

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar test provokasi

Kompetensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Seorang laki-laki 40 tahun datang dengan keluhan sesak napas tiba-tiba saat sedang makan

es kacang merah. Sesak disertai mengi. Pasien tidak merokok. Dari pemeriksaan fisik

didapatkan TD 120/80 mmhg, nadi 90 x/menit. Suara napas vesikuler, wheezing (+).

Pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk menegakkan diagnosa yang paling tepat

pada pasien ini adalah

a. Rontgen thoraks

b. Prick tes

c. Pemeriksaan sputum

d. Uji provokasi bronkus

e. Analisa gas darah

Jawaban : B
Referensi P A P D I J I L I D V I a s m a b r o n kial HALAMAN 478-488

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 373

Nama Peserta dr.Ihda Hayati Lubis

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sumatra Utara

Kategori Soal Alergi Immunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar SLE

Jenis Soal/Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 45 tahun dengan riwayat sistemik lupus eritematosus (SLE) datang ke IGD

dengan keluhan sakit kepala dan badan lemas. Gejala klinis SLE utama pada pasien ini

adalah artralgia, anemia hemolitik, malar rash, sariawan di mulut serta titer anti dsDNA

yang meningkat. Pasien masih rutin minum obat metilprednison 4 mg/hari,

hidroksiklorokuin 200 mg/hari. Dari pemeriksaan di IGD didapatkan tekanan darah

190/110 mmHg, dengan nadi 98 x/menit. Dari urinalisa ditemukan RBC 25/LPB dan

proteinuri +3, tidak ditemukan silinder eritrosit. BUN 88 mg/dl dan creatinin 2,6 mg/dl.

Pasien sebelumnya belum pernah didiagnosis dengan gangguan ginjal akibat SLE dan tidak

mendapat terapi NSAID. Riwayat penyakit lain, penurunan intake oral ataupun diare juga

disangkal. Penatalaksanaan apa yang akan dilakukan pada pasien ini:

A. Mulai pemberian siklofosfamid 500 mg/m2 IV dan diulang setiap -6 bulan

B. Mulai hemodialisis

C. Mulai terapi steroid dosis tinggi (metilprednisolon IV, 1000 mg/hari dalam 3 dosis,

diikuti dengan steroid oral 1 mg/kgBB/hari) dan mikofenolat mofetil 2 gr/hari


D. Mulai pemberian plasmafaresis

E. Tunda semua terapi sampai ada hasil biopsi ginjal

Jawaban C

Referensi PAPDI JILID VI DIAGNOSIS DAN

PENGELOLAAN LUPUS

ERITEMATOSUS SISTEMIK HALAMAN

3360 - 3377

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 374

Nama Peserta dr.Ihda Hayati Lubis

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sumatra Utara

Kategori Soal Alergi Immunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar SLE

Jenis Soal/Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan usia 36 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan badan lemas sejak 3

bulan yang lalu. keluhan disertai dengan demam hilang timbul, timbul ruam kemerahan di

wajah pasien bila terkena sinar matahari, rambut mudah rontok, sering sariawan dan nyeri

sendi. Pasien adalah rujukan dari RS kabupaten yang sudah menjalani perawatan dua kali

dan selalu mendapat transfusi darah. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 6,4 mg/dl,

eritrosit 1,31 juta/mm3, hematokrit 15 %, leukosit 6.800 /mm3, trombosit 58.000 /μL,

hitung jenis 0/0/69/26/5, retikulosit 5,3%, hasil combs test direk dan indirek positif.

Apakah pathogenesis yang mendasari gejala tersebut di atas?


A. Reaksi imun selular (Cell mediated immunity)

B. Fase efektor dimana terjadi respon imun yang kompleks dikarenakan terjadinya

pelepasan mediator

C. Terbentuknya IgM/IgG oleh pajanan antigen yang dapat mengaktifkan komplemen

dan terjadi reaksi kompleks imun

D. Terjadi akibat respon sel T yang telah disensitisasi oleh antigen tertentu

E. Terjadinya distribusi random Imast diseluruh tubuh.

Jawaban :

Referensi PAPDI JILID VI DIAGNOSIS DAN

PENGELOLAAN LUPUS

ERITEMATOSUS SISTEMIK

HALAMAN 3360 - 3377

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 375

Nama Peserta dr.Ihda Hayati Lubis

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sumatra Utara

Kategori Soal Alergi Immunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar SLE

Jenis Soal/Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 29 tahun datang berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan

keluhan nyeri sendi sejak satu bulan terakhir. pasien juga mengeluhkan terdapat bercak

kemerahan di wajah dan berat badan turun 2 kg dalam 1 bulan. Dari pemeriksan fisik
didapatkan suhu 37,6°C; konjungtiva tidak pucat; sklera tidak ikterik. Terdapat ulkus di

mulut yang tidak nyeri dan bercak merah kehitaman di wajah pada daerah pipi dan hidung.

Pemeriksaan jantung, paru dan abdomen dalam batas normal.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 12 g/dL; hematokrit 36%; MCV 90

fl;MCH 30 pg; leukosit 4500 / μL ; trombosit 150.000/ μL; retikulosit 1,2 %; ureum 42

mg/dL; kreatinin 1,2 mg/dL; SGOT 35 U/L; SGPT 28 U/L; ANA 1/1000 pola speckled

kasar; anti dsDNA 250 IU/mL; C385 mg/dL; C4 8 mg/dL.

Urin lengkap : kuning jernih; berat jenis 1.020; pH 6; leukosit 3-4/LPB; eritrosit 1- 2/LPB;

silinder (-); epitel +1; kristal (-); bakteri (-); protein (-); nitrit (-); esterase leukosit (-)

Tata laksana farmakologis yang sesuai diberikan pada kasus tersebut adalah :

A. Prednison dengan dosis 1 mg per kgBB per hari

B. Obat anti-inflamasi nonsteroid dan klorokuin dengan dosis 1x250 mg per hari

C. Obat anti-inflamasi nonsteroid dan prednison dnegan dosis 1 mg per kgBB per hari

D. Prednison dengan dosis 1 mg per kgBB per hari dan azathioprin dengan dosis 2 mg

per kgBB per hari

E. Prednison dengan dosis 1 mg per kg BB per hari dan micophenolate mofetil dengan

dosis 1000 mg per hari

Jawaban B

Referensi PAPDI JILID VI DIAGNOSIS DAN

PENGELOLAAN LUPUS

ERITEMATOSUS SISTEMIK

HALAMAN 3360 - 3377

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 376

Pembuat Soal dr. Miftahul Fadhly Sigalingging


Asal FK Universitas Sumatera Utara

Periode Ujian 38

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar SLE

Kompetensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pemeriksaan yang dianjurkan untuk mendeteksi kemungkinan efek lupus terhadap janin

adalah :

a. ANA test

b. Anti Ds DNA

c. Scl-70

d. Anti Sm

e. Anti Ro/SSA atau La/SSB

Jawaban : E

Referensi PAPDI JILID VI DIAGNOSIS DAN

PENGELOLAAN LUPUS

ERITEMATOSUS SISTEMIK HALAMAN

3360 - 3377

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 377

Pembuat Soal dr. Miftahul Fadhly Sigalingging

Asal FK Universitas Sumatera Utara

Periode Ujian 38
Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar SLE

Kompetensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Berikut adalah pernyataan yang benar mengenai penggunaan kontrasepsi pada pasien SLE

adalah :

a. Kontrasepsi oral merupakan pilihan bagi penderita dengan keadaan yang stabil,

dengan sindrom antifospolipid (APS)

b. Kontrasepsi oral merupakan kontraindikasi pada penderita SLE dengan anti

fospolipid sindrom(APS)

c. Penggunaan IUD direkomendasikan pada penderita yang mendapat kortikosteroid

atau obat imunosupresan

d. DMPA tidak direkomendasikan pada penderita dengan kelainan perdarahan dan

keterbelakangan mental

e. DMPA direkomendasikan pada penderita yang mendapat kortikosteroid atau obat

imunosupresan

Jawaban : B

Referensi PAPDI JILID VI DIAGNOSIS DAN

PENGELOLAAN LUPUS

ERITEMATOSUS SISTEMIK HALAMAN

3360 - 3377

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 378
Pembuat Soal dr. Miftahul Fadhly Sigalingging

Asal FK Universitas Sumatera Utara

Periode Ujian 38

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar SLE

Kompetensi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Berikut adalah pernyataan yang benar mengenai tujuan penatalaksanaan Anti Fospolipid

Syndrome terhadap kejadian trombosis pada pasien SLE adalah :

a. Obat obatan yang mengandung estrogen dapat di gunakan karena dapat mengurangi

trombosis

b. Aspirin dosis kecil (80mg/hari) dapat dipertimbangkan untuk diberikan

c. Kombinasi LMWH atau Unfractioned dan aspirin dapat meningkatkan resiko

keguguran

d. Faktor faktor lain terhadap trombosis tidak perlu untuk diperiksa

e. Aspirin masih diragukan kegunaannya sehingga tidak perlu diberikan

Jawaban : B

Referensi PAPDI JILID VI DIAGNOSIS DAN

PENGELOLAAN LUPUS

ERITEMATOSUS SISTEMIK HALAMAN

3360 - 3377

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 379
Nama Peserta Ananda Nkmaturahmi Lubis

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SLE dengan keterlibatan organ vital/ keadaan

khusus

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

soal

Seorang laki-laki berusia 21 tahun, dibawa berobat ke IGD oleh keluarganya dengan

keluhan penurunan kesadaran. Beberapa hari sebelumnya, pasien sering berhalusinasi,

mudah marah dan sering bertingkah laku seperti mau perang, tidak ada riwayat kejang.

Pasien seorang penderita lupus nefritis sejak 2 tahun yang lalu, obat yang terakhir dimakan

mofetil mikofenolat 2x500mg, metilprednisolon 1x4mg, candesartan 1x8mg, furosemid

1x40mg, pasien tidak rajin kontrol lagi sejak 1 tahun ini karena merasa tidak ada keluhan

lagi. Pemeriksaan fisik sensorium delirium, tekanan darah 160/70mmHg, frekuensi nadi

102x/menit, 22x/menit, suhu 36,70C, edema anasarka dan tidak ada kelemahan tungkai,

pemeriksaan refleks patologis babinsky negatif. Pemeriksaan laboratorium didapatkan

ureum 98mg/dL, kreatinin 1,23mg/dL, Na 135mEq/L, K 6,5mEq/L, Ca 7,8mg/dL. Saat

pasien masuk UGD, diberikan injeksi metilprednisolon 250 mg intra vena per12jam,

omeprazol injeksi. Setelah 3 hari perawatan kesadaran membaik. Satu hari kemudian

pasien kejang. Terapi induksi yang paling tepat adalah

A. Siklofosfamid 750 mg/m2 perbulan x 7 dosis

B. Siklosporin 5 mg/kgBB/hari selama 2 bulan

C. Ig intra vena 400mg/kgBB/hari selama 5 hari


D. Azatioprin 2 mg/kgBB/hari 4-6 minggu

E. Mofetil mikofenolat 2000 mg/hari selama 8 minggu

Jawaban: A

Referensi Linda Kurniaty Wijaya. Diagnosis dan Penatalaksanaan Neuro-Psikiatri

Sistemik Lupus Eritematosus. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi

B, Syam AF, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid III. 6th ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014. p.3384-3391.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 380

Nama Peserta Ananda Nkmaturahmi Lubis

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SLE dengan keterlibatan organ vital/ keadaan

khusus

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan -

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Berikut ini yang termasuk neuropsikiatri lupus yang berhubungan dengan keterlibatan

sistem saraf pusat adalah kecuali

A. Myelopathy

B. Mood disorder

C. Psychosis
D. Guillain Barre Syndrome

E. Aseptic Meningitis

Jawaban: D

Referensi PAPDI, Diagnosa dan penatalaksanaan psikiatri SLE. Hal 3384-3391.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 381

Nama Peserta Ananda Nikmaturahmi Lubis

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SLE dengan keterlibatan organ vital/ keadaan

khusus

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan -

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Berikut ini yang termasuk dalam patogenesis neuropsikiatri SLE, mediator inflamasi adalah

sebagai berikut, kecuali

A. IL-2, IL-6, IL-8, dan IL-10

B. Interferon alfa

C. Antibodi Antineural

D. TNF-alfa

E. Matriks metalloproteinase (MMP) 9

Jawaban: C
Referensi PAPDI, Diagnosa dan penatalaksanaan psikiatri SLE. Hal 3384-3391.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 382

Nama Peserta Zenith

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Lupus Nefritis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita keturunan Afrika berumur 45 tahun dengan Systemic Lupus

Erythematosus (SLE) datang ke unit gawat darurat dengan keluhan nyeri kepala dan

fatigue. Manifestasi SLE sebelumnya adalah artralgia, anemia hemolitik, malar rash, oral

ulcer dan dari laboratorium didapati titer anti-DS DNA yang tinggi. Pada saat ini, pasien

mengkonsumsi prednisone oral, 5 mg perhari dan hidroksiklorokuin 200 mg perhari. Pada

pemeriksaan didapati tekanan darah 190/110 mmHg dengan denyut jantung 98x/i. Hasil

urinalisis menunjukkan adanya sel darah merah (eritrosit) sebanyak 25/LPB dan

proteinuria +2. Tidak ada sediment eritrosit yang ditemukan. Hasil BUN serum 88 mg/dL,

dan kreatinine serum adalah 2,6 mg/dL (baseline 0,8 mg/dL). Sebelumnya pasien tidak

mempunyai manifestasi renal dari penyakit SLE yang dideritanya dan tidak

mengkonsumsi obat OAINS. Pasien juga menyangkal merasa sakit akhir-akhir ini,

penurunan nafsu makan, dan diare. Apakah penatalaksanaan selanjutnya yang paling tepat

untuk pasien ini?

A. Memulai siklofosfamid intravena dengan dosis 500mg/m2 dan diulang perbulan


selama 3-6 bulan

B. Memulai terapi hemodialisis

C. Memulai terapi steroid dosis tinggi (metilprednisolone IV 1000 mg perhari selama

3 hari, diikuti pemberian prednisone oral 1mg/kg perhari dan mycophenolate

mofetil 2 g perhari

D. Memulai plasmapheresis

E. Menghentikan semua terapi sampai hasil biopsi ginjal didapatkan

Jawaban: C

Referensi Hahn, BH. 2015. Systemic Lupus

Erythemathosus. Harrison’s Principles

of Internal Medicine 19th Edition. Bab

378: hal 2124 – 2134.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 383

Nama Peserta Zenith

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Manifestasi SLE pada jantung

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita berumur 32 tahun dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) datang

ke ke poli Rheumatologi untuk follow-up rutin. Pada pemeriksaan auskultasi jantung

didapati murmur dan pemeriksaan ekokardiografi dijadwalkan. Pasien tidak mengeluhkan


penurunan nafsu makan, demam, ataupun penurunan berat badan dan penyakit jantung

sebelumnya juga disangkal. Pada pemeriksaan ekokardiografi didapatkan vegetasi pada

katup mitral. Pernyataan dibawah ini yang benar adalah:

A. Hasil kultur darah tidak mungkin positif

B. Terapi glukokortikoid telah terbukti mengakibatkan kondisi ini

C. Perikarditis sering didapati bersamaan

D. Lesi pada jantung ini mempunyai resiko kecil untuk terjadi embolisasi

E. Pasien ini dicurigai sebagai pengguna jarum suntik

Jawaban: A

Referensi Hahn, BH. 2015. Systemic Lupus

Erythemathosus. Harrison’s Principles

of Internal Medicine 19th Edition. Bab

378: hal 2124 – 2134.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 384

Nama Peserta Zenith

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Rheumatologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Manifestasi SLE pada sistem organ

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita berumur 24 tahun dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang

baru terdiagnosis Manakah komplikasi pada sistem organ yang paling sering terjadi
sepanjang perjalanan penyakit pada pasien SLE?

A. Manifestasi jantung dan paru

B. Manifestasi kulit

C. Manifestasi hematologi

D. Manifetasi muskuloskeletal

E. Manifestasi renal

Jawaban: D

Referensi Hahn, BH. 2015. Systemic Lupus

Erythemathosus. Harrison’s Principles

of Internal Medicine 19th Edition. Bab

378: hal 2124 – 2134.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 385

Nama Peserta dr. Otto Harris E. L.

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Alergi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Vaksinasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Rekomendasi Imunisasi

Tingkat Kompetensi 4 A

Soal

Seorang laki-laki usia 29 tahun, dengan Hemofilia B datang kepada anda untuk

berkonsultasi mengenai vaksinasi yang bisa ia dapatkan, sebagai seorang dokter spesialis

penyakit dalam vaksinasi apakah yang akan anda anjurkan untuk diberikan kepada pasien

tersebut ?
A. Tetanus Toksoid, MMR, Demam Tifoid, Hepatitis A, dan Japanese Ensefalitis

B. Pneumokok, Meningokok, Hepatitis A, Yellow Fever, dan Japanese Ensefalitis

C. MMR, Influenza, Pneumokok, Meningokok, dan Varisela

D. Demam Tifoid, Yellow Fever, Japanese Ensefalitis, Rabies, dan Varisela

E. Influenza, Pneumokok, Hepatitis A, Hepatitis B, dan Meningokok

Jawaban : E

Referensi Erwanto Budi Winulyo. Imunisasi

Dewasa. Dalam Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam edisi VI. Editor : Siti

Setiati, Idrus Alwi, Aru W. Sudoyo,

Marcellus S.K., Bambang S., Ari

Fahrial S., Interna Publishing 2014.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 386

Nama Peserta dr. Otto Harris E. L.

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Alergi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Vaksinasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4 A

Soal

Vaksin terdiri dari vaksin rekombinan dan vaksin DNA, rekombinan vaksin mempunyai

prinsip utama pada penyisipan satu atau lebih gen yang mengkode determinan imunitas

yang penting pada mikroorganisme, dalam hal ini digunakan vektor dari virus dan bakteri,
Vektor apakah yang sering digunakan ?

A. Salmonella, Rubela, Varicella, dan Haemophilus

B. Human papiloma virus, Hepadna virus, Haemophilus ducreyi, dan Trepanoma

pallidum

C. Clostridium botulinum, Pasteurela pes, Bartonela henselae, dan Varicella zooster

D. Canarypox, Corynebacterium diphtheriae, Bordetella pertussis, dan Clostridium

tetani

E. Salmonella, Poxvirus vaccinia, Canarypox, dan Adenovirus

Jawaban : E

Referensi Sukamto Koesnoe, Samsuridjal Djauzi.

Dasar-Dasar Imunisasi. Dalam Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi VI.

Editor : Siti Setiati, Idrus Alwi, Aru W.

Sudoyo, Marcellus S.K., Bambang S.,

Ari Fahrial S., Interna Publishing

2014.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 387

Nama Peserta dr. Otto Harris E. L.

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Alergi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Vaksinasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Rekomendasi Imunisasi

Tingkat Kompetensi 4 A
Soal

Seorang laki-laki usia 23 tahun, dengan HIV Stadium III datang kepada anda untuk

berkonsultasi mengenai vaksinasi, vaksin apa saja yang bisa ia dapatkan dan vaksin apa

saja yang menjadi kontraindikasi bagi dirinya, Vaksinasi yang menjadi kontraindikasi

pada pasien tersebut ?

A. Tetanus Toksoid, MMR, Demam Tifoid, Hepatitis A, dan Japanese Ensefalitis

B. Pneumokok, Meningokok, Hepatitis B, Yellow Fever, dan Japanese Ensefalitis

C. MMR, Influenza, Pneumokok, Meningokok, dan Varisela

D. Demam Tifoid, Yellow Fever, Japanese Ensefalitis, Rabies, dan Varisela

E. Smallpox, BCG, OPV, dan LAIV

Jawaban : E

Referensi Evy Yunihastuti. Vaksinasi Pada

Kelompk Khusus. Dalam Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam edisi VI. Editor :

Siti Setiati, Idrus Alwi, Aru W.

Sudoyo, Marcellus S.K., Bambang S.,

Ari Fahrial S., Interna Publishing

2014.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 388

NAMA PESERTA dr. Dina Mariani

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU Medan

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan dalam standar


Kompetensi

Vaksinasi pada kelompok khusus

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi

Soal

Seorang pria berusia 27 tahun akan melakukan perjalanan wisata, os merupakan penderita

HIV, datang ke poli Penyakit Dalam anda untuk dilakukan vaksinasi dengan CD4 : 180

sel/μL. Anda anjurkan untuk dilakukan vaksinasi sebagai berikut :

A. MMR

B. Polio oral

C. Varisela

D. Tifoid

E. Yellow Fever

Jawaban : D

Referensi Evi Yuni Hastuti, Vaksinasi pada kelompok

khusus, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I,

Edisi 6, Hal 958-962.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 389

NAMA PESERTA dr. Dina Mariani

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU Medan

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan dalam standar

Kompetensi
Vaksinasi pada kelompok khusus

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi

Soal

Pernyataan yang tidak benar mengenai vaksinasi pada ibu hamil dan menyusui :

A. Hampir semua vaksin hidup atau mati dapat diberikan pada ibu menyusui dengan

aman.

B. Ibu menyusui yang mendapatkan vaksin smallpox dianjurkan untuk menunda

menyusui

C. Vaksin MMR tidak boleh diberikan pada ibu hamil

D. Vaksin difteri dan influenza tidak dianjurkan pada ibu hamil

E. Vaksin Rabies dapat diberikan pada ibu hamil sesuai indikasi

Jawaban : D

Referensi Evi Yuni Hastuti, Vaksinasi pada kelompok

khusus, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I,

Edisi 6, Hal 958-962.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 390

NAMA PESERTA dr. Dina Mariani

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU Medan

Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan dalam standar

Kompetensi

Vaksinasi pada kelompok khusus


Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi

Soal

Pernyataan yang salah mengenai indikasi penggunaan vaksin adalah :

A. Usia lanjut : pneuomokok dan influenza

B. Jemaah Haji : meningokok ACYW, 135 influenza dan kolera

C. Resiko pekerjaan : hepatitis B dan rabies

D. Riwayat Pajanan : tetanus toksoid dan rabies

E. Resiko penularan : influenza, hepatitis A, tipoid dan MMR

Jawaban : B

Referensi Erwanto Budi Winulyyo, Imunisasi Dewasa, Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I, Edisi 6, Hal 951-

957.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 391

Nama Peserta dr. Taufik Ardhi

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Interpretasi Spirometri

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan 30 tahun datang dengan keluhan sesak nafas, sesak dirasakan setiap

pasien kembali ke tempat kerja. Pasien juga merasakan demam. pemeriksaan fisik TD
100/60, RR 26x/mnt, tidak didapatkan ronkhi maupun wheezing, dari pemeriksaan

spirometri didapatkan penurunan KVP maupun VEP1. Pada pemeriksaan histopatologis

didapatkan gambaran Hiperplasia kelenjar mukus dan infiltrasi sel PMN di dinding

bronkus.

Diagnosis pasien ini adalah :

A. Berylliosis

B. Byssinosis

C. Coal workers

D. Silikosis

E. Asbestosis

Jawaban: B

Referensi Pasiyan Rahmatullah .2014.Pneumonitis

dan penyakit paru lingkungan. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid

II:hal 1717-1718

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 392

Nama Peserta dr. Taufik Ardhi

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Kategori Soal Pulmonologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Interpretasi Spirometri

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal
Seorang pria 25 tahun datang dengan keluhan batuk memberat sejak1 bulan yang lalu,

Batuk terutama muncul dimalam hari.Batuk tidak disetai dahak , demam tidak ada,

keringat malam atau penurunan berat badan tidak ada. Pasien memiliki riwayat alergi

seafood. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tinggi 170 cm dengan berat badan 80 kg.

Hemodinamik stabil, frekuensi napas 20 x/menit. Pemeriksaan paru didapatkan suara

napas vesikuler, tidak ada ronkhi. Dari pemeriksaaan

spirometri setelah diberikan steroid inhalasi didapatkan FEV1 16%.

Diagnosa pasien ini adalah:

A. Pneumonia

B. Penyakit paru obstruktif

C. Infeksi saluran napas atas

D. Asma

E. Penyakit paru restriktif

Jawaban: D

Referensi Sundaru H, Sukamto. Asma Bronkhial.

In: Setiati S, Alwi I,Sudoyo AW,

Simadibrata M, SetiyohadiB, Syam AF,

editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Jilid I 6th ed. Jakarta:Interna

Publishing; 2014.p 478488

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 393

Nama Peserta dr. Taufik Ardhi

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU
Kategori Soal Alergi Imunologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Interpretasi Spirometri

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki usia 24 tahun bekerja sebagai pembuat roti datang ke poliklinik dengan

keluhan sesak napas disertai mengi, batuk , mata gatal saat sedang bekerja. Pasien baru

saja mulai bekerja setelah lulus kuliah. Pasien tidak merokok dan tidak memiliki riwayat

asma sebelumnya, tetapi sering mengeluh gatal bila makan makanan laut. Keluhan sesak

ini memburuk pada hari kerja dan membaik pada hari libur. Pemeriksaan fisik tanda vital

dalam batas normal, tidak ada wheezing.

Pemeriksaan apakah yang paling tepat untuk menegakkan diagnosa pada pasien ini?

A. Pemeriksaan spirometri sebelum dan saat shift kerja

B. Pemeriksaan spirometri pada saat dan setelah shift kerja

C. Pemeriksaan peak expiratory flow rate (PEFR) selama hari-hari kerja

D. Pemeriksaan peak expiratory flow rate (PEFR) selama hari-hari kerja dan beberapa

hari

libur dirumah

E. Serum IgE

Jawaban : D

Referensi Karjadi T. Asma Akibat Kerja. In:

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF,

editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam

Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014.p.489-494

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 394

NAMA PESERTA dr. Beby Dewi Sartika

Periode Ujian 6-7 Oktober 2018

Asal FK FK Universitas Sumatera Utara

Kategori Soal Pulmonologi – Interpretasi Spirometri

Lingkup Bahasan dalam standar

Kompetensi

4A

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 24 tahun datang dengan keluhan sesak nafas. Keluhan dirasakan

memberat

ketika berolahraga di luar ruangan dan berada di sekitar kucing. Os punya riwayat rinitis

alergika dan menderita eksim saat anak-anak. Pada pemeriksaan fisik, terdapat wheezing

saat ekspirasi. Tes fungsi paru-parunya menunjukkan FEV1 sebesar 2,67 (79% prediksi),

kapasitas vital paksa 3,81 L (prediksi 97%), dan rasio FEV1 / FVC sebesar 70%

(diprediksi

nilai 86%). Setelah pemberian albuterol, FEV1 meningkat menjadi 3,0 L (12,4%). Yang

mana dari pernyataan berikut sesuai dengan keadaan pasien?

A. Konfirmasi diagnosis dengan uji methacholine

B. Mortalitas meningkat dekade terakhir.

C. Faktor risiko paling umum pada individu adalah genetik.

D. Prevalensi kekambuhan tidak berubah beberapa dekade terakhir.

E. Tingkat keparahan penyakit tidak bervariasi secara signifikan pada kasus ini
Jawaban : E

Referensi ACCP Pulmonary Medicine Board Review: 25th

Edition is Developed independently by the

American College of Chest Physicians (ACCP), hal

187-204

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 395

NAMA PESERTA dr. Beby Dewi Sartika

Periode Ujian 6-7 Oktober 2016

Asal FK FK Universitas Sumaatera Utara

Kategori Soal Pulmonologi – Interpretasi Spirometri

Lingkup Bahasan dalam standar

Kompetensi

4A

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Soal

Seorang wanita 54 tahun datang dengan keluhan batuk kronis yang memburuk selama

periode 6–12 bulan. Os mengeluhkan batuk pada siang dan malam hari dan disertai dahak

berwarna sputum hijau dengan volume sebanyak 100 mL dahak setiap hari. Pada

Pemeriksaan fisik ditemukan ronki kasar pada kedua paru bagian bawah. Tes fungsi paru

menunjukkan suatu FEV1 sebesar 1,68 L (53,3% diprediksi), FVC sebesar 3,00 L (75%

diprediksi), dan rasio FEV1 / FVC 56%. Rontgen Thorax saat ini ditemukana dalam batas

normal.. Apa langkah berikutnya dalam evaluasi pada pasien ini?

A. Bronkoskopi dengan bronchoalveolar lavage


B. CT Scan dada dengan kontras intravena

C. CT Scan dada resolusi tinggi

D. Kadar imunoglobulin serum

E. Perawatan dengan bronkodilator kerja panjang dan kortikosteroid inhalasi

Jawaban : C

Referensi ACCP Pulmonary Medicine Board Review: 25th

Edition is developed independently by the

American College of Chest Physicians (ACCP), hal

187-204

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 396

NAMA PESERTA dr. Beby Dewi Sartika

Periode Ujian 6-7 Oktober 2016

Asal FK FK Universitas Sumaatera Utara

Kategori Soal Pulmonologi – Interpretasi Spirometri

Lingkup Bahasan dalam standar

Kompetensi

4A

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Soal

Seorang wanita 45 datang dengan keluahan sesak nafas dalam 1 minggu disertai batuk

kering. Os Selama ini didiagnosa dengan rheumatoid arthritis . Os selamaini

mengkonsumsi hydroxychloroquine dan prednisone 7,5 mg hingga 3 bulan yang lalu,

metotreksat diberikan dosis rendah setiap 1 kali seminggu. Suhu pasien adalah 37,8 ° C
dan saturasi oksigen turun dari 95% menjadi 87% dengan ambulasi. Rontgen-x-ray

menunjukkan bilateral baru infiltrat alveolar.

Hasil Spirometri mengungkapkan hal-hal berikut:

FEV1, 3,1 L (70% dari prediksi)

TLC, 5,3 L (60% dari prediksi)

FVC, 3,9 L (68% dari prediksi)

VC, 3,9 L (58% dari prediksi)

FEV1 / FVC, 79%

Kapasitas difusi untuk karbon monoksida (DLCO), 62% dari prediksi. Os menjalani tes

fungsi paru normal (PFT) 1 tahun lalu. Apa langkah selanjutnya untuk mengurangi

keluhan pada pasien ini ?

A. Mulai antibiotik spektrum luas.

B. Tingkatkan dosis metotreksat.

C. Lakukan bronchoalveolar lavage dengan transbronchial lavage.

D. Tingkatkan prednisone menjadi 60 mg / d.

E. Hentikan metotreksat.

Jawaban : C

Referensi ACCP Pulmonary Medicine Board Review: 25th

Edition is developed independently by the American

College of Chest Physicians (ACCP), hal 187-204

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 397

Nama Peserta dr. Ferry H. Nainggolan

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU
Katagori soal Alergi dan Imunologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Vaskulitis

Jenis soal/jenis pertanyanan Klasifikasi

Tingkat kompetensi 4A

Soal

Vaskulitis merupakan proses inflamasi dan nekrosis yang sering terjadi di dinding

pembuluh darah. Secara umum yang termasuk kedalam kelompok vaskulitis primer antara

lain adalah, kecuali :

A. Penyakit Kawasaki

B. Granulomatosis Wagener

C. Arteritis Takayasu

D. Sindrom Churg-Strauss

E. Sindrom Sjogren’s

Jawaban : E

Referensi Sukmana, Nanang. Vaskulitis. Dalam

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata

M, et al. Eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam. 6th Ed. Jakarta: Interna Publishing;

2014:519-520.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 398

Nama Peserta dr. Ferry H. Nainggolan

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Katagori soal Alergi dan Imunologi


Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Vaskulitis

Jenis soal/jenis pertanyanan Klasifikasi

Tingkat kompetensi 4A

Soal

Dari beberapa macam penyakit vaskulitis yang paling sering berhubungan dengan keadaan

penyakit asma dan hipereosinofilia adalah :

A. Penyakit Kawasaki

B. Granulomatosis Wagener

C. Arteritis Takayasu

D. Sindrom Churg-Strauss

E. Sindrom Sjogren’s

Jawaban : D

Referensi Sukmana, Nanang. Vaskulitis. Dalam

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata

M, et al. Eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam. 6th Ed. Jakarta: Interna Publishing;

2014:519-520.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 399

Nama Peserta dr. Ferry H. Nainggolan

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Katagori soal Alergi dan Imunologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Penyakit Kompleks Imun

Jenis soal/jenis pertanyanan Patofisiologi


Tingkat kompetensi 4A

Soal

Adanya endapan kompleks imun membran basalis organ pada sindrom Goodpasteur

ditandai dengan trias:

A. Hemoptoe, Glomerulonefritis, ANA test

B. Hematemesis, Akut Tubular Nekrosis, ANCA

C. Hemoptoe, Glomerulonefritis, Anti-GBM

D. Hematemesis, IgA Nefropati, Anti DsDNA

E. Hemoptoe, Glomerulopati, ANCA

Jawaban : C

Referensi Sukmana, Nanang, Eddy M.S Penyakit

Komplemen Imun. Dalam Setiati S, Alwi I,

Sudoyo AW, Simadibrata M, et al. Eds.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 6th Ed.

Jakarta: Interna Publishing; 2014:528-529.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 400

Nama Peserta dr. Daniel R. P. Situmorang

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Katagori soal Alergi dan Imunologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Imunologi

Jenis soal/jenis pertanyanan Diagnosis

Tingkat kompetensi 4A

Soal
Seorang pria turis asing dari Inggris usia 40 tahun yang melancong ke Palembang datang ke

poliklinik penyakit dalam dengan keluhan bentol kemerahan disertai gatal- gatal pada kulit,

tidak ada sesak nafas. Timbul bentol setengah jam setelah bersangkutan menikmati kuliner

berupa pempek panggang, tekwan, cuka ditambah udang dan es kacang merah. Riwayat

alergi sebelumnya disangkal. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg,

denyut nadi 80 kali/menit, frekuensi pernapasan 20 kali per menit, tampak urtikaria.

Pemeriksaan standar baku pada kasus terebut adalah :

A. Tes provokasi

B. Skin prick test/ Tes tusuk kulit

C. Radio allergentsorbent test

D. Oral Food Chalenge test

E. Pemeriksaan Ig E Spesifik

Jawaban : D

Referensi Iris Rengganis, Evy Yunihastuti. Alergi

Makanan. In: Setiati S, Alwi I, SudoyoAW,

Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF,

editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid

I. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;

2014.p.508-512

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 401

Nama Peserta dr. Daniel R. P. Situmorang

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Katagori soal Alergi dan Imunologi


Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Imunologi

Jenis soal/jenis pertanyanan Diagnosis

Tingkat kompetensi 4A

Soal

SSeorang perempuan usia 25 tahun, baru saja menikah 3 bulan yang lalu, datang ke

poliklnik untuk kontrol rutin penyakitnya dan berencana ingin hamil. Pasien menderita

lupus sejak 6 bulan yang lalu. Obat-obatan yang terakhir dimakan yaitu metilprednison 8

mg perhari, mycophenolate mofetil 2x 500 mg, captopril 2 x 12,5 mg dan suplementasi

vitamin D. Pasien juga memiliki riwayat asma, memakai obat semprot saja bila sesak.

Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 140/80 mHg, denyut nadi 80 x/menit, frekuensi

nafas 16 x/menit. Pemeriksan laboratorium didapatkan Hb 9 mg/dL, lekosit 11000/mm3,

LED 40 mm/jam, kolestrol total 290 mg/dL, LDL 200 mg/dL, trigliserida 250 mg/dL.ureum

50 mg/dL, kreatinin 1,1 mg/dL, urin Esbach 3 g/ 24 jam. Manakah kondisi klinis pada

pasien saat ini yang belum dianjurkan hamil?

A. Dislipidemia

B. Riwayat hipertensi

C. Urin Esbach 3 g/ 24 jam

D. Pemakaian inhalasi salbtamol

E. Ureum 50 mg/dL, kreatinin 1,1 mg/dL

Jawaban C

Referensi Kasjmir Y, Kusworini H, Linda K, Laniyati

H, Zuljasri A, Handono kalim. Diagnosis

dan pengelolaan lupus eritematosus

sistemik. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF,

editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid

III. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;


2014. p.3360-3377

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 402

Nama Peserta dr. Daniel R. P. Situmorang

Periode Ujian 38

Asal FK FK USU

Katagori soal Alergi dan Imunologi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Imunologi

Jenis soal/jenis pertanyanan Diagnosis

Tingkat kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 55 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan massa intraabdomen,

pasien dianjurkan dokter bedah untuk menjalani pemeriksaan CT- scan abdomen dengan

kontras untuk memastikan diagnosis. Dalam hitungan menit setelah disuntikkan

radiokontras saat akan dilakukan CT-scan abdomen, pasien mengalami urtikaria, flushing,

edema lidah dan laring. Timbul stridor respiratori, dan segera dibutuhkan intubasi. Apakah

pathogenesis yang mendasari gejala tersebut di atas?

A. Defisiensi C1 esterase inhibitor

B. Reaksi yang dimediasi IgE melawan protein alami

C. Reaksi yang dimediasi IgE melawan protein-hapten conjugates

D. Aktivasi langsung dari mediator yang dilepaskan oleh sel mast atau basofil

E. Ketidakmampuan yang diwariskan untuk mengkatabolisasi agen radiokontras secara

normal

Jawaban : D

Referensi Ari Baskoro, Gatot Soegiarto, Chairul


Effendi, PG Konthen. Urtikaria dan

Angioedema. In: Setiati S, Alwi I, Sudoyo

AW, Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam

AF, editors. Buku ajar ilmu penyakit dalam

Jilid III. 6th ed. Jakarta: Interna Publishing;

2014. p.496-503.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 403

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI PSIKOSOMATIK

Kontributor:

Dr. Intan Noha Brilyanti / UNBRAW

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 404

Pembuat Soal dr. Regy Pradityo A

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Fibromialgia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan 21 tahun datang ke IGD dengan keluhan badan terasa gampang lelah

sejak 3 bulan ini, badan terasa kaku terutama saat bangun tidur, terasa kaku dan nyeri di

kiri kanan leher, kedua lengan, kedua lutut, kadang terasa di punggung ataupun di dada

yang berkurang apabila pasien bekerja, terasa nyeri bila ditekan. Pasien sudah berobat ke

beberapa Dokter, diberikan obat namun merasa keluhan tidak berkurang. Pasien ditinggal

pasangannya4bulan lalu, seringkali merasa murung dan sering berdiam diri di kamar

seharian bila tidak bekerja. Hasil pemeriksaan ANA, Rheumatoid Factor, FT3, FT4 dan

TSH dalam batas normal.

Terapi yang perlu diberikan pada pasien tersebut adalah:

Jawaban

A. Kortikosteroid

B. Sertralin

C. Diazepam

D. NSAID

E. Psikoterapi suportif

Jawaban B

Referensi Mudjadid. Fibromialgia. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid 3: Hal 3622 –

3624

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 405

Pembuat Soal dr. Regy Pradityo A

Kategori Soal Psikosomatik


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Fibromialgia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki usia 44 tahun datang ke Poli Penyakit Dalam dengan keluhan nyeri dan

kaku di seluruh badan serta gampang lelah yang telah dirasakan sejak 5 bulan yang lalu.

Dari pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada vertebra servikal C3, C7, C8 anterior,

epikondilos lateral, genu kanan dan kiri, pinggang kanan dan kiri. Tidak didapatkan adanya

pembengkakan maupun krepitasi pada kedua lutut.

Berdasarkan ACR 1990, diagnosis fibromyalgia dapat ditegakkan dengan:

Jawaban :

A. Nyeri otot menyeluruh 3 bulan, ditemukan 11 dari 11 tender point

B. Nyeri otot menyeluruh 3 bulan, ditemukan 11 dari 18 tender point

C. Nyeri otot menyeluruh 1 bulan, ditemukan 11 dari 18 tender point

D. Nyeri otot menyeluruh 1 bulan, ditemukan 18 dari 20 tender point

E. Nyeri otot menyeluruh 3 bulan, ditemukan 18 dari 20 tender point

Jawaban B

Referensi Mudjadid. Fibromialgia. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid 3: Hal 3622 –

3624

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 406

Pembuat Soal dr. Regy Pradityo A


Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Fibromialgia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki – laki usia 42 tahun dengan diagnosis IBS datang ke poli dengan keluhan

nyeri pada otot-otot tubuh serta mudah merasa lelah yang dirasakan sejak 4 bulan yang

lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan nyeri pada 11 dari 18 tenderpoint. Pasien telah

menjalani berbagai macam pemeriksaan, namun dikatakan tidak ada kelainan. Pasien

merasa kadang susah berpikir dan kadang lupa menaruh kunci dan akibatnya sering marah

karena penyebab hal yang kecil. Pasien mengatakan lelah untuk minum obat.

