Anda di halaman 1dari 13

PEMETAAN TEMA

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Pembelajaran Tematik yang dibina
oleh Ibu. Nafi Isbadrianingtyas.

Disusun Oleh :
KELOMPOK 6
1. Novita Putri A 201810430311001
2. Dita Arista Yunis 201810430311020
3. Atrin Trisnawati 201810430311037

PGSD 4A

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kemudahan


sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu . Tanpa
pertolongan-Nya tentunya tidak akan sanggup untuk menyelesaikan makalah ini
dengan judul “Kebudayaan Kalimantan Tengah”. Shalawat serta salam semoga
terlimpahkan curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW
yang kita nanti-nantikan syafa’atnya di akhirat nanti.

Makalah ini membahas mengenai Pemetaan Tema yang ada di


Pembelajaran Tematik mulai dari pengertian, prinsip, hingga langkah penyusunan
pemetaan tema.

Dengan makalah ini semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi
pembaca. Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah
ini, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang
sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini .

Malang, Februari 2020

Penulis

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. LATARBELAKANG .......................................................................... 1
B. RUMUSAN MASALAH ..................................................................... 1
C. TUJUAN .............................................................................................. 2
D. MANFAAT .......................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 3


A. Pengertian Pemetaan Tema .................................................................. 3
B. Cara Menentukan Tema ....................................................................... 4
C. Prinsip-Prinsip Pengembangan dan Pemilihan Tema .......................... 4
D. Pemetaan Keterhubungan KD dan Indikator ke dalam Tema-Tema
Pembelajaran ........................................................................................ 5
E. Jaring-Jaring Tema .............................................................................. 7

BAB III KESIMPULAN ................................................................................ 9


DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 10

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATARBELAKANG
Pembelajaran Tematik adalah pendekatan pembelajaran yang
menkolaborasikan antara materi pengajaran dan pengalaman belajar melalui
keterpaduan tema. Dalam pembelajaran ini dapat mempelajari tentang tema-
tema yang ada dalam lingkup sekolah dasar mulai dari standar kompetensinya,
kompetensi dasar dan indicator pada setiap matakuliah. Sehingga guru dapat
menerapkan stretegi, model, metode pembelajaran yang cocok pada setiap
temanya.
Pemetaan tema adalah suatu kegiatan mendapat gambaran secara
menyeluruh dan utuh dari semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan
indikator setiap mata pelajaran. Pemetaan tema berguna untuk mempersingkat
dengan jelas suatu tema sehingga arah pembelajaran lebih jelas dan diadakan
secara efektif. Guru dapat mengetahui materi pokok yang ada dalam sebuah
tema dan melakukan pemetaan tema. Pemetaan tema juga dapat digunakan juga
unutuk mengetahui tema apa yang dibutuhkan para siswa untuk segera
dipelajarinya sehingga materi yang disampaikan guru akan tertanam dengan
maksimal.
Dalam pemetaan tema terdapat jaring-jaring tema yaitu sebuah peta
konsep yang disusun sesuai dengan matapelajaran yang berada pada tema yang
dipilih yang disusun sesuai keterpaduan Kompetensi dasar dan Indikatornya.
Sehingga hal ini dapat lebih memudahkan guru mengetahui tujuan
pembelajaran yang akan dicapai dalam tema tersebut dan menerapkan
pembelajaran yang cocok kedalamnya. Semua hal ini sangatlah berkaitan
didalamnya mulai dari pemetaan tema, keterhubungan KD dan indicator serta
penyusunan jarring-jaring tema.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa Pengertian dari Pemetaan Tema?
2. Bagaimana Prinsip-Prinsip Pengembangan dan Pemilihan Tema?
3. Bagaimana keterhubungan KD dan Indikator dalam Tema?
4. Bagaimana Jaring-jaring Tema?

