Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

K3 DALAM KEPERAWATAN
HIDRANT

Dosen Pembimbing : Alwin Widhiyanto,S.Kep.,Ns.

Oleh Kelompok 2 :

1. Faiqotun Nazila : 14021.08.16011


2. Luddiana Husen :14201.08.16019
3. Lu’luul Mukarromah :14201.08.16020

PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN


STIKES HASHAWATY ZAINUL HASAN GENGGONG
PROBOLINGGO
2017
KATA PENGANTAR

Pujisyukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Atas bimbingan dan pertolongan nya sehingga makalah ini dapat tersusun dengan
berdasarkan berbagai sumber pengetahuan yang bertujuan untuk membantu proses belajar
mengajar mahasiswa agar dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Sehingga dapat di
terbitkan sesuai dengan yang di harapkan dan dapat di jadikan pedoman dalam melaksanakan
kegiatanSehari-hari dan sebagai panduan dalam melaksanakan makalah dengan judul
“hidrant”dan dengan selesainya penyusunan makalah ini, kami juga tidak lupa menyampaikan
ucapa terima kasih kepada :

1. KH.Moh.Hasan Mutawakkil ‘Alallah,S.M.M, Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Zainul


Hasan Genggong
2. Ns. Iin Isnawati,S.Kep,M.Kep, Sebagai Ketua Stikes Hafshawaty Zainul Hasan Genggong
3. Ana fitria Nusantara, S.Kep.,Ns.,M.Kep., Sebagai Ketua prodi S1 keperawatan
4. Alwin Widhiyanto,S.Kep., Ns. Sebagai Koordinator Dosen Mata Ajar k3 dalam
keperawatan selaku pembimbing.
5. Santi Damayanti,A.Md, Sebagai Ketua perpustakaan Stikes Hafshawaty Zainul Hasan
Genggong
6. Teman-teman Kelompok Penyusun Makalah
Kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna. Sebagai manusia yang memiliki
keterbatasan, kami sebagai penyusun makalah ini mohon maaf jika ada kesalahan.

Genggong, 14 November 2017

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................................... i


KATA PENGANTAR ............................................................................................ii
LEMBAR KONSUL ............................................................................................ iii
LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. iv
DAFTAR ISI........................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ................................................................................
B. Tujuan ............................................................................................................
C. Manfaat ..........................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN ..........................................................................................
A. Pengertian hydrant ........................................................................................
B. Macam-macam hydrant ................................................................................
C. Fungsi hydrant ..............................................................................................
D. SOP Penggunaan hydrant .............................................................................
BAB III PENUTUP ..................................................................................................
A. Kesimpulan ....................................................................................................
B. Saran ..............................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam sebuah gedung sistem keamanan sangatlah penting dalam menjamin
bagi setiap pengguna didalamnya. Sistem keamana berfungsi memberikan pertolongna
sedini mungkin terhadap keadaan bahaya yang dapat terjadi kapan saja. Keadaan
bahaya tersebut dapat berupa kebakaran,banjir,gempa bumi,dll.sistem tersebut harus di
rancang sedemikian rupa agar saat terjadi keadaan darurat dapat di pergunakan
semestinya dan dapat memberikan pertolongan semaksimal mungkin.
Salah satu dari keadaan bahaya tersebut adalah kebakaran. Kebakaran sering
terjadi di kota- kota besar seperti jakarta,hal ini dikarenakan lingkungan pemukiman
penduduk yang rapat dan tidak di tunjang dengan sistem penanggulan kebakaran yang
memadai. Kebakaran dapat terjadi karena adanya api yang timbul di suatu area namun
tidak segera ditanggulangi sehingga membesar dan merambah ke area lain dan
terjadilah kebakaran.
Salah satu alat atau sistem alat untuk memadamkan api adalah hydrant. Hydrant
adalah sistem perlindungan api aktif yang disediakan di sebagian wilayah
perkotaan,pinggiran kota,dan pedesaan yang memiliki pasokan air cukup yang
memungkinkan petugas pemadam kebakaran mengunakan pasokan air tersebut untuk
memadamkan kebakaran. Sumber air hydrant berasal dari tempat penampungan air
tersendiri atau saluran air yang lainnya yang di alirkan melalui pompa dan
didistribusikan menggunakan pipa.
Untuk mengatasi permasalahan pada instalasi perpipaan suatu gedung yang
digunakan sebagai distribusi air untuk instalasi air hydrant, cara yang tepat yaitu dengan
melakukan perhitungan debit dan head instalasi yang terjadi setiap pipa didalam
instalasi pipa secara tepat. Sistem perpipaan merupakan suatu sistem jaringan pipa yang
mengalirkan fluida ke beberapa unit beban dengan kapasitas aliran dan head tertentu
untuk tiap unit beban.
Pada tugas ini di fokuskan pada perhitungan sistem perpipaan pada distribusi
air untuk instalasi hydrant di gedung vehichel logistic center (VLC) PT. X. Di area
gedung VLC mempunya sistem pemipaan hydrant, permasalahan pada sistem hydrant
ini adalah ada beberapa area di gedung ini yang belum terjangkau oleh sistem hydrant.
Dengan permasalahan yang timbul pada sistem pemipaan hydrant, maka perlu ada
penambahan instalasi pada sistem pemipaan hydrant,sehingga saat terjadi kebakaran
pada area tersebut dapat dijangkau oleh sistem hydrant. Dengan permasalahan yang
timbul pada sistem hydrant maka perlu ada penambahan instansi pada sistem
penimpaan hydrants. Sehingga saat terjadi kebakaran pada area tersebut bisa di jangkau
oleh sistem hydrant (Amrullah,2010)