Beberapa terapi yang bermanfaat pada kasus diatas :

Jawaban :

A. Psikoterapi suportif, modifikasi perilaku, edukasi mengenai penyakitnya,

diberikan sertralin

B. Psikoterapi kognitif, modifikasi gaya hidup, edukasi, diberikan diazepam

C. Psikoterapi behavioral, modifikasi lingkungan, edukasi keluarga, diberikan

doksipen

D. Psikoterapi psikoanalisis, modifikasi individu, edukasi gaya hidup, diberikan

sertralin

E. Psikoterapi holistik, modifikasi total gaya hidup, edukasi keluarga, diberikan

NSAID

Jawaban A

Referensi Mudjadid. Fibromialgia. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid 3: Hal 3622 –


3624

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 407

Pembuat Soal dr. Camelia Dwijayanti

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindrom Lelah Kronik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita 35 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan rasa lelah berulang. Rasa lelah makin

hari semakin memberat. Rasa lelah dirasakan kurang lebih 8 bulan. Pasien merupakan

seorang sekretaris dan ibu rumah tangga dari 2 orang balita. Rasa lelah tidak hilang dan

sulit konsentrasi sehingga mengganggu aktifitasnya dan akibatnya banyak pekerjaan kantor

yang tidak selesai. Rasa lelah tidak hilang meskipun pasien sudah beristirahat. Pasien juga

mengeluh semakin sulit tidur di malam hari, nyeri otot dan persedian, nyeri kepala dan

kadang demam. Dari pemeriksaan fisik didapatkan pasien compos mentis dengan tekanan

darah 120/80 mmHg, nadi 86x/menit, RR 20x/menit Tax 37,9° C.

Diagnosa yang tepat pada pasien ini adalah :

Jawaban

A. Depresi

B. Sindrom Lelah Kronik

C. Fibromialgia

D. Panic disorder
E. Sindromhiperventilasi

Jawaban: B

Referensi Hamzah S, E. Mudjaddid. Sindrom Lelah

kronik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam 2014.

BAB 39. Hal 3628-3631

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 408

Pembuat Soal dr. Camelia Dwijayanti

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SindromLelahKronik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Dibawah ini mana yang tidak termasuk dalam kriteria minor sindrom lelah kronik :

Jawaban

A. Myalgia

B. Gangguantidur

C. Sore Throat

D. Generalized Headache

E. Sarcopenia

Jawaban: E

Referensi Hamzah S, E. Mudjaddid. Sindrom Lelah

kronik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam 2014.


BAB 39. Hal 3628-3631

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 409

Pembuat Soal dr. Camelia Dwijayanti

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

SindromLelahKronik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Etiologi dan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Manakah dari etiologi dan pathogenesis dibawah ini yang tidak mendasari terjadinya

sindrom lelah kronik ?

Jawaban

A. FaktorPsikososial

B. Faktor Hormonal

C. Kelainan psikiatrik

D. Penurunan corticotropin releasing hormon

E. Pascainfeksi virus

Jawaban:C

Referensi Hamzah S, E. Mudjaddid. Sindrom Lelah

kronik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam 2014.

BAB 39. Hal 3628-3631

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 410

Pembuat Soal Dr. Intan Noha Brilyanti

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Tidur

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita usia 68 tahun datang dengan keluhan sulit tidur. Keluhan dirasakan sejak 2 bulan

yang lalu. Pasien menceritakan bahwa hampir setiap malam dia mengalami sulit tidur.

Seringkali dia sudah berada di tempat tidur sejak jam 21.00, tetapi lebih dari 2 jam pasien

tidak juga tidur. Keesokan harinya pasien sering merasakan badannya lesu dan mengantuk

sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari, dan sering membuat pasien sering memikirkan

kesulitan tidurnya. Berdebar-debar (-), keringat dingin (-), penyakit fisik (-), sedih

berlebihan (-), penurunan nafsu makan (-), kehilangan minat dan kegembiraan (-). 2 Bulan

yang lalu, anak perempuannya yang tinggal di luar negeri memberi kabar bahwa ia dan

suaminya sering bertengkar hebat. Gangguan tidur pada pasien ini termasuk klasifikasi:

Jawaban :

A. Insomnia pada anxietas

B. Insomnia pada depresi

C. Parasomnia

D. Insomnia organik

E. Hipersomnia

Jawaban: A

Referensi Nasution H. Gangguan Tidur. Buku Ajar Ilmu


Penyakit Dalam 2014. BAB 492. Hal 3658

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 411

Pembuat Soal Dr. Intan Noha Brilyanti

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Tidur

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita usia 68 tahun datang dengan keluhan sulit tidur. Keluhan dirasakan sejak 2 bulan

yang lalu. Pasien menceritakan bahwa hampir setiap malam dia mengalami sulit tidur.

Seringkali dia sudah berada di tempat tidur sejak jam 21.00, tetapi lebih dari 2 jam pasien

tidak juga tidur. Keesokan harinya pasien sering merasakan badannya lesu dan mengantuk

sehingga mengganggu aktifitas sehari-hari, dan sering membuat pasien sering memikirkan

kesulitan tidurnya. Berdebar-debar (-), keringat dingin (-), penyakit fisik (-), sedih

berlebihan (-), penurunan nafsu makan (-), kehilangan minat dan kegembiraan (-). 2 Bulan

yang lalu, anak perempuannya yang tinggal di luar negeri memberi kabar bahwa ia dan

suaminya sering bertengkar hebat. Terapi yang tepat untuk pasien adalah:

Jawaban:

F. Amitiprilin 25 mg

G. Carbamazepin 200 mg

H. Alprazolam 0,25 mg

I. Fluoxetin 20 mg
J. Belum perlu diberikan terapi farmakologis

Jawaban: C

Referensi Nasution H. Gangguan Tidur. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam 2014. BAB 492. Hal 3659

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 412

Pembuat Soal Dr. Intan Noha Brilyanti

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Tidur

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pernyataan yang benar mengenai insomnia akibat anxietas adalah:

Jawaban

F. Sering terbangun tengah malam dan sulit kembali tidur

G. Sukar untuk memulai tidur

H. Delayed insomnia

I. Membutuhkan terapi dengan menggunakan amitriptilin

J. Tidak perlu terapi farmakologis

Jawaban:B

Referensi Nasution H. Gangguan Tidur. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam 2014. BAB 492. Hal 3658-

3659
KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 413

Pembuat Soal Dr. Mochamad Fachrureza

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Ketidakseimbangan Saraf Otonom Vegetatif

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Laki-laki 29 tahun datang ke tempatpraktekdengan keluhan dadasering berdebar disertai

keringat dingin dan sering merasa ketakutan semenjak adik pasien meninggal 5 bulan yang

lalu. Keluhan juga disertai rasa tidak nyaman diperutdansesekalidiare. Pada pemeriksaan

fisik didapatkan TD 120/80 mmHg, nadi 102x/menit, lajurespirasi 22x/m dan Temp axilla

36,70C. Diagnosis apa yang paling mungkin pada pasien ini?

Jawaban

F. Amfotoni

G. Hipertoniparasimpatis

H. Vagotoni

I. Ataksiavegetatif

J. Hipertonisimpatis

Jawaban: D

Referensi S. Budihalim, D. Sukatman, E. Mudjaddid.

Ketidakseimbangan Vegetatif. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam 2014. BAB 39. Hal 3574-3577


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 414

Pembuat Soal Dr. Mochamad Fachrureza

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Ketidakseimbangan Saraf Otonom Vegetatif

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita35 tahun dirujuk oleh teman sejawat THT ke Poli Penyakit Dalam dengan

Otitis Media Kronik yang disertai dengan keluhan kepala pusing, berdebar, sulit tidur. Pada

pemeriksaan fisik didapatkan TD 130/60 mmHg, nadi 80x/menit, lajurespirasi 20x/menit

dan temp axilla 36,20C. Yang bukan merupakan penyebab kondisi pasien tesebutdiatas

adalah:

Jawaban

K. Infeksi

L. Trauma psikis

M. Diet

N. Gangguanmuskuloskeletal

O. Gangguanpsikovegetatif

Jawaban: C

Referensi S. Budihalim, D. Sukatman, E. Mudjaddid.

Ketidakseimbangan Vegetatif. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam 2014. BAB 39. Hal 3574-3577


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 415

Pembuat Soal Dr. Mochamad Fachrureza

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Ketidakseimbangan Vegetatif

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Berikut ini merupakan gejala parasimpatikotoni :

Jawaban

K. Sensibilitas kulit menurun

L. Peristaltik usus menurun

M. Peningkatan tekanan darah

N. Takikardi

O. Sekresi kelenjar digestif menurun

Jawaban:A

Referensi S. Budihalim, D. Sukatman, E. Mudjaddid.

Ketidakseimbangan Vegetatif. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam 2014. BAB 39. Hal 3574-3577

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 416
Pembuat Soal Dr. Rakhmi Tika Putri

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindrom Kolon Iritabel

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita 28 tahun datang dengan keluhan sulit buang air besar sejak 2 tahun yang lalu,

keluhan ini terjadi hilang timbul setiap pasien menjelang menstruasi. Sulit buang air besar

disertai dengan nyeri perut kiri atas, rasa kembung dan mudah bersendawa. Pasien merasa

tidak puas ketika sudah buang air besar. Kondisi ini terjadi setelah pasien pindah kekota

lain untuk bekerja ditempat yang baru. Namun pasien masih dapat bekerja dan beraktivitas

normal tanpa merasa terganggu akibat kondisi tersebut, sehingga baru saat ini pasien

memeriksakan kondisinya.

Pengobatan yang dapat diberikan pada pasien ini adalah:

Jawaban:

A. Edukasi tentang perjalanan penyakit

B. Diet tinggi serat

C. Psilium 15-20 gram/ hari

D. Metilselulosa 3 gram/ hari

E. Semua benar

Jawaban : E

Referensi Mudjaddid E. Sindrom Kolon Iritabel. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

PAPDI 2014.Hal 3595-3598

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 417

Pembuat Soal Dr. Rakhmi Tika Putri

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindrom Kolon Iritabel

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pada Sindrom Kolon Iritabel Berat, bila didapatkan rasa nyeri yang hebat dapat diberikan

terapi?

Jawaban:

A. Antagonis 5-Hidroksi Triptamin (5HT3)

B. Paracetamol

C. Codein

D. Tramadol

E. Benar semua

Jawaban : A

Referensi Mudjaddid E. Sindrom Kolon Iritabel. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

PAPDI 2014.Hal 3595-3598

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 418
Pembuat Soal Dr. Rakhmi Tika Putri

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindrom Kolon Iritabel

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Laki – Laki 38 tahun, datang dengan keluhan diare sejak 6 bulan yang lalu, hilang timbul,

kadang disertai dengan nyeri perut yang hebat hingga pasien tidak dapat berdiri. Diare

berlendir, tidak berdarah, disertai rasa kembung. Pasien sudah mengunjungi berbagai

dokter spesialis dan mendapat berbagai macam obat namun tidak menunjukkan perubahan

berarti untuk penyakitnya hingga pasien merasa putus asa terhadap sakitnya yang tidak

kunjung sembuh. Pasien memiliki pekerjaan tetap dan tidak pernah ada permasalahan

dikantornya. Diagnosa yang tepat untuk pasien tersebut adalah?

Jawaban

A. GAD

B. Depresi

C. Sindrom Kolon Iritabel Berat

D. Sindrom Kolon Iritabel Ringan

E. Sindrom Kolon Iritabel Sedang

Jawaban : C

Referensi Mudjaddid E. Sindrom Kolon Iritabel. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

PAPDI 2014.Hal 3595-3598

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 419

Pembuat Soal Rinadhi Reza Bramantya

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindrom Hiperventilasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Diagnosa banding gejala hiperventilasi

A. Ensefalitis

B. Asma

C. Tumor otak

D. Tetanus

E. Hipoparatiroidisme

Jawaban : B

Referensi Mudjaddid E. Sindrom Kolon Iritabel. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

PAPDI 2014.Hal 3595-3598

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 420

Pembuat Soal Rinadhi Reza Bramantya

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Sindrom Hiperventilasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Yang Merupakan manajemen terapi pada sindrom hiperventilasi , kecuali :

A. Pernapasan torako abdominal dengan menggerakkan diafragma

B. Psikoterapi Cognitive Behavioral Therapy

C. Injeksi 10 cc larutan Ca Glukonas 10% intravena

D. Obat-obatan golongan SSRI

E. Obat-obatan golongan Neuroleptic Major Tranquilizer

Jawaban : E

Referensi Mudjaddid E. Sindrom Kolon Iritabel. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi 6.

PAPDI 2014.Hal 3595-3598

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 421

Nama Peserta Dr. Charisma Simatupang

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup Kompetens Bahasan Dalam Standar Gangguan Cemas

Jenis soal/Jenis Pertanyaan Diagnostik

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 20 tahun cuti kuliah karena sulit fokus dan mengalami perubahan

kepribadian. 8 bulan lalu, dua orang teman pasien meninggal di hadapan pasien dalam
kecelakaan lalu-lintas. Sejak itu pasien merasa seringberdebar,berkeringat dingin, terbangun

tengah malam karena mimpi melihat kecelakaam tersebut, dengandetil kejadian yang masih

teringat secara rinci. Apa diagnosis pasien tersebut?

A. Depresi berat

B. Schizofrenia hebefrenik

C. Depresi dengan ciri psikotik

D. Obsesif kompulsif

E. Post traumatic stress disorder

Jawaban : E

Referensi E. Mudjaddid, Hamzah

Shatri.2014. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid

III: hal.3571

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 422

Nama Peserta Dr. Charisma Simatupang

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup

Kompetensi

Bahasan Dalam Standa

Gangguan cemas – Panic

dissorder

Jenis soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A
Soal

Seorang laki-laki berusia 52 tahun, bekerja sebagai pengusaha, mengeluh sering merasa

lemas secara tiba-tiba, disertai keringatan, gelisah, dan tidak sanggup melakukan kegiatan

apapun sejak 4 bulan yang lalu. Kondisi ini datang tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya,

lamanya mencapai 20-30 menit. Dalam 1 minggu serangan bisa terjadi 2-3 kali.Keluhan

bersifat hilang timbul dan pasien merasa nyaman bila diluar serangan, namun dalam 2

minggu terakhir keluhan menjadi lebih sering. Pasien sering merasa gelisah dan sedih

tetapi tidak tahu apa penyebabnya. Terkadang pasien menangis sendiri tanpa penyebab

yang jelas. Perasaan pasien tidak menentu. Pasien mengaku sulit mengawali tidur karena

gelisah, tidak ingin bunuh diri tapi takut keluhan ini membawa kematian. Selama ini pasien

teratur minum obat anti hipertensi yang dialaminya sejak 4 tahun yang lalu. 20 tahun yang

lalu pasien pernah didiagnosis hepatitis B namun menolak diperiksa lanjut. Pada

pemeriksaan fisik tidak ditemukan kelainan yang berarti, hanya didapatkan tekanan darah

150/90 mmHg.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah:

A. Gangguan panik

B. Depresi terselubung

C. Stres pasca trauma

D. Transient ischaemic attack (TIA)

E. Hipoglikemia berulang dan hipertensi

Jawaban : A

Referensi E. Mudjaddid, Hamzah Shatri. 2014. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid III: hal.3571

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 423
Nama Peserta Dr. Charisma Simatupang

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup

Kompetensi

Bahasan Dalam Standa

Gangguan cemas – Gangguan

Obsesif Kompulsif

Jenis soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang dosen wanita 34 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar. Keluhan

initimbul sewaktu waktu, dicetuskan terutama bila ada beberapa pekerjaan tertunda tidak

sesuai jadwal yang ia susun. Pasien telah tes darah dan banyak pemeriksaan ke berbagai

dokter namun dikatakan normal. Seringkali pasien memeriksa kunci rumah berulangulang,

dan selalu mencuci tangan setiap aktivitas apapun sehingga suami dan anaknya

mengeluh tentang kebiasaan tersebut yang dinilai berlebihan. Apa diagnosis yang

mungkin pada pasien ini?

A. Psikotik paranoid

B. Obsesif kompulsif

C. Panik

D. Mania

E. Bipolar

Jawaban : B

Referensi E. Mudjaddid, Hamzah Shatri.

2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jilid III: hal.3581


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 424

Nama Peserta Dr. Charisma Simatupang

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup

Kompetensi

Bahasan Dalam Standa

Gangguan campuran anxietas -

depresi

Jenis soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 60 tahun datang kepoliklinik dengan keluhan sering timbul

cemas dan rasa sesak sejak 6 bulan. Pasien sering murung, mudah menangis, tidak mau

ditinggal sendiri, takut mati terutama bila tidak ada orang disekitarnya. Pasien mempunyai

riwayat hipertensi sejak 5 tahun dan diketahui ada batu empedu sejak 6 bulan. Pada

pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak ditemukan kelainan

bermakna.Masalah psikosomatik yang paling tepat pada pasien tersebut adalah:

A. Gangguan depresi

B. Gangguan ansietas panik

C. Gangguan ansietas fobia

D. Gangguan ansietas menyeluruh

E. Gangguan campuran ansietas depresi

Jawaban: E
Referensi E. Mudjaddid, Hamzah Shatri.

2014. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi 6. Jilid III: hal.3571

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 425

Pembuat Soal dr. Rina Yuniarti

Kategori Soal Psikosomatis

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

GAD (Generalized Anxiety Disorder)

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 43 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sering mearasa cemas dan

takut kurang lebih 10 tahun. Perasaan cemas dan takut biasanya diikuti dengan rasa

pusing, telapak tangan berkeringat, jantung berdebar-debar. Jika perasaan cemas dan takut

muncul ini akan mengganggunya dalam pekerjaan sehari-hari. Pasien mengaku tidak

mengetahui secara pasti , mengapa dia sering mengalami rasa cemas dan takut, tidak ada

keadaan khusus tertentu yang menyebabkan perasaan cemas dan takut itu akan muncul.

Karena gejala ini sudah lama, pasien berulang kali memeriksakan diri ke dokter dengan

hasil pemeriksaan darah, fungsi tiroid, jantung dan gula darah normal. Saat ini pasien

memiliki seorang suami dan 3 orang anak dengan kehidupan keluarga yang harmonis.

Jawaban

A. Gangguan panik

B. Gangguan depresi
C. Gangguan cemas menyeluruh

D. Gangguan obsesif Kompulsif

E. Gangguan cemas-depresi

Jawaban: C

Referensi E. Mudjaddid, Pehaman dan Penanganan

Psikosomatik Gangguan Ansietas dan Depresi

di Bidang Ilmu Penyakit Dalam. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid 3: Hal

3581-3584

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 426

Pembuat Soal dr. Rina Yuniarti

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Cemas Menyeluruh

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 23 tahun datang ke praktek dengan keluhan sering kuatir, berdebar-debar,

otot tegang, tangan sering gemetar, sulit berkonsentrasi dan cepat lelah, dialami sejak 1

tahun yang lalu sejak pasien kuliah disalah satu perguruan tinggi terkenal yang sangat

diinginkannya. Pasien juga mengeluh sulit tidur pada malam hari. Pemeriksaan fisik dan

penunjang dalam batas normal. Kemungkinan patofisiologi yang mendasari penyakit ini:

Jawaban
A. Gangguan noradrenalin pada locus ceruleus

B. Defisit neurotransmitter noradrenalin

C. Defisit neurotransmitter dopamin

D. Defisit neurotransmitter serotonin

E. Gangguan pada reseptor 5HT-1A

Jawaban E

Referensi Mudjaddid. Pemahaman dan penanganan

psikosomatik gangguan ansietas dan depresi di

bidang ilmu penyakit dalam. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid 3: Hal 3581-

3584

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 427

Pembuat Soal dr. Rina Yuniarti

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Panik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 40 tahun, pekerjaan wiraswasta, sering merasa cemas sejak 6 bulan yang

lalu. Sejak saat itu pasien sering berkeringat, gelisah, dan tidak sanggup menyelesaikan

pekerjaan rutin di kantor. Keluhan ini dirasakan tiba-tiba, lamanya mencapai 1-2 jam.

Keluhan bersifat hilang timbul dan pasien merasa nyaman bila serangan menghilang,
namun dalam 10 hari terakhir keluhan menjadi lebih sering. Pasien mearsa gelisah, sedih,

terkadang pasien menangis sendiri tanpa penyebab yang jelas. Pasien mengaku sulit

mengawali tidur karena gelisah, tidak ingin bunuh diri tapi takut keluhan ini membawa

kematian. Saat ini pasien rutin minum obat antihipertensi yang dialaminya sejak 3 tahun

yang lalu, saat kontrol di poliklinik didapatkan penurunan fungsi ginjal ringan.

Tatalaksana yang tepat untuk pasien ini adalah:

Jawaban

A. Psikoterapi

B. Klomipramin

C. Psikoterapi, Buspiron

D. Psikoterapi, Alparzolam

E. Psikoterapi, Sertralin

Jawaban D

Referensi S. Budi Halim, Mudjaddid. Psikofarmaka dan

Psikosomatik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. Jilid 3: Hal 3580

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 428

Pembuat Soal dr. Rina Yuniarti

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Obsesif Kompulsif

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A
Soal

Seorang wanita berusia 34 tahun dibawa berobat oleh suaminya ke poliklinik dengan

keluhan sering sekali mengecek kompor apakah sudah mati secara berulang-ulang.

Menurut suami pasien, keluhan ini sudah berlangsung selama 6 bulan dan semakin

bertambah parah sampai pasien tidak bisa tidur. Pasien merasa terganggu dengan

pemikiran apakah kompor benar-benar sudah mati sehingga sering mengeceknya. Pasien

takut akan terjadi kebakaran jika kompor belum mati. Tatalaksana yang tepat untuk pasien

ini adalah:

Jawaban

A. Psikoterapi dan Meklobemid

B. Psikoterapi dan Klomipramin

C. Psikoterapi dan Buspiron

D. Psikoterapi dan Tianeptin

E. Psikoterapi dan Mirtazapin

Jawaban B

Referensi S. Budi Halim, Mudjaddid. Psikofarmaka dan

Psikosomatik. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. Jilid 3: Hal 3580

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 429

Pembuat soal RennyArySoetedjo

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup

Kompetensi

Bahasan Dalam Standar Depresi


JenisSoal/JenisPertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang Perempuan, 28thn, dating dengan lemah badan. Belakangan pasien juga

mengeluh sering tidur, malas keluar rumah dan sering menyendiri. Sebelumnya pasien

pernah bermasalah dengan studinya dan dikeluarkan dari fakultas. Pemeriksaan fisik

didapatkan tidak ada kelainan dan pemeriksaan laboratorium dalam batas normal.

Terapi yang paling tepat pada pasien ini adalah:

A. Buspiron

B. Klomipiramin

C. Sertraline

D. Alprazolam

E. Maprotilin

Jawaban : C

Referensi E.Mudjaddid. 2014. Pemahaman dan

PenangananPsikosomatikGangguan

Ansietas dan Depresi di

BidangIlmuPenyakitDalam. Buku

Ajar IlmuPenyakit

DalamEdisi VI. Jilid III hal.3581-3584

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 430

Pembuat soal Renny Ary Soetedjo

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup
Kompetensi

Bahasan Dalam Standar Depresi

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Dibawah ini yang merupakan gejala untuk mempermudah mengenali keadaan depresi

adalah:

A. Tidak bisa menikmati hidup

B. Tidak ada perhatian pada lingkungan

C. Lelah sepanjang hari

D. A dan C benar

E. A, B dan C benar

Jawaban: E

Referensi E.Mudjaddid. 2014. Pemahaman dan

PenangananPsikosomatikGangguan

Ansietas dan Depresi di

BidangIlmuPenyakitDalam. Buku

Ajar IlmuPenyakit

DalamEdisi VI. Jilid III hal.3581-3584

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 431

Pembuat soal RennyArySoetedjo

Kategori Soal Psikosomatik

Lingkup

Kompetensi
Bahasan Dalam Standar Depresi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Dibawah ini yang merupakan kombinasi gejala keadaan depresi yang paling benar adalah:

A. Cepat bangun, rasa lelah, rasa paling tidak enak di pagi hari

B. Sulit tidur, rasa Lelah, rasa paling tidak enak di sore hari

C. Sulit tidur, menangis, rasa paling tidak enak di sore hari

D. Cepat bangun, tidak ada rasa Lelah, rasa paling tidak enak sore hari.

E. Sulit tidur, menyalahkan diri, rasa tidak enak pagi hari.

Jawaban : A

Referensi E.Mudjaddid. 2014. Pemahaman dan

PenangananPsikosomatikGangguan

Ansietas dan Depresi di

BidangIlmuPenyakitDalam. Buku

Ajar IlmuPenyakit

DalamEdisi VI. Jilid III hal.3581-3584

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 432

Pembuatsoal RennyArySoetedjo

KategoriSoal Psikosomatik

Lingkup

Kompetensi

Bahasan Dalam Standar Depresi

JenisSoal/JenisPertanyaan Patofisiologi
Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pada depresi, terjadi deficit atau kekurangan neurotransmitter:

A. Noradrenalin

B. Dopamin

C. Serotonin

D. A dan C benar

E. A, B dan C benar

Jawaban : E

Referensi E.Mudjaddid. 2014. Pemahaman dan

PenangananPsikosomatikGangguan

Ansietasdan Depresi di

BidangIlmuPenyakitDalam. Buku

Ajar IlmuPenyakit

DalamEdisi VI. Jilid III hal.3581-3584

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 433

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI GERIATRI

Kontributor:

dr. Khairunnissa / UNSYIAH

Dr. Malik Ibrahim / UNS

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]
KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 434

Nama Peserta dr. Sylva Nazly

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sarkopenia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompeensi 4A

Soal1

Tn.A , seorang laki-laki 70 tahun, mantan perokok dan sudah didiagnosis PPOK sejak 10

tahun yang lalu. Tn.A mengkonsumsi inhaler dua kali sehari secara tidak rutin. Sejak 1

tahun terakhir, Tn.A telah 3 kali mengalami jatuh. Keluarga mengatakan bahwa Tn.A

tampak semakin kurus dan kemampuannya dalam beraktifitas terus menurun dalam 3

tahun terakhir. Perubahan fungsi endokrin yang berkaitan dengan permasalahan keadaan

diatas adalah , kecuali:

a. Penurunan testosteron

b. Resistensi Insulin

c. Penurunan produksi Vit D

d. Penurunan Dehydroepiandrostedione ( DHEA )

e. Penurunan hormon paratiroid

Jawaban : E

Referensi Siti Setiati, Noto Dwimartutie, 2014.


Sarkopenia. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid III : halaman 3717-

503.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 435

Nama Peserta dr. Sylva Nazly

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

KategoriSoal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sarkopenia

Jenis Soal/ JenisPertanyaan Diagnosa dan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang laki-laki berusia 75 tahun tinggal sendiri setelah istrinya meninggal 5 tahun yang

lalu . Pasien ini memiliki riwayat hipertensi , gagal jantung, dan fraktur panggul kiri 3

tahun sebelumnya. Pasien ditemukan terjatuh , dokter menemukan adanya kelemahan otot

menyeluruh dan penurunan berat badan sekitar 6 kg dalam setahun terakhir. Terapi yang

dapat diberikan pada permasalahan diatas adalah , kecuali:

a. Testosteron, estrogen

b. Growth hormom dan IGF-1

c. Ace Inhibitor

d. Calsium Channel Blocker

e. Inhibitor myostatin
Jawaban : D

Referensi

Siti Setiati, Noto Dwimartutie, 2014.

Sarkopenia. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid III : halaman 3717-

503.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 436

Nama Peserta dr. Sylva Nazly

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Kerapuhan dan Sindrom Gagal Pulih

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Seorang perempuan berusia 73 tahun dengan riwayat DM , gagal jantung kongestif, dan

osteoarthritis lutut kronik. Pasien mengkonsumsi obat-obatan sebanyak 7 macam secara

rutin. Pasien harus menghentikan aktifitasnya karena nyeri lutut yang meningkat dan

merasakan mudah lelah sekitar 2 bulan sebelum operasi . Paien menjalani operasi lutut

dan tidak ada masalah setelah operasi . Setelah diberikan medikasi narkotika untuk

mengurangi rasa nyerinya, pasien menjadi delirium. Pasien kemudian menjalani

rehabilitasi selama beberapa minggu , setelah 3 bulan pasien kembali pada kondisi awal
namun masih merasakan kelelahan dan aktifiatas berkurang. Kondisi yang berhubungan

dengan terjadinya permasalahan diatas adalah :

a. Gagal jantung kronik

b. Penyakit reumatologi

c. Diabetes Melitus

d. Penggunaan obat lebih dari 4 macam

e. Semua benar

Jawaban : E

Referensi Siti Setiati, Aulia Rizka, 2014. Kerapuhan

dan Sindrom Gagal Pulih . Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid III :

halaman 3725-504.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 437

Nama Peserta Rachmi

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Tidur

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Laki-laki berusia 64 tahun datang ke poliklinik karena keluhan sering mengantuk.


Menurut istrinya, pasien sering terbangun dari tidurnya karena merasa seperti dirayapi

semut di kaki nya. Pada siang hari pasien sering jatuh tertidur saat sedang menonton

televisi dan bercakap-cakap dengan teman-temannya. Berat badan pasien 60 kg dengan

tinggi badan 158 cm. Hasil pemeriksaan jantung dan paru dari medical check up rutin 6

bulan lalu menunjukkan hasil yang normal. Pasien tidak merokok dan tidak minum

alkohol.

Tatalaksana yang sesuai untuk pasien:

A. Merendam kaki dan tungkai atas dengan air hangat

B. Hindarkan gerakan badan berlebihan saat di tempat tidur

C. Menganjurkan pasien untuk tidur dengan posisi berbaring telentang

D. Menurunkan berat badan

E. Memperbaiki pola makan

Jawab : A

Referensi Rejeki Andayani Rahayu. 2014. Gangguan

Tidur Pada Usia Lanjut. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. hal.3823-3833.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 438

Nama Peserta Rachmi

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Ulkus Dekubitus
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis dan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 72 tahun dibawa ke rumah sakit oleh keluarga karena luka di

bokong yang semakin meluas. Dua minggu sebelumnya timbul luka lecet kemerahan.

Pasien 1 tahun yang lalu terkena stroke. Saat ini dengan kelemahan anggota gerak

sebelah kiri, mobilisasi terbatas. Pemeriksaan tanda vital didapatkan kesadaran

kompos mentis, tekanan darah 110 /70 mmHg, denyut nadi 102 kali/menit, regular,

frekuensi napas 24 kali/menit, temperatur axilla 37,7 °C. Didapatkan luka di sacrum

dengan ukuran 4x4x0,5 cm, luka dasar kemerahan, darah (+), nanah (+). Lab : Hb

8,9/L 5000/Ht 42/Tr 185.000

Stadium ulkus dan penatalaksaan yang tepat pada kasus di atas adalah:

A. Ulkus dekubitus grade 2, bersihkan luka dan balut luka tidak tebal

B. Ulkus dekubitus grade 2, antibiotik topikal, rawat luka terbuka

C. Ulkus dekubitus grade 3, konsul bedah plastik

D. Ulkus dekubitus grade 3, antibiotik sistemik, bersihkan luka dan balut luka tidak

tebal

E. Ulkus dekubitus grade 4, antibiotik sistemik, perawatan dengan air hangat

Jawab : D

Referensi Rose Dinda Martini. 2014. Ulkus

Dekubitus. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. hal.3764-3770.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 439

Nama Peserta Rachmi


Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Ulkus Dekubitus

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Laki-laki 75 tahun datang ke IGD dengan kondisi gelisah, bicara meracau. Pasien

dilaporkan sering ngompolsejak 1 minggu terakhir. Riwayat trauma disangkal. Pada

pemeriksaan fisik, pasien hanya mengenali namanyasaja. Tekanan darah 138/70, frekuensi

nafas 24x, nadi 89x dan suhu 38°C. Pemeriksaan diarea bokong kirididapatkan luka

berukuran 5cm x 5cm x 0,1 cm. Dasar luka berupa dermis kemerahan, dan tidak

didapatkanjaringan nekrotik, dan tidak berbau serta tidak terdapat pus. Berdasarkan

temuan diatas berapa stadium dariulkus decubitus tersebut?

A. Stadium I

B. Stadium II

C. Stadium III

D. Stadium IV

E. Tidak dapat ditentukan

Jawab : B

Referensi Rose Dinda Martini. 2014. Ulkus

Dekubitus. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. hal.3764-3770.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 440

Nama Peserta dr. Hendra Wahyudi

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Immobilisasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1

Seorang laki-laki 75 tahun mengalami stroke 7 hari yang lalu dan sejak saat itu mengalami

kelumpuhan pada kedua tungkai bawahnya. Setiap hari hanya berbaring ditempat tidur.

Makan dan minum harus dibantu. Pasien memiliki riwayat osteoarthritis genu sejak 5

tahun yang lalu dan mengeluhkan nyeri saat berjalan. Pasien juga menderita demensia

sehingga takut untuk pergi sendiri. Penyebab utama immobilisasi pada pasien ini adalah :

a. Gangguan akibat nyeri

b. Deconditioning

c. Gangguan fungsi kognitif

d. Gangguan vestibuloserebral

e. Gangguan neurologis

Jawaban : E

Referensi Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

hal.3758

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 441

NamaPeserta dr. Hendra Wahyudi

PeriodeUjian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

KategoriSoal Geriatri

LingkupBahasanDalamStandarKompetensi Elderly Mistreatment

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang wanita berusia 65 tahun dibawa ke UGD oleh keluarganya karena keluhan

penurunan kesadaran. Sejak 2 hari terakhir pasien tampak lebih sering tertidur dan sulit

dibangunkan. Terdapat riwayat stroke pada 1 tahun yang lalu, sehingga pasien hanya dapat

berbaring di tempat tidur. Pasien sehari-hari dirawat oleh keluarga secara bergantian. Satu

minggu terakhir suami pasien meninggal, sehingga pasien tampak lebih sering murung dan

menangis. Pada pemeriksaan didapatkan pasien somnolen, tanda vital didapatkan tekanan

darah 130/80 mmHg, denyut nadi 108 kali/menit, regular, frekuensi napas 24 kali/menit,

temperatur axilla 38,5 °C. Ditemukan ulkus dekubitus grade III di bokong. Pada foto

thoraks didapatkan infiltrat di paru kanan bawah.

Yang merupakan faktor risiko utama timbulnya salah perlakuan pada pasien geriatri

adalah?

a. Usia lanjut

b. Isolasi sosial

c. Rendahnya pendidikan

d. Ketergantungan

e. Gangguan psikologis

Jawaban : E
Referensi

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

hal.3875

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 442

Nama Peserta dr. Hendra Wahyudi

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Intellectual Impairment

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal 3

Seorang perempuan 75 tahun dibawa oleh tetangganya ke IGD karena ditemukan tidak

sadarkan diri . tetangga tidak tahu secara pasti sejak kapan pasien tidak sadarkan diri . selama

3 tahun terakhir pasien tinggal sendiri dirumahnya. Anak-anak semuanya sudah menikah dan

memiliki rumah masing-masing. Suami pasien sudah meninggal. Menurut cerita tetangga,

pasien masih dapat melakukan aktivitas sehari-hari meskipun dengan kesulitan. Seringkali

tetangga disamping rumah mengirimi makanan untuk pasien. Anak-anak pasien jarang

menjenguk, dan hanya sesekali dikunjungi oleh cucunya. Anak ke 3 pasien masih sering

mengirimi uang untuk ibunya, namun jarang terlihat menjenguk karena tinggal ditempat yang

jauh. Diketahui pasien sudah lama menderita diabetes dan penyakit jantung dan mendapat

berbagai obat yang tidak rutin diminum karena kadang terlupa. Diagnosis yang paling tepat

dari masalah yang menjadi latar belakang kondisinya saat ini adalah?

A. Depresi
B. Demensia

C. Gangguan kognitif pada geriatri

D. Iatrigenesis

E. Elderly mistreatment

Jawaban : E

Referensi Elderly Mistreatment. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. hal.3874

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 443

Nama Peserta dr. Khairunnissa

Periode Ujian 38

Asal FK Fakultas Kedokteran Universitas Syiah

Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Keseimbangan, Jatuh dan

Fraktur

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 67 tahun datang dengan keluhan nyeri pada lutut. Nyeri dirasakan sejak 2

tahun yang lalu, yang semakin memberat sejak 3 bulan lalu. Pada pemeriksaan lutut

didapatkan krepitasi bilateral. Dari pemeriksaan lain dan tanda vital dalam batas normal.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menilai adanya instabilitas dan resiko jatuh pada
pasien di atas adalah :

A. Uji The Timed Up and Go, Uji Menggapai Fungsional, pemeriksaan Rontgen Genu

B. Uji The Timed Up and Go, Uji Menggapai Fungsional, Uji Keseimbangan Berg

C. Uji menggapai fungsional, Uji Keseimbangan Berg, pemeriksaan Rontgen Genu

D. Uji menggapai fungsional, pemeriksaan Rontgen Genu, Uji Lingkup Gerak Sendi

E. Uji The Timed Up and Go, Uji Keseimbangan Berg, Uji Lingkup Gerak Sendi

Jawab : B

Referensi Setiati S, Laksmi PW. 2014. Gangguan

Keseimbangan, Jatuh dan Fraktur. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI : hal

3743-3755.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 444

Nama Peserta dr. Khairunnissa

Periode Ujian 38

Asal FK Fakultas Kedokteran Universitas Syiah

Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Keseimbangan, Jatuh dan

Fraktur

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal
Seorang wanita 69 tahun datang dengan keluhan gangguan bila berjalan. Bila melangkah

pasien harus menggapai sesuatu, tidak ada riwayat trauma, tidak ada keluhan nyeri pada

sendi, tidak ada demam. Pada pemeriksaan fisik TD 130/80 mmHg saat berbaring dan TD

110/70 mmHg saat pasien berdiri, Nadi 100 x/menit, Respirasi 20 x/menit. Terdapat

krepitasi pada kedua lutut. Pemeriksaan jantung dan paru dalam batas normal.
Perubahanperubahan

terkait penuaaan seperti kondisi diatas, kecuali :

A. Menurunnya propioseptif

B. Menurunnya tonus otot

C. Menurunnya ayunan postural

D. Melambatnya reflex

E. Hipotensi ortostatik

Jawab : C

Referensi Setiati S, Laksmi PW. 2014. Gangguan

Keseimbangan, Jatuh dan Fraktur. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI : hal

3743-3755.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 445

Nama Peserta dr. Khairunnissa

Periode Ujian 38

Asal FK Fakultas Kedokteran Universitas Syiah

Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
Gangguan Nutrisi pada Usia Lanjut

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang Wanita 72 tahun datang ke poliklinik geriatri mengeluh nafsu makan menurun

sejak 4 minggu yang lalu. Pada screening Mini Nutrional Assessment 10, dan skor

pengkajian Malnutrition Indication Score didapatkan skor 19. Bagaimanakah interpretasi

temuan diatas ?

A. Pasien tidak mengalami malnutrisi

B. Pasien kemungkinan malnutrisi

C. Pasien beresiko malnutrisi

D. Pasien malnutrisi

E. Pasien malnutrisi berat

Jawab : C

Referensi Sari NK. 2014. Gangguan Nutrisi pada

Usia Lanjut. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI : hal 441-447.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 446

Nama Peserta dr. Tambunta Tarigan

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
Isolation/ depresi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1

Seorang perempuan berusia 67 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan utama

pasien adalah terbangun malam hari, pasien juga mengeluhkan sakit kepala, merasa sepi

di rumah, dan anak – anaknya jarang berkunjung ke rumahnya karena bertempat tinggal di

lain kota. Dalam kesehariannya pasien malas untuk beraktivitas, di karenakan rasa

semangat akan kehidupan sudah sirna. Pasien selama ini mempunyai riwayat hipertensi,

dan akhir - akhir ini pasien sudah jarang minum obat – obatan nya, dikarenakan tidak ada

yang menemaninya pergi untuk berobat.

Terkait dengan keluhan utama pasien obat anti depresi apakah yang akan Anda pilih untuk

pasien tersebut :

A. Trazodone

B. Amitriptilin

C. Fluoxetin

D. Sertalin

E. Sitalopram

Jawaban : A

Referensi Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

hal.3814

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 447

NamaPeserta Tambunta Tarigan

PeriodeUjian 38
Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

KategoriSoal Geriatri

LingkupBahasanDalamStandarKompetensi Depresi

JenisSoal/JenisPertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang wanita berusia 68 dibawa ke UGD oleh keluarganya karena keluhan tidak bisa

tidur. Sejak 3 minggu yang lalu pasien tidak bisa tidur hampir setiap hari, disertai berat

badan turun 10 kg, tidak mau makan, sering menyendiri di kamar, dan mengeluh lelah

setiap saat. Suami pasien sudah meninggal 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan

didapatkan pasien terlihat lemah, tanda vital didapatkan ; tekanan darah 130/80 mmHg,

denyut nadi 88 kali/menit, regular, frekuensi napas 20 kali/menit, temperatur axilla 36,5

°C.

Patofisiologi yang menyebabkan keadaan pada pasien ini?