1
C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian Pemetaan Tema.
2. Untuk mengetahui Prinsip-Prinsip Pengembangan dan Pemilihan Tema.
3. Untuk mengetahui Keterhubungan KD dengan indikator dalam Tema.
4. Untuk mengetahu tentang Jaring-Jaring Tema.
D. MANFAAAT
1. Bagi pembaca
Sebagai penambah wawasan dan pengetahuan tentang pemetaan
tema, mulai dari pengertian, prinsip, komponen hingga penyusunannya.
2. Bagi Penulis
Sebagai wawasan yang lebih luas tentang pemetaan tema yang ada
dalam pembelajaran tematik sekolah dasar. Sehingga dapat membuat
suatu pemetaan tema yang benar.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PEMETAAN TEMA


Pemetaan tema adalah suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran
secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi , kompetensi dasar dan
indicator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang
dipilih, dalam penentuan ditetapkan sendiri oleh guru dan atau bersama peserta
didik. Tema meruapakan pengikat mata pelajaran satu dengan yang lainnya
yang berada di dalam tema tersebut. Tema diramu dari kompetensi dasar dan
indicator yang dijabarkan dalam sebuah konsep, ketrampilan atau kemampuan
yang ingin dikembangkan dan didasarkan atas situasi dan kondisi kelas, guru,
sekolah dan lingkungan.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam menetapkan tema
perlu memperhatikan beberapa hal yaitu:
1) Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik
2) Mulai dari yang termudah menuju yang sulit
3) Mulai dari yang sederhana menuju yang kompleks
4) Dari yang konkret menuju ke abstrak
5) Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berfikir pada
diri peserta didik.
6) Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan
peserta didik , termasuk minat, kebutuhan peserta didik , termasuk
minat , kebutuhan dan kemampuan.
Subroto (1998) menegaskan bahwa dalam pembelajaran tematik
yang juga disebut pembelajaran terpadu model terkait, pelajaran dimulai dari
suatu tema. Pemetaan tema ini berguna untuk memotivasi peserta didik agar
melalui tema akan memudahkan mereka dalam melihat bagaimana kegistsn
dan gagasan dapat saling terkait tanpa melihat batas-batas pemisah beberapa
mata pelajaran tutut Sukayati (2004)

3
B. CARA MENENTUKAN TEMA
Pemetaan tema dapat dilakukan berbagai cara. Menurut Tim Puskur
dari Departemen Pendidikan Nasional (2006) menentukan tema dapat dilakukan
dengan dua cara.
Cara pertama, guru nenepelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang
terdapat dalam setiap mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan tema yang
sesuai.
Cara kedua, guru menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan,
untuk menentukan tema tesebut, guru dapat bekerja sama dengan peserta didik
sehungga sesuai dengan mint dan kebutuhan mereka.
Perbedaan antara cara pertama dan kedua ialah, pad acara pertama
penentuan tema dilakukan setelah guru melakukan penjabaran standar
kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam indikator, tema ditentukan setelah
meilhat keterhubungan antara kompetensi satu mata pelajaran dengan lainnya.
Sedangakan cara yang kedua. Guru menentukan terlebih dahulu baru mencari
keterhubungan antara tema dengan kompetensi dasar dengan indikator dari
berbagai mata pelajaran. Guru bisa memilih tema dari topik-topik dalam
kurikulum, isu-isu, minat peserta didik.
Menurut Subroto dan Herawati terdapat beberapa persyaratan yang
harus dipenuhi dalam penentuan tema, yaitu :
a. Tema diangkat sebagai sarana untuk mecapai sasaran materi pelajaran dan
prosedur penyampaian.
b. Tema sesuai dengan karakteristik belajar peserta didik sehingga
perkembangan anak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
c. Tema harus bersifat cukup problematic sehingga kemungkinan luas untuk
melaksanakan kegiatan belajar yang efektif.
C. PRINSIP PRINSIP PENGEMBANGAN DAN PEMILIHAN TEMA
Menurut tim pusat pusat kurikulun dri departemen pendidikan
nasional dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip yaitu
1) Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan siswa –siswi. Tema
yang dipilih sebaik tema – tema yang ada di dalam kehidupan sehari hari
dan di alami anak (Sukandi dkk., 2003) Mengangkat realita sehari – hari