B. Rumusan Masalah
A. Apakah difinisi dari hydrant ?
B. Sebutkan macam-macam dari hydrant ?
C. Apakah fungsi hydrant ?
D. Bagaimana SOP penggunaan hydrant ?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi dari hydrant
2. Untuk mengetahui macam-macam dari hydrant
3. Untuk mengetahui fungsi hydrant
4. Untuk mengetahui SOP penggunaan hydrant

D. Manfaat
Berkaitan dengan rumusan masalah dan tujuan dapat bermanfaat bagi :
1. Bagi Mahasiswa
Manfaat makalah ini bagi siswa, baik penyusun maupun pembaca adalah untuk
menambah wawasan terhadap seluk beluk tentang hydrant
2. Bagi institusi
Makalah ini bagi institusi pendidikan kesehatan adalah sebagai tambahan referensi
untuk menguji mahasiswa atau mahasiswinya tentang hydrant
3. Bagi Masyarakat
Makalah ini bagi masyarakat adalah sebagai penambah wawasan tentang hydrant
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi hydrant
Instalasi Hydrant Kebakaran ialah sistem pemadam kebakaran tetap yang
menggunakan media pemadam air bertekanan yang dialirkan melalui pipa-pipa dan
selang kebakaran. Sistem ini terdiri dari sistem persediaanair, pompa, perpipaan,
kopling outlet dan inlet serta selang dan nozle.
Sistem instalasi hydrant kering ialah suatu sistem hydrant yang pipa- pipanya tidak
berisi air, dan akan berisi air manakala hydrant tersebut digunakan.
Sistem instalasi hydrant basah ialah suatu sistem hydrant tang pipa-pipanya selalu
berisi air.
Hydrant gedung ialah hydrant yang terletak di dalam suatu bangunan/gedung dan
sistem serta peralatannya disediakan sertadipasang dalam bangunan/gedung tersebut.
Hydrant halaman ialah hydrant yang terletak diluar bangunan, sedanginstalasi dan
peralatannya disediakan serta dipasang dilingkungan bangunan tersebut.
Hydrant pilar ialah bagian peralatan dari instalasi pipa hydrant yangterletak diluar
bangunan yang dapat dihubungkan dengan slang kebakaran.
Hydrant box ialah bagian peralatan dari sistem hydrant yang berisi kran,slang dan
nozzle.
Siamese connection ialah bagian peralatan dari instalasi pipa hydrant yang terletak
diluar bangunan dan digunakan untuk mensuplay air darimobil kebakaran.
Nozzle ialah suatu alat penyemprot yang terletak pada bagian ujung darislang
yang digunakan untuk pengaturan pengeluaran air.
Slang hydrant ialah alat yang digunakan untuk mengalirkan air yang bersifat
flexible.
Hose Reel ialah slang yang digunakan untuk mengalirkan air yang pada bagian
ujungnya selalu terpasang nozzle secara tetap dihubungkan secara permanen dengan
sumber air bertekanan.(Isnaini, 2009)
B. Macam-macam hydrant
Ada dua jenis hydrant yaitu sebagai berikut ini:
1. Hydrant Box
Hydrant Box atau Hydrant gedung adalah suatu sistem pencegah kebakaran
yang menggunakan pasokan air dan dipasang di dalam bangunan atau gedung dan
untuk menentukan jumlah dan titik hydrant gedung menggunakan acuan Standart
National Indonesia (SNI).
2. Hydrant Pilar
Hydrant pilar atau sering disebut dengan hydrant halaman atau hydrant kota
adalah suatu sistem pencegah kebakaran yang membutuhkan pasokan air dan
dipasang di luar bangunan. Hydrant ini biasanya digunakan oleh mobil pemadam
kebakaran (PMK) untuk mengambil air jika kekurangan dalam tangki mobil.
Hydrant ini di letakkan disepanjang akses mobil PMK. Karakteristik dan
kesesuaian lahan untuk loaksi hydrant adalah sebagai berikut (Hanafi, Muhammad.
2011).
o Topografi
Topografi juga berpengaruh penting terhadap kelancaran tekanan air pada
hydrant. Semakin tinggi lokasi yang akan digunakan semakin kecil tekanan airnya.
o Penggunaan Lahan
Penggunaan lahan digunakan untuk melihat daya dukung lahan yaitu untuk
mengetahui sejauh mana kemampuan sumber daya lahan untuk suatu penggunaan
tertentu. Lahan yang dimaksud adalah lahan kering yang berada di wilayah
pemukiman atau yang sudah padat penduduk.
o Geologi
Geologi yang dimaksud adalah jenis tanah yang ada di kota Medan.
Karakteristik tanah yang cocok untuk kawasan industri adalah bertekstur sedang
sampai kasar.
o Hidrologi
Hidrologi yang dimaksud adalah ketersediaan air di kota Medan. Wilayah
yang mempunyai ketersediaan air tinggi menjadi salah satu penentu untuk
keputusan pembangunan lokasi hydrant karena air sangat diperlukan untuk fire
hydrant. Ketersediaan air ini dapat berupa air sungai atau air PAM.
o Aksesibilitas
Aksesibilitas yang dimaksud adalah jalur transportasi yang terdapat di kota
Medan. Dalam penelitian ini jalan dibedakan menurut jenisnya, yaitu jalan tol,
jalan arteri, jalan kolektor, jalan local, dan rel kereta api yang ditentukan secara
manual.(Hanafi, 2011)