A. Peningkatan aktivitas pada serotonin

B. Peningkatan aktivitas pada dopamin

C. Peningkatan aktivitas pada norandrenalin

D. Penurunan aktivitas pada serotonin, dopamin, noradrenalin

E. Peningkatan aktivitas pada serotonin, dopamin, norandrenalin

Jawaban : D

Referensi Soejono CH, Probosusena, Sari NK,2014.

Depresi pada pasien usia lanjut.

BukuAjarIlmuPenyakitDalamEdisi VI.

hal.3810-3815.

E. Mujaddid, Pemahaman dan penangan

psikosomatik gangguan ansietas dan

depresi di bidang ilmu penyakit dalam.


BukuAjarIlmuPenyakitDalamEdisi VI.

hal.3583..

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 448

Nama Peserta dr. Tambunta Tarigan

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Intellectual Impairment

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi 3A

Soal 3

Seorang wanita berusia 68 tahun dibawa ke UGD oleh keluarganya karena keluhan tidak

bisa tidur. Sejak 3 minggu yang lalu pasien tidak bisa tidur hampir setiap hari, disertai

berat badan turun 10 kg, tidak mau makan, sering menyendiri di kamar, dan mengeluh

lelah setiap saat. Suami pasien sudah meninggal 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan

didapatkan pasien terlihat lemah, tanda vital didapatkan ; tekanan darah 130/80 mmHg,

denyut nadi 88 kali/menit, regular, frekuensi napas 20 kali/menit, temperatur axilla 36,5

°C.

Pilihan obat anti depresi pada pasien ini terkait dengan keluhan tidak bisa tidur adalah

sebagai berikut;

a. Amitriptilin

b. Fluoxetin
c. Sertalin

d. Sitaloparm

e. Trazodone

Jawaban : E

Referensi Wasilah Rochmah., Kuntjoro Harimurti.

2014. Demensia. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. hal.3801-3809

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 449

Nama Peserta dr. Tambunta Tarigan

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Intellectual Impairment

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 3A

Soal 4

Seorang perempuan berusia 67 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan sering

lupa dan sering membuat catatan sejak 5 bulan terakhir. Dalam berkomunikasi pasien

sering kesulitan menemukan kata-kata yang akan digunakan. Keluarga mengatakan pasien

tidak memperhatikan cara berpakaian dan tidak bisa mengerjakan aktivitas kompleks.

Golongan obat yang dapat digunakkan pasien tersebut adalah:

A. Antagonis N metil D aspartat


B. Beta Hydroxy Beta Methylbutyrate

C. Beta adrenergik

D. H2 bloker

E. Agonis N metil D aspartat

Jawaban : A

Referensi Wasilah Rochmah., Kuntjoro Harimurti.

2014. Demensia. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. hal.3801-3809

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 450

Nama Peserta Alkausar

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Impaction/Konstipasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 67 tahun datang berobat ke poliklinik geriatri dengan keluhan

sulit BAB sejak 6 bulan terakhir. Pasien mengatakan bahwa ia harus mengejan saat BAB

karena fesesnya keras dan sulit keluar. Pasien sering menggunakan obat pencahar supaya

bisa BAB.

Obat manakah yang tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang:


A. Sorbitol

B. Lactulose

C. Glyserin

D. Bisakodil

E. Psillium

Jawab : D

Referensi Kris Pranarka, Rejeki Andayani, 2014.

Konstipasi dan Inkontinensia Alvi, Buku

Ilmu Penyakit Dalam, Edisi IV, Jilid III, hal

3782-3789

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 451

Nama Peserta Alkausar

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Penglihatan/Pendengaran

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang perempuan berusia 66 tahun di bawa keluarga berobat ke poliklinik geriatri

dengan keluhan sulit mendengar yang sejak 4 bulan terakhir. Keluarga pasien mengatakan

mereka harus berbicara keras setiap berbicara dengan pasien. Selama ini pasien tidak
mengeluhkan telinga terasa gatal, nyeri, keluar cairan. Pasien sudah di pernah berobat ke

dokter ahli THT dan disarankan menggunakan alat bantu dengan.

Dari kasus tersebut screening yang direkomendasikan untuk mendeteksi adanya gangguan

pendengaran pada lansia adalah dengan cara:

A. Kuesioner

B. Audioskop

C. Otoskop

D. Whispered voice test

E. Semua jawaban salah

Jawab : D

Referensi Bassem Elsawy, KimE Higgin, The

Geriatric Assessment, Am Fam Physician,

hal.48-59

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 452

Nama Peserta Alkausar

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Disfungsi Seksual

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 3A

Soal
Pasien Pria, 65 tahun datang ke praktek dokter ahli penyakit dalam dengan keluhan

mempunyai permasalahan dorongan seksual yang menurun 3 bulan terakhir, kemudian

bila dorongan seksual ada, pasien tidak mampu untuk ereksi. Pasien tidak bisa melayani

isteri sehingga sering terjadi pertengkaran. Riwayat penggunaan diazepam akibat

kesulitan tidur malam dalam 6 bulan terakhir, pasien juga minum obat propanolol, HCT

dan diltiazem akibat penyakit darah tinggi yang dideritanya selam 5 tahun . Pasien sudah

pernah minum viagra selama 1 bulan namun tidak memberikan hasil yang memuaskan,

yang terjadi penis hanya mengeras sesaat. Dokter menduga keluhan tersebut disebabkan

oleh efek samping obat yang dikonsumsi pasien selama ini. Dokter tersebut bermaksud

menghentikan beberapa obat yang dikonsumsi pasien dan menukarnya dengan obat lain.

Obat manakah yang masih dapat diteruskan pada pasien ini, adalah? :

A. Propanolol

B. Diazepam

C. Diltiazem

D. HCT

E. Diltiazem dan HCT

Jawab : C

Referensi T.S Sathyanarayana Rao, Abhinav Tandon,

Shivanav Manohar, 2018. Clinical Practice

Guidline for Management of Sexual

Disorders in Elderly, Indian journal

Psvchiatry, Vol 60 hal. S397–S409

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 453

Nama Peserta dr. Imelda


Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Iatrogenesis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 3A

Soal 3

Seorang Wanita, 80 tahun, kontrol ke poli Penyakit Dalam, setelah dirawat selama 1

minggu karena sesak nafas, bengkak di kaki dan dikatakan sakit jantung pasien menderita

DM 10 tahun. Pasien mengeluh keluhan sesak nafas masih ada, ada keluhan batuk dan

demam. Pasien juga saat ini mengeluh BAB warna hitam cair dan lengket, pasien tampak

lemas dan dehidrasi, BAK sedikit. Pasien membawa obat aspilet, furosemid, atorvastatin,

lansoprazol, dan obat anti diabetik. Pada pemeriksaan fisik TD 100/70, nadi 110x/ menit,

suhu 38° C.. Prediktor penting kejadian yang dialami pasien diatas adalah, kecuali :

A. Usia Tua

B. Jumlah obat yang diminum perhari

C. Kondisi medis yang buruk

D. Perawatan dirumah

E. Gangguan Fungsi ginjal

Jawaban : D

Referensi R.A. Tuty Kuswadhani. 2014. Iatrogenesis.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

hal.3790-3794

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 454

Nama Peserta Dr. Imelda

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Delirium

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 80 tahun dibawa ke RS oleh keluarganya karena sering bicara

meracau dan sering tidur siang hari dan malam hari sulit tidur. Saat di rumah sakit pasien

merasa sedang berada di rumah. Pasien sebelumnya mempunyai keluhan batuk, demam,

mual, sehingga diberikan parasetamol dan omeprazol oleh anak nya. Karena keluhannya

tersebut pasien dikatakan sulit makan dan minum sehingga pasien sering tampak terlihat

lemas. Pada pemeriksaan didapatkan pasien gelisah, tanda vital didapatkan tekanan darah

90/60 mmHg, denyut nadi 108 kali/menit, regular, frekuensi napas 20 kali/menit, suhu 38

C, mukosa lidah kering, turgor kulit kembali lambat. Gannguan yang terdapat pada pasien

ini adalah:

A. Psikotik akut

B. Adverse drug Reaction (ADR)

C. Acute convusional state

D. Depresi

E. Demensia alzheimer

Jawaban : C
Referensi Soejono CH. 2014. Sindrom Delirium

(Acute Convusional State). Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. hal.3795-3800.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 455

Nama Peserta Dr. Imelda

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Delirium

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita berusia 80 tahun dirawat di RS karena keluhan gaduh gelisah dan sering

berteriak sejak 3 hari sebelum masuk rumah sakit, tetapi kadang pasien hanya diam dan

tampak sering tertidur. Pasien mempunyai riwayat penyakit stroke sejak 6 bulan yang lalu

sehingga pasien hanya sering berbaring di tempak tidur. Pasien juga rutin minum obat

untuk sakit jantung, DM dan nyeri lutut. Keluarga mengatakan ada keluhan panas badan

dan nyeri BAK sebelumnya. Saat perawatan terpasang selang NGT dan kateter yang

seringkali tampak berusaha dicabut oleh pasien. Pasien tampak gaduh gelisah dan sering

mengamuk. Tatalaksana pilihan pertama yang dapat diberikan kepada pasien adalah:

A. Chlorpromazin

B. Diazepam
C. Olanzapine

D. Risperidon

E. Haloperidol

Jawaban : E

Referensi Soejono CH. 2014. Sindrom Delirium

(Acute Convusional State). Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI. hal.3795-3800.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 456

Nama Peserta Ridha Wahyuni

PeriodeUjian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

KategoriSoal Geriatri

LingkupBahasanDalamStandarKompetensi Dizzines

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang pria berusia 75 tahun datang berobat ke poliklinik karena keluhan pusing berputar

sejak 1 minggu yang lalu, pasien masih dapat berjalan, disertai tinitus dan mual muntah

yang berat berlangsung sampai 20 detik.

Hal yang paling mungkin menyebabkan kondisi di atas adalah

A. Penyakit meniere presinkop

B. Labirintitis dan penyakit meniere

C. Disekuilibrium dan labirintitis

D. Presinkop dan disekuilibrium


E. BPPV dan presinkop

Jawaban B

Referensi

Probosuseno. Husni NA, Rochmah W,

2014.

Dizzines pada lanjut usia, Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI.hal.3731-3742

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 457

Nama Peserta Ridha Wahyuni

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Dizzines

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki-laki 70 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sering hampir jatuh

karena merasa seperti “melayang” saat perubahan posisi. Asupan pasien baik. Pasien

memiliki riwayat asma yang terkontrol dan osteoarthritis genu bilateral. Obat yang

dikonsumsi rutin glukosamin dan hanya sesekali menggunakan inhaler yang berisi

salbutamol. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah saat berbaring 120/80

mmHg, saat duduk 110/68 mmHg, serta saat berdiri 98/66 mmHg. Nistagmus tidak
ada. Provokasi gerakan leher tidak menimbulkan rasa pusing. Test Romberg dan

Romberg dipertajam negatif. Status neurologis, hasil pemeriksaan hemostasis, EKG,

ekokardiografi, doppler transkranial dan carotis, serta holter monitor dalam batas

normal.

Penyebab keluhan pada pasien ini yang paling mungkin adalah:

a. Stroke non hemorhagik

b. Transient ischemic attack

c. Insufisiensi vertebra-basiler

d. Penurunan sensitivitas baroreseptor

e. Peningkatan compliance ventrikel kiri

Jawaban D

Referensi

Probosuseno. Husni NA, Rochmah W,

2014.

Dizzines pada lanjut usia, Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI.hal.3731-3742

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 458

Nama Peserta Ridha Wahyuni

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Syiah Kuala

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Dizzines
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Pasien laki-laki 70 tahun mengeluh sering merasa pusing berputar, dan membaik dengan

posisi tertentu. Pasien bahkan sempat hampir pingsan bila melakukan gerakan mendadak,

kadang hingga muntah. Pasien tidak terdapat riwayat penyakit jantung, hipertensi. Masih

dapat beraktivitas seperti biasa.

Kondisi pusing berputar pada pasien di atas dipikirkan disebabkan?

a. Penyakit serebrovaskular

b. Benign Paroxysmal Positional Vertigo

c. Orthostatic Hypotension

d. Anxietas

e. Pengaruh obat-obatan

Jawaban B

Referensi

Probosuseno. Husni NA, Rochmah W,

2014.

Dizzines pada lanjut usia, Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI.hal.3731-3742

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 459

Nama Peserta Dr. Malik Ibrahim

Periode ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri


Lingkup Bahasan Dalam standar

kompetensi

Gangguan Tidur pada Usia Lanjut

Jenis soal/ Jenis Pertanyaan Etiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki usia 65 tahun datang dengan keluhan sering sakit kepala terutama saat bangun

tidur. Os juga merasakan sering mengantuk di pagi harinya sehingga os merasa terganggu saat

melakukan pekerjaan di kantornya. Menurut istrinya, pasien mengorok cukup keras setiap tidur di

malam hari.Berikut ini hal-hal yang dapat menyebabkan terjadinya gangguan tidur primer,

kecuali:

a. Obesity hypoventilation syndrome

b. Obstructive sleep apnea

c. Restless leg syndrome

d. Gangguan perilaku REM

e. Hipertiroid

Jawab : E

Referensi Rahayu,RA.Gangguan Tidur pada Usia Lanjut.

Dalam: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 3,

Edisi VI. Jakarta : Interna Publishing; 2014. h

3823-32

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 460

Nama Peserta Dr. Malik Ibrahim

Periode ujian 38
Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam standar

kompetensi

Sindrom Delirium

Jenis soal/ Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 73 tahun dibawa keluarganya ke RSUD Dr. Moewardi dengan keluhan tidak

mau makan sejak 2 minggu sebelumnya. Pasien hanya makan satu sampai dua sendok setiap kali

makan sejak dua minggu terakhir, minum juga sangat sedikit. Sejak 3 hari sebelum masuk RS

pasien cenderung lebih pendiam dan lebih banyak tidur. Jika diajak berbicara sering kali tidak

nyambung. Pasien juga mulai demam. Pasien diketahui menderita DM sejak 10 tahun lalu. Enam

bulan yang lalu pasien terkena stroke dan sejak itu pasien tak dapat berjalan dan hanya berbaring

di tempat tidur. Hal-hal berikut yang dapat mencetuskan kondisi delirium pada pasien adalah:

a. Infeksi

b. Dehidrasi

c. Ketidak seimbangan elektrolit

d. Hipoglikemia

e. Semua benar

Jawab : E

Referensi Soejono CH. Sindrom Delirium. Dalam: Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 3, Edisi VI.

Jakarta : Interna Publishing; 2014. h 3795-800

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 461

Nama Peserta Dr. Malik Ibrahim

Periode ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam standar

kompetensi

Demensia

Jenis soal/ Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 65 tahun datang ke poliklinik RSUD Dr. Moewardi diantar anaknya karena

sering lupa sejak 3 bulan terakhir ini terutama terhadap hal yang baru saja dilakukannya. Menurut

anaknya akhir-akhir ini pasien juga tidak memahami bila diminta melakukan sesuatu yang ringan

seperti mengambil gelas atau menutup pintu. Sebelumnya pasien sering menceritakan masa

mudanya secara berulang ulang namun sekarang pasien lebih jarang bicara. Sejak 5 tahun yang

lalu pasien didiagnosis Diabetes Mellitus dan sudah lama pasien hipertensi namun terkontrol.

Untuk kegiatan rutinitas sehari-hari saat ini pasien masih dapat mengurus dirinya

sendiri.Diagnosis yg paling mungkin pada kasus di atas adalah :

a. Delirium

b. Organik

c. Dementia

d. Depresi

e. Skizofrenia

Jawab : C

Referensi Rochmah W, Harimurti K. Demensia. Dalam:

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid, Edisi


VI. Jakarta : Interna Publishing; 2014. h

3801-09

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 462

Pembuat soal Dr.Adil

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Disfungsi seksual pada lansia

Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Tata laksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pria 65 tahun datang ke poli klinik dengan keluhan saat melakukan hubungan seksual

dengan istri pasien merasakan sulit ereksi. Pasien menderita penyakit jantung dan diberikan nitrat

oleh dokternya. Dibawah ini adalah pernyataan yang benar mengenai kondisi dan tata laksana

terhadap pasien ini adalah?

a. Disfungsi ereksi adalah tanda normal penuaan

b. Depresi tidak harus di screening pada geriatric dengan disfungsi ereksi

c. Penggunaan sildenafil dibolehkan pada geriatric, namun kontraindikasi bila sedang dalam terapi

Nitrat

d. Penggunaan sildenafil kontraindikasi pada usia > 60 tahun

e. Penggunaan testosterone tidak memiliki efek meningkatkan resiko penyakit prostat pada geriatri

Jawaban C

Referensi First Aid for the internal medicine Board 3rd

Ed. Chapter 8 Geriatric. Sexual dysfunction


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 463

Pembuat soal Dr.Adil

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Faktor intrinsik jatuh pada geriatri

Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 68 tahun, dibawa berobat oleh keluarga ke Poliklinik Penyakit dalam

dengan keluhan bila berjalan harus memperhatikan kakinya untuk mencegahnya jatuh. Pasien juga

langkah kakinya pendek, serta merasakan sensasi bergoyang saat berdiri dengan mata tertutup, dan

sering jatuh. Pada pemeriksaan tidak ada kelainan saat memulai langkah, kekuatan motorik normal,

dan tidak ada tremor. Pada pemeriksaan darah rutin 3 bulan sebelumnya didapat hematokrit 29%

dengan MCV yang meningkat, serta kadar vitamin B12 50ng/L. Manakah diagnosis yang paling

mungkin sebagai penyebab jatuh pada pasien ini:

a. Amyotropic lateral sclerosis

b. Tumor cerebellum

c. Penyakit serebrovaskuler

d. Parkinson

e. Anemia Pernisiosa

Jawaban E

Referensi Harrison internal medicine, self assessment

and board review 17th Ed. p 10


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 464

Pembuat soal Dr. Adil

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Gangguan sensoris khusus pada usia lanjut

Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Etiologi dan patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 84 tahun dibawa keluarga ke poliklinik penyakit dalam pasien

mengeluhkan pada saat ini pasien mengaku pendengaran sudah menurun, pasien kesulitan untuk

berkomunikasi karena tidak mampu mendengar dengan baik, menurut keluarga nya bila ingin

berbicara harus dengan suara yang keras, pasien selama ini mampu beraktvitas secara mandiri

untuk kegiatan mandi, makan dan minum dilakukan sendiri, tidak ada riwayat kecelakan.pasien

rutin kontrol ke penyakit dalam karena sakit kencing manis dan mendapat obat metformin dan

furosemide. Berikut ini adalah faktor resiko yang menyebab penurunan fungsi pendengaran?

A. DM

B. Jenis kelamin laki-laki

C. Metformin

D. Furosemid

E. A, B dan D benar

Jawaban : E

Referensi IGP Suka Aryana. Gangguan sensoris khusus

pada usia lanjut. Buku Ajar Ilmu Penyakit


Dalam Jilid 111,Edisi VI. 2014; hal 3695

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 465

Pembuat soal dr. Budhi Hariyanto

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Sindrom Delirium

Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang lelaki berusia 73 tahun, dibawa kembali berobat ke poliklinik karena terlihat sangat

bingung dan sulit berkonsentrasi sejak 2 hari terakhir. Pasien berobat rutin di poliklinik penyakit

dalam dengan diagnosis terakhir vascular cognitive impairment (VCI), hernia nucleus (HNP),

hipertensi, dan diabetes melitus. Saat berobat 6 hari yang lalu, pasien mengeluh sulit tidur karena

mengeluh nyeri punggung bawahnya kambuh dan diberi obat parasetamol dan kodein, kaptropil,

amlodipin, glikuidon, metformin dan lorazepam.

Gejala yang dialami pasien pada 2 hari terakhir mengarah pada kondisi:

a. Ansietas

b. Sindrom Delirium Akut

c. Progresi dari gangguan kognitif

d. Skizofrenia

e. Gangguan perilaku dan psikologik pada demensia.

Jawaban: B

Referensi Czeresna H. Soejono. Sindrom Delirium Buku


Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi ke 6. Jilid III:

hal.3795-3800

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 466

Pembuat soal dr. Budhi Hariyanto

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Demensia

Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 71 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan sering lupa sejak

2 bulan terakhir. Pasien menderita hipertensi yang tidak terkontrol sejak 16 tahun. Menurut anak

pasien yang mendampingi pasien berobat, dua bulan yang lalu, pasien tiba – tiba bicaranya menjadi

cadel dan terdapat kelemahan pada sisi tubuh sebelah kanan. Saat itu pasien tidak berobat, namun

keluhan cadel dan kelemahan tubuh berangsur – angsur membaik seperti sedia kala. Pasien

biasanya membantu anaknya berjualan makanan di warung, namun saat ini ia mulai kesulitan,

misalnya untuk menyusun menu atau daftar belanjaan. Setelah dilakukan pemeriksaan Mini Mental

State Examination (MMSE), didapatkan hasil 25/30. Skor basic activity of daily living (ADL)

Barthel 20/20. Pendidikan terakhir pasien adalah SMP.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah :

a. Mild Cognitive Impairment

b. Huntington disease dementia

c. Vascular cognitive impairment


d. Dementia Alzheimer

e. Temporoparietal dementia

Jawaban C

Referensi Wasilah Rochmah, Kuntjoro Harimurti.

DemensiaBuku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi ke 6. Jilid III: hal.3801

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 467

Pembuat soal dr. Budhi Hariyanto

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Gangguan keseimbangan , jatuh, dan

Fraktur.

Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 63 tahun dibawa ke IGD karena terjatuh 1 jam yang lalu di toilet

umum, saat hendak bangkit setelah selesai berkemih di closet jongkok. Pasien memang sering

mengeluh nyeri di lututnya bila bangkit dari duduk atau berjalan jauh. Pasien juga sering merasa

sedikit pusing saat perubahan posisi mendadak dari berbaring ke duduk atau dari duduk ke berdiri.

Obat yang dikonsumsi meliputi suplemen kalsium, vitamin C, dan vitamin B. Pada pemeriksaan

fisik didapatkan tekanan darah saat berbaring 140/90 mmHg dan saat duduk 115/70 mmHg;

shadow test (+) oculi dextra et sinistra (ODS); terdapat krepitasi genu bilateral.

Faktor resiko intrinsik jatuh pada pasien adalah :


a. Retinopati ODS, osteoartritis genue, hipotensi ortostatik dan polifarmasi

b. Katarak imatur ODS, hipotensi ortostatik, osteoartritis genue

c. Osteoporosis, polifarmasi, hipertensi ortostatik, katarak imatur ODS

d. Vertigo, osteoartritis genue, retinopati ODS

e. Vertigo, polifarmasi, katarak matur ODS, hipertensi ortostatik, osteoartritis genue

Jawaban : B

Referensi

Siti Setiati, Purwita W.Laksmi. Gangguan

keseimbangan , jatuh, dan Fraktur. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi ke 6. Jilid

III: hal.3743

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 468

Pembuat Soal dr Dian Prasetyawati

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Ulkus Decubitus

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki usia 80 tahun diantar keluarganya ke IGD RS dengan keluhan lemas badan, mual

dan muntah sejak 5 hari yang lalu. Sejak 3 bulan sebelumnya pasien hanya berbaring di tempat

tidur setelah terkena serangan stroke yang pertama yang membuat pasien tidak bisa berjalan dan

bicara. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes mellitus sejak 25 tahun yang lalu dan

jarang berobat. Setelah terkena stroke pasien rutin mengkonsumsi aspirin, lisinopril, amlodipin,

simvastatin, metformin. Dari pemeriksaan fisik ditemukan keadaan umum tampak lemah, GCS
456, tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 100 kali/menit, laju nafas 23 kali/menit, suhu axilla 38,7

C, saturasi oksigen 98%, hemiparese kiri dan ditemukan luka di region lumbosacral seluas 10x8

cm sampai otot dan tendon disertai pus. Patofisiologi terjadinya luka diatas adalah :

A. Imobilisasi akan menurunkan tekanan pada daerah sacrum yang akan menyebabkan

dilatasi pembuluh darah dan hyperemia

B. Imobilisasi akan meningkatkan tekanan pada daerah sacrum dan menyebabkan sumbatan

total kapiler yang bersifat reversible jika tekanan dihilangkan dalam 24 jam

C. Imobilisasi akan menurunkan tekanan pada daerah sacrum dan menyebabkan sel iskemia

D. Imobilisasi akan meningkatkan tekanan pada daerah sacrum yang menyebabkan oklusi

pembuluh darah dan iskemik sel

E. Imobilisasi akan menurunkan tekanan pada daerah sacrum dan menyebabkan akumulasi

metabolit seperti ADP, H, asam laktat.

Jawab D

Referensi Rose Dinda Martini, Ulkus Decubitus,

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3Edisi VI

2014 hal 3764-70

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 469

Pembuat Soal dr Dian Prasetyawati

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Gangguan Keseimbangan, Jatuh dan Fraktur

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien wanita usia 62 tahun datang dengan keluhan nyeri pada lutut. Nyeri dirasakan sejak 2 tahun
lalu, yang dirasakan semakin memberat sejak 3 bulan lalu. Riwayat jatuh (-). Pada pemeriksaan

lutut didapatkan krepitasi bilateral. Dari pemeriksaan fisik lain dan tanda vital didapatkan normal.

Pemeriksaan yang perlu dilakukan untuk mengukur mobilitas pada pasien

A. Uji Romberg

B. Uji Menggapai fungsional

C. Uji Dix Hallpike

D. Uji Time Up and Go

E. Uji Berg

Jawab D

Referensi Setiati S, Purwita W Laksmi.

Gangguan Keseimbangan, Jatuh dan Fraktur.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 3 Edisi

VI 2014 hal 3753

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 470

Pembuat Soal dr Dian Prasetyawati

Kategori Soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Instabilitas Postural

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 69 tahun dating berobat ke klinik geriatric dengan keluhan sulit

mempertahankan keseimbangan. Dalam 1 bulan ini pasien pernah terjatuh sebanyak 2 kali. Pada

pemeriksaan didapatkan adanya penurunan massa otot. Terapi apakah yang dapat diberikan pada

pasien tersebut
A. Vitamin B komplek

B. Asam folat

C. Metil kobalamin

D. Vitamin D

E. Vitamin E

Jawab D

Referensi Siti Setiati, Purwita W Laksmi.

Gangguan Keseimbangan, Jatuh dan Fraktur .

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 3 Edisi

VI 2014 hal 3743-56

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 471

Nama Peserta dr. Arantriwardhani

Periode ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam standar

kompetensi

Sindroma delirium

Jenis soal/ Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien perempuan 85 tahun, dengan riwayat jatuh 2 bulan yang lalu sehingga patah pada tulang

pahanya. Pasien lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tidur. Setelah beberapa lama mulai

muncul luka pada bagian bokong. Pada luka tampak berwarna kehitaman, ada nanah, tampak
tulang atau otot, mengeluarkan darah. Pasien dirumah tinggal bersama suaminya, suaminya hanya

mampu memiringkan kiri dan kanan tubuh pasien untuk mengurangi nyeri di luka. Namun 1 hari

yang lalu pasien mulai sulit untuk diajak komunikasi, berteriak-teriak, tidak bisa tidur dan tidak

mau makan ataupun minum. Diagnosis geriatri pasien diatas adalah

a. sindroma delirium tipe campuran

b. sindroma delirium tipe hiperaktif

c. sindroma delirium tipe hipoaktif

d. sindroma delirium tipe overstimulasi

e. sindroma delirium tipe metabolik

Jawab : B

Referensi Czeresna HS. Sindroma delirium. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Jilid 3, Edisi VI. 2014; hal 3795-

3800

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 472

Nama Peserta dr. Arantriwardhani

Periode ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam standar kompetensi Ulkus Dekubitus

Jenis soal/ Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien perempuan 85 tahun,dengan riwayat jatuh sehingga hip fractures. Pasien lebih banyak

menghabiskan waktu di tempat tidur. Setelah beberapa lama mulai muncul luka pada bagian
bokong. Pada luka tampak bagian lemak subkutan, ada nanah, tidak tampak tulang atau otot,

sedikit mengeluarkan darah. Pasien mulai melakukan miring kiri dan kanan untuk mengurangi

nyeri di luka. Derajat ulkus dekubitus pada pasien adalah?

a. Stage I

b. Stage II

c. Stage III

d. Stage IV

e. Unstageable

Jawab : C

Referensi Rose Dinda Martini. Ulkus Dekubitus. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3, Edisi VI. 2014; hal

3764-3770

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 473

Nama Peserta dr. Arantriwardhani

Periode ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam standar kompetensi Ulkus Dekubitus

Jenis soal/ Jenis Pertanyaan Tata laksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien perempuan 85 tahun,dengan riwayat jatuh sehingga hip fractures. Pasien lebih banyak

menghabiskan waktu di tempat tidur. Setelah beberapa lama mulai muncul luka pada bagian

bokong. Pada luka tampak bagian lemak subkutan, ada nanah, tidak tampak tulang atau otot,
sedikit mengeluarkan darah. Pasien mulai melakukan miring kiri dan kanan untuk mengurangi

nyeri di luka. Tata laksana yang paling tepat pada pasien ini adalah?

a. bersihkan luka dengan larutan Na Cl fisiologis

b. bersihkan luka dengan larutan Na Cl fisiologis, antibiotik sistemik dan tindakan operatif

c. bersihkan luka dengan larutan Na Cl fisiologis, balut luka namun jangan terlalu tebal,

pemberian antibiotik sistemik

d. bersihkan luka dengan larutan Na Cl fisiologis, balut luka namun jangan terlalu tebal, nekrotomi

e. daerah ulkus digesek dengan es dan bersihkan luka dengan larutan Na Cl fisiologis

Jawab : C

Referensi Rose Dinda Martini. Ulkus Dekubitus. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3, Edisi VI. 2014; hal

3764-3770

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 474

Nama Peserta dr. Roy Indro Laksono

Periode ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam standar kompetensi Demensia

Jenis soal/ Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan usia 70 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan sering lupa sejak 2

bulan terakhir. Pasien menderita hipertensi yang tidak terkontrol sejak 15 tahun. Menurut anak

pasien yang mendampingi pasien berobat, dua bulan yang lalu, pasien tiba-tiba bicaranya menjadi
cadel dan terdapat kelemahan pada sisi tubuh sebelah kanan. Saat itu pasien tidak berobat, namun

keluhan cadel dan kelemahan tubuh berangsur-angsur membaik seperti sedia kala. Pasien biasanya

membantu anaknya berjualan makanan di warung, namun saat ini ia mulai kesulitan, misalnya

untuk menyusun menu atau daftar belanja. Setelah dilakukan pemeriksaan MMSE, didapatkan

hasil 25/30. Skor ADL Barthel 20/20. Pendidikan terakhir pasien adalah SMP. Patogenesis pada

diagnosis geriatri di atas adalah :

a. abnormalitas pada substansia alba

b. atrofi lobus occipital

c. lewy body pada seluruh korteks serebral

d. mutasi pada kromosom 1, 14, 21

e. terdapat alel e4 dari Apolipoprotein E

Jawab : A

Referensi Rochmah W, Harimurti K. Demensia. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid 3, Edisi VI. 2014; hal

3801-3809

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 475

Pembuat soal dr. Roy Indro Laksono

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Frailty

Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal
Seorang wanita berusia 72 tahun datang untuk pemeriksaan kesehatan rutin. Saat ini pasien tidak

memiliki keluhan fisik khusus. Pasien mengaku selama ini mengikuti pola hidup yang sehat, tidak

memiliki penyakit kronik, dan rutin berolah raga teratur. Berat badannya turun dari yang

sebelumnya agak gemuk. Pemeriksaan fisik dan penunjang umum menunjukkan tidak ada

kelainan yang berarti. Dokter kemudian menyarankan pasien menjalani pemeriksaan Bio

impedance analysis dan didapatkan adanya penurunan massa otot yang signifikan. Pemeriksaan

handgrip strength menurun dan get-up-and-go test masih dalam batas normal.

Salah satu komponen frailty pada kasus ini adalah, kecuali:

a. Penurunan berat badan

b. Penurunan massa otot

c. Penurunan kekuatan genggaman tangan

d. Tes get up and go yang masih normal

e. Tidak memiliki penyakit kronik

Jawaban D

Referensi Siti Setiati, Aulia Rizka. Kerapuhan dan

sindrom gagal pulih. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi ke 6. Jilid III: hal.

3725-3730

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 476

Pembuat soal dr. Roy Indro Laksono

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Diabetes Melitus


Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Target terapi DM

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 68 tahun, dibawa berobat oleh keluarga ke Poliklinik Penyakit dalam

setelah hampir setahun tidak kontrol. Terdapat riwayat DM sejak 15 tahun yang lalu,, Pasien juga

memiliki riwayat stroke. Sehari-hari aktivitas pasien dia dalam rumah, Pasien perlu dibantu untuk

menyiapkan makanan ,aktivitas mandi, berkemih atau BAB di kamar mandi, serta memakai baju

karena kekakuan pada sendi bahu. Pasien merasa membutuhkan upaya lebih untuk melakukan

aktivitas dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk berjalan mencapai suatu tempat. Tidak

ada keluhan sesak saat beraktivitas. Terdapat penurunan berat badan 6 kg dalam setahun terakhir.

Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan glukosa darah puasa 204 mg / dL dan glukosa darah

2 jam post prandial 240 mg / dL

Target HbA1C pengelolaan DM pada pasien adalah :

A. 5-5,5 %

B. 5,5 -6%

C. 6-6,5%

D. 6,5-7%

E. 7,5-8,5%

Jawaban : E

Referensi

American Diabetes Association. Diabetes

Care 2017;40(Suppl. 1):S99–S104

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 477

Pembuat soal Dr. Robby Kurniawan


Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Imobilitas pada usia lanjut

Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Etiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki2 78 tahun dibawa keluarga ke poliklinik penyakit dalam karena sulit untuk diajak

berkomunikasi.Pasien dikatakan sering bercerita hal-hal dimasa lalu, lupa dengan anaknya, tidak

mengetahui siang dan malam. saat ini mengalami demam tinggi, batuk selama 2 hari, batuk

berdahak Sejak 3 bulan terakhir pasien hanya berbaring ditempat tidur. Pasien sebelumnya

menjalani operasi patah tulang akibat jatuh 6 bulan yang lalu. Setelah menjalani operasi pasien

sudah dapat berjalan seperti biasa. Sebelum menjalani operasi pasien sudah sering lupa, pasien

sulit membedakan siang dan malam, sering menceritakan hal-hal yang terjadi dimasa lalu. Dari

hasil pemeriksaan BMD saat sebelum operasi didapatkan T score – 2,4.. Faktor risiko utama

terjadinya imobilitas pada pasien tersebut adalah?

A. Ulkus

B. Fraktur

C. Osteoporosis

D. Demensia

E. kontraktur

Jawaban D

Referensi Siti Setiati, Arya Govinda Roosheroe.

Imobilisasi pada usia lanjut.Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Jilid 111,Edisi VI. 2014; hal 3758

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 478

Pembuat soal Dr. Robby Kurniawan

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Sarkopenia

Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 80 tahun dibawa keluarga ke IGD dengan keluhan tidak mau makan pasien telah

menderita stroke sejak 2 tahun. Sejak saat itu pasien hanya dapat berbaring di tempat tidur pasien

juga mengalami kesulitan menelan, untuk makan dan minum pasien di bantu oleh kedua anaknya

secara bergantian. Menurut keluarga 5 bulan ini pasien makan hanya sedikit, asupan makanan

berkurang. Pasien mengalami penurunan berat badan 10 kg dalam 2 tahun. Pada pemeriksaan fisik

IMT 17.2, TD 150/90 mmhg, kadar vitamin D serum 120 mmol/L.

Pilihan terapi awal pada pasien ini terkait dengan penurunan berat badan adalah?

A. Terapi pengganti hormone berupa estrogen

B. Pemberian Vitamin D 400 iu per hari

C. Pemberian obat antihipertensi ACE dan spironolakton

D. Pemberian nutrisi protein 1-1,5 gr/kbb/hari + asam amino leusin

E. Pemberian Calsium 500 mg/ hari

Jawaban D

Referensi Siti Setiati, Dwimartutie, Noto. Sarkopenia.

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 111, Edisi VI.

2014; hal 3717-3723

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 479

Pembuat soal Dr. Robby Kurniawan

Periode Ujian 38

Asal FK FK UNS

Kategori soal Geriatri

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Elderly Mistreatment

Jenis Soal/ Jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan 76 tahun dibawa oleh tetangganya ke IGD karena tidak sadarkan diri, Pasien

ditemukan jatuh tergeletak di lantai rumahnya, tidak diketahui secara pasti penyebab pasien tidak

sadarkan diri. Selama 2 tahun ini pasien hidup sendiri dirumahnya kedua anak berada jauh dan

sudah hidup berkeluarga. Suami telah lama meninggal dunia karena kecelakaan. Dari keterangan

tetangganya nenek ini hidup sendiri dirumah, semua aktivitas makan minum mandi dll dilakukan

sendiri tidak ada pembantu ataupun yang membantu, kedua anaknya hanya 1 bulan sekali

menjenguk itupun hanya sebentar, kedua anaknya rutin memberikan uang untuk kebutuhan
seharihari,

pasien telah 10 tahun menderita penyakit kencing manis dan darah tinggi, pasien dikatakan

tidak rutin meminum obat, karena sering lupa sudah minum obat atau belum, dan bila habis tidak

ada yang mengantar berobat.

Diagnosis yang tepat pada kasus ini adalah ?

A. Dementia

B. Fraktur

C. Depresi

D. Fall

E. Elderly Mistreatment
Jawaban E

Referensi Siti Setiati, Laksmi, Roosheroe Arya G. Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid 111, Edisi VI.

2014; hal 3874

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 480

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI GINJAL HIPERTENSI

Kontributor:

Dr. Alvin Nursalim / UI

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 481

Pembuat Soal Dr. Muhammad Syah Abdaly

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Gagal Ginjal Akut

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien laki-laki, usia 71 tahun dirawat di ICU dengan diagnosis sepsis dan pneumonia.

Dari anamnesis tidak didapatkan riwayat gangguan ginjal sebelumnya. Pemeriksaan fisik
didapatkan kesadaran sopor, TD 98/70 mmHg, frekuensi nadi 120 kali/menit, frekuensi

pernapasan 22 kali/menit, suhu 37,9 °C, terdapat ronkhi basah kasar di kedua lapangan

paru. Pemeriksaan laboratorium kreatinin serum awal saat masuk ke IGD RS adalah 0,9

mg/dl (80 μmol/L). Dua hari kemudian , kreatinin serum pasien ini meningkat menjadi

2.1 mg/dL (186 μmol/L). Urine output dalam 24 jam terakhir sebanyak 1800 mL.

Berdasarkan KDIGO, staging Acute Kidney Injury (AKI) pada pasien ini adalah …

A. Stage 1

B. Stage 2

C. Stage 3

D. Stage 4

E. Stage 5

Jawaban: B

Referensi

KDIGO Clinical Practice Guideline

for Acute Kidney Injury. Kidney

International Supplements (2012) 2,

8-12.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 482

Pembuat Soal Dr. Muhammad Syah Abdaly

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Gagal Ginjal Akut

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal
Pasien wanita, usia 69 tahun dirawat di ICCU dengan diagnosis Angina Pektoris Tidak

Stabil. Anamnesis pada pasien ditemukan riwayat penyakit ginjal kronik, diabetes mellitus

dan hipertensi. Pemeriksaan fisik pasien didapatkan kesadaran kompos mentis, TD 150/90

mmHg, frekuensi nadi 66 kali/menit, frekuensi pernapasan 20 kali/menit, suhu 36,8 °C,

JVP 5+1 cmH2O, bunyi jantung 1 dan 2 reguler, terdapat murmur sistolik grade 3/6

punctum maksimum di apeks jantung, pemeriksaan paru tidak ditemukan ronkhi ataupun

wheezing, akral tidak ada edema. Pemeriksaan laboratorium pada pasien ini adalah Hb 9,2

g/dL, hematokrit 27,6%, leukosit 8.500/mm3, trombosit 320.000/mm3, ureum 58 mg/dL,

kreatinin 1,4 mg/dL, GDP 140 g/dL, GD2PP 208 g/dL, Natrium 136 mmol/L, Kalium 3,5

mmol/L. Pasien ini akan direncanakan kateterisasi jantung dengan pemberian kontras IV.