4
dapat menarik minat siswa – siswi dan meningkatkan keterlibatan siswa
siswi dalam pembelajaran.
2) Dari yang termudah menuju yang tersulit . fari yang sederhana menuju
yang kompleks . pada tahapan usia sekolah dasar, cara anak belajar
berkembang secara bertahap mulai dari hal – hl yang sederhana ke hal –
hal yang lebih kompleks. Sehubungan dengan hal tersebut , maka perlu
diperhatikan mengenai urutan logis , keterkaitan antar materi , dan
cakupan keluasan serta kedalaman materi ( tim pusat kurikulum
balitbang departemen pendidikan nasional , 2006)
3) Dari yang kongkrit menuju yang abstrak . Anak tidak belajar hal yang
abstrak , tetapi belajar dari fenomena kehidupan dan secara bertahap
belajar memecagkan problem kehidupan.
4) Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada
diri siswa – siswi dan membangun pemahaman konsep karena adanya
sinergi pemahaman konsep pemahaman antar konsep yang dikemas
dalam tema
5) Ruang lingkup tema disesuaikan dengn usia dan perkembangan siswa –
siswi , termasuk minat dan kebutuhan . dalam pembelajaran temayik,
berbagai mata pelajaran dihubungkan dengan tema yang cocok dengan
kehidupan sehari hari anak , bahkan diupayakan yang merupakan
kesenangan anak pada umumnya sehingga siswa – siswi tertatik untuk
mengikuti pelajaran .
6) Tema yang dipilih , menurut sukandi (2003) dapat mengembangankan
tiga ranah sasaran pendidikan secara bersamaan , yaitu kognitif (seperti
gagasan konseptual tentang lingkungan dan alam sekitar ), keterampilan
(seperti memanfaatkan informasi, menggunakan alat, dan mengamatai
gejala alam ), dan sikap (jujur, teliti,tekun, menghargai perbdaan ,dan
sebagainya )
D. KETERHUBUNGAN KD DENGAN INDIKATOR DALAM TEMA
Kegiatan pemetaan KD dan indikator ke dalam tema dimulai dengan
kegiatan sebagai berikut :

5
1. Memetakan semua mata pelajaran yang diajarkan di kelas I-III. Karena
pembelajaran tematik adalah keterpaduan berbagai mata pelajaran yang
diikat dengan tema, dalam pemetaan tema harus dimulai dengan pemetaan
mata pelajaran yang dianjurkan di kelas I-III .
2. Mengidentifikasi Standar Kompetensi dalam setiap mata pelajaran yang
diajarkan di kelas I-III .
3. Mengidentifikasi Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran yang diajarkan di
kelas I-III.
4. Menjabarkan Kompetensi Dasar ke dalam indikator. Penjabaran
Kompetensi Dasar ke dalam Indikator dapat menggunakan format berikut:
Tabel
Pemetaan keterhubungan KD dan Indikator ke dalam tema

5. Mengidentifikasi tema-tema berdasarkan keterpaduan Standar Kompetensi,


Kompetensi Dasar, dan Indikator dari semua mata pelajaran yang diajarkan
di kelas I-III. Melakukan Identifikasi dan analisis untuk setiap SK, KD dan
Indikator harus cocok untuk setiap tema sehingga semua SK, KD dan
Indikator terbagi habis, akan tetapi jika terdapat kompetensi yang tidak
tercakup pada tema tertentu tetap diajarkan melalui tema lain ataupun
disajikan secara tersendiri. Artinya untuk SK, 18 KD dan Indikator yang
tidak dapat dipadukan dengan mata pelajaran lain disajikan secara tersendiri