C. Fungsi hydrant
Pengetahuan tentang bahaya dan penanggulangan kebakaran harusnya
diketahui oleh setiap orang. informasi tentang fungsi Fire Hydrant harus disisipkan
Dalam lingkungan kerja, perumahan, pabrik, hotel, sekolah maupun tempat lainnya
pasti ada hal-hal yang menjadi ancaman untuk memicu terjadinya kebakaran. paling
tidak orang kini harus mengetahui dasar-dasar penggunaan alat pemadam api ringan,
fire hydrant, fire alarm atau prosedur evakuasi saat terjadinya kebakaran untuk
mengurangi resiko yang terjadi akibat kebakaran tersebut, yang berupa kerugian
material, investasi berharga, bahkan korban jiwa. Pengetahuan dasar mengenai cara
penggunaan fire hydrant ini bisa didapat dengan mudah dari internet. Atau bisa
mengikuti training tentang basic penggunaan alat pemadam yang biasanya diadakan
oleh perusahaan untuk memberikan pengetahuan kepada para karyawan dengan
pemateri dari orang-orang yang telah ahli dalam bidang penanganan fire fighting atau
dari personel pemadam kebakaran. Dalam fungsi fire hydrant secara umum, misal di
sebuah perusahaan ada beberapa orang yang tergabung dalam tim fire brigade yang
bertanggung jawab dalam tindakan pemadaman jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran
di area yang diproteksi. tim tersebut paling tidak terdiri dari:
1. Nozzleman : Bertugas berada di paling ujung yang mengarahkan noozle ke titik api
2. Hoseman : Bertugas mempersiapkan selang dan menggulung saat pemadaman
berhasil dilakukan
3. Pumpman : Bertugas menangani permasalahan yang ada di ruang pompa
4. Valveman : Bertugas membuka aliran air pada hydrant pillar
5. Commando : Bertugas memberikan komando ke semua anggota tim sekaligus
penyampai pesan dari pumpman sampai nozzleman
6. Support : Bertugas membersihkan area kebakaran agar petugas mudah menuju
lokasi dan membantu hoseman mengatur selang sekaligus support pada nozzleman
jika tekanan terlalu besar. untuk posisi ini paling tidak ada 2 orang.(Isnaini, 2009)
D. SOP hydrant
Menggunakan Fire Hydrant harus sesuai dengan prosedur-prosedur yang
berlaku, selain agar api dapat dipadamkan dengan baik juga untuk menjaga komponen
yang digunakan lebih awet. Sehingga dapat digunakan lagi sebagai media
memadamkan api jika suatu saat terjadi kebakaran di tempat yang sama. Secara garis
besar, Cara penggunaan yang benar adalah sebagai berikut: (Amrullah, 2010)

1. Persiapan Selang Fire Hose (Hoseman)

a. Angkat selang fire hose mendekat, bisa juga dipanggul jika terasa berat dan
lempar selang tersebut ke arah yang mendekati api.
b. Posisikan selang agar tidak terbelit, sehingga aliran air nantinya bisa berjalan
dengan lancar.
c. Jika panjang selang kurang, maka bisa ditambah dengan selang lainnya.
d. Menyambungkan pangkal selang dengan hydrant pillar. Jika sumber air dari box
hydrant biasanya tidak perlu menyambungkan selang namun Langsung ditarik
ke arah api.