Penatalaksanaan non farmakologis pada pasien ini yang dapat mengurangi risiko

Contrast-induced Acute Kidney Injury (CI AKI) adalah …

A. Penggunaan media kontras dengan iso-osmolar atau osmolaritas yang rendah

B. Pemberian larutan natrium klorida atau natrium bikarbonat yang isotonik

C. Pemberian asetilsistein oral

D. Pemberian teofilin atau fenoldopam

E. Hemodialisis

Jawaban: A

Referensi

KDIGO Clinical Practice Guideline

for Acute Kidney Injury. Kidney

International Supplements (2012) 2,

69-88.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 483
Pembuat Soal Dr. Muhammad Syah Abdaly

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Gagal Ginjal Akut

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien laki-laki, usia 30 tahun, datang ke IGD dengan keluhan muntah-muntah sejak 4

hari sebelum masuk RS. Pasien muntah-muntah setiap kali makan, tidak ada darah. Pasien

sebelumnya sudah berobat ke dokter puskesmas, mendapatkan obat domperidon,

omeprazole dan oralit. Karena pasien terlihat makin kurus dan lemas, pasien langsung

dibawa keluarganya ke IGD. Urine output sekitar 200 cc dalam 12 jam. Pemeriksaan

tanda vital didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, nadi 102 kali/menit, respirasi 22

kali/menit, suhu 37.9 °C, pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 16 g/dL, hematokrit

48%, leukosit 12.100/mm3,trombosit 300.000/mm3, ureum 90 mg/dL, kreatinin 1,9

mg/dL, natrium 145 mmol/L, kalium 2.8 mmol/L, klorida 99 mmol/L, kalsium 7.8

mmol/L, fosfat 8.5 mmol/L. Penatalaksaan suportif pada pasien ini yang tepat adalah …

A. Pembatasan asupan garam (1-2 g/hari)

B. Hindari infus larutan hipotonik

C. Pemberian kalsium asetat

D. Batasi asupan protein diet (0,8 – 1 g/kgBB/hari)

E. Hemodialisis

Jawaban: C

Referensi

H.M.S. Markum. Gangguan Ginjal

Akut. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam edisi 6 Jilid II,

2014, hal. 2173.


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 484

Pembuat Soal Dr. Alvin Nursalim

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Batu Saluran Kemih

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pria 25 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan sejak 5 hari SMRS.

Pasien mengaku suka makan daging dan minum soda. Berkemih dirasakan menjadi sakit

dan warna kemerahan. TD 130/80, nadi 80 kali/menit, pernafasan 25 kali per menit, VAS

7.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri ketok CVA dan ballotemant ginjal positif.

Apakah langkah awal yang akan Anda lakukan pada pasien ini?

A. Jadwalkan pemeriksaan USG abdomen

B. Ambil bahan untuk pemeriksaan urinalisis

C. Berikan cairan yang mengandung sitrat

D. Berikan analgesik adekuat dan pastikan status hidrasi baik

E. Persiapkan litoripsi

Jawaban: D

Referensi

Sja'bani M. Batu Saluran Kemih.

Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam edisi 6,

2014, hal. 2121.


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 485

Pembuat Soal Dr. Alvin Nursalim

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Batu Saluran Kemih

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pria 25 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan sejak 5 hari SMRS.

Pasien mengaku suka makan daging dan minum soda. TD 130/80, nadi 80 kali/menit,

pernafasan 25 kali per menit. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri ketok CVA.

Manakah pernyataan tentang batu saluran kemih yang tepat?

A. USG dapat membedakan batu kalsifikasi dengan radiolusen

B. Batu ginjal berukuran kurang dari 10 mm dapat keluar spontan

C. Sitrat pada jeruk nipis dapat menurunkan terjadinya batu oksalat

D. Peningkatan inhibitor pembentuk batu adalah faktor risiko terjadinya batu saluran

kemih

E. Hipokalsemia adalah faktor risiko terjadinya batu ureter

Jawaban: C

Referensi

Sja'bani M. Batu Saluran Kemih.

Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam edisi 6,

2014, hal. 2121.

Nephrolithiasis. Dalam Pocket


Medicine Sabatine Sixth edition.

Halaman 4-20

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 486

Pembuat Soal Dr. Alvin Nursalim

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar kompetensi Batu Saluran Kemih

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pria 25 tahun datang dengan keluhan nyeri pinggang kanan sejak 3 hari SMRS.

Pasien mengaku suka makan daging dan minum soda. Selain itu, pasien mengaku sering

mengalami infeksi saluran kemih berulang. Terakhir pasien dinyatakan mengalami infeksi

pada ginjal.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD: 120/80, nadi: 86, RR 20. Pada pemeriksaan

abdomen ditemukan nyeri ketok CVA.

Pasien membawa hasil pemeriksaan urinalis dengan temuan: Leukosit 50, eritrosit 20,

LeLeukosit esterase (+), bakteri (+). Hasil pemeriksaan kultur urin menunjukkan

tumbuhnya kuman proteus.

Apakah jenis batu yang paling mungkin ditemukan pada pasien ini?

A. Batu kalsium

B. Batu asam urat

C. Batu Magnesium Struvite

D. Cystine

E. Batu Phosphate
Jawaban: C

Referensi

Sja'bani M. Batu Saluran Kemih.

Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam edisi 6,

2014, hal. 2121.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 487

Pembuat Soal dr. Fitrinilla Alresna

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Metabolik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana/Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pria, 34 tahun, datang ke IGD dengan keluhan berdebar-debar sejak 30 menit

yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 160/70, nadi 180 kali/menit, RR 28

kali/menit, EKG ventrikel takikardi. Saat di IGD pasien tiba-tiba mengalami cardiac arrest

dan ROSC. Dari hasil laboratorium didapatkan data elektrolit natrium 135 mg/dL, kalium

7,4 mg/dL, klorida 112 mg/dL, ureum 165 mg/dL, kreatinin 12,4 mg/dL, AGD pH 7,28;

pCO2 36 mmHg; HCO3 8 mmol/L. Tatalaksana initial yang paling tepat pada pasien ini

untuk mengkoreksi hiperkalemia adalah:

a. hemodialysis

b. pemberian bikarbonat 1-2 ampul intravena


c. pemberian ca gluconas 1-2 ampul intravena

d. pemberian insulin 10 IU intravena dengan D40% 2 ampul

e. pemberian furosemide 40 mg intravena

Jawaban: C

Referensi Parlindungan Siregar. Gangguan

Keseimbangan Air dan Elektrolit. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Ed. 6. Hal 2249-50

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 488

Pembuat Soal dr. Fitrinilla Alresna

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Metabolik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana/Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pria, 45 tahun, datang dibawa istrinya ke IGD karena tidak sadarkan diri.

Ternyata didapatkan sudah 3 hari ini pasien mencret-mencret >10 kali perhari disertai

muntah tiap kali makan dan minum. Pada pemeriksaan fisik didapatkan turgor kulit

berkurang, mata cekung, akral dingin, TD 90/50, nadi 120x per menit, RR 24 x per menit,

suhu 37,5. Hasil laboratorium di IGD Hb 16,5 gr%, leukosit 11.000/mmk, trombosit

320.000/mmk, GDS 110 mg/dL, ureum 94 mg/dL, kretainin 1,8 mg/dL, natrium 125

mg/dL, kalium 4,5 mg/dL, klorida 118 mg/dL. Osmolaritas plasma 230 mOsm/kgH2O,

dan osmolaritas urin 96 mOsm/kgH2O. Tatalaksana yang tepat untuk koreksi


hiponatremia pada pasien ini adalah:

a. Koreksi cepat dengan larutan natrium hipertonik intravena. Kadar natrium plasma

dinaikan sebanyak 5 mEq/L dari kadar natrium awal dalam waktu 1 jam

b. Koreksi perlahan yaitu sebesar 1 mEq/L, setiap 1 jam. Maksimal 10 mEq/L dalam 24

jam

c. Koreksi perlahan dengan larutan natrium hipertonik intravena. Kadar natrium plasma

dinaikan sebanyak 5 mEq/L dari kadar natrium awal dalam waktu 1 jam

d. Koreksi perlahan yaitu sebesar 0,5 mEq/L, setiap 1 jam. Maksimal 10 mEq/L dalam 24

jam

e. Koreksi perlahan dengan pemberian larutan natrium hipertonik

Jawaban: A

Referensi Parlindungan Siregar. Gangguan

Keseimbangan Air dan Elektrolit. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Ed. 6. Hal 2246

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 489

Pembuat Soal dr. Fitrinilla Alresna

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Metabolik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana/Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pria 55 tahun, datang dengan keluhan muntah-muntah sebanyak lebih dari 10
kali/hari sejak 3 hari SMRS dan diare > 4 kali/hari. Pasien sudah minum lansoprazole,

oralit, metoklopramid dan loperamid. Saat ini pasien mengatakan muntah dan diare sudah

berkurang, buang air kecil +/- 300 cc dalam 12 jam. Didapatkan tekanan darah 110/60

mmHg, nadi 110 kali/menit, respirasi 20 kali/menit, suhu 37,5oC, pemeriksaan

laboratorium didapatkan Hb 15,0 g/dL, hematokrit 49%, leukosit 13.000/mm3, trombosit

300.000/mm3, ureum 115 mg/dL, kreatinin 2,2 mg/dL, natrium 150 mmol/L, kalium 3,0

mmol/l. Penatalaksanaan selanjutnya pada pasien ini adalah :

a. Pemberian cairan kristaloid isotonis untuk mengganti volume cairan yang hilang

b. Pemberian cairan dengan dekstrosa isotonik, dengan balans cairan positif

c. Hemodialisis cito

d. Peritoneal dialisis

e. Pemberian antibiotik adekuat

Jawaban: B

Referensi Parlindungan Siregar. Gangguan

Keseimbangan Air dan Elektrolit. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Ed. 6. Hal 2243

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 490

Pembuat Soal dr Rasco Sandy Sihombing

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Tubulointerstitial

Jenis Soal Diagnosis dan terapi

Tingkat Kompetensi 3B
Soal

Laki-laki 40 tahun dikonsul untuk penilaian perioperatif pengangkatan implan plate and

screw yang dipasang pada tulang yang patah 1 tahun sebelumnya. Secara bersamaan,

pasien mengeluhkan nyeri persendian yang mulai dirasakan sejak 1 hari yang lalu. Lima

hari sebelum keluhan tersebut, pasien mengeluhkan sakit gigi dengan gusi yang bengkak

dan mulai meminum antibiotik amoxicillin 3x1 tablet yang dibelinya sendiri di apotek.

Dari pemeriksaan fisis pasien tampak sakit sedang, tanda vital didapatkan suhu 37.6oC

tanpa takikardi, takipneu, maupun hipertensi. Kelainan yang didapat dari pemeriksaan

fisis adalah terdapatnya ruam makulopapular di tungkai bawah yang tidak disadari mulai

kapan ditemukan. Saat ini antibiotik tersebut masih diminum bersama dengan paracetamol

3x500 mg dengan nyeri yang masih terasa. Dari hasil laboratorium terbaru didapatkan Hb

13 g/dL, leukosit 8.000/μL dengan eosinofilia, trombosit 238.000. Pemeriksaan fungsi

ginjal menunjukkan Ur 105 mg/dL dan kreatinin 1.8 mg/dL. Laboratorium dasar lain

dalam batas normal. Dari data rekam medis sebelumnya tidak didapatkan riwayat

gangguan ginjal maupun saluran kemih, hipertensi dan diabetes melitus. Tatalaksana apa

yang akan Anda lakukan?

a. Stop amoxicillin dan paracetamol serta pantau kreatinin berkala.

b. Stop amoxicillin, ganti paracetamol dengan natrium diclofenac 3x50 mg karena

nyeri yang belum tertangani, pantau kreatinin berkala.

c. Stop amoxicillin, berikan metilprednisolon dosis 1 mg/kg BB per hari, pantau

kreatinin berkala.

d. Biopsi ginjal untuk diagnosis definitif terlebih dahulu.

e. Hemodialisis.

Jawaban: A

Referensi Rossert JA, Fischer EA. Acute interstitial

nephritis. In : Johnson et al (editors).

Comprehensive clinical nephrology. 2015.


p 733.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 491

Pembuat Soal dr Rasco Sandy Sihombing

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Tubulointerstitial

Jenis Soal Terapi

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Wanita 52 tahun dengan riwayat DM tipe 2 dan baru terdiagnosis TB paru sejak 5 hari

lalu diberikan obat fixed dose combination (FDC) 1x4 tablet. Pasien dikirim ke IGD

karena keluhan mual muntah dan tidak mau makan. Dari pemeriksaan fisis didapatkan

didapatkan sklera ikterik dan hepatomegali. Dari pemeriksaan fisis didapatkan Hb 6 g/dL,

leukosit 13.000/μL, dengan hitung jenis neutrofil 70% dan eosinofil 5%, trombosit

97.000/μL, bilirubin total 9 g/dLdan bilirubin indirek 6 g/dL, SGOT 412 IU/L dan SGPT

569 IU/L, GDS 239 mg/dL, Ur 248 mg/dL, dan cr 3.6 mg/dL. Data urinalisis

menunjukkan adanya hematuria mikroskopis dan protenuria +3. Serologi virus hepatitis

non-reaktif. Pasien menyangkal adanya gangguan hati maupun ginjal-saluran kemih

sebelumnya. Anda mencurigai rifampicin sebagai penyebab kelainan tersebut sehingga

FDC kemudian distop. Tatalaksana apa yang selanjutnya diberikan pada pasien ini?

a. Hemodialisis

b. Hemodialisis dan predisone dosis 1 mg/kgBB selama 1-2 minggu sebelum dosis

diturunkan.
c. Metilprednisolon intravena pulse dose selama 3 hari.

d. Drip terlipressin serta albumin.

e. Plasmapheresis

Jawaban: B

Referensi Rossert JA, Fischer EA. Acute interstitial

nephritis. In : Johnson et al (editors).

Comprehensive clinical nephrology. 2015.

p 733.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 492

Pembuat Soal dr Rasco Sandy Sihombing

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Tubulointerstitial

Jenis Soal Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Berikut adalah mekanisme kerusakan ginjal pada pasien dengan mieloma multipel adalah

sebagai berikut

a. Kerusakan tubulus akibat infiltrasi rantai berat yang berlebihan

b. Infiltrasi sel plasma pada ginjal

c. Hiperkalsemia

d. Jawaban a dan b benar

e. Jawaban a,b, dan c benar


Jawaban: E

Referensi Syahrir M. Mieloma multipel dan penyakit

gamopati lain. Dalam : Setiati S dkk. Buku

ajar ilmu penyakit dalam edisi VI. Interna

Publishing. 2015. Hal.2703.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 493

Pembuat Soal dr. Reinaldo Alexander

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan

Dalam Standar

Kompetensi

Infeksi Saluran Kemih

Jenis Soal/Jenis

Pertanyaan

Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien wanita 28 tahun, baru saja menikah 1 bulan lalu, datang dengan keluhan nyeri

saat berkemih disertai keluhan sering berkemih, dan warna urin keruh sejak 2 hari lalu.

Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 36,5oC dan nyeri tekan supra pubik. Langkah

selanjutnya untuk menegakkan diagnosis dan merencanakan terapi yang paling tepat

pada pasien adalah:

a. Pemeriksaan urinalisis saja

b. Urinalisis, kultur urin


c. Urinalisis, tes β-HCG urin, kultur urin, USG traktus urinarius

d. Urinalisis, tes β-HCG urin, USG traktus urinarius

e. Rontgen polos abdomen, kultur urin

Jawaban: C

Referensi Gupta K, Trautner BW. Urinary Tract Infections,

Pyelonephritis, and Prostatitis. In: Kasper DL, Hauser SL,

Jameson JL, Fauci AS, Longo DL, Loscalzo J, editors.

Harrison’s Principles of Internal Medicine. 19th ed. New York:

McGraw-Hill; 2015. p. 861-8.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 494

Pembuat Soal dr. Reinaldo Alexander

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Infeksi Saluran Kemih

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien wanita 68 tahun datang ke IGD dengan keluhan gangguan kesadaran, gelisah

sejak 6 jam lalu. Pasien sebelumnya mengalami kesulitan BAK sejak 1 minggu lalu.

Pasien ada riwayat diabetes mellitus sejak lama dan tidak rutin kontrol dan ada riwayat

alergi amoxicillin dan sulfa. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38,5oC, teraba

kandung kemih penuh dan terdapat nyeri ketok pada costovertebral angle kanan.

Terapi antibiotik empirik yang dapat diberikan pada pasien adalah:

a. Ceftriaxon 1x2g iv perhari

b. Ampisilin-Sulbactam 4x1,5 g iv perhari


c. Piperacilin-tazobactam 4x4,5g iv perhari

d. Ciprofloxacin 2x400mg iv perhari

e. Cotrimoxazole 2x960 mg peroral perhari

Jawaban: D

Referensi Hooton T. Bacterial Urinary Tract Infections. In: Johnson R,

Feehaly J, Floege J. Comprehensive Clinical Nephrology. 5th ed.

Philadelphia: Elsevier Saunders; 2015. p.632-43

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 495

Pembuat Soal dr. Reinaldo Alexander

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan

Dalam Standar

Kompetensi

Infeksi Saluran Kemih

Jenis Soal/Jenis

Pertanyaan

Faktor risiko

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien wanita usia 22 tahun datang dengan keluhan nyeri saat buang air kecil sejak 1

hari lalu. Pasien juga pernah mengalami keluhan serupa tahun lalu dan berulang lagi 1

bulan lalu. Pasien diketahui bekerja sebagai PSK dan rutin mengkonsumsi pil KB.

Faktor risiko apa saja dari pejamu (pasien) yang menyebabkan kondisi tersebut?

a. Jenis kelamin wanita, sering senggama, penggunaan KB hormonal


b. Jenis kelamin wanita, sering senggama, penggunaan KB hormonal, riwayat

infeksi saluran kemih sebelumnya.

c. Jenis kelamin wanita, sering senggama, riwayat infeksi saluran kemih

sebelumnya.

d. Jenis kelamin wanita, sering senggama, penggunaan KB hormonal, ekologi

vagina

e. Jenis kelamin wanita, sering senggama, penggunaan KB hormonal, ekologi

vagina, virulensi dari mikroorganisme causal.

Jawaban: B

Referensi 1. Sukandar E. Infeksi Saluran Kemih Pasien Dewasa. In:

Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S,

editors. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 6th ed. Jakarta: Pusat

Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam; 2014. p. 2129-36

2. Gupta K, Trautner BW. Urinary Tract Infections,

Pyelonephritis, and Prostatitis. In: Kasper DL, Hauser SL,

Jameson JL, Fauci AS, Longo DL, Loscalzo J, editors.

Harrison’s Principles of Internal Medicine. 19th ed. New

York: McGraw-Hill; 2015. p. 861-8.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 496

Nama Peserta Dr. Aditia Reza Romadhoni

Periode Ujian 38

Asal FK Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Kategori Soal Ginjal dan hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Gagal ginjal Akut

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnostik

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pria 48 tahun datang dengan penurunan kesadaran dan cenderung banyak tertidur,

pasien ditemukan oleh orang di tengah jalan sehingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit.

Berat badan 50 kg. Menurut pengakuan orang yang mengantarkan , terdapat bekas botol

minuman alkohol di tangannya. Saat dilakukan pemeriksaan, tampak sakit sedang,

somnolen, TD 90 / 60 mmhg, nadi 110 x/menit, napas 32x/menit dangkal dan cepat, suhu

36,3 , Dari hasil pemeriksaan fisik pupil isokor, diameter 3mm/3 mm, tidak terdapat ronki

dan wheezing, tidak terdapat murmur, tidak terdapat defence muscular pada perut,

ekstremitas akral hangat. Dari hasil pemeriksaan lab awal : Hb 12,3 g/dL, Ht 38%,

leukosit 6200/ μL, trombosit 180.000 / μL, ureum 56 mg/dl, creatinin 1,1 mg/dl, natrium

135 mmol/l , kalium 4,1 mmol/l , chloride 110 mmol/l. Urin output 6 jam 180 cc.

Dilakukan observasi di IGD, dilakukan evaluasi lab ulang 6 jam kemudian, didapatkan

hasil kesadaran stupor, tampak sakit berat. Hasil lab Hb 12,4 g/dL, Ht 39 % , leukosit

8000 / μL, trombosit 190.000 / μL, ureum 80 mg/dl , creatinin 4,2 mg/dl. , natrium 133

mmol/l, kalium 4 mmol/l , chloride 110 mmol/l. Urin output setelah 24 jam 200 cc.

Apakah diagnosis yang tepat pada pasien diatas

A. Penyakit gagal ginjal kronik

B. Penyakit gagal ginjal akut, klasifikasi AKIN tahap 1

C. Penyakit gagal ginjal akut, klasifikasi AKIN tahap 2

D. Penyakit gagal ginjal akut, klasifikasi AKIN tahap 3

E. Infeksi saluran kemih

Jawaban : D

Referensi H.M.S Markum. 2014. Gangguan Ginjal


Akut. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi VI. Hal 2166 - 75.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 497

Nama Peserta Dr Aditia reza romadhoni

Kategori Soal Ginjal dan hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gagal ginjal Akut

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki – laki, 65 tahun, berat badan 50 kg, datang ke Rumah sakit dengan ulkus

pada sacrum grade 4, dan keluar seperti nanah dari ulkus tersebut. Dan dalam 6 jam

terakhir, pasien menjadi sulit untuk dibangunkan dan cenderung tertidur kembali. Pasien

selama ini hanya tirah baring sejak 3 bulan terakhir, semenjak pasien tertabrak motor, dan

tidak dapat bergerak. Selain itu pasien juga mengeluhkan sering terdapat batuk , dan

demam pada malam hari. Selama ini pasien tidak terdapat riwayat hipertensi, diabetes

mellitus, dan jantung, ataupun stroke, ataupun gangguan ginjal atau batu ginjal

sebelumnya. Pasien sering meminum obat penurunan demam, tidak ada obat rutin lain

yang diminum. Pasien selama ini hanya tinggal dengan istri yang telah seusia, sedangkan

anak pasien tidak tinggal serumah. Nafsu makan baik, istri selalu menyuapi pasien, dan

pasien dapat menghabiskan makanan. Saat dilakukan pemeriksaan didapatkan tampak

sakit sedang, compos mentis. TD 80 / 60 mmHg, nadi 110 x/ menit, suhu 37,9 C, napas 30

x/menit. Terdapat ronki basah kasar bilateral, bunyi jantung tidak terdapat murmur, turgor
pada perut normal, pada sacrum tampak ulkus dengan dasar tulang, berukuran 8 cm x 10

cm x 5 cm. Dari hasil lab : Hb 12,4 g/dL, Ht 39%, leukit 28.000 / μL, trombosit 210.000 /

μL. Diff count 0/3/88/30/5, ureum 50 mg/dl , creatinin 1,7 mg/dl, albumin 3.1 mg/dl,

globulin 2,7 mg/dl natrium 130 mmol/l , kalium 3,4 mmol/l, chloride 110 mmol/l. Hasil

pemeriksaan roentgen toraks tampak infiltrate pada parakardial bilateral. Dari hasil biakan

sputum, didapatkan streptococcus pneumonia, dan biakan dari ulkus decubitus didapatkan

staphylococcus aureus. Urine 24 jam 200 cc/ jam. Pada hasil urinalisis, eritosit 0 / LPB,

leukosit 1-2 / LPB, bakteri (-), Nitrit esterase (-), silinder (-), batu (-).

Berdasarkan pada kasus diatas , patofisiologi yang dapat menyebabkan gagal ginjal akut

pada pasien tersebut

a. Terdapat sumbatan batu pada ginjal dan saluran kemih

b. Hipoperfusi jaringan karena terjadi penurunan volume sirkulasi efektif

c. Intoksikasi oleh karena zat atau obat nefrotoksik

d. Akumulasi dari protein myeloma light chain yang bersifat toksik pada

proksimal renal tubuk

e. Arterosklerosis pada glomerus ginjal

Jawabab : B

Referensi H.M.S Markum. 2014. Gangguan Ginjal Akut. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Hal 2166 - 75.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 498

Nama Peserta Dr Aditia reza romadhoni

Periode Ujian 38

Asal FK Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Kategori Soal Ginjal dan hipertensi


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gagal ginjal Akut

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tata laksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 56 tahun masuk dibawa ke gawat darurat dengan keluhan penurunan

kesaran sejak 12 jam sebelum masuk rumah sakit. Menurut istri pasien, pasien selama ini

mengeluh demam sejak 5 hari, mata tampak kuning , betis terasa sakit, dan terasa silau bila

melihat lampu. Pasien selama ini bekerja di perusahaan konveksi, dan tinggal di rumah

yang sering tergenang air. Tidak terdapat riwayat hipertensi, diabetes mellitus, stroke,

gangguan ginjal dan gangguan hati sebelumya. Dari hasil pemeriksaan, didapatkan Tampak

sakit berat, somnolen. TD 110 / 80 mmHg, nadi 110 x/menit, napas 28 x/ menit, suhu 38,1

C. Hasil laboratorium Hb 10,1 g/dl, Ht 31 %, leukosit 20.000 /μL, trombosit 200.000 /μL,

ureum 60 mg/dL, creatinin 4 mg/dl, bilirubin total 16 mg/dl, Bilirubin direk 5 mg/dL,

bilirubin indirek 11 mg/dL, SGOT 45 U/L,SGPT 55 U/L, Natrium 136 mmol/L, Kalium

3,6 mmol/L, Chlorida 110 mmol/L, urin output 24 jam 100 cc. AGD pH 7.301 , HCO3 10 ,

PC02 40, P02 110. Hasil IgM leptospirosis: positif. Pasien direncakan untuk dilakukan

terapi hemodialias suportif.

Bagaimana sebaiknya target pengobatan pada gangguan ginjal akut pada pasien ini

a. Target HC03 23 – 25 mmol / L

b. Target HC03 > 15 mmol/L

c. Urin output < 0, 5 cc/kg/jam

d. Hb > 10 g/dL

e. Asupan air dapat mencapai lebih dari 3 L / hari.

Jawaban : B

Referensi H.M.S Markum. 2014. Gangguan Ginjal


Akut. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

VI. Hal 2166 - 75.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 499

Pembuat Soal dr. Stefanus Satrio Ranty

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Metabolik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Laki-laki 45 thn datang dengan keluhan sesak nafas yang memberat sejak 6 jam SMRS,

keluhan sesak dirasakan sejak 3 hari SMRS, dengan demam, batuk disertai dahak. Pasien

diketahui terdapat gangguan ginjal, sudah rutin hemodialysis sejak 4 tahun SMRS. BAK

saat ini sudah tidak ada. Diketahui hipertensi dan DM tipe 2 sejak 4 tahun SMRS. Dari

pemeriksaan fisis didapatkan tekanan darah 160/90 mmHg, Nafas 110 kali per menit,

Pernapasan 28 kali per menit cepat dan dalam, dan suhu 38oC, konjungtiva pucat, JVP

5+3 cmH2O, suara napas ronkhi basah halus di kedua lapangan paru. Dari pemeriksaan

laboratorium didapatkan Hb 9.2 g/dL, leukosit 19.500 sel/mm3, trombosit 188.000

sel/mm3. Dari pemeriksaan analisis gas darah didapatkan pH 7.34, pCO2: 27.9 mmHg,

pO2: 136.9 mmHg, HCO3: 19.5 mmHg, saturasi O2: 96.6%, Ureum 91.6 mg/dL,

Kreatinin: 8.4 mg/dL. Dari pemeriksaan elektrolit didapatkan Natrium/Kalium/Chlorida:

141 mEq/dL; 4.1 mEq/dL; 101 mEq/dL. Apakah gangguan asam basa yang dialami oleh

pasien ini?
a. asidosis metabolic dengan anion gap dan asidosis respiratorik

b. asidosis metabolic dengan anion gap dan alkalosis respiratorik

c. asidosis respiratorik tanp anion gap

d. asidosis respiratorik tanpa anion gap dengan alkalosis metabolic

e. asidosis metabolic tanpa anion gap

Jawaban: B

Referensi Gangguan asam basa. Penatalaksanaan di

bidang ilmu penyakit dalam: Panduan

praktis klinis ginjal hipertensi. 2015

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 500

Pembuat Soal dr. Stefanus Satrio Ranty

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Metabolik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Laki-laki usia 26 tahun datang dengan mual dan muntah sejak 2 hari SMRS, jumlah lebih

kurang 10 kali/hari. Keluhan demam, batuk atau pilek disangkal. Diketahui gula darah

tinggi sejak 2 tahun SMRS, menggunakan insulin, namun sudah 3 hari tidak

menggunakan insulin. Dari pemeriksaan fisis didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg,

frekuensi napas 32 kali per menit, cepat dan dalam, frekuensi nadi 120 kali per menit,

Suhu 36C. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan AGD: pH 7.136, pCO2: 15.63
mmHg, pO2: 123 mmHg, HCO3: 4.5, saturasi O2: 98%. Natrium 134 mEq/dL; Kalium 4.5

mEq/dL; Chlorida 104 mEq/dL. Gula darah sewaktu: high, ureum: 24 mg/dL., albumin

3.5 g/dL, kreatinin: 0.8 mg/dL. Apakah gambaran analisis gas darah pada pasien ini?

a. asidosis metabolic tanpa anion gap dengan alkalosis respiratorik

b. asidosis metabolic dengan anion gap

c. asidosis respiratorik tanpa anion gap

d. asidosis respiratorik dengan anion gap dan alkalosis metabolik

e. asidosis metabolic tanpa anion gap dan asidosis respiratorik

Jawaban: B

Referensi Gangguan asam basa. Penatalaksanaan di

bidang ilmu penyakit dalam: Panduan

praktis klinis ginjal hipertensi. 2015

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 501

Pembuat Soal dr. Stefanus Satrio Ranty

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Metabolik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien laki-laki 23 tahun datang dengan keluhan lemas seluruh tubuh sejak 1 hari SMRS.

Tidak ada bicara pelo, kesemutan, kelemahan sesisi. Kelemahan dirasakan dari ujung

kaki, naik hingga ke seluruh tubuh. Riwayat mual atau pun muntah tidak ada. Pasien tidak
ada riwayat berdebar-debar, penurunan berat badan, keringat berlebih. Dari pemeriksaan

fisis didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg, Frekuensi napas: 18 kali per menit,

Frekuensi Nadi: 100 kali per menit, Suhu 36oC, tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid.

Refleks chovstek dan trousseau sign negative. Dari gambaran EKG ditemukan gelombang

U. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 16,1 g/dL, leukosit 17.760 g/dL,

trombosit 464.000 sel/mm3, ureum 33 mg/dL, creatinine 1.12 mg/dL, natrium: 143

mEq/dL, kalium 1.6 mEq/dL, chloride 118 mEq/dL, kalsium darah 9.5 mg/dL, albumin

4.78 g/dL. Dari gambaran AGD didapatkan pH 7.37, pCO2: 29 mmHg, pO2: 102 mmHg,

HCO3: 16.3 mmHg, saturasi O2: 97.6%. Pemeriksaan tambahan apa yang paling anda

perlukan untuk menentukan diagnosis pada pasien ini?

a. Urinalisis dan osmolaritas urin

b. Biopsi ginjal dan urinalisis

c. USG Ginjal

d. Osmolaritas darah

e. Protein urin kuantitatif 24 jam

Jawaban: A

Referensi Sabbatine, M.S. Pocket Medicine 6th. 2016

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 502

Pembuat Soal dr. Dimas Septiar

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Tubulointerstisial

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis


Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang wanita, usia 54 tahun, datang ke poliklinik Penyakit Dalam dengan keluhan mual

sejak satu minggu sebelum masuk RS. Pasien juga mengeluh nyeri sendi sejak 5 tahun

sebelum masuk RS. Nyeri sendi dirasakan hilang timbul. Pasien rutin mengkonsumsi

natrium diklofenak 3 x 50 mg setiap hari sejak keluhan nyeri muncul. Saat berobat ke

dokter, pasien juga dikatakan terdapat penggumpalan darah sehingga rutin mengkonsumsi

aspirin 1 x 80 mg. Hipertensi dan diabetes disangkal. Alergi obat tidak ada. Demam tidak

ada. Buang air kecil dikatakan terdapat anyang-anyangan sesekali.

Dari pemeriksaan fisik, didapatkan tanda vital normal. Indeks Massa Tubuh pasien 23,6

kg/m2. Nyeri tekan epigastrium, tidak menjalar. Ballotement negatif. Dari pemeriksaan

penunjang, didapatkan Hb 12,6 g/dl, Ht 36%, leukosit 6900 per μl, trombosit 168.000 per

μl. Elektrolit dalam batas normal. Kreatinin 1,3 mg/dl. Urinalisis didapatkan protein +1,

darah +2, eosinofiliuria, silinder tidak ditemukan.

Diagnosis pada pasien yang paling mungkin adalah:

A. Nefritis interstisial akut

B. Nefritis interstisial kronik

C. Glomerulonefritis akut

D. Glomerulonefritis kronik

E. Sarkoidosis

Jawaban: B

Referensi Widiana IGR. Penyakit tubulointerstisial.

Dalam: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II.

Edisi VI. 2014. Jakarta: Interna Publishing.

Hal. 2118.
KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 503

Pembuat Soal dr. Dimas Septiar

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Tubulointerstisial

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Seorang laki-laki, usia 28 tahun, datang ke IGD dengan keluhan demam sejak 5 hari

sebelum masuk RS. Awalnya demam tidak mendadak tinggi, reda dengan penurun panas.

Pasien kemudian berobat ke dokter, dikatakan terdapat radang tenggorokan dan diberi

amoksisilin 3 x 500 mg. Demam sempat reda, namun muncul kembali. Saat ini pasien

sedang dalam pengobatan tuberkulosis paru, mendapat 4-FDC OAT 1 x 3 tablet sudah

minggu ke-2. Tidak didapatkan mual atau muntah, tidak terdapat kuning di badan, namun

pasien mengeluh muncul ruam-ruam kemerahan di punggung dan sekitar perut.

Dari pemeriksaan fisik, didapatkan tanda vital baik, suhu 37,9oC. Nyeri tekan epigastrium.

Ballotement negatif. Nyeri ketok sudut kostovertebra negatif. Status generalis lain dalam

batas normal. Dari hasil pemeriksaan penunjang, didapatkan Hb 13,5 g/dl, Ht 39%,

leukosit 10.000 per μl, trombosit 210.000 per μl. Hitung jenis 0/12/3/50/10/6.

SGOT/SGPT 20/25. Na/K/Cl 135/3,5/96. Ur/Cr 60/1,4. Urinalisis terdapat protein +1,

darah 10-20, leukosit 15-20, leukosit esterase negatif, nitrit negatif, bakteri positif.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien tersebut adalah:

A. Infeksi saluran kemih


B. Nefritis interstisial kronik

C. Pielonefritis akut

D. Nefritis interstisial akut

E. Alergi obat

Jawaban: D

Referensi Widiana IGR. Penyakit tubulointerstisial.

Dalam: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II.

Edisi VI. 2014. Jakarta: Interna Publishing.

Hal. 2116.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 504

Pembuat Soal dr. Dimas Septiar

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Tubulointerstisial

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Seorang laki-laki, usia 28 tahun, datang ke IGD dengan keluhan demam sejak 5 hari

sebelum masuk RS. Awalnya demam tidak mendadak tinggi, reda dengan penurun panas.

Pasien kemudian berobat ke dokter, dikatakan terdapat radang tenggorokan dan diberi

amoksisilin 3 x 500 mg. Demam sempat reda, namun muncul kembali. Saat ini pasien
sedang dalam pengobatan tuberkulosis paru, mendapat 4-FDC OAT 1 x 3 tablet sudah

minggu ke-2. Tidak didapatkan mual atau muntah, tidak terdapat kuning di badan, namun

pasien mengeluh muncul ruam-ruam kemerahan di punggung dan sekitar perut. Selain

obat TB, pasien tidak mengkonsumsi obat apapun. Pasien tidak memiliki alergi obat atau

makanan.

Dari pemeriksaan fisik, didapatkan tanda vital baik, suhu 37,9oC. Nyeri tekan epigastrium.

Ballotement negatif. Nyeri ketok sudut kostovertebra negatif. Status generalis lain dalam

batas normal. Dari hasil pemeriksaan penunjang, didapatkan Hb 13,5 g/dl, Ht 39%,

leukosit 10.000 per μl, trombosit 210.000 per μl. Hitung jenis 0/12/3/50/10/6.

SGOT/SGPT 20/25. Na/K/Cl 135/3,5/96. Ur/Cr 60/1,4. Urinalisis terdapat protein +1,

darah 10-20, leukosit 15-20, leukosit esterase negatif, nitrit negatif, bakteri positif.

Tatalaksana yang bukan merupakan pilihan untuk kasus di atas adalah:

A. Melanjutkan pengobatan TB dengan regimen 4-FDC

B. Melanjutkan pemberian amoksisilin 3 x 500 mg hingga 3-5 hari

C. Bila gejala klinik dan laboratorium tidak membaik setelah faktor penyebab potensial

disingkirkan, dapat dipertimbangkan pemeriksaan biopsi ginjal

D. Bila gejala klinik dan laboratorium tidak membaik setelah faktor penyebab potensial

disingkirkan, dapat dimulai pemberian kortikosteroid

E. Evaluasi ureum dan kreatinin secara berkala

Jawaban: A

Referensi Widiana IGR. Penyakit tubulointerstisial.

Dalam: Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW,

Simadibrata M, Setiyohadi B, Syam AF.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II.

Edisi VI. 2014. Jakarta: Interna Publishing.

Hal. 2117.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 505

Pembuat Soal dr. Cecep Suryani Sobur

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Penyakit tubulointerstitial ginjal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Seorang lelaki 75 tahun datang ke unit gawat darurat dengan mual, muntah, dan meracau.

Beberapa hari sebelumnya pasien melakukan pemeriksaan CT-scan dengan kontras

karena ada benjolan di leher. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan ureum 90 mg/dL

dan kreatinin 3,1 mg/dL. Tindakan apa yang seharusnya dilakukan untuk mencegah

kondisi ini?

a. Hidrasi sebelum porsedur dengan cairan isotonic

b. Pemberian N-acetylcysteine sebelum prosedur

c. Pemberian ACE-inhibitor sebelum prosedur

d. Dialisa sebelum prosedur

e. Hidrasi setelah prosedur dengan cairan isotonik

Jawaban: A

Referensi Kellum J a, Lameire N, Aspelin P, Barsoum RS, Burdmann E a, Goldstein

SL, et al. KDIGO Clinical Practice Guideline for Acute Kidney Injury.

Kidney Int Suppl. 2012;2(1):1–138.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 506

Pembuat Soal dr. Cecep Suryani Sobur

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Penyakit tubulointerstitial ginjal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Seorang lelaki berusia 26 tahun mengeluhkan demam dan buang air kecil berkurang

dalam dua hari terakhir. Pasien tersebut diketahui terdiagnosis TB dan mendapatkan OAT

baru-baru ini. Pada pemeriksaan penunjang didapatkan penignaktan akdar eosinophil pada

darah maupun urin. Kemungkinan penyebab dari gejala pasien ini adalah:

a. Rifampicin

b. Isoniazid

c. Pirazinamid

d. Etambutol

e. Bakteri TB yang resisten OAT

Jawaban: A

Referensi Krishnan N, Perazella MA. Drug-induced Acute Interstitial Nephritis. Iran J

kidney Dis. 2015;9(1):3–13.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 507

Pembuat Soal dr. Cecep Suryani Sobur


Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Penyakit tubulointerstitial ginjal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Seorang lelaki berusia 65 tahun datang ke instalasi gawat darurat dengan demam disertai

kemerahan pada kulit. Dia memiliki riwayat mulai minum omeprazole dua minggu lalu

karena penyakit GERD. Tidak ada riwayat hipertensi atau diabetes sebelumnya. Pada

pemeriksaan penunjang didapatkan kreatinin 3,5 mg/dL dan eosinophilia. Pada

pemeriksaan urinalisa didapatkan silinder leukosit. Terapi yang dapat diberikan pada

pasien ini adalah:

a. Hentikan omeprazole, lakukan hemodialisa

b. Hentikan omeprazole, berikan kortikosteroid

c. Hentikan omeprazole, pertimbangkan hemodialisa, kortikosteroid tidak

bermanfaat

d. Hentikan omeprazole, hemodialisa tidak bermanfaat

e. Hentikan omeprazole, tidak ada tempat untuk hemodialisa dan pemebrian

kortikosteroid pada kasus ini.

