Anda di halaman 1dari 3

NAMA : Rani Nurindah Saputri

NIM : M0617034

Skenario : Rumah Sakit UNS akan melakukan penelitian tentang pengaruh pemberian
antiplatelet kombinasi (aspilet dan clopidogrel) atau tunggal (aspilet) terhadap risiko
terjadinya komplikasi kardiovaskuler pada pasien Jantung koroner . Penelitian akan
dilakukan dengan mengevaluasi pasien mulai dari tahun 2016-2019. Hasil penelitian akan
digunakan sebagai dasar dalam menentukan pilihan antiplatelet dalam pedoman terapi.
Berdasarkan latar belakang tersebut, tentukan :
1. Pertanyaan penelitian
2. Jenis penelitian yang sesuai ?
3. Populasi ?
4. Teknik Sampling ?
5. Variabel bebas dan terikat?
6. Data yang diperoleh (jenis data kategorik atau numerik) ?
7. Analisis statistik yang sesuai

Jawaban Pertanyaan:

1. Pertanyaan Penelitian:
a) Bagaimana tingkat efektifitas dalam pemberian antiplatelet dalam kombinasi atau
platelet dalam tunggal berdasarkan dosis yang diberikan?
b) Bagaimana pengaruh pemberian antiplatelet terhadap risiko terjadinya komplikasi
kardiovaskuler pada pasien jantung koroner?
2. Jenis Penelitian yang sesuai yaitu penelitian komparatif berdasarkan jenis penelitian
menurut tingkat eksplanasi. Selain itu berdasarkan latar belakang tersebut dapat
digunakan desain penelitian case control karena mempelajari faktor risiko dengan
menggunakan pendekatan retrospektif artinya penelitian dimulai dengan
mengidentifikasi kelompok yang terkena penyakit atau efek tertentu (kasus) dan
kelompok tanpa efek (kontrol). Berdasarkan latar belakang tersebut terdapat kasus
berupa pengaruh pemberian antiplatelet kombinasi (aspilet dan clopidogrel) atau tunggal
(aspilet) terhadap risiko terjadinya komplikasi kardiovaskuler pada pasien Jantung
koroner maka lebih cocok bila dilakukan penelitian menggunakan jenis penelitian case
control.
3. Populasi: seluruh pasien yang menjalani perawatan di RS UNS yang menderita
komplikasi kardiovaskuler dan penyakit jantung koroner.
4. Teknik sampling: teknik sampling yang bisa digunakan yaitu proportionate stratified
random sampling. Sampling dilakukan berdasarkan interval umur misalnya umur 21-30
tahun, 31-40 tahun, 41-50 tahun, 51-60 tahun, 61-70 tahun.
5. Variabel Bebas (Independent Variable) adalah variabel yang mempengaruhi, yang
menyebabkan timbulnya atau berubahnya variabel terikat. Variabel bebas pada kasus ini
yaitu: antiplatelet kombinasi atau tunggal
Variabel Terikat (Dependent Variable) adalah variabel yang dipengaruhi karena adanya
variabel bebas. Variabel terikat pada kasus ini yaitu: komplikasi kardiovaskuler pada
pasien Jantung koroner
6. Data yang diperoleh: termasuk data numerik
7. Analisis statistik yang sesuai yaitu:
Pengolahan Data melalui tahapan editing, koding, entri dan tabulasi data. Adapun
analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat, meliputi :
a) Chi Square Analisis bivariat yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara
beberapa variabel independen dengan variabel dependen dengan menggunakan Uji
X2 atau chi-square. Kriteria uji hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat
berdasarkan nilai p ( p value) yang dihasilkan dan dibandingkan dengan nilai
kemaknaan yang dipilih. Hipotesis Nol (Ho) ditolak jika nilai p < 0,05 dan Ho
diterima jika nilai p >0,05
b) Odds Ratio (OR) Untuk mendapatkan faktor risiko yang bermakna pada tingkat
signifikansi a = 0,05 dan Confidence Interval ( CI) 95 % menggunakan Odds Ratio
yang perhitungannnya menggunakan rumus:
𝑎𝑥𝑑
OR = 𝑏𝑥𝑐

Efek (+) Efek (-) Jumlah


Faktor Risiko (+) a b a+b
Faktor Risiko (-) c d c+d
Jumlah a+c b+d a+b+c+d
Keterangan:
1. Bila OR = 1 → variable yg diduga faktor risiko tidak berpengaruh terhadap
terjadinya efek (netral)
2. Bila OR>1 dengan tingkat kepercayaan 95%, interval kepercayaan tidak melewati
angka 1 → variable yg diduga faktor risiko benar berpengaruh terhadap terjadinya
efek
3. Bila OR>1 dengan tingkat kepercayaan 95%, interval kepercayaan melewati angka 1
→ variable yg diduga faktor risiko tidak berpengaruh terhadap terjadinya efek
(netral)
4. Bila OR<1 dengan tingkat kepercayaan 95%, interval kepercayaan tidak melewati
angka 1 → variable yg diduga faktor risiko justru faktor protektif (mengurangi angka
kejadian)