2. Persiapan Nozzle (Nozzleman)

a. Posisikan kaki agak merenggang agar tumpuan ke tanah kuat, persiapkan nozzle
dengan pegangan yang sempurna.
b. posisi salah satu tangan adalah memegang ujung nozzle, dan tangan satunya
pada pangkal dengan menjepitkan ke ketiak supaya tidak goyah.
c. berikan kode ke operator jika anda merasa sudah siap memadamkan api.

3. Persiapan Aliran Air (Commando, Valveman, Pumpman )

a. Kode untuk mengalirkan air dari pemegang nozzle adalah tangan lurus keatas
b. Sedangkan kode untuk menghentikan aliran air adalah melipat siku tangan
dengan berulang-ulang.

Cara penggunaan fire hydrant sesuai prosedur berdampak baik untuk instalasi
Beberapa Pedoman Penggunaan Fire Hydrant diatas ada yang perlu diperhatikan,
yaitu saat menjadi Operator adalah tidak membuka kran air (valve) terlalu cepat.
Sifat air yang ada dalam instalasi fire hydrant adalah air yang mempunyai tekanan,
sehingga bisa membahayakan petugas yang ada di depan (pemegang nozzle) seperti
terpental karena pijakan tidak kuat. Menutup kran juga tidak disarankan dengan
tergesa-gesa karena bisa mengakibatkan water hammer yang dapat merusak
peralatan fire hydrant. Dengan mengikuti prosedur cara penggunaan fire hydrant
yang tertulis diatas diharapkan fire hydrant dapat berfungsi dengan baik untuk
memadamkan api.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Instalasi Hydrant Kebakaran ialah sistem pemadam kebakaran tetap yang
menggunakan media pemadam air bertekanan yang dialirkan melalui pipa-pipa dan
selang kebakaran. Sistem ini terdiri dari sistem persediaanair, pompa, perpipaan,
kopling outlet dan inlet serta selang dan nozle.
Sistem instalasi hydrant kering ialah suatu sistem hydrant yang pipa- pipanya
tidak berisi air, dan akan berisi air manakala hydrant tersebut digunakan.
Sistem instalasi hydrant basah ialah suatu sistem hydrant tang pipa-pipanya selalu
berisi air.
Hydrant gedung ialah hydrant yang terletak di dalam suatu bangunan/gedung
dan sistem serta peralatannya disediakan sertadipasang dalam bangunan/gedung
tersebut. Hydrant halaman ialah hydrant yang terletak diluar bangunan,
sedanginstalasi dan peralatannya disediakan serta dipasang dilingkungan bangunan
tersebut.
Hydrant pilar ialah bagian peralatan dari instalasi pipa hydrant yangterletak
diluar bangunan yang dapat dihubungkan dengan slang kebakaran. Hydrant box
ialah bagian peralatan dari sistem hydrant yang berisi kran,slang dan nozzle.
Siamese connection ialah bagian peralatan dari instalasi pipa hydrant yang terletak
diluar bangunan dan digunakan untuk mensuplay air darimobil kebakaran. Nozzle
ialah suatu alat penyemprot yang terletak pada bagian ujung darislang yang
digunakan untuk pengaturan pengeluaran air.

B. Saran

1. Bagi institusi pendidikan :


Bagi institusi pendidikan di harapkan untuk mendalami tentang hydrant
sehingga yang bersangkutan dapat memberikan pengarahan yang lebih intensif.

2. Bagi mahasiswa :
Bagi mahasiswa mengenai makalah dapat dijadikan wawasan tambahan
mengenai hydrant.
Daftar Pustaka
Amrullah FI.2010 Analisis Tingkat Pemenuhan Sarana Proteksi Aktif dan Sarana
Penyelamatan Jiwa di area Pabrik PT.Sentrafood Indonesia skripsi.
Insnaini.2009 APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan Isntalasi Hydrant Sebagai
Salah Satu Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran di Area Pabrik
IPT.
Hanafi, Muhammad.2011.SIG dan AHP untuk Sistem Pendukung Keputusan
Perecanaan Wilayah Industri dan Pemukiman Kota Medan.