Jawaban: B

Referensi Krishnan N, Perazella MA. Drug-induced Acute Interstitial Nephritis. Iran J

kidney Dis. 2015;9(1):3–13.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 508
Pembuat Soal dr. Muhamad Yugo Hario Sakti Dua

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Metabolik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita 45 thn datang dengan keluhan lemas di seluruh badan yang memberat sejak 2 hari

SMRS, keluhan lemas mulai dirasakan sejak 10 hari SMRS, tidak ada kelemahan sesisi,

tidak ada muntah, tidak ada nyeri kepala, tidak ada demam. BAK normal dan BAB

normal. Pasien tidak terdapat riwayat hipertensi dan DM tipe. Dari pemeriksaan fisis

didapatkan tekanan darah 160/90 mmHg, Nafas 100 kali per menit, Pernapasan 20 kali per

menit, dan suhu 37oC. Dari gambaran EKG ditemukan gelombang U. Dari pemeriksaan

laboratorium didapatkan Hb 12,1 g/dL, leukosit 10.020 g/dL, trombosit 250.000 sel/mm3,

ureum 35 mg/dL, creatinine 0.8 mg/dL, natrium: 140 mEq/dL, kalium 1.7 mEq/dL,

chloride 120 mEq/dL, kalsium darah 10 mg/dL,. Dari gambaran AGD didapatkan pH

7.35, pCO2: 30 mmHg, pO2: 105 mmHg, HCO3: 16. Diagnosis apa yang mungkin pada

pasien ini?

a. Hiperaldosteron

b. RTA

c. Sindrom Bartter

d. Sindrom Gitelman

e. Hipomagnesemia

Jawaban: A

Referensi Sabbatine, M.S.. Pocket Medicine 6th. 2016

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 509

Pembuat Soal dr. Muhamad Yugo Hario Sakti Dua

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Metabolik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita usia 46 tahun datang dengan lemas di seluruh badan. Pasien mual dan muntah

sejak 7 hari SMRS, jumlah lebih kurang >10 kali/hari. Keluhan demam, batuk atau pilek

disangkal. Pasien mengeluh perut terasa begah dan tidak dapat BAB. Pasien riwayat

hipertensi selama ini mengkonsumsi amlodipine dan hydroclorotiazid. Dari pemeriksaan

fisis didapatkan tekanan darah 140/70 mmHg, frekuensi napas 20 kali per menit, cepat dan

dalam, frekuensi nadi 110 kali per menit, Suhu 36C. Dari pemeriksaan laboratorium

didapatkan AGD: pH 7.45, pCO2: 42,5 mmHg, pO2: 110 mmHg, HCO3: 30, saturasi O2:

98%. Natrium 128 mEq/dL; Kalium 2,8 mEq/dL; Chlorida 80 mEq/dL. Gula darah

sewaktu: 102, ureum: 30 mg/dL., albumin 3.2 g/dL, kreatinin: 1.0 mg/dL. Pemeriksaan

apa yang dapat dilakukan untuk mengetahui kelainan metabolic pada pasien?

a. Kalium urin

b. Chlorida urin

c. USG abdmomen

d. Aldosterone

e. Lactat darah

Jawaban: B
Referensi Gangguan asam basa. Penatalaksanaan di

bidang ilmu penyakit dalam: Panduan

praktis klinis ginjal hipertensi. 2015

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 510

Pembuat Soal dr. Muhamad Yugo Hario Sakti Dua

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Metabolik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien laki-laki 65 tahun datang dengan sesak nafas memberat sejak 2 hari SMRS.

Keluhan disertai batuk berdahak, warna putih kekuningan, demam ada, mual muntah tidak

ada. Pasien tidak ada penurunan berat badan, keringat berlebih. Pasien Dari pemeriksaan

fisis didapatkan tekanan darah 100/60 mmHg, Frekuensi napas: 30 kali per menit,

Frekuensi Nadi: 120 kali per menit, Suhu 38,5oC. Dari gambaran foto thorax didapatkan

infiltrat dikedua lapang paru. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 14,1 g/dL,

leukosit 18.500 g/dL, trombosit 300.000 sel/mm3, ureum 60 mg/dL, creatinine 1.3 mg/dL,

natrium: 140 mEq/dL, kalium 4 mEq/dL, chloride 118 mEq/dL. Saturasi O2: 88.6%.

Pasien di diagnosis ARDS. Dilakukan pemeriksaan AGD pada pasien, hasil apa yang

mungkin terjadi pada pasien?

a. pH > 7,40 pCO2 >40 mmHg HCO3 <24

b. pH < 7,40 pCO2 <40 mmHg HCO3 >24


c. pH > 7,40 pCO2 <40 mmHg HCO3 <24

d. pH < 7,40 pCO2 >40 mmHg HCO3 >24

e. pH > 7,40 pCO2 >40 mmHg HCO3 >24

Jawaban: D

Referensi Gangguan asam basa. Penatalaksanaan di

bidang ilmu penyakit dalam: Panduan

praktis klinis ginjal hipertensi. 2015

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 511

Pembuat Soal Dr Ahmad Hazim

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Standar Kompetensi CKD

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang wanita, 60 tahun datang ke poliklinik untuk kontrol rutin. Pasien penderita DM

sejak 25 tahun yang lalu. Hipertensi dan Dislipidemia sejak 3 tahun yang lalu. Diketahui

mengalami penurunan fungsi ginjal sejak 1 tahun yang lalu. Produksi urin 1500-

2000cc/hari. saat kontrol ke divisi mata ditemukan tanda retinopati diabetikum,

disarankan untuk kontrol ketat tekanan darah dan gula darah. BB pasien 60kg TB 165cm

Pada PF didapatkan tensi 160/80, ditemukan konjungtiva pucat, vesikuler di kedua paru

tidak ada rhonki/wheezing, bunyi jantung 1 dan 2 reguler, murmur/gallop tidak ada.

Rontgen thorax tidak ditemukan kelainan jantung dan paru. EKG didapatkan inversi T di

V1-V2. Laboratorium:didapatkan anemia NN, eGFR 18.5,hipokalsemia, dan

hiperfosfatemia. Hasil urinalisis dalam 6 bulan terakhir didapatkan albuminuria +2.


pasien saat ini sedang menggunakan obat ramipril 1x2.5mg, bisoprolol 1x2.5mg dan

gliquidone 1x30mg

Tatalaksana untuk pasien ini adalah

a. hemodialisis segera, dilanjutkan hd rutin

b. hd inisiasi

c. Edukasi persiapan pilihan terapi pengganti ginjal, pantau ketat ur/cr elektrolit dan

produksi urin

d. stop ramipril karena berisiko hiperkalemia

e. mulai dialisis dengan capd

Jawaban: C

Referensi KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline

for the Evaluation and Management of

Chronic Kidney Disease

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 512

Pembuat Soal Dr Ahmad Hazim

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Standar Kompetensi CKD

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang wanita, 60 tahun datang ke poliklinik untuk kontrol rutin. Pasien penderita DM

sejak 25 tahun yang lalu. Hipertensi dan Dislipidemia sejak 3 tahun yang lalu. Diketahui

mengalami penurunan fungsi ginjal sejak 1 tahun yang lalu. Produksi urin 1500-

2000cc/hari. saat kontrol ke divisi mata ditemukan tanda retinopati diabetikum,


disarankan untuk kontrol ketat tekanan darah dan gula darah. BB pasien 60kg TB 165cm

Pada PF didapatkan tensi 160/80, ditemukan konjungtiva pucat, vesikuler di kedua paru

tidak ada rhonki/wheezing, bunyi jantung 1 dan 2 reguler, murmur/gallop tidak ada.

Rontgen thorax tidak ditemukan kelainan jantung dan paru. EKG didapatkan inversi T di

V1-V2. Laboratorium:didapatkan anemia NN, eGFR 18.5,hipokalsemia, dan

hiperfosfatemia. Hasil urinalisis dalam 6 bulan terakhir didapatkan albuminuria +2.

pasien saat ini sedang menggunakan obat ramipril 1x2.5mg, bisoprolol 1x2.5mg dan

gliquidone 1x30mg

2. Tatalaksana diet yg bisa diberikan untuk pasien ini adalah

a. diet DM rendah protein 0.8gr/kg/hari, rendah garam (<2 gram/hari Natrium),

rendah fosfat

b. diet dm 1700 kkal/hari

c. diet rendah garam saja

d. diet DM dengan protein 1.2-1.5 gram/kg/hari, rendah fosfat, tinggi kalsium

e. diet DM dengan protein 1.2-.5 gram/kg/hari, tinggi fosfat, tinggi kalsium

Jawaban: A

Referensi KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline

for the Evaluation and Management of

Chronic Kidney Disease

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 513

Pembuat Soal Dr Ahmad Hazim

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Standar Kompetensi CKD

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana


Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang wanita, 60 tahun datang ke poliklinik untuk kontrol rutin. Pasien penderita DM

sejak 25 tahun yang lalu. Hipertensi dan Dislipidemia sejak 3 tahun yang lalu. Diketahui

mengalami penurunan fungsi ginjal sejak 1 tahun yang lalu. Produksi urin 1500-

2000cc/hari. saat kontrol ke divisi mata ditemukan tanda retinopati diabetikum,

disarankan untuk kontrol ketat tekanan darah dan gula darah. BB pasien 60kg TB 165cm

Pada PF didapatkan tensi 160/80, ditemukan konjungtiva pucat, vesikuler di kedua paru

tidak ada rhonki/wheezing, bunyi jantung 1 dan 2 reguler, murmur/gallop tidak ada.

Rontgen thorax tidak ditemukan kelainan jantung dan paru. EKG didapatkan inversi T di

V1-V2. Laboratorium:didapatkan anemia NN, eGFR 18.5,hipokalsemia, dan

hiperfosfatemia. Hasil urinalisis dalam 6 bulan terakhir didapatkan albuminuria +2.

pasien saat ini sedang menggunakan obat ramipril 1x2.5mg, bisoprolol 1x2.5mg dan

gliquidone 1x30mg

3. Pilihan antihipertensi untuk pasien ini adalah

a. menaikkan dosis ramipril menjadi 1x5mg

b. menaikkan dosis bisoprolol menjadi 1x5mg

c. menambahkan clonidin 2x0.15mg

d. menambahkan amlodipin 1x10mg

e. menambahkan furosemide 1x40mg

Jawaban: A

Referensi KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline

for the Evaluation and Management of

Chronic Kidney Disease

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 514

Pembuat Soal dr Randy Nusrianto

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Tubulointerstitial

Jenis Soal Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Seorang laki-laki 72 tahun, mengalami gagal ginjal akut setelah mengalami kateterisasi

jantung. Pada pemeriksaan fisik Tekanan darah 180/90 mmhg, pasien delirium, tampak

livedo reticularis, denyut nadi perifer berkurang, akral dingin dan nyeri tekan epigastrium.

Hasil pemeriksaan penunjang didapatkan Ureum 180 mg/dL, kreatinin 5,2 mg/dL, volume

urin 0,6 ml/kgbb/24 jam, hasil urinalisis leukosit 8-12, eritrosit 6-8, dan silinder hyalin

+1/LPB, amilase 180 U/L lipase 230 U/L.

Penyebab paling mungkin gagal ginjal akut pada pasien ini adalah….

a. Nefritis interstisial akut akibat obat-obatan

b. Rhabdomiolisis dengan nekrosis tubuler akut

c. Nekrosis tubuler akut akibat paparan kontras

d. Emboli kolesterol

e. Diseksi arteri renalis dengan azotemia pre renal

Jawaban: D

Referensi Breu F, Guggenbichler S, Wollmann J.

Harrison’s Principles of Internal Medicine.

2016. 19th ed. New York: McGraw-Hill

Publisher.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 515

Pembuat Soal dr Randy Nusrianto

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Tubulointerstitial

Jenis Soal Terapi

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Pasien perempuan 40 tahun datang dengan keluhan demam, disertai bercak-bercak

kemerahan yang terasa gatal di tubuhnya, pasien juga mengeluh BAK hanya 1x dalam

sehari terakhir, tidak nyeri, urin coklat pekat dan keruh. Keluhan muncul setelah pasien

mengkonsumsi cefadroxil 2x500 mg selama 3 hari terakhir. Hasil laboratorium

menunjukkan eosinofilia, kreatinin 4,0 mg/dL, ureum 160 mg/dL (data sebelumnya ureum

24 mg/dL, kreatitin 1,1 mg/dL). Urinalisis menunjukkan eritrosit 80-100, leukosit 20-

40/LPB, protein +2, silinder eritrosit tidak ada, silinder granuler (+)

Tatalaksana awal yang tepat pada pasien ini adalah…

a. Hemodialisa

b. Pemberian kortikosteroid

c. Terapi suportif, observasi, stop cefadroxil

d. Ganti antibiotik

e. Bukan salah satu di atas

Jawaban: C

Referensi Breu F, Guggenbichler S, Wollmann J.

Harrison’s Principles of Internal Medicine.


2016. 19th ed. New York: McGraw-Hill

Publisher.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 516

Pembuat Soal dr Randy Nusrianto

Kategori Soal Ginjal-Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Penyakit Tubulointerstitial

Jenis Soal Etiologi

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat menyebabkan nefritis interstisial akut, kecuali…

a. Infeksi

b. Obat-obatan

c. Penyakit autoimun

d. Batu saluran kemih

e. Disposisi Light Chain

Jawaban: D

Referensi Breu F, Guggenbichler S, Wollmann J.

Harrison’s Principles of Internal Medicine.

2016. 19th ed. New York: McGraw-Hill

Publisher.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 517

Pembuat Soal dr. Hikmat Pramukti

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam standar

kompetensi

Keseimbangan asam basa

Jenis Soal/Jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita 25 tahun dibawa ke Instalasi Gawat Darurat dengan keluhan kelemahan

semakin memberat dan penurunan kesadaran. Pasien dikatakan baru baru ini mengeluhkan

banyak kencing, cepat haus, badan tampak mengecil, serta kencing dan nafas berbau

aseton. Tekanan darah 95/70 mmHg nadi 125 x/menit reguler. dengan hasil lab : Na 134

mEq/L, K 3.5 mEq/L, Cl 100mEq/L, HCO3 12mEq/L, creatinin 1.2 mg/dl, GDS

498mg/dl, pH 7.27, PaCO2 40 mmHg.

Berdasarkan temuan diatas, hal apakah yang dapat terjadi pada pasien?

A. Kehilangan bikarbonat melalui urin

B. Respiratory Failure

C. Renal Tubular Acidosis

D. Renal tubular Necrosis

E. Aktivitas renin yang menurun

Jawaban: B

Referensi 1.

Sabatine MS. Pocket medicine : the

Massachusetts General Hospital handbook of

internal medicine. 2017. Hal 4-1


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 518

Pembuat Soal dr. Hikmat Pramukti

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam standar

kompetensi

Keseimbangan asam basa

Jenis Soal/Jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Laki-laki 25 tahun ditemukan tidak sadar serta tidak berespon di kamarnya. pasien

diketahui memiliki riwayat penyalahgunaan narkotika. Ditemukan bekas jarum suntik dan

spuit di kamarnya. Pasien dibawa ke IGD dengan tanda vital HR: 62x/menit, TD:

90/65mmHg, RR: 4x/menit, S: 37.3. pemeriksaan fisik menemukan pinpoint pupil. Hasil

pemeriksaan status asam basa yang mungkin pada pasien ini adalah

A. pH : 2, PaCO2: 30, HCO3: 10

B. pH : 2, PaCO2: 70, HCO3: 24

C. pH : 4, PaCO2: 40, HCO3: 24

D. pH : 6, PaCO2: 20, HCO3: 22

E. pH : 6, PaCO2: 51, HCO3: 40

Jawaban: B

Sabatine MS. Pocket medicine : the

Massachusetts General Hospital handbook of

internal medicine. 2017. Hal 4-1

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 519

Pembuat Soal dr. Hikmat Pramukti

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam standar

kompetensi

Keseimbangan asam basa

Jenis Soal/Jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien wanita 56 tahun dipindahkan ke ICU karena mengalami sesak nafas berat yang

mendadak setelah operasi penggantian tulang pinggul. Pasien saat ini RR: 36 kali dengan

HR 126 kali reguler, hasil pemeriksaan lab yang mungkin terjadi pada pasien ini :

A. pH: 7.5 pCO2: 20 mmHg dan HCO3: 20 mEq.

B. pH: 7.22 pCO2: 69 mmHg dan HCO3: 27 mEq.

C. pH: 7.33 pCO2: 68 mmHg dan HCO3: 34 mEq.

D. pH: 7.56 pCO2: 24 mmHg dan HCO3: 8 mEq.

E. pH: 7.58 pCO2: 12 mmHg dan HCO3: 20 mEq.

Jawaban: A

Sabatine MS. Pocket medicine : the

Massachusetts General Hospital handbook of

internal medicine. 2017. Hal 4-1

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 520
Pembuat Soal Dr. Felix

Kategori soal Ginjal hipertensi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Gangguan keseimbangan cairan dan

elektrolit

Jenis soal/jenis pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 24 tahun datang dengan keluhan kelemahan kedua tungkai atas dan

bawah selama 3 hari yang semakin memberat. Pasien tidak ada riwayat muntah atau diare

sebelumnya. Keluhan seperti ini baru pertama kali dirasakan. Tidak ada riwayat

penggunaan diuretik atau laksatif. Pasien mempunyai riwayat mata kering dan mulut

kering selama 6 bulan terakhir. Pada pemeriksaan, tekanan darah 110/70mmHg,

Pemeriksaan Hb: 9,5g/dL, trombosit 295000, Ur: 20 mg/dL, kreatinin 0,65mg/dL, natrium

serum 134mEq/L, kalium serum `1,81mEg/L dan klorida serum 84,3 mEq/L. pH darah

arteri 7,68; bikarbonat serum 49,5 mEq/L. Magnesium 1,2mg/dL. Klorida urin 36,7mEq/,

kalsium urin 1,23mg/dL, kreatinin urin 23,5mg/dL. Ultrasonografi abdomen normal. Anti-

Ro (SSA) positif. Tes Schirmer 3 mmg dalam 5 menit.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

A. Renal tubular acidosis tipe I

B. Renal tubular acidosis tipe II

C. Sindrom Gitelman

D. Sindrom Bartter

E. Penyakit ginjal kronik

Jawaban: C

Referensi Kulkarni M, Kadri P, Pinto R. A case of

acquired Gitelman syndrome presenting as

hypokalmic paralysis. Indian J Nephrol.


2015;25(4):246-7

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 521

Pembuat Soal Dr. Felix

Kategori soal Ginjal hipertensi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Gangguan keseimbangan cairan dan

elektrolit

Jenis soal/jenis pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 30 tahun datang dengan keluhan penurunan kesadaran sejak 2 hari yang

semakin menurun. Pasien terdapat keluhan benjolan di paha sejak 3 bulan lalu dan saat ini

sudah semakin besar sampai tidak lagi bisa berjalan. Pada pemeriksaan fisik, tekanan darah

90/70mmHg, nadi 120x/menit, Terdapat benjolan di paha difus menempel ukuran 10x5cm2

dengan kemerahan di atasnya. Pemeriksaan Hb: 9,5g/dL, trombosit 295000, Ur: 20 mg/dL,

kreatinin 0,65mg/dL, natrium serum 134mEq/L, kalsium serum `15,2mEg/L dan albumin

3gr/dL.

1. Yang bukan cara mengoreksi calcium pada pasien:

A. Furosemide

B. Bifosfonat

C. Calcitriol

D. Calcitonin

E. Steroid

Jawaban: C

Referensi https://reference.medscape.com/drug/mgso4-
magnesium-sulfate-344444#11

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 522

Pembuat Soal Dr. Felix

Kategori soal Ginjal hipertensi

Lingkup bahasan dalam standar kompetensi Gangguan keseimbangan cairan dan

elektrolit

Jenis soal/jenis pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 24 tahun datang dengan keluhan kelemahan kedua tungkai atas dan

bawah selama 3 hari yang semakin memberat. Pasien tidak ada riwayat muntah atau diare

sebelumnya. Keluhan seperti ini baru pertama kali dirasakan. Tidak ada riwayat

penggunaan diuretik atau laksatif. Pasien mempunyai riwayat mata kering dan mulut

kering selama 6 bulan terakhir. Pada pemeriksaan, tekanan darah 110/70mmHg,

Pemeriksaan Hb: 9,5g/dL, trombosit 295000, Ur: 20 mg/dL, kreatinin 0,65mg/dL, natrium

serum 134mEq/L, kalium serum `1,81mEg/L dan klorida serum 84,3 mEq/L. pH darah

arteri 7,68; bikarbonat serum 49,5 mEq/L. Magnesium 1,2mg/dL. Klorida urin 36,7mEq/,

kalsium urin 1,23mg/dL, kreatinin urin 23,5mg/dL. Ultrasonografi abdomen normal. Anti-

Ro (SSA) positif. Tes Schirmer 3 mmg dalam 5 menit.

Bagaimana cara memberikan magnesium sulfat untuk mengoreksi magnesium pada

pasien:

A. Diencerkan dengan NaCl 0,9% dan diberikan perlahan

B. Diencerkan dengan Dextrose 5% dan diberikan perlahan

C. Diencerkan dengan NaCl 0,9% dan diberikan drip cepat


D. Diencerkan dengan Dextrose 0,9% dan diberikan perlahan

E. Tidak perlu diencerkan dan diberikan drip cepat

Jawaban: B

Referensi Carroll MF, Schade DS. A practical

approach to hypercalcemia. Am Fam

Physician. 2003; 67:1959-66.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 523

Pembuat Soal dr. Ummi Ulfah Madina

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Acute Kidney Injury

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Wanita usia 59 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas memberat sejak 5 hari

terakhir disertai demam dan batuk berdahak. 1 hari terakhir BAK dirasa berkurang. Pasien

baru saja pulang dari ibadah haji. Pasien memiliki diabetes mellitus 2 tahun SMRS yang

terkontrol dengan pemberian amaryl m 500 mg/2mg 2x1 tablet.

Pemeriksaan fisik pasien tampak sakit berat, delirium, tekanan darah 80/50 mmHg, nadi

118 kali/menit, suhu 38,50C, RR 28 kali/menit, kuss-maul, lidah tampak kering, ronki

basah kasar di kedua lapang paru, akral dingin. Pemeriksaan penunjang awal

menunjukkan, Hb 13,2 g/dl, leukosit 20.000/mm3, trombosit 180.000/mm3, GDS 440

mg/dl, ureum 120 mg/dl, kreatinin 2 mg/dl , keton darah positif, AGD asidosis metabolik
dengan pH 7,209 dan HCO3 9.

Patogenesis terjadinya kerusakan ginjal pada pasien tersebut saat ini adalah:

A. stimulasi RAAS dan penurunan ADH

B. iskemia dan kerusakan endotel mikrovaskular

C. peningkatan angiotensin II menyebabkan vasodilatasi arteriol efferent dan

vasokonstriksi arterior efferent ginjal

D. peningkatan TGF-β dan VEGF dan deaktivasi protein kinase C

E. obstruksi akibat cast intralumen di ureter

Jawaban: B

Referensi Rubin G Surachno, Ria Bandiara. 2014.

Gangguan Ginjal Akut. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II: hal 2149-

2160

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 524

Pembuat Soal dr. Ummi Ulfah Madina

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Acute Kidney Injury

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pria 30 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan demam,myalgia terutama di kedua

tungkai, lemas, mual dan penurunanan nafsu makan sejak 3 hari SMRS. 1 minggu
sebelumnya pasien menjadi relawan di area bencana banjir.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 100/60 mmHg, nadi 112 kali/menit, suhu

390C, laju pernafasan 20 kali/menit, sklera ikterik dan nyeri tekan di gastrocnemius

bilateral dan petekie. Pemeriksaan penunjang awal menunjukkan trombosit 123000/mm3,

leukosit 14500/mm3, ureum 90 mg/dl, kreatinin 1,7 mg/dl, SGOT 115 U/L, SGPT 75

U/L, Bilirubin direk 2 mg/dl, urinalisis protein 1+, eritrosit 15-20/LBP, uribilinogen 2+.

Terapi awal yang sebaiknya diberikan pada pasien ini adalah:

A. Hidrasi, kortikosteroid, dialisis

B. hidrasi, antibiotik

C. hidrasi, antibiotik, inisiasi dialisis

D. hidrasi, antibiotik, kortikosteroid, inisiasi dialisis

E. hidrasi, antibiotik, kortikosteroid

Jawaban: B

Referensi HMS Markum. 2014. Gangguan Ginjal

Akut. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi 6. Jilid II: hal 2168-2177

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 525

Pembuat Soal dr. Ummi Ulfah Madina

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Acute Kidney Injury

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksan penunjang

Tingkat Kompetensi 4A
Soal

Pria 68 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri perut hebat di kanan bawah yang

timbul tiba-tiba, seperti ditusuk dan konstan sejak 4 jam SMRS. Tidak ada riwayat

trauma, demam, muntah, diare, disuria atau hematuria. Pasien menderita hipertensi ,

riwayat atrial flutter dan dislipidemia, rutin mengkonsumsi aspirin, valsartan, bisoprolol

dan simvastatin.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 88 kali/menit, RR

20 kali/menit, VAS 7-8, nyeri tekan di perut kanan bawah, lainnya dalam batas normal.

EKG menunjukkan atrial flutter dengan AV block 3:1. Pemeriksaan laboratorium awal

ditemukan leukosit 9900/mm3, kreatinin 1,3 mg/dl, GDS 160 mg/dl, SGOT 60 U/L, dan

hematuria. Saat di rawat inap kreatinin meningkat jadi 1,8 mg/dl

Pemeriksaan penunjang yang sebaiknya dikerjakan pada pasien ini untuk menegakkan

diagnosis etiologi adalah:

A. Evaluasi kreatinin dan urinalisis berkala

B. USG abdomen

C. BNO/IVP

D. CT scan abdomen tanpa kontras

E. CT scan abdomen dengan kontras

Jawaban: E

Referensi HMS Markum. 2014. Gangguan Ginjal

Akut. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi 6. Jilid II: hal 2168-2177

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 526

Pembuat soal dr. Riska Amalia Ambarwati


Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Chronic kidney disease

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

Soal 1

Seorang laki-laki berusia 56 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemas yang memberat

sejak 2 hari sebelum masuk RS. Pasien diketahui memiliki hipertensi 10 tahun SMRS.

Volume BAK menjadi lebih jarang dalam 3 bulan terakhir. Tekanan darah 170/90 mmHg,

denyut nadi 103 x/menit ireguler, frekuensi napas 24 x/menit dangkal. Dari pemeriksaan

serum diketahui ureum 142 mg/dL, kreatinin 12,1 mg/dL, kalium 6 mEq/L, hemoglobin

5,2 mg/dL, kalsium 6 mg/dL, fosfat 9 mg/dL. Tatalaksana yang dapat dilakukan pada

pasien tersebut, kecuali

a. Pemberian natrium bikarbonat intravena

b. Pemberian calcium gluconas intravena

c. Pemberian penyekat ACE (angiotensin converting enzyme)

d. Pemberian penyekat kanal kalsium

e. Pemberian kalsium karbonat

Jawaban: C

Referensi KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline

for the Evaluation and Management of

Chronic Kidney Disease

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 527
Pembuat soal dr. Riska Amalia Ambarwati

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Chronic kidney disease

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

Soal 2

Seorang wanita berusia 68 tahun dengan DM tipe 2 sejak 8 tahun lalu, hipertensi sejak 3

tahun lalu, dan pemasangan stent koroner datang ke poliklinik membawa hasil

laboratorium terbaru. Didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg, kreatinin serum 1,5

mg/dL (eGFR MDRD 35 mL/menit/1,73 m2), ureum 25 mg/dL, HbA1c 6,8, albumin urin

3+. Tindakan yang tepat dilakukan untuk pencegahan progresivitas penyakit antara lain,

kecuali

a. Diet protein 0,8 mg/kg/hari

b. Diet natrium <2 gram/hari

c. Kontrol tekanan darah target <130/80 mmHg

d. Kontrol tekanan darah target <150/90 mmHg

e. Pemberian penyekat reseptor angiotensin dimulai dari dosis kecil

Jawaban: D

Referensi KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline

for the Evaluation and Management of

Chronic Kidney Disease

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 528
Pembuat soal dr. Riska Amalia Ambarwati

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Chronic kidney disease

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Soal 3

Seorang wanita berusia 48 tahun dengan hipertensi sejak 20 tahun lalu datang ke

poliklinik membawa hasil laboratorium terbaru. Didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg,

kreatinin serum 1,5 mg/dL (eGFR CKD-EPI 35 mL/menit/1,73 m2), ureum 25 mg/dL.

Tindakan yang tepat dilakukan untuk pemantauan progresivitas penyakit ginjal kronik

antara lain, kecuali

a. Kalsium, fosfat, cystatin C

b. Kalsium, fosfat, alkaline fosfatase

c. Kalsium, fosfat, analisis gas darah

d. Kalsium, fosfat, hormon paratiroid

e. Kalsium, fosfat, BMD (bone mineral density)

Jawaban: E

Referensi KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline

for the Evaluation and Management of

Chronic Kidney Disease

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 529

Pembuat Soal Dr Johanda Damanik


Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan Standar Kompetensi CKD

JenisSoal/JenisPertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang pria 56 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang

memberat sejak 1 minggu. Tidak terdapat nyeri dada, batuk, demam, maupun diare.

Pasien ini telah menderita hipertensi sejak 20 tahun, sangat jarang kontrol dan minum

obat. Pasien berobat ke dokter terakhir 1 tahun lalu dan dikatakan tekanan darah 170/100,

diberi obat hipertensi tetapi tidak minum lagi. Baru-baru ini pasien mengatakan produksi

air kencing berkurang. Tidak ada riwayat anyang-anyangan, kencing berpasir maupun

kencing berdarah. Riwayat sakit DM, jantung, stroke, liver, asma, paru disangkal. Pasien

merupakan perokok berat sejak 40 tahun terakhir. BB pasien 70 kg dengan TB 165 cm.

Pada PF kesadaran awas dengan tekanan darah 170/110, konjungtiva pucat, JVP 5+3

cmH2O ronki basah halus basal kedua paru, bunyijantung 1 dan 2 reguler, murmur/gallop

tidak ada. Abdomen tidak ada asites, akral terdapat pitting edema bilateral simetris.

Rontgen thorax terdapat gambaran awal bendungan paru. EKG didapatkan hipertrofi

ventrikel kiri. Laboratorium: Hb 10.5, Ur/Cr 210/11.5 eGFR 4.4), Kalium 6.2 dan analisa

gas darah kadar HCO3 . Hasil urinalisis menunjukkan adanya albuminuria +2.

Diagnosis CKD pada pasien ini dapat ditegakkan dengan pemeriksaan:

a. Albuminuria urin 24 jam

b. Albumin creatinin ratio (ACR)

c. Urinalisa ulang untuk menilai sedimen urin

d. Ultrasonografi ginjal untuk menilai kelainan struktural

e. Ureum/kreatinin serial 3 hari

Jawaban: D

Referensi KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline


for the Evaluation and Management of

Chronic Kidney Disease

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 530

PembuatSoal Dr Johanda Damanik

KategoriSoal Ginjal Hipertensi

LingkupBahasanStandarKompetensi CKD

JenisSoal/JenisPertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang pria 56 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang

memberat sejak 1 minggu. Tidak terdapat nyeri dada, batuk, demam, maupun diare.

Pasien ini telah menderita hipertensi sejak 20 tahun, sangat jarang kontrol dan minum

obat. Pasien berobat ke dokter terakhir 1 tahun lalu dan dikatakan tekanan darah 170/100,

diberi obat hipertensi tetapi tidak minum lagi. Baru-baru ini pasien mengatakan produksi

air kencing berkurang. Tidak ada riwayat anyang-anyangan, kencing berpasir maupun

kencing berdarah. Riwayat sakit DM, jantung, stroke, liver, asma, paru disangkal. Pasien

merupakan perokok berat sejak 40 tahun terakhir. BB pasien 70 kg dengan TB 165 cm.

Pada PF kesadaran awas dengan tekanan darah 170/110, konjungtiva pucat, JVP 5+3

cmH2O ronki basah halus basal kedua paru, bunyi jantung 1 dan 2 reguler, murmur/gallop

tidak ada. Abdomen tidak ada asites, akral terdapat pitting edema bilateral simetris.

Rontgen thorax terdapat gambaran awal bendungan paru. EKG didapatkan hipertrofi

ventrikel kiri. Laboratorium: Hb 10.5, Ur/Cr 210/11.5 eGFR 4.4), Kalium 6.2 dan analisa

gas darah kadar HCO3 rendah. Hasil urinalisis menunjukkan adanya albuminuria +2.

Tatalaksana awal di UGD yang tepat pada pasien ini adalah:


a. Berikan oksigen, koreksi hiperkalemia dan asidosis dengan obat-obatan.

b. Oksigen, koreksi anemia, hiperkalemia dan asidosis.

c. Oksigen, hidrasi dengan cairan intravena, koreksi hiperkalemia dan asidosis

dengan obat-obatan.

d. Oksigen, restriksi cairan, diuretic intravena, koreksi hiperkalemia dan asidosis

dengan obat-obatan dan persiapkan hemodialisa.

e. Oksigen, hidrasi cairan intravena, diuretic intravena, koreksi hiperkalemia dan

asidosis dengan obat-obatan dan persiapkan hemodialisa.

Jawaban: D

Referensi KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline

for the Evaluation and Management of

Chronic Kidney Disease

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 531

Pembuat Soal Dr Johanda Damanik

KategoriSoal Ginjal Hipertensi

LingkupBahasanStandarKompetensi CKD

JenisSoal/JenisPertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

SOAL

Seorang pria 56 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan sesak nafas yang

memberat sejak 1 minggu. Tidak terdapat nyeri dada, batuk, demam, maupun diare.

Pasien ini telah menderita hipertensi sejak 20 tahun, sangat jarang kontrol dan minum

obat. Pasien berobat ke dokter terakhir 1 tahun lalu dan dikatakan tekanan darah 170/100,

diberi obat hipertensi tetapi tidak minum lagi. Pasien dulu sempat berobat alternative dan
sempat minum jamu-jamuan untuk hipertensinya. Baru-baru ini pasien mengatakan

produksi air kencing berkurang. Tidak ada riwayat anyang-anyangan, kencing berpasir

maupun kencing berdarah. Riwayat sakit DM, jantung, stroke, liver, asma, paru disangkal.

Pasien merupakan perokok berat sejak 40 tahun terakhir. BB pasien 70 kg dengan TB

165 cm.

Pada PF kesadaran awas dengan tekanan darah 170/110, konjungtiva pucat, JVP 5+3

cmH2O ronki basah halus basal kedua paru, bunyijantung 1 dan 2 reguler, murmur/gallop

tidak ada. Abdomen tidak ada asites, akral terdapat pitting edema bilateral simetris.

Rontgen thorax terdapat gambaran awal bendungan paru. EKG didapatkan hipertrofi

ventrikel kiri. Laboratorium: Hb 10.5, Ur/Cr 210/11.5 eGFR 4.4), Kalium 6.2 dan analisa

gas darah kadar HCO3 . Hasil urinalisis menunjukkan adanya albuminuria +2.

Pilihan antihipertensi untuk pasien ini adalah

a. Ramipril 1x10 mg

b. Valsartan 1x160 mg

c. Amlodipin 1x10 mg

d. Kombinasi Ramipril 1x10 mg dan Amlodipin 1x10 mg

e. Diuretik intravena dan amlodipin 1x10 mg

Jawaban: E

Referensi KDIGO 2012 Clinical Practice Guideline

for the Evaluation and Management of

Chronic Kidney Disease & JNC 8

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 532

Pembuat soal dr Beta Agustia Wisman

Kategori soal Nefrologi


Lingkup bahasan soal dalam standar

kompetensi

Hiperplasia Prostat

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 72 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan sering

buang air kecil sejak 3 bulan, keluhan makin memberat dalam sebulan terakhir. Pasien

merasa sering tidak tuntas setelah berkemih, terputus-putus saat berkemih dan pacaran

urin dirasakan tidak kuat. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 140/80 HR 80 kali/menit

RR 20 kali/menit T:36C. pemeriksaan colok dubur teraba massa lunak pada permukaan

rektum. Dari laboratorium hb 11,7g/dl leukosit 9000/mm3 trombosit 230.000/mm3 Ur

30mg/dl cr 1,2mg/dl PSA 23ng/ml. Patogenesis terjadinya kelainan pada pasien ini

adalah:

A. Penurunan kadar testosteron dalam plasma

B. Peningkatan kadar testosteron dalam plasma dan penumpukan DHT dalam

kelenjar prostat

C. Peningkatan kadar testosteron dalam plasma dan defisiensi DHT

D. Infeksi pada saluran kemih

E. Bukan salah satu diatas

Jawaban: B

Referensi

Chasani S. Hiperterofi prostat benigna.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi

6 jilid II hal 2137

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 533

Pembuat soal dr Beta Agustia Wisman

Kategori soal Nefrologi

Lingkup bahasan soal dalam standar

kompetensi

Hiperplasia Prostat

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pasien laki-laki 75 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan

demam sejak 4 hari. Pasien merasa nyeri saat berkemih dan sering kali mengedan untuk

mulai berkemih. Pasien juga sulit untuk menahan rasa ingin buang air kecil dan frekuensi

semakin sering. Pasien mengalami penurunan berat badan dalam 3 bulan terakhir. Dari

pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok CVA kiri. Pemeriksaan penunjang yang paling

tepat pada pasien ini adalah:

A. Urinalisa, PSA, biopsi ginjal.

B. Biopsi Ginjal

C. Mantoux test

D. Kultur urin, PSA, kreatinin

E. USG hepar

Jawaban: D

Referensi

Chasani S. Hiperterofi prostat benigna.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi

6 jilid II hal 2137

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 534

Pembuat soal dr Beta Agustia Wisman

Kategori soal Nefrologi

Lingkup bahasan soal dalam standar

kompetensi

Hiperplasia Prostat

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang pasien laki-laki 75 tahun datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan

sulit buang air kecil sejak 3 hari SMRS. BAK sedikit dan berdarah. 1 bulan sebelumnya

pasien sering mengeluh nyeri saat buang air kecil, frekuensi semakin sering dan kadangkadang

merasa demam. Pasien berobat ke poliklinik dan diberikan obat antibiotik namun

keluhan tidak membaik. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmHg, nadi 96

kali.menit nafas 22 kali/menit suhu 37C. konjungtiva pucat. Nyeri tekan di regio

suprapubik. Dari data laboratorium didapatkan hb 9,7g/dl leukosit 13000/mm3 trombosit

230.000/mm3 Ur 80 mg/dl cr 1,7 mg/dl PSA 40 ng/ml. Tatalaksana pada pasien ini

adalah:

A. Pembedahan

B. Antibiotik

C. Tamsulosin

D. Hidrasi cairan

E. Dustaterid

Jawaban: A

Referensi
Chasani S. Hiperterofi prostat benigna.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi

6 jilid II hal 2137

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 535

Nama Peserta Tri Hapsoro Guno

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan keseimbangan cairan dan

elektrolit

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 63 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan bicara meracau sejak 1 hari

yang lalu, dikatakan pasien ada keluhan muntah-muntah sebelumnya, frekuensi bisa

sampai 10x per hari. Pada pemeriksaan fisik, pasien tampak sakit berat, frekuensi napas

22x/menit, tekanan darah 100/60 mmHg, Nadi 108 x/menit. JVP 5-2 cmH2O, Pada

pemeriksaan laboratorium ditemukan Hb 11.5 gr/dL; Leukosit 9000/uL; Ureum 40 mg/dL;

Kreatinin 1,6 mg/dL; Na 112 mEq/L; K 4,1 mEq/L; Cl 96 mEq/L; GDS 90 mg/dL. Pada

EKG tidak ditemukan kelainan. Terapi yang paling tepat harus segera diberikan kepada

pasien adalah :

A. Pemberian natrium peroral

B. Pemberian natrium hipertonik intravena perlahan sebesar 0,5meq/L per jam, maksimal

10 meq/L dalam 24 jam


C. Pemberian natrium hipertonik intravena dengan target awal plasma natrium dinaikan

sebanyak 5meq/L dalam waktu 1 jam

D. Injeksi Dextrose 40% sebanyak 50 ml

E. Pemberian cairan kristaloid loading 500-1000 ml dilanjutkan maintenance

Jawaban: C

Referensi Siregar P. 2014.Gangguan Keseimbangan

Air dan Elektrolit. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid 2: hal 2249

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 536

Nama Peserta Tri Hapsoro Guno

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan keseimbangan cairan dan

elektrolit

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-llaki usia 36 tahun dengan kelemahan seluruh tubuh dan merasa sesak nafas

memberat sejak 1 hari SMRS, sebelumnya pernah mengeluhkan kondisi yang sama 2

tahun lalu, dikatakan kadar kalium dalam darah yang rendah. Dari pemeriksaan

laboratorium berikut yang menandakan adanya eksresi kalium berlebihan melalui ginjal

kecuali:

A. Kadar kalium urin sewaktu lebih dari 15 meq/L


B. Rasio kadar kalium dan kreatinin urin sewaktu kurang dari 13 meq/g kreatinin

C. Eksresi kalium dalam urin lebih dari 40 meq/hari

D. Rasio kadar kalium dan kreatinin urin sewaktu lebih dari 13 meq/g kreatinin

E. Nilai transtubular kalium gradient lebih dari 11

Jawaban: B

Referensi Siregar P. 2014.Gangguan Keseimbangan

Air dan Elektrolit. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid 2: hal 2249

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 537

Nama Peserta Tri Hapsoro Guno

Kategori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Gangguan keseimbangan cairan dan

elektrolit

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita berusia 49 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak nafas yang

memberat sejak 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan fisik, pasien compos mentis, tampak

sakit berat, frekuensi napas 32x/menit, cepat dan dalam, takikardi iregular 120 x/menit.