6
E. JARING-JARING TEMA
Jaring-jaring tama atau jaringan tema adalah pola hubungan antara
tema tertentu dengan sub-sub pokok bahasan yang diambil dari berbagai
bidang studi terkait. Dengan Jaringan tema ini diharapkan peserta didik
memahami satu tema tertentu dengan melakukan interdisiplin berbagai ilmu
pengetahuan
1) Teknik pembuatan Jaringan Tema
Pembuatan jaringan tema dilalui beberapa tahapan, yaitu :
a. Tentukan terlebih dahulu tema. Cara menentukan tema ada dua
cara:
Cara pertama : memepelajari standar kompetensi dan kompetensi
dasar yang terdapat dalam masing-masing mata pelajaran,
dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai.
Cara kedua : menetaokan terkebih dahulu team pengikat
keterpaduan, unutk menentukan tema tersebut guru dapat bekerja
sama dengan siswa-siswi sehingga sesuai dengan minat dan
kebutuhan mereka.
b. Menginventarisasi materi-materi yang masuk/sesuai denagn tema
yang telah ditentuka. Langkah ini tidak terlalu rumit karena pada
petemuan sebelumnya telah dilakukan pemetaan terhadap materi-
materi yang akan dijadikan bahan pembuatan jaringan tema.
c. Mengelompokkan materi-materi yang sudah dicatat ke dalam
rumpun mata pelajarannya masing-masing. Hal ini untuk
mempermmudah mencari keterkaitan tema dengan mata pelajaran
yang disajikan dengan menggunakan model pembelajaran tematik.
d. Menghubungkan materi-materi yang telah dikelompokkan dalam
rumpun mata pelajaran dengan tema. Pola hubungan antara tema
dan rumpun materi diilustrasikan dengan sebuah bagan.
2) Kriteria Jaringan Tema
Jaringan tema dianggap bauk jika memenuhi beberapa kriteria:
a. Simple, jaringan tema dibuat untuk mempermudah penyusunan
perencanaan pembelajaran secara keseluruhan. Oleh karena itu,

7
jaringan tema dibuat sesederhana mungkin dan tidak berbelit belit
dalam mengilustrasikan keterkaitan antara tema dan materi-materi
yang terkait dengannya.
b. Sinkron, untuk menyusun jaringan tema yang baik, maka hal yang
perlu diperhatikan yaitu sinkronisasi antara tema dan materi-materi
yang dijaring didalamnya.
c. Logis, materi yang dijaring memang betul-betul bagian dari tema,
sehingga tidak dibutuhkan tema lain untuk menjaring materi-materi
tersebut.
d. Mudah dipahami, jaringan tema yang dibuat harus dapat dipahami
oleh semua orang, karena dengan mudah dipahami siapapun dapat
menyususn dan mengembangkan pembelajaran tematik dengan
berpegangan pada jaringan tema tersebut.
e. Terpadu, dalam pembuatan jaringan tema, asas keterpaduan antara
tema dan materi tidak bias diabaikan. Pembuatan jaringan tema
diharapkan dapat menampilkan gambaran keterpaduan antara tema
dan materi yang menjadi utug yang akan dikembangkan menjadi
scenario pembelajaran tematik.
3) Contoh Jaring-jaring Tema

8
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pemetaan tema dalam pembelajaran tematik berguna untuk
memudahkan guru dalam menerapkan pembelajaran yang efesien dan efektif,
didalamnya terdapat jaring-jaring tema yang berisi tentang tema yang akan
dipetakan, KD, Indikator serta matapelajaran yang ada di dalam tema yang
dipilih. Pemetaan tema pun memiliki prinsip-prinsip. Jaring-jaring tema juga
harus memiliki beberapa syarat agar menjadi berguna untuk penerapan
pembelajaran yang efektif dan efesien.
B. SARAN
Guru harus dapat membuat pemetaan tema serta jaring-jaring tema
dengan baik dan benar agar dapat menerapakan pembelajaran yang efektif dan
efesien. Siswa pun akan dapat dengan mudah memahami isi tema yang
diberikan.

9
DAFTAR PUSTAKA

Kusumawati, N., & Maruti, S. E. (2019). STRATEGI BELAJAR MENGAJAR DI


SEKOLAH DASAR. Magetan: CV. MEDIA GRAFIKA.

Majid, A. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Malawi, I., & Kadarwati, A. (2017). PEMBELAJARAN TEMATIK (KONSEP DAN


APLIKASI). MAGETAN: CV. MEDIA GRAFIKA.

Prastowo, A. (2019). ANALISIS PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU.


JAKARTA: KENCANA .

Trianto. (2013). DESAIN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN TEMATIK BAGI


ANAK USIA DINI & ANAK KELAS AWAL SD/MI. Jakarta: KENCANA
Prenada Media Group.

10