JVP 5 + 3 cmH2O, terdapat ronkhi basah halus pada seluruh lapang paru, edema pada

kedua tungkai bawah. Dikatakan jumlah urin dalam 24 jam terakhir sekitar 300ml/24 jam.

Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan Hb 6.5 gr/dL; Leukosit 11.000/uL; Ureum 230
mg/dL; Kreatinin 10,2 mg/dL; Na 130 mEq/L; K 8,6 mEq/L; Cl 106 mEq/L; GDS 230

mg/dL. Pada EKG ditemukan gelombang T yang sangat tinggi dan aritmia.Terapi yang

paling tepat harus segera diberikan kepada pasien adalah :

A. Injeksi insulin 10U dalam dekstrose 40% intravena dilanjutkan pemantauan kadar gula

darah per jam

B. Pemasangan akses kateter double lumen dan Hemodialisis

C. Pemberian drip furosemide intravena sampai tercapai urine output minimal 0,5

cc/kg/jam

D. Inhalasi salbutamol 10-20 mg dan dapat diulang

E. Injeksi Ca glukonas 10 ml intravena dengan monitoring EKG

Jawaban: E

Referensi Siregar P. 2014.Gangguan Keseimbangan

Air dan Elektrolit. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid 2: hal 2249

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 538

Pembuat soal dr Puji Rahman

Kategori soal Nefrologi

Lingkup bahasan soal dalam standar

kompetensi

Hiperplasia Prostat

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

1. Seorang laki-laki usia 64 tahun datang ke Poli Klinik dengan keluhan sulit untuk
memulai buang air kecil, hingga harus mengejan, tidak ada demam dan anyanganyangan

sejak 5 bulan terakhir. Selain itu pasien juga mengeluh sering buang air

kecil dimalam hari hingga lebih dari >5 kali. Tidak ada buang air kecil berdarah,

riwayat kencing batu disangkal. Keluhan dirasakan mengganggu aktivitas sehari-hari

dan istirahat pasien. Pasien menyangkal adanya penggunaan obat-obatan sebelumnya.

Pasien belum pernah berobat sebelumnya. Dalam Dari pemeriksaan fisis didapatkan

didapatkan pembesaran pada kelenjar prostat. Pemeriksaan laboratorium GDS 90.

IPSS score 17.

Berikut pemeriksaan lanjutan awal yang disarankan untuk pasien, kecuali:

a. Prostate Specific antigen

b. Cystoskopi

c. USG Prostate

d. Uroflowmetri

e. Urinalisis

Jawaban : B

Referensi

Chasani S. Hiperterofi prostat benigna.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi

6 jilid II hal 2137

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 539

Pembuat soal dr Puji Rahman

Kategori soal Nefrologi

Lingkup bahasan soal dalam standar

kompetensi
Hiperplasia Prostat

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Dari pemeriksaan Penunjang didapatkan data : UL : Kuning jernih, leukosit 0-2, eritrosit

0-2 epitel 1+, Bakteri negatif, nitrit negatif, Glukosa negatif, albumin negatif. USG :

Kedua ginjal normal, buli2 normal, volume prostat + 44 g, PSA 2 ng/mL. Pilihan terapi

yang disarankan untuk pasien adalah :

a. tamsulosin 0.4 mg 1x/hari po

b. dutasteride 0.5 mg 1x/hari po

c. watchful waiting

d. fesoterodine 4 mg 1x/hari po

e. Fitofarmaka

Jawaban : A

Referensi

Chasani S. Hiperterofi prostat benigna.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi

6 jilid II hal 2137

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 540

Pembuat soal dr Puji Rahman

Kategori soal Nefrologi

Lingkup bahasan soal dalam standar

kompetensi

Hiperplasia Prostat
Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Setelah 6 bulan terapi pasien kembali kontrol, pasien masih mengeluh adanya BAK darah

segar, evlausi ulang USG ginjal : normal, prostat volume : + 46 g. PSA : 2.2 ng/mL.

Pilihan terapi yang paling tepat untuk pasien adalah :

a. tamsulosin 0.8 mg 1x/hari + dutasteride 0.5 mg 1x/hari po

b. solifenacin 5 mg orally once daily

c. transurethral resection of the prostate (TURP)

d. Open prostatectomy

e. cetrorelix 30 mg intramuscularly at baseline, 30 mg intramuscularly at 2 weeks,

and 0 mg at 4 weeks (30/30/0)

Jawaban : C

Referensi

Chasani S. Hiperterofi prostat benigna.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi

6 jilid II hal 2137

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 541

Pembuat soal dr Ira Laurentika

Kategori soal Nefrologi

Lingkup bahasan soal dalam standar

kompetensi

Hiperplasia Prostat

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Komplikasi


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien laki-laki usia 60 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan tidak bisa BAK sejak 1

hari SMRS, pasien sebelumnya mengeluh gangguan berkemih sejak 1 tahun terakhir,

awalnya kencing terasa tidak puas disertai harus mengejan kadang masih menetes setelah

kencing. Keluhan memberat 1 hari terakhir hingga pasien tidak bisa kencing sama sekali.

3hari sebelumnya pasien mengeluh demam dan anyang-anyangan. Tidak ada riwayat

trauma. Dari pemeriksaan fisis : kesadaran compos mentis, tensi 140/70 nadi 120x/menit,

rr 20x, suhu 37.5 C, VAS 5. Evaluasi awal yang harus dilakukan pada pasien adalah,

kecuali :

a. USG buli

b. Pemeriksaan Urinalisis

c. Pemeriksaan PSA

d. laboratorium lengkap (ureum kreatinin, darah perifer lengkap dan hemostasis)

e. Rectal Touche

Jawaban : C

Referensi

Chasani S. Hiperterofi prostat benigna.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi

6 jilid II hal 2137

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 542

Pembuat soal dr Ira Laurentika

Kategori soal Nefrologi

Lingkup bahasan soal dalam standar


kompetensi

Hiperplasia Prostat

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien kemudian dilakukan pemasangan kateter urine, keluar urine warna kuning

sebanyak 1000ml. Hasil pemeriksaan penunjang : DPL : 13.8/38/14.500/230.000 diff

0/0/78/14/8 ur/cr 43/1 pt 10.2/11.2 aptt 34.5/36.7 GDS : 89, UL : kuning agak keruh,

epitel 1+, leukosit 12-15 eritrosit 5-6, bakteri negatif, darah +1, glukosa negatif. USG

Ginjal Buli : Ginjal normal, buli2 normal, Volume prostat + 35 ml. Tatalaksana

selanjutnya yang tepat untuk pasien adalah :

a. Taladafil 5 mg 1x/hari po

b. tamsulosin 0.4 mg 1x/hari po

c. dutasteride 0.5 mg 1x/hari po

d. watchful waiting

e. Desmopresin 0.1 mg 1x/hari po

Jawaban : B

Referensi

Chasani S. Hiperterofi prostat benigna.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi

6 jilid II hal 2137

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 543

Pembuat soal dr Ira Laurentika

Kategori soal Nefrologi


Lingkup bahasan soal dalam standar

kompetensi

Hiperplasia Prostat

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Komplikasi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Evaluasi yang harus diperhatikan setelah pasien mendapatkan pengobatan diatas adalah,

kecuali :

a. Ada tidaknya katarak yang akan dilakukan operasi

b. Penggunaan bersamaan dengan phosphodiesterase 5 inhibitors

c. Kejadian hipotensi ortostatik

d. Evaluasi kadar natrium pada darah

e. Evaluasi adanya edema pada kedua kaki

Jawaban : D

Referensi

Chasani S. Hiperterofi prostat benigna.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi

6 jilid II hal 2137

American Urological Association

(AUA), McVary KT, Roehrborn CG, et

al. Management of benign prostatic

hyperplasia (BPH) (Revised 2010,

reviewed and validity confirmed

2014). AUA 2010

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 544

Pembuat Soal dr. Yoppi Kencana

Kategori Soal Nefrologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Batu Ginjal

Jenis Soal Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 3A

SOAL

Seorang laki-laki, usia 60 tahun. Datang ke IGD dengan keluhan nyeri BAK disertai nyeri

pinggang. Pada pencitraan didapatkan gambaran batu staghorn pada ginjal kiri. Komposisi

paling banyak pembentuk batu staghorn adalah:

A. Asam urat

B. struvit

C. calcium phosphate

D. xanthine

E. cystine

Jawaban: B

Sumber Mochamad Sja’bani, 2014. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II: hal 2121-

2128

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 545

Pembuat Soal dr. Yoppi Kencana

Kategori Soal Nefrologi


Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Batu Saluran Kemih

Jenis Soal Patotofisiologi

Tingkat Kompetensi 3A

SOAL

Faktor Risiko terbentuknya batu saluran kemih adalah :

A. Hiperkalsiuria, hiperoksalaturia, hipersitraturia, dan hiperurikosuria.

B. Hiperkalsiuria, hipooksalauria, hipositraturia, dan penurunan jumlah air kemih

C. Hiperkalsiuria, hiperoksalaturia, hipositraturia, dan diet tinggi natrium klorida.

D. Hiperkalsiuria, hiperoksalaturia, hipersitraturia, dan diet tinggi natrium klorida

E. Hiperkalsiuria, hiperurikosuria, hiperoksalaturia, dan diet rendah protein

Jawaban: C

Sumber Mochamad Sja’bani, 2014. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II: hal 2121-

2128

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 546

Pembuat Soal dr. Yoppi Kencana

Kategori Soal Nefrologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Batu Saluran Kemih

Jenis Soal Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A
SOAL

Seorang perempuan 40 tahun datang ke IGD mengeluh nyeri pinggang kiri disertai

kencing berpasir. Pasien diketahui sering masuk RS karena ISK. Hasil laboratorium Hb 14

g/dL; leukosit 14.000/mm3; trombosit 250.000/mm3; GDS 100 mg/dL; ureum 54 mg/dL;

kreatinin 1,4 mg/dL. Urinalisis Leukosit +1, darah +3, protein +1. USG abdomen

menunjukan batu staghorn pada ginjal kiri. Kuman tersering penyebab penyakit tersebut

adalah :

A. E.coli

B. S. Aureus

C. Klebsiella

D. Proteus

E. Pseudomonas

Jawaban: D

Sumber Mochamad Sja’bani, 2014. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II: hal 2121-

2128

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 547

Pembuat Soal dr. Gestana Andru

Kategori Soal Nefrologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Infeksi Saluran Kemih

Jenis Soal Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 3A
SOAL

Seorang perempuan, usia 25 tahun. Datang ke IGD dengan keluhan nyeri BAK dengan

frekuensi berlebihan. Pada pemeriksaan urin menunjukkan leukosit 35-35/ LPB,

sedangkan kultur urin untuk biakan anaerob positif. Etiologi tersering untuk kasus ini

ialah adalah:

A. Bacterioides

B. Clostridium

C. C. trachomatis

D. Prevotella

E. Streptococcus

Jawaban: C

Sumber Mochamad Sja’bani, 2014. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II: hal 2129-

2136

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 548

Pembuat Soal dr. Gestana Andru

Kategori Soal Nefrologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Infeksi Saluran Kemih

Jenis Soal Patotofisiologi

Tingkat Kompetensi 3A

SOAL

Pasien laki-laki usia 35 tahun, 6 bulan pasca transplantasi ginjal dengan terapi
imunosupresan. Pasien datang ke poliklinik dengan keluhan tidak nyaman di daerah

pinggang, riwayat demam disangkal. Pasien membawa hasil urinalisis berupa leukosit 5-

10/ LPB, bakteri negatif dan kultur urin negatif. Hal ini berpotensi menyebabkan:

A. Pielonefritis akut

B. Graft vs host reaction

C. Abses perinefrik

D. Batu ginjal

E. Nefropati akut

Jawaban: A

Sumber Mochamad Sja’bani, 2014. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II: hal 2129-

2136

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 549

Pembuat Soal dr. Gestana Andru

Kategori Soal Nefrologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Infeksi Saluran Kemih

Jenis Soal Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

SOAL

Seorang perempuan 39 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam dan nyeri pinggang

sebelah kanan disertai kencing keruh berpasir. Pasien memiliki riwayat perawatan di RS

untuk keluhan yang sama. Hasil laboratorium Hb 14 g/dL; leukosit 15.000/mm3;


trombosit 250.000/mm3; GDS 100 mg/dL; ureum 54 mg/dL; kreatinin 1,5 mg/dL.

Urinalisis Leukosit 15-20, darah +3, protein +1. USG abdomen menunjukan batu staghorn

pada ginjal kanan. Kuman tersering penyebab infeksi pada pasien ini adalah :

A. E.coli

B. Proteus

C. S. Aureus

D. Klebsiella

E. Pseudomonas

Jawaban: B

Sumber Mochamad Sja’bani, 2014. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid II: hal 2129-

2136

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 550

Pembuat Soal dr. Alexander Randy A

Kategori Soal Ginjal dan Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Infeksi Saluran Kemih

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 80 tahun diantar dari panti jompo dengan gaduh gelisah sejak 1 hari

dan demam dan penurunan nafsu makan sejak 5 hari sebelumnya. Pasien sejak 3 tahun

diketahui seringkali lupa nama teman sekamarnya dan sering buang air sembarangan.
Pada pemerisaan fisik didapatkan kesadaran delirium TD 100/60 mmHg nadi 110kali per

menit RR 22 kali per menit, suhu 38oC. Pemeriksaan paru dan jantung tidak didapatkan

kelainan.

Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan leukosit 23.000/mm3 dengan hitung jenis

neutrophil 83%. Urinalisis menunjukkan leukosit 30 sel/lapang pandang, eritrosit 5

sel/lapang pandang, leukosit esterase 2+ dan nitrit negative

Pada pasien ini, pilihan antibiotik empirik yang sesuai adalah

a. Ciprofloxacin 2x400mg

b. Cefepime 2x2 gram

c. Tigecycline 2x50mg

d. Vancomycin 2x1 gram

e. Fosfomycin 1x3000mg

Jawaban: A

Referensi Grabe M, Bjerklund-Johansen TE, Bottto H, et

al; European Association of Urology (EAU).

Guidelines on urological infections. EAU

2018.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 551

Pembuat Soal dr. Alexander Randy A

Kategori Soal Ginjal dan Hipertensi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Infeksi Saluran Kemih

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Etiologi


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 50 tahun datang dengan keluhan demam sejak 3 hari. Pasien telah

diketahui menderita DM tipe 2 sejak 10 tahun. Satu tahun yang lalu pasien menderita

stroke dan menggunakan kateter urin karena keluhan sulit berkemih. Pasien aktivitas

lebih banyak di tempat tidur. Pemeriksaan fisik menujukkan kesadaran compos mentis,

TD 140/90mmHg, nadi 110 klai per menit, RR 20x/menit, suhu 39oC. pemeriksaaan paru,

jantung dalam batas normal. Pada abdomen didapatkany nyeri suprapubik. Pada urinalisa

didapatkan gambaran ragi

Patogen yang sering ditemukan pada kasus ini adaha, kecuali.

a. C. albicans

b. C. glabrata

c. C. humilis

d. C. tropicalis

e. C. parapsilosis

Jawaban: C

Referensi Pappas PG, Kauffman CA, Andes DR, et al.

Clinical Practice Guideline for Management of

Candidiasis: 2016 Update by infectious

Diseases Society of America. Clin Infect

Dis.2016

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 552

Pembuat Soal dr. Alexander Randy A

Kategori Soal Ginjal dan Hipertensi


Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Infeksi Saluran Kemih

Jenis Soal/ Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 32 tahun dirujuk dari Poliklinik Kebidanan. Pasien diketahui

G2P1A0 kehamilan usia 20 minggu janin tunggal kondisi baik. Tidak ada keluhan

demam, batuk, sesak, nyeri berkemih. Pemeriksaan fisik kesadaran compos mentis, TD

110/70 mmHg nadi 80 kali/menit RR 16 kali/menit, suhu 36,5oC, pemeriksaan

generalisata dalam batas normal. Pasien membawa hasil laboratorium leukosit

7.200/mm3 ureum 34 kreatinin 0,8 urinalisa leukosit 3-4/lpb eritrosit 1-2/lpb albumin (-)

bakteri (+) leukosit esterase (-) nitrit (-). Pada kultur urine didapatkan E. coli 150.000

CFU/ml

Tatalaksana selanjutnya pada pasien ini

a. Ciprofloxacin 2x50mg

b. Cotrimoxazole 2x960mg

c. Fosfomycin 1x3000mg

d. Erithromycin 4x500mg

e. Belum diperlukan antibiotik

Jawaban: C

Referensi Nicolle LE, Bradley S, Colgan R, Rice JC,

Schaeffer A, Hooton TM, et al. Infectious

Diseases Society of America guidelines for the

diagnosis and treatment of asymptomatic

bacteriuria in adults. Clinical infectious

diseases : an official publication of the


Infectious Diseases Society of America.

2005;40(5):643-54.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 553

Pembuat Soal dr. Abigail Prasetyaningtyas

Katergori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalan standar kompetensi Acute Kidney Injury

Jenis soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat kompetensi 4A

Soal

Pasien laki-laki 45 tahun baru saja menjalani operasi Mitral Valve Replacement, post

operasi kadar kreatinin darah pasien meningkat 2 kali lipat. Faktor apa yang bukan

merupakan penyebab Acute Kidney Injury pada pasien ini:

a. Atheroemboli

b. Hemolysis

c. Pigment nephropathy

d. Kerusakan iskemik akibat hipoperfusi

e. Obstruksi tubulus transien

Jawaban: E

Referensi Harrison’s Principle of Internal Medicine

18th ed. Chapter 279 Acute Kidney Injury

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 554
Pembuat Soal dr. Abigail Prasetyaningtyas

Katergori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalan standar kompetensi Acute Kidney Injury

Jenis soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki usia 56 tahun dengan sirosis hepatis et causa hepatitis B masuk ke IGD

dengan keluhan hematemesis melena sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien

kemudian mendapat terapi somatostatin antibiotik cefotaxime injeksi dan dilakukan ligasi

varises esophagus per EGD serta tranfusi PRC 300 cc. pada perawatan hari ke 3 pasien

didapatkkan kesadaran menurun menjadi somnolens dan oligouria. Hasil laboratorium

ditemukan peningkatan ureum dari 30 mg/dl menjadi 88 mg/dl dan kreatinin dari 1 mg/dl

menjadi 2,1 mg.dl , FeNA < 1% dan dari hasi urinalisa ditemukan hyaline cast. Penyebab

Acute Kidney injury pada pasien ini adalah :

a. SIndrom Hepatorenal tipe 2

b. Drug induced interstitial nephritis

c. Acute glomerulonephritis

d. SIndrom Hepatornal tipe 1

e. Azotemia prerenal

Jawaban: D

Referensi Harrison’s Principle of Internal Medicine

18th ed. Chapter 279 Acute Kidney Injury

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 555

Pembuat Soal dr. Abigail Prasetyaningtyas


Katergori Soal Ginjal Hipertensi

Lingkup Bahasan dalan standar kompetensi Acute Kidney Injury

Jenis soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat kompetensi 4A

Soal

Pasien wanita usia 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan utama muntah-muntah lebih

dari 5 kali sehari sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit. Dari pemeriksaan fisik

ditemukan Tekanan darah 100/60 Nadi 100x/menit, frekuensi pernafasan 20x/menit, suhu

37,6. Dari pemeriksaan penunjang ditemukan hasil ureum 60 mg/dl dan kreatinin 1,6

mg/dl. Hasil pemriksaan kreatinin 3 bulan sebelumnya 0,8 mg/dl. Hasil pemeriksaan

penunjang yang mengarahkan Acute Kidney Injury pada pasien ini disebabkan prerenal

adalah berikut ini kecuali:

a. BUN/creatinin ratio lebih dari 20

b. FeNa < 1%,

c. Pada pemeriksaan sedimen ditemukan Hyaline casts

d. Berat jenis urin <1.018

e. urine osmolality >500 mOsm/kg

Jawaban: D

Referensi Harrison’s Principle of Internal Medicine

18th ed. Chapter 279 Acute Kidney Injury

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 556

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI ENDOKRIN METABOLIK


Kontributor:

dr. Nancy Indah Lestari / UNSRAT

Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 557

Nama Peserta dr. Nancy Indah Lestari

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Insulinoma

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1

Seorang perempuan berumur 40 tahun datang ke UGD dengan penurunan kesadaran sejak 1 jam

sebelum masuk rumah sakit. Dari keterangan keluarga, pasien mengeluhkan lemah, penglihatan

kabur, berkeringat banyak, gemetar, tidak ada riwayat jatuh maupun sakit sebelumnya dengan

pola makan normal. Dari pemeriksaan gula darah didapatkan kadar 30 mg/dl. Setelah diberikan

bolus dextrose 40% dan infuse dextrose 10% pasien sadar. Setelah dilakukan monitor ketat

selama 1 hari didapatkan kadar gula darah selalu rendah. Setelah dilakukan pemeriksaan

laboratorium didapatkan kadar creatinin 0,9 mg/dl, dan C-peptida yang meningkat. Diagnosa

yang paling mungkin pada pasien ini adalah :

a. Diabetes insipidus sentral


b. Pankreatitis akut

c. Insulinoma

d. Nefropati diabetik

e. Tumor adrenal

Referensi

Jawaban : c

Asman Manaf. 2014. Insulinoma. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam edisi VI. Jilid 2: Hal 2347-

2349.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 558

Nama Peserta dr. Nancy Indah Lestari

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Diabetes Mellitus

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang wanita berumur 45 tahun memiliki riwayat diabetes mellitus tipe II selama 2 tahun,

datang untuk memeriksakan diri ke dokter. Data laboratorium menunjukkan hasil HbA1C 8,5%,

gula darah puasa 150 mg/dl, dan gula darah 2 jam post prandial 230 mg/dl. Pasien tidak memiliki

riwayat poliuria, usaha untuk diet dan berolahraga gagal. Indeks massa tubuh 30 kg/m2. Pasien
telah diberikan metformin, tetapi 3 minggu kemudian pasien menghentikan pengobatannya karena

mengalami diare. Obat yang dapat direkomendasikan pada pasien tersebut adalah

a. GLP-1 agonis

b. DPP-IV inhibitor

c. Pioglitazone

d. Sulfonilurea

e. Penghambat glukosidase

Referensi

Jawaban : A

Sidartawan Soegondo. 2014. Diabetes Mellitus.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi VI.

Jilid 2: Hal 2328-2335.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 559

Nama Peserta dr. Nancy Indah Lestari

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Diabetes Mellitus

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Seorang laki-laki berusia 58 tahun dengan riwayat diabetes mellitus sejak 7 tahun. Pasien datang
dengan keluhan penurunan berat badan sebesar 8 kg dalam 6 bulan terakhir. Pasien selama ini

mengkonsumsi glimepiride 1x2 mg dan metformin 2x500 mg. Dari pemeriksaan fisik didapatkan

TD 130/80 mmHg, TB:170 cm, BB 60 kg. Saat kontrol terakhir ke dokter, diketahui kadar creatinin

3.2 mg/dl, GDP 140 mg/dl , GD2PP 320 mg/dl, HbA1C 10%. Rekomendasi terapi yang diberikan

pada pasien tersebut adalah:

A. Menghentikan pemberian glimepiride, diberikan kombinasi metformin dan penghambat

DPPIV

B. Menghentikan pemberian metformin dan diganti dengan kombinasi

insulin long acting dan glimepiride

C. Menghentikan pemberian glimepiride dan metformin, diganti dengan

kombinasi penghambat glukosidase α dan penghambat DPPIV

D. Melanjutkan pemberian glimepiride dan metformin, ditambah insulin long

acting

E. Mengganti obat-obatan diatas dengan insulin

Referensi

Jawaban : E

Sidartawan Soegondo. 2014. Diabetes Mellitus.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi VI. Jilid

2: Hal 2328-2335.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 560

Pembuat Soal Dr. Kevin Irawan

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi
Gangguan Korteks Adrenal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 54 tahun dating ke poli hipertensi dengan menggunakan

empat jenis obat anti hipertensi, yaitu lisinopril 1x5mg, bisoprolol 1x10mg, amlodipine

1x10mg, dan HCT 1x12,5mg. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil yang

normal kecuali pemeriksaan kalium level 2,2mmol/L, aktivitas renin plasma rendah.

Dilakukan pemeriksaan Saline loading dan didapatkan hasil yaitu aldosterone yang tinggi.

CT scan dari kelenjar adrenal tidak menunjukkan adanya massa. Overnight 1mg

dexamethasone supression test menunjukkan tidak ada supresi terhadap ACTH.

1. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

A. Conn syndrome

B. Gittelman Syndrome

C. Kortikal hyperplasia nodular

D. Liddle syndrome

E. Addison’s disease

Referensi

Jawaban : C

Soebagjo adi. Gangguan Kortek Adrenal.

Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam edisi VII. Editor : Siti Setiati,

Idrus Alwi, Aru W. Sudoyo,

Marcellus S.K, Bambang S, Ari

Fahrial S. Interna Publising 2014

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 561

Pembuat Soal Dr. Kevin Irawan

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Krisis Adrenal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 22 tahun dating ke poli penyakit dalam dengan keluhan

mudah lelah, nyeri-nyeri di seluruh sendi, dan jual mual. Pasien juga mengeluhkan batukbatuk

yang tidak kunjung sembuh sudah lebih dari 3 bulan yang lalu, namun belum

berobat untuk keluhan batuk seperti ini. Terdapat riwayat batuk – batuk lama pada ayah

pasien. Pada pemeriksaan fisik, didapatkan TD 90/54mmHg, nadi 108x/menit, suhu 37,8

C, pernafasan 22 kali per menit. Pada pemeriksaan paru didapatkan rhonki basah kasar di

apex kedua paru, pada pemeriksaan kulit tampak hiperpigmentasi di lipat-lipat tubuh. Dari

pemeriksaan laboratorium didapatkan leukosit 8.200, Hb 14, trombosit 254.000, CRP 2.2

mg/dL, kreatinin 0.88 mg/dL, Natrium 121 mEq/L, Kalium 4.8 mEq/L, GDS 88 mg/dL

Langkah selanjutnya yang tepat dalam menegakkan diagnosis pasien ini adalah

A. Pemeriksaan kortisol plasma malam hari

B. Pemeriksaan kortisol setelah kosintropin IV

C. MRI adrenal

D. Adrenal venous sampling

E. PCR TB dari sputum

Referensi

Jawaban : B
Soebagjo adi. Gangguan Kortek Adrenal.

Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam edisi VII. Editor : Siti Setiati,

Idrus Alwi, Aru W. Sudoyo,

Marcellus S.K, Bambang S, Ari

Fahrial S. halaman 2511. Interna

Publising 2014

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 562

Pembuat Soal Dr. Kevin Irawan

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Pertumbuhan

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pertumbuhan dipengaruhi oleh factor intrinsic dan ekstrinsik. Gangguan pertumbuhan

dapat menyebabkan perawakan pendek ataupun perawakan jangkung.

Perawakan pendek dapat terjadi oleh sebab-sebab endokrin antara lain, kecuali :

A. Defisiensi GH

B. Tumor pada hipotalamus-pituitari

C. Iradiasi kronis terhadap hipotalamus-hipofisis

D. Sindrom Turner

E. Defek reseptor/post reseptor GH


Referensi

Jawaban : D

Soebagjo adi. Gangguan Kortek Adrenal.

Dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam edisi VII. Editor : Siti Setiati,

Idrus Alwi, Aru W. Sudoyo,

Marcellus S.K, Bambang S, Ari

Fahrial S. halaman 2514-2516.

Interna Publising 2014

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 563

Pembuat Soal Dr. Novia Rusly

Asal FK FK UNSRAT

Periode Ujian 38

Kategori Soal Endrokinologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Diabetes Melitus/ Ketoacidosis

Diabetik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 50 tahun datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan

nyeri dada yang menjalar sampai ke punggung disertai dada terasa sesak. Pasien memiliki

riwayat hipertensi sejak lama tetapi tidak minum obat, sedangkan untuk penyakit
komorbid lainnya disangkal. Pada pemeriksaan fisisk pasien tampak somnolen dengan

Tensi 90/60mmhg, Nadi 98x/menit, Respirasi 32x/menit temperatur 37,2 c, SO2 96%.

Dilakukan pemeriksaan EKG tampak ST elevasi di line II,III,AVF dan T inverted di I,

AVL. Pada laboratorium GDS 300mg/dl, Na 126mEq/L, K 4mEq/L, cl 109mEq/L, AGD

adalah PH 6,9; HCO3 12 PCO2 30.

Bagaimanakah penanganan gangguan elektrolit pada kasus di atas:

A. Rehidrasi dengan normal saline, koreksi kalium 20-30meg/l, tidak koreksi

bicarbonat

B. Rehidrasi dengan normal saline, tidak koreksi kalium 20-30meg/l, koreksi

bicarbonat

C. Rehidrasi dengan normal saline, tidak koreksi elektrolit kalium maupun

bikarbonat

D. koreksi kalium 20-30meg/l, koreksi bicarbonat

E. Rehidrasi dengan normal saline, koreksi kalium 20-30meg/l, koreksi bicarbonat

Referensi

Jawaban : E

Tri Juli Edi Tarigan

2014.Ketoasidosis Diabetik.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Edisi 6. Jilid II:hal 2375-2385.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 564

Pembuat Soal Dr. Novia Rusly

Asal FK FK UNSRAT

Periode Ujian 38
Kategori Soal Endrokinologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Diabetes Melitus/ Koma Hiperosmolar

Hiperglikemik Non ketotik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki usia 70 tahun datang ke gawat darurat dengan keluhan badabn lemah

dan sering kejang pada kedua kaki. Pasien tidak ada riwayat minum obat tertentu

dan penyakit komorbid lainnya. Pasien kemudian dilakukan pemeriksaan

ditemukan T 160/70mmhg, Nadi 98x/menit, Respirasi 32x/menit temperatur 37,2

c, SO2 96%.pada pemeriksaan GDS 760mg/dl, Na 126mEq/L, K 4mEq/L, cl

109mEq/L. Urinalisa dalam batas normal, osmolaritas 340. Pasien kemudian

didiagnosa Hiperosmolar Hiperglikemik Non ketotik.

Apakah yang terjadi bila penanganan rehidrasi terjadi overload:

A. Oklusi Vaskular

B. Infark miokard

C. Low Flow sindrom

D. DIC dan Rhabdomiolisi

E. Edema Cerebri

Referensi

Jawaban : E

Pradana Soewondo 2014. Koma

Hiperosmolar Hiperglikemik

Non ketotik . Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi 6. Jilid


II:hal 2381-2385.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 565

Pembuat Soal Dr. Novia Rusly

Asal FK FK UNSRAT

Periode Ujian 38

Kategori Soal Endrokinologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Diabetes Melitus/ Kaki Diabetes

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang wanita usia 55 tahun datang ke poli luka RSUP Prof RD Kandou.

Pasien mengeluhkan adanya luka di kaki kanan sejak 1 bulan yang lalu, luka

awalnya berupa lepuhan yang tiba- tiba muncul kemudian pecah dan berbau

busuk serta terdapat jaringan kehitaman. Dokter kemudian melakukan

pembersihan luka serta mengeluarkan jaringan – jaringan yang mati, setelah itu

dokter memberikan dressing hydrocolloid yang akan di ganti beberapa hari

kemudian. pada pasien dokter juga mengadviskan untuk kontrol gula darah dan

memakan makanan yang bernutrisi untuk penyembuhan luka. Selain itu dokter

juga memberikan obat tambahan selain antibiotik yaitu cilostasol 2x50mg dan

simvastatin 20mg.pada pertemuan berikut dokter berencana untuk melakukan

terapi hiperbarik dalam perawatan luka

Yang termasuk kontrol metabolik pada kasus di atas adalah:


A. Pemberian simvastatin

B. Pemberian cilostasol

C. Pemakain dressing hydrocolloid

D. Menjaga nutrisi baik

E. Pemberian antibiotk

Referensi

Jawaban : D

Sarwono Waspadji 2014. Kaki Diabetes.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

6. Jilid II:hal 2367-2374.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 566

Nama Peserta Endrile Balansa

Periode Ujian 38

Asal Institusi FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hipoglikemia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 65 tahun dibawa oleh keluarga ke Unit Gawat Darurat dengan

keluhan penurunan kesadaran sejak 1 jam sebelum masuk RS. Berdasarkan aloanamnesis

didapatkan bahwa pasien menderita diabetes melitus sejak 5 tahun yang lalu dan saat ini
rutin menggunakan suntikan insulin dengan pemeriksaan gula darah mandiri oleh pasien

sendiri. Menurut anaknya pasien ditemukan tidak sadarkan diri dengan keringat dingin

disekujur tubuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum sakit berat, kesadaran

sopor, tekanan darah 130/70 mmHg, nadi 110 x/menit, respirasi 24 x/menit, suhu badan

36,8oC. Pemeriksaan fisik jantung dan paru dalam batas normal, dengan hepar dan lien tak

teraba, bising usus normal. Tidak didapatkan tanda-tanda defisit neurologi. Laboratorium

didapatkan leukosit 10.200, Hb 11.3, trombosit 150.000, ureum 30, creatinine 0.9, GDS

30, GOT 33, GPT 31, natrium 138, kalium 3.7, klorida 90.

Patofisiologi yang mungkin terjadi untuk mengatasi kelainan patologi pada pasien ini adalah:

A. Sel alfa pankreas mensekresi glukagon yang kemudian meningkatkan sekresi

insulin

B. Sensor glukosa hipotalamus akan mengaktifkan sistem saraf parasimpatis secara

berkala

C. Peningkatan glukagon akan menginhibisi proses glukoneogenesis di hati

D. Growth hormone yang disekresikan oleh hipofisis posterior akan meningkatkan

produksi glukosa di hepar melalui proses glukoneogenesis dan glikogenolosis

E. Hipofisis anterior mensekresikan hormon ACTH akan menstimulasi sekresi

kortisol oleh kelenjar adrenal untuk merangsang glikogenolisis

Referensi

Jawaban : E

Manaf. 2014. Hipoglikemia. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid

II:hal 2355-2358.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 567
Nama Peserta Endrile Balansa

Periode Ujian 38

Asal Institusi FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Feokromositoma

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3B

Soal

Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa oleh keluarga ke Unit Gawat Darurat dengan

keluhan nyeri kepala hebat sejak 2 jam sebelum masuk RS. Berdasarkan autoanamnesis

didapatkan bahwa pasien mengalami nyeri kepala yang terus menerus yang semakin lama

semakin berat, disertai dada berdebar-debar dan keringat yang sangat banyak. Pasien

sudah sering mengeluh seperti ini tetapi saat ini keluhan nyeri terasa lebih hebat. Riwayat

trauma disangkal. Ayah pasien juga memiliki keluhan seperti ini. Pasien sebelumnya

sudah rutin mengkonsumsi obat amlodipine 1x10mg, captopril 3x25mg, bisoprolol

1x2,5mg, HCT 1x50mg dari dokter praktek namun tiap kali dilakukan kontrol tekanan

darah selalu tinggi dan tidak pernah mencapai target. Pada pemeriksaan fisik didapatkan

keadaan umum sakit berat, kesadaran compos mentis, VAS 7-8, tekanan darah 190/110

mmHg, nadi 98 x/menit, respirasi 24 x/menit, suhu badan 36,8oC. Pemeriksaan fisik

jantung dan paru dalam batas normal, dengan hepar dan lien tak teraba, bising usus

normal. Tidak didapatkan tanda-tanda defisit neurologi. Laboratorium didapatkan leukosit

7.200, Hb 14.3, trombosit 250.000, ureum 40, creatinine 1.0, GDS 120, GOT 33, GPT 31,

natrium 138, kalium 3.7, klorida 90.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

A. Sindrom POEMS
B. Feokromositoma

C. Sindroma cushing

D. Hiperaldosteronemia primer

E. Addison disease

Referensi

Jawaban : B

Efendi I. 2014. Feokromositoma. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

Jilid II:hal 2206-2209.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 568

Nama Peserta Endrile Balansa

Periode Ujian 38

Asal Institusi FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Osteogenesis Imperfecta

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang perempuan berusia 20 tahun dibawa oleh keluarga ke Unit Gawat Darurat

dengan keluhan nyeri paha kiri sejak 2 jam sebelum masuk RS. Berdasarkan

autoanamnesis didapatkan bahwa pasien mengalami nyeri paha tiba-tiba yang semakin

lama semakin berat. Riwayat trauma/terjatuh disangkal. Pada pemeriksaan fisik


didapatkan keadaan umum sakit sedang, kesadaran compos mentis, VAS 6-7, tekanan

darah 110/80 mmHg, nadi 103 x/menit, respirasi 20 x/menit, suhu badan 36,8oC.

Pemeriksaan fisik kepala didapatkan konjungtiva tidak anemis, sklera tidak icterus, tetapi

agak kebiruan, tidak ada deviasi septum nasi, tidak didapatkan bengkak pada gusi, namun

gigi pasien berwarna amber kekuningan. Pemeriksaan fisik jantung dan paru dalam batas

normal, dengan hepar dan lien tak teraba, bising usus normal. Tidak didapatkan tandatanda

defisit neurologi. Laboratorium didapatkan leukosit 7.800, Hb 11.3, trombosit

200.000, ureum 40, creatinine 1.0, GDS 110, GOT 33, GPT 31, natrium 139, kalium 3.8,

klorida 95.

Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:

A. Osteoporosis

B. Osteogenesis imperfecta

C. Osteokondroma

D. Osteomalasia

E. Osteopenia

Referensi

Jawaban : B

Harrison 19

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 569

Nama Peserta dr. Alex Chandra

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes

Lingkup Bahasan Dalam Standar


Kompetensi

Osteoporosis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1

1. Seorang perempuan usia 54 tahun datang ke polkilinik endokrin untuk melakukan

penyebab osteoporosis setelah melakukan pemeriksaan terhadap nyeri tulang

belakang yang dialami pasien yang menunjukkan adanya fraktur kompresi pada

tulang T4. Pada saat ini pasien memiliki periode mens irregular dan sering

mengalami hot flushes dan berada pada perimenopausal. Berat badan 70kg, Tinggi

Badan 168 cm, telah kehilangan tinggi 5cm. Hasil Bone Mineral Density

menujukkan T score -3.5SD, Z socre -2,5SD. Berikut ini pemeriksaan yang

merupakan indikasi untuk evaluasi penyebab osteoporosis pada pasien ini adalah

sebagai berikut, kecuali

a. 24 jam kalsium urine

b. FSH dan LH

c. Serum kalsium

d. TSH

e. Kadar vitamin D (25 Hydroxyvitamin D)

Referensi

Jawaban : B

Harrison internal Medicine edisi 18

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 570

Nama Peserta dr. Alex Chandra


Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan paratiroid dan kalsium

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

2. Seorang wanita usia 43 tahun ke ruamh sakit denga keluhan mual, gatal, dan

kelelahan. Pada pemeriksaan fisik tampak pasien mengantuk, pucat. Pemeriksaan

laboratorium menunjukkan kadar Natrium 142 mmol/L, kalium 5.1 mmol/L,

kalsium 1.7 mmol/L (N: 2.12-2.62 mmol/L), fosfat 3.8mmol/L, dan albumin 3.7

g/dl. BUN 168 mg/dl, serum kreatinin 15.8mg/dl. Hitung darah lengkap

menujukkan kadar hemoglobin 7.1 g/dl, leukosit 6.200/μl. USG ginjal

menunjukkan kedua ginjal dan tidak tampak adanya obstruksi. Faktor di bawah ini

yang berperan dalam menurunkan kadar kalsium plasma pasien tersebut adalah

a. Hipofosfatemia

b. Hiperparatiroid

c. Penurunan kadar 1,25 (OH)2D3

d. Penurunan turnover tulang

e. Peningkatan turnover tulang

Referensi

Jawaban : C

Suwitra, Ketut. 2015. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Hal 2159-65

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 571

Nama Peserta dr. Alex Chandra

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Osteomalasia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

3. Penderita laki-laki berumur 78 tahun mengeluh nyeri tulang disertai dengan kaku

otot dan kram sejak 6 bulan terakhir. Penderita sehari-hari lebih banyak di dalam

rumah. Terdapat riwayat gangguan malabsorbsi vitamin D. Tidak terdapat riwayat

gangguan ginjal. Pasien tampak sakit ringan, tekanan darah 120/70 mmHg.

Frekuensi nadi 82x/menit, frekuensi nafas 18x/menit, suhu 36.3, bunyi jantung

normal, paru-paru dalam batas normal. Hepar dan limpa tidak teraba, ekstremitas

tidak edema. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kalsium ion serum

3,6mEq/L, fosfat organic 1mg/dl, alkalin fosfatase 207 U/L, nilai 25-

hydroxyvitamin D 3ng/ml. Pada gambaran radiologi ditemukan looser zone pada

tulang femoral. Penatalaksanaan di bawah ini yang paling tepat untuk pasien ini

adalah

a. Kalsium bikarbonat 3x500mg

b. Vitamin D 1000-2000 IU/hari

c. Vitamin D 50.000 IU 3x seminggu


d. Berjemur selama 15 menit 2xseminggu

e. Meningkatkan konsumsi ikan salmon, tuna, dan susu

Referensi

Jawaban : C

Kertia, N. Osteomalasia. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI. Jilid III: Hal 3501-04

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 572

Pembuat Soal dr. Jennifer

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Diabetes Insipidus

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 31 tahun datang ke rumah sakit dengan nyeri perut kanan

bawah, didiagnosa apendisitis akut dan dilakukan apendiktomi. Tidak ada komplikasi dari

tindakan operasi, namun setelah tindakan operasi, pasien mengeluhkan adanya BAK

dalam jumlah banyak ( 6 L/ hari) dan mengeluh rasa haus terus menerus. Pada hari ke-3

paska operasi, hasil BUN dan kreatinin pasien meningkat. Setelah anamnesa lebih lanjut,

pasien melaporkan adanya riwayat rasa haus terus menerus sejak lama, sering BAK, dan

pernah beberapa kali tidak dapat menahan BAK yang malu disampaikan kepada orang

lain. Selain kontasepsi oral, pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan lainnya dan tidak

pernah ada penyakit lain sebelumnya. Langkah awal apakah yang paling tepat untuk
mendiagnosa pasien?

A. Volume urin 24 jam dan osmolaritas urin

B. Osmolaritas plasma puasa pagi hari

C. Fluid deprivation test

D. MRI kepala

E. Kadar plasma ADH

Referensi

Jawaban : A

Asman Boedi Santoso Ranakusuma,

Imam Subekti. 2014. Diabetes Insipidus.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

VI. Jilid 2:hal 2437-2441.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 573

Pembuat Soal dr. Jennifer

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tumor Hipofise

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang wanita 24 tahun datang dengan keluhan tidak menstruasi selama 7 bulan terakhir,

pasien juga mengeluh lapangan pandangan terganggu dan terkadang nyeri kepala. Hasil

konsultasi dokter spesialis mata didapatkan penyemitan lapang pandang hemianopsia


bitemporal. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 120/70 mmHg, Nadi 76x/ menit,

frekuensi nafas 18x/ menit, BMI 20 kg/m2. Pemeriksaan laboratorium didapatkan β-HCG

negatif, FSH dan LH rendah dengan nilai < 5 IU/L, kadar TSH 2.7 IU/mL ( N: 0,4 – 4

IU/mL), dengan peningkatan serum prolaktin. Pemeriksaan yang tepat untuk menegakkan

diagnosa penyakit tersebut diatas adalah:

A. CT-Scan kepala dengan kontras

B. USG tiroid

C. MRI Ginekologis

D. MRI kepala

E. Tes Progestogen

Referensi

Jawaban : D

Budi Wiweko. 2014. Amenorea. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid

2:hal 2524-2533.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 574

Pembuat Soal dr. Jennifer

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hipotiroid

Jenis Soal / Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal
Seorang pasien laki-laki 45 tahun, datang ke dokter dengan keluhan cepat lelah dan rambut

rontok. Pasien mengaku mengalami peningkatan berat badan 7 kg sejak 6 bulan yang lalu,

padahal nafsu makan berkurang. Pasien juga mengeluhkan sulit tidur, dan merasa dingin

sepanjang waktu. Pasien masih dapat beraktivitas biasa, menikmati hobinya dan

menghabiskan waktu bersama keluarga, dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda depresi.

Hasil pemeriksaan didapatkan alopecia difus dan refleks relaksasi tendon yang melambat.

Pasien dicurigai menderita hipotiroid. Pernyataan manakah yang sesuai dengan diagnosa

tersebut?

A. Kadar TSH yang normal mengekslusi hipotiroid sekunder, namun tidak pada

hipotiroid primer

B. Pengukuran tunggal kadar T4 tidak diindikasikan untuk membuat diagnosis

C. Perbandingan T3/T4 penting untuk menentukan respon terapi

D. Antibodi TPO membedakan antara hipotiroid sekunder dan primer

E. T4 bebas merupakan uji skrining yang lebih baik dibandingkan TSH pada

subklinikal hipotiroid.

Referensi

Jawaban : B

Achmad Rudijanto. 2014. Hipotiroid.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

VI. Jilid 2:hal 2448-2454.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 575

Nama Peserta dr. Kenly

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi


Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Tiroid Pada Kehamilan

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1

Seorang wanita berumur 28 tahun hamil 6 minggu, datang dengan keluhan jantung berdebardebar,

berkeringat banyak, disertai cepat lelah, Pemeriksaan fisik didapatkan Tekanan Darah

120/80mmHg, HR 105x/mnt, RR 20 x/mnt, T 36,8oC terdapat exopthalmus pada ke dua mata dan

benjolan diffused di leher, pemeriksaan hasil laboratorium TSHS 0,005 uIU/mL FT4 6,7 ng/dl.

Penatalaksanaan yang tepat pada pasien ini adalah :

a. Tiroidektomi

b. Levothyroxin 100μg per hari

c. PTU 400mg per hari dalam dosis terbagi

d. Metimazol 30 mg per hari

e. Ablasi

Referensi

Jawaban : C

R Djokomoeljanto. 2008. Kelenjar Tiroid,

Hipotiroidisme dan Hipertiroidisme. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi V. Jilid 3:

Hal 1955-1965.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 576
Nama Peserta dr. Kenly

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Sindroma Cushing

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosa

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang wanita berumur 40 tahun, bekerja sebagai manager perusahaan mengeluhkan gangguan

haid yang tidak teratur disertai cepat lelah dan kelemahan otot, kadang kaki sering memar tanpa

ada trauma sebelumnya, pasien juga mengeluhkan sulit tidur dan akhir-akhir ini pasien sering

emosi disertai peningkatan berat badan, keluhan ini dirasakan os sejak 2 bulan ini. Pasien tidak

pernah sakit dan tidak ada mengkonsumsi obat-obatan. Pemeriksaan fisik didapatkan Tekanan

Darah 140/90mmHg, HR 85x/mnt, RR 20 x/mnt, T 36,8oC, pada wajah terdapat facial plethora,

pada kaki dijumpai adanya beberapa hematom, Pada pemeriksaan kortisol saliva didapatkan hasil

200 ng/dl dan 220 ng/dl (normal < 145 ng/dl). Diagnosis yang mungkin pada pasien ini adalah :

a. Menopause

b. Penyakit Cushing

c. Hiperaldosteron primer

d. Insufisisensi adrenal

e. Sindrom Cushing

Referensi

Jawaban : E

Tri Juli edi T. 2014. Sindroma Cushing.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam edisi VI.


Jilid 2: Hal 2478-2483.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 577

Nama Peserta dr. Kenly

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Krisis Tiroid

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Seorang wanita berumur 35 tahun datang dengan penurunan kesadaaran sejak 1 hari ini,

sebelumnya Pasien mengalami demam disertai muntah-muntah dan diare frekwensi 8x/hari

sejak 2 hari lalu, Pemeriksaan fisik didapatkan Sensorium Somnolen, Tekanan Darah

120/80mmHg, HR 115x/mnt, RR 24 x/mnt, T 38,8oC terdapat exopthalmus pada ke dua mata,

mulut mukosa bibir kering, abdomen bising usus meningkat, pemeriksaan hasil laboratorium

Leukosit 20.000, TSHS 0,005 uIU/mL FT4 6,7 ng/dl.

Yang bukan merupakan penatalaksanaan pada pasien ini adalah :

a. Pemberian cairan untuk rehidrasi dan pemberian antibiotik

b. Pemberian Solutio Lugol 10 tetes setiap 6 jam

c. Pemberian PTU dosis besar 600-1000mg diikuti dosis 300mg setiap 4 jam

d. Pemberian propanolol 4x10mg

e. Pemberian antipiretik asetaminofen


Referensi

Jawaban : D

- Panduan Praktik klinis. 2016. Krisis Tiroid Hal

115-117.

- R Djokomoeljanto. 2008. Kelenjar Tiroid,

Hipotiroidisme dan Hipertiroidisme. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam edisi V. Jilid 3: Hal

1955-1965.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 578

Pembuat Soal dr. Jeffry Niky

Kategori Soal Endokrin - Metabolik

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Hipertiroid

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 23 tahun datang dengan keluhan BAB cair selama 5 hari dan

jantung berdebar. Pasien mengkonsumsi levotiroksin selama 3 bulan terakhir untuk

menurunkan berat badan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 140/80 mmHg, Nadi

115x/menit regular, Respirasi 23x/menit, Suhu badan 36,8C. Tidak terdapat pembesaran

kelenjar tiroid.

Pemeriksaan penunjang yang diharapkan untuk menegakkan diagnosis adalah :

A. FT4 meningkat, TSH menurun, USG doppler terdapat hipervaskularisasi, RAIU


meningkat

B. FT4 meningkat, TSH menurun, USG doppler tidak terdapat hipervaskularisasi,

RAIU normal

C. FT4 meningkat, TSH meningkat, USG doppler terdapat hipervaskularisasi, RAIU

meningkat

D. FT4 menurun, TSH meningkat, USG doppler tidak terdapat hipervaskularisasi,

RAIU normal

E. FT4 menurun, TSH menurun, USG doppler terdapat hipervaskularisasi, RAIU

normal

Referensi

Jawaban : B

Roos DS et al. 2016 American Throid

Association Guidelines for Diagnosis

and Managemen of Throtoxicosis.

1343-78

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 579

Pembuat Soal dr. Jeffry Niky

Kategori Soal Endokrin - Metabolik

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan Metabolisme Magnesium

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal
Seorang laki-laki usia 25 tahun, datang berobat dengan keluhan lemas seluruh badan sejak

1 minggu SMRS. Mual dan muntah tidak ada. Pasien sering mengeluh kram dan

mengalami kontraksi otot yang tidak bisa dikontrol. Pasien tidak merokok dan minum

alcohol. Riwayat penggunaan obat-obatan disangkal. Pada pemeriksaan fisik, tanda vital

dalam batas normal. Dari pemeriksaan laboratorium, didapatkan kadar natrium 140

mEq/L, kalium 3,0 mEq/L, klorida 90 mEq/L, magnesium 1,5 mEq/L. Dari hasil Analisa

Gas Darah pH 7,57 pCO2 55 dan HCO3 35.

Pemeriksaan penunjang yang anda usulkan untuk membantu penegakan diagnosis :

A. FT4

B. Kalsium darah

C. Osmolaritas darah

D. Kalsium urine

E. Hormon paratiroid

Referensi

Jawaban : E

Harrison Nephrology and Basic

Disorders.3rd edition. Hal 54

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 580

Pembuat Soal dr. Jeffry Niky

Kategori Soal Endokrin - Metabolik

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gangguan metabolism Kalsium

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis


Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang perempuan berusia 38 tahun datang berobat ke poliklinik dengan keluhan

kesemutan dan sering kram sejak 3 bulan. Pasien pernah menjalani operasi pengangkatan

tiroid 7 tahun yang lalu atas indikasi karsinoma papiler tiroid. Sejak 4 bulan terakhir

pasien tidak mau lagi minum obat. Sejak saat itu berat badan naik sebanyak 10 kg,

gampang mengantuk dan sulit BAB (4-5 hari sekali). Pada pemeriksaan fisik semua dalam

batas normal.

Pemeriksaan penunjang yang paling tepat untuk menegakkan diagnosis adalah

A. TSH, PTH, fosfat

B. TSHs, fT4, Kalsium

C. TSHs, T3 total, tiroglobulin

D. PTH, kalsium, tiroglobulin

E. Anti-TPO, tiroglobulin, fosfat

Referensi

Jawaban : B

Harrison’s Principle of Internal Medicine.

18 th Ed. Disorders of Parathyroid

Gland and Calcium Homeostasis. Hal

3095-3120.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 581

Pembuat Soal Dr. Gerald Toreh

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Dislipidemia


Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki - laki berusia 55 tahun datang berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan

keluhan nyeri dada sejak 3 jam yang lalu, nyeri seperti ditindih beban berat, dan menjalar

ke lengan kiri selama 5 menit, nyeri hilang saat istirahat, nyeri sering berulang, pasien

datang ke poli karena takut nyeri sudah berulang beberapa kali. Pasien memiliki riwayat

hipertensi sejak 5 tahun yang lalu, tapi tidak berobat, pasien juga memiliki riwayat

merokok 2 bungkus per hari sejak 30 tahun lalu. Dari pemeriksaan fisik tekanan darah

160/90 mmHg, nadi 90x/m, RR 20x/m, dari hasil laboratorium didapatkan kadar LDL-C

180 mg/dl, HDL-C 38 mg/dl, trigliserida 200mg/dl.

1. Bagaimanakah penatalaksanaan dan target LDL pada pasien ini adalah:

A. Gaya hidup sehat, diberikan statin dengan target LDL < 100 mg/dl

B. Gaya hidup sehat, periksa ulang setiap 6-12 bulan, jika LDL ≥ 160 mg/dl berikan

statin dengan target LDL < 160 mg/dl.

C. Gaya hidup sehat, diberikan statin dengan target LDL < 130 mg/dl

D. Gaya hidup sehat, periksa ulang setiap 6-12 bulan, jika LDL ≥ 130 mg/dl berikan

statin dengan target LDL < 130 mg/dl.

E. Gaya hidup sehat, diberikan statin dengan target LDL < 160 mg/dl

Referensi

Jawaban : C

Adam, JMF. 2014, Dislipidemia. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI. Jilid II. Hal

2549 - 2559.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 582

Pembuat Soal Dr. Gerald Toreh

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Neoplasma Endokrin Multipel

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang laki - laki berusia 25 tahun datang berobat ke poliklinik penyakit dalam dengan

keluhan cepat lelah, nyeri ulu hati, terasa asam dimulut, mual tanpa disertai muntah dan

disertai penurunan berat badan. Pasien juga mengeluhkan nyeri badan, sering merasa

gelisah dan penurunan libido.

pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 120/80 mmHg, nadi 82x/m, RR 20x/m, BMI 20,

nyeri tekan epigastrium tidak ditemukan, pemeriksaan lain dalam batas normal.

Pemeriksaan laboratorium didapatkan Ca 11.2 mg/dl, P 2.1 mg/dl, Mg 1.83mg/dl, albumin

3.6 g/dl, TSHs 4 μIU/mL ( N : 0.4 – 4 μIU/mL), prolaktin 250 μg/L, testosteron 620

ng/dL, PTH 135 pg/dL. Pada pemeriksaan guaiac feses didapatkan hasil postif, hasil CT

scan abdomen menunjukan lesi 2 cm pada caput pankreas.

1. Diagnosa apa yang paling tepat pada kasus ini adalah:

A. Hiperparatiroidisme

B. Polyglandular autoimune syndrome

C. MEN tipe 2

D. Von – hippel syndrome

E. MEN tipe 1

Referensi

Jawaban : E

Suastika. K. 2014, Neoplasma Endokrin

Multipel. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam


Edisi VI. Jilid II. Hal 2518 - 2523.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 583

Pembuat Soal dr. Prima Pratama

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan dalam Standar Kompetensi Diabetes Melitus Gestasional

Jenis Soal /Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

1. Seorang ibu rumah tangga berusia 35 tahun dikonsulkan dari sejawat dokter kandungan

dengan diagnosa G2P0A1 hamil 26 minggu dengan Diabetes gestasional. Pada pemeriksaan

fisik didapatkan TD 110/70, ND 78 x/menit, RR 18 x/menit, SB 36.5oC dan berat badan 35

Kg. Pasien membawa hasil laboratorium GDP 145 mg/dL dan GD2PP 250 mg/dL setelah

pembatasan kalori 25 kcal/KgBB. Pasien tetap melakukan aktivitas seperti biasa sesuai

anjuran dari dokter kandungan. Sasaran tatalaksana yang paling tepat untuk kondisi pasien

tersebut adalah

a. Gula darah puasa < 105mg/dl dan Gula darah dua jam setelah makan < 120 mg/dl

b. Gula darah puasa < 115mg/dl dan Gula darah dua jam setelah makan < 120 mg/dl

c. Gula darah puasa < 105mg/dl dan Gula darah dua jam setelah makan < 130 mg/dl

d. Gula darah puasa < 115mg/dl dan Gula darah dua jam setelah makan < 130 mg/dl

e. Gula darah puasa < 95mg/dl dan Gula darah dua jam setelah makan < 105 mg/dl

Referensi

Jawaban : A

Adam JMF, Purnamasari D.

Diabetes Melitus Gestasional.


Dalam: Setiati S, Alwi I, Sudoyo

AW, Simadibrata M, Setiyohadi

B, Syam AF, eds. Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Edisi VI Jilid 2.

Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu

Penyakit Dalam. 2014. Hal 2429.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 584

Pembuat Soal Dr. Gerald Toreh

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Amenorea

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 3A

Soal

Seorang perempuan berusia 20 tahun belum menikah datang berobat ke poliklinik penyakit

dalam dengan keluhan nyeri perut bagian bawah berulang disertai kadang – kadang dada

terasa berdebar – debar, dan sudah 3 siklus tidak haid, sebelumnya haid normal. Pasien

tidak demam dan tidak nyeri saat BAK. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 110/70

mmHg, nadi 74x/m, RR 18x/m, BMI 33.5, nyeri tekan epigastrium dan suprapubik tidak

ditemukan, pemeriksaan fisik lain dalam batas normal.

1. Pemeriksaan penunjang apa yang akan dianjurkan untuk mendukung diagnosis anda :

A. TSHs dan prolaktin

B. FSH,LH

C. USG abdomen

D. Tes Kehamilan
E. Semua Benar

Referensi

Jawaban : D

Wiweko. B. 2014, Amenorea. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI.

Jilid II. Hal 2524 - 2533.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 585

Pembuat Soal dr. Prima Pratama

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Diabetes Melitus Gestasional

Jenis Soal /Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

2. Seorang ibu rumah tangga berusia 30 tahun dikonsulkan dari sejawat obsgyn dengan diagnosa

G2P0A1 hamil 26 minggu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70, ND 78 x/menit, RR 18

x/menit, SH 36.5oC. Pasien membawa hasil laboratorium GDP 145 mg/dL dan GD2PP 250

mg/dL. Pasien tetap melakukan aktivitas seperti biasa sesuai anjuran dari dokter kandungan.

Tatalaksana yang paling tepat untuk kondisi pasien tersebut adalah…

a. Perencanaan makan dan obat antihiperglikemi oral

b. Perencanaan makan selama 1 minggu dan pemberian insulin analog

c. Perencanaan makan dan pemberian insulin human

d. Perencanaan makan selama 1 bulan disertai dengan pemberian insulin human


e. Perencanaan makan dan pembatasan aktifitas fisik

Referensi

Jawaban : C

Adam JMF, Purnamasari D. Diabetes

Melitus Gestasional. Dalam: Setiati S, Alwi

I, Sudoyo AW, Simadibrata M, Setiyohadi

B, Syam AF, eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Edisi VI Jilid 2. Jakarta: Pusat

Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam. 2014. Hal

2429.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 586

Pembuat Soal dr. Prima Pratama

Kategori Soal Endokrin

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Defisiensi Vitamin D

Jenis Soal /Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

3. Seorang pasien perempuan 68 th. Dating ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan nyeri

tulang dan sendi. Tidak ada riwayat jatuh sebelumnya dan pasien melakukan aktifitas seperti

biasa. Pasien telah dilakukan pemeriksaan radiologi dengan didapatkan kesan looser zone

pada tibia kiri. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar 25 hidroksi vitamin D 10

mg/ml. Terapi yang tepat dapa pasien ini adalah


a. Vitamin D dosis besar 50.000 IU sekali hingga tiga kali atau lebih

b. Makan makanan mengandung vitamin D, seperti makarel, salmon

c. Berjemur agar terpapar sinar matahari tanpa tabir surya 15 menit 2kali seminggu

d. Pemberian vitamin D 2000 IU setiap hari

e. Terapi fosfat

Referensi

Jawaban : A

Kertia N. Osteomalasia. Dalam: Setiati S,

Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M,

Setiyohadi B, Syam AF, eds. Buku Ajar

Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI Jilid 1.

Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit

Dalam. 2014. Hal 3503.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 587

Nama Peserta dr. Indrajit

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Karsinoma Tiroid

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1
Seorang wanita, 54 tahun, datang dengan keluhan pembesaran pada leher bagian depan, yang

ikut dengan gerakan menelan. Terjadi sejak 5 tahun terakhir. Kesulitan menelan makan tidak ada,

terdapat perubahan pada suara sejak 2 bulan terakhir, dan mengalami penurunan berat badan

10 kg sejak 5 bulan terakhir. Pasien telah berobat di RS Daerah dan dilakukan BAJAH pada

Kelenjar Tiroid, didapatkan hasil Haemangioendothelioma Maligna. Diputuskan untuk dilakukan

terapi supresi L-Tiroksin. Target kadar TSH berapakah yang ingin dicapai.

A. 0,1 - 0,5 mU/L

B. 0,01 - 0,05 mU/L

C. 0,01 mU/L

D. 0,05 - 1,5 mU/L

E. 0,5 - 1,5 mU/L

Jawaban: C

Referensi

Jawaban : C

Subekti I, Karsinoma Tiroid. Dalam Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Jilid II; Ed. VI; 2014. Hal. 2475

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 588

Nama Peserta dr. Indrajit

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Nodul Tiroid
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang wanita, 65 tahun, datang dengan keluhan benjolan pada daerah leher yang ikut dengan

gerakan menelan. Didapatkan perubahan pada suara, penurunan berat badan, kesulitan dalam

menelan. Kadar TSHS 14 mIU/L, FT40,5 ng/dL. Pasien dianjurkan untuk dilakukan USG Tiroid. Dari

data berikut ini yang bukan merupakan gambaran USG dengan karakteristik dan resiko

kemungkinan ganas adalah:

A. Nodul hiperechogenik

B. Mikrokalsifikasi

C. Batas irregular

D. Limfadenopati regional

E. Hipervaskularisasi

Jawaban: A

Referensi Masjhur JS, Nodul Tiroid. Dalam Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Jilid II; Ed. VI; 2014. Hal. 2458

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 589

Nama Peserta dr. Indrajit

Periode Ujian 38

Asal FK FK Universitas Sam Ratulangi

Kategori Soal Endokrin, Metabolisme, dan Diabetes

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Nodul Tiroid
Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Seorang wanita, 60 tahun, datang ke Poliklinik Penyakit Dalam, dengan keluhan benjolan pada

leher. Pasien telah berobat di RS Daerah dan telah dilakukan BAJAH pada kelenjar Tiroid dengan

hasil Tiroid Normal. Pada benjolan ini dirasakan membesar dalam 2 bulan terakhir, benjolan

mengikuti gerakan menelan, sukar digerakan dari jaringan sekitarnya. Rencana tindakan

selanjutnya yang dapat dilakukan adalah:

A. Operasi.

B. BAJAH ulang dengan Tuntunan USG

C. Terapi Supresi dengan Levotiroxin

D. Suntikan etanol

E. Terapi laser

Jawaban: B

Referensi

Jawaban : B

Masjhur JS, Nodul Tiroid. Dalam Buku Ajar Ilmu

Penyakit Dalam Jilid II; Ed. VI; 2014. Hal. 2460

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 590

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

UJIAN BOARD 38

DIVISI KARDIOLOGI

Kontributor:

dr ArdanMiraz / UNHAS
Dr. Mgs. Febriandi Agus / UNSRI

[TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA, SEMOGA MENJADI BERKAH DAN LULUS 100%, AMIN]

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 591

Nomor Soal 1

Nama Peserta dr. Erny Alasiry

Asal FK FK Universitas Hasanuddin

Kategori soal Kardiologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Stenosis Aorta

Jenis Soal Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki laki berusia 72 tahun mengalami sesak napas yang memburuk dalam dua

minggu terakhir. Pasien juga mengalami nyeri dada yang hilang muncul bila beraktivitas.

Riwayat pingsan saat naik tangga di rumahnya. Pasien sering sesak di malam hari dan

tidur dengan bantal tinggi. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan vena jugularis 5+4

cmH2O, ronchi basah halus pada kedua basal paru, murmur sistolik grade 3/6 pada sela

iga 2 parasternal kanan yang menjalar ke karotis dan didapat paradoksikal splitting pada

bunyi jantung II, serta edema pitting pada kedua pretibial.

Kemungkinan penyebab gagal jantung pada pasien ini adalah :

A. Stenosis Aorta

B. Regurgitasi Aorta

C. Stenosis pulmonal
D. Regurgitasi pulmonal

E. Atrial Septal Defect (ASD)

Jawaban : A

Referensi Marulam M. Panggabean, Birry Karim,Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Jilid 1.6th ed. Jakarta : Interna Publishing; 2014. P 1188-

1191

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 592

Nomor Soal 2

Nama Peserta dr. Erny Alasiry

Asal FK FK Universitas Hasanuddin

Kategori soal Kardiologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Stenosis Aorta

Jenis Soal Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada yang

dimulai 3 jam yang lalu. Nyeri dada terjadi saat pasien sedang bekerja di kantor, dirasakan

seperti tertindih benda berat, berlangsung selama 30 menit disertai keringat dingin. Pasien

merokok 2 bungkus perhari sejak umur 17 tahun dan menderita Diabetes Mellitus sejak

10 tahun lalu.

Pada pemeriksaan fisis didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg, frekuensi nadi

100x/menit. Pada EKG ditemukan ST elevasi disadapan V1-V5.Selanjutnya pasien


diberikan trombolitik. Lebih dari 1 jam setelah pemberian trombolitik selesai, pasien

masih mengeluhkan nyeri dada walaupun telah diberikan obat penghilang nyeri secara

infus kontinyu.

Tatalaksana selanjutnya yang paling tepat untuk pasien ini adalah :

A. Pemberian trombolitik diulang kembali

B. Rescue Percutaneus Coronary Intervention (PCI)

C. Facilitated Percutaneus Coronary Intervention (PCI) dengan pemberian trombolitik

D. Facilitated Percutaneus Coronary Intervention (PCI)

E. Rescue Percutaneus Coronary Intervention (PCI) dengan pemberian trombolitik

Jawaban : B

Referensi Ali Ghanie. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid 1.6th ed. Jakarta

: Interna Publishing; 2014. P 1136-1147

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 593

Nomor Soal 3

Nama Peserta dr. Erny Alasiry

Asal FK FK Universitas Hasanuddin

Kategori soal Kardiologi

Lingkup Bahasan dalam Standar

Kompetensi

Stenosis Aorta

Jenis Soal Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal-1

Seorang laki-laki berusia 44 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada yang
menjalar sampai ke dagu disertai keringat dingin dan rasa mual. Pada pemeriksaan EKG

didapatkan ST elevasi pada sadapan I aVL, V1-V4, ST Depresi II,III, aVF. VES (+).

Pada kasus tersebut oklusi arteri koroner paling mungkin terjadi pada :

A. Posterior descending artery

B. Left anterior descending artery

C. Right coronary artery distal

D. Left circumflexi coronary artery

E. Right coronary artery proximal

Jawaban B

Referensi Marulam M. Panggabean, Birry Karim,Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam Jilid 1.6th ed. Jakarta : Interna Publishing; 2014. P 1188-

1191

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 594

NamaPeserta Dr.Karunita Yusuf

PeriodeUjian 38

AsalFK UniversitasHasanuddin

KategoriSoal Kardiovaskular

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

PenyakitAkibatGangguanSirkulasi

(SyokKardiogenik)

JenisSoal Patofisiologi

TingkatKompetensi 4A

Soal-1
Seorang wanita 65 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada yang timbul 30

menit yang lalu disaat terbangun dari tidur disertai juga keluhan muntah 5x,pusing

,sakitkepala. Pada pemeriksaan ditemukan tekanan darah 70/30 mmHg dengan denyut

nadi 60x/menit,tampak cemas, pada pemeriksaan paru normal.Hasil EKG dijumpai

elevasi di sadapan 2,3, aVF dan ST depresi di sadapan V1 dan V2 dengan irama

sinus,foto thorax normal, ekokardiografi ditemukan fungsi ventrikel kiri normal,dan ada

dilatasi ventrikel kanan. Terapi yang harus segera diberikan pada pasien tersebut untuk

mengatasi hipotensi adalah :

A. Aortic counte rpulsation

B. Dobutamin,5 mikrogram/kgberatbadan/menit

C. Bolus normal salin,500ml

D. Dopamin,5mikrogram/kgberatbadan/menit

E. Norepinefrin

Jawaban C

Referensi JosephLoscalzo,CardiovascularMedicine.

Harrisons.Edisi19

Buku AjarIlmu Penyakit DalamEdisiVI,

Jilid3,BabSyokKardiogenik hal4117, Pengarang Idrus Alwi,

Sally Alman Nasution

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 595

Namapeserta Dr.Karunita Yusuf

Periodeujian 38

AsalinstitusiFK UniversitasHasanuddin

Kategorisoal Kardiologi
Jenissoal/jenispertanyaan Syokhipovolemik/ Diagnostik

Tingkatkompetensi 4A

Soal-2

Laki laki 71 tahun dirawat di ICU dengan hematemesis masif dan syok hipovolemik.

Riwayat pasien pasca infark miokard akut 1 tahun lalu, dan pasca pemasangan 2 stent.

Echocardiography dgn LVEF 30%, dan disetai dengan nyeri dada tipikal yang

berulang dengan intensitas tetap. Pemeriksaan fisik tampak pucat,takikardia,S3galop,

dan rhonki basah halus basal paru. Pemeriksaan EKG ditemukan sinus takikardia

dengan gelombang Q dan ST depresi 2mm di sadapan precordial. Hasil EGD didapati

Ulkus besar dengan perdarahan aktif yang tidak bisa dikendalikan secara endoskopik.

Direncanakan pasien untuk tindakan hemostasis secara operatif laparotomy.Toleransi

risiko operasi pada pasien adalah:

a. High risk untuk komplikasi kardiovaskular;lanjutkan dengan operasi segera/cito

b. High risk untuk komplikasi kardioaskular;pertimbangkan coronary angiografi pra

tindakan

c. High risk untuk risiko kardiovaskular;pertimbangkan MSCT scan cardio

d. High risk untuk risiko kardiovaskular;optimalkan dosis beta-bloker dan lanjut

operasi.

e. Highriskuntukrisikokardiovasskular;rekomendasitundaoperasi

Jawaban: A

Referensi MadjidA,2014.Penyakitjantung dan operasinonjantung.. Bukuajarilmu

penyakitdalam.EdisiI.JilidVI.Halaman 1299–1314.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 596

Namapeserta dr. Karunita Yusuf


Periodeujian Batch 38

Asal FK Universitas Hasanuddin

Kategori soal Kardiologi

LingkupBahasan DalamStandarKompetensi Atrial Fibrilasi

Jenis Soal/JenisPertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4a

So

al

Seorang wanita 56 tahun masuk rumah sakit dengan keluhan sesak napas

terutama bila aktifitas. Pasien didiagnosa dengan Atrial Fibrilasi Rapid

Ventrikular Response. Pemberian warfarin diberikan untuk pencegahan

komplikasi tromboemboli dengan target INR adalah :

a. INR 1 dengan rentangantara0,5– 1,5

b. INR 1,5 dengan rentang antara1– 2

c. INR 2 dengan rentang antara1,5– 2,5

d. INR 2,5 dengan rentang antara2– 3

e. INR 3 dengan rentangantara2,5– 3,5

Jawaban : D

Jawab : d

Referensi Fibrilasi Atrial. Buku Ajar Ilmu Penyakit

Dalam PAPDIEdisi VI.Hal 1365-1379

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 597

Periode Ujian 38
Asal FK Fakultas Kedokteran Universitas

Hasanuddin

Kategori Soal Kardiologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Aritmia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

1. Pasien laki-laki, berusia 37 tahun datang kw IGD dengan keluhan berdebar debar, dan

oleh dokter telah didiagnosis dengan sindrom Wolff-parkinson White. Pada pemeriksaan

fisis, didapatkan TD 85/60 mmHg. Nadi 200x/menit dengan gambaran EKG Takikardia,

ireguler, Wide-complex. Tatalaksana yang paling tepat untuk pasien diatas adalah?

a. Digoxin

b. Amiodaron

c. Propranolol

d. Verapamil

e. Cardioversi

Jawaban : E

Referensi Guideline ACC/AHA tahun 2013.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 598

Periode Ujian 38

Asal FK Fakultas Kedokteran Universitas

Hasanuddin
Kategori Soal Kardiologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Angina Pectoris Tak Stabil

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patofisiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

2. Seorang wanita berusia 39 tahun dengan riwayat kebiasaan merokok dating dengan

nyeri dada dan dyspnea. echocardiogram awal menunjukkan efusi perikardial

sirkumferensial besar dengan kolaps ventrikel kanan. Dia menjalani perikardiocentesis

dengan mengeluarkan 400cc cairan berwarna jerami. Hasil Sitopatologi ditemukan

banyak sel-sel inflamasi tanpa sel-sel ganas. Marker virus negatif. Pencitraan resonansi

magnetik jantung setelah pericardiocentesis mengarah kepada peradangan perikardial

yang sedang berlangsung. Pasien ini awalnya diobati dengan obat anti-inflamasi nonsteroid

dosis tinggi dan colchicine. Jika pasien merespon terhadap terapi, berapa lama

terapi colchicine harus dilanjutkan?

A. 3 bulan

B. 2-3 minggu

C. 7-10 hari

D. 5 hari

E. Sampai gejala mereda

Jawaban : A

Referensi Hanafi, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam

Jilid III, Edisi VI. Angina Pectoris Tak

Stabil,2014 : 1450.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 599

Periode Ujian 38

Asal FK Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Pericarditis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnostik

Tingkat Kompetensi 4A

3. Seorang wanita 34 tahun, datang ke IGD dengan nyeri dadas ejak 3 hari SMRS. Nyeri

dada dirasakan muncul saat menarik nafas, tidak menjalar, tidak disertai keringat

dingin. Nyeri hilang timbul tidak tergantung aktivitas. Seminggu sebelumnya pasien

mengalami gejala serupa flu. Riwayat DM, hipertensi, dyslipidemia, merokok

disangkal. Pemeriksaan fisik didapati suhu 37.8oC, TD 114/54. Nadi 110x/menit

teratur, laju nafas 24x/menit teratur. Pemeriksaan jantung didapati pericardial

friction rub. Pemeriksaan paru dalam batas normal.EKG didapati gambaran sebagai

berikut :

Rontgen thorax tampak bayangan jantung sedikit membesat, tanpa infiltrat paru.

Pemeriksaan Troponin T, CK, CKMB saat dating ke IGD dalam batas normal.

Rencana evaluasi lebih lanjut yang paling tepat adalah?

A. Pemeriksaan enzim jantung serial

B. Multi slice CT Scan Thorax

C. Cor angiografi

D. Ekokardiografi

E. Kultur dan resistensi mikroorganisme dari darah

Jawaban : D
Referensi Pocket Medicine, Sixth Edition Marc

S. Sabatine 1-25

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 600

Nama Peserta Jamilah Somartini

PeriodeUjian 38

Asal FK FK UNHAS

Kategori soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Perikarditis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki, 52 tahun datang dengan keluhan sesak napas yang dialami sejak 2

minggu terkahir, sesak dipengaruhi aktivitas, dan tidur dengan 2 bantal. Batuk tidak ada.

Demam ada timbul bersamaan dengan keluhan sesak. Selain itu terdapat keluhan bengkak

pada kedua kaki. Pasien riwayat terdiagnosis Carcinoma nasofaring dan menjalani

radioterapi 6 bulan yang lalu. Pemeriksaan fisik pasien komposmentis, TD 130/80 nadi

114x/menit, JVP 5+2, terdapat tanda kussmaule, hepatomegali, dan asites.

Elektokardiografi menunjukkan voltase rendah. Ekokardiografi menunjukkan penebalan

perikard. Terapi kausal untuk memperbaiki keluhan dan prognosis pada pasien tersebut

adalah:

a. Diuretik

b. Reseksi perikard
c. Pungsi perikard

d. Beta blocker

e. Kortikosteroid

Jawaban B

Referensi : Marulam M.Panggabean. Buku ajar ilmu penyakit dalam. BAB.167.

Perikarditis Hal.1238-1240

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 601

Nama Peserta Jamilah Somartini

PeriodeUjian 38

Asal FK FK UNHAS

Kategori soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Endokarditis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

1. Seorang laki-laki 35 tahun dikonsultasikan ke poliklinik ilmu penyakit dalam,

karena direncanakan untuk prosedur pembersihan karang gigi serta penambalan dua

buah gigi. Pasien memiliki riwayat operasi penggantian katup jantung. Saat ini

keluhan sesak dan berdebar disangkal, aktivitas sehari-hari relatif tanpa hambatan.

Pasien tidak memiliki riwayat alergi. Saran yang dapat diberikan terkait tindakan

yang akan dilakukan pada pasien ini adalah:

A. Amoxicillin 2 gram diberikan 1 jam sebelum prosedur


B. Amoxicillin 2 gram diberikan 1 hari sebelum prosedur

C. Clindamisin 600 mg diberikan 1 jam sebelum prosedur

D. Clindamisin 600 mg diberikan 1 hari sebelum prosedur

E. Tidak ada perlakuan khusus terkait dengan tindakan yang akan dilakukan

Jawaban A

Referensi : Idrus Alwi. Buku ajar ilmu penyakit dalam. BAB.164. Endokarditis

Hal.1208-1219.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 602

Nama Peserta Jamilah Somartini

PeriodeUjian 38

Asal FK FK UNHAS

Kategori soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Endokarditis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pria 32 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam 2 minggu, batuk berdahak, dan nyeri

dada saat menarik nafas dalam. Demam meningkat disertai keringat terutama pada malam

hari. Pasien juga mengeluhkan BAK kadang berwarna seperti cucian daging. Nafsu makan

turun, berat badan turun 3 kg dalam 2 minggu. Pasien dengan riwayat pengguna narkoba

suntik dan masih menggunakan narkoba suntik sampai 1 minggu lalu. Pada pemeriksaan

fisik didapatkan tekanan darah 100/65 mm Hg, suhu 38.8oC, takikardia 117 x per menit,

pernapasan 22x/menit. Pemeriksaan kardiak didapatkan takikardia, murmur sistolik 4/6

terutama di apeks. Pemeriksaan kulit didapatkan macula eritematosa, tidak nyeri, pada
kedua tangan, dan needle mark. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis 19.000

sel/ mm3 dengan neutrofilia 78%. Rontgen thorax menunjukkan perselubungan multifocal

pada kedua lapang paru. Rencana Diagnosis dan Tatalaksana yang paling tepat dilakukan

segera adalah :

A. Ekokardiografi transtorakal ; Antibiotik IV empirik

B. Kultur Darah ; Antibiotik IV empirik

C. Ekokardiografi transesofageal; Antibiotik IV empirik

D. Kultur Darah ; OAINS

E. Ekokardiografi trans torakal ; OAINS

Jawaban B

Referensi : Idrus Alwi. Buku ajar ilmu penyakit dalam. BAB.164. Endokarditis Hal.1208-

1219.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 603

Nama Peserta Jamilah Somartini

PeriodeUjian 38

Asal FK FK UNHAS

Kategori soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Endokarditis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pria 32 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam 2 minggu, batuk berdahak, dan nyeri
dada saat menarik nafas dalam. Demam meningkat disertai keringat terutama pada malam

hari. Pasien juga mengeluhkan BAK kadang berwarna seperti cucian daging. Nafsu makan

turun, berat badan turun 3 kg dalam 2 minggu. Pasien dengan riwayat pengguna narkoba

suntik dan masih menggunakan narkoba suntik sampai 1 minggu lalu. Pada pemeriksaan

fisik didapatkan tekanan darah 100/65 mm Hg, suhu 38.8oC, takikardia 117 x per menit,

pernapasan 22x/menit. Pemeriksaan kardiak didapatkan takikardia, murmur sistolik 4/6

terutama di apeks. Pemeriksaan kulit didapatkan macula eritematosa, tidak nyeri, pada

kedua tangan, dan needle mark. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis

19.000 sel/ mm3 dengan neutrofilia 78%. Rontgen thorax menunjukkan perselubungan

multifocal pada kedua lapang paru. Rencana Diagnosis dan Tatalaksana yang paling tepat

dilakukan segera adalah :

A. Ekokardiografi transtorakal ; Antibiotik IV empirik

B. Kultur Darah ; Antibiotik IV empirik

C. Ekokardiografi transesofageal; Antibiotik IV empirik

D. Kultur Darah ; OAINS

E. Ekokardiografi trans torakal ; OAINS

Jawaban B

Referensi : Idrus Alwi. Buku ajar ilmu penyakit dalam. BAB.164. Endokarditis

Hal.1208-1219.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 604

Nama Peserta Dedy Kusnadi

Periode Ujian 38

Asal FK Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiovaskuler


Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Regurgitasi Mitral

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Soal 1

Laki-laki 56 tahun datang ke RS dengan keluhan sesak nafas. Sesak nafas dirasakan

memberat dalam 3 minggu terakhir, namun sudah mulai dirasakan sejak 2 bulan sebelum

masuk RS. Pada mulanya sesak muncul setelah berjalan 50 meter dan akhir-akhir ini

keluhan sesak pun timbul pada saat pasien duduk. Pada pemeriksaan fisik ditemukan

tekanan vena jugularis 5 + 3 cmH2O, batas jantung kiri 3 jari lateral garis midklavikula

kiri. Didapatkan bising pansistolik derajat 3/6 dengan punctum maximum di apex jantung

dan penjalaran ke arah lateral serta adanya ronkhi basah halus di kedua basal paru.

Diagnosis anatomi penyebab gagal ganjung yang pada kasus di atas adalah:

a. Aorta stenosis

b. Pulmonal stenosis

c. Aorta insufisiensi

d. Mitral insufisiensi

e. Mitral stenosis

Jawaban : D

Referensi Birry Karim, Daulat Manurung.

Regurgitasi Mitral. Buku ajar Ilmu

Penyakit Dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta:

Interna Publishing; 2014. P 1182-1189

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 605

Nama Peserta Dedy Kusnadi


Periode Ujian 38

Asal FK Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Stenosis Aorta

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Patogenesis

Tingkat Kompetensi

Soal 2

Seorang perempuan 20 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak nafas yang

memberat sejak 2-3 bulan lalu. Sesak bahkan sudah dirasakan meskipun melakukan

aktifitas ringan seperti berpakaian. Pada pemeriksaan Fisis didapatkan Tekanan Darah

110/20 nadi 104x /menit irama tidak teratur. Didapatkan gallop S3 dan terdengar bising

diastolik decressendo di sela iga 2 right sternal border. Patofisiologi yang mendasari

kondisi ini adalah:

a. Penurunan tekanan sistolik aorta

b. Peningkatan left ventrikular end diastolik volume

c. Peningkatan tekanan diastolik aorta

d. Penurunan left atrial end diastolik volume

e. Penurunan left ventrikular preload

Jawaban : B

Referensi Marulam Panggabean, Birry Karim.

Stenosis Aorta. Buku ajar Ilmu Penyakit

Dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014. P 1188-1191

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 606
Nama Peserta Dedy Kusnadi

Periode Ujian 38

Asal FK Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Kardiomiopati

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Soal 3

Seorang wanita 27 tahun datangke IGD dengan keluhan sesak napas yang bertambah

beratsejak 2 hari yang lalu. Dijumpai keluhan sesak disertai bengkak pada kedua kaki,

pasien saat ini sedang hamil minggu ke-32,tidak didapatkan riwayat penyakit jantung

sebelumnya.Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, frekuensinadi

112 kali/menit,ronki basah halus dikedua basal paru dengan JVP 5 + 3 cm H2O,

pemeriksaan fisik jantung dijumpai impuls apikal bergeser ke lateral, murmur holosistolik

grade 4/6 yang disertai irama gallop S3.Keadaan yang dapat menggambarkan

kemungkinan yang terjadi pada kasus diatas:

a) Hipertrofi simetris pada daerah septum interventrikularis.

b) Gangguan pada fungsi diastolik.

c) Dilatasi ventrikel kiri dengan dekompensasi jantung

d) Adanya dinding ventrikel yang sangat kaku.

e) Gangguanfungsidiastolikakibatpengisianventrikel yang terhambat

Jawaban : C

Referensi Sally Aman Nasution. Kardiomiopati.

Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I.

6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.

P 1235-1239

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 607

Nama Peserta Muh. Jabal Nur

Periode Ujian 38

Asal FK Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Kehamilan pada penyakit jantung

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi

Soal 1

F. Seorang perempuan 33 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas yang

bertambah berat sejak 2 hari lalu. Pasien saat ini sedang hamil minggu ke -34. Keluhan

sesak disertai bengkak pada kedua tungkai. Tidak didapatkan riwayat penyakit jantng

sebelumnya. pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 100/70; nadi 103x/menit;

irama reguler; frekuensi nafas 26x/menit; didapatkan ronkhi basah halus dikedua basal

paru. Kardiomegali dengan murmur holosistolik grade 3/6 dan gallop S3.

Ekokardiografi didapatkan EF 32%. Terapi farmakologis yang paling tepat pada kasus

ini adalah:

a. Furosemide, spironolakton, warfarin

b. Furosemide, carvedilol, spironolakton, heparin

c. Furosemide, carvedilol, heparin

d. Furosemide, propanolol, captopril, warfarin

e. Furosemide, spironolakton, heparin kombinasi warfarin

Jawaban : C

Referensi Sally Aman Nasution, Ryan Ranitya.

Kehamilan pada penyakit jantung. Buku


ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. 6th

ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014. P

4009-4017

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 608

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Stenosis Aorta

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan

Tingkat Kompetensi

Soal 2

Seorang laki-laki, 53 tahun obese datang ke poliklinik dengan nyeri dada dan riwayat

sinkop berulang hingga 3x dalam 1 hari terakhir. Pemeriksaan fisik ditemukan midsistolik

ejection murmur, terdengar paling jelas di ICS II kanan, menjalar ke daerah karotis,

disertai S4 gallop, denyut karotis menghilang. Foto toraks normal, Pemeriksaan nadi yang

dapat dijumpai pada kondisi ini adalah:

a. Pulsus magnus

b. Pulsus parvus et tardus

c. Pulsus paradoksus

d. Pulsus alternans

e. Pulsus defisit

Jawaban : B

Referensi Marulam Panggabean, Birry Karim.

Stenosis Aorta. Buku ajar Ilmu Penyakit

Dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014. P 1188-1191


KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 609

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Stenosis Mitral

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Soal 3

Pasien wanita usia 63 tahun datang dengan keluhan sesak terutama saat aktivitas.Pasien

menyangkal adanya nyeri dada, bunyi mengi, maupun demam. Pada pemeriksaan fisik

didapatkan S1 dan P2 yang mengeras, pemeriksaan radiografi tampak adanya pembesaran

arteri pulmonal dan pinggang jantung mendatar, tidak tampak infiltrat pada parenkim

paru. Pada EKG tampak adanya R tinggi di V1 dan deviasi aksis ke kanan. Kemungkinan

diagnosis pada pasien tersebut adalah:

a. Stenosis Mitral

b. Stenosis pulmonalis

c. Stenosis aorta

d. Regurgitasi aorta

e. Stenosis trikuspid

Jawaban : A

Referensi Taufik Indrajaya, Ali Ghanie. Stenosis

Mitral. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam

Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014. P 1171-1179

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 610

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Miokarditis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi

Soal 1

Seorang perempuan 43 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada seperti ditusuk

disertai sesak napas dan sakit ulu hati. Terdapat keluhan demam, flu, disertai mudah lelah

dialami sejak 3 hari sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan Tekanan Darah

100/60 mmHg, denyut jantung 100 kali/menit. Pada pemeriksaan fisik paru ditemukan

ronki basah halus tidak nyaring di kedua basal paru. Pada pemeriksaan EKG didapatkan T

inverted di lead V1-V4. Pada foto toraks didapatkan CTR 57%, Troponin I negative

Berdasarkan data klinis di atas, penyebab gagal jantung yang paling mungkin pada pasien

tersebut adalah :

a. Endokarditis infektif

b. Sindroma koroner akut

c. Miokarditis viral

d. Kardiomiopati iskemik

e. Penyakitjantungrematik

Jawaban : C

Referensi Idrus Alwi, Lukman H. Makmun.

Miokarditis. Buku ajar Ilmu Penyakit

Dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014. P 1224-1234

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 611

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Endokarditis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

Soal 2

Seorang wanita 26 tahun saat ini hamil 36/37 minggu. Pasien ini direncanakan melahirkan

dengan sectio caesaria. Pasien memiliki riwayat operasi pemasangan katup mitral protese

karena penyakit jantung reumatik. Tatalaksana profilaksis endokarditis pada kasus ini

adalah:

a. Tetrasiklin 750 mg po 30-60 menit sebelum operasi

b. Clindamycin 600 mg po 30-60 menit sebelum operasi

c. Amoksisilin 2 gram po/iv 30-60 menit sebelum operasi

d. Ciprofloxacin 500 mg 30-60 menit sebelum operasi

e. Tidak perlu pemberian profilaksis

Jawaban : C

Referensi Sally Aman Nasution, Ryan Ranitya.

Kehamilan Pada Penyakit Jantung. Buku

ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. 6th

ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014. P

4011-4019

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 612

Kategori Soal Kardiovaskuler


Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Perikarditis

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi

Soal 3

Laki-Laki, 32 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan demam yang tidak terlalu

tinggi, batuk dan nyeri pada dada. Pada pemeriksaan EKG di dapatkan diffuse ST segment

elevasi, pada pemeriksaan TTE didapatkan adanya pembesaran pada bagian pericardial

ditandai dengan adanya efusi dan pemeriksaan serologi positif cox-sackie virus B dan di

diagnosa sebagai acute viral pericarditis dan di terapi dengan indhomethacin. Setelah 4

minggu terapi, keluhan berkurang tetapi sering di dapatkan udeme pada kaki,

pemeriksaan EKG normal. Pemeriksaan TTE memperlihatkan penurunan efusi tetapi di

dapatkan konstriksi sedang pada pericardial. Tatalaksana paling tepat selanjutnya pada

pasien ini adalah

a. MRI

b. Cardiothoracid surgical (pericardectomy)

c. Observasi selama 3 bulan dan melihat kronisitas penyakit

d. Memulai terapi steroid

e. Memberikan Antibotik dosis tinggi

Jawaban : D

Referensi Marulam M Panggabean. Perikarditis.

Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I.

6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.

P 1240-1242

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 613
Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Penyakit Katup Pulmonal

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan Penunjang

Tingkat Kompetensi

Soal 1

Seorang wanita 21 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan sesak sejak 4 bulan yang

lalu. Sesak timbul ketika pasien melakukan aktivitas ringan seperti menyapu rumah dan

membaik dengan istirahat. Pasien juga mengeluh mudah lelah. Sejak di SMP, pasien

tidak mengikuti olah raga karena lelah yang berlebihan setelah olah raga. Pemeriksaan

fisik menunjukkan tekanan darah 110/70mmHg, nadi 94x/m, frekuensi napas 20x/m,

murmur sistolik II/6 pada intercostal space 2 kiri yang bervariasi dengan inspirasi.

Pemeriksaan lain dalam batas normal. Rontgen paru PA menunjukkan gambaran

vaskularisasi paru normal dengan dilatasi arteri pulmonalis. Gambaran echo yang

mungkin didapatkan adalah:

a. Stenosis katup pulmonal

b. Hipertensi pulmonal disertai trikuspid regurgitasi

c. Stenosis katup pulmonal disertai stenosis aorta

d. Hipertensi pulmonal disertai hipertrofi ventrikel kiri

e. Stenosis katup pulmonal disertai VSD

Jawaban : A

Referensi Muhammad A Sungkar, Andreas Arie.

Penyakit Katup Pulmonal. Buku ajar

Ilmu Penyakit Dalam Jilid I. 6th ed.

Jakarta: Interna Publishing; 2014. P

1198-1203

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 614

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Stenosis Aorta

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaan penunjang

Tingkat Kompetensi

Soal 2

Laki-Laki, 42 tahun obese datang dengan nyeri dada dan riwayat sinkop berulang hingga

2 kali. Pemeriksaan fisik ditemukan midsistolik ejection murmur, terdengar paling jelas di

aorta, menjalar ke daerah karotis, disertai S4 gallop, denyut karotis menghilang.

Pemeriksaan nadi yang dapat dijumpai pada kondisi ini adalah:

a. Pulsus magnus

b. Pulsus defisit

c. Pulsus parvus et tardus

d. Pulsus paradoksus

e. Pulsus alternans

Jawaban : C

Referensi Marulam Panggabean, Birry Karim.

Stenosis Aorta. Buku ajar Ilmu Penyakit

Dalam Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014. P 1188-1191

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 615

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Stenosis Mitral


Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Prognosis

Tingkat Kompetensi

Soal 3

Seorang Perempuan 35 tahun masuk dibawa ke gawat darurat dengan keluhan sesak napas

yang semakin memberat terutama bila beraktifitas. Tidak dijumpai adanya nyeri dada,

batuk, mengi, atau demam. Pada pemeriksaan fisik jantung terdengar dan teraba bunyi

jantung S1 yang mengeras dan diatolik rumble di daerah apeks. Pada pemeriksaan foto

toraks memperlihatkan gambaran pembesaran atrium kiri disertai pembesaran arteri

pulmonalis. Pemeriksaan darah rutin dalam batas normal. Faktor yang dapat

mempengaruhi derajat berat ringannya penyakit pada kasus diatas adalah:

a. Adanya gradien transmitral

b. Luasnya area katup triskupid

c. Lamanya pembukaan katup aorta

d. Kenaikan tekanan ventrikel kiri

e. Area orifisium bertambah 2 cm2

Jawaban : A

Referensi Taufik Indrajaya, Ali Ghanie. Stenosis

Mitral. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam

Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014. P 1171-1179

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 616

Nama Peserta dr Suriana Dwi Sartika

Periode Ujian 38

Asal FK Universitas Hasanuddin


Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Gagal Jantung akut

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi IVa

Soal 1

Seorang laki-laki datang ke poliklinik penyakit dalam dengan keluhan lemas dan sedikit

pusing. Pasien mempunyai penyakit hipertensi sejak 3 tahun yang lalu dan rutin

menggunakan obat bisoprolol dan amlodipine. Saat ini pasien tidak mengeluhkan nyeri

dada maupun mual muntah. Dari pemeriksaan fisis, didapatkan kesadaran composmentis,

TD 140/90, nadi 50x/menit (reguler), pernafasan 18 kali/menit, temperatur 37.

Pemeriksaan fisis tidak didapatkan kelainan. Hasil laboratorium didapatkan hasil Hb

11g/dl, leukosit 9000/ul, trombosit 280000/ul, ureum 25 mg/dl, kreatinin 0.5 mg/dl,

natrium 137 meq/l. EKG menunjukkan AV blok derajat 1. Tatalaksana yang tepat adalah ;

a. Epinefrin intravena

b. Dopamin intravena

c. Sulfas atropin 0.5 mg

d. Pacu jantung permanen

e. Observasi dan menghentikan sementara obat bisoprolol

Jawaban : E

Referensi Daulat Manurung, Muhadi. Gagal

Jantung Akut. Dalam Setiati S, Alwi I,

Sudoyo AW, Simadibrata M, et al. Eds.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 6th Ed.

Jakarta: Interna Publishing; 2014: 1136-

1147.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 617

Nama Peserta dr Suriana Dwi Sartika

Periode Ujian 38

Asal FK Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Syok Kardiogenik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosa

Tingkat Kompetensi IVa

Soal 2

Seorang wanita 65 tahun datang ke IGD dengan nyeri dada. Keluhan ini timbul sejak 30

menit yang lalu di saat terbangun dari tidur disertai juga keluhan muntah 5x,

pusing,sakit kepala, ketika tiba di IGD tekanan darah 70/30 mmHg dengan denyut nadi

60x/menit, tampak cemas, pada pemeriksaan paru normal. Hasil EKG dijumpai elevasi

di sadapan II, III, avF dan ST depresi di sadapan V1 dan V2 dengan irama sinus, foto

thorax normal, ekokardiografi menunjukkan fungsi ventrikel kiri normal dan dilatasi

ventrikel kanan. Apa diagnosa pada pasien ini ?

a. Syok hipovolemik

b. Infark miokard akut

c. Syok kardiogenik

d. Perikarditis

e. Hipertensi pulmonal

Jawaban C

Referen

si

Idrus Alwi, Sally Aman. Syok Kardiogenik. Dalam Setiati S, Alwi I, Sudoyo

AW, Simadibrata M, et al. Eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. 6th Ed.
Jakarta: Interna Publishing; 2014: 4115 - 4121.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 618

Nama Peserta dr Suriana Dwi Sartika

Periode Ujian 38

Asal FK Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Cardiac Arrest

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi Iva

Soal 3

Seorang laki-laki 50 tahun ditemukan tidak sadar di ruang rawat. Pada pemeriksaan

pasien tidak respons, bernafas hanya gasping dan nadi karotis tidak teraba. Resusitasi

jantung paru segera dilakukan dan setelah satu siklus resusitasi pada monitor terlihat :

Bila pada saat itu nadi karotis belum teraba, tatalaksana lanjutan paling tepat adalah :

A. Memasang pacu jantung transkutan

B. Melanjutkan kompresi dada dan memberikan epinefrin 1 mg intravena

C. Bolusnormalsalin,500ml

D. Melakukan defibrilasi 200 joule unsyncronized

E. Melakukan kardioversi 50 joule syncronized dan vasopressin 40 mg

intravena

Jawaban : D

Referensi Advance Cardiac Life Support 2015

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 619

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi KelainanJantungAkibatPenyakitSistemi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan PatogenesisMiokarditis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1

Laki-laki 34 tahun, dengan BAB cair sejak 1 bulan yang lalu, frekuensi 3-4 kali dalam

sehari, disertaidenganpenurunanberatbadanlebihdari 10 kilogram. Saat datang ke IGD

dengan sesak nafas. Riwayat mudah lelah sejak 2 bulan terakhir dan sesak bila

beraktifitas. Pasien didiagnosis HIV dan CD4 400 sel/mm3 dan sementara pengobatan

ARV (anti retro viral) sejak 2 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan ekokardiografi

ditemukan dilatasi ruangan jantung dengan LVEF 20% dan efusi perikard minimal.

Penyebab gagal jantung yang paling mungkin pada pasien ini adalah

A. Penyakit jantung coroner akibat HIV

B. Akibat Terapi protease inhibitor

C. Tamponade jantung

D. HIV menyebabkan kardiomiopati dilatasi melalui infeksi pada miokardium

E. Dehidrasi dan infeksi paru

Jawaban : D

Referensi IdrusAlwi. Miokarditis. Dalam : Setiati S,

Alwi I, Sudoyo AW, Simadibrata M,

Setiyohadi B, Syam AF. Buku ajar ilmu

penyakitdalamEdisi VI. Jilid I : Hal 1222–

1231.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM


PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 620

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi KelainanJantungAkibatPenyakit

Sistemik (PenyakitJantungTiroid)

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Perempuan 29 tahun datang ke Poliklinik dengan keluhan berdebar debar sejak 2 minggu

lalu,disertai penurunan BB 10 kg dalam 1 bulan terakhir dengan keringat yang banyak dan

mata melotot. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/70, nadi 128x/menit irreguler,

RR 24x/menit, t: 37oC. Auskultasi suara jantung terdengarMeans-Lehrman

scratch.Gambaran EKG menunjukkan AF rapid response. Hasil lab FT4 6,8 TSHs 0,01.

Tatalaksana yang tepat untuk mengatasi gangguan irama jantung pada pasien tersebut

adalah:

a. Amiodarone

b. Furosemid

c. Kardioversi listrik.

d. Propanolol dan obat anti tiroid

e. Obat anti tiroid dan lidocain

Jawaban D

Referensi Limantoro C. 2015. PenyakitJantung

Tiroid. Buku Ajar IlmuPenyakitDalam.

Edisi VI. Jilid I: hal 1270-8

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA


(PAPDI)

Page | 621

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Penyakit jantung pada penyakit jaringan

ikat

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Seorang pria berusia 82 tahun dating ke dokter perawatan primernya untuk episode

berulang dari pusing. Dia menyatakan bahwa selama tiga minggu terakhir, dia menjadi

semakin pusing selama perjalanannya sehari-hari. Pria itu dinyatakan dalam kesehatan

yang baik untuk usianya. Dokternya menemukan murmur sistolik baru terdengar paling

baik di atas batas sternum kanan atas atas ruang interkostal kedua. Apa penyebab yang

paling mungkin dari gejala pasien ini?

A. Malformasi kongenital katup aorta

B. Melemahnya selebaran katup mitral yang mengakibatkan menggelembung ke atrium

selama sistol

C. Kalsifikasi katup aorta

D. Peregangan katup mitral dari pelebaran ventrikel

E. Pembentukan vegetasi pada katup mitral

Jawaban : C

Referensi Alwi I, Makmun L. Miokarditis. Buku

Ajar IlmuPenyakitDalamEdisike 6. Jilid

II: hal.1285

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)
Page | 622

Kategori Soal Kardiologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Penyakit Jantung Tiroid

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4 A

Soal 1

Seorang pria berusia 82 tahun dengan riwayat fibrilasi atrium dan hipertensi yang menetap

menunjukkan peningkatan dispnea saat aktivitas. Foto rontgen dada menunjukkan pola

honeycomb dan tes fungsi paru menunjukkan defek restriktif yang parah. Manakah dari

berikut ini yang mungkin menyebabkan gejalanya?

A) Gagal jantung kongestif

B) amiodarone

C) ramipril

D) sotalol

E) diltiazem

Jawaban : B

Referensi Charles Limantoro, Penyakit Jantung

Tiroid,

Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI Jilid I:

Hal 1272

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 623

Kategori Soal Kardiologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Penyakit Jantung Rematik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana


Tingkat Kompetensi 4 A

Soal 2

Anjuran Durasi Profilaksis Sekunder pada pasien dengan penyakit jantung rematik yang

telah dilakukan operasi katub adalah:

a.5 tahun

b10 tahun

c.20 tahun

d.Seumur hidup

e.Sampai usia 25 tahun pada pasien usia < 20 tahun dan selama 5 tahun pada pasien usia >

20 tahun

Jawaban : D

Referensi Saharman Leman. Demam Rematik

dan Penyakit Jantung Rematik. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI

Jilid I : Hal 1167

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 624

Kategori Soal Kardiologi

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Penyakit Jantung Rematik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4 A

Soal 3

Terapi Profilaksis sekunder pada pasien dengan Penyakit Jantung Rematik usia < 20 tahun

adalah:

a.Benzathin Penisilin G 600.000 unit IM diberikan tiap 4 minggu sampai umur 25 tahun
b.Benzathin Penisilin G 600.000 unit IM diberikan tiap 4 minggu selama 5 tahun

c.Benzathin Penisilin G 1.2 juta unit IM diberikan tiap 4 minggu sampai umur 25 tahun

d.Benzathin Penisilin G 1.2 juta unit IM diberikan tiap 4 minggu selama 5 tahun

e.Benzathin Penisilin G 1.2 juta unit IM diberikan tiap 2 minggu sampai umur 25 tahun

Jawaban : C

Referensi Saharman Leman. Demam Rematik

dan Penyakit Jantung Rematik. Buku

Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi VI

Jilid I : Hal 1168

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 625

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Penyakit akibat gangguan sirkulasi

(CHF)

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Pemeriksaanpenunjang

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1

Seorang pria obesitas berusia 61 tahun datang ke bagian gawat darurat karena nyeri dada

yang terasa seperti terikat yang dialami selama 3 jam. Rasa sakit menjalar ke lengan dan

leher kirinya. Dia juga mengeluh mual. Pada pemeriksaan fisik, pasien ditemukan

berkeringat dingin dan tekanan darahnya 160/110 mm Hg. Analisis laboratorium

menunjukkan bahwa tingkat enzim jantungnya meningkat. EKGnya tidak normal dengan

depresi segmen ST. Manakah dari berikut ini adalah patologi yang mendasari diagnosis

yang benar?

A. vasospasme arteri koroner yang disebabkan oleh rokok dan kokain


B. Oklusi lengkap arteri koroner dengan trombus mural.

C. Peningkatan permintaan jantung dengan arteri koroner yang lebih besar dari 75%

tersumbat

D. Nekrosis iskemik 30% dari dinding ventrikel

E. Nekrosis iskemik dari 70% dinding venrikular.

Jawaban : D

Referensi EuropeanHeartJournal(2016) 37, 2129–

2200

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 626

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Gagal jantung

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang wanita berusia 39 tahun dengan riwayat kebiasaan merokok dating dengan nyeri

dada dan dyspnea. echocardiogram awal menunjukkan efusi perikardial sirkumferensial

besar dengan kolaps ventrikel kanan. Dia menjalani perikardiocentesis dengan

mengeluarkan 400cc cairan berwarna jerami. Hasil Sitopatologi ditemukan banyak sel-sel

inflamasi tanpa sel-sel ganas. Marker virus negatif. Pencitraan resonansi magnetik jantung

setelah pericardiocentesis mengarah kepada peradangan perikardial yang sedang

berlangsung. Pasien ini awalnya diobati dengan obat anti-inflamasi non-steroid dosis

tinggi dan colchicine. Jika pasien merespon terhadap terapi, berapa lama terapi colchicine

harus dilanjutkan?

A. 3 bulan
B. 2-3 minggu

C. 7-10 hari

D. 5 hari

E. Sampai gejala mereda

Jawaban : A

Referensi FillipatosG, etal.2016 ESC Guidelinesforthediagnosis and

treatmentofacuteandchronicheartfailure. European

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 627

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam

Standar Kompetensi

Syokkardiogenik

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Seorang wanita 65 tahun datang ke IGD dengan nyeri dada keluhan timbul 30 menit

yang lalu disaat terbangun dari tidur disertai juga keluhan muntah5x,pusing,sakitkepala,

ketika tiba tekanan darah 70/30 mmHg dengan denyut nadi 105x/menit,tampak

gelisah,akral dingin. Pada pemeriksaan paru normal. Hasil EKG dijumpai ST elevasi di

sadapan II, III,aVF dan ST depresi di sadapan V1,V2, V3 dengan irama sinus.Pasien

telah diberikan oksigen, fluid challenge test, Aspirin, clopidogrel . Terapi selanjutnya?

A. Pacemaker transvenous placement

B. Dobutamin,5 mikrogram/kgBB/menit

C. Norepinefrin 0,5-30 mikrogram/menit


D. Dopamin3

mikrogram/kgBB/menitbadan/menit

E. Noninvasive ventilation

Jawaban: C

Referensi Harrison 19th edition. Cardiogenic shock and pulmonary

edema. Chap 326. Hal 1761.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 628

NomorSoal 1

NamaPeserta Fidiyah Rusdi

PeriodeUjian 38

Asal FK FK Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiovaskular

LingkupBahasan DalamStandarKompetensi Atrial Fibrilasi

Jenis Soal Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

1. Pasienwanita umur 50 tahun datang ke IGD dengan gambaran EKG Atrial Fibrilasi

dengan frekuensi denyut jantung 140 kali permenit. Pasien merasa tidak nyaman, pusing,

dan sesak napas dengan tekanan darah 70/40 mmHg. Tindakan pada pasien ini adalah :

a. Diberikan Digoksin Intravena

b. Dilakukan Kardioversi

c. Dilakukan Vagal Manuver

d. Dilakukan Diltiazem intravena

e. Diberikan Bisoprolol oral


Jawaban : B

Referensi Fibrilasi Atrial.Buku ajar Ilmu Penyakit

Dalam PAPDI Edisi VI. Hal 1348-1349

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 629

NomorSoal 2

NamaPeserta Fidiyah Rusdi

PeriodeUjian 38

Asal FK FK Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiovaskular

LingkupBahasan DalamStandarKompetensi RBBB

Jenis Soal Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Pasien laki-laki usia 55tahun dengan BB70kg dan TB 150cm, datang dengan keluhan

pingsan berulang. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 150/90 mmHg, nadi90x/menit,

laju napas18x/menit, suh uafebris. Batas jantung dan suara jantung normal. didapatkan

gambaran EKG sebagai berikut. Apa diagnosis EKG pada pasien ini?

a. RBBBkomplit

b. RBBB inkomplit

c LBBBkomplit

d. LBBBinkomplit

e. CAD iskemi anterior

Jawaban : B

Jawaban : A
Referensi

Sabatine MS. Pocket Medicine. 6

th

ed.

2017;p.1-29

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 630

NomorSoal 3

NamaPeserta Fidiyah Rusdi

PeriodeUjian 38

Asal FK FK Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiovaskular

LingkupBahasan DalamStandarKompetensi Atrial Fibrilasi

Jenis Soal Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

3.Seorang perempuan berusia 38 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak napas, sejak 5

jam yang lalu. disertai berdebar-debar dan gemetaran sejak 1 bulan yang lalu. Pada

pemeriksaan fisik kesadaran apati, TD 80/40 mmHg, nadi 180x/menit ireguler, napas

22x/menit, akral dingin. Pada pemeriksaan fisik paru tidak terdapat ronki maupun wheezing.

Pemeriksaan EKG memperlihatkan atrial fibrilasi rapid respon. Penatalaksanaan awal pada

pasien ini sesuai data di atas adalah

a. Fibrilasi

b.Kardioversi 50 joule

c.Kardioversi 120 joule


d.Kardioversi 200 joule

e.Drip dobutamin

Jawaban: C

Jawaban B

Referensi Fibrilasi Atrial.Buku ajar Ilmu Penyakit

Dalam PAPDI Edisi VI. Hal 1348-1349

2017;p.1-29

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 631

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Gagaljantungakutdekompensasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnostic

Tingkat Kompetensi 4a

Soal 1

Wanita 60 tahun dengan diabetes mellitus sejak 5 tahun yang lalu dan HbA1c 10%

terakhir, datang ke ruang gawat darurat dengan nyeri dada khas sekitar 3 jam yang lalu

dengan episode durasi sekitar 30 menit. Dokter di ruang gawat darurat memberi alteplase

intravena. Apa kemungkinan pola EKG pasien ini:

A. ST depresi II, III, avf

B. ST elevasi V1-3

C. T terbalik V1-6

D. Q patologis I, aVL, V5-6.

E. Fibrilasi atrium dengan iskemia lateral

Jawaban : B

Referensi SabbatineMS. Pocket Medicine.


6

th

edition

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 632

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Gagaljantungakutdekompensasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4a

Soal 2

Laki-laki 54 tahun yang semnatara dirawat dengan gagal jantung, dalam perawatan

sesak napas membaik namun masih ditemukan pembengkakan pada kedua tungkai, kiri>

kanan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, tekanan

vena jugularis 5+3 cmH2O, kardiomegali. Rh paru (-). Edema pretibial minimal kaki

kanan, namun edema kaki kiri> kanan dan ada luka terbuka ukuran 2 cm x 3 cm

didaerah malleolus lateralis. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil wbc :

17.500, hb 11,4,ureum 95, creatinin 2,3, daripemeriksaan USG Doppler ditemukan

aliran darah pada kaki kanan tidak lancar.

Terapi edema kaki yang dianjurkan pada pasien ini adalah :

a. Warfarin

b. Unfractioned heparin

c. Aspilet

d. Dabigatran

e. Trombolitik

Jawaban B
Referensi SabbatineMS. Pocket Medicine.

th

edition

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 633

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Gagal jantung akut dekompensasi

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Terapi

Tingkat Kompetensi 4 a

Soal 3

Seorang wanita berusia 67 tahun dengan riwayat kanker payudara dan penggunaan

tembakau mengeluhkan pusing dan dyspnea saat beraktivitas. Suara jantungnya jauh dan

tekanan darah sistoliknya tercatat menurun tajam dengan inspirasi. Manakah dari berikut

ini yang kemungkinan diagnosisnya?

A) Kardiomiopati restriktif

B) Regurgitasi katup mitral

C) Gagal jantung kongestif

D) Emboli paru

E) Tamponade jantung

Jawaban : E

Referensi SabbatineMS. Pocket Medicine.

th

edition
KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 634

Soalnomor 1

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi PenyakitKatupJantung

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Etiologi

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 1

Seorang Pasien Laki-laki usia 57 tahun dengan ST elevasi MI extensive anterior, pada

perawatan hari kedua, tiba-tiba mengalami edema paru akut dan ditemukan murmur

sistolik grade 4/6 yang baru didaerah apeks jantung. Murmur yang baru muncul, akibat :

A. Ruptur m.papilaris

B. gagal jantung kiri

C. Emboli paru

D. Hipertensi pulmonalis

E. Ruptur septum ventrikel

Jawaban : A

Referensi Karim B, Manurung D. Regurgitasi

Mitral. Buku ajar ilmu penyakit dalam

Jilid I. 6th ed. Jakarta: Interna

Publishing; 2014. P.1183

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 635
Soalnomor 2

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi PenyakitKatupJantung

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Diagnosis

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang penderita masuk IGD dengan sakit dada sejak 2 jam lalu, disertai keringat dingin.

Pasien DM dan hipertensi lama sejak 20 tahun lalu. Fisis TD 90/60 mmhg, Nadi irreguler,

RR 16 x/menit. EKG ada ST elevasi yang significant dengan gambaran AV block total.

Kemungkinan lesi koronernya pada :

A. Left Main Coronary artery

B. Right Coronary Artery

C. Anterior interventricular coronary artery

D. Circumflex artery

E. Diagonal artery

Jawaban : B

Referensi Panggabean M, KarimB. Stenosis Aorta.

Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid I.

6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.

P.1188-1191

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 636

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi PenyakitKatupJantung

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan


Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Pria berusia 57 tahun dengan CAD dengan diabetes mellitus, dengan LDL 100 mg / dl,

HDL 30 mg / dl dan trigliserida 160 mg / dl pada statin. Obat apa yang Anda ingin

kombinasi berdasarkan pedoman dislipidemia ESC 2016:

A. Fibrat

B. Dosis Statin meningkat

C. Asam nikotinat

D. Asam lemak

E. Ezetimide

Jawaban : E

Referensi Leman S, Karim B, Regurgitasi Aorta.

Buku ajar ilmu penyakit dalam Jilid I.

6th ed. Jakarta: Interna Publishing; 2014.

P.1192-1197

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 637

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi PenyakitKatupJantung

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Pasien laki-laki 37 tahun datang dengan keluhan demam, mudah lelah, nyeri otot, dan

nyeri sendi. Dari hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan leukositosis, eosinophilia,

dan peningkatan LED. Gambaran EKG didapatkan elevasi segmen ST, serta Rontgen
thoraks ditemukan kardiomegali. Kemungkinan diagnosis pasien tersebut, adalah ?

A. Kardiomiopati

B. Miokarditis

C. PenyakitJantungRematik

D. Endokarditisinfektif

E. Acute Coronary Syndrome

Jawaban : B

Referensi Alwi I, Makmun L. Miokarditis. Buku

Ajar IlmuPenyakitDalamEdisike 6.

Jilid II: hal.1222

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 638

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi PenyakitKatupJantung

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Dalam Pedoman Dislipidemia ESC tahun 2016, pengukuran Lp harus dipertimbangkan

dalam:

A. Kurang dari 5% risiko 10 tahun fatal CVD menurut SCORE

B. CVD Prematur

C. Posting STEMI

D. Hipertrigliseridemia familial

E. Stabil CAD dengan diabetes melitus2

Jawaban : B
Referensi IdrusAlwi, EndokarditisdalamBuku ajar

ilmuPenyakitDalamedisi 6 jilid 2 hal

1219

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 639

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi PenyakitKatupJantung

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Penatalaksanaan

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Pasien laki-laki 28 tahun datang ke Emergensi dengan keluhan demam, menggigil

sejak 6 hari disertai batukbprokduktif, sputum warna hijau kadang-kadang disertai

Bercak darah dan terdapat nyeri dada saat inspirasi dalam. Pasien perokok namun

menyangkal menggunakan obat suntik. Pada pemeriksaan fisis didapatkan TD 120/80, N

110x/m, RR 24x/m, Suhu 38C. Tidak terdapat lesi dalam mulut, terdapat rhonki basah

halus pada kedua paru. Pada kedua lengan bawah terdapat sikatriks berupa indurasi

memanjang, hiperpigmentasi, tidak nyeri, tidak hiperemis, bunyi jantung regular, takikardi

dengan murmur holistic pada garis sternal kiri dan meningkat pada saat inspirasi.

Pemeriksaan laboratorium terdapat peningkatan lekosit 17.000/mm 3,

PMN 84%, Batang 7%,

limfosit 9%, Hb 14 g/dL, hematokrit 42%, trombosit 189.000/mm 3.

Pemeriksaan fungsi hepar dan urinalisis normal. Pada foto rontgen paru terdapat

multiple nodul dan beberapa cavitas. Diagnosis pada pasien tersebut, adalah:

A. Endokarditis

B. AbsesParu
C. Pneumonia

D. TB Paru

E. Absesmiokard.

Jawaban : A

Referensi IdrusAlwi, EndokarditisdalamBuku ajar

ilmuPenyakitDalamedisi 6 jilid 2 hal

1219

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 640

Nama Peserta dr. Leonard Kamoli

Periode Ujian 38

Asal FK Universitas Hasanuddin

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Aritmia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke IGD dengan palpitasi terus-menerus dan dyspnea

ringan. Tidak ada riwayat sinkop, aritmia jantung, ataupun kelainan struktur jantung. Pasien tidak

sedang mengkonsumsi obat dan menyangkal penyalahgunaan obat. Pemeriksaan fisikTD 110/70

mmHg, nadi 138x/menit, napas 26x/menit, suhu afebris. Pemeriksaan fisik jantung, paru dan

abdomen dalam batas normal, tidak ada ditemukan sembab di ekstremitas. EKG didapatkan seperti

di bawa hini:

Apa penatalaksanaan yang paling tepat pada pasien ini?

A. Verapamil

B. Sotalol
C. Amiodaron

D. Adenosin

E. Sulfas atropin

Jawaban : D

Referensi Makmun LH. 2014.

AritmiaSupraventrikuler. Buku Ajar

IlmuPenyakitDalamEdisi VI. hal. 1383.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 641

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Aritmia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 2

Seorang laki-laki berusia 64 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas yang semakin
memberat

sejak 1 hari yang lalu. Pasien sering mengalami sesak napas sejak 1 tahun terakhir, terutama ketika
pasien

sedang bekerja di ladang. Pasien memiliki riwayat kencing manis sejak 10 tahun yang lalu dan tidak
control

teratur. Vital sign didapatkanTD 80/60 mmHg, nadi 94x/menit irregular, nafas 26x/menit,
suhuafebris.

Padapemeriksaanfisik JVP 5+3 cmH2O, pemeriksaan paru didapatkan ronki kasar di kedua lapangan
paru

basal, apek sjantung2 jari lateral LMCS RIC VI. Pada EKG didapatkan hasil seperti di bawah ini:

Apapenatalaksanaan yang paling tepatpadapasien?

A. Injeksi digoxin 0,25 mg IV


B. Defibrillasi 200 Joule

C. Injeksi furosemide 20 mg IV

D. Kardioversi synchronized 120 joule

E. Injeksiamiodaron 300 mg IV

Jawaban : D

Referensi Nasution SA, Ranitya R, Ginanjar E. Fibrilasi

atrial. Buku Ajar IlmuPenyakitDalamEdisi VI.

Hal 1373

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 642

Kategori Soal Kardiovaskuler

Lingkup Bahasan Dalam Standar Kompetensi Aritmia

Jenis Soal/Jenis Pertanyaan Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal 3

Seorang laki-laki berusia48 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas disertai

berdebar-debar 2 jam sebelum masuk rumah sakit. Pasien tampak gelisah dan berkeringat

dingin. Tidak didapatkan keluhan nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan

darah 80/50 mmHg, denyut jantung 124x/menit. Gambaran EKG sebagai berikut:

Apapenatalaksanaan yang paling tepatpadapasien?

A. Amiodaron 600 mg bolus

B. Adenosin 6 mg bolus lanjut 12 mg

C. Verapamil drip kontinyu

D. Kardioversi synchronized mulai 50 joule

E. Vagal manuver
Jawaban : D

Referensi M.Yamin, A.MuinRachman. 2014.

Kardioversi. Buku Ajar

IlmuPenyakitDalamEdisi VI. hal. 1401.

KOLEGIUM ILMU PENYAKIT DALAM

PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA

(PAPDI)

Page | 643

Nomor soal 1

Nama Peserta Dr. Yuliannisa

Asal FK FK Universitas Hasanuddin

Kategori soal Kardiovaskular

Lingkup Bahasan Dalam Standar

Kompetensi

Gagal jantung kronik

Jenis soal Tatalaksana

Tingkat Kompetensi 4A

Soal

Seorang laki-laki 60 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan sesak napas yang

memberat saat aktivitas 1 bulan terakhir, ada riwayat hipertensi dan gagal jantung kronik

sejak 10 tahun dan pernah mengalami serangan jantung 5 tahun yang lalu. Pemeriksaan

fisik didapatkan TD 150/92, nadi 92x/menit, pernapasan 20x/menit, terdapat destensi vena

leher, batas jantung kesan melebar, EKG irama sinus, echocardiography 2 bulan lalu

didapatkan LVEF 35%, kreatinin 1.5 mg/dl. Pasien saat ini mengkonsumsi furosemide,

spironolakton, captopril dan bisoprolol secara rutin dengan dosis optimal. Pasien masih

mengeluh cepat lelah, menurut Guidline ESC 2016, maka tatalaksana selanjutnya yang